Mantan Kepala CIA Ungkap Xi Jinping adalah Pemimpin “Paling Dingin dan Paling Tidak Berperasaan”

EtIndonesia. Mantan Kepala CIA dan menteri luar negeri AS Mike Pompeo akhirnya buka suara tentang Xi Jinping. Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump melakukan kunjungan ke Beijing pada 13–15 Mei dan bertemu dengan Xi Jinping. Setelah mengakhiri kunjungan dan kembali ke Amerika Serikat, Trump mengatakan kepada wartawan di dalam Air Force One bahwa selama pertemuan tersebut, Xi menanyakan apakah Amerika Serikat akan membela Taiwan.

Namun Trump mengatakan ia tidak memberikan janji apapun kepada pihak Tiongkok terkait Taiwan.

Trump berkata:“Dalam masalah Taiwan, sikapnya (Xi) sangat keras. Dan saya tidak memberikan komitmen apa pun. Kita lihat saja nanti apa yang akan terjadi.”

Trump juga mengisyaratkan kemungkinan akan berbicara dengan Presiden Taiwan, Lai Ching-te.

“Saya akan melihat situasinya. Saya harus berbicara dengan pemimpin Taiwan saat ini, dan kalian tahu siapa dia.”

Selama kunjungan Trump ke Tiongkok, Pompeo beberapa kali menyampaikan pandangannya tentang Xi Jinping.

Pada 14 Mei, Pompeo menulis di platform X (sebelumnya Twitter): “Saya pernah bertemu dengan beberapa orang terburuk di dunia — tetapi tanpa diragukan lagi, Xi Jinping adalah pemimpin paling dingin dan paling tidak berperasaan yang pernah saya temui. Kita seharusnya tidak memiliki ilusi apapun terhadap niat jahatnya terhadap Amerika Serikat maupun terhadap siapa saja yang menantangnya di panggung dunia.”

Keesokan harinya (15 Mei), Pompeo kembali mengeluarkan peringatan terkait Taiwan. Ia mengatakan: “Pernyataan Xi Jinping kepada Presiden Trump mengenai Taiwan pada dasarnya adalah sebuah ancaman. Kita harus tetap waspada, memahami tujuan Xi dengan jelas, dan siap mengambil tindakan yang diperlukan untuk menghalangi PKT. Presiden Trump memahami hal ini.”

Dalam wawancara sebelumnya dengan Fox News, Pompeo juga menyampaikan pandangan serupa.

“Saya telah bertemu sebagian besar ‘orang berbahaya’ di dunia, termasuk anggota Taliban dan Ketua Kim (Kim Jong-un). Tetapi saya belum pernah melihat orang yang lebih dingin dan lebih tidak berperasaan daripada Xi Jinping… Saat menghadapi Presiden Trump, ia sedikit menahan diri karena mungkin ia menganggap Trump sebagai lawan yang lebih setara. Tetapi jangan salah, Xi Jinping memiliki ambisi yang sangat dalam,” katanya. 

Pada masa pemerintahan pertama Trump, Pompeo menjabat sebagai Menteri Luar Negeri AS. Pada April 2024, ia pernah mengirim memoarnya yang berjudul Never Give an Inch ke Kedutaan Besar PKT dan bercanda bahwa buku itu bisa diberikan kepada Xi Jinping untuk dibaca.

Buku tersebut menceritakan pengalamannya saat menjabat sebagai Direktur CIA dan Menteri Luar Negeri dalam pemerintahan Trump. Di dalamnya, ia juga menggambarkan kesannya saat bertemu Xi Jinping di Beijing pada tahun 2018.

Pompeo menggambarkan Xi sebagai seorang komunis yang muram, dengan “tatapan mata kosong” dan nada bicara hambar, seperti tipikal birokrat komunis.

Sumber : NTDTV.com

Hujan Deras Sebabkan Banjir di Banyak Wilayah Tiongkok, Sekolah, Rumah dan Toko Terendam

EtIndonesia. Belakangan ini, hujan lebat terus mengguyur berbagai daerah di Tiongkok seperti Guangdong, Guangxi, dan Jiangxi, menyebabkan banjir besar di banyak kota. Jalanan berubah menjadi lautan air, sementara sekolah, rumah warga, dan toko-toko terendam, menimbulkan kerugian besar.

Banjir Besar di Kabupaten Shangyou, Jiangxi

Video yang beredar di internet menunjukkan bahwa sejak 13 Mei, hujan deras terus mengguyur Guangdong, Guangxi, dan Jiangxi, membuat banyak kota tergenang air. Mobil dan sepeda motor menerobos banjir, sementara pejalan kaki harus berjalan di dalam air yang di beberapa tempat mencapai pinggang.

Banyak rumah tinggal dan toko di pinggir jalan ikut terendam, bahkan di sejumlah lokasi permukaan air masih terus naik.

Seorang wanita dari Kabupaten Shangyou County, Kota Ganzhou, merekam video sambil mengatakan bahwa keluarga menantunya tinggal di seberang jalan dan rumah mereka sudah terendam banjir.

“Airnya masih terus naik. Saya ingin mengantarkan makanan untuk keluarga menantu saya. Selama hidup saya belum pernah melihat banjir sebesar ini.”

Ia mengatakan rumahnya dibangun pada tahun 2004, namun selama lebih dari 20 tahun belum pernah mengalami banjir sebesar sekarang.

Video lain menunjukkan tim penyelamat menggunakan perahu karet untuk mengevakuasi seorang lansia yang terjebak. Lantai pertama rumah lansia tersebut hampir sepenuhnya terendam hingga mendekati atap.

Arus banjir sangat deras, banyak mobil kecil terseret arus. Kendaraan yang diparkir di tepi jalan sebagian besar terendam hingga atap, bahkan di beberapa lokasi perahu penyelamat pun kesulitan bergerak.

Seorang warga pria di Shangyou berkata dalam videonya:

“Hari ini tanggal 16 Mei, Kabupaten Shangyou mengalami banjir besar. Pusat distribusi barang juga sudah kemasukan air.”

Seorang wanita lain merekam situasi jalanan sambil berkata:

“Mobil-mobil semuanya terendam. Air sudah naik sampai ke depan toko orang. Mobil tidak bisa jalan lagi, semuanya tenggelam. Bahkan ada mobil yang mulai mengapung. Banyak sekali mobil di sepanjang jalan yang terendam. Hujannya benar-benar menakutkan.”

Hujan Lebat di Guangdong, Sekolah dan Pasar Ikut Terendam

Menurut laporan badan meteorologi Guangdong, sejak malam 13 Mei terjadi hujan deras dalam skala luas di berbagai daerah. Kota-kota seperti Shaoguan, Heyuan, Meizhou, Yangjiang, Jiangmen, dan Zhuhai mengalami hujan badai hebat disertai angin kencang dan hujan es kecil di beberapa tempat.

Pemerintah Guangdong pada 14 Mei mengaktifkan status tanggap darurat banjir tingkat IV.

Video di internet menunjukkan bahwa pada 14 Mei, perpustakaan bawah tanah Guangzhou Huashang College terendam banjir. Mahasiswa yang terjebak harus berjalan keluar dengan air setinggi leher. Beberapa ruang kelas juga kebanjiran, dan sebuah tembok kampus runtuh akibat hujan deras.

Pada 16 Mei, sejumlah jalan di Distrik Tianhe, Guangzhou, ikut terendam. Banyak toko kemasukan air dan mengalami kerugian besar.

Seorang pedagang dalam videonya berkata:

“Selesai sudah… semua toko pakaian ekspor wanita kebanjiran. Semua barang dagangan terendam air. Para pemilik toko pakaian di Shahe Guangzhou pasti menangis.”

Video memperlihatkan banyak pedagang berusaha menyelamatkan barang dagangan yang sudah basah kuyup.

Seorang pedagang berkata: “Pakaian-pakaian ini sepertinya sudah tidak bisa dijual lagi. Semuanya basah dan menyerap air, sampai sulit dipindahkan. Situasi benar-benar kacau. Sudah memanggil beberapa forklift tapi tetap sulit dipindahkan. Sekarang air langsung masuk ke gudang dan hampir tidak ada tempat untuk berpijak.”

Banjir di Guangzhou juga menyebabkan arus air di jalan sangat deras. Ada seorang pengendara sepeda listrik yang terseret arus, namun beberapa kurir makanan segera menerjang banjir dan berhasil menyelamatkannya.

Seorang warga mengatakan: “Pasar di Guangzhou kebanjiran lagi. Semua orang berjalan di dalam air, dan semua sepeda listrik ikut terendam.”

Sebuah supermarket di Distrik Haizhu, Guangzhou, juga terendam banjir. Warga yang merekam video mengeluh:

“Wah, semuanya habis terendam. Barang-barang di dalam sudah tidak bisa dipakai lagi.”

