Perang Thailand–Kamboja Memanas: Eskalasi Militer Skala Penuh Pecah Sejak 10 Desember

EtIndonesia. Konflik bersenjata di perbatasan Thailand–Kamboja kembali mengalami eskalasi besar sejak Selasa, 10 Desember, menandai perubahan drastis dari baku tembak sporadis menjadi operasi militer skala penuh. Bentrokan kini mencakup pertempuran darat, serangan udara, tembakan artileri, hingga perang drone dan perang elektronik yang berlangsung secara simultan.

Eskalasi Darat: Stryker Thailand Masuk Wilayah Perkotaan Kamboja

Berdasarkan berbagai rekaman video dan laporan lapangan yang beredar sejak 10 Desember, Angkatan Darat Thailand secara resmi telah mengerahkan kendaraan tempur lapis baja Stryker ke sekitar kota-kota di wilayah Kamboja. Langkah ini dipandang sebagai sinyal paling jelas bahwa konflik telah memasuki fase eskalasi serius di medan darat.

Dalam sejumlah rekaman terlihat Brigade Infanteri Mekanis ke-112 Angkatan Darat Thailand, didukung beberapa unit Stryker, bergerak menyusuri jalan raya menuju garis depan. Stryker merupakan kendaraan tempur lapis baja beroda delapan dengan mobilitas tinggi, dirancang untuk pengerahan cepat dan pertempuran modern.

Thailand mulai mengimpor kendaraan ini sejak 2019, dan saat ini telah mengoperasikan lebih dari 100 unit, menjadikannya salah satu tulang punggung kekuatan mekanis Angkatan Darat Thailand.

Pakar militer Zhou Ziding menilai bahwa di garis depan terlihat jelas pasukan Thailand menggunakan meriam otomatis yang terpasang di kendaraan Stryker untuk menembaki posisi Kamboja. Sejumlah desa di kawasan perbatasan dilaporkan telah dikosongkan sepenuhnya, sementara arus pengiriman peralatan berat terus berlangsung tanpa henti.

Menurut para pengamat, pola pengerahan ini menunjukkan bahwa operasi militer Thailand bukan bersifat sementara, melainkan sebuah gerakan militer terencana dengan tujuan jangka menengah hingga panjang.

Serangan Udara dan Perang Drone: Konflik Naik ke Dimensi Modern

Selain pertempuran darat, konflik juga merambah dimensi udara. Sejak 10–11 Desember, Angkatan Darat Thailand mengerahkan drone tempur untuk melakukan serangan presisi terhadap target-target di wilayah Kamboja.

Beberapa bangunan dilaporkan runtuh akibat ledakan, dengan kepulan asap tebal terlihat di sejumlah lokasi. Thailand juga untuk pertama kalinya menggunakan drone bunuh diri buatan dalam negeri dalam skala besar, menandai peningkatan signifikan dalam doktrin perang modernnya.

Sementara itu, Angkatan Udara Thailand mengirimkan sejumlah jet tempur untuk melancarkan serangan udara terhadap fasilitas militer Kamboja di sepanjang garis perbatasan. Rekaman malam hari memperlihatkan bom berdaya ledak tinggi dijatuhkan, menerangi langit dengan kilatan api yang mencolok.

Kini, serangan lintas batas—baik melalui udara, artileri, maupun drone—telah menjadi metode utama pertempuran di kedua sisi.

Artileri dan Perang Elektronik: Medan Tempur Makin Kompleks

Di sektor artileri, Angkatan Darat Thailand dilaporkan menggunakan meriam tarik M198 buatan Amerika Serikat untuk melakukan pemboman malam hari terhadap posisi Kamboja.

Lebih jauh, Thailand juga disebut berhasil menghancurkan sebuah menara pengacauan elektronik, yang diyakini digunakan untuk mengganggu sistem komunikasi dan navigasi. Insiden ini menandakan bahwa konflik telah memasuki tahap perang elektronik, sebuah dimensi yang jarang terlihat dalam konflik regional Asia Tenggara sebelumnya.

Balasan Kamboja: Roket Tiongkok dan Persenjataan Campuran

Di pihak Kamboja, rekaman yang dirilis militer menunjukkan bahwa Angkatan Darat Kamboja di Provinsi Oddar Meanchey menggunakan sistem roket ganda PHL-90 buatan Tiongkok untuk menembakkan roket ke arah posisi militer Thailand di sekitar wilayah Sisaket.

PHL-90 memiliki jangkauan sekitar 15–20 kilometer, dengan teknologi yang dikembangkan dari BM-21 Grad buatan Uni Soviet. Dalam sejumlah rekaman, peluncur roket terlihat ditempatkan dekat kawasan permukiman, memicu kekhawatiran serius terhadap keselamatan warga sipil.

Untuk persenjataan infanteri, pasukan Kamboja masih banyak menggunakan senapan Type-56 buatan Tiongkok, senjata warisan era Khmer Merah yang hingga kini masih menjadi standar. Selain itu, Kamboja juga mengerahkan BM-21 Grad buatan Soviet, serta terlihat pula prajurit membawa AK-104 buatan Rusia, senjata infanteri modern dengan daya tembak tinggi.

