Video Pantai Iran Berubah Menjadi “Lautan Merah Darah”, Rekaman Mengejutkan Terungkap 

EtIndonesia. Pulau Hormuz di selatan Iran dilanda hujan deras selama beberapa hari berturut-turut, yang menyebabkan sebagian garis pantainya berubah menjadi “lautan merah darah”, sehingga menarik perhatian luas.

Banyak wisatawan dan penggemar fotografi membagikan video di berbagai platform media sosial. Dalam video terlihat bahwa selama hujan lebat, air hujan menyeret tanah merah dari lereng bukit ke laut, sehingga pantai dan air laut berubah menjadi merah pekat seperti darah. Pemandangan tersebut tampak sangat mengejutkan.

Menurut laporan Gulf News dan sejumlah media internasional lainnya, hujan deras yang terus mengguyur Pulau Hormuz di Iran selatan telah mengubah sebagian garis pantai—yang oleh penduduk setempat dikenal sebagai “Pantai Pasir Merah”—menjadi warna merah tua yang mencolok.

Pulau Hormuz terletak di Selat Hormuz di Teluk Arab, dan terkenal dengan tanah merah alaminya serta lanskap yang penuh warna. Tanah yang kaya akan kandungan besi ini—yang oleh penduduk setempat disebut “tanah merah gelack”—memberikan warna khas pada pantai tersebut.

Laporan menyebutkan bahwa setiap kali hujan lebat turun, sejumlah besar tanah merah tersapu dari tebing dan mengalir ke laut, sehingga membentuk pemandangan seperti yang terlihat. Fenomena ini memang tidak terjadi setiap hari, namun merupakan hasil dari kondisi geologi unik pulau tersebut.

Pulau Hormuz juga dikenal sebagai “Pulau Pelangi” (rainbow island), karena memiliki lebih dari 70 jenis mineral dengan warna yang beragam.

Fenomena pantai yang berubah menjadi merah darah ini memicu perbincangan hangat di kalangan warganet. Ada yang berkomentar: “Terlihat seperti bercak darah.” “Warna merah ini tampak mengerikan.” “Maaf atas ketidaktahuan saya, tapi apakah ini baik atau buruk bagi lingkungan?” Ada pula yang menjawab: “Ini bukan hal baik atau buruk, melainkan fenomena erosi akibat hujan lebat.”

Sebagian lainnya berkomentar lebih ekstrem, seperti: “Iran adalah poros kejahatan.” “Seperti neraka di dunia.” “Pemandangan ini mirip akhir zaman.” “Dalam beberapa ramalan kiamat, laut yang berubah menjadi merah sering ditafsirkan sebagai pertanda bencana, seperti wabah, perang, kelaparan, dan kematian.” (Hui)

Tiket Duduk Seumur Hidup

EtIndonesia. Hidup ini memang menarik: jika kamu hanya mau menerima yang terbaik, sering kali kamu akan mendapatkan yang terbaik.

Ada seseorang yang sangat sering bepergian dinas. Hampir setiap kali bepergian dengan kereta, dia tidak mendapatkan tiket dengan nomor tempat duduk. Namun anehnya, baik perjalanan jauh maupun dekat, sepadat apa pun kereta itu, dia selalu berhasil mendapatkan tempat duduk.

Caranya sebenarnya sangat sederhana: dia mencari dengan sabar, gerbong demi gerbong.

Metode ini terdengar biasa saja, bahkan terkesan tidak istimewa. Tetapi justru itulah yang membuatnya efektif. Setiap kali naik kereta, dia sudah menyiapkan diri untuk berjalan dari gerbong pertama hingga gerbong terakhir. Namun, hampir setiap perjalanan, sebelum sampai ke gerbong terakhir, dia selalu menemukan kursi kosong.

Dia pernah berkata, alasannya sederhana: penumpang yang benar-benar mau bersabar dan terus mencari seperti dirinya, jumlahnya sangat sedikit.

Sering kali, di gerbong tempat dia akhirnya duduk, masih tersisa beberapa kursi kosong. Sementara di gerbong lain, lorong dan sambungan antar-gerbong justru penuh sesak oleh penumpang yang berdiri berdesakan.

Menurutnya, kebanyakan orang mudah tertipu oleh kesan awal—melihat satu atau dua gerbong yang penuh, lalu mengira seluruh kereta sama padatnya. Mereka jarang memikirkan bahwa selama puluhan kali kereta berhenti, dengan belasan pintu yang terus membuka dan menutup, selalu ada peluang bagi kursi kosong untuk muncul.

Bahkan jika terpikir pun, banyak orang tidak memiliki kesabaran untuk mencarinya. Berdiri di satu sudut kecil yang sempit sering kali sudah cukup membuat mereka merasa aman. Membawa tas dan barang sambil berpindah-pindah demi satu atau dua kursi dianggap tidak sepadan. Mereka juga takut, jika tidak menemukan kursi, mereka justru kehilangan tempat berdiri yang relatif nyaman.

Seperti halnya dalam kehidupan, orang-orang yang terlalu cepat puas, takut gagal, dan enggan melangkah maju, sering kali hanya akan berhenti di titik awal tanpa pernah benar-benar mencapai keberhasilan. Begitu pula para penumpang yang enggan mencari tempat duduk—kebanyakan dari mereka akhirnya berdiri dari awal naik hingga saat turun dari kereta.

Renungan

Kepercayaan diri, ketekunan, pandangan ke depan, dan kesediaan untuk bertindak nyata— semua itu akan memberimu sebuah tiket duduk seumur hidup dalam perjalanan kehidupan.

Video Viral Ungkap Segalanya: Drone Israel Tertembak, F-16 Hantam Kasino Kamboja

EtIndonesia. Konflik bersenjata antara Thailand dan Kamboja kembali meningkat dalam beberapa hari terakhir. Rangkaian peristiwa mulai dari dugaan penembakan jatuh pesawat nirawak buatan Israel, serangan udara intensif oleh jet tempur Thailand, hingga perebutan posisi darat di wilayah perbatasan, menandai fase baru konflik yang kian kompleks.

Video Viral: Drone Dominator XP Israel Diduga Ditembak Jatuh

Pada 18 Desember, sebuah video yang beredar luas di internet memperlihatkan puing-puing drone Dominator XP yang terbakar di darat pada malam hari. Drone tersebut diduga ditembak jatuh oleh militer Kamboja. Dominator XP dikenal sebagai drone jarak jauh berdaya jelajah lama, dikembangkan oleh industri pertahanan Israel dengan platform pesawat sipil bermesin ganda DA42.

Drone ini lazim digunakan untuk pengintaian, pengawasan, dan pengumpulan intelijen, dengan kemampuan membawa beragam sensor canggih—mulai dari inframerah, radar aperture sintetis (SAR), hingga radar maritim. Spesifikasinya mencakup waktu terbang lebih dari 20 jam, muatan maksimum 373 kilogram, dan ketinggian operasi hingga 8.000 meter. Thailand diketahui mengoperasikan tiga unit dengan harga sekitar 9 juta dolar per unit; Meksiko juga termasuk operatornya.

Rekaman memperlihatkan drone ditembak jatuh pada malam hari, lalu terbakar hebat setelah menghantam darat—sebuah tantangan teknis yang tidak ringan bagi pertahanan udara Kamboja.

Bagaimana Drone Itu Bisa Dijatuhkan?

Secara umum, kemampuan pertahanan udara Kamboja dinilai terbatas dan didominasi sistem portabel jarak pendek buatan Tiongkok, yang efektif terhadap target rendah. Namun, mendeteksi dan mencegat drone besar pada malam hari tetap sulit.

Perhatian kemudian tertuju pada sistem rudal darat-ke-udara jarak menengah KS-1 (Kaishan-1)—versi ekspor HQ-12—yang secara teori mampu menjangkau hingga 70 km dengan ketinggian intersepsi di atas 20 km. Militer Kamboja secara resmi menerima Kaishan-1 pada September 2023, dan sejak itu muncul laporan sporadis bahwa sistem ini telah dikerahkan. Hingga kini, mekanisme pasti penembakan belum terkonfirmasi, namun Kaishan-1 disebut sebagai kemungkinan terbesar.

Bagi Kamboja, insiden ini—jika terkonfirmasi—akan menjadi salah satu keberhasilan pertahanan udara langka yang pernah dicapai.

Serangan Udara Thailand: F-16 Menggempur Sasaran di Banteay Meanchey

Masih pada 18 Desember, antara pukul 14.00–15.00 waktu setempat, Angkatan Udara Thailand mengerahkan jet tempur F-16 secara intensif untuk menyerang pangkalan militer dan gudang senjata Kamboja di Provinsi Banteay Meanchey—wilayah perbatasan strategis.

Rekaman warga menunjukkan gudang senjata terkena serangan langsung, memicu asap hitam tebal yang membubung tinggi. Lokasi berada di sekitar Kota Poipet, gerbang darat penting Thailand–Kamboja yang berpenduduk padat, sehingga banyak dokumentasi pasca-serangan beredar.

Dalam video lain, terlihat setidaknya dua bom dijatuhkan ke beberapa bangunan kasino di pusat Poipet. Militer Thailand menyatakan lokasi tersebut digunakan sebagai titik pengumpulan pasukan dan gudang senjata oleh militer Kamboja.

Roket Artileri DTI-2: Debut Tempur Senjata Buatan Thailand

Pada 17 Desember, militer Thailand merilis video penggunaan roket artileri DTI-2 buatan dalam negeri untuk menyerang wilayah Preah Vihear IV. Sistem ini sepenuhnya dirancang dan diproduksi Thailand, dengan berat roket 65 kg dan jangkauan hingga 40 km—menandai debut tempur pertama DTI-2.

Kemajuan Pasukan Darat Thailand

Di darat, pasukan Thailand terus mencatat kemajuan taktis. Rekaman 18 Desember menunjukkan perebutan posisi garis depan Kamboja, dengan temuan senapan mesin berat, mortir 120 mm, dan berbagai amunisi buatan Tiongkok.

Pada 17 Desember, pasukan Thailand juga menguasai kembali reruntuhan Kuil Ta Kwai di dekat Provinsi Surin, memaksa pasukan Kamboja mundur. Situs bersejarah ini telah diperebutkan sejak konflik pecah Juli 2025. Meski gencatan senjata dicapai 29 Juli, Kamboja kemudian mendirikan basis di kompleks kuil tersebut. Rekaman memperlihatkan emosi dan semangat tinggi prajurit Thailand saat merebut kembali lokasi itu.

Sebelumnya, pada 16 Desember pukul 18.00, Angkatan Darat Kerajaan Thailand mengumumkan penguasaan wilayah Zan’anma. Upacara pengibaran bendera dan nyanyian lagu kebangsaan menandai klaim kendali wilayah.

Kasino Perbatasan: Dari Pariwisata ke Medan Tempur

Sepanjang konflik, bangunan kasino di wilayah perbatasan kerap menjadi sasaran. Jumlahnya bukan satu atau dua, melainkan sedikitnya 8–10 gedung. Dalam video terbaru, gedung-gedung tersebut terbakar hebat pasca-serangan.

Di lapangan, bangunan ini lebih menyerupai kompleks tertutup dengan tembok tinggi—ditengarai sebagai pusat penipuan daring. Militer Thailand menilai kawasan tersebut digunakan untuk peluncuran artileri atau drone, menunjukkan keterkaitan erat antara militer Kamboja dan jaringan penipuan.

Gambaran dari Sisi Kamboja

Video dari pihak Kamboja memperlihatkan serangan dari bunker, sebagian prajurit tanpa alas kaki, serta penggunaan meriam antitank dan senapan serbu buatan Tiongkok. Rekaman malam hari lainnya menunjukkan tembakan roket beruntun ke arah Thailand—diduga dari peluncur roket RM-70 buatan Ceko—dengan suara roket membelah langit malam.

Latihan Militer Tiongkok–Kamboja dan Standarisasi Alutsista

Beredar pula video televisi Thailand yang menampilkan latihan militer Kamboja dengan instruktur Tiongkok di daratan Tiongkok. Hampir seluruh perlengkapan terlihat standar Tentara Pembebasan Rakyat, termasuk senapan Tipe 95 kaliber 5,8 mm dan helm balistik bulat.

Video lain memperlihatkan latihan gabungan Mei 2025, dengan tembak langsung artileri buatan Tiongkok. Seorang komandan Kamboja menyebut latihan tersebut memperdalam pemahaman teknologi dan persenjataan kedua pihak.

Fenomena Unik: Ritual Keagamaan di Tengah Perang

Meski sama-sama mayoritas Buddha, konflik ini menampilkan fenomena langka: biksu Kamboja melakukan ritual terhadap jenderal Thailand, sementara jenderal Kamboja meminta doa keselamatan sebelum ke medan perang—pemandangan yang jarang dalam peperangan modern.

Upaya Gencatan Senjata dan Mediasi

Hingga 18 Desember, belum ada tanda gencatan senjata. Pada 17 Desember, Thailand mengajukan tiga syarat tegas:

  1. Gencatan senjata sepihak tanpa syarat oleh Kamboja.
  2. Pelaksanaan nyata dan berkelanjutan, tanpa serangan lanjutan.
  3. Itikad baik pembersihan ranjau darat.

Syarat ini dinilai sangat keras dan belum diterima Phnom Penh. Pada 18 Desember, utusan khusus Kementerian Luar Negeri Tiongkok tiba di Thailand dan Kamboja untuk menengahi.

Dinamika Ketergantungan Kamboja dan Respons Opini Publik

Kedua negara memiliki hubungan dengan Tiongkok, namun ketergantungan Kamboja jauh lebih besar—baik dari sisi persenjataan maupun ekonomi. Di sekitar Pelabuhan Sihanoukville, berbagai kompleks penipuan dilaporkan dikelola jaringan asal Tiongkok, disebut-sebut memiliki pengaruh kuat.

Seiring konflik berjalan, muncul fenomena menarik: sebagian warganet di Tiongkok daratan secara terbuka menyatakan dukungan terhadap operasi militer Thailand.

Miliarder yang Menyebut Dirinya sebagai “Ayah Pertama Tiongkok” Diduga Memiliki Ratusan Anak

EtIndonesia. Seorang miliarder Tiongkok yang meraih kekayaannya di industri video game telah memicu kontroversi setelah diduga memiliki ratusan anak, terutama melalui ibu pengganti.

Xu Bo adalah tokoh terkenal dan kontroversial di industri video game Tiongkok. Dia meluncurkan MMORPG populer Fantasy Westward Journey dan kemudian mendirikan Duoyi Network yang berbasis di Guangzhou, salah satu perusahaan game terbesar di Tiongkok. Namun selama bertahun-tahun, Xu juga dikenal karena serangkaian pernyataan misoginistik dan kontroversial mengenai anak-anak.

Wall Street Journal baru-baru ini menerbitkan sebuah artikel yang menuduh bahwa miliarder Tiongkok tersebut telah memiliki lebih dari 100 anak melalui agen ibu pengganti di Amerika Serikat. Angka yang mengejutkan tersebut dikonfirmasi oleh Duoyi dalam sebuah pernyataan yang menyatakan bahwa Xu memiliki “hanya sedikit lebih dari 100” anak, yang dilahirkan “setelah bertahun-tahun berusaha”.

Namun, 100 anak terdengar seperti angka yang konservatif jika Anda percaya mantan pasangan Xu Bo, yang mengklaim bahwa dia telah memiliki lebih dari 300 anak selama hubungan mereka saja. Xu bertemu Tang Jing di situs perjodohan pada tahun 2009, dan meskipun mereka tidak pernah menikah secara resmi, mereka hidup bersama selama 14 tahun. Keduanya kini terlibat dalam perselisihan keuangan, dengan Tang mengklaim bahwa dia telah menghabiskan jutaan untuk menghidupi anak-anak mantan pasangannya.

“Selama dekade terakhir, pengeluaran yang dibutuhkan untuk memelihara dan merawat keluarga besar dengan 300 anak ini sangat besar. Sebagian besar uang yang saya terima digunakan untuk biaya hidup sehari-hari kami selama waktu itu,” kata Tang Jing kepada South China Morning Post.

Orang bisa mengatakan bahwa mantan pasangan yang sakit hati akan mengarang berbagai macam kebohongan tentang seorang pengusaha sukses seperti Xu, dan media akan menulis apa pun yang laku, tetapi masalahnya adalah Xu Bo sendiri telah membuat berbagai macam pernyataan aneh tentang memiliki anak selama bertahun-tahun.

Pada tahun 2023, dia secara terbuka merekrut pacar di media sosial dengan tujuan memiliki “setidaknya 50 putra berkualitas tinggi” (dia menegaskan bahwa anak laki-laki lebih unggul daripada anak perempuan) yang suatu hari nanti dapat mengambil alih kerajaannya, dan bahkan mengubah nama pengguna daringnya menjadi “Memiliki Lebih Banyak Anak Menyelesaikan Segalanya”.

Xu sering membual bahwa dia adalah “pria elit satu dalam sejuta” yang 50 putranya akan menjadi sosialita elit, dengan setidaknya 10 di antaranya mencapai kesuksesan tingkat atas.

Menariknya, Xu Bo memiliki 11 anak dengan mantan pasangannya, Tian Jing, dan keduanya saat ini sedang memperebutkan hak asuh kedua putri mereka.

Tidak ada yang tahu pasti berapa banyak anak yang dimiliki oleh pria yang menyebut dirinya “Ayah Pertama Tiongkok” ini, atau berapa banyak yang dia rencanakan untuk dimiliki di masa depan, tetapi dia mungkin akan mengalami kesulitan dalam melaksanakan rencananya setelah kontroversi di negara asalnya, di mana praktik ibu pengganti dilarang.

“Bisakah ada yang menghentikannya? Hanya karena dia kaya, apakah itu berarti dia bisa membesarkan anak-anak seperti ternak? Anak-anak adalah makhluk hidup, bukan serangga. Apakah dia sedang menjalankan semacam eksperimen pembiakan manusia?” komentar seseorang yang marah di Weibo.(yn)

Ranjau, Bunker, dan Bendera Lima Bintang: Rahasia Kelam Konflik Thailand–Kamboja Terbuka

EtIndonesia. Ketegangan di perbatasan Thailand–Kamboja kembali meningkat setelah otoritas Thailand mempublikasikan serangkaian bukti yang menuduh militer Kamboja melakukan penanaman ranjau darat antipersonel—sebuah tindakan yang dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap Konvensi Ottawa. Perkembangan ini berlangsung di tengah operasi militer Thailand terhadap kompleks penyiksaan dan penipuan daring lintas negara, serta memicu gelombang reaksi keras di media sosial kawasan.

Temuan Ranjau PMN-2 dan Dokumen Pelatihan

Pada 19 Desember 2025, setelah pasukan Thailand kembali menguasai Desa Ban Nong Ri di perbatasan Provinsi Trat–Kamboja, tim penjinak ranjau menemukan 16 unit ranjau antipersonel tipe PMN-2 di lokasi. Lebih krusial lagi, otoritas Thailand memperoleh dokumen berbahasa Khmer yang merinci spesifikasi teknis PMN-2, prosedur pemasangan dan pembersihan, daftar personel yang dilatih, serta tanggal pelatihan yang tercantum jelas: 7 Oktober 2024.

Berdasarkan rangkaian bukti tersebut, Bangkok menyimpulkan bahwa aktivitas penanaman ranjau dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan, sehingga memenuhi unsur pelanggaran terang-terangan terhadap hukum humaniter internasional.

Video Bunker Baru dan Logistik Berlabel Mandarin

Masih pada 19 Desember, media sosial Kamboja ramai memperbincangkan sebuah video yang memperlihatkan bunker baru dan logistik garis depan. Sejumlah kemasan terlihat berlabel bahasa Mandarin, memantik perhatian publik dan spekulasi tentang keterlibatan jaringan lintas negara dalam konflik dan kejahatan terorganisir di wilayah perbatasan.

Kompleks Penyiksaan: Evakuasi dan Dampak Nyata

Di sepanjang perbatasan Kamboja–Thailand, diperkirakan terdapat sekitar 20 kompleks besar penyiksaan dan penipuan daring. Hingga pertengahan Desember, enam kompleks dilaporkan telah dihancurkan dalam operasi presisi Thailand. Dampaknya terasa langsung: evakuasi besar-besaran terjadi di kompleks lain, dan di banyak wilayah jumlah panggilan penipuan menurun tajam.

Insiden Bendera Lima Bintang di Poipet

Di Poipet, kota perbatasan Kamboja, pada 19 Desember sejumlah operator penyiksaan berkewarganegaraan Tiongkok mengibarkan bendera lima bintang di atap bangunan. Aksi tersebut diduga dimaksudkan sebagai sinyal untuk menghindari serangan udara presisi jet tempur Thailand. Peristiwa ini memicu perdebatan sengit di dunia maya—mulai dari sindiran bahwa tindakan itu “terlalu banyak menonton film propaganda,” hingga ejekan bahwa kompleks penyiksaan diperlakukan seolah “kedutaan.”

Upaya Mediasi dan Respons Publik

Sehari sebelumnya, 18 Desember 2025, Wang Yi, Menteri Luar Negeri Tiongkok, dilaporkan menghubungi Thailand dan Kamboja untuk menyerukan agar kedua pihak “menghentikan kerugian tepat waktu.” Namun, komentar warganet—termasuk akun X Laoman Channel—menyindir bahwa siapa yang paling dirugikan justru terlihat dari siapa yang paling lantang meminta penghentian operasi.

Isu Durian Thailand dan “Serangan Balik” Warganet

Pada periode yang sama, beredar luas kabar bahwa durian Thailand terdeteksi mengandung zat karsinogen dan disita, bahkan diklaim berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi lebih dari 100 juta yuan. Alih-alih meredam situasi, isu ini justru memicu “serangan balik” warganet yang mempertanyakan timing pengungkapan—serta membandingkannya dengan pelarangan produk negara lain. Di kolom komentar, dukungan publik hampir sepihak mengarah ke Thailand, termasuk di akun resmi Kedutaan Besar Thailand di Tiongkok.

Kritik Aplikasi Anti-Penipuan dan Langkah Operator

Di Tiongkok, kritik kembali menguat terhadap aplikasi resmi Pusat Anti-Penipuan Nasional. Warganet menilai pembersihan fisik kompleks penipuan lebih efektif dibanding sekadar aplikasi. Sebagian pengguna bahkan mengaku layanan sempat tak dapat diakses saat operasi udara berlangsung, sementara yang lain melaporkan pembekuan kartu bank setelah memasang aplikasi.

Tekanan internasional turut berperan. Setelah Komisi Komunikasi Federal AS memberi tenggat 14 hari kepada operator, China Telecom meluncurkan layanan anti-gangguan Tianyi, China Mobile menutup 21.000 jalur relay ilegal, dan China Unicom mengoptimalkan penyaringan presisi serta menyerahkan rencana mitigasi ke pihak AS—dengan klaim tingkat pencegahan “virtual back-end” ≥99%. Respons publik sinis pun bermunculan: “Teknologinya ternyata ada—ke mana saja selama ini?”

Skala Global Kejahatan Penipuan

Data Departemen Keamanan Dalam Negeri AS menunjukkan bahwa tiga tahun terakhir kelompok kriminal asal Tiongkok menipu lebih dari 1 miliar dolar dari warga Amerika melalui SMS phishing berkedok tol, denda pos, dan sejenisnya. Rantai kejahatan mencakup perencanaan di Tiongkok, pengiriman SMS massal via SIM farm di AS, pemalsuan situs EasyPass dan USPS, hingga penggunaan money mule lokal. Pada puncak harian 2025, tercatat 330.000 SMS penipuan tol dalam satu hari. FBI menyebutnya sebagai serangan tingkat infrastruktur dengan korban mayoritas lansia.

Pada Desember, Google menggugat kelompok alat penipuan “Dakula”, sementara Departemen Keuangan AS pada September menjatuhkan sanksi terhadap kompleks penipuan di Myawaddy (Myanmar) dan Kamboja. PBB memperkirakan pendapatan tahunan industri penipuan Asia Tenggara mencapai puluhan miliar dolar.

Perluasan Kekhawatiran ke Negara Belt and Road

Laporan Reuters juga menyoroti Nigeria, mitra Belt and Road, di mana polisi membongkar kasus besar perdagangan organ dengan ratusan jenazah termutilasi di kamar mayat bawah tanah—polanya dinilai mirip dengan jaringan kejahatan di Asia Tenggara. Kekhawatiran pun meningkat bahwa kejahatan lintas negara telah merambah negara-negara mitra lainnya; video daring bahkan menampilkan ekspansi kompleks penipuan di Dubai.

Sorotan Domestik: Helikopter di Rumah Sakit Xiangya

Di platform Douyin, beredar video helikopter lepas-landas dan mendarat hingga 4–5 kali sehari di atap Rumah Sakit Xiangya Kedua Universitas Central South, Changsha, Hunan. Fenomena ini memicu spekulasi warganet tentang logistik organ, disertai komentar satir dan kekhawatiran publik.

Kesimpulan

Rangkaian temuan ranjau PMN-2, bukti dokumenter pelatihan, operasi terhadap kompleks penyiksaan listrik, serta sorotan internasional atas kejahatan penipuan lintas negara membentuk gambaran eskalasi yang kompleks di perbatasan Thailand–Kamboja. Di tengah upaya mediasi dan perang opini, fakta lapangan—termasuk dampak nyata pada berkurangnya penipuan—menjadi indikator penting arah perkembangan berikutnya.

 Kesuksesan Tidak Sesulit yang Kamu Bayangkan

EtIndonesia. Bukan karena suatu hal itu sulit kita tidak berani melakukannya, melainkan karena kita tidak berani melangkah, maka hal itu menjadi sulit.

Pada tahun 1965, seorang mahasiswa asal Korea Selatan pergi ke Universitas Cambridge untuk mengambil jurusan psikologi. Saat menikmati teh sore, dia sering mengunjungi kafe dan ruang minum teh di kampus, sekadar mendengarkan percakapan para tokoh sukses.

Orang-orang yang dia dengarkan bukan sembarang tokoh—di antaranya terdapat peraih Hadiah Nobel, pakar terkemuka di berbagai bidang, serta orang-orang yang berhasil menciptakan keajaiban ekonomi. Mereka berbicara dengan santai, penuh humor, dan memandang keberhasilan mereka sebagai sesuatu yang alami, seolah terjadi begitu saja.

Seiring waktu, mahasiswa itu mulai menyadari sesuatu yang mengejutkan. Dia merasa bahwa, ketika masih di negaranya, dia telah “ditakuti” oleh kisah sukses yang dilebih-lebihkan. Banyak orang sukses sengaja membesar-besarkan penderitaan dan kesulitan yang mereka alami saat merintis usaha, seakan-akan keberhasilan hanya bisa dicapai lewat penderitaan ekstrem. Tujuannya, tanpa disadari, justru membuat mereka yang baru ingin memulai menjadi ciut nyali.

Sebagai mahasiswa psikologi, dia merasa perlu meneliti pola pikir para tokoh sukses Korea.

Pada tahun 1970, dia mengajukan skripsinya yang berjudul “Kesuksesan Tidak Sesulit yang Kamu Bayangkan” kepada Profesor Will Braden, pelopor psikologi ekonomi modern. Setelah membaca karya itu, Profesor Braden sangat terkejut dan terkesan. Menurutnya, fenomena ini sebenarnya sangat umum—tidak hanya di Timur, tetapi di seluruh dunia—namun belum pernah ada yang berani mengungkapkannya secara sistematis dan ilmiah.

Dilanda rasa antusias, Profesor Braden menulis surat kepada seorang alumnus Cambridge yang kala itu menduduki posisi tertinggi dalam politik Korea Selatan, yaitu Park Chung-hee. 

Dalam suratnya, dia menulis: “Saya tidak berani mengatakan bahwa karya ini akan memberi manfaat langsung bagi Anda. Namun saya berani memastikan, pengaruhnya akan lebih mengguncang dibandingkan kebijakan apa pun yang Anda keluarkan.”

Kelak, buku ini benar-benar terbit dan mengiringi kebangkitan ekonomi Korea Selatan. Karya tersebut menyemangati banyak orang karena menyampaikan sudut pandang baru: keberhasilan tidak selalu harus identik dengan penderitaan ekstrem, seperti menyiksa diri, bekerja tanpa tidur, atau hidup dalam kesengsaraan.

Selama seseorang menyukai bidang yang dia tekuni dan mampu bertahan dalam jangka panjang, dia akan berhasil. Waktu dan kecerdasan yang diberikan Tuhan sudah cukup untuk menuntaskan satu hal dengan baik.

Mahasiswa muda itu sendiri akhirnya meraih kesuksesan. Dia kemudian menjabat sebagai Presiden Direktur Hyundai Motor Group.

Renungan

Banyak hal dalam kehidupan ini sebenarnya bisa dilakukan selama kita mau melangkah. Kesulitan yang ada pun selalu dapat diatasi.

Tak dibutuhkan tekad sekeras baja, tak pula strategi atau siasat yang rumit.

Selama seseorang hidup dengan kesederhanaan dan rasa ketertarikan yang tulus, pada akhirnya ia akan menyadari bahwa segala sesuatu telah diatur secara alami—seperti air yang mengalir ke tempatnya sendiri.(jhn/yn)

Kapal Tanker Minyak Venezuela terkait dengan Tiongkok, Trump Perintahkan Blokade Total

Kapal tanker minyak “Skipper” yang ditahan Amerika Serikat di perairan dekat Venezuela pekan lalu dilaporkan memiliki keterkaitan langsung dengan Tiongkok. Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 16 Desember telah memerintahkan pemblokiran total terhadap seluruh kapal tanker yang dikenai sanksi yang keluar masuk Venezuela, serta menetapkan rezim Maduro sebagai organisasi teroris asing.

EtIndonesia. Pekan lalu, Amerika Serikat menahan kapal tanker minyak raksasa “Skipper” di perairan dekat Venezuela. Anggota DPR AS dari “Komite Khusus DPR tentang Persaingan Strategis antara Amerika Serikat dan Partai Komunis Tiongkok”, Nate Moran, pada Senin (15 Desember) menulis di platform X bahwa kapal tanker Skipper yang ditahan menggunakan metode pelacakan yang menipu dan terhubung dengan kapal-kapal yang dikelola Tiongkok, menyoroti bagaimana jaringan ilegal semacam ini beroperasi.

Ketua komite khusus tersebut, anggota DPR John Moolenaar, pada Jumat pekan lalu mengirim surat kepada Menteri Keuangan AS Scott Bessent, menjelaskan secara rinci keterkaitan langsung kapal tanker Skipper dengan Tiongkok.

Dalam surat itu disebutkan bahwa data yang diperoleh komite menunjukkan kapal Skipper menggunakan sistem pelacakan lokasi palsu. Selain itu, pada 12–14 Agustus tahun ini, kapal Skipper melakukan dua kali kontak jarak dekat yang berlangsung lama dengan kapal tanker “Luois” (LUOIS) yang dikelola oleh pihak Tiongkok di Laut Tiongkok Selatan. Kedua kapal berlayar berdampingan dengan kecepatan rendah di area yang jauh dari jalur pelayaran normal, pola yang sesuai dengan transaksi minyak mentah rahasia di laut.

Setelah itu, kapal Luois berlayar ke utara dan singgah sebentar di Hong Kong pada 15 Agustus, lalu dalam beberapa minggu berikutnya bolak-balik berlayar antara pelabuhan Qingdao, Dongjiakou, muara Sungai Yangtze, dan Yantai. Tujuan pelayaran yang dilaporkan sering berubah, sementara kedalaman sarat kapal berfluktuasi tajam berulang kali—semua ini sesuai dengan pola penyelundupan produk minyak ke Tiongkok.