Kota Zhuhai juga mengalami banjir akibat hujan deras. Jalan-jalan berubah menjadi sungai, dan mobil yang melintas tampak seperti sedang mengendarai perahu.

Kecoa Bermunculan di Jalanan Guangzhou

Video lain memperlihatkan bahwa akibat banjir di Guangzhou, kawanan kecoa keluar beramai-ramai hingga memenuhi jalanan dan membuat orang merasa jijik melihatnya.

Setelah Hujan di Guangxi, Banyak Ikan Karper “Berbaris di Jalan”

Video lainnya menunjukkan bahwa di Distrik Fangcheng, Kota Fangchenggang, sejumlah besar ikan karper terlihat “berjalan” di jalanan setelah hujan deras. Fenomena langka ini direkam warga dan memicu perbincangan hangat di internet.

LaporanLuo Tingting / Wen Hui – NTDTV.com

“Ikan Bos” Viral Karena Memercikkan Air Tengah Malam, Jutaan Netizen Minta Dilepas Liarkan

Baru-baru ini, seekor “ikan bos”  di sebuah restoran seafood di Dalian, Tiongkok menjadi viral di internet. Ikan tersebut terus meronta dan menyemburkan air pada tengah malam, seolah menunjukkan keinginan yang sangat kuat untuk bertahan hidup. Kini, pemilik restoran dikabarkan berencana melepaskannya kembali ke laut.

EtIndonesia.  Media Tiongkok melaporkan bahwa pemilik restoran di Dalian mengalami kejadian yang membuatnya geli sekaligus bingung. Seekor ikan di tokonya terus menyemburkan air ke arah televisi pada malam hari. Bahkan setelah dipindahkan ke akuarium lain, perilaku itu tetap tidak berubah. Akibatnya, papan utama televisi rusak dan harus diperbaiki, sementara televisi baru sudah dipesan.

Video yang beredar di internet memperlihatkan ikan tersebut terus melompat dan memercikkan air di dalam akuarium. Bentuk lubang hidung dan mulutnya menciptakan ekspresi lucu seperti wajah menangis, seolah-olah menunjukkan keinginan kuat untuk hidup.

Diketahui, mata “ikan bos” ini berada di bagian atas tubuhnya, tepat di atas kepala. Di belakang mata terdapat lubang penyembur air, sementara bagian bawah tubuhnya adalah mulut dan lubang hidung. Lengkungan wajahnya yang sedikit terangkat membuat ekspresinya terlihat seperti sedang “tersenyum”.

Pemilik restoran bermarga Zhang mengatakan bahwa saat pulang kerja tengah malam, ia melihat ikan itu terus menyemburkan air ke arah televisi hingga seluruh layar terkena air laut.

“Saya takut televisinya rusak, jadi saya pindahkan ke area bawah yang lebih luas.”

Namun ikan itu tetap terus memercikkan air hingga akhirnya televisi benar-benar rusak, dan ia harus membeli televisi baru.

Setelah video tersebut viral, lebih dari puluhan juta netizen ikut memperhatikan nasib “ikan penyembur air” itu dan meminta pemiliknya untuk melepaskannya ke laut.

Netizen Tiongkok meninggalkan berbagai komentar seperti:

“Kasihan sekali, sepertinya dia sedang menangis.”

“Saya tidak mengerti bahasa bibir, tapi dari ekspresinya rasanya dia sedang menangis.”

“Bahasa bibirnya seperti berkata: lepaskan aku, lepaskan aku!”

Ada juga yang berkomentar:

“Dia tahu nasibnya berikutnya, jadi ingin kabur.”

“Lepaskan saja! Hidup di laut luas lalu dipenjara di akuarium, wajar kalau sedih.”

Komentar lain berbunyi:

“Tempatnya terlalu sempit, dia tidak bisa bergerak bebas. Sama seperti manusia yang terkurung di kotak kecil hingga lama-lama mentalnya hancur.”

“Dunia begitu luas, dia juga ingin melihatnya.”

Beberapa netizen bahkan merasa ikan itu mencerminkan perjuangan hidup manusia:

“Bukankah dia seperti kita, yang terus berjuang untuk bertahan hidup…”

“Hanya dia sendiri yang tahu betapa putus asanya terjebak di ruang sempit itu.”

Ada pula netizen yang menawarkan uang kepada pemilik restoran:

“Berapa harga ikan itu? Saya transfer uang, tolong lepaskan dia ke laut Dalian.”

“Ikan ini seperti punya spiritualitas, cepat lepaskan saja!”

Menanggapi permintaan netizen, pemilik restoran Zhang mengatakan bahwa kondisi ikan saat ini masih baik, dan ia memang berencana melepaskannya setelah beberapa waktu.

“Ikan bos” ini bernama ilmiah Skate fish, termasuk kelompok ikan bertulang rawan. Ikan ini juga dikenl Raja porosa atau ikan pari jenis skate. Karena bentuk tubuhnya lebar menyerupai belah ketupat dan memiliki ekor panjang, masyarakat di Shandong dan Liaoning menyebutnya “ikan bos” atau “laozi fish”. Ikan ini merupakan spesies yang umum ditemukan di wilayah pesisir Tiongkok.

Laporan gabungan reporter Li Siya / Li Quan – NTDTV.com

Saham Melonjak 214% dalam Sebulan, MSIE Klarifikasi: Tak Ada Informasi Rahasia!

Surabaya, 19 Mei 2026 – PT Multisarana Intan Eduka Tbk (MSIE) menggelar Public Expose Insidentil di Surabaya hari ini sebagai bentuk transparansi menyusul volatilitas sahamnya yang luar biasa. Dalam kurun waktu 13 April hingga 12 Mei 2026, harga saham MSIE terbang setinggi 214,89% — sebuah lonjakan yang membuat Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan untuk menjatuhkan sanksi cooling down alias suspensi sementara pada 5 Mei lalu.

Manajemen MSIE dengan tegas menyatakan: tidak ada informasi material yang belum diungkapkan dan tidak ada rencana aksi korporasi yang dapat mempengaruhi pencatatan saham. Dengan kata lain, pihak perusahaan juga sama “bengongnya” dengan pasar.

“Kami Juga Tidak Tahu Penyebab Pastinya”

Dalam paparannya, Corporate Secretary MSIE, Nesti Sunaryo, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan peninjauan mendalam atas fluktuasi perdagangan saham. Namun sampai saat ini, tidak ditemukan fakta material yang belum disampaikan ke publik.

Juga dijelaskan oleh Tanu Wijaya selaku Direktur MSIE saat Public Expose mewakili manajemen.

“Perseroan tidak memiliki informasi tertentu yang secara langsung menyebabkan volatilitas atau fluktuasi perdagangan saham Perseroan selama periode tersebut,” demikian pernyataan resmi dari Tanu Wijaya,

Pergerakan harga yang ekstrem itu dinilai lebih dipicu oleh faktor eksternal dan sentimen pasar — mulai dari kondisi perdagangan, aktivitas investor, hingga faktor teknikal yang sepenuhnya di luar kendali MSIE.

Hormati Keputusan BEI: Cooling Down Demi Kewajaran

MSIE menyatakan menghormati dan mendukung langkah Bursa Efek Indonesia yang melakukan suspensi cooling down pada 5 Mei 2026. Langkah ini diambil untuk menjaga keteraturan, kewajaran, dan efisiensi perdagangan efek di pasar modal Indonesia.

Sebagai perusahaan publik yang taat aturan, MSIE berkomitmen penuh terhadap prinsip keterbukaan informasi dan Good Corporate Governance.

Kabar Baik: Operasional Tetap Normal

Di tengah gejolak saham, MSIE menegaskan bahwa kegiatan usaha dan operasional perseroan berjalan normal. Fokus utama perusahaan tetap pada:

  • Pengelolaan aset pendidikan
  • Peningkatan kualitas fasilitas pendidikan
  • Menjaga hubungan jangka panjang dengan penyewa
  • Pengembangan usaha secara prudent dan berkelanjutan

Terkait aksi korporasi, manajemen mengaku masih terus mengevaluasi berbagai peluang. Namun hingga saat ini belum ada rencana aksi korporasi yang berdampak pada pencatatan saham di bursa.

Transparansi untuk Investor

Lewat Public Expose ini, MSIE ingin memberikan informasi yang transparan, akurat, dan berimbang kepada investor, pemegang saham, regulator, media, dan seluruh pemangku kepentingan.

Saham MSIE memang sedang panas, tapi dapur perusahaan tetap dingin. Investor disarankan tetap mencermati risiko pasar dan tidak hanya terpaku pada lonjakan harga jangka pendek. Apakah ada “tangan tak terlihat” di balik kenaikan 214%? MSIE bilang bukan dari mereka. Kita tunggu Bapepam dan BEI yang lanjut menyelidik.

Netanyahu Konfirmasi Pemimpin Militer Hamas Tewas Dibunuh

EtIndonesia. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada 17 Mei mengkonfirmasi bahwa pemimpin militer Hamas di Gaza, Izz al-Din Haddad, telah tewas dalam serangan udara Israel yang menargetkan Kota Gaza pada 15 Mei. Israel menyebut keberhasilan ini sebagai kemenangan besar dalam operasi militer terbaru di Gaza.

Israel Defense Forces menyatakan bahwa Haddad merupakan salah satu perencana utama serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023. Ia juga dianggap sebagai tokoh penting yang terus membangun kembali organisasi Hamas setelah gencatan senjata serta menghambat upaya pelucutan senjata Hamas.

Menurut laporan, Haddad mengambil alih komando militer wilayah Gaza setelah mantan kepala militer Hamas, Mohammed Sinwar, tewas pada Mei tahun lalu. Karena bergerak sangat rahasia dan beberapa kali lolos dari upaya pembunuhan Israel, Haddad dijuluki “Hantu Qassam” di dalam organisasi tersebut.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan:“Pada akhir pekan ini kami berhasil melenyapkan pembunuh nomor satu, Izz al-Din Haddad. Dia pada dasarnya adalah tokoh nomor satu Hamas di Jalur Gaza dan pemimpin cabang militernya. Kini dia telah dieliminasi. Teroris keji ini telah membunuh, melukai, dan menculik ribuan warga sipil Israel serta tentara Pasukan Pertahanan Israel.”

Militer Israel menyebutkan bahwa hingga saat ini mereka telah menewaskan ribuan anggota Hamas tingkat bawah dan menghancurkan sebagian besar gudang persenjataan organisasi tersebut.

Netanyahu juga mengatakan bahwa Israel kini menguasai sekitar 60% wilayah Jalur Gaza.

Sumber : NTDTV.com

Trump Peringatkan Waktu Kian Mendesak: Jika Tidak Ada Kesepakatan, Iran Akan “Lenyap”

EtIndonesia. Dua pejabat Amerika Serikat mengungkapkan bahwa Presiden AS Donald Trump dijadwalkan mengadakan rapat situasi perang dengan para penasihat keamanan senior nasional pada Selasa (19 Mei) untuk membahas opsi tindakan militer terhadap Iran.

Selain itu, menurut laporan media, Amerika Serikat dengan tegas menolak proposal balasan yang diajukan Iran dalam perundingan antara kedua negara. Pada 17 Mei, Trump memperingatkan Iran bahwa waktu terus berjalan dan jika tidak segera tercapai kesepakatan, konsekuensinya akan sangat serius.

Pada 17 Mei, Presiden Trump kembali menekan Iran agar segera mencapai kesepakatan. Dalam unggahannya, ia menulis:

“Waktu bagi Iran semakin sempit. Mereka sebaiknya segera bertindak, jika tidak Iran akan lenyap. Waktu adalah hal yang sangat penting!”

Menurut laporan media AS, Trump mengatakan ia masih percaya Iran ingin mencapai kesepakatan dan memperkirakan Teheran akan mengajukan proposal baru yang telah diperbarui dalam beberapa hari mendatang.

Sebelumnya, Teheran telah mengajukan lima proposal balasan kepada pihak Amerika. Namun media Iran pada 17 Mei melaporkan bahwa Amerika memberikan tanggapan keras tanpa memberikan konsesi apa pun.

Isi penolakan Amerika mencakup:

  • menolak membayar kompensasi apapun terkait kemungkinan serangan militer terhadap Iran,
  • menolak mencairkan 25% aset Iran yang dibekukan di luar negeri,
  • serta menuntut Iran menyerahkan 400 kilogram uranium yang telah diperkaya kepada Amerika Serikat.

Amerika juga menegaskan bahwa jika Iran terus melanjutkan program nuklirnya, maka Washington akan mengambil tindakan militer yang lebih keras.

Di saat yang sama, Amerika Serikat terus menerapkan blokade menyeluruh terhadap Iran. United States Central Command pada 17 Mei menyatakan bahwa hingga tanggal tersebut, militer AS telah memaksa 81 kapal dagang Iran untuk mengubah rute pelayaran guna memastikan blokade tetap dijalankan.

Sumber : NTDTV.com

Sekutu Maduro Dideportasi dari Venezuela, Diduga Akan Membantu AS Memberikan Kesaksian

EtIndonesia. Lembaga imigrasi Venezuela pada Sabtu (16 Mei) mengumumkan bahwa pengusaha sekaligus sekutu penting mantan presiden Nicolás Maduro, yaitu Alex Saab, telah dideportasi dari negara itu dan diyakini telah diekstradisi ke Amerika Serikat.

Saab ditangkap awal tahun ini dalam operasi gabungan antara Amerika Serikat dan Venezuela. Pengamat menilai ia kemungkinan dapat menjadi sumber penting bagi jaksa Amerika dalam penyelidikan kasus terhadap Maduro.

Dalam pernyataannya, lembaga imigrasi Venezuela menyebut Saab dideportasi karena diduga terlibat dalam berbagai tindak kejahatan di Amerika Serikat.

Saab yang kini berusia 54 tahun adalah pengusaha keturunan Kolombia. Ia beberapa kali tampil bersama Maduro dalam acara publik dan dikenal memiliki hubungan sangat dekat dengan pemimpin Venezuela tersebut. Selama bertahun-tahun, ia dianggap sebagai “orang kepercayaan” rezim Maduro sekaligus jalur utama pencucian uang.

Pejabat penegak hukum Amerika mengungkapkan bahwa Saab ditangkap di Caracas pada Februari tahun ini, hanya sebulan setelah Maduro sendiri ditangkap oleh pasukan khusus Amerika Serikat. Pengamat menilai hal ini menunjukkan semakin eratnya kerja sama penegakan hukum antara pemerintahan presiden sementara Delcy Rodríguez dan Amerika Serikat.

Sumber-sumber terkait menyebutkan bahwa Saab kemungkinan akan memberikan informasi kepada pihak Amerika guna membantu penyelidikan pidana terhadap Maduro.

Maduro dan istrinya telah dibawa ke New York pada Januari tahun ini untuk menghadapi dakwaan terkait narkotika dan terorisme. Keduanya membantah semua tuduhan tersebut.

Pada tahun 2020, Saab pernah ditahan oleh Amerika Serikat atas tuduhan penyuapan. Namun pada 2023, ia memperoleh pengampunan sebagai bagian dari pertukaran dengan warga Amerika yang ditahan di Venezuela.

Laporan gabungan oleh reporter NTDTV, Xu Zhe dan Wen Hui.

Dari Pelepah Pinang Bekas Menjadi Karya Seni, Pameran Kerajinan Pelepah Pinang Memukau Pengunjung

EtIndonesia. Pernahkah Anda melihat kipas yang dibuat dari pelepah daun pinang? Seorang perajin dari Zhongpu, Chiayi, Taiwan, bernama Liao Yongquan, memanfaatkan kreativitas dan teknik tradisional untuk mengubah pelepah pinang menjadi karya kerajinan yang menakjubkan.

Berbagai macam topeng wajah opera tradisional Tiongkok, tas bergaya modern, peralatan rumah tangga, hingga karya seni tempel dengan teknik “剪黏” (potongan tempel keramik tradisional) berbentuk naga megah dan angsa dipamerkan dalam acara tersebut. Semua karya tetap mempertahankan tekstur alami pelepah daun, sehingga tampak sangat unik dan memukau.

Pelepah Pinang Bekas Menjadi Karya Seni (NTD)

“Saat masih kecil dan duduk di sekolah dasar, kami sering bermain dengan pelepah pinang, menariknya satu per satu dari lereng bukit. Waktu itu, pelepah pinang adalah mainan kami. Sekarang benda itu bisa didaur ulang, sekaligus membawa semangat budaya lokal. Barang seperti ini sebenarnya bisa dipakai dan juga dijadikan dekorasi,” kata sekretaris Utama Kantor Kecamatan Zhongpu, Wang Yao-can. 

Mantan Ketua Lions Club Chiayi Tengah, Ye Yaozhen, mengatakan: “Generasi kakek-nenek dulu biasa memotongnya menjadi kipas untuk mengusir panas. Barang yang dulunya dianggap limbah kini bisa diubah menjadi perlengkapan hidup sehari-hari. Pemanfaatan sumber daya seperti ini sangat baik.”

Pelepah Pinang Bekas Menjadi Karya Seni (NTD)

Kepala Sekolah Dasar Zhongpu, Lin Junliang, juga mengatakan: “Produk pertanian khas daerah bisa diubah menjadi seni dalam kehidupan sehari-hari. Saya percaya ini sangat membantu menjaga memori dan ikatan masyarakat dengan tanah kelahirannya.”

Setiap tahun pada April dan Mei merupakan musim gugurnya daun pinang. Liao Yongquan, yang memiliki latar belakang seni rupa, menghabiskan dua hingga tiga tahun untuk mempelajari karakteristik pelepah pinang. Ia juga mengajar warga di komunitas setempat untuk mengolah pelepah pinang yang tampak biasa menjadi karya kreatif melalui proses daur ulang dan inovasi.

Salah satu peserta komunitas, Ye Zhi-an, mengatakan: “Pelepahnya harus dijemur dulu, lalu dipres hingga rata sebelum direkatkan. Semakin lama membuatnya, semakin banyak ide kreatif yang muncul. Menjahitnya sangat sulit karena bahannya keras, sampai tangan saya terluka.”

Perajin Liao Yongquan (Tangkapan layar NTD)

Perajin Liao Yongquan menjelaskan: “Serat alami pelepah pinang memiliki kilau berminyak yang sangat indah. Bahan yang dipilih harus berkualitas baik. Saat membuat kerajinan, kita harus membentuknya sebelum terlalu kering. Ketika memotongnya juga harus sangat hati-hati, karena arah seratnya ada yang vertikal dan horizontal. Jika salah arah, seluruh lembaran bisa rusak dan tidak dapat digunakan.”

Pihak kantor kecamatan menyatakan bahwa transformasi limbah pertanian menjadi karya seni bernilai tinggi ini bukan sekadar sebuah pameran seni, tetapi juga bukti bahwa lewat tangan kreatif manusia, lingkungan dan estetika dapat berpadu menghasilkan kemungkinan tanpa batas.

Laporan liputan oleh NTDTV Asia Pasifik dari Chiayi, Taiwan

Hadiah dari Zhongnanhai Dibuang ke Tempat Sampah Hingga Gunakan Telepon Sekali Pakai, Hubungan AS–Tiongkok Kembali Jadi Sorotan

EtIndonesia. Sebelum rombongan kunjungan Donald Trump kembali dari Tiongkok, semua “hadiah” yang diberikan oleh pihak Xi Jinping dilarang dibawa naik ke pesawat oleh pihak AS, dan langsung dibuang ke tempat sampah di bandara di depan staf Tiongkok. Para analis menilai bahwa Amerika Serikat sudah kehilangan kepercayaan terhadap pemerintahan Xi Jinping.

Reporter New York Post, Emily Goodin, menulis di platform X pada sore 15 Mei bahwa sebelum menaiki Air Force One, staf Amerika mengumpulkan semua barang yang dibagikan pejabat Partai Komunis Tiongkok, termasuk kartu identitas, lencana delegasi, serta “telepon sekali pakai” (burner phones) yang dibagikan Gedung Putih.

Goodin menulis di X bahwa sebelum pesawat lepas landas, “semua barang itu langsung dibuang ke tempat sampah,” dan ditegaskan bahwa “tidak ada barang apa pun dari Tiongkok yang diizinkan dibawa ke dalam pesawat.”

Selama berlangsungnya “pertemuan Trump–Xi”, juga terjadi beberapa bentrokan antara personel kedua pihak. 

Menurut penjelasan Goodin, hanya dalam satu hari pada 14 Mei saja terjadi sejumlah insiden, termasuk seorang staf Gedung Putih diinjak oleh reporter pihak Tiongkok, seorang pasukan Paspampres AS dilarang menghadiri acara resmi oleh pihak Partai Komunis Tiongkok, serta seluruh rombongan media AS juga dilarang mengikuti iring-iringan kendaraan presiden.

Selain itu, dalam jamuan makan malam resmi yang diselenggarakan pihak PKT untuk tim Trump, meskipun kedua pihak tampak berinteraksi secara terbuka, pengamanan dilakukan dengan sangat ketat. Rekaman di lokasi menunjukkan bahwa gelas minum Xi Jinping diserahkan oleh pelayan pihak Tiongkok, sedangkan gelas Donald Trump ditangani oleh staf pelayanan AS.

Publik berspekulasi bahwa kedua pihak kemungkinan sama-sama khawatir terhadap risiko peracunan, dan berusaha menghindari pihak lawan menyentuh gelas mereka atau meninggalkan sidik jari maupun DNA.

Berbagai detail tersebut dengan cepat memicu perdebatan hangat di masyarakat.

Pakar masalah Tiongkok, Chen Pokong, mengatakan kepada Epoch Times bahwa tingkat pengamanan Amerika selama kunjungan Trump ke Beijing kali ini belum pernah terjadi sebelumnya. Hal ini menunjukkan tingkat ketidakpercayaan yang sangat tinggi antara AS dan Tiongkok, serta adanya potensi permusuhan besar di antara kedua pihak. Menurutnya, pertemuan tersebut semata-mata dilakukan untuk meredakan hubungan dan mencegah konflik yang tidak terkendali.

Media daring “New Highland” juga menganalisis bahwa tindakan pihak Amerika kali ini bukan hanya membuang barang pemberian pihak Tiongkok, tetapi bahkan turut memusnahkan telepon yang dibagikan oleh pihak sendiri. Hal ini mencerminkan “ketidakpercayaan total terhadap seluruh rantai kontak”.

Artikel tersebut menyebut bahwa insiden ini merupakan gambaran nyata dari ketegangan struktural hubungan AS–Tiongkok saat ini. Meski di permukaan kedua pihak melakukan “kunjungan bersejarah”, kewaspadaan ekstrem dari tim keamanan mengingatkan dunia bahwa fondasi saling percaya tetap sangat rapuh. Pihak Amerika lebih memilih dianggap “tidak sopan” daripada mengambil risiko sekecil apa pun.

Opini publik secara umum menilai bahwa alasan tim kunjungan Amerika membuang semua “hadiah” dari pemerintahan Xi Jinping adalah, di satu sisi, karena hubungan AS–Tiongkok terus memburuk sehingga pemerintahan Trump tidak lagi menjaga perasaan PKT; di sisi lain, tindakan penyadapan yang pernah dilakukan PKT di masa lalu membuat pihak Amerika harus sangat waspada.

Menurut laporan surat kabar Inggris The Sun pada 2023 yang mengutip sumber terkait, seorang mantan pejabat Kedutaan Besar Inggris di Tiongkok pernah menerima hadiah berupa satu set perlengkapan teh dari pihak Tiongkok sebelum kembali ke Inggris. 

Setelah kembali ke Inggris, pejabat tersebut sering menggunakan set teh itu. Namun suatu hari, ketika peralatan tersebut tidak sengaja pecah, ditemukan perangkat perekam tersembunyi di dalamnya. Meski tidak berhasil memperoleh informasi sensitif, kejadian itu menunjukkan bahwa PKT menggunakan berbagai cara untuk mencuri rahasia.

Sumber : NTDTV.com

Trump Ultimatum Mengerikan ke Iran: “Tanda Tangan atau Dimusnahkan!” Dunia Menunggu 24 Jam Penentuan

EtIndonesia. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat tajam pada pertengahan Mei 2026. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara terbuka mengeluarkan ultimatum keras kepada Teheran sambil memperingatkan bahwa operasi militer lanjutan dapat segera dilakukan dalam waktu dekat.

Dalam wawancara terbaru bersama Fox News yang disiarkan pada Jumat, 16 Mei 2026, Trump menolak proposal perdamaian terbaru dari Iran dan menyebut tawaran tersebut “tidak dapat diterima”. 

Dalam kesempatan itu, Trump juga mengungkap bahwa militer Amerika telah melancarkan berbagai operasi besar terhadap target-target Iran, termasuk sejumlah sasaran strategis yang sebelumnya sengaja “ditahan” untuk tidak diserang, namun kini mulai dipertimbangkan kembali sebagai target operasi berikutnya.

Pernyataan Trump langsung memicu perhatian internasional karena muncul di tengah meningkatnya aktivitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Pentagon Konfirmasi 50 Ribu Tentara AS Siaga di Timur Tengah

Pada minggu yang sama, Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, memberikan kesaksian di hadapan Kongres AS terkait perkembangan situasi Timur Tengah.

Dalam keterangannya, Hegseth mengonfirmasi bahwa Pentagon telah menyiapkan berbagai rencana kontingensi untuk menghadapi kemungkinan eskalasi konflik lebih lanjut dengan Iran.

Ia menyebut bahwa saat ini terdapat sekitar 50 ribu personel militer Amerika Serikat yang telah ditempatkan di berbagai titik strategis di kawasan Timur Tengah.

Meski kapal induk USS Gerald R. Ford dilaporkan mulai melakukan perjalanan kembali ke Amerika Serikat pada 16 Mei 2026, dua kelompok tempur kapal induk lainnya, yaitu USS Abraham Lincoln dan USS George H.W. Bush, masih tetap berada di kawasan Timur Tengah dalam status siaga tempur penuh.

