EtIndonesia. Keamanan pangan di daratan Tiongkok kembali menjadi sorotan. Setelah video kebun teh yang dipenuhi botol pestisida memicu kehebohan publik, kini muncul video lain yang menunjukkan berbagai kebun buah di Tiongkok juga dipenuhi botol kosong pestisida dan hormon pertumbuhan.
Dalam salah satu video, seorang blogger memperlihatkan sebuah kebun mangga yang di bawah pohon dan selokan sekitarnya dipenuhi berbagai botol bahan kimia. Ia mengatakan ada setidaknya 20 hingga 30 jenis bahan, termasuk hormon pertumbuhan tanaman, herbisida, insektisida, bahkan pestisida sangat beracun seperti dichlorvos (DDVP).
Blogger tersebut menjelaskan bahwa kondisi itu bukan kasus tunggal. Menurutnya, penggunaan pestisida di Tiongkok mencapai setengah dari total penggunaan pestisida dunia, dan ada alasan di balik angka tersebut.
Beberapa waktu lalu, video kebun teh di Tiongkok yang penuh dengan botol pestisida sempat mengejutkan para netizen. Banyak orang mengaku “tak berani lagi minum teh”.
近日,大陸網友在一個茶園的茶樹下,發現堆滿各種裝過農藥的塑膠瓶,他說:「這茶你還敢喝嗎?」 pic.twitter.com/e3R9ztIqvx
— 甜甜 (@tiantian108) May 19, 2026
Artikel tersebut menyebut bahwa di bawah pemerintahan Partai Komunis Tiongkok, demi mengejar hasil panen tinggi tanpa mempedulikan cara, penggunaan pestisida dan pupuk kimia dilakukan secara berlebihan. Persaingan ketat di industri makanan juga disebut memunculkan berbagai “teknologi hitam” atau praktik tidak sehat dalam produksi pangan.
樹葉上面這些東西是什麼?走到這個茶園裡面有很刺鼻的農藥味。這些東西打下去,應該沒有太多的時間。 pic.twitter.com/1R8zqcGepR
— 甜甜 (@tiantian108) May 19, 2026
Selain itu, berbagai kasus mencurigakan terus bermunculan, bahkan disebut ada kasus daging manusia yang masuk ke rantai pengolahan makanan. Banyak netizen pun mempertanyakan: “Apakah makanan dari Tiongkok daratan masih aman dimakan?” (***)