Sengketa Perbatasan dan Peran Tiongkok

Media Thailand dan sejumlah pejabat pemerintah berulang kali mempertanyakan sikap keras Kamboja dalam sengketa perbatasan, yang dinilai mendapat dukungan dari kerja sama militer dengan Tiongkok.

Meski kedua negara saling menuduh sebagai pihak yang lebih dulu melepaskan tembakan, analisis citra satelit menunjukkan bahwa dalam beberapa bulan sebelum konflik memanas, Kamboja dinilai lebih aktif menambah pasukan dan memperkuat infrastruktur militer di wilayah sengketa, dengan intensitas yang lebih tinggi dibanding Thailand.

Krisis Kemanusiaan: Ratusan Ribu Warga Mengungsi

Seiring meluasnya pertempuran sejak 10 Desember, krisis kemanusiaan pun memburuk dengan cepat. Diperkirakan sedikitnya 500.000 warga sipil Kamboja terpaksa meninggalkan rumah mereka.

Para pengungsi mencari perlindungan di sekolah, kuil, dan tempat penampungan darurat. Video yang beredar memperlihatkan warga mengungsi menggunakan sepeda motor dan kendaraan tua, membawa seluruh anggota keluarga dan barang seadanya—menciptakan pemandangan yang kacau dan memilukan.

Situasi Terkini dan Reaksi Internasional

Hingga Sabtu, 13 Desember, perang Thailand–Kamboja telah memasuki hari keempat tanpa tanda-tanda jelas tercapainya gencatan senjata atau dimulainya perundingan formal. Kedua pihak saling menuduh melakukan serangan tanpa pandang bulu terhadap kawasan permukiman, menjadikan warga sipil sebagai korban utama.

Sebelumnya, Perdana Menteri Thailand menegaskan bahwa gencatan senjata hanya mungkin terjadi jika Kamboja menghentikan tembakan, menarik pasukan, dan membersihkan seluruh ranjau darat di wilayah sengketa. Namun pada Jumat, 12 Desember, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyatakan bahwa para pemimpin Thailand dan Kamboja akan mulai menghentikan pertempuran pada malam yang sama—meski hingga kini klaim tersebut belum sepenuhnya terkonfirmasi di lapangan.

Kedua negara merupakan anggota resmi ASEAN. Beijing menyatakan sikap netral, mendukung peran ASEAN, dan menyerukan dialog. Namun komunitas internasional mencermati bahwa jika mediasi konflik dipimpin oleh Amerika Serikat atau kekuatan Barat, maka arsitektur keamanan ASEAN berpotensi semakin mendekat ke Washington—sebuah perkembangan yang selama ini sulit disaingi oleh pengaruh regional Tiongkok.

Sejumlah pengamat juga menilai bahwa AS dan sekutunya tengah memantau arus senjata dan kerja sama militer di kawasan, guna mencegah konflik ini berkembang menjadi medan uji coba senjata Rusia, Tiongkok, atau bahkan Iran.

Peringatan Hari HAM Sedunia 2025, Pemerintah Indonesia Diserukan Menentang Penganiayaan Terhadap Falun Gong

EtIndonesia. Sejumlah praktisi Falun Gong menggelar aksi dalam rangka memperingati Hari Hak Asasi Manusia (HAM) sedunia 2025. Mereka menyerukan kepada pemerintah Indonesia agar turut serta menentang penganiayaan yang dialami oleh praktisi Falun Gong di daratan Tiongkok. 

Himpunan Falun Dafa Indonesia (HFDI) menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus seruan keras kepada masyarakat internasional terkait penganiayaan brutal, sistematis, dan berkelanjutan terhadap para praktisi Falun Dafa (Falun Gong) di Tiongkok. 

“Kejahatan ini telah berlangsung sejak Juli 1999 dan hingga kini terus mengancam keselamatan jutaan orang. Ribuan praktisi telah dipastikan meninggal akibat penganiayaan keji, dan lebih banyak lagi yang dipenjara, disiksa, bahkan dibunuh untuk diambil organ tubuhnya,” ujar seorang orator dalam kegiatan yang digelar di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Sabtu (13/12/2025). 

“Menyerukan kepada pemerintah Republik Indonesia untuk menyampaikan nota diplomatik resmi kepada pemerintah Tiongkok mengenai kejahatan kemanusiaan terhadap praktisi Falun Dafa,” tambahnya. 

Pada sore itu juga, sejumlah spanduk dibentangkan yang bisa dilihat para pengguna jalan raya serta sejumlah aparat keamanan yang berjaga-jaga di sekitar lokasi. Spanduk yang dibentangkan bertuliskan “Hentikan Penindasan Pada Falun Gong di China.” 

Spanduk lainnya bertuliskan “Partai Komunis China, Tirani Penuh Kebohongan, Kekerasan-Kontrol-Opini.” Spanduk lainnya bertuliskan “ Kebebasan, Keadilan, dan HAM bagi Praktisi Falun Gong di China.”

Pada kesempatan itu, mereka juga menggelar peragaan pengambilan organ yang dialami oleh praktisi Falun Gong di daratan Tiongkok. Terlihat peragaan organ tubuhnya diambil oleh dokter-dokter yang melakukan transplantasi secara paksa. 

Untuk diketahui, Falun Gong, juga dikenal sebagai Falun Dafa, adalah sebuah praktik spiritual yang diperkenalkan kepada publik di Tiongkok pada awal tahun 1990-an. Praktik ini mengajarkan prinsip Sejati, Baik, dan Sabar, dan secara umum dipandang sebagai sebuah agama di luar Tiongkok.

Pada tahun 1999, Partai Komunis Tiongkok (PKT) melancarkan penganiayaan brutal terhadap para praktisi Falun Gong, dengan menggunakan kampanye propaganda untuk secara tiba-tiba melabeli para pengikut yang damai ini sebagai musuh negara. Pada  20 Juli dini hari pada tahun tersebut, penangkapan massal dilakukan, dan ribuan orang dikirim ke kamp kerja paksa berdasarkan undang-undang Tiongkok yang saat itu masih berlaku, yang mengizinkan “pendidikan ulang melalui kerja paksa” dengan hukuman tiga hingga lima tahun tanpa proses pengadilan atau vonis.

Penganiayaan ini terus berlanjut tanpa henti, dan mencakup penahanan sewenang-wenang terhadap para tahanan nurani, kerja paksa, penyiksaan, pencucian otak, bahkan pengambilan organ hidup-hidup.

Kasus-kasus terhadap para tahanan nurani oleh PKT sering kali dilakukan secara tertutup, sehingga informasi yang tersedia kerap bersifat terpotong-potong.

Minghui.org, sebuah situs web yang dijalankan oleh jaringan relawan di seluruh dunia, telah mendokumentasikan penganiayaan PKT terhadap Falun Gong melalui kesaksian langsung dari dalam Tiongkok sejak tahun 1999, dan menjadi kumpulan catatan insiden yang paling lengkap.

Laporan-laporan mengenai penganiayaan tersebut bersumber dari wawancara, kesaksian langsung, dokumen resmi, serta pengakuan dari entitas-entitas Tiongkok. Situs ini dikelola secara anonim untuk melindungi para pengelolanya dari pembalasan oleh PKT, sehingga mereka dapat memfasilitasi arus informasi antara internet Tiongkok yang sangat disensor dan komunitas internasional.

Dalam kegiatan di Jakarta, Himpunan Falun Dafa Indonesia  meyakini bahwa penganiayaan terhadap pengikut Falun Dafa di Tiongkok bukan lagi sekadar isu pelanggaran HAM biasa, ini adalah kejahatan genosida modern yang dilakukan secara senyap oleh negara terhadap warganya sendiri. Bukti telah menumpuk selama 26 tahun, korban terus berjatuhan, dan dunia tidak boleh lagi memalingkan wajah. 

Untuk itu, dalam momentum Hari HAM Sedunia 10 Desember 2025, 10 pernyataan seruan dibacakan sebagai berikut: 

1. Menyerukan kepada pemerintah Republik Indonesia untuk menyampaikan nota diplomatik resmi kepada pemerintah Tiongkok mengenai kejahatan kemanusiaan terhadap praktisi Falun Dafa. 

2. Mengangkat isu penganiayaan dan genosida terhadap pengikut Falun Gong dalam forum bilateral 

dan multilateral, termasuk ASEAN dan Dewan HAM PBB. 

3. Melindungi dan menjamin hak kebebasan berkeyakinan, berekspresi, dan berkumpul bagi 

seluruh praktisi Falun Dafa di Indonesia. 

4. Memohon kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengadakan penyelidikan independen terhadap kejahatan terhadap kemanusiaan dan-genosida yang dilakukan oleh PKT terhadap praktisi Falun Dafa. 

5. Mendorong Pelapor Khusus PBB untuk mengeluarkan laporan khusus mengenai genosida pengambilan organ secara paksa di Tiongkok. 

6. Mendesak sidang Majelis Umum PBB mengadopsi resolusi kecaman dan sanksi internasional  kepada pejabat PKT yang bertanggungjawab atas genosida terhadap Falun Gong 

7. Mendesak kepada para Pemimpin Dunia dan Pemerintah Negara-Negara Demokratis untuk menetapkan kebijakan Magnitsky-style sanctions terhadap pejabat PKT yang terlibat dalam penganiayaan praktisi Falun Dafa. 

8. Meminta kepada organisasi atau lembaga HAM internasional untuk mengangkat isu genosida modern terhadap Falun Dafa sebagai prioritas kampanye global, serta menginvestigasi lebih jauh keterlibatan rumah sakit militer Tiongkok dalam pengambