Putin, Trump, dan Xi Masuk Permainan Berbahaya: Sinyal Keretakan Besar di Tubuh PKT Mulai Terlihat

EtIndonesia. Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat, Tiongkok, dan Rusia kembali memanas setelah serangkaian peristiwa sensitif terjadi hampir bersamaan pada pertengahan Mei 2026. 

Pernyataan mengejutkan dari penasihat senior Gedung Putih, Peter Navarro, ditambah ucapan tidak biasa dari pemimpin Partai Komunis Tiongkok (PKT), Xi Jinping, hingga langkah militer Rusia yang mendadak menggelar latihan nuklir besar-besaran, memicu spekulasi luas mengenai situasi genting di balik tembok kekuasaan Zhongnanhai.

Banyak analis kini menilai bahwa pusat kekuasaan PKT sedang menghadapi tekanan dari berbagai arah, baik dari konflik internal elite partai maupun tekanan geopolitik internasional yang semakin intens.

Navarro: “Kami Membaca Dokumen Internal Mereka”

Pada 19 Mei 2026, Peter Navarro tampil dalam wawancara bersama CNBC dan melontarkan pernyataan yang langsung menarik perhatian dunia internasional.

Dalam wawancara tersebut, Navarro mengatakan bahwa kelompok garis keras atau yang ia sebut sebagai “serigala perang” PKT telah salah menilai Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Menurutnya, Beijing mengira Trump mudah dibohongi oleh Xi Jinping, padahal Washington selama ini terus memantau dinamika internal PKT secara mendalam.

Navarro berkata: “Mereka mengira kami tidak bisa membaca bahasa Mandarin. Mereka mengira kami orang barbar. Tetapi sebenarnya kami terus membaca dokumen internal mereka.”

Ucapan tersebut segera memicu spekulasi besar. Banyak pihak menilai Navarro sengaja mengirim pesan psikologis kepada Beijing bahwa Amerika Serikat diduga memiliki akses intelijen hingga ke lingkaran elite pemerintahan Tiongkok.

Pernyataan itu juga dianggap sebagai bentuk perang informasi terbuka yang bertujuan mengguncang kepercayaan internal PKT, terutama di tengah meningkatnya rumor mengenai perebutan pengaruh di dalam partai.

Pertanyaan Trump yang Memicu Kecurigaan

Sorotan terbesar muncul dari sebuah momen saat kunjungan Donald Trump ke Tiongkok baru saja berakhir.

Menurut analisis yang ramai dibahas di platform X oleh penulis politik Kunlun, ketika Trump hendak berpamitan dengan Xi Jinping di Zhongnanhai, tiba-tiba ia berbalik dan mengajukan pertanyaan yang terdengar sederhana, namun dianggap sangat sensitif secara politik.

Trump disebut bertanya:

“Apakah Anda masih akan melanjutkan empat tahun lagi?”

Xi Jinping lalu langsung menjawab:

“Empat tahun, empat tahun, setidaknya empat tahun.”

Jawaban singkat itu kemudian memicu gelombang spekulasi.

Mengapa “Empat Tahun” Dinilai Janggal?

Komentator politik Tiongkok di luar negeri, Chen Pokong, menilai jawaban Xi Jinping mengandung kejanggalan serius.

Dalam sistem politik PKT, satu masa jabatan kepemimpinan partai berlangsung selama lima tahun, bukan empat tahun seperti sistem presidensial Amerika Serikat.

Kongres Nasional PKT ke-21 sendiri dijadwalkan berlangsung pada tahun 2027. Jika Xi Jinping kembali mempertahankan kekuasaan dalam periode berikutnya, secara teori masa pemerintahannya seharusnya berlangsung hingga tahun 2032.

Namun Xi justru menyebut “setidaknya empat tahun”, yang berarti kira-kira hanya sampai tahun 2030.

Pernyataan itu kemudian ditafsirkan dalam berbagai kemungkinan:

  • Xi Jinping diduga hanya akan menjalani sebagian masa jabatan berikutnya sebelum menyerahkan kekuasaan.
  • Bisa jadi sedang terjadi kompromi politik besar di internal PKT.
  • Ada kemungkinan Xi sengaja memberi sinyal tertentu kepada Trump.
  • Atau justru tanpa sadar membocorkan situasi internal partai karena berada di bawah tekanan politik.

Chen Pokong bahkan menduga Xi mungkin sedang mencoba mengirimkan pesan terselubung kepada Washington mengenai kondisi internal kepemimpinannya.

Dugaan Adanya Informan di Zhongnanhai

Spekulasi lain yang berkembang jauh lebih sensitif.

Sejumlah pengamat menduga bahwa Washington mungkin telah menerima informasi dari sumber internal Zhongnanhai mengenai konflik elite PKT.

Ada yang meyakini bahwa pertanyaan Trump sebenarnya bukan pertanyaan spontan. Ia diduga sengaja menggunakan istilah “empat tahun” ala sistem politik Amerika untuk menguji reaksi Xi Jinping.

Dalam situasi penuh tekanan, Xi disebut kemungkinan kehilangan fokus dan tanpa sadar memberikan jawaban yang justru membuka indikasi adanya kompromi kekuasaan di internal partai.

Dugaan ini semakin ramai dibahas karena selama beberapa bulan terakhir beredar berbagai rumor mengenai:

  • persaingan antar faksi di PKT,
  • ketidakpuasan elite senior,
  • tekanan ekonomi domestik,
  • hingga ketegangan akibat hubungan luar negeri Tiongkok yang memburuk.

Walau seluruh spekulasi tersebut belum pernah dikonfirmasi secara resmi oleh Beijing, diskusi mengenai stabilitas internal kepemimpinan Xi Jinping terus berkembang di media sosial dan komunitas analis politik internasional.

Putin Tiba di Beijing, Rusia Langsung Gelar Latihan Nuklir

Situasi semakin memanas ketika pada hari yang sama, 19 Mei 2026, Presiden Rusia Vladimir Putin tiba di Beijing untuk melakukan kunjungan penting.

Namun hampir bersamaan dengan kedatangannya, Kementerian Pertahanan Rusia tiba-tiba mengumumkan latihan besar-besaran pasukan nuklir strategis Rusia.

Latihan tersebut dilaporkan melibatkan sekitar 65.000 personel militer serta simulasi peluncuran rudal balistik strategis.

Langkah Rusia itu segera menimbulkan banyak tafsir geopolitik.

Akun analis politik “Xin Gaodi” di platform X menyebut latihan tersebut kemungkinan merupakan bentuk tekanan tidak langsung Moskow terhadap Beijing.

Rusia Khawatir “Ditinggalkan” Beijing?

Menurut analisis yang beredar, Kremlin disebut mulai khawatir setelah muncul dugaan bahwa Xi Jinping telah memberi sinyal kepada Donald Trump mengenai kemungkinan pembatasan dukungan terhadap Iran.

Jika Beijing benar-benar mulai mengurangi dukungan strategis terhadap sekutu-sekutunya demi meredakan tekanan Washington, Rusia khawatir mereka bisa menjadi pihak berikutnya yang “dikorbankan”.

Karena itu, latihan nuklir besar-besaran Rusia dinilai sebagai pesan strategis kepada Beijing bahwa Moskow masih memiliki kekuatan militer yang tidak bisa diabaikan.

Bahkan muncul spekulasi ekstrem di media sosial bahwa Rusia ingin memperingatkan Tiongkok agar tidak memutus kerja sama strategis mereka di tengah tekanan Amerika Serikat.

Walaupun klaim seperti ancaman “rudal jatuh karena kesalahan teknis” tidak pernah dibuktikan secara resmi, narasi tersebut menunjukkan betapa tingginya ketegangan dan rasa saling curiga di antara kekuatan besar dunia saat ini.

Zhongnanhai Dinilai Sedang Berada di Titik Kritis

Jika seluruh peristiwa tersebut dilihat sebagai satu rangkaian, banyak pengamat menilai bahwa Zhongnanhai kini sedang menghadapi tekanan paling rumit dalam beberapa tahun terakhir.

Di satu sisi, Beijing menghadapi tekanan eksternal dari Amerika Serikat yang terus meningkatkan perang informasi, tekanan ekonomi, serta manuver geopolitik di kawasan Indo-Pasifik.

Di sisi lain, muncul berbagai rumor mengenai pertarungan internal elite PKT, ketidakstabilan ekonomi domestik, dan kekhawatiran mengenai masa depan kepemimpinan Xi Jinping.

Kedatangan Vladimir Putin ke Beijing di tengah situasi seperti ini justru semakin memperlihatkan bahwa hubungan antara Tiongkok dan Rusia pun kemungkinan tidak sepenuhnya stabil seperti yang selama ini ditampilkan ke publik.

Hingga kini, pemerintah Tiongkok belum memberikan tanggapan resmi terkait berbagai spekulasi tersebut. Namun satu hal yang jelas, dinamika politik di balik tembok Zhongnanhai kini kembali menjadi perhatian utama dunia internasional. (***)

Cuplikan CNN Picu Kontroversi: Iran Melatih Anak-Anak Memegang Senjata dan Simulasi Menembak Trump

EtIndonesia. Di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, pemerintah Iran kembali mengizinkan reporter CNN masuk ke Teheran untuk melakukan peliputan. Namun dalam program wawancara yang kemudian ditayangkan, muncul rekaman militer Iran melatih warga sipil dan anak-anak menggunakan senjata, serta pembawa acara televisi yang menjadikan Presiden AS Donald Trump sebagai sasaran tembak simulasi. Hal itu memicu kritik bahwa CNN telah berubah menjadi alat propaganda politik Iran.

Yang lebih memicu kecaman internasional adalah keputusan pemerintah Iran menurunkan usia perekrutan militer dan memaksa anak-anak berusia 12 tahun terlibat di medan konflik.

Dalam tayangan CNN tersebut terlihat adegan militer melatih anak-anak dan warga sipil menggunakan senjata, yang memicu kritik luas dari publik internasional.

Pemerintah Iran dinilai sengaja memperlihatkan pelatihan senjata dan parade massa untuk menciptakan kesan bahwa “seluruh rakyat mendukung rezim dan siap berperang”. Banyak pihak mempertanyakan muatan propaganda politik yang sangat kuat dalam tayangan itu.

Sebagian kalangan juga mengkritik CNN karena tidak mempertanyakan isi tayangan tersebut. Mereka menilai pelaporan yang menerima begitu saja narasi Iran berpotensi menjadikan media itu alat pencitraan bagi rezim Iran.

Belakangan ini, televisi pemerintah Iran juga secara terbuka menayangkan program pelatihan penggunaan senjata di berbagai saluran. Program tersebut bukan hanya mengajarkan cara menembak, tetapi juga menampilkan simulasi penembakan terhadap Trump, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, hingga bendera United Arab Emirates yang dianggap provokatif.

Kontroversi semakin besar setelah Garda Revolusi Iran pada 26 Maret mengumumkan penurunan usia perekrutan tentara menjadi 12 tahun. Sejumlah anak-anak dan remaja dilaporkan sudah ditempatkan di pos pemeriksaan militer dan mulai menjalankan tugas patroli.

Beberapa waktu lalu, seorang anak laki-laki berusia 11 tahun dilaporkan tewas akibat serangan drone saat bertugas di pos pemeriksaan di Tehran. Peristiwa itu memicu kecaman keras dari organisasi hak asasi manusia internasional.

Menurut hukum internasional, anak di bawah usia 15 tahun tidak boleh terlibat dalam konflik bersenjata. Iran sendiri sebelumnya telah menandatangani Convention on the Rights of the Child. Karena itu, kebijakan terbaru Iran memicu kecaman keras dari masyarakat internasional.

Laporan reporter NTDTV, Zheng Shengxun, dari AS

MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Ramaikan Sumenep Festival 2026: Sae Rassa Restaurant Hadirkan Kuliner Premium di Stadion A. Yani

SUMENEP, Mei 2026 – Pesta rakyat terbesar di ujung timur Pulau Madura, Sumenep Festival 2026, semakin meriah dengan kehadiran MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL sebagai salah satu sponsor. Hotel bintang empat ini juga memboyong unit kuliner andalannya, Sae Rassa Restaurant, untuk membuka stan spesial selama 12 hari penuh di Lapangan Stadion A. Yani Sumenep.

Festival yang berlangsung mulai 16 hingga 27 Mei 2026 ini diprediksi menjadi magnet bagi ribuan wisatawan dan warga lokal. Kehadiran Sae Rassa Restaurant di area festival bertujuan mendekatkan pengalaman bersantap lezat dan spesial kepada masyarakat luas.

Komitmen Dukung Pariwisata dan Budaya Daerah

Anndy Bramasto S.E., M.Par., General Manager MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL, menyampaikan bahwa partisipasi ini merupakan wujud nyata komitmen hotel dalam mendukung geliat budaya dan pariwisata daerah.

“Melalui kehadiran Sae Rassa Restaurant di Stadion A. Yani, kami ingin memberikan akses bagi seluruh lapisan masyarakat untuk menikmati kuliner kualitas hotel dalam atmosfer festival yang meriah. Kami yakin ini akan memberikan warna baru yang lebih segar dan premium bagi para pengunjung,” ujarnya.

Menu Spesial untuk Suasana Festival

Pengunjung dapat menikmati kurasi menu spesial food & beverage yang dirancang khusus untuk suasana festival. Mulai dari hidangan utama yang menggugah selera hingga minuman segar racikan spesial, semuanya hadir dengan penyajian istimewa namun tetap pas dinikmati di tengah kemeriahan festival.

Ragam Hiburan dan Wahana Modern

Sumenep Festival 2026 juga menampilkan berbagai atraksi menarik, mulai dari Festival Tongtong Panggung, Seni Budaya Madura, hingga wahana bermain modern. Pengunjung dapat menikmati hidangan istimewa dari Sae Rassa Restaurant sambil menyaksikan pertunjukan.

Stand MYZE Hotel Sumenep melayani pengunjung setiap hari selama periode festival mulai pukul 16.30 hingga 23.00 WIB.

Partisipasi MYZE Hotel Sumenep dalam festival ini merupakan komitmen nyata untuk mendukung pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Sumenep, sekaligus memberikan pengalaman gaya hidup yang lebih seru bagi masyarakat.

ARTOTEL Hayam Wuruk Surabaya Gelar “Ekspresiku”, Panggung Apresiasi Musik untuk Talenta Muda

SURABAYA, 17 Mei 2026 – Alunan musik dan tepuk tangan penonton berpadu hangat menghidupkan suasana penuh semangat dalam gelaran “Ekspresiku” di One Deck Gastropub, ARTOTEL Hayam Wuruk Surabaya. Acara ini menjadi ruang apresiasi bagi anak dan remaja usia 7 hingga 17 tahun dari Surabaya dan Sidoarjo untuk menunjukkan kemampuan bermusik mereka di hadapan publik.

Dimulai pukul 10.00 WIB, acara ini menampilkan lima solois dan tiga band yang terdiri dari pelajar tingkat SD hingga SMA. Para solois tampil membawakan berbagai lagu menggunakan gitar dan keyboard, sementara penampilan band menghadirkan suasana energik dan interaktif sepanjang acara.

Mengusung konsep panggung kreatif yang hangat dan suportif, “Ekspresiku” tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga wadah pengembangan kepercayaan diri serta eksplorasi bakat generasi muda di bidang musik. Setiap peserta tampil dengan identitas dan gaya mereka sendiri, membawakan lagu-lagu populer dengan aransemen yang disesuaikan.

Dukungan ARTOTEL untuk Perkembangan Seni Muda

Teddy Patrick, S.E., M.Par., CHA., General Manager ARTOTEL Hayam Wuruk Surabaya, menyampaikan bahwa pihaknya ingin hadir lebih dari sekadar tempat menginap.

“ARTOTEL hadir bukan hanya sebagai ruang menginap, tetapi juga ruang kreatif yang mendukung perkembangan seni dan talenta muda. Melalui Ekspresiku, kami ingin memberikan pengalaman positif sekaligus menjadi wadah bagi generasi muda untuk berani tampil dan terus berkembang,” ujarnya.

Antusiasme Peserta Cilik

Salah satu peserta, Rafano Ardana Asmara atau yang akrab disapa Fano, mengaku senang bisa tampil. Siswa kelas 1 SD Muhammadiyah Sidoarjo itu tampil memainkan gitar dan membawakan lagu favoritnya.

“Aku suka main gitar. Lagu favoritku Laskar Pelangi sama Ampar-Ampar Pisang. Pengen nanti bisa bikin dan mainin lagu sendiri. Walaupun kadang sakit pas metik dan genjreng senar, tapi tetap happy,” ujar Fano dengan antusias.

Suasana One Deck Gastropub terasa semakin hidup dengan dukungan para orang tua, keluarga, dan penonton yang memberikan apresiasi hangat di setiap penampilan. Momentum ini menjadi bukti bahwa generasi muda memiliki potensi besar untuk terus berkembang di industri kreatif, khususnya dunia musik.

Cek Mata Gratis hingga Lomba Merias, Dafam Pacific Caesar Surabaya dan AWS Meriahkan HJKS 733 dengan Gebyar Bazar Rakyat

0

SURABAYA, 17 Mei 2026 – Memasuki minggu ketiga bulan Mei, kemeriahan Gebyar Bazar Rakyat dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 semakin memuncak. Dafam Pacific Caesar Surabaya bersama Aliansi Wartawan Surabaya (AWS) kembali menghadirkan serangkaian kegiatan sosial, kesehatan, dan edukasi yang berlangsung di area bazar UMKM lokal.

Berbeda dengan pekan-pekan sebelumnya, minggu ketiga ini menghadirkan kolaborasi strategis yang lebih luas. Dafam Pacific Caesar Surabaya secara resmi bergabung dengan AWS, sebuah langkah yang dinilai sebagai sinergi penting antara industri perhotelan dan insan pers.

Novita Anjarsari, Assistance Vice President Head of Postpaid IM3 Platinum East Java, menyambut positif kolaborasi ini.

“Bergabungnya Dafam Pacific Caesar Surabaya dengan AWS adalah langkah strategis untuk membangun hubungan yang lebih erat dengan rekan media. Momentum HJKS 733 yang mendukung perkembangan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan UMKM di Surabaya ini sangat cocok dan sejalan dengan kami di IM3 Platinum,” ujarnya.

Rangkaian acara diawali dengan layanan Cek Mata Gratis yang didukung penuh oleh Surabaya Eye Clinic sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan penglihatan masyarakat. Antusiasme warga terlihat tinggi, terutama dari kawasan Kejawan Putih Tambak dan Manyar Sabrangan.

Aspek edukasi juga menjadi sorotan. Dalam rangka memperingati Hari Kebebasan Pers Internasional, panitia mengundang Mohammad Faridz Afif, Ketua Komisi B DPRD Kota Surabaya, untuk memberikan sosialisasi bersama AWS. Kegiatan ini bertujuan membangun literasi media dan memberikan pemahaman kepada publik mengenai pentingnya informasi yang sehat dan bertanggung jawab.

Kemeriahan bazar juga diisi dengan aktivitas kebugaran dan kreativitas. Warga antusias mengikuti sesi Senam Aerobic energik yang dipandu oleh Coach Bebel. Untuk menambah inspirasi, hadir cooking demo menarik oleh Chef Muntiani dari Manita, serta ajang unjuk bakat melalui Lomba Merias yang didukung penuh oleh Salsa Beauty Centre.

Muhamad Muamar Khadafi, General Manager Dafam Pacific Caesar Surabaya, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang terlibat.

“Gebyar Bazar Rakyat di minggu ketiga ini tidak hanya sekadar tempat belanja produk UMKM, tetapi telah bertransformasi menjadi pusat kegiatan sosial dan kesehatan warga. Kami sangat berterima kasih atas dukungan dari Surabaya Eye Clinic, Salsa Beauty Centre, AWS, dan seluruh warga Kejawan Putih Tambak serta Manyar Sabrangan yang membuat perayaan HJKS tahun ini terasa jauh lebih bermakna dan berdampak langsung,” ujarnya.

Melalui integrasi berbagai kegiatan ini, Gebyar Bazar Rakyat tidak hanya sukses menggerakkan roda ekonomi para pelaku UMKM lokal, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup, kesehatan, dan wawasan masyarakat di momen perayaan hari jadi Kota Surabaya.

Bukan Hanya Kebun Teh, Kebun Mangga di Tiongkok Juga Dipenuhi Botol Pestisida 

EtIndonesia. Keamanan pangan di daratan Tiongkok  kembali menjadi sorotan. Setelah video kebun teh yang dipenuhi botol pestisida memicu kehebohan publik, kini muncul video lain yang menunjukkan berbagai kebun buah di Tiongkok juga dipenuhi botol kosong pestisida dan hormon pertumbuhan.

Dalam salah satu video, seorang blogger memperlihatkan sebuah kebun mangga yang di bawah pohon dan selokan sekitarnya dipenuhi berbagai botol bahan kimia. Ia mengatakan ada setidaknya 20 hingga 30 jenis bahan, termasuk hormon pertumbuhan tanaman, herbisida, insektisida, bahkan pestisida sangat beracun seperti dichlorvos (DDVP).

Blogger tersebut menjelaskan bahwa kondisi itu bukan kasus tunggal. Menurutnya, penggunaan pestisida di Tiongkok mencapai setengah dari total penggunaan pestisida dunia, dan ada alasan di balik angka tersebut.

Beberapa waktu lalu, video kebun teh di Tiongkok yang penuh dengan botol pestisida sempat mengejutkan para netizen. Banyak orang mengaku “tak berani lagi minum teh”.

Artikel tersebut menyebut bahwa di bawah pemerintahan Partai Komunis Tiongkok, demi mengejar hasil panen tinggi tanpa mempedulikan cara, penggunaan pestisida dan pupuk kimia dilakukan secara berlebihan. Persaingan ketat di industri makanan juga disebut memunculkan berbagai “teknologi hitam” atau praktik tidak sehat dalam produksi pangan.

Selain itu, berbagai kasus mencurigakan terus bermunculan, bahkan disebut ada kasus daging manusia yang masuk ke rantai pengolahan makanan. Banyak netizen pun mempertanyakan: “Apakah makanan dari Tiongkok daratan masih aman dimakan?” (***)

Kewaspadaan Global Meningkat, Ebola dan Virus Hanta Sama-Sama Jadi Perhatian

EtIndonesia. Wabah penyakit menular mematikan kembali meningkat di berbagai belahan dunia. Di tengah merebaknya gelombang baru wabah Ebola di Afrika, wilayah Amerika dan beberapa daerah di Amerika Serikat juga terus memantau kasus Hantavirus. Banyak negara kini memperketat pengawasan perbatasan dan langkah pengendalian kesehatan masyarakat.

Di bagian timur Democratic Republic of the Congo, muncul varian langka Ebola yang memicu wabah baru. Pada Selasa, World Health Organization menyatakan kekhawatiran terhadap “kecepatan dan skala” penyebaran wabah tersebut.

Saat ini, otoritas setempat melaporkan sedikitnya 131 kematian yang diduga terkait Ebola, serta lebih dari 500 kasus suspek infeksi. WHO pada hari Minggu telah menetapkan wabah ini sebagai keadaan darurat kesehatan masyarakat internasional (PHEIC).

 “Ini adalah pertama kalinya direktur jenderal langsung menyatakan keadaan darurat kesehatan masyarakat sebelum komite darurat dibentuk,” ujar Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. 

Virus yang memicu wabah kali ini adalah Bundibugyo virus, yaitu salah satu varian langka Ebola yang hingga kini belum memiliki obat maupun vaksin yang disetujui.

Pada Selasa, wilayah timur Kongo melaporkan tambahan 26 kematian suspek Ebola dalam waktu 24 jam. WHO menyatakan keprihatinannya dan telah mengirim bantuan logistik medis.

Pada 19 Mei, Kementerian Kesehatan Jerman mengkonfirmasi bahwa atas permintaan pihak Amerika Serikat, seorang warga AS yang terinfeksi Ebola di Kongo akan dipindahkan ke Rumah Sakit Universitas Charité di Berlin untuk menjalani perawatan isolasi.

Sementara terkait wabah virus Hanta, WHO menilai tingkat risikonya masih relatif rendah. Hingga saat ini telah dilaporkan 11 kasus, termasuk 3 kematian. Sejak 2 Mei, belum ada tambahan korban jiwa baru.

Para ahli mengingatkan bahwa virus Hanta terutama menyebar melalui kotoran dan urin hewan pengerat seperti tikus. Masyarakat disarankan memastikan ventilasi yang baik sebelum membersihkan ruang bawah tanah, gudang, atau kabin kayu guna mengurangi risiko infeksi.

Laporan gabungan reporter NTDTV, Xiao Chang.

Laporan Intelijen Terbaru dari Eropa: Tiongkok Secara Diam-diam Melatih Skuadron Drone Rusia

EtIndonesia. Pada Selasa (19 Mei), bersamaan dengan dimulainya kunjungan kenegaraan Presiden Rusia Vladimir Putin ke Beijing, Rusia menggelar latihan militer nuklir skala besar.

Meski Rusia dan Tiongkok secara terbuka terus menyatakan hubungan “kemitraan strategis komprehensif”, media Inggris Financial Times mengungkap bahwa pemimpin PKT Xi Jinping pekan lalu secara pribadi mengatakan kepada Presiden AS Donald Trump bahwa Putin menyesali invasi Rusia ke Ukraina.

Di saat yang sama, kalangan intelijen Eropa juga membocorkan informasi mengejutkan bahwa Partai Komunis Tiongkok (PKT) tahun lalu diam-diam melatih pasukan drone Rusia. Berbagai bocoran ini kembali memicu penafsiran baru terhadap hubungan nyata antara PKT dan Rusia.

Putin Berkunjung ke Tiongkok Saat Perang Berlanjut, Rusia Gelar Latihan Nuklir

Kementerian Pertahanan Rusia pada Selasa mengumumkan bahwa militer Rusia mulai hari itu menggelar latihan nuklir selama tiga hari, termasuk uji coba rudal balistik dan rudal jelajah.

Pihak Rusia menyatakan latihan tersebut melibatkan lebih dari 65.000 personel militer, lebih dari 200 perangkat peluncur rudal, 140 pesawat, serta kapal perang dan kapal selam nuklir strategis.

Waktu latihan ini dianggap sangat sensitif karena pada malam harinya Putin tiba di Beijing untuk memulai kunjungan kenegaraan selama dua hari.

 “Hari ini, hubungan Rusia-Tiongkok telah mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya,” ujar Putin. 

Dalam pidato videonya sebelum berangkat, Putin menekankan kerjasama strategis dan kemitraan komprehensif Rusia-Tiongkok, serta menyatakan kedua negara akan saling mendukung dalam isu kepentingan inti masing-masing.

Namun ironisnya, Financial Times melaporkan bahwa Xi Jinping saat bertemu Trump minggu lalu mengungkap bahwa Putin kemungkinan menyesali peluncuran perang invasi terhadap Ukraina.

Meskipun Xi Jinping dan Trump sama-sama membantah kabar tersebut, informasi itu langsung mengguncang komunitas internasional dan memicu penafsiran baru mengenai hubungan Tiongkok-Rusia, sekaligus menambah spekulasi menjelang pertemuan puncak kedua negara.

Perang Rusia-Ukraina Terus Memanas

Saat Putin melakukan kunjungan luar negeri, perang Rusia-Ukraina masih terus berkecamuk. Pada Selasa dini hari, Rusia menyerang wilayah Chernihiv dan Sumy di utara Ukraina, serta membombardir wilayah Odessa di selatan. Sedikitnya empat orang dilaporkan tewas. Serangan itu merupakan kelanjutan dari gelombang serangan udara besar-besaran Rusia belakangan ini.

Di sisi lain, Rusia mengklaim berhasil menembak jatuh empat drone Ukraina yang menuju Moskow. Sejumlah wilayah Rusia dan fasilitas kilang minyak di Kota Yaroslavl juga dilaporkan diserang drone.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan:  “Dalam beberapa bulan terakhir, kapasitas pengolahan minyak Rusia turun 10 persen. Sekarang sebagian besar wilayah Rusia sudah bangkrut, dan Putin sedang membawa Rusia menuju kebangkrutan.”

Laporan Intelijen Eropa: PKT Diam-Diam Latih Pasukan Drone Rusia

Reuters pada Selasa melaporkan bahwa menurut dokumen rahasia terbaru yang diungkap tiga badan intelijen Eropa, PKT pada akhir tahun lalu diam-diam melatih sekitar 200 tentara Rusia di beberapa lokasi militer di Tiongkok.

Pelatihan itu berfokus pada “taktik drone”. Tentara Rusia disebut menggunakan simulator penerbangan milik PKT untuk melatih pengoperasian drone FPV (first-person view), mempelajari cara menggunakan drone untuk memandu mortir mengunci target, serta memakai senapan perang elektronik untuk melawan drone musuh.

Informasi intelijen juga menyebut bahwa sebagian tentara Rusia yang telah menyelesaikan pelatihan kini sudah kembali ke garis depan perang di Ukraina.

Terungkapnya dokumen rahasia ini terjadi tepat menjelang kunjungan Putin ke Tiongkok. Para analis menilai hal tersebut membuat negara-negara Eropa semakin waspada, karena menunjukkan tingkat keterlibatan PKT dalam perang Rusia-Ukraina mungkin jauh lebih langsung dan mendalam daripada yang sebelumnya diketahui publik.

Laporan gabungan reporter NTDTV, Yi Jing 

Bukan Rudal, Bukan Jet Tempur! Anggota Terpenting dari Kapal Induk USS Gerald Ford Sebenarnya adalah Seekor Anjing

0

EtIndonesia. Di atas kapal induk USS Gerald R. Ford (CVN-78) milik militer Amerika Serikat, ada seekor anjing Labrador Shepherd yang lucu. Di tengah suasana garis depan militer yang penuh tekanan, anjing ini menjadi teman paling hangat bagi para pelaut Angkatan Laut AS.

Pemandu anjing terapi, Eric Snitzer, mengatakan:  “Bahkan prajurit paling tangguh pun bisa luluh dan merasa rileks hanya setelah berinteraksi dengannya selama 30 detik, sebelum kembali menjalankan misi berbahaya.”

Untuk membantu mengatasi tekanan akibat lama jauh dari kampung halaman, para awak kapal induk Ford memiliki seorang teman berbulu istimewa bernama “Sage”. Ia adalah anjing terapi Labrador Shepherd berusia 6 tahun yang telah menemani para pelaut melewati banyak masa sulit.

Bagi para awak kapal, membelai, memeluk, atau sekadar melihat Sage berjalan di tengah keramaian sudah cukup untuk meredakan ketegangan sejenak. Saat ada anggota yang merasa sedih atau tertekan, Sage juga dapat memberikan kenyamanan dan membantu mereka menenangkan emosi sebelum kembali menjalankan tugas berikutnya.

Setelah kapal induk Ford menyelesaikan misi militer selama 11 bulan dan kembali ke pangkalan Norfolk di Virginia, Sage pun turut menyelesaikan perjalanan luar biasa itu bersama para perwira dan awak kapal.

Sumber : NTDTV.com

Kunjungan Tergesa-gesa Putin ke Beijing: Apa Perhitungan yang Mendasari Tindakan Tiongkok dan Rusia ?

Setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump baru saja mengakhiri kunjungannya ke Tiongkok, Presiden Rusia Vladimir Putin tiba di Beijing pada 19 Mei  malam. Sejumlah analis menilai bahwa Putin datang terburu-buru untuk mencari tahu “kartu rahasia” dari kontak antara Tiongkok dan AS. Pada dasarnya, pertemuan ini disebut sebagai ajang “pembagian kepentingan” antara Tiongkok dan Rusia, di mana masing-masing memiliki agenda sendiri dan sedang membahas strategi menghadapi situasi internasional.

EtIndonesia. Media Partai Komunis Tiongkok melaporkan bahwa pada 19 Mei pukul 23.12, Putin tiba di Bandara Internasional Ibu Kota Beijing dengan pesawat khusus. Menteri Luar Negeri PKT Wang Yi datang menyambutnya. Dalam kunjungan ini, Putin dijadwalkan bertemu pemimpin PKT Xi Jinping.

Tokoh media terkenal Tiongkok, Li Chengpeng, menulis di platform X pada 20 Mei bahwa kunjungan Putin ke Tiongkok untuk ke-25 kalinya disambut dengan bunga plastik di tangan para pemuda dan diiringi band militer. Namun suasananya tidak semegah penyambutan Trump sebelumnya, dan durasinya juga sangat singkat. Pejabat yang menyambut Putin pun hanya Wang Yi.

Li Chengpeng mengatakan bahwa Putin datang dengan tiga tujuan utama:

  1. Meminta dukungan dana untuk menopang Rusia.
  2. Mengumpulkan informasi tentang Trump.
  3. Membahas langkah strategi bersama.

Ia mengatakan Putin tampak jauh lebih tua dibanding beberapa tahun lalu, terlihat gelisah meskipun berusaha tampak tenang. Hal itu dikaitkan dengan serangan drone Ukraina yang terus menggempur Rusia dalam beberapa hari terakhir. Putin disebut hanya tinggal satu hari di Beijing sebelum buru-buru kembali karena situasi di dalam negeri sedang genting.

Komentator independen Cai Shenkun juga menulis bahwa ini merupakan pertemuan ke-40 antara Xi Jinping dan Putin. Menurutnya, di permukaan tampak seperti “jabat tangan puncak politik dua pemimpin kuat”, tetapi sebenarnya merupakan “pertemuan pembagian kepentingan” di mana masing-masing pihak menyimpan agenda tersembunyi.

Cai menilai waktu kunjungan Putin sangat sensitif karena Trump baru saja meninggalkan Beijing. Pengaturan seperti “baru pergi lalu langsung datang” menunjukkan Beijing sedang memainkan strategi keseimbangan.

Menurut Cai Shenkun, bagi Xi Jinping, setelah beberapa hari lalu berbincang santai dengan Trump lalu langsung merangkul Putin, hal itu bertujuan menunjukkan kepada Washington bahwa Beijing selalu memiliki “kartu Rusia” di tangannya. 

Sedangkan bagi Putin, kunjungan mendadak ini bertujuan mencari tahu isi pembicaraan Tiongkok-AS sekaligus menunjukkan kepada dunia bahwa dirinya belum tersisih dari panggung internasional. Situasi ini justru memperlihatkan bahwa Rusia kini telah menjadi salah satu bidak dalam persaingan antara Tiongkok dan Amerika Serikat.

Sebelumnya, seorang sumber yang dekat dengan sistem diplomasi Tiongkok bernama samaran Xue Zhiqiang mengatakan kepada media Epoch Times bahwa salah satu tujuan penting kunjungan Putin adalah mengetahui rincian pertemuan “Trump-Xi”. Karena itu, tidak terlihat agenda kunjungan lapangan atau wisata khusus selama Putin berada di Beijing.

Xue Zhiqiang mengatakan bahwa Kementerian Luar Negeri PKT menilai Putin ingin mengetahui apa sebenarnya yang dibicarakan Trump dan Xi, terutama terkait perang Rusia-Ukraina. Putin disebut sangat khawatir Amerika Serikat tidak puas dengan dukungan Rusia terhadap Iran.

Menurut sumber tersebut, Trump dan Xi telah mencapai kesepahaman mengenai isu Iran, yaitu menolak Iran memiliki senjata nuklir, dan Beijing juga disebut berjanji tidak akan memasok senjata kepada Iran.

Memasuki April, beberapa garis pertahanan Rusia dilaporkan mengalami kemunduran, sementara Ukraina mengklaim berhasil merebut kembali sekitar 400 kilometer persegi wilayah. Tepat sebelum kunjungan Putin ke Beijing, media Inggris Financial Times mengungkap bahwa Xi Jinping dalam pertemuannya dengan Trump minggu lalu disebut mengatakan bahwa Putin menyesali invasi ke Ukraina.

Informasi tersebut dianggap sebagian pihak sebagai tanda perubahan halus dalam sikap Beijing terhadap Rusia. Namun kabar sensitif itu dibantah oleh Kementerian Luar Negeri PKT. Trump sendiri dalam wawancara juga mengatakan bahwa ia belum pernah mendengar hal tersebut.

Komentator politik Li Linyi mengatakan kepada NTDTV bahwa jika bocoran itu benar, maka jelas Beijing sedang menjadikan perang Rusia-Ukraina sebagai kartu tawar dalam negosiasi dengan Trump. Menurutnya, Xi berani mengatakan hal seperti itu karena sudah tidak terlalu memandang Putin sebagai pihak yang setara.

Sementara komentator politik Lan Shu berpendapat bahwa pernyataan Xi pada momen penting ini sebenarnya bertujuan mengurangi tekanan pemerintah AS terhadap Rusia, sehingga memberi Putin lebih banyak ruang gerak secara politik, ekonomi, dan diplomatik. 

Laporan gabungan reporter Tang Zheng / Xia He

Remahan Dendeng di Tiongkok Jatuh ke Lantai, Semut yang Memakannya Langsung Mati

Pada 20 Mei, topik “semut mati semua setelah memakan dendeng camilan anak yang jatuh ke lantai” menjadi trending di media sosial Tiongkok. Setelah video terkait tersebar, banyak warga daratan Tiongkok kembali khawatir terhadap masalah keamanan pangan.

EtIndonesia. Pada 17 Mei, seorang netizen dari Hainan mengunggah postingan di media sosial yang mengatakan:  “Camilan dendeng yang dibeli anak jatuh ke lantai, lalu dimakan semut dan semuanya mati. Entah kandungannya apa sampai sekuat itu, benar-benar mengerikan. Saya menolak membiarkan anak makan makanan seperti ini lagi.”

Video yang diunggah menunjukkan sebuah camilan “dendeng ayam suwir” dari salah satu merek di Tiongkok. Setelah remah-remah daging jatuh ke lantai, banyak semut datang memakannya. Namun dalam waktu singkat, seluruh semut tersebut mati. Pemandangan itu membuat bulu kuduk merinding.

Berdasarkan daftar komposisi pada kemasan, produk dendeng tersebut mengandung etil maltol (bahan penambah aroma) dan natrium nitrit (pengawet).

Media daratan melaporkan bahwa etil maltol mengeluarkan aroma manis yang menarik semut, sementara natrium nitrit menghambat kemampuan sel membawa oksigen sehingga menyebabkan semut mati lemas. Kombinasi keduanya disebut mirip prinsip kerja umpan pembasmi serangga komersial.

Semut bisa mati karena ukuran tubuhnya sangat kecil (berat sekitar 5 miligram) dan memiliki metabolisme yang cepat.

Natrium nitrit merupakan bahan pengawet yang umum digunakan dalam produk daging untuk menghambat pertumbuhan bakteri botulisme, memperpanjang masa simpan, sekaligus menjaga warna daging tetap merah segar. Namun dalam kondisi tertentu, zat ini dapat membentuk nitrosamin yang bersifat karsinogenik kuat.

Sistem metabolisme anak-anak yang belum berkembang sempurna membuat konsumsi jangka panjang atau berlebihan terhadap produk daging olahan yang mengandung natrium nitrit berpotensi meningkatkan risiko kesehatan. Hal ini juga menjadi pengingat bagi para orang tua agar tidak hanya melihat rasa dan kemasan saat memilih camilan untuk anak, tetapi juga memperhatikan keamanan dan kewajaran komposisinya.

Video tersebut memicu kekhawatiran netizen mengenai keamanan pangan:

  • “Terlalu mengerikan, jangan berikan lagi kepada anak-anak.”
  • “Kalau semut memakannya bisa mati, manusia kalau makan terlalu banyak juga pasti bermasalah.”
  • “Kalau sering makan bisa jadi keracunan kronis.”

Ada juga yang berkomentar:

  • “Ini seperti pestisida model baru.”
  • “Saya curiga kandungan tambahannya sudah melebihi batas.”
  • “Obat semut yang saya beli online saja tidak bisa membunuh semut, ternyata camilan anak malah bisa membunuh semut.”

Sebagian netizen juga mengatakan bahwa beberapa camilan kemungkinan mengandung bahan tambahan berlebihan atau disalahgunakan, terutama produk tanpa merek terkenal. Konsumsi jangka panjang camilan tinggi garam dan aditif disebut dapat membebani hati dan ginjal anak-anak, serta mempengaruhi perkembangan indera perasa mereka sehingga terbiasa dengan rasa yang terlalu kuat.

Artikel itu juga menyinggung berbagai skandal keamanan pangan di Tiongkok dalam beberapa tahun terakhir, seperti “susu beracun”, “daging mengandung clenbuterol”, “minyak limbah”, “roti kukus berwarna”, “beras beracun”, penggunaan ribuan jenis aditif makanan, hingga kasus “truk tangki pengangkut minyak makan campur muatan”. Menurut artikel tersebut, berbagai kasus itu menunjukkan seriusnya krisis kepercayaan dan kemerosotan moral dalam industri pangan di Tiongkok.

Sumber : NTDTV.com

Apakah Gedung Putih Dilengkapi 6 Tingkat Fasilitas Militer yang Tersembunyi ? Trump Mengungkapkan Detail Aula Perjamuan yang Baru

Pada Selasa (19 Mei), Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara langsung meninjau pembangunan aula perjamuan baru di White House. Ia mengatakan bahwa bangunan senilai sekitar 400 juta dolar AS tersebut sepenuhnya didanai oleh dirinya sendiri bersama para donatur swasta, tanpa menggunakan uang pembayar pajak. Menurut Trump, proyek itu merupakan hadiah bagi rakyat AS. Selain itu, Trump juga mengkonfirmasi bahwa di bawah aula baru tersebut akan dibangun fasilitas militer sedalam enam lantai di bawah tanah.

EtIndonesia. Rencana perluasan aula perjamuan Gedung Putih terus menarik perhatian media Amerika. Pada Selasa, 19 Mei, Trump datang langsung ke lokasi untuk memeriksa perkembangan proyek.

Ia menegaskan bahwa bangunan bernilai hampir 400 juta dolar AS itu sepenuhnya dibiayai secara pribadi oleh dirinya, perusahaan swasta, dan para donatur, tanpa membebani pembayar pajak.

“Ketika bangunan ini selesai, masa jabatan saya mungkin sudah hampir berakhir. Ini benar-benar dipersiapkan untuk presiden-presiden berikutnya, bukan untuk saya. Ini adalah hadiah saya untuk Amerika,” ujarnya. 

Ia menjelaskan bahwa bangunan tersebut akan mengatasi masalah yang selama 150 tahun dihadapi Gedung Putih, yaitu harus mendirikan tenda di halaman setiap kali ada acara besar karena kurangnya ruang acara dalam ruangan yang luas. Selain itu, desain bangunan ini juga memiliki kemampuan pertahanan strategis militer tingkat tinggi.

Trump berkata:  “Pertama, soal keamanan. Kedua, dari sisi sosial, ini sangat dibutuhkan bagi para presiden.”

Trump menyebut bangunan tersebut menggunakan baja antipeluru, kaca antipeluru setebal 4 inci, dan sekitar 9.000 pon beton berkekuatan tinggi. Aula perjamuan di bagian atas tanah disebutnya sebagai “perisai super”.

Trump juga mengungkapkan bahwa ruang enam lantai di bawah tanah akan dirancang menjadi berbagai ruangan pertahanan dan fasilitas rahasia berkeamanan tinggi. Keberadaan “perisai” di permukaan tanah dimaksudkan untuk melindungi fasilitas militer bawah tanah tersebut.

 “Di bawah sini ada berbagai macam ruangan. Mereka sedang membangun rumah sakit, rumah sakit militer, berbagai fasilitas penelitian, dan ruang konferensi,” katanya. 

Selain itu, dinding luar dan atap bangunan dirancang menyatu sepenuhnya dengan struktur rapat. Bagian atas menggunakan desain atap datar yang dapat menampung banyak drone.

Trump berkata:  “Bangunan ini memiliki kapasitas drone yang sangat besar. Bukan hanya mampu melawan drone, jika ada drone menabrak, drone itu akan terpental. Tempat ini juga dirancang sebagai pelabuhan drone.”

Ia menambahkan bahwa militer dapat ditempatkan di atap bangunan, dengan kemampuan pengawasan 360 derajat ke seluruh Washington DC, yang mana secara signifikan meningkatkan kemampuan penempatan penembak jitu dan akan menjadi benteng terbaru untuk menjaga keamanan ibu kota Amerika Serikat.

Laporan reporter NTDTV, Zheng Shengxun, dari Amerika Serikat.

Warga Tiongkok Gencar Menabung, Tiga Krisis Besar Mulai Muncul

EtIndonesia. Ekonomi Tiongkok terus lesu dan hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Data terbaru dari bank sentral Tiongkok menunjukkan bahwa dalam empat bulan pertama tahun ini, simpanan masyarakat meningkat tajam sebesar 5,74 triliun yuan. Pada saat yang sama, pinjaman rumah tangga justru berkurang hampir 500 miliar yuan.

Data ini menunjukkan bahwa semakin banyak warga Tiongkok sedang melakukan “deleveraging” — tidak ingin berhutang, tidak ingin berbelanja, tidak ingin membeli rumah, dan lebih memilih menabung untuk menghindari risiko.

Pengamat menilai hal ini mencerminkan kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap pendapatan masa depan dan prospek ekonomi.

Ekonom Tiongkok yang tinggal di Amerika Serikat sekaligus mantan profesor Universitas Peking, Xu Chenggang, baru-baru ini menyatakan secara terbuka bahwa Tiongkok saat ini tidak sedang menghadapi perlambatan ekonomi biasa, melainkan krisis keuangan dan fiskal yang terus menumpuk.

Ia menyebut tiga masalah paling berbahaya yang dihadapi Tiongkok saat ini adalah sektor properti, hutang pemerintah daerah, dan risiko perbankan daerah.

Ia menjelaskan bahwa pasar properti Tiongkok sudah sangat sulit kembali ke era kenaikan harga menyeluruh seperti sebelumnya. Meskipun beberapa kota belakangan tampak sedikit pulih, hal itu hanyalah “ilusi” akibat stimulus kebijakan pemerintah. Seiring meredanya sektor properti, keuangan pemerintah daerah juga semakin tertekan karena selama bertahun-tahun mereka sangat bergantung pada penjualan lahan sebagai sumber pendapatan. Kini tanah sulit terjual sehingga pemerintah daerah mulai kekurangan dana.

Xu Chenggang mengatakan bahwa masalah bank-bank daerah kini juga semakin jelas. Banyaknya kredit properti dan utang platform pembiayaan pemerintah daerah menyebabkan kualitas aset banyak bank terus memburuk. 

Dalam ekonomi pasar normal, perusahaan atau lembaga keuangan yang insolven seharusnya bangkrut dan dilikuidasi. Namun di Tiongkok, banyak BUMN, pemerintah daerah, dan bank dianggap “tidak boleh runtuh”, sehingga hanya bisa terus dipertahankan melalui suntikan dana pemerintah.

Ia mengatakan bahwa kebijakan besar-besaran seperti pencetakan uang, penerbitan hutang, dan stimulus ekonomi yang dilakukan pemerintah saat ini pada dasarnya hanya “menunda krisis”, bukan benar-benar menyelesaikan masalah.

