“Pusat Pengambilan Sumsum Tulang Anak” di Myawaddy, Myanmar Terletak di Sebelah “Pusat Reproduksi Manusia”

Rantai industri kejahatan yang disebut “menggunakan sumsum tulang belakang anak-anak untuk memproduksi obat keabadian” oleh PKT (Partai Komunis Tiongkok) di Asia Tenggara telah terungkap. Bahkan, warganet menemukan lebih banyak sisi gelap lainnya. Di sebuah kawasan yang diduga sebagai taman penipuan daring di Myawaddy, Myanmar, terdapat sekaligus “Pusat Reproduksi Manusia” dan “Pusat Pengambilan Sumsum Tulang Anak”.

EtIndonesia. Pada  November lalu, seorang blogger anti-scaming keturunan Tionghoa di Asia Tenggara membongkar dugaan praktik “Institut Ilmu Hayati Kamboja”, yang memicu perhatian luas. Blogger tersebut mengungkapkan bahwa “institut” yang disebut-sebut itu sebenarnya berlokasi di dalam taman scamming online  milik Prince Group di Kamboja. 

Melalui program bayi tabung, taman penipuan tersebut membuat para perempuan korban perdagangan manusia hamil, kemudian menjual bayi-bayi itu kepada “institut” tersebut untuk diambil cairan sumsum tulang belakangnya, yang digunakan untuk memproduksi obat “sel punca regeneratif” bagi para miliarder demi tujuan “awet muda”.

Cuplikan layar interior Akademi Ilmu Hayati Kamboja.

Berdasarkan informasi dari situs resmi “Institut Ilmu Hayati Kamboja”, lembaga ini  diduga kuat merupakan laboratorium yang didirikan oleh Hunan Yuanpin Cell Biotechnology Co., Ltd. Perusahaan tersebut memiliki hubungan kerja sama yang erat dengan otoritas PKT di Provinsi Hunan, serta menjalin kerja sama dengan Rumah Sakit Xiangya Kedua, yang sebelumnya terungkap terlibat dalam praktik pengambilan organ hidup.

 Foto-foto internal yang dipublikasikan oleh “Institut Ilmu Hayati Kamboja” juga menunjukkan sebuah papan bertuliskan “Sistem Pengujian Mutu Produksi Sel Institut Ilmu Hayati Kamboja”, yang mencantumkan nama “Laboratorium Pengujian Standarisasi Sel, Institut Penelitian Biomedis dan Kesehatan Guangzhou, Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok”.

Taman ini terletak di kota Myawaddy, Myanmar yang terkenal buruk reputasinya. (Google Maps)
Taman ini terletak di kota Myawaddy, Myanmar yang terkenal buruk reputasinya. (Google Maps)
Taman ini terletak di kota Myawaddy, Myanmar yang terkenal buruk reputasinya. (Google Maps)


Cuplikan foto internal “Institut Ilmu Hayati Kamboja

Seorang blogger anti-scaming lainnya di Asia Tenggara mengungkapkan bahwa perusahaan bioteknologi asal Tiongkok daratan yang menjalankan bisnis semacam ini tidak hanya satu. Anak-anak yang mereka kurung diambil cairan sumsum tulangnya secara berkala, sehingga tidak bisa tumbuh normal; sebagian besar tidak dapat bertahan hidup hingga usia 6 tahun.

Belakangan, blogger yang pertama kali membongkar “Institut Ilmu Hayati Kamboja” kembali merilis sebuah video peringatan berjudul “Saat Paling Berbahaya Telah Tiba”. Ia mengatakan bahwa karena praktik penipuan daring semakin banyak terungkap ke publik, “bisnis” tersebut semakin sulit dijalankan. Banyak taman  scaming online dalam beberapa tahun terakhir secara aktif melakukan “transformasi”, dengan gencar mengembangkan apa yang disebut sebagai “bioteknologi”. 

Rantai industri baru ini awalnya terutama menargetkan perempuan muda, namun kini perempuan berusia di atas 40 tahun yang belum menopause juga berada dalam bahaya. Perempuan berusia 16 hingga 50 tahun berpotensi menjadi target penipuan dan penculikan oleh taman-taman tersebut.

Blogger itu mengatakan, di beberapa taman telah didirikan “Pusat Pengambilan Sumsum Tulang”, yang berlokasi tepat di sebelah “Pusat Reproduksi Manusia”. Di dalam kawasan tersebut juga terdapat “Pusat Pengolahan Limbah Material”, yang digambarkannya sebagai sangat mengerikan.

Banyak warganet kemudian melakukan penelusuran dan menunjukkan bahwa pengungkapan tersebut tampaknya bukan tanpa dasar. Dengan menggunakan pencarian bahasa Mandarin sederhana di Google Maps, ditemukan bahwa di sebuah kawasan di perbatasan Myanmar–Thailand terdapat sekaligus “Pusat Pengambilan Sumsum Tulang Anak”, “Pusat Reproduksi Manusia”, dan “Pusat Pengolahan Limbah Material”.

Peta medan Google menunjukkan bahwa kawasan tersebut berada di wilayah perbatasan Myanmar yang terpencil, tepatnya di kota Myawaddy yang terkenal buruk reputasinya. Kawasan ini dikelilingi di tiga sisi oleh Sungai Moei, sungai perbatasan antara Myanmar dan Thailand. Seluruh area tertutup rapat dan dikelilingi tembok tinggi yang kokoh.

Taman ini terletak di kota Myawaddy, Myanmar yang terkenal buruk reputasinya. (Google Maps)

Menurut informasi publik, di wilayah perbatasan Myanmar dan Kamboja yang berdekatan dengan Thailand, tersebar puluhan taman penipuan daring yang dioperasikan atau bahkan dibangun langsung oleh warga Tiongkok. Taman-taman ini dituding memiliki keterkaitan erat dengan elite tinggi Partai Komunis Tiongkok dan proyek “Belt and Road”.

Di Google Maps juga dapat ditemukan sebuah “Pusat Pengambilan Sumsum Tulang Anak” di Kamboja, yang lokasinya berdekatan dengan “Institut Ilmu Hayati Kamboja”.

Pusat Pengambilan Sumsum Tulang Anak di Kamboja. (Google Maps)

Namun, hingga 15 Desember, pencarian “Pusat Pengambilan Sumsum Tulang Anak” di Google Maps sudah tidak lagi menampilkan hasil, dan yang tersisa hanya “Pusat Reproduksi Manusia”. Diduga pihak terkait takut terhadap tekanan opini publik dan telah menghapus informasi yang dapat diakses secara terbuka.

Sebelum terungkapnya praktik pengambilan sumsum tulang bayi untuk pembuatan obat, “Institut Ilmu Hayati Kamboja”  gencar melakukan promosi dan memasang iklan di berbagai platform media sosial di  daratan Tiongkok. Namun setelah skandal ini terungkap pada bulan lalu, banyak informasi di situs resminya segera dihapus.

Menurut pengungkapan sejumlah blogger anti scaming di Asia Tenggara, banyak perusahaan yang mengaku sebagai “perusahaan bioteknologi” dari daratan Tiongkok membuka laboratorium di taman-taman penipuan Asia Tenggara dengan nama seperti “Institut Ilmu Hayati”, “Taman Bioteknologi”, atau “Pusat Riset Biologi”. Pada kenyataannya, mereka diduga terlibat dalam kejahatan berat seperti pengambilan organ hidup-hidup. (Hui)

 Sumpah Sang Nelayan

EtIndonesia. Pada zaman dahulu, hiduplah seorang nelayan yang terkenal sebagai pemancing handal. Namun dia memiliki satu kebiasaan unik: setiap kali melaut, dia selalu membuat sumpah tertentu.

Suatu musim semi, dia mendengar bahwa harga ikan sotong sedang paling mahal di pasar. Maka dia pun bersumpah : “Kali ini aku hanya akan menangkap sotong!”

Namun ketika dia melaut, yang dia dapat hanya kepiting. Tidak ada sotong sama sekali. Karena terikat oleh sumpahnya, dia pulang dengan tangan kosong.

Sesampainya di darat, dia baru tahu bahwa harga kepiting jauh lebih mahal daripada sotong.

Dia menyesal setengah mati dan segera bersumpah :  “Lain kali aku hanya akan menangkap kepiting!”

Pada pelayaran kedua, seluruh perhatiannya tertuju pada kepiting. Namun anehnya, hari itu ia justru bertemu banyak sotong, dan tidak ada kepiting sama sekali. Karena sumpahnya melarang dia menangkap selain kepiting, dia pun kembali pulang tanpa hasil.

Dia sangat menyesal dan akhirnya bersumpah lagi :  “Baiklah! Lain kali apa pun yang kutemui—sotong atau kepiting—akan kutangkap semuanya!”

Pada pelayaran ketiga, dia memegang sumpahnya teguh. Namun nasib berkata lain.
Hari itu dia tidak menemukan sotong maupun kepiting. Yang ada hanya beberapa ikan tenggiri — namun karena tak masuk dalam “sumpah”-nya, dia tetap tidak menangkap apa pun.

Untuk ketiga kalinya, dia pulang dengan tangan kosong.

Sayangnya, dia tidak pernah sempat melakukan pelayaran keempat. Nelayan itu akhirnya mati kelaparan dan kedinginan.

Pesan moral:

Ketika seseorang menetapkan tujuan hidup atau cita-cita, tujuan itu harus sesuai:

  • dengan kemampuan dirinya,
  • dan dengan kebutuhan masyarakat yang terus berubah.

Kebutuhan masyarakat tidak pernah statis—selalu berkembang. Karena itu, bila seseorang tetap memegang teguh satu pandangan tanpa menyesuaikannya dengan kenyataan baru, maka cita-cita itu akan berubah menjadi khayalan belaka, meskipun dia memiliki potensi yang besar.

Hanya mereka yang mampu menyesuaikan diri dengan perubahan, yang dapat mengubah impian menjadi kenyataan.(jhn/yn)

Propaganda Partai Komunis Tiongkok Demi Mewujudkan Persalinan Gratis Jadi Bahan Olok-olok Netizen Daratan Tiongkok, Menyebutnya Hanya Jadi Omon-omon

Jumlah kelahiran di Tiongkok terus menurun dari tahun ke tahun. Pada tahun ini dikhawatirkan akan turun di bawah 9 juta. Badan Jaminan Kesehatan Nasional Tiongkok (National Healthcare Security Administration/NHSA) mengumumkan kebijakan terbaru untuk mendorong kelahiran, dengan target pada tahun depan agar masyarakat yang tercakup kebijakan “pada dasarnya bisa melahirkan anak tanpa mengeluarkan uang”. Namun demikian, data beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa semakin gencar propaganda pemerintah untuk mendorong kelahiran, semakin membuat generasi muda tetap diam.

EtIndonesia. Pada 13 Desember 2025, NHSA PKT menggelar rapat. Kepala badan tersebut, Zhang Ke, menyatakan bahwa demi secara aktif menyesuaikan strategi pembangunan kependudukan, tahun depan pemerintah akan berupaya mewujudkan secara nasional agar persalinan yang masuk dalam cakupan kebijakan tidak lagi memerlukan pembayaran pribadi (“tanpa biaya sendiri”).

Saat ini, di tujuh provinsi termasuk Jilin, Jiangsu, dan Shandong, biaya persalinan rawat inap yang termasuk dalam daftar jaminan kesehatan pada dasarnya tidak perlu dibayar sendiri oleh peserta asuransi. Namun, jika memilih kamar VIP, obat impor yang tidak ditanggung, atau layanan perawatan kelas atas, tetap harus membayar sendiri.

Kebijakan ini tampak seperti kebijakan kesejahteraan, tetapi banyak netizen mengolok-oloknya di kolom komentar:

 “Orang-orang ini masih mengira anak muda tidak mau punya anak karena biaya melahirkan terlalu mahal.”
“Saya saja susah menghidupi diri sendiri, apalagi membesarkan anak itu mahal.”
“Syaratnya harus bayar asuransi kesehatan.”
“Cuma omong kosong, uang yang seharusnya dipungut di sini dipindahkan untuk dipungut lebih banyak di tempat lain.”

Komentar netizen daratan Tiongkok (tangkapan layar)
Komentar netizen daratan Tiongkok (tangkapan layar)

PKT telah lama menerapkan kebijakan satu anak, yang menimbulkan masalah sosial seperti penuaan penduduk dan berkurangnya tenaga kerja. 

Pada 2016, pemerintah mulai menerapkan kebijakan dua anak, sehingga jumlah kelahiran sempat melonjak singkat ke 18,83 juta, lalu kembali turun dari tahun ke tahun. Pada 2021, pemerintah meluncurkan kebijakan tiga anak untuk menghentikan penurunan, tetapi pada 2022 jumlah kelahiran anjlok menembus batas 10 juta. 

Pada 2024, jumlah kelahiran hanya 9,54 juta, dan populasi telah mengalami pertumbuhan negatif selama tiga tahun berturut-turut.

 “Jumlah lulusan universitas setiap tahun sekarang lebih dari 10 juta, sementara jumlah bayi yang lahir kurang dari 9 juta. Masalahnya sangat serius. Generasi muda semakin sedikit, sementara penuaan penduduk sangat parah. Tiongkok sudah memasuki kondisi ‘pembalikan usia’. Anak muda yang sedikit tidak mampu menanggung beban pensiunan lansia. Pada akhirnya, ini bukan hanya krisis struktur penduduk, tetapi krisis seluruh negara,” ujar ekonom yang tinggal di AS, Li Hengqing.

Tahun 2025 bahkan belum berakhir, Perserikatan Bangsa-Bangsa telah mengeluarkan prediksi mengejutkan: jumlah kelahiran di Tiongkok tahun ini hanya 8,71 juta, dan untuk pertama kalinya proporsi bayi baru lahir Tiongkok di dunia turun di bawah 7%. Ini menunjukkan Tiongkok sedang semakin cepat memasuki era kelahiran rendah.

Mengapa Semakin Keras Propaganda Mendorong Kelahiran, Semakin Membuat Generasi Muda Diam?

 “Alasan rakyat tidak mau punya anak bukan sekadar karena biaya persalinan yang sedikit itu. Biaya membesarkan anak sangat tinggi. Biaya medis juga sangat mahal. Ekonomi Tiongkok sedang menurun, pekerjaan sulit dicari, banyak yang lulus kuliah langsung menganggur. Banyak orang bahkan tidak berani menikah karena biaya pernikahan sangat tinggi. PKT mengira dengan menghitung untung-rugi kecil seperti ini bisa mendorong semangat melahirkan. Jelas mereka tidak menyadari bahwa ini adalah masalah sistemik,” ujar Wu Shaoping, penanggung jawab Aliansi Pengacara HAM di Luar Negeri. 