Surat tersebut juga menunjukkan bahwa kapal Luois secara nominal berbendera Kepulauan Marshall, dengan pemilik terdaftar sebuah perusahaan Hong Kong (Fung Nam Ltd.14), namun unit pengelola operasional sebenarnya adalah “Qingdao Ocean Kimo Ship Management Co.” yang berbasis di Qingdao, Tiongkok.


“Penyelundupan minyak Venezuela terutama dilakukan melalui apa yang disebut ‘armada bayangan’. Ini adalah cara PKT memanfaatkan sanksi—di satu sisi memperkuat pengaruh diplomatiknya, di sisi lain memperoleh sumber minyak dengan harga murah. Ini strategi yang menguntungkan dari dua arah,” ujar direktur Institut Strategi dan Sumber Daya, Institut Riset Keamanan Nasional Taiwan, Su Tzu-yun. 

“Sebelumnya, Tiongkok juga mengimpor minyak dari Iran dengan pola yang sama, dan kini pola itu diterapkan pada Venezuela. Dalam kondisi seperti ini, Trump hanya bisa ‘memukul ular di bagian paling vital’, yakni selain mencegat dan memblokade kapal tanker Venezuela, juga membongkar perdagangan minyak antara PKT dan Venezuela yang melanggar sanksi,” tambahnya. 

Komite khusus tersebut merekomendasikan Departemen Keuangan AS untuk meninjau kapal Luois serta perusahaan Qingdao yang mengoperasikannya.

 “Secara pribadi, saya melihat peran Tiongkok bukan sebagai satu-satunya dalang, melainkan sebagai pihak yang memungkinkan jaringan ini terbentuk—yakni sebagai sisi permintaan, sekaligus penguat di sisi logistik dan layanan,” ujar Wakil Profesor Tetap Jurusan Urusan Internasional dan Bisnis, Universitas Nanhua Taiwan, Sun Kuo-hsiang. 

“Ke depan, titik pengamatan kuncinya adalah apakah AS akan meningkatkan tindakan dari penahanan kapal dan sanksi kasus per kasus, menuju sanksi sekunder yang lebih sistematis, atau menargetkan rantai layanan pelabuhan dan pelayaran. Hal itu akan secara langsung mengubah perhitungan biaya dan risiko perusahaan Tiongkok serta pihak ketiga terkait, dan pada gilirannya mempersempit kelayakan serta ruang diskon ekspor minyak Venezuela ke Tiongkok,” tambahnya. 

Presiden Trump pada 16 Desember malam menulis di platform Truth Social bahwa ia telah memerintahkan “pemblokiran total” terhadap semua “kapal tanker yang dikenai sanksi” yang keluar masuk Venezuela.

Kapal Skipper sebelumnya telah dimasukkan ke dalam daftar sanksi AS karena diduga terlibat dalam “armada bayangan” penyelundupan minyak Iran pada tahun 2022. 

Data yang ditinjau komite khusus kali ini juga menemukan bahwa pada paruh pertama 2025, kapal Skipper terus mengangkut minyak mentah Iran yang dikenai sanksi ke Tiongkok, dengan perkiraan volume pengiriman mencapai sekitar dua juta barel.

Tiongkok merupakan pelanggan luar negeri terbesar minyak Venezuela, sekaligus pembeli utama minyak Iran. Karena sanksi internasional, minyak ini biasanya diangkut melalui jalur “abu-abu”. Kini, kedua sumber utama tersebut sama-sama menghadapi pengetatan sanksi.


“Saat ini, impor energi Tiongkok terutama berasal dari Rusia, Iran, dan Venezuela. Jika sanksi terhadap Iran dan Venezuela diterapkan dengan intensitas tinggi dan sangat efektif, dampaknya akan langsung terasa pada energi dan ekonomi Tiongkok,” kata peneliti Institut Riset Keamanan Nasional Taiwan, Shen Ming-shih. 

“PKT mungkin akan meningkatkan impor dari Rusia, namun itu bertentangan dengan komitmen sebelumnya kepada Amerika Serikat untuk mengurangi impor dari Rusia. Ini adalah rangkaian masalah yang saling terkait,” jelasnya. 

Trump juga menyatakan bahwa karena berbagai alasan seperti pencurian aset Amerika Serikat, terorisme, dan perdagangan narkoba, “rezim Venezuela telah ditetapkan sebagai organisasi teroris asing”.

PKT dan Rusia merupakan dua sekutu utama Venezuela. Namun, setelah Trump meningkatkan tekanan, baik Tiongkok maupun Rusia tidak memberikan dukungan nyata kepada Maduro. Informasi terbaru menunjukkan bahwa setelah kapal Skipper ditahan AS, para pelanggan minyak—termasuk kilang minyak Tiongkok—telah meminta Venezuela memberikan diskon yang lebih besar dan melonggarkan ketentuan kontrak. (Hui)

Video Penyebaran Lonjakan Wabah Flu di Tiongkok Meluas: Anak-Anak Rentan Mengalami ‘Paru-Paru Putih’ Hingga Warga Khawatir

Sejak memasuki Desember, wabah influenza di berbagai wilayah daratan Tiongkok  terus meningkat. Penyebaran virus berlangsung sangat cepat dan menyebabkan banyak orang terinfeksi. Sekolah menjadi salah satu area paling terdampak, sementara jumlah pasien dengan kondisi “paru-paru putih” meningkat tajam. 

Dilaporkan, seorang anak laki-laki berusia 11 tahun di Provinsi Zhejiang setelah terinfeksi virus, dalam waktu satu hari berkembang menjadi “paru-paru putih total” dan harus dilarikan ke ICU untuk perawatan darurat. Bersamaan dengan itu, muncul banyak kasus kematian anak, yang memicu kepanikan di kalangan orang tua.

EtIndonesia. Menurut laporan media daratan Tiongkok pada 17 Desember 2025, seorang anak laki-laki 11 tahun di Zhejiang mulai demam pada  1 Desember pagi, disertai batuk ringan. Keluarganya awalnya mengira hanya flu biasa. Namun pada malam hari, paru-parunya sudah tersumbat dan ia kesulitan bernapas. Keesokan paginya kondisinya berkembang menjadi paru-paru putih, dengan risiko sesak napas parah, sehingga harus segera dibawa ke Pediatric Intensive Care Unit (PICU) untuk diselamatkan.

Selain itu, di Kabupaten Qingfeng, Kota Xuzhou, Provinsi Jiangsu, seorang anak perempuan berusia 4 tahun—menurut penuturan ibunya—demam selama dua hari, lalu kondisinya dengan cepat memburuk menjadi paru-paru putih. Rumah sakit terpaksa menggunakan alat bantu ECMO (oksigenasi membran ekstrakorporeal) untuk penyelamatan.

Pada 10 Desember, kabar tentang seorang anak perempuan berusia 7 tahun di Zhengzhou, Provinsi Henan, yang setelah terinfeksi flu A mengalami paru kanan memutih sepenuhnya hanya dalam beberapa jam, sempat menjadi topik hangat di internet.


“Flu sangat parah sekarang, di sekitar saya banyak yang terkena. Penularan di sekolah lebih hebat lagi. Ke rumah sakit untuk infus pun harus antri panjang. Saya sendiri mengalami paru-paru putih dan dirawat setengah bulan. Kasus paru-paru putih sudah sangat banyak.”

Media resmi Partai Komunis Tiongkok melaporkan bahwa saat ini Tiongkok telah memasuki musim puncak penyakit menular saluran pernapasan. Secara keseluruhan, tren wabah menunjukkan peningkatan; influenza berada pada tingkat penyebaran tinggi, sementara virus RSV dan rhinovirus juga masih aktif pada tingkat tertentu,” ujar seorang warga Beijing bermarga Wang. 

Pada 11 Desember, data terbaru yang dirilis Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Tiongkok menunjukkan bahwa tingkat positif virus influenza di antara pasien rawat jalan dan gawat darurat dengan gejala mirip flu secara nasional telah meningkat menjadi 54,2%, naik 3,1% dibandingkan pekan sebelumnya.

Namun, data sebenarnya tidak diketahui secara pasti.

Seorang blogger dari Tiongkok daratan mengatakan:  “Kita tidak bisa memprediksi sepenuhnya. Banyak anak yang, dari hasil tes, membawa beberapa jenis virus sekaligus. Artinya ada masalah infeksi gabungan, dan sangat serius. Karena itu, menurut saya tahun ini terasa sangat parah.”

Dilaporkan bahwa dari selatan hingga utara, termasuk Beijing, Tianjin, dan Shanghai, situasi wabah sudah sangat serius, dengan lonjakan tajam jumlah pasien di rumah sakit. Di banyak daerah seperti Henan dan Sichuan, telah muncul kasus kematian anak, yang membuat para orang tua panik.

Pada 7 Desember, seorang warganet Sichuan mengunggah video yang mengatakan bahwa seorang anak berusia 8 tahun meninggal dunia di rumah sakit setelah terinfeksi apa yang disebut flu A. Ibu anak tersebut menangis histeris dan mengingatkan masyarakat agar benar-benar waspada.

Sejumlah warga mengatakan kepada New Tang Dynasty bahwa di seluruh negeri, bukan hanya anak-anak, kasus kematian mendadak di kalangan anak muda juga terus meningkat. Mereka meragukan bahwa wabah yang terjadi di Tiongkok sebenarnya masih merupakan varian baru COVID-19, dan menilai pihak berwenang menggunakan “flu A” untuk menutupi kebenaran.

 “Di rumah sakit ada sangat, sangat banyak pasien. Ini masih COVID. Yang meninggal sekarang kebanyakan orang muda, usia tiga puluhan atau empat puluhan,” ujar seorang warga Henan bermarga Shao. 

Baru-baru ini, atlet binaraga daratan Tiongkok, Wang Kun, meninggal dunia secara mendadak pada usia 30 tahun, yang memicu perhatian luas.

Pada 9 Desember, Rumah Sakit Ibu dan Anak Kota Pingxiang mengutip data pengujian influenza dari CDC, menyatakan bahwa dalam tiga bulan terakhir saja, jumlah kasus flu A berat dan kematian secara nasional meningkat 40,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Angka sebenarnya diduga lebih tinggi.

Laporan wawancara oleh Tang Rui dan Xiong Bin

AS Guyur Taiwan Persenjataan Senilai  Rp 183 Triliun: Gelombang Kedua di Era Trump, Mulai dari Sistem Pertahanan HIMARS Hingga 8 Proyek Strategis

Setelah Presiden Donald Trump kembali ke Gedung Putih, Amerika Serikat mengumumkan gelombang kedua penjualan senjata ke Taiwan, dengan total nilai mencapai 11,11054 miliar dolar AS. Kementerian Pertahanan Republik Tiongkok (Taiwan) pada Kamis i (18 Desember) menyatakan bahwa pemerintah AS telah memulai prosedur “pemberitahuan kepada Kongres” untuk 8 item penjualan senjata, yang diperkirakan akan resmi berlaku dalam waktu sebulan. Para pakar pertahanan menilai langkah ini melambangkan dukungan Amerika Serikat terhadap Taiwan serta tingkat saling percaya antara AS dan Taiwan.

EtIndonesia. Kementerian Pertahanan Republik Tiongkok menyatakan pada 18 Desember bahwa pada waktu Pantai Timur AS  17 Desember 2025 pukul 17.30, pemerintah AS telah memulai prosedur “pemberitahuan kepada Kongres” untuk delapan paket penjualan senjata ke Taiwan dengan total nilai 11,11054 miliar dolar AS (sekitar 352,464 miliar dolar Taiwan), dan diperkirakan akan resmi berlaku dalam satu bulan.

 “Amerika Serikat mengumumkan penjualan senjata baru ke Taiwan, termasuk pengesahan Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional tahun fiskal 2026 oleh Kongres, yang mencakup hampir 1 miliar dolar AS bantuan militer untuk Taiwan, serta ketentuan untuk mengungkap aset para elite PKT,” kata Direktur Institut Penelitian Strategi Pertahanan, Akademi Pertahanan Nasional Taiwan, Su Tzu-yun.

“Semua ini melambangkan dukungan AS terhadap Taiwan serta saling percaya antara Taiwan dan Amerika Serikat. Dalam hal penjualan senjata, ini merupakan penjualan besar pertama yang diputuskan langsung pada masa pemerintahan Trump 2.0,” tambahnya. 

Kementerian Pertahanan menjelaskan bahwa di antara persetujuan pasokan dan penjualan peralatan militer dari pihak AS, terdapat lima paket utama yang termasuk dalam “anggaran khusus untuk memperkuat ketahanan pertahanan dan kemampuan perang asimetris”, yaitu:

  • Meriam swagerak M109A7
  • Pembelian lanjutan sistem serangan presisi jarak jauh HIMARS
  • Pembelian lanjutan rudal TOW
  • Sistem rudal drone anti-lapis baja
  • Pembelian lanjutan rudal anti-tank Javelin untuk Angkatan Laut

Kementerian Pertahanan akan melanjutkan penandatanganan Letter of Offer and Acceptance (LOA) setelah anggaran khusus tersebut disetujui oleh Yuan Legislatif (parlemen).


“Selain itu, Taiwan juga membeli tambahan amunisi roket multilaras M30A2, yang merupakan jenis amunisi canggih dengan kemampuan detonasi di udara. Artinya, ledakan terjadi di udara sehingga jangkauan daya hancur dan efek pencegahannya jauh lebih besar. Total yang dibeli adalah 756 unit. Amunisi ini biasanya hanya dijual Amerika Serikat kepada negara-negara anggota NATO, dan merupakan sistem artileri roket multilaras yang sangat efektif,” ujar Su Tzu-yun. 

Menanggapi penjualan senjata AS ke Taiwan ini, Kantor Presiden Republik Tiongkok menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus, dan menegaskan bahwa langkah tersebut kembali menunjukkan komitmen berkelanjutan pemerintah AS terhadap keamanan Taiwan sesuai dengan Taiwan Relations Act dan Enam Jaminan. 

Hal ini sekali lagi menegaskan eratnya kemitraan kerja sama Taiwan–AS serta menunjukkan betapa seriusnya perhatian pemerintah AS terhadap kebutuhan pertahanan Taiwan. (Hui)

Presiden Baru Chile, José Antonio Last : Mendukung Pengakhiran “Rezim Diktator” Maduro

EtIndonesia.  Presiden terpilih sayap kanan Chile, José Antonio Kast, pada Rabu (17 Desember) menyatakan bahwa ia akan mendukung berbagai tindakan untuk mengakhiri apa yang ia sebut sebagai “rezim diktator” pemimpin Venezuela, Nicolás Maduro. Pernyataan Kast ini memperluas basis dukungan regional bagi Presiden AS Donald Trump dalam konfrontasinya dengan rezim Caracas.

Kast mengalahkan kandidat sayap kiri dengan selisih besar pada putaran kedua pemilihan presiden yang berlangsung pada 14 Desember. Kunjungan luar negeri pertamanya setelah kemenangan tersebut adalah ke Argentina.

Menurut laporan AFP, Kast mengatakan saat berkunjung ke Argentina pada 17 Desember bahwa ia mendukung “tindakan apa pun” yang bertujuan mengakhiri rezim Nicolás Maduro.

Kast menegaskan bahwa meskipun Chile sendiri “tidak akan ikut campur” di Venezuela, namun “jika ada pihak yang melakukannya, kami akan menyatakan dengan sangat jelas bahwa hal itu akan menyelesaikan masalah besar—bagi kami, bagi seluruh Amerika Latin, seluruh Amerika Selatan, bahkan bagi negara-negara di Eropa.”

Kast menyalahkan Maduro yang berhaluan kiri atas runtuhnya ekonomi Venezuela dan gelombang besar migrasi, serta menyebutnya sebagai “diktator pengedar narkoba”.

Pernyataan ini juga memperluas dukungan regional di saat Presiden AS Donald Trump mempertimbangkan kemungkinan melakukan serangan terhadap wilayah Venezuela.

Selama masa kampanye, Kast berjanji akan mendeportasi lebih dari 300.000 imigran ilegal—yang sebagian besar berasal dari Venezuela—memberantas kejahatan, dan memperketat keamanan perbatasan utara Chile.

Sejak tahun 2014, sekitar 7 juta warga Venezuela telah meninggalkan negaranya akibat krisis ekonomi dan politik yang parah di bawah pemerintahan Maduro yang semakin otoriter.

Kast mengatakan, “Menyelesaikan krisis Venezuela bukanlah tanggung jawab kami, tetapi siapa pun yang melakukannya akan kami dukung.”

Menjelang pemilu, Kast juga menyerukan agar warga Venezuela yang belum memiliki status hukum untuk meninggalkan Chile secara sukarela sebelum ia dilantik pada Maret tahun depan, atau mereka akan dideportasi secara paksa.

Namun, bulan lalu ratusan migran yang ingin pulang ke negaranya justru terhambat di perbatasan dengan Peru, setelah otoritas Peru menolak mengizinkan mereka melintas.

Kast mengusulkan pembentukan “koridor kemanusiaan” di Amerika Selatan untuk membantu warga Venezuela dan migran lainnya kembali ke negara asal mereka. (Hui)

Sumber : NTDTV.com

Beredar Kabar Jenderal Termuda Partai Komunis Tiongkok Meninggal Dunia Secara Mendadak Setelah Ditangkap, Baidu Langsung Hapus Datanya

Seorang akademisi daratan Tiongkok mengungkapkan bahwa jenderal termuda Partai Komunis Tiongkok (PKT), Chang Dingqiu, meninggal dunia secara mendadak akibat serangan jantung saat menjalani penahanan investigatif. Tak lama kemudian, Baidu Baike (ensiklopedia Baidu) menghapus data tentang dirinya. Para pengamat menilai, jika kabar ini benar, hal tersebut menunjukkan bahwa pertarungan internal yang kejam di dalam militer PKT masih terus berlangsung.

EtIndonesia. Pada 11 Desember 2025, pakar ilmu politik ternama di daratan Tiongkok, Liu Juning, mengungkapkan di platform X bahwa Panglima Angkatan Udara PKT, Jenderal Chang Dingqiu, meninggal dunia akibat serangan jantung mendadak saat menjalani “penahanan untuk pemeriksaan” oleh Komisi Disiplin Militer. Ia menambahkan bahwa informasi tersebut belum dikonfirmasi secara resmi, hanya untuk referensi, dan terbuka untuk dibantah.

Chang Dingqiu saat ini berusia 58 tahun. Pada tahun 2021, ia dipromosikan secara luar biasa oleh pemimpin PKT Xi Jinping menjadi Panglima Angkatan Udara. Saat itu, pada usia 54 tahun, Chang menjadi jenderal termuda sekaligus perwira termuda berpangkat setara komando zona tempur utama dalam sejarah PKT.

Kabar kematian mendadak Chang Dingqiu menarik perhatian luas dan banyak media luar negeri turut mengutip serta menganalisisnya. Namun hingga kini, kabar tersebut belum mendapatkan konfirmasi, sehingga kebenarannya masih belum jelas.

Mengklik entri untuk “Chang Dingqiu” menghasilkan kesalahan “halaman tidak ditemukan”. (Tangkapan layar)
Mengklik entri untuk “Chang Dingqiu” menghasilkan kesalahan “halaman tidak ditemukan”. (Tangkapan layar)

Pihak PKT sejauh ini tidak memberikan tanggapan apa pun, dan Chang Dingqiu juga tidak pernah muncul di hadapan publik untuk “membantah rumor”. Lebih jauh lagi, Baidu Baike secara diam-diam menghapus entri tentang Chang Dingqiu.

Hingga 17 Desember, dalam entri Baidu Baike mengenai Angkatan Udara PKT, masih tercantum nama komandan dan komisaris politik pertama, serta komandan dan komisaris politik saat ini. Keempat nama tersebut—termasuk Chang Dingqiu—ditampilkan sebagai tautan ke entri ensiklopedia masing-masing. Namun, hanya tautan nama Chang Dingqiu yang menampilkan pesan “halaman yang Anda kunjungi tidak ada”, sementara tiga nama lainnya dapat dibuka secara normal.

Hal ini menunjukkan bahwa entri “Chang Dingqiu” sebelumnya memang ada, tetapi kemudian diam-diam dihapus.

Pengamat politik Wang Youqun menulis di The Epoch Times bahwa untuk pejabat militer setingkat Chang Dingqiu, Baidu Baike seharusnya memiliki entri tentang dirinya. Penghapusan mendadak tersebut secara tidak langsung menguatkan kemungkinan bahwa Chang Dingqiu benar-benar telah meninggal dunia.

Wang juga menilai bahwa pembocor informasi, Liu Juning, adalah doktor ilmu politik lulusan Universitas Peking, pernah menjadi peneliti tamu di Universitas Harvard, dan kini menjabat sebagai peneliti di Institut Penelitian Kebudayaan Tiongkok di bawah Kementerian Kebudayaan PKT. Ia dikenal sebagai akademisi yang relatif ketat dan berhati-hati. Dalam urusan yang menyangkut nyawa manusia—terlebih lagi kematian seorang jenderal tinggi yang menjadi sorotan nasional dan internasional—Liu Juning dinilai kecil kemungkinan akan berbicara sembarangan.

Selain itu, Wang Youqun juga mengemukakan tiga kejanggalan terkait kabar kematian mendadak Chang Dingqiu:

  1. Menjelang Sidang Pleno Keempat PKT, diumumkan sembilan jenderal yang tumbang, namun tidak satu pun berasal dari Angkatan Udara.
  2. Chang Dingqiu dan Komisaris Politik Angkatan Udara Guo Puxiao keduanya hadir dalam Sidang Pleno Keempat.
  3. Chang Dingqiu berlatar belakang pilot tempur, memiliki kondisi fisik sangat baik, dan masih berada pada usia produktif. Mengapa ia tiba-tiba meninggal akibat serangan jantung?

Setelah kabar kematian mendadak Chang Dingqiu beredar, sejumlah analis menyatakan bahwa jika informasi ini benar, maka sangat mungkin ia ditangkap secara mendadak setelah Sidang Pleno Keempat PKT dan kemudian “dipaksa mengalami serangan jantung”, atau menjadi korban dari pertarungan kekuasaan yang brutal di dalam militer, di mana pihak yang berkuasa mengambil tindakan ekstrem. 

Sebagai pejabat tinggi yang mengendalikan Angkatan Udara, peristiwa yang menimpanya mungkin terkait dengan “aksi yang gagal” dan menyangkut hidup-mati tokoh-tokoh tingkat atas.

Pembersihan internal yang keras di tubuh militer PKT telah berlangsung cukup lama. Setelah kasus mantan Wakil Direktur Eksekutif Departemen Politik Militer, He Hongjun, dan Wakil Ketua Komisi Militer Pusat He Weidong, sempat beredar kabar di internet bahwa keduanya telah meninggal dunia. 

Hingga kini, keduanya belum pernah muncul di publik. Kematian mendadak mantan Wakil Ketua Komisi Militer Pusat Xu Qiliang juga disebut-sebut sebagai kematian tidak wajar. Saat itu, opini publik berspekulasi bahwa Xi Jinping mungkin telah kehilangan kendali atas militer, dan Xu Qiliang diduga dibunuh karena terlibat dalam rencana untuk membantu Xi merebut kembali kekuasaan militer.

Mantan profesor Sekolah Partai Pusat PKT, Cai Xia, baru-baru ini juga mengungkap bahwa He Weidong dan mantan Kepala Departemen Politik Militer Miao Hua ditangkap karena mereka melewati sistem Komisi Militer dan secara ilegal membentuk pasukan rahasia di Langfang, Hebei, yang hanya patuh kepada mereka berdua dan setia kepada Xi Jinping. Informasi ini belum dapat diverifikasi untuk saat ini. Namun, sejumlah analis menilai bahwa jika kabar tersebut benar, hal itu juga dapat menjadi bukti bahwa Xi Jinping telah kehilangan kendali atas kekuasaan militernya. (Hui)

Serangan Bom Thailand Hancurkan Kawasan Neraka Scam Online Kamboja, Korban Terlunta Tanpa Harapan Pulang ke Rumah

Banyak netizen Tiongkok meninggalkan komentar ucapan terima kasih kepada pemerintah Thailand di kolom komentar akun Weibo Kedutaan Besar Thailand di Tiongkok

Selama sepekan terakhir, Thailand  membombardir kamp-kamp penipuan daring (scam online) di wilayah perbatasan Kamboja. Namun, sebagian besar orang di dalam kamp tersebut telah dipindahkan lebih dulu. Para korban yang berhasil melarikan diri mengungkapkan bahwa masih terdapat ratusan hingga ribuan kamp serupa di Kamboja, yang menahan banyak orang—termasuk anak di bawah umur—dan hanya segelintir korban yang bisa kembali ke negara asal. Selain itu, di kawasan perbatasan Thailand–Myanmar, masih banyak orang terjebak di tepi sungai tanpa ada pihak yang mengurus mereka

EtIndonesia. Konflik antara Thailand dan Kamboja telah berlangsung lebih dari satu minggu. Thailand mengebom kamp-kamp penipuan online di wilayah perbatasan Kamboja. Banyak warganet Tiongkok meninggalkan komentar ucapan terima kasih kepada pemerintah Thailand di kolom komentar akun Weibo Kedutaan Besar Thailand di Tiongkok.

Video yang beredar di internet memperlihatkan sejumlah besar orang melarikan diri dari kamp penipuan di perbatasan Thailand–Kamboja, sebagian diantaranya dipindahkan menggunakan bus ke lokasi lain.

Selama sepekan terakhir, Thailand membombardir kamp-kamp penipuan daring (scam online) di wilayah perbatasan Kamboja

Para korban mengungkapkan bahwa di Kamboja terdapat lebih dari 50 kamp besar dan ratusan hingga ribuan kamp kecil, sebagian dipindahkan dari Myanmar. Setiap hari ada orang yang ditipu dan dibawa masuk ke kamp-kamp tersebut. Pemukulan hingga kematian atau cacat berat disebut sebagai hal yang biasa, dan hanya sedikit orang yang beruntung bisa diselamatkan dan pulang ke negaranya.

 “Saya ditipu dengan iming-iming pekerjaan bergaji tinggi. Di sana saya dihukum, dipukuli, dan disetrum listrik. Sekarang memang banyak penindakan, tetapi masih banyak kamp yang beroperasi. Baik mahasiswa maupun pelajar SMA sangat mudah tertipu. Sejak paruh kedua tahun lalu hingga tahun ini, bahkan anak-anak usia 12–13 tahun juga sudah ditipu dan dibawa ke sana,” ujar korban asal Jiangxi, Xiao Li.

Seorang anggota keluarga korban, Nyonya Wang, mengatakan:  “Adik saya ditipu dan dibawa ke sana selama 47 hari. Baru beberapa hari pulang, kami sudah menghabiskan lebih dari 340 ribu yuan. Seluruh punggungnya penuh bekas setruman tongkat listrik, pantatnya sampai tidak bisa diduduki, ada luka sayatan pisau dan bekas dibakar korek api. Saraf tangan kanannya rusak, sampai tidak bisa memegang sumpit dengan normal.”

Banyak netizen Tiongkok meninggalkan komentar ucapan terima kasih kepada pemerintah Thailand (tangkapan layar)

Di wilayah Myawaddy, perbatasan Thailand–Myanmar, kamp penipuan yang terkenal kejam, Kamp KK, belum lama ini dibom oleh militer Myanmar hingga menjadi puing-puing. Kamp-kamp di sekitarnya juga disisir. 

Di antaranya, Kamp Shunda, masih banyak orang terjebak di tepi sungai, ingin pulang ke negara asal tetapi tidak ada yang mengurus mereka, sehingga mereka mengirimkan pesan-pesan permohonan pertolongan.

Anggota jaringan penipuan mengungkapkan bahwa sebagian orang telah dipindahkan ke lokasi lain untuk melanjutkan penipuan, sementara para pemilik dan preman pengawas sebagian besar berasal dari Provinsi Fujian.

 “Perusahaan besar masih beroperasi normal, yang dipindahkan itu perusahaan kecil. Jangan pernah berpikir ke sana untuk mencari gaji tinggi. Sangat sedikit yang bisa pulang. Hanya sekitar 10 persen yang bisa memenuhi target. Yang tidak mencapai target akan dihukum fisik setiap hari, dipukul dengan tongkat besi sampai pantatnya hancur. Sangat mengerikan,” ujar Anggota penipuan dari Myawaddy, Xiao Chen. 

Xiao Zhang (nama samaran), yang baru saja diselamatkan dari Myawaddy dan dipulangkan ke Tiongkok, mengatakan bahwa beberapa temannya diculik ke kamp saat sedang berwisata. Jika menolak melakukan penipuan, mereka akan dipukuli dan dikurung. Orang tua mereka harus meminjam uang dan mencari perantara untuk menyelamatkan mereka, hingga akhirnya menghabiskan sekitar 400 ribu yuan agar bisa pulang.

 “Akhir-akhir ini di Asia Tenggara sangat banyak kasus perdagangan manusia dan penculikan. Beberapa teman saya sendiri diculik. Ini benar-benar sesama warga Tiongkok yang mencelakakan warga Tiongkok. Mereka akan menguras habis uangmu terlebih dulu, lalu memaksamu menipu orang lain. Begitu saya tahu mereka melakukan bisnis ilegal, saya tidak mau melakukannya. Kalau tidak ada ‘prestasi’, akan dihukum, disetrum listrik setiap hari,” kata korban asal Xi’an, Xiao Zhang. 

Kapal yang Mengangkut Imigran Ilegal Menuju Yunani Tenggelam, 14 Warga Mesir Tewas dan 13 Hilang

Kementerian Luar Negeri Mesir mengeluarkan pernyataan bahwa sebuah kapal yang dijadwalkan berlayar menuju Yunani telah tenggelam, menewaskan sedikitnya 14 warga Mesir dan menyebabkan 13 warga Mesir lainnya hilang. Menteri Luar Negeri Mesir menyerukan agar warga negaranya tidak menjadi imigran ilegal.

EtIndonesia. Media Mesir Al Ahram melaporkan pada 16 Desember bahwa sebuah kapal yang berangkat dari negara tetangga Mesir dan direncanakan menuju Yunani, mengangkut 34 imigran ilegal dari berbagai negara. Kapal tersebut terbalik dan tenggelam pada 7 Desember di dekat pelabuhan Pulau Kreta, Yunani selatan. Insiden ini menyebabkan sedikitnya 14 warga Mesir meninggal dunia.

Media Uni Emirat Arab The National News melaporkan bahwa Kedutaan Besar Mesir di Yunani juga menyatakan terdapat 13 warga Mesir yang masih dinyatakan hilang.

Menteri Luar Negeri Mesir, Badr Abdelatty, telah menginstruksikan Kedutaan Besar Mesir di Yunani untuk memberikan bantuan kepada para penyintas, mempercepat prosedur hukum guna memulangkan jenazah para korban ke Mesir, serta mengimbau warga Mesir demi keselamatan mereka sendiri agar tidak menjadi imigran ilegal dan menempuh jalur hukum jika ingin pergi ke luar negeri.

Kementerian Luar Negeri Mesir menegaskan bahwa Mesir tidak akan menjadi negara transit menuju Eropa. Sejak 2016, Mesir telah berupaya menekan keberangkatan kapal imigran ilegal dari wilayahnya menuju Eropa. Kementerian juga menekankan bahwa sejak 2016 hingga kini, tidak ada satu pun kapal migran menuju Eropa yang berangkat dari pantai Mesir.

Situs berita Timur Tengah Middle East Monitor melaporkan bahwa imigran ilegal selama ini memanfaatkan Libya dan negara-negara tetangga di sekitarnya untuk mencapai Pulau Kreta, yang dianggap sebagai gerbang menuju Uni Eropa.

Pada awal Juli, pemerintah Yunani memutuskan untuk menangguhkan penerimaan permohonan suaka, khususnya bagi mereka yang tiba di Pulau Kreta dari Libya. (Hui)