Menurut Xu Chenggang, inti persoalan ekonomi Tiongkok yang sebenarnya adalah “kurangnya permintaan domestik”, yakni pertumbuhan pendapatan masyarakat terlalu lambat sehingga daya beli lemah. Akibatnya, ekonomi semakin bergantung pada investasi dan ekspor.

Terkait langkah pemerintah yang baru-baru ini mendorong pasar saham dan mendukung industri teknologi, Xu Chenggang memperingatkan bahwa jika tidak didukung ekonomi riil yang kuat, penggelembungan pasar saham secara artifisial justru bisa menciptakan risiko keuangan baru.

Ia juga menyebut modal swasta domestik dan investasi asing kini terus keluar dari Tiongkok. Selain itu, inovasi teknologi kekurangan lingkungan yang stabil sehingga hanya mengandalkan suntikan dana pemerintah akan sulit benar-benar menggerakkan ekonomi.

Di akhir pernyataannya, Xu Chenggang memperingatkan bahwa krisis di Tiongkok sebenarnya belum hilang, melainkan hanya “dibekukan” dan “ditunda”. Jika dalam jangka panjang pemerintah terus bergantung pada pencetakan uang dan penambahan hutang untuk menopang ekonomi, maka di masa depan Tiongkok mungkin akan menghadapi risiko keuangan dan inflasi yang jauh lebih serius.

Sumber : NTDTV.com

Banjir Besar Terjadi di Banyak Wilayah Tiongkok, Pelepasan Air Waduk Tanpa Peringatan Perparah Bencana

Baru-baru ini, hujan deras terus mengguyur banyak wilayah di Tiongkok seperti Hunan, Hubei, dan Guizhou. Kota Hubingshan di Provinsi Hunan dan Kota Duyun di Provinsi Guizhou dilanda banjir besar, sementara genangan di wilayah perkotaan Jingzhou, Hubei, telah berlangsung selama tiga hari. Warga terdampak mengungkapkan bahwa waduk melepaskan air pada tengah malam tanpa peringatan, sehingga menyebabkan kerugian jiwa dan harta benda. Mereka mengatakan ini bukan semata-mata bencana alam, melainkan juga akibat kelalaian manusia.

EtIndonesia. Dari pukul 07.00 pada 17 Mei hingga pukul 07.00 pada 18 Mei, Kabupaten Shimen, Kota Changde, Hunan diguyur hujan lebat. Curah hujan dalam 24 jam mencapai 363,5 mm, menyebabkan sungai meluap. 

Kota Hubingshan, Xiangsuojie, dan wilayah lainnya mengalami banjir besar. Desa Zhongling tiba-tiba diterjang bencana longsor besar, banyak rumah runtuh, dua orang meninggal dunia, dan seluruh desa mengalami kekurangan air bersih serta mengirimkan sinyal permintaan bantuan.

Warga setempat mengungkapkan bahwa di hulu Kota Hubingshan, termasuk wilayah Hubei, terdapat beberapa waduk yang melakukan pelepasan air tanpa pemberitahuan sebelumnya. Pada malam tanggal 18 dan 19 Mei, air sungai naik sangat cepat sehingga warga dua malam berturut-turut tidak berani tidur.

 “Di bagian atas sedang membuang air, sungai meluap. Beberapa rumah hanyut, banyak mobil terseret arus. Di jalanan bahkan makanan sudah sulit dibeli, mi instan pun habis diborong. Belanja online juga tidak bisa karena jalan ditutup. Tidak ada listrik, air, internet, maupun sinyal. Sepertinya di atas masih terus membuang air, air makin besar. Kami tidak berani tidur, malam ini kembali menjadi malam tanpa tidur,” ujar seorang warga Hubingshan bermarga Qin. 

Sebuah jembatan gantung di Hubingshan hanyut diterjang banjir. Rumah-rumah di tepi sungai terendam hingga dua atau tiga lantai, toko-toko juga “disapu bersih” banjir. Di mana-mana terlihat tumpukan ranting pohon yang terbawa arus. Sebuah sekolah menengah juga terendam dan para siswa naik ke lantai empat sambil menunggu evakuasi.

Warga lain bermarga Li mengatakan:  “Jembatannya rusak, pagar semuanya roboh diterjang arus. Airnya sangat tinggi, rumah hanyut, banyak mobil terseret. Kerugiannya sangat parah. Ada orang yang hanyut, ada anak-anak yang terseret arus, ada lansia yang meninggal tenggelam di rumah. Listrik dan air mati, makan pun kesulitan.”

Dari pukul 06.00 pada 18 Mei hingga pukul 06.00 pada 19 Mei, banyak wilayah di Guizhou mengalami hujan ekstrem. Di kawasan Doupengshan, Jalan Lüyinhu, Kota Duyun, curah hujan mencapai 310,4 mm, memicu longsor yang menimbun banyak rumah.

Sungai Jianjiang, yang merupakan sumber Sungai Qingshui dan Sungai Yuan serta melintasi pusat Kota Duyun, mengalami banjir besar saat gelombang puncak melintas. Banyak toko dan kendaraan terendam air, bahkan sejumlah mobil terseret masuk ke sungai.

“Hujan turun sepanjang malam dan banjir naik. Jalanan penuh air, sangat besar, lalu lintas lumpuh total. Sekolah juga tidak bisa masuk. Kompleks perumahan kami sudah terendam, rumah kami juga kebanjiran, kendaraan ikut terendam. Kerugiannya pasti sangat besar. Sungai Jianjiang adalah sungai induk Duyun. Di hulu ada Waduk Lüyinhu dan Waduk Chayuan,” ujar seorang warga Duyun bermarga Bai. 

Selain itu, banjir genangan di Jingzhou, Hubei, telah memasuki hari ketiga. Air di kawasan perkotaan belum juga surut, menyebabkan warga kesulitan beraktivitas. Banyak sekolah, toko, dan rumah warga terendam, sehingga menimbulkan kerugian besar.

Seorang warga Jingzhou bermarga Zhang mengatakan:  “Hujannya terus turun, hampir tidak berhenti. Air bukan hanya tidak surut, malah naik sedikit lagi. Di tempat yang dalam, air mencapai satu hingga dua meter. Toko-toko semuanya kebanjiran. Kalau truk besar lewat, gelombang airnya menyapu ke arah kami, tidak bisa menghindar. Mobil yang terendam sangat banyak, ada yang di pinggir jalan, ada juga di tengah jalan. Truk derek dan forklift sedang melakukan penyelamatan.”

Laporan oleh reporter NTDTV, Xiong Bin dan Huang Yuning.

Apa yang Membuat Sebagian Orang Bisa Hidup hingga 100 Tahun? Ilmuwan Menemukan Petunjuk dalam Darah Mereka

Rahasia umur panjang mungkin bukan memperlambat penuaan, melainkan menjaga sistem tubuh yang tepat tetap berfungsi.

Oleh Rachel Ann T. Melegrito

Pada kebanyakan orang, protein yang menjaga ketahanan sel—mengatur sistem kekebalan, energi, dan peradangan—secara bertahap kehilangan keseimbangannya seiring bertambahnya usia. Namun, dalam sebuah studi baru di Swiss terhadap para lansia berusia 100 tahun, sebanyak 37 protein tetap berada dalam kondisi “muda.”

Biologi Penuaan—Mengapa Berbeda pada Setiap Orang

Penuaan memengaruhi setiap orang secara berbeda. Meskipun banyak lansia menghadapi penyakit kronis dan kelemahan fisik, sebagian lainnya tetap sangat sehat bahkan hingga usia lebih dari 100 tahun. Para ilmuwan telah lama menduga bahwa faktor genetik memegang peranan besar. Namun penelitian baru menunjukkan bahwa jawabannya lebih spesifik dan lebih dapat diterapkan daripada sekadar faktor gen.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Aging Cell ini menganalisis darah para centenarian—orang yang berusia 100 tahun atau lebih—dan membandingkan profil protein imun serta kardiometabolik mereka dengan orang dewasa sehat berusia 30 hingga 60 tahun, serta lansia yang dirawat di rumah sakit berusia 80 hingga 90 tahun. Menggunakan proteomik, teknik yang mengukur ratusan protein sekaligus, tim peneliti memeriksa bagaimana kadar protein berubah sepanjang hidup untuk mengidentifikasi jalur biologis yang mungkin menjelaskan ketahanan luar biasa pada usia sangat lanjut.