Keberadaan dua kapal induk tersebut dinilai sebagai sinyal kuat bahwa Washington masih membuka kemungkinan operasi militer skala besar terhadap Iran.

Trump Singgung Penghancuran Fasilitas Nuklir Iran

Dalam beberapa pernyataannya, Trump juga kembali menyinggung kemungkinan dilakukannya operasi besar untuk menghancurkan fasilitas pengayaan uranium Iran yang berada jauh di bawah tanah.

Selain itu, ia secara khusus membahas operasi serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap fasilitas pertahanan Iran di Pulau Khark, sebuah pulau yang menjadi pusat penting industri minyak Iran di Teluk Persia.

Trump mengatakan bahwa pasukan gabungan AS–Israel sebenarnya telah mampu menghancurkan hampir seluruh fasilitas strategis di pulau tersebut, namun sengaja tidak menyasar terminal minyak utama Iran.

“Kami menghantam seluruh fasilitas di Pulau Khark kecuali instalasi minyaknya. Mereka meratakan hampir seluruh pulau, hanya menyisakan terminal minyak untuk berjaga-jaga,” ujar Trump.

Pernyataan itu dinilai banyak pengamat sebagai bentuk tekanan psikologis terhadap Iran sekaligus sinyal bahwa Amerika masih menahan sebagian kekuatan militernya.

Ultimatum Trump dari Beijing: “Kesabaran Saya Hampir Habis”

Saat berada di Beijing pada Kamis, 16 Mei 2026, Trump kembali mengeluarkan pernyataan keras kepada Iran.

Ia mengatakan bahwa kesabarannya terhadap Teheran sudah hampir habis dan Iran kini hanya memiliki dua pilihan.

“Saya tidak akan bersabar lebih lama lagi. Sekarang mereka hanya punya dua pilihan: mencapai kesepakatan atau dimusnahkan.”

Pernyataan tersebut langsung memicu spekulasi bahwa Washington kemungkinan sedang mendekati tahap pengambilan keputusan akhir terkait operasi militer lanjutan.

Iran Ancam Terapkan “Pembukaan Berbayar” di Selat Hormuz

Di tengah meningkatnya tekanan dari Washington, Iran juga mengeluarkan ancaman baru terhadap jalur pelayaran internasional.

Pada 16 Mei 2026, Ketua Komite Keamanan Parlemen Iran, Ebrahim Azizi, menulis di platform X bahwa Iran telah siap menerapkan skema “pembukaan berbayar” di Selat Hormuz.

Iran juga mengancam akan menutup permanen jalur pelayaran bagi kapal-kapal yang memiliki keterkaitan dengan Amerika Serikat.

Ancaman tersebut kembali meningkatkan ketegangan global karena Selat Hormuz merupakan salah satu jalur energi paling penting di dunia. Sebagian besar ekspor minyak dari kawasan Teluk melewati jalur sempit tersebut.

Ledakan Besar Guncang Israel, Iran Langsung Klaim Bertanggung Jawab

Pada hari yang sama, sebuah ledakan besar tiba-tiba mengguncang wilayah Israel dan langsung memicu perhatian luas.

Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan awan berbentuk jamur membumbung tinggi ke langit malam setelah ledakan besar terjadi di kawasan Beit Shemesh, sebelah barat Yerusalem.

Menurut laporan media Israel, ledakan tersebut diduga terjadi di fasilitas sensitif militer atau industri pertahanan.

Militer Israel dilaporkan segera menutup seluruh akses menuju lokasi dan membatasi masuknya kendaraan penyelamat ke area tersebut.

Lokasi ledakan disebut berada di salah satu fasilitas milik Tomer, perusahaan pertahanan milik negara Israel yang memproduksi sistem pendorong rudal, termasuk mesin roket serta komponen inti untuk sistem pertahanan dan serangan rudal.

Tidak lama setelah ledakan terjadi, Iran langsung mengklaim bahwa peristiwa tersebut merupakan hasil operasi yang dilakukan pihaknya.

Teheran menyebut fasilitas yang dihantam merupakan pabrik militer yang memproduksi mesin roket berat dan ringan, termasuk mesin rudal dan mesin untuk satelit seri tertentu.

Iran bahkan mengklaim seluruh fasilitas tersebut berhasil dihancurkan.

Namun hingga kini, klaim tersebut masih bersifat sepihak dan belum mendapat konfirmasi independen dari pihak internasional maupun pemerintah Israel.

AS Disebut Pertimbangkan Rebut Pulau Strategis Iran

Sementara itu, laporan media Inggris The Telegraph pada 16 Mei 2026 mengungkap bahwa sejumlah penasihat senior Trump kini sedang menekan Uni Emirat Arab agar memainkan peran lebih besar dalam konflik melawan Iran.

Salah satu usulan yang disebut sedang dipertimbangkan adalah rencana merebut Pulau Lavan di Teluk Persia.

Pulau tersebut merupakan titik strategis penting karena berada di jalur pelayaran utara Teluk Persia sekaligus menjadi lokasi salah satu terminal ekspor minyak utama Iran.

Sejumlah analis menilai bahwa wacana ini menunjukkan Washington kemungkinan tidak hanya mempertimbangkan operasi serangan udara semata, tetapi juga mulai mempelajari skenario operasi pendudukan wilayah strategis Iran.

Ekonomi Iran Disebut Memburuk

Di tengah tekanan geopolitik dan militer yang terus meningkat, pemerintah Iran juga menghadapi tekanan ekonomi dalam negeri yang semakin berat.

Pada 16 Mei 2026, Reuters melaporkan bahwa Iran secara mendadak mengumumkan rencana pembukaan kembali pasar saham nasional pada Selasa mendatang.

Pengumuman itu mengejutkan banyak pihak karena bursa saham Iran sebelumnya dihentikan sejak dimulainya operasi gabungan Amerika Serikat dan sekutunya terhadap Iran.

Meski pemerintah Iran mencoba menunjukkan bahwa situasi ekonomi tetap terkendali, sejumlah analis menilai langkah tersebut justru memperlihatkan tekanan besar yang sedang dihadapi Teheran.

Beberapa pejabat Iran bahkan disebut telah mengakui bahwa kondisi ekonomi negara itu kini berada dalam situasi yang sangat buruk.

Israel Bocorkan: Trump Bisa Putuskan Serangan Baru dalam 24 Jam

Pada hari yang sama, Trump kembali menyampaikan ancaman keras dalam wawancara bersama Business FM TV.

“Saya tidak tahu apakah Iran akan menandatangani kesepakatan. Tapi jika mereka tidak menandatanganinya, mereka akan menghadapi situasi yang sangat buruk. Sebaiknya mereka mencapai kesepakatan.”

Tak lama setelah itu, media Israel Channel 12 membocorkan informasi penting terkait perkembangan terbaru.

Berdasarkan penilaian militer dan intelijen Israel, Trump diperkirakan akan mengambil keputusan resmi dalam waktu 24 jam mengenai apakah Amerika Serikat akan meluncurkan operasi militer lanjutan terhadap Iran.

Seorang pejabat senior Israel bahkan mengatakan bahwa militer Israel telah bersiap menghadapi babak konflik baru yang berpotensi berlangsung jauh lebih lama.

Menurutnya, konflik berikutnya kemungkinan bukan hanya berupa serangan udara singkat, melainkan dapat berkembang menjadi operasi militer yang berlangsung selama beberapa hari bahkan beberapa minggu.

Karena selama ini Amerika Serikat dan Israel dikenal memiliki koordinasi strategi militer yang sangat erat, perkembangan situasi Iran dalam 24 jam ke depan kini menjadi perhatian utama dunia internasional. (***)

Satu Drone Lolos dan Meledak Dekat PLTN Barakah — Timur Tengah Langsung Gempar

EtIndonesia— Situasi geopolitik di Timur Tengah kembali mengalami peningkatan eskalasi setelah muncul laporan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump tengah mempertimbangkan untuk meluncurkan kembali operasi militer terhadap Iran. Perkembangan ini terjadi hanya beberapa hari setelah Trump menyelesaikan kunjungan diplomatik pentingnya ke Tiongkok.

Menurut laporan media Amerika, Fox News, Trump dijadwalkan melakukan pembicaraan melalui sambungan telepon dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu padai Minggu, 17 Mei 2026. Percakapan tersebut dipandang sebagai salah satu komunikasi paling penting dalam beberapa pekan terakhir, di tengah meningkatnya kekhawatiran akan potensi pecahnya konflik besar di kawasan Timur Tengah.

Netanyahu: “Kami Siap Menghadapi Berbagai Skenario”

Dalam pernyataannya pada Minggu pagi, Netanyahu menegaskan bahwa Israel saat ini terus memantau perkembangan situasi Iran dengan tingkat kewaspadaan yang sangat tinggi.

Ia menyebut bahwa dirinya akan kembali berbicara dengan Presiden Trump seperti yang selama ini rutin dilakukan beberapa hari sekali.

“Saya akan berbicara dengan sahabat kami, Presiden Trump, seperti biasanya setiap beberapa hari sekali. Saya tentu ingin mendengar kesannya setelah kunjungan ke Tiongkok, dan mungkin kami juga akan membahas hal-hal lain. Banyak kemungkinan sedang berkembang, dan kami telah siap menghadapi berbagai skenario,” ujar Netanyahu.

Pernyataan tersebut langsung memicu perhatian internasional karena disampaikan di tengah berbagai laporan intelijen yang menunjukkan meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Iran Disebut Tetap Blokade Selat Hormuz dan Pertahankan Program Nuklir

Laporan intelijen kawasan yang dikutip Fox News menyebutkan bahwa Iran hingga kini masih mempertahankan blokade di Selat Hormuz serta menolak menghentikan pengembangan program nuklirnya.

Kondisi ini disebut semakin membuat pemerintahan Trump kehilangan kesabaran terhadap strategi Teheran. Beberapa sumber di Washington menyebut bahwa opsi operasi militer kini kembali menjadi pembahasan serius di lingkaran keamanan nasional Amerika Serikat.

Sejumlah pengamat menilai bahwa bila negosiasi tidak menunjukkan kemajuan dalam waktu dekat, maka kemungkinan dimulainya kembali serangan militer terhadap target-target Iran akan semakin besar.

Iran Tunjuk Mohammad Bagher Ghalibaf sebagai Utusan Khusus untuk Tiongkok

Di tengah meningkatnya tekanan internasional, media Iran melaporkan bahwa Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf kini ditunjuk sebagai perwakilan khusus urusan Tiongkok.

Penunjukan ini menarik perhatian karena Ghalibaf belakangan juga diketahui menjadi salah satu tokoh utama Iran dalam jalur negosiasi dengan Amerika Serikat.

Banyak analis menilai langkah tersebut menunjukkan bahwa Teheran kini berusaha menghubungkan dua jalur diplomasi sekaligus: negosiasi dengan Washington dan kerja sama strategis dengan Beijing.

Iran disebut berharap pengaruh Tiongkok dapat membantu memecahkan kebuntuan dalam perundingan dengan Amerika Serikat, terutama terkait sanksi ekonomi, jalur perdagangan energi, dan isu nuklir.

Namun di sisi lain, Amerika Serikat dan Israel dilaporkan terus memperkuat kesiapan militernya di kawasan Timur Tengah.

AS dan Israel Tingkatkan Persiapan Militer

Dalam beberapa pekan terakhir, berbagai laporan menyebut bahwa Washington dan Tel Aviv telah meningkatkan kesiapan operasi militer terhadap fasilitas nuklir dan sistem rudal Iran.

Penambahan pasukan, pengerahan kapal perang, hingga peningkatan aktivitas intelijen disebut terus berlangsung di kawasan Teluk dan Laut Arab.

Para pengamat keamanan internasional menilai risiko pecahnya konflik berskala besar kini berada pada titik yang sangat tinggi.

Menurut mereka, tanda-tanda persiapan perang mulai terlihat semakin jelas, baik dari sisi diplomatik maupun militer.

Drone Serang Area PLTN Barakah di UEA

Ketegangan kembali meningkat setelah pada 17 Mei 2026 pagi, tiga drone dilaporkan memasuki wilayah udara Uni Emirat Arab dari arah perbatasan barat.

Menurut laporan awal, dua drone berhasil ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara, namun satu drone lainnya berhasil menghantam generator listrik di area luar Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Barakah dan memicu kebakaran.

Pemerintah UEA menyatakan bahwa insiden tersebut tidak menyebabkan korban jiwa maupun kerusakan pada fasilitas reaktor utama.

Meski demikian, Abu Dhabi mengeluarkan pernyataan keras dan menegaskan bahwa negaranya memiliki hak penuh untuk merespons serangan tersebut.

Pemerintah UEA menyatakan akan mengambil seluruh langkah yang diperlukan demi melindungi keamanan nasional, kedaulatan wilayah, dan keselamatan rakyatnya sesuai hukum internasional.

Iran Dinilai Sedang “Bermain Api”

Sejumlah analis keamanan Timur Tengah menilai bahwa bila nantinya terbukti Iran berada di balik serangan drone tersebut, maka situasi dapat berubah menjadi sangat berbahaya.

Mereka memperingatkan bahwa serangan terhadap area yang berkaitan dengan fasilitas nuklir sipil dapat memicu respons militer besar dari negara-negara Teluk maupun Amerika Serikat.

Beberapa pengamat bahkan menyebut Iran saat ini sedang “bermain api” karena terus meningkatkan tekanan regional di saat militer Amerika dan Israel berada dalam kondisi siaga tinggi.

Menurut mereka, dalam beberapa hari mendatang bukan tidak mungkin akan muncul serangan lanjutan maupun operasi balasan yang lebih besar.

CENTCOM Ungkap Operasi Laut terhadap Iran

Sementara itu, United States Central Command pada Minggu, 17 Mei 2026, juga mengungkap perkembangan terbaru operasi maritim Amerika Serikat di kawasan.

CENTCOM menyatakan bahwa sejak dimulainya operasi blokade terhadap Iran pada 13 April 2026, militer AS telah melakukan modifikasi terhadap 81 kapal dagang dan membuat empat kapal lainnya lumpuh.

Komando militer AS tersebut juga mengonfirmasi bahwa kelompok amfibi Tripoli Amphibious Ready Group saat ini tengah menjalankan operasi di Laut Arab sebagai bagian dari tekanan militer terhadap Iran.

Aktivitas armada tersebut semakin memperkuat spekulasi bahwa Washington sedang menyiapkan skenario yang lebih besar apabila situasi dengan Iran terus memburuk.

Dengan meningkatnya aktivitas militer, komunikasi intensif antara Washington dan Tel Aviv, serta serangkaian insiden keamanan di kawasan Teluk, banyak pihak kini menilai Timur Tengah sedang memasuki salah satu fase paling berbahaya dalam beberapa tahun terakhir. (***)

Video Rahasia Dirilis: Bom AS Hantam Gurun Afrika, Trump Umumkan Pembunuh Massal ISIS Tewas

EtIndonesia. Pada Jumat, 16 Mei 2026, Gedung Putih secara resmi merilis rekaman operasi militer udara milik Komando Afrika Amerika Serikat (AFRICOM) yang langsung memicu perhatian dunia internasional. Video tersebut memperlihatkan sebuah serangan presisi tinggi di wilayah gurun Nigeria, ketika bom berpemandu menghantam target dengan ledakan besar yang mengguncang area sekitarnya.

Tak lama setelah video dipublikasikan, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan melalui media sosial bahwa militer AS baru saja menyelesaikan sebuah operasi rahasia yang disebut berhasil menewaskan salah satu tokoh paling penting dalam jaringan ISIS global.

Tokoh yang dimaksud dikenal dengan nama Abu Bilal al-Minuki, yang oleh pemerintah AS disebut sebagai figur nomor dua ISIS di tingkat internasional dan otak utama ekspansi kelompok tersebut di kawasan Afrika setelah kehancuran basis ISIS di Suriah dan Irak beberapa tahun lalu.

Trump menyatakan bahwa Abu selama ini yakin dirinya aman bersembunyi di Afrika Barat, terutama di wilayah gurun dan daerah konflik yang sulit dijangkau pemerintah setempat. Namun menurut Trump, intelijen Amerika ternyata telah melacak pergerakannya dalam waktu lama sebelum akhirnya melancarkan serangan mematikan tersebut.

Dalam pernyataannya, Trump menegaskan : “Dia mengira dirinya aman di Afrika. Tetapi kami melihatnya, kami mengawasinya, dan sekarang dia sudah tidak ada lagi.”

Tokoh ISIS Diduga Bertanggung Jawab atas Pembantaian Massal di Nigeria

Menurut keterangan yang disampaikan Gedung Putih dan sejumlah laporan media Amerika, Abu diduga menjadi salah satu perancang utama berbagai operasi brutal ISIS di Afrika, khususnya di Nigeria dan kawasan Sahel.

Ia dituding bertanggung jawab atas serangkaian pembantaian terhadap komunitas Kristen di Nigeria dalam beberapa tahun terakhir. Konflik bersenjata yang melibatkan kelompok ekstremis di kawasan tersebut memang telah menyebabkan jutaan warga kehilangan tempat tinggal, ribuan korban jiwa, dan meningkatnya krisis kemanusiaan di Afrika Barat.

Pemerintah Amerika menyebut Abu memainkan peran penting dalam memperluas jaringan ISIS setelah kelompok tersebut kehilangan kekuatan besar di Timur Tengah. Afrika kemudian dianggap menjadi “basis baru” bagi reorganisasi ISIS global.

Video Pendeta Nigeria Jadi Sorotan Trump

Menariknya, beberapa jam setelah pengumuman operasi militer itu, Trump juga membagikan ulang sebuah video yang memperlihatkan seorang pendeta kulit hitam asal Nigeria memohon bantuan kepada Amerika Serikat.

Dalam video tersebut, sang pendeta meminta Trump turun tangan untuk menghentikan pembantaian terhadap umat Kristen Afrika yang disebut terus menjadi target kelompok ISIS dan milisi ekstremis lainnya.

Trump kemudian menuliskan pesan singkat yang langsung viral di media sosial: “Saya mendengar. Saya melihat. Dan sekarang saya sedang bertindak.”

Pernyataan itu dipandang sebagai sinyal bahwa pemerintahan Trump kini mulai mengambil pendekatan militer yang jauh lebih agresif terhadap ancaman terorisme global, terutama di kawasan yang sebelumnya jarang menjadi fokus utama operasi militer Amerika.

Operasi Besar Penjaga Pantai AS: 2,7 Ton Kokain Disita

Di tengah pengumuman operasi antiteror di Afrika, aparat keamanan Amerika juga mengumumkan keberhasilan operasi besar lainnya di kawasan laut lepas.

Pada hari yang sama, Penjaga Pantai Amerika Serikat melaporkan keberhasilan menggagalkan penyelundupan narkoba dalam jumlah sangat besar yang diduga berasal dari jaringan kartel internasional Amerika Latin.

Dalam operasi tersebut, beberapa kapal cepat dan helikopter militer dikerahkan untuk memburu tiga kapal penyelundup bersenjata yang berusaha mengirim narkoba menuju wilayah Amerika Serikat melalui jalur laut malam hari.

Setelah pengejaran berlangsung dramatis, aparat berhasil menyita sekitar 6.000 pon atau sekitar 2,7 ton kokain berkadar tinggi.

Pihak berwenang menyebut narkoba tersebut memiliki nilai pasar sangat besar dan diyakini akan diedarkan di berbagai kota besar Amerika jika berhasil lolos masuk.

Rekaman operasi yang beredar memperlihatkan kapal-kapal cepat bergerak dengan kecepatan tinggi di laut terbuka, sementara helikopter militer terbang rendah mengawasi pergerakan kapal penyelundup.

Pasukan Khusus AS dan CIA Disebut Sudah Masuk ke Meksiko

Sementara itu, laporan lain dari sejumlah media Amerika mengungkap perkembangan yang bahkan lebih mengejutkan.

Menurut laporan tersebut, dalam beberapa pekan terakhir sejumlah besar pasukan khusus Amerika dan agen Central Intelligence Agency atau CIA telah mulai beroperasi di wilayah Meksiko.

Mereka disebut bukan lagi sekadar membantu investigasi bersama aparat lokal, tetapi menjalankan operasi langsung terhadap jaringan kartel narkoba yang kini oleh Washington dikategorikan sebagai organisasi teroris.

Laporan menyebut operasi rahasia itu memiliki tiga misi utama:

  1. Melacak dan memburu bos-bos kartel narkoba besar yang dianggap mengancam keamanan nasional Amerika Serikat.
  2. Memberi kewenangan kepada pasukan khusus untuk menembak mati anggota kartel yang melakukan perlawanan bersenjata.
  3. Menangkap sejumlah politisi dan pejabat Meksiko yang selama ini diduga menerima suap serta melindungi aktivitas kartel narkoba.

Jika laporan tersebut benar, maka ini akan menjadi salah satu operasi lintas batas paling agresif yang pernah dilakukan Amerika terhadap jaringan kartel di Meksiko.

“Perang Bayangan” di Halaman Belakang Amerika

Sejumlah analis keamanan menilai rangkaian operasi yang diumumkan pada 16 Mei 2026 ini menunjukkan bahwa pemerintahan Trump kini mulai membuka front baru dalam perang global melawan terorisme dan kejahatan transnasional.

Jika sebelumnya fokus utama Amerika berada di Timur Tengah, kini perhatian Washington tampaknya mulai bergeser ke Afrika dan kawasan Amerika Latin.

Operasi pembunuhan tokoh ISIS di Nigeria, pengejaran kartel narkoba di laut, hingga dugaan pengerahan pasukan rahasia ke Meksiko dinilai sebagai bagian dari strategi keamanan baru yang jauh lebih ofensif.

Banyak pengamat bahkan menyebut situasi ini sebagai awal dari sebuah “perang bayangan besar” yang sedang berkembang di halaman belakang Amerika sendiri.

Hingga kini, pemerintah Meksiko belum memberikan penjelasan resmi secara rinci terkait laporan keberadaan pasukan khusus AS dan agen CIA di wilayah mereka. Namun isu tersebut sudah memicu perdebatan besar di media Amerika maupun Amerika Latin mengenai kemungkinan eskalasi konflik baru di kawasan tersebut. (***)

Jakarta : Semarakkan Hari Falun Dafa Sedunia dan 34 Tahun Diperkenalkannya Falun Dafa ke Publik 

EtIndonesia. Saat mentari terbit di pusat ibu kota Jakarta, terdengar dari kejauhan sayup-sayup irama yang lembut dan damai di kawasan Tebet Eco Park, Jakarta Selatan, Minggu (17/5/2026). Ini tepatnya adalah musik latihan yang dipraktikkan oleh para praktisi Falun Dafa atau Falun Gong.

Kehadiran mereka untuk merayakan Hari Falun Dafa Sedunia ke 27 yang jatuh setiap 13 Mei dan peringatan 34 tahun diperkenalkannya Falun Dafa ke publik. 

Saat itu, para praktisi Falun Dafa yang mengenakan kostum kuning sedang membentangkan tangan mereka. Perangkat latihan Ini adalah bagian dari perangkat latihan kedua yang bernama ‘Falun Zhuang Fa’  untuk memperkuat energi, menumbuhkan kebijakan dan menaikkan tingkatan. Sebelum ini, mereka mengawali dengan perangkat pertama bernama “Fozhan Qianshou Fa” untuk membuka saluran energi seluruh tubuh, mencipatkan medan energi yang kuat. Untuk diketahui, latihan Falun Dafa terdiri dari lima perangkat termasuk meditasi. 

Para praktisi Falun Dafa melatihan perangkat latihan kedua yang bernama ‘Falun Zhuang Fa’  untuk memperkuat energi, menumbuhkan kebijakan dan menaikkan tingkatan

Sejumlah warga yang melintasi kawasan Eco Park terlihat sesekali menghampiri para praktisi Falun Dafa untuk mengetahui lebih lanjut tentang latihan itu. Mereka pun menerima brosur pengenalan Falun Dafa serta dengan seksama menyimak penjelasan yang disampaikan.

Hari Falun Dafa Sedunia di Jakarta juga disertai dengan penampilan genderang pinggang yang membawakan tabuhan dan musik tradisional Tiongkok. Kegiatan ini juga disemarakkan dengan lagu-lagu tentang Falun Dafa yang disenandungkan oleh penyanyi soprano Sastrani.

Sejumlah warga yang melintasi kawasan Eco Park menyimak penjelasan tentang Falun Dafa
Sejumlah warga yang melintasi kawasan Eco Park menyimak penjelasan tentang Falun Dafa

Falun Dafa, yang juga dikenal sebagai Falun Gong, adalah sebuah latihan spiritual tradisional Tiongkok berdasarkan prinsip Sejati, Baik, dan Sabar. Falun Dafa merupakan kelompok spiritual dengan pertumbuhan tercepat di Tiongkok pada awal 1990-an, dan diperkirakan telah dipraktikkan oleh 100 juta orang pada tahun 1999. Latihan ini pertama kali diperkenalkan ke publik oleh Master Li Hongzhi pada Mei 1992. 

Meskipun saat ini dipraktikkan di lebih dari 100 negara di seluruh dunia termasuk di Indonesia, latihan ini dilarang oleh pemerintahan komunis Tiongkok. Karena melihat popularitas latihan spiritual tersebut sebagai ancaman terhadap kekuasaan satu partai, Partai Komunis Tiongkok (PKT) meluncurkan kampanye penganiayaan brutal terhadap Falun Dafa pada tahun 1999, dengan tujuan memusnahkannya.

Sejak saat itu, para praktisi di daratan Tiongkok menghadapi penganiayaan berat, dengan laporan mengenai penyiksaan, kerja paksa, pembunuhan, bahkan pengambilan organ secara paksa dari orang yang masih hidup.

Para praktisi Falun Dafa atau Falun Gong mempraktikkan latihan meditasi di kawasan Tebet Eco Park, Jakarata Selatan
Para praktisi Falun Dafa atau Falun Gong mempraktikkan latihan meditasi di kawasan Tebet Eco Park, Jakarata Selatan

Tubuh Lebih Sehat dan Bugar Hingga Menemukan Pencerahan Hidup 

Sejumlah praktisi Falun Gong juga membagikan tentang manfaat yang mereka dapatkan ketika  berlatih Falun Dafa dengan sungguh-sungguh dari tubuh yang lebih sehat dan bugar, peningkatan watak serta pencerahan kehidupan mereka.

Seorang praktisi Laksmini Witono menceritakan tentang penyakit yang pernah ia derita. Ia merinci berbagai penyakitnya mulai dari maag kronis dan asma. Akhirnya seiring waktu, keajaiban menghampiri dirinya hingga ia pulih kembali.   

“Terus saya coba. Begitu saya coba.. akhirnya mengalir… dan ikutin arahan pembina, akhirnya kok saya punya maag itu nggak saya rasakan, tahu-tahu kok ilang ya,” kisahnya.

Laksmini juga menceritakan ia kini lebih sabar setelah ia berlatih Falun Dafa. Bahkan ia sudah tak linglung lagi dalam berkomunikasi. “Saya suka lupa mendadak, ilang, tahu-tahu ditanya orang hah?, nggak ada lagi, terus saya lebih sabar,” katanya. 

Pada kesempatan yang sama, Wiwik yang tinggal di Cibubur menceritakan awalnya ia menderita penyakit yang tak diketahuinya. Ia menyebutkan kondisinya bahkan 70 persen tak bisa beraktivitas. Bahkan, ketika ia memeriksakan dirinya ke dokter, hasil diagnosa belum menunjukkan apa-apa. 

Usaha untuk membuat dirinya segera pulih, tak membuat wiwik putus asa. Ia sempat menempuh pengobatan alternatif. Harapan yang tak pernah padam akhirnya membuahkan hasil, perselancarannya di dunia maya nantinya menjawab apa yang ia alami. 

“Nah (ada) link nya, falundafa.org.id. Ya, udah langsung saya klik, di situ saya lihat ada video peragaan latihan,” ungkapnya. 

Hari demi hari berlalu, wiwik mulai merasakan manfaat setelah terus berlatih Falun Dafa. Tak hanya berlatih, buku Zhuan Falun yang merupakan buku bimbingan Falun Dafa juga ia baca. Setelah membaca serta meresapinya, luka akibat pahit getir langkahnya mengarungi kehidupan akhirnya sembuh hingga menuju pencerahan hidup. 

“Pertama kali saya baca, dan beberapa kali itu kayak nampar, jadi semua pertanyaan saya sebelum saya bertemu Falun Dafa dan sampai akhirnya saya sakit itu, itu kok kayak ngobrol sama saya, ini buku gitu, ngobrol, kok semuanya terjawab, kenapa ada kekerasan,” jelasnya. (***)

Kisah Seorang Ibu Uighur Ungkap Sisi Gelap Kamp Penahanan Partai Komunis Tiongkok

EtIndonesia. Seorang ibu etnis Uighur yang tinggal di Amerika Serikat baru-baru ini menerima wawancara dari Fox News di Washington yang ditayangkan pada 16 Mei 2026. Ia menceritakan pengalaman tragisnya di kamp penahanan di Tiongkok. Ia mengatakan bahwa dirinya tidak hanya ditahan, diinterogasi, dan disiksa, tetapi juga menyaksikan putranya yang baru lahir meninggal di pelukannya.

Mihrigul Tursun, 35 tahun, mengenang dalam wawancara tersebut bahwa sebelumnya ia belajar manajemen bisnis di Mesir, menikah, dan memiliki anak di sana. 

Pada Mei 2015, ia kembali ke Tiongkok untuk mengunjungi keluarga bersama bayi kembarnya yang baru berusia dua bulan. Namun begitu pesawat mendarat di bandara Beijing, polisi langsung membawanya pergi.

Ia mengatakan bahwa saat itu polisi memisahkannya secara paksa dari anak-anaknya dan terus menginterogasinya mengenai apakah ia pernah terlibat kegiatan politik selama berada di Mesir. Setelah itu, ia dipasangi penutup kepala hitam, diborgol, lalu dibawa ke tahanan di Xinjiang.

Tursun mengatakan bahwa selama masa penahanan, ia mengalami interogasi berkepanjangan dan perlakuan kasar. Beberapa minggu kemudian, pihak berwenang tiba-tiba memberitahunya bahwa salah satu anaknya dalam kondisi kritis. 

Saat ia dikawal polisi ke rumah sakit, ia melihat dua anaknya yang masih hidup dipasangi selang oksigen. Keesokan harinya, dokter menyerahkan sebuah “surat kematian” yang mencantumkan nama putranya.

Ia mengatakan tidak ada seorang pun yang menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada anaknya. Karena dirinya dianggap sebagai “tersangka politik”, dokter maupun polisi menolak memberikan jawaban.

Tursun mengenang bahwa ia membawa pulang jenazah anaknya dan tinggal bersamanya selama tiga hari. Sebagai Muslim, keluarga tersebut menginginkan pemakaman tradisional, tetapi pihak berwenang tidak mengizinkan orang luar untuk melihat jenazah tersebut.

Ia menahan air mata, berkata, “Saya terus berusaha menghangatkannya, tetapi ia tidak pernah membuka matanya lagi.”

Ia juga mengatakan bahwa antara tahun 2015 dan 2018, ia dipindahkan ke beberapa penjara dan fasilitas penahanan, di mana selama waktu itu ia menderita pelecehan psikologis, sengatan listrik, dan pengawasan yang berkepanjangan. Ia mengatakan bahwa suatu kali, ketika ia menyebutkan “Tuhan akan menghukummu,” para petugas mengejek imannya.

Ia juga menyebutkan bahwa lebih dari 60 wanita dijejalkan ke dalam sel-sel kecil di pusat penahanan, banyak diantaranya tidak pernah melihat sinar matahari, termasuk gadis-gadis di bawah umur. Ia mengenang seorang gadis berusia 17 tahun yang mengalami gangguan mental setelah dilecehkan secara seksual dan meninggal dua bulan kemudian.

Akhirnya, dengan campur tangan suaminya dan pemerintah Mesir, Tursun diizinkan meninggalkan Tiongkok. Kini, ia telah menetap di Amerika Serikat bersama anaknya yang masih hidup dan diberikan suaka pada tahun 2018.

Sejak tahun 2017, warga Uighur dan minoritas etnis Muslim lainnya di Xinjiang telah mengalami penganiayaan dari Partai Komunis Tiongkok dan ditempatkan di fasilitas mirip kamp konsentrasi di mana penyiksaan dan bentuk-bentuk pelecehan lainnya diyakini telah terjadi.

Sumber : NTDTV.com

Operasi Militer Gabungan antara AS dan Nigeria Menewaskan Pemimpin Nomor Dua ISIS

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Nigeria Bola Tinubu mengumumkan bahwa pasukan Amerika Serikat dan militer Nigeria telah menewaskan tokoh nomor dua kelompok teroris ISIS, Minuki, dalam sebuah operasi gabungan.

EtIndonesia. Presiden AS Donald Trump pada Jumat (15/5/2026)  mengunggah pernyataan yang mengatakan: “Malam ini, atas instruksi saya, pasukan pemberani Amerika Serikat dan pasukan Nigeria berhasil melaksanakan sebuah misi yang direncanakan dengan cermat dan sangat kompleks, serta berhasil melenyapkan Abu Bilal Minuki, salah satu teroris paling aktif di dunia.”

Trump juga mengatakan bahwa operasi ISIS di seluruh dunia telah sangat dilemahkan.

Presiden Nigeria Bola Tinubu pada Sabtu memuji operasi tersebut sebagai contoh keberhasilan kerjasama antiterorisme. Ia menyampaikan terima kasih yang tulus kepada Presiden Trump atas kepemimpinan dan dukungan teguhnya, serta berharap akan ada lebih banyak serangan terhadap markas kelompok teroris di masa mendatang.

Militer Nigeria pada Sabtu menyatakan bahwa operasi terbaru itu dimulai pada pukul 00.00 dini hari dan berakhir pada pukul 04.00 pagi waktu setempat. Tidak ada korban jiwa lain maupun kerusakan properti dalam operasi tersebut.

Trump menuduh kelompok teroris itu melakukan penganiayaan terhadap umat Kristen di Nigeria. Pada Desember tahun lalu, ia memerintahkan serangan terhadap target ISIS di wilayah barat laut Nigeria. 

Setelah itu, Amerika Serikat meningkatkan penggunaan drone dan penempatan militernya di kawasan tersebut. Pemerintahan Biden pada tahun 2023 telah menetapkan Minuki sebagai “teroris global yang ditetapkan secara khusus”.

Laporan gabungan oleh reporter NTDTV, Li Mei dan Jiang Diya.