Li Hengqing juga menunjukkan bahwa terlalu banyak faktor ketidakpastian dalam masyarakat Tiongkok, sehingga kebijakan mendorong kelahiran berdampak sangat terbatas.

 “Selama pandemi, saat Shanghai lockdown, ada sepasang suami istri muda yang didatangi polisi untuk tes asam nukleat, tapi mereka menolak. Polisi dengan jelas mengatakan: jika kalian tidak turun, bukan hanya generasi kalian yang akan terdampak, tetapi juga tiga generasi ke depan. Anak muda itu langsung membalas: ‘Ingat, kami adalah generasi terakhir.’ Jadi bisa dibayangkan, bagi banyak orang sekarang, punya anak sudah menjadi tugas politik, sekaligus bentuk perlawanan politik. Masa depan bangsa Tionghoa benar-benar mengkhawatirkan,” ujarnya. 

Setelah pandemi berakhir, pemulihan ekonomi Tiongkok lemah. Pemerintah mencoba menyelesaikan semua masalah dengan subsidi. Konsumsi lesu, maka digunakan subsidi negara untuk mendorong belanja. Kekurangan penduduk, maka digunakan tunjangan kelahiran untuk mendorong orang punya anak. Keuntungan tipis, maka negara mensubsidi produksi kendaraan listrik, dan seterusnya.

Namun saat ini, keuangan PKT sedang ketat dan dana asuransi kesehatan kekurangan uang. Bahkan Shanghai, pusat ekonomi Tiongkok, mulai “menarik kembali” tunjangan kelahiran yang dibagikan dalam beberapa tahun terakhir. Bulan lalu, banyak ibu di Shanghai mengungkapkan di internet bahwa departemen asuransi kesehatan meminta mereka mengembalikan tunjangan kelahiran yang disebut “dibayarkan berlebih”, dengan jumlah mulai dari beberapa ribu hingga puluhan ribu yuan.

 “Ada warga yang sudah menerima uang ini, tetapi pemerintah justru meminta para orang tua muda itu mengembalikannya. Ini menunjukkan ketidakstabilan kebijakan PKT, yang membuat masyarakat meragukan keberlanjutan kebijakan tersebut. Dengan kondisi dana asuransi kesehatan PKT yang dialihkan dan penuh lubang, dalam waktu dekat, kejadian seperti ini pasti akan terus terjadi,” kata Wu Shaoping.

Gelombang kebijakan mendorong kelahiran dari NHSA kali ini juga tampak kurang percaya diri. Mereka hanya menyatakan akan “berupaya” agar tahun depan “pada dasarnya” tercapai persalinan gratis dalam cakupan kebijakan. Hal ini pun diejek warga sebagai “pada dasarnya mungkin kira-kira barangkali”, “oh, ternyata masih ‘berupaya’ ya, bubar saja”. (Hui/asr)

Shang Yan / Yi Ru / Zhong Yuan

[Berita Terlarang] Krisis Infiltrasi Meletus, Decoupling Antara Barat dan Partai Komunis Tiongkok Sudah Dekat

Belakangan ini, serangkaian kasus infiltrasi dan ancaman yang terungkap secara intensif menunjukkan bahwa Partai Komunis Tiongkok (PKT) sedang mempercepat pelaksanaan perang tanpa batas terhadap negara-negara Barat. Para akademisi menilai, negara-negara Barat harus secara serius memperlakukan PKT sebagai musuh Perang Dingin, dan pemutusan hubungan (decoupling) dengan PKT sudah menjadi hal yang mendesak.

EtIndonesia. Dalam kurun waktu hanya tiga minggu, berbagai kabar terkait ancaman dan infiltrasi PKT ke negara lain terus bermunculan dengan intensitas yang jarang terjadi.

Pada akhir Oktober, Norwegia menemukan bahwa bus buatan Tiongkok memiliki fungsi tersembunyi berupa “saklar penghenti darurat” yang memungkinkan kendaraan dihentikan dari jarak jauh. Pemerintah Inggris kemudian juga memulai penyelidikan terkait hal tersebut.

Pada 7 November, Perdana Menteri Jepang yang baru, Sanae Takaichi, menyatakan bahwa jika PKT menggunakan kekuatan militer untuk menyerang Taiwan, Jepang kemungkinan akan melakukan intervensi militer. Menyusul pernyataan itu, PKT melancarkan pembalasan besar-besaran, mulai dari penghinaan diplomatik, pembalasan ekonomi, hingga provokasi militer.

Pada 18 November, badan intelijen Inggris mengungkap bahwa mata-mata PKT memanfaatkan platform LinkedIn dengan menyamar sebagai perekrut perusahaan untuk mencuri informasi sensitif terkait keamanan nasional dari anggota parlemen Inggris.

Itu semua hanyalah sebagian kecil dari apa yang terungkap ke publik.

Penelitian AidData di Amerika Serikat menunjukkan bahwa selama 25 tahun terakhir, PKT secara diam-diam telah memberikan sekitar US$200 miliar pinjaman kepada perusahaan-perusahaan Amerika, yang berpotensi mempengaruhi keamanan teknologi inti AS.

Sementara itu, Associated Press melaporkan bahwa PKT secara bertahap menghapus truk diesel dan mendorong penggunaan truk listrik sebagai persiapan energi untuk perang, guna menghadapi kemungkinan blokade minyak global.

Selain itu, The Washington Post mengungkap bahwa PKT telah menginvestasikan dana besar untuk menerapkan “strategi topan”, dengan tujuan melancarkan serangan siber berskala besar—mirip dengan “Pearl Harbor digital”—yang dapat melumpuhkan jaringan vital Amerika Serikat seperti energi, transportasi, dan komunikasi.

Direktur Institut Strategi dan Sumber Daya di Institut Riset Pertahanan dan Keamanan Nasional Taiwan, Su Tzu-yun, menyatakan bahwa perang tanpa batas PKT telah berlangsung lama. Persaingan AS–Tiongkok saat ini mirip dengan Perang Dingin, namun tingkat keparahannya bahkan lebih tinggi.

 “Pada masa Perang Dingin, infiltrasi memang sering terjadi, tetapi batas antara dua kubu sangat jelas. Kini, karena PKT memiliki hubungan yang sangat mendalam dengan negara-negara Barat dalam bidang industri dan pertukaran akademik, jumlah agen intelijen dan orang dalam di berbagai bidang menjadi jauh lebih banyak. Karena sekarang satu per satu terungkap, situasinya terlihat jauh lebih serius dibandingkan Perang Dingin dulu,” ujar Su Tzu-yun. 

Wakil profesor Feng Chongyi dari University of Technology Sydney menunjukkan bahwa setelah Perang Dingin, Barat melepaskan kewaspadaan institusional terhadap PKT, mengabaikan peninjauan hak asasi manusia, bahkan membantu PKT masuk ke dalam rantai pasok global, sehingga memicu ledakan risiko seperti saat ini.

Ia menekankan bahwa Perang Dingin baru pada hakikatnya adalah pertarungan hidup dan mati antara demokrasi dan otoritarianisme. Namun hingga kini, elite politik Barat belum sepenuhnya menyadari situasi tersebut, belum memperlakukan PKT sebagai musuh Perang Dingin, sementara PKT justru dengan serius menjalankan Perang Dingin melawan Barat.

 “Bagi demokrasi, hak asasi manusia, dan media bebas Barat, PKT adalah ancaman yang esensial. Karena itu, ia bertekad untuk melenyapkannya. PKT benar-benar mengerahkan seluruh kekuatannya demi kelangsungan hidupnya untuk berperang dalam Perang Dingin. Namun hingga hari ini, dunia Barat belum mengambil keputusan tegas untuk melakukan decoupling. Bahkan perang dagang yang ada sekarang lebih bersifat tarik-ulur, bukan konfrontasi penentuan—berbisnis sambil bernegosiasi,” kata Feng Chongyi.

Pengacara Amerika Steve Milloy menulis bahwa serangkaian perkembangan terkini menyoroti urgensi bagi Amerika Serikat untuk menilai kerentanannya sendiri terhadap PKT, agar dapat secepat mungkin memutus keterikatan dengan pesaing berbahaya ini.

 “Jika Anda tidak sepenuhnya memutus hubungan dengannya, akan sangat sulit untuk mencegah ancamannya. Namun kemungkinan untuk melakukan decoupling total juga tidak tinggi. Membeli cangkir mungkin tidak perlu decoupling, membeli ban juga mungkin tidak perlu—itu hanya soal kualitas. Tetapi begitu menyangkut peralatan pertukaran informasi, baik suara maupun data, maka harus diputuskan hubungannya. Di sinilah garis merah harus ditarik,” kata Su Tzu-yun.

Feng Chongyi menilai bahwa decoupling harus dimulai dari rantai industri kunci, dengan menjaga teknologi inti tetap berada di dalam kubu demokrasi. Jika teknologi terus mengalir ke Tiongkok, itu sama saja dengan menyerahkan kemampuan penyeimbang kepada pihak lawan.

Ia memberi contoh:  “Seperti Australia, yang memiliki begitu banyak tambang bauksit serta teknologi panel surya dan energi baru. Jika PKT adalah lawan, maka tidak ada alasan untuk mengirim teknologi dan mineral ini ke Tiongkok untuk diproses, dimurnikan, diproduksi, lalu membeli kembali produk industrinya. Menempatkan seluruh rantai industri di Tiongkok mengandung risiko yang sangat besar.”

Feng Chongyi menegaskan, selama Barat memiliki kemauan politik (political will) dan bersedia memutus hubungan dengan PKT demi kepentingan jangka panjang, mereka dapat memenangkan Perang Dingin baru ini. Sebab, baik dari segi ekonomi, teknologi, maupun kekuatan militer, kubu demokrasi memiliki keunggulan yang sangat besar. (Hui)

Sumber : NTDTV.com

 Percobaan Lebah dan Lalat

EtIndonesia. Seorang ilmuwan pernah melakukan sebuah percobaan sederhana namun sangat menarik. Dia memasukkan beberapa ekor lebah ke dalam sebuah botol yang mulutnya terbuka. Dia kemudian meletakkan botol itu secara miring, dengan bagian dasar botol menghadap ke arah cahaya.

Apa yang terjadi?

Lebah-lebah itu berulang kali terbang menuju bagian dasar botol, berusaha keluar menuju sumber cahaya.Tidak satu pun mencoba terbang ke arah lain. Mereka terus-menerus menabrak dasar botol, terjebak dalam cara berpikir yang sama, tanpa mempertimbangkan kemungkinan lain.

Bagi lebah, kondisi “terperangkap dalam botol” adalah situasi baru yang tidak pernah mereka hadapi dalam struktur fisiologis maupun insting alaminya. Karena itu, mereka tidak mampu menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan.

Lalu ilmuwan itu mengulang percobaan yang sama, tetapi kali ini ia memasukkan beberapa ekor lalat. Dengan posisi botol yang sama—dasar menghadap cahaya—hasilnya berbeda total.

Hanya dalam beberapa menit, semua lalat berhasil keluar melalui mulut botol. Mengapa?

 Karena lalat mencoba berbagai arah:

  • ke atas,
  • ke bawah,
  • ke arah cahaya,
  • menjauhi cahaya.

Mereka sering menabrak dinding kaca, tetapi pada akhirnya mereka menemukan jalan keluar: mulut botol.

Ilmuwan itu kemudian menyimpulkan: “Lebih baik mencoba dengan berani, meski sering gagal, daripada duduk diam menunggu keadaan memburuk.”

Pesan moral:

Dalam perjalanan hidup, banyak orang tidak berani bertindak karena takut gagal. Namun rasa takut itulah yang membuat mereka kehilangan kesempatan besar untuk masa depan mereka sendiri.

Mencapai nilai hidup dan mewujudkan cita-cita bukanlah jalan yang mulus.
Pasti ada:

  • kegagalan,
  • rasa sakit,
  • kehilangan,
  • dan tantangan berat.

Keinginan untuk “segalanya berjalan lancar” memang indah, tetapi itu hanya harapan manusia— realitasnya penuh rintangan.

Karena itu kita harus memiliki:

  • keteguhan menghadapi kegagalan,
  • keberanian untuk mencoba lagi,
  • dan semangat pantang menyerah.

Hanya mereka yang berani “menabrak kaca” berkali-kali seperti lalat yang gigih, yang akhirnya menemukan jalan keluar.(jhn/yn)

Video Bencana Maut di Gansu, Tiongkok : Longsor Gunung Yongjing Kubur Puluhan Rumah dalam Sekejap

Baru-baru ini terjadi longsor gunung di Kabupaten Yongjing, Provinsi Gansu, Tiongkok. Media resmi baru melaporkannya empat hari kemudian, dan menyebutkan bahwa 45 rumah tangga tertimbun, namun tidak ada korban jiwa. Namun, pernyataan resmi tersebut memicu keraguan di tengah opini publik.

EtIndonesia. Menurut laporan media resmi Partai Komunis Tiongkok seperti CCTV pada 14 Desember, longsor terjadi pada 10 Desember pukul 11.20 di Desa Huangcicun, Kecamatan Yanguoxia, Kabupaten Yongjing, Prefektur Linxia, Provinsi Gansu.

 Hingga 13 Desember sore pukul 18.00, diperkirakan tubuh longsoran memiliki lebar 390 meter, panjang 722 meter, ketebalan 24 meter, dengan volume sekitar 6,77 juta meter kubik. Jarak pergeseran mencapai 310 meter, dan kondisi longsoran telah berangsur stabil.

Pihak berwenang setempat menyatakan bahwa longsor tersebut mengakibatkan 45 rumah penduduk tertimbun, 240 mu (sekitar 16 hektare) lahan pertanian di bawah dataran rusak, serta sebagian infrastruktur mengalami kerusakan. Kerugian ekonomi langsung diperkirakan mencapai sekitar 41,35 juta yuan, dan tingkat bencana diklasifikasikan sebagai “sangat besar”.

Media seperti Red Star News melaporkan bahwa longsor dimulai sekitar pukul 10.00 pagi pada  10 Desember dan berakhir sekitar pukul 03.00 sore. Sejumlah warga menemukan tanda-tanda bahaya dan segera memperingatkan penduduk desa lainnya. Para kader desa kemudian mendatangi rumah-rumah satu per satu untuk memberitahukan agar segera mengungsi, sehingga lebih dari 100 orang berhasil diselamatkan.

Pihak berwenang mengklaim bahwa karena bahaya terdeteksi tepat waktu, tidak ada korban jiwa. Saat ini, warga dari 45 rumah yang roboh serta 118 rumah tangga yang dievakuasi untuk pencegahan, sebagian ditempatkan sementara di hotel, sementara yang lain menumpang pada kerabat atau teman.

Namun, pernyataan resmi tersebut memicu keraguan luas di kalangan warganet Tiongkok. Banyak yang menilai klaim “tanpa korban jiwa” sulit dipercaya.

 “45 rumah tertimbun tapi tidak ada korban jiwa, saya tidak percaya.”
“Pukul 11.20 itu waktu menyiapkan makan siang, 45 rumah, tidak satu pun orang di dalam rumah?”
“Tidak ada satu korban pun? Musim dingin begini, apakah orang tua dan anak-anak semuanya pergi bekerja ke gunung? Ada pekerjaan apa di ladang, menggali salju? Terlalu lucu!”

Sebagian warganet juga meragukan angka kerugian ekonomi yang diumumkan pemerintah:
“Ini agak menarik, 45 rumah kena longsor tapi tak ada korban jiwa; kedua, rata-rata tiap rumah lebih dari 900 ribu yuan. Sepertinya semua penduduk di sini orang kaya.”
“Semoga uang kompensasinya benar-benar sampai ke tangan para petani.”

Banyak warganet juga menyatakan ketidakpuasan atas keterlambatan pelaporan oleh media resmi Partai Komunis Tiongkok :


“Gansu memang sangat ‘berwibawa’, kejadian 10 Desember, baru muncul  14 Desember.”
“Kejadian 10 Desember, saya baru tahu 14 Desember. Di mana ketepatan waktu berita?”
“Televisi dan media lokal sama sekali tidak melaporkannya.”
“Hebat sekali, berita 10 Desember baru dilaporkan 14 Desember.”
“Gansu tidak besar, tapi bisa menciptakan ‘keajaiban’! Memblokir informasi selama 4 hari.”
“Keterlambatan laporan, laporan palsu, penutupan fakta, penundaan, atau tidak melapor sama sekali seharusnya dihukum maksimal.” (Hui)

Sumber : NTDTV.com

Kebakaran Kembali Melanda Gedung Tinggi Hong Kong: Ratusan Warga Dievakuasi Dini Hari

Menyusul kebakaran di Wang Fuk Estate sebelumnya, kawasan hunian bertingkat tinggi yang padat di Tin Shui Wai, Hong Kong, kembali dilanda kebakaran pada  13 Desember dini hari. Api berkobar hebat dari unit yang terbakar, alarm berbunyi nyaring, dan lebih dari 400 warga yang terbangun dari tidur terpaksa mengungsi darurat, sebagian masih mengenakan piyama.

EtIndonesia. Menurut laporan gabungan media Hong Kong, pada  13 Desember 2025 sekitar pukul 03.00 dini hari, kebakaran terjadi di sebuah unit lantai atas Gedung Chak Yun, Perumahan Tin Chak Estate, Tin Shui Wai. Saat kejadian, api menjulang tinggi disertai kepulan asap tebal.

Setelah tiba di lokasi, petugas pemadam kebakaran mendobrak pintu unit yang terbakar dan dengan cepat memadamkan api. Seorang penghuni pria berusia 51 tahun berhasil diselamatkan dari dalam unit tersebut. Saat ditemukan, ia masih sadar namun emosinya tidak stabil, dengan luka bakar di bagian atas tubuhnya. Ia kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan darurat, namun dilaporkan sempat jatuh tidak sadarkan diri dalam perjalanan dan kini berada dalam kondisi kritis.

Dilaporkan bahwa selain unit yang terbakar dan penghuni pria yang terluka tersebut, api tidak menjalar ke unit lain. Polisi juga tidak menerima laporan kerusakan harta benda lainnya maupun korban jiwa tambahan.

Selama kebakaran, petugas pemadam kebakaran dan polisi membantu mengevakuasi total 23 warga dari lantai-lantai di sekitar unit yang terbakar. Selanjutnya, sekitar 430 penghuni seluruh gedung juga dievakuasi secara darurat. Setelah mendengar alarm kebakaran, para penghuni secara mandiri keluar gedung menuju area luar.

Karena kebakaran terjadi pada tengah malam, sebagian warga mengungsi dalam keadaan mengenakan pakaian tidur. Ada pula warga yang menggendong bayi atau membawa hewan peliharaan saat melarikan diri.

Lokasi kebakaran yang berada di kawasan gedung tinggi padat ini mengingatkan banyak warga Hong Kong pada peristiwa kebakaran besar di Wang Fuk Estate beberapa waktu lalu. Seorang penghuni mengatakan bahwa karena insiden kebakaran Hung Fuk Estate di Tai Po sebelumnya, ia merasa “sangat terkejut” begitu mendengar bunyi alarm.

Kebakaran besar di Perumahan Wang Fuk Estate, Tai Po, terjadi pada 26 November lalu. Saat itu, tujuh gedung dilalap api, menewaskan sedikitnya 160 orang (termasuk satu petugas pemadam kebakaran), melukai 79 orang, dan menyebabkan 6 orang hilang. 

Kebakaran tersebut merupakan yang menimbulkan korban terbanyak di Hong Kong sejak kebakaran gudang Yongan Company di Shek Tong Tsui pada tahun 1948, serta menjadi kebakaran dengan jumlah korban jiwa terbanyak ketiga dalam sejarah Hong Kong. (Hui)

Zelenskyy Bersedia Melepaskan Keanggotaan NATO, Mencari Jaminan Keamanan dari Barat

EtIndonesia. Pada 14 Desember, utusan khusus Amerika Serikat dan Ukraina mengadakan pertemuan tertutup di Berlin, ibu kota Jerman, sebagai persiapan menuju pertemuan puncak yang dijadwalkan pada Senin (15/12/2025). Menjelang pertemuan tersebut, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan bahwa Ukraina bersedia melepaskan upayanya untuk bergabung dengan NATO, dengan syarat negara-negara Barat memberikan jaminan keamanan, demi mengakhiri perang.

Zelenskyy menegaskan bahwa keinginan awal Ukraina adalah menjadi anggota NATO, namun sebagian mitra Amerika dan Eropa tidak mendukung langkah tersebut. Kini, ia mengusulkan agar jaminan keamanan dari Amerika Serikat, negara-negara Eropa, serta negara lain seperti Kanada dan Jepang dapat menggantikan keanggotaan NATO, sebagai solusi kompromi untuk mencegah Rusia kembali melakukan agresi.

Pernyataan terbaru Zelenskyy ini menandai perubahan besar dalam sikap Ukraina, karena upaya mencegah Ukraina bergabung dengan NATO juga merupakan salah satu alasan yang digunakan Rusia untuk melancarkan perang.

Meski demikian, Ukraina hingga kini tetap bersikeras menolak untuk menyerahkan wilayahnya.

Pada  14 Desembe, utusan khusus Amerika Serikat Steve Witkoff bersama menantu Presiden Trump, Jared Kushner, mengadakan pertemuan tertutup dengan perwakilan Ukraina dan Eropa.

Sementara itu, Kanselir Jerman Merz dijadwalkan akan memimpin pertemuan puncak antara Zelenskyy dan para pemimpin Eropa di Berlin pada  Senin (15/12).

Di saat yang sama, Rusia masih terus melancarkan serangan besar-besaran menggunakan rudal dan pesawat nirawak  terhadap Ukraina. (Hui)

Laporan gabungan oleh reporter New Tang Dynasty Television, Xu Zhe dan Chi Xiao.

Tiga Tentara AS Tewas dan Sejumlah Lainnya Terluka dalam serangan di Suriah, Pasukan Koalisi Buru “Kelompok Penyusup” ISIS 

Pada 13 Desember 2025, terjadi serangan mematikan terhadap pasukan Amerika Serikat di kota Palmyra, Suriah tengah, yang menewaskan dua prajurit AS dan seorang penerjemah sipil, serta melukai sejumlah orang lainnya. Presiden AS Donald Trump bersumpah akan melakukan “pembalasan yang sangat keras”. Pada 14 Desember, pasukan Suriah bersama koalisi internasional pimpinan AS melancarkan operasi untuk memburu “penyusup” ISIS.

EtIndonesia. Seorang pejabat militer Suriah yang tidak disebutkan namanya mengatakan pada 13 Desember bahwa penembakan terjadi di dalam sebuah pangkalan Suriah di Palmyra, “saat para perwira Suriah dan AS sedang mengadakan pertemuan”. Namun, seorang pejabat Pentagon lainnya mengatakan kepada AFP bahwa serangan tersebut “terjadi di wilayah yang tidak berada di bawah kendali presiden Suriah”.

Kementerian Dalam Negeri Suriah pada 14 Desember mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan bahwa seorang anggota ISIS “menyusup” ke dalam pertemuan tersebut dan kemudian melancarkan serangan. Ada pula laporan yang menyebutkan bahwa penembak adalah anggota pasukan keamanan Suriah, yang semula akan dipecat karena memiliki pandangan ekstremis.

Washington menyatakan bahwa serangan itu dilakukan oleh seorang militan ISIS, dan tersangka telah ditembak mati. Komando Pusat AS (US Central Command) juga menyatakan bahwa pelaku adalah seorang ekstremis yang diduga terkait dengan “Islamic State” (IS), dan ia kemudian ditembak mati.

Seorang pejabat Kementerian Dalam Negeri Suriah yang meminta namanya dirahasiakan mengatakan kepada AFP bahwa “operasi keamanan” sedang berlangsung di gurun Suriah, “bekerja sama dengan koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat”, untuk melacak “sel-sel tidur Daesh”. “Daesh” adalah akronim bahasa Arab untuk ISIS.

Pejabat tersebut mengatakan bahwa sejauh ini tiga orang telah ditangkap karena diduga terlibat dalam serangan 13 Desember. Seorang pejabat keamanan Suriah lainnya mengatakan kepada AFP pada 14 Desember bahwa setelah serangan tersebut, “11 anggota pasukan keamanan umum telah ditangkap dan sedang menjalani pemeriksaan”.

Pejabat yang juga meminta anonimitas itu menambahkan bahwa penembak telah bertugas di pasukan keamanan selama “lebih dari 10 bulan”, pernah ditempatkan di beberapa kota, sebelum akhirnya dipindahkan ke Palmyra.

Otoritas Suriah mengecam serangan ini sebagai “aksi teror” yang menargetkan pasukan AS dan sekutunya, serta menyatakan kemarahan keras atas insiden tersebut. Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa pada 14 Desember menyampaikan belasungkawa kepada Presiden AS Donald Trump, serta menyatakan solidaritas dan dukungan Suriah kepada “keluarga para korban”.

Presiden Trump bersumpah akan melakukan “pembalasan yang sangat keras”. Ia mengatakan bahwa insiden ini merupakan serangan oleh kelompok ekstremis “Islamic State” terhadap Amerika Serikat dan Suriah, serta menyebutkan bahwa tiga prajurit AS lainnya yang terluka berada dalam kondisi baik.

Palmyra dikenal karena situs-situs arkeologi kunonya yang terdaftar sebagai Warisan Dunia UNESCO. Pada puncak kekuatan ISIS, wilayah ini pernah berada di bawah kendali kelompok tersebut. (Hui)

Alasan Mengapa Pria Meninggal Dunia Lebih Muda Dibandingkan Wanita

 Gen umur panjang memberi wanita keunggulan biologis.

Sheridan Genrich

Setelah kehilangan putranya karena overdosis obat, salah satu pasien penulis yang berusia 65 tahun—sebut saja namanya Bob—memutuskan untuk menjalani tes genetik guna memahami bagaimana risiko kecanduan dan stres dapat memengaruhi kesehatannya dalam jangka panjang. Tes tersebut, yang menganalisis lebih dari 160 gen, menunjukkan bahwa ia memiliki kelemahan pada gen FOXO3—“gen umur panjang”—yang berperan dalam ketahanan terhadap stres, perbaikan DNA, dan penuaan.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa FOXO3 bekerja berbeda pada pria dan wanita, memberikan wanita keunggulan biologis dan membantu menjelaskan salah satu faktor mengapa pria di Amerika Serikat rata-rata meninggal hampir enam tahun lebih cepat daripada wanita.

Mengapa Pria dan Wanita Menua dengan Cara yang Berbeda

Selama beberapa dekade, perbedaan harapan hidup antara pria dan wanita sering dijelaskan oleh kebiasaan merokok, minum alkohol, dan pola perawatan kesehatan. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa perilaku hanya menjelaskan sebagian dari perbedaan itu. Genetika—terutama gen FOXO3—berperan penting dalam perbedaan umur panjang antara pria dan wanita.

Penelitian yang diterbitkan di Nature tahun lalu menemukan bahwa FOXO3 berfungsi sebagai pengendali utama bagaimana tubuh merespons stres, membantu menjaga kesehatan sel seiring bertambahnya usia, dan karena itu dikenal sebagai regulator utama proses penuaan.

Salah satu perbedaan biologis antara pria dan wanita mungkin terletak pada cara FOXO3 dan gen serupa diaktifkan. Penelitian terbaru yang diterbitkan di Experimental Gerontology menunjukkan bahwa estrogen dapat memengaruhi aktivitas FOXO3, memberikan wanita perlindungan biologis selama masa reproduksi mereka. Faktor ini mungkin berkontribusi pada umur yang lebih panjang—bahkan setelah menopause, ketika kadar estrogen menurun.

Sementara itu, pria memiliki kadar estrogen yang lebih rendah, sehingga aktivitas FOXO3 mereka juga berkurang. Hal ini membuat mereka jauh lebih bergantung pada faktor lingkungan dan gaya hidup untuk menjaga umur panjang—suatu perjuangan berat jika dibandingkan dengan risiko penyakit jantung, kanker, dan gangguan metabolik.

Meningkatkan Aktivitas FOXO3 untuk Hidup Lebih Panjang

Jika biologi menentukan dasar, maka gaya hidup memberikan kesempatan untuk “meningkatkan” hasilnya. Tinjauan pada tahun 2017 menemukan bahwa ketika kadar FOXO3 menurun, kemampuan tubuh untuk memperbaiki diri juga menurun, sehingga risiko penyakit meningkat—terutama pada pria. Mengoptimalkan “gen perbaikan” ini berarti menghindari kebiasaan buruk dan membuat pilihan hidup yang sehat setiap hari. Strategi berbasis nutrisi dan pengelolaan stres yang telah diteliti mungkin sangat bermanfaat bagi pria.

Pendukung Nutrisi:
Senyawa nabati seperti sulforaphane (dari kecambah brokoli dan sayuran cruciferous seperti kale, brokoli, kubis, dan kubis Brussel); EGCG (dari teh hijau); astaxanthin (dari makanan laut dan alga merah); serta resveratrol (dari anggur dan buah beri) dapat merangsang FOXO3 dan meniru sebagian manfaat pelindung estrogen.

Paparan Panas dan Dingin:

Sesi sauna secara teratur, mandi air dingin, atau terapi cryotherapy dapat melatih tubuh mengaktifkan FOXO3, memicu jalur perlindungan stres yang memperkuat pertahanan tubuh, memungkinkan sel memperbaiki diri saat menghadapi tantangan seperti peradangan atau racun.

Pola Puasa:

Menurut sebuah tinjauan, pembatasan kalori—termasuk puasa intermiten—dapat “menghidupkan” FOXO3, membantu memperbaiki DNA dan meningkatkan ketahanan terhadap stres sehari-hari.

Latihan dan Pelatihan Oksigen:

Olahraga intens dan latihan di kondisi rendah oksigen terbukti dapat merangsang FOXO3, meningkatkan sirkulasi dan pemulihan, serta membuat tubuh lebih tangguh terhadap masalah yang berkaitan dengan penuaan.

Kebiasaan sehari-hari seperti makan berlebihan, stres kronis, kurang gerak, serta paparan polusi atau plastik dapat melemahkan kemampuan FOXO3 untuk menjaga kesehatan. Pria dapat menurunkan risiko penyakit terkait usia dengan menerapkan gaya hidup yang mengurangi stres dan pola makan sehat, yang dapat secara alami mengaktifkan gen FOXO3 sejak usia muda.

Keunggulan Genetik dan Cara Pria Menutup Kesenjangan

Gen FOXO3 mungkin tidak akan sepenuhnya menyamakan kondisi antara pria dan wanita, tetapi penelitian menunjukkan bahwa pria dapat memperbaiki peluang mereka dengan mengambil langkah proaktif melalui pola makan dan gaya hidup. Meskipun wanita mendapat manfaat dari perlindungan alami yang dipicu estrogen selama puluhan tahun, gaya hidup yang tidak sehat tetap akan meningkatkan risiko penyakit bagi mereka—dan mereka pun akan memperoleh manfaat dari strategi yang sama.

Pengalaman Bob menunjukkan bagaimana pemahaman tentang genetika dapat membantu mengarahkan perubahan gaya hidup. Dengan berfokus pada kebiasaan yang mendukung aktivitas FOXO3, ia dapat meningkatkan ketahanan dan kesehatannya dalam jangka panjang. Bagi banyak pria, menyesuaikan rutinitas sehat dengan profil genetik mereka menciptakan peluang baru untuk menua dengan lebih baik—meski hasilnya bukan jaminan, melainkan proses yang berkelanjutan.

Sheridan Genrich, BHSc., adalah seorang nutrisionis klinis dan naturopatis yang sejak tahun 2009 berpraktik dengan fokus membantu orang yang mengalami gangguan pencernaan, kecanduan, gangguan tidur, dan suasana hati. Ia juga penulis buku pengembangan diri DNA Powered Health: Unlock Your Potential to Live with Energy and Ease.

Kota Delhi Terkunci Kabut Asap Tebal : 60 Kereta Api Terhenti, Jadwal Penerbangan Berantakan

EtIndonesia.  Wilayah Delhi, India, pada Senin (15/12/2025) diselimuti kabut tebal. Di sejumlah kawasan Wilayah Ibu Kota Nasional Delhi (NCR), jarak pandang mendekati nol. Di India bagian utara, sedikitnya 60 kereta api mengalami keterlambatan, sementara bandara-bandara di Delhi juga mengumumkan bahwa penerbangan kemungkinan terdampak.

Seorang kurir pengantar makanan bernama Dipendra, saat diwawancarai wartawan Kantor berita CNA di sela-sela menerima pesanan, menutupi mulut dan hidungnya dengan syal serta mengenakan helm full-face. 

Sambil batuk-batuk, ia berbicara pelan bahwa kondisi di luar tampak serba abu-abu; jarak pandang hanya sekitar dua mobil di depan, setelah itu sudah tidak terlihat. Karena itu ia berkendara sangat pelan. “Semua orang terus membunyikan klakson, takut menabrak karena tidak bisa melihat dengan jelas,” ujarnya.

Dipendra mengatakan kualitas udara dalam dua hari terakhir benar-benar buruk hingga membuatnya terus batuk. 

“(Udara) baunya sangat menyengat, tapi saya harus bekerja, jadi terpaksa tetap keluar,” katanya.

Media India Today melaporkan bahwa jarak pandang di sejumlah wilayah NCR mendekati nol, sehingga keselamatan lalu lintas menjadi sangat mengkhawatirkan.

India menggunakan Indeks Kualitas Udara (Air Quality Index, AQI) yang dibagi menjadi enam tingkat:  0–50 “Baik”, 51–100 “Memuaskan”, 101–200 “Sedang”, 201–300 “Buruk”, 301–400 “Sangat Buruk”, dan 401–500 “Parah”.

Data pukul 07.00 pagi hari menunjukkan bahwa stasiun pemantauan di Ashok Vihar, Jahangirpuri, Rohini, dan Wazirpur mencatat nilai AQI mencapai 500. Karena batas maksimum pengukuran AQI adalah 500, tingkat polusi udara yang sebenarnya kemungkinan lebih parah daripada yang ditampilkan data.

Data dari stasiun pemantauan AQI Delhi juga menunjukkan bahwa tingkat polusi telah berada pada kategori “parah” selama tiga hari berturut-turut. 

Menurut Badan Meteorologi India (India Meteorological Department/IMD), jarak pandang di Bandara Internasional Indira Gandhi sekitar pukul 07.00 pagi sempat turun hingga hanya 50 meter.

Pihak bandara Delhi pada pagi hari mengumumkan bahwa penerbangan kemungkinan mengalami keterlambatan dan menyarankan penumpang untuk mengkonfirmasi status penerbangan dengan maskapai sebelum berangkat ke bandara. Maskapai IndiGo juga menyarankan penumpang untuk memantau status penerbangan melalui situs web atau aplikasi.

Operasional kereta api di India bagian utara juga terdampak polusi udara. Demi keselamatan, sebagian kereta memperlambat kecepatan atau mengubah jadwal keberangkatan. Hingga kini, setidaknya 60 kereta mengalami keterlambatan, beberapa di antaranya tertunda selama berjam-jam.

Kabut asap yang menyelimuti kota disertai bau menyengat telah memperparah krisis kesehatan publik. Pada 10 November, warga New Delhi turun ke jalan untuk memprotes dan menuntut pemerintah mengambil tindakan. Saat itu, indeks kualitas udara di New Delhi melonjak hingga 344, masuk kategori “parah”, yang dapat menimbulkan bahaya pernapasan.

Pada 3 Desember, AQI New Delhi mencapai 376, dinilai berada pada tingkat “sangat buruk” hingga “parah”. Konsentrasi PM2.5 melampaui ambang batas aman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) lebih dari 20 kali lipat, sehingga para pakar kesehatan menyatakan kondisi kualitas udara sebagai “ekstrem dan mengancam jiwa”. 

Sekitar 30 juta penduduk menderita sakit kepala berkepanjangan, iritasi mata, dan kesulitan bernapas—gejala yang disebabkan oleh campuran zat beracun dari emisi kendaraan, polusi industri, dan debu konstruksi yang terperangkap di udara musim dingin yang stagnan. (Hui)

Swedia Melaporkan Keberadaan Pasukan Rusia di Atas Kapal Tanker Minyak Armada Bayangan di Laut Baltik

EtIndonesia. Otoritas Swedia telah mencatat kehadiran personel militer Rusia di kapal tanker armada bayangan di Laut Baltik yang digunakan untuk menghindari sanksi, menurut kepala operasi Swedia, Marko Petkovic.

Menurut Angkatan Laut Swedia, personel militer Rusia telah terlihat di beberapa kapal yang diduga mengangkut minyak Rusia.

Rusia mempertahankan kehadiran militer yang konstan di sepanjang jalur maritim utama, meskipun secara resmi menyangkal keberadaan apa yang disebut armada bayangan yang digunakan untuk menghindari sanksi Barat. Moskow terus mengklaim bahwa armada bayangan adalah rekayasa Barat.

“Kami telah melihat dan menerima informasi bahwa di beberapa kapal armada bayangan, ada personel Rusia berseragam,” kata Petkovic.

Konfirmasi serupa diberikan oleh Penjaga Pantai Swedia, yang melaporkan kehadiran konstan pasukan Rusia di area khusus di sepanjang jalur laut.

Petkovic menambahkan bahwa Moskow terus memperkuat kehadirannya di wilayah tersebut, dan pemantauan kapal Rusia telah menjadi rutinitas bagi Angkatan Laut Swedia. Pada saat yang sama, peningkatan perhatian NATO berdampak positif pada keamanan jalur maritim.

Pada awal Desember, bahkan ada beberapa kejadian di mana awak kapal tanker yang membawa minyak Rusia menerima bantuan dari pilot militer Rusia saat melewati bagian selat Denmark yang sempit dan dangkal.

Menurut perkiraan Penjaga Pantai Swedia, antara 500 dan 1.000 kapal armada bayangan saat ini beroperasi di laut, lebih dari 300 di antaranya berbendera asing.

Selain mengangkut minyak, armada bayangan juga diduga terlibat dalam sabotase kabel bawah laut. Namun, sejak diluncurkannya Operasi Baltic Sentry pada Januari, tidak ada tindakan sabotase yang tercatat.

“Terlepas dari apakah ini tindakan negara atau ketidakmampuan awak kapal, misi ini telah meningkatkan kesadaran di kalangan pelayaran komersial dan memaksa mereka untuk bertindak lebih hati-hati di perairan kita,” tambah Petkovic.

Apa yang diketahui tentang armada bayangan Rusia

Menurut intelijen Ukraina, kira-kira satu dari enam kapal tanker di seluruh dunia termasuk dalam armada bayangan Rusia, yang mencakup sekitar 17% dari semua kapal tanker aktif.

Kapal-kapal ini juga diyakini digunakan sebagai platform untuk serangan hibrida terhadap Eropa.

Ukraina telah menjatuhkan sanksi terhadap hampir 700 kapal tanker milik armada bayangan Rusia yang mengangkut minyak Rusia yang dikenai sanksi.

Pada tanggal 10 Desember, Dinas Keamanan Ukraina (SBU) menangkap sebuah kapal armada bayangan Rusia di Odesa.(yn)

Trump Umumkan Blokade Penuh Terhadap Kapal Tanker Minyak Venezuela yang Dikenai Sanksi

EtIndonesia. Presiden AS, Donald Trump mengatakan dia telah memerintahkan blokade penuh terhadap semua kapal tanker minyak yang dikenai sanksi yang menuju atau berangkat dari Venezuela, menurut Bloomberg dan unggahan Trump di Truth Social.

“Venezuela sepenuhnya dikelilingi oleh armada terbesar yang pernah dikumpulkan dalam sejarah Amerika Selatan,” tulis Trump di media sosial pada hari Selasa. “Armada ini akan semakin besar, dan kejutan bagi mereka akan seperti sesuatu yang belum pernah mereka lihat sebelumnya — sampai mereka mengembalikan ke Amerika Serikat semua minyak, tanah, dan aset lain yang sebelumnya mereka curi dari kita.”

Presiden AS, Donald Trump juga mengatakan bahwa rezim Presiden Venezuela, Nicolás Maduro telah ditetapkan sebagai “organisasi teroris asing.”

Dia menuduh rezim Maduro yang “tidak sah” “menggunakan minyak dari ladang minyak curian ini untuk membiayai diri mereka sendiri, terorisme narkoba, perdagangan manusia, pembunuhan, dan penculikan.”

Trump mengatakan dia memerintahkan blokade penuh terhadap semua kapal tanker minyak yang dikenai sanksi yang menuju dan dari Venezuela, menekankan bahwa Amerika Serikat tidak akan membiarkan penjahat, teroris, atau negara lain menjarah, mengancam, atau membahayakan negara tersebut, dan juga tidak akan mengizinkan rezim yang bermusuhan untuk mengambil aset yang menurutnya harus segera dikembalikan ke AS.

Beberapa jam sebelum unggahan tersebut, pemimpin AS mengumumkan bahwa dia akan berpidato kepada bangsa besok pukul 21: 00 waktu setempat. Apa yang akan dikatakan Trump masih belum diketahui.

Konfrontasi AS–Venezuela

Bloomberg mencatat bahwa perintah blokade tersebut menandai peningkatan tekanan oleh pemerintahan Trump terhadap Maduro, yang dituduh menjalankan operasi perdagangan narkoba.

Minggu lalu, AS menyita sebuah kapal tanker minyak yang dikenai sanksi di lepas pantai Venezuela. Selain itu, armada empat kapal tanker yang menuju Venezuela mengubah haluan setelah AS menyita kapal tanker Skipper.

Pentagon telah melakukan lebih dari 20 serangan terhadap kapal-kapal yang diduga terlibat dalam perdagangan narkoba. Operasi-operasi ini berlangsung di perairan dekat Venezuela dan Kolombia, mengakibatkan puluhan kematian.

Trump telah berulang kali menyatakan bahwa AS dapat melakukan serangan terhadap target di darat dan bahwa Maduro harus disingkirkan dari kekuasaan.

Sementara itu, pemerintah Maduro menggambarkan tindakan AS sebagai upaya untuk merebut cadangan minyak Venezuela, yang terbesar di dunia.

Reuters sebelumnya melaporkan pada bulan November bahwa pemerintahan Trump berencana untuk meluncurkan fase operasi baru terkait Venezuela, meskipun kantor berita tersebut tidak dapat menentukan waktu pelaksanaan operasi tersebut.(yn)