Para centenarian memiliki 583 protein dengan tingkat ekspresi yang berbeda dibandingkan dua kelompok lainnya. Di antara protein tersebut, 37 protein menonjol karena mempertahankan kadar yang lebih mendekati orang dewasa muda daripada lansia pada umumnya—pola yang sejalan dengan temuan studi besar lain tentang centenarian dan biomarker penuaan yang telah dikenal.

“Studi ini memperkuat prinsip utama dalam ilmu umur panjang: penuaan luar biasa bukan berarti lolos dari penurunan biologis, tetapi menjaga mekanisme pengatur penting tertentu tetap bertahan,” kata Sou Ahdjoudj Orlando, ilmuwan umur panjang dan pendiri AION Life, yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut, kepada The Epoch Times.

Sistem Biologis yang Menolak Menua

Ke-37 protein tersebut dikelompokkan dalam lima proses biologis utama:

  1. Pembersihan Sel

Enam protein berkaitan dengan apoptosis, yaitu proses pembersihan sel-sel yang rusak. Pembuangan sel “zombie” yang tidak berfungsi secara efisien dapat membantu mencegah peradangan kronis dan mengurangi risiko kanker.

  1. Stres Oksidatif

Lima protein yang berkaitan dengan stres oksidatif ditemukan dalam kadar lebih rendah pada centenarian, temuan yang awalnya tampak bertentangan dengan dugaan umum. Menurut Orlando, kadar protein antioksidan yang lebih rendah kemungkinan menunjukkan bahwa sel mengalami lebih sedikit stres sejak awal, bukan karena sistem pertahanannya melemah. Ia menyebutnya sebagai “tanda ketahanan, bukan sekadar perlawanan.”

Dr. Gabriel Alizaidy, pakar umur panjang dan kedokteran presisi, mencatat bahwa empat dari 37 protein tersebut—SOD1, PRDX3, HMOX1, dan GLRX—mengarah pada perlindungan mitokondria. Mitokondria menghasilkan energi, tetapi juga menghasilkan spesies oksigen reaktif yang menumpuk dan merusak sel seiring waktu. Ketika mitokondria bekerja secara efisien, mereka menyediakan energi yang stabil sambil menghasilkan lebih sedikit molekul berbahaya, sehingga membantu membatasi kerusakan sel, terutama pada jaringan yang membutuhkan energi besar seperti sel otak.

“Keempat protein ini membersihkan kerusakan tersebut melalui mekanisme yang berbeda, dan fakta bahwa semuanya tetap berada pada tingkat muda secara bersamaan pada para centenarian menunjukkan bahwa ketahanan mitokondria bukan sekadar faktor tambahan dalam penuaan luar biasa, melainkan tema utama yang konsisten,” kata Alizaidy.

  1. Integritas Jaringan dan Pengendalian Glukosa

Protein yang mendukung sel dan membantu mempertahankan posisinya membentuk kelompok lain, yang kemungkinan berkontribusi pada integritas struktur jaringan dan mungkin juga perlindungan terhadap kanker.

Dalam kelompok ini, DPP-4, enzim yang memecah glucagon-like peptide-1—hormon yang merangsang pelepasan insulin—tetap terjaga pada centenarian. Meski hal ini tampak bertentangan mengingat peran insulin dalam menurunkan gula darah, para penulis studi menyarankan bahwa centenarian mungkin mampu mempertahankan keseimbangan glukosa tanpa sinyal insulin yang berlebihan, mencerminkan metabolisme yang teratur secara halus, bukan terlalu aktif.

  1. Pengaturan Energi

Kelompok lain mencakup pengaturan metabolisme, termasuk protein yang membantu mengelola keseimbangan energi dan pengendalian glukosa. Salah satunya adalah adenylate kinase 1, yang mengatur AMPK, sensor energi seluler yang aktif ketika energi rendah dan membantu sel menghemat sumber daya.

“Jika Anda pernah mendengar tentang metformin, berberin, atau manfaat metabolik dari olahraga dan pembatasan kalori, maka Anda telah mendengar hal-hal yang sebagian bekerja melalui aktivasi AMPK,” kata Alizaidy.

  1. Kesehatan Otak dan Sistem Imun

Kelompok lain berkaitan dengan sinyal neurotropik—jalur yang mendukung kelangsungan hidup sel saraf dan fungsi otak—serta pengaturan sistem imun. Hal ini memperkuat gagasan bahwa umur panjang yang luar biasa mungkin bergantung pada kemampuan menjaga keseimbangan di berbagai sistem biologis secara bersamaan.

Alizaidy mencatat bahwa studi ini berskala kecil dan bersifat observasional, sehingga tidak dapat membuktikan hubungan sebab-akibat. Panel protein yang dianalisis juga terbatas pada peradangan dan kardiometabolisme.

“Kita belum tahu apakah protein-protein ini benar-benar menyebabkan umur panjang luar biasa atau hanya mencerminkan sistem biologis yang sejak awal memang sudah bekerja dengan baik karena alasan lain,” katanya. Namun, ia menambahkan bahwa arah temuan ini sejalan dengan data independen lain mengenai centenarian.

Gaya Hidup Tetap Penting

Meskipun faktor genetik mungkin menjadi dasar, cara seseorang menjalani hidup selama puluhan tahun tetap menjadi faktor dominan.

“Para centenarian dalam studi ini adalah hasil dari sistem tubuh yang selama puluhan tahun bekerja lebih bersih dibanding rata-rata,” kata Alizaidy. “Dan sebagian besar itu bergantung pada cara mereka hidup.”

Orlando mengidentifikasi tiga prinsip biologis yang secara langsung berkaitan dengan pola biologis yang tetap terjaga pada para centenarian:

Stabilitas Metabolik: Latihan kekuatan, aktivitas fisik harian, asupan protein yang cukup, dan menghindari makan berlebihan secara kronis membantu menjaga kestabilan pengendalian glukosa dan keseimbangan hormon.

Mengurangi Peradangan: Tidur yang memulihkan, komposisi tubuh yang sehat, serta pola makan kaya serat dan padat nutrisi membantu mengurangi beban peradangan sistemik dari waktu ke waktu.

Kesehatan Mitokondria: Aktivitas fisik teratur, pengelolaan stres, serta menghindari merokok dan konsumsi alkohol berlebihan membantu menurunkan stres oksidatif dan meningkatkan ketahanan sel.

Alizaidy menambahkan bahwa beberapa terapi yang telah disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) sudah bekerja pada jalur biologis yang berkaitan dengan ketahanan tubuh. Ia mencontohkan peptida SS-31, obat penelitian yang mendukung fungsi mitokondria, serta agonis glucagon-like peptide-1 dosis rendah, yang telah disetujui FDA untuk diabetes dan pengelolaan berat badan. Terapi tersebut dapat membantu menjaga keseimbangan metabolik, dengan perbaikan kadar lipid, gula darah, dan peradangan bahkan tanpa penurunan berat badan.

Orlando mengatakan bahwa temuan ini masih memerlukan validasi jangka panjang dalam skala lebih besar, namun hasil tersebut menambah bukti yang berkembang bahwa umur panjang bergantung pada kemampuan menjaga sistem biologis penting tetap berfungsi dari waktu ke waktu.

“Umur panjang pada akhirnya mungkin tidak terlalu bergantung pada menghilangkan penuaan, melainkan lebih pada mengidentifikasi dan mempertahankan sistem biologis yang menua lebih lambat,” katanya.

Rachel Melegrito pernah bekerja sebagai terapis okupasi dengan spesialisasi kasus neurologis. Ia juga mengajar mata kuliah ilmu dasar dan terapi okupasi profesional di universitas. Pada 2019, ia meraih gelar magister dalam perkembangan dan pendidikan anak. Sejak 2020, Melegrito banyak menulis topik kesehatan untuk berbagai publikasi dan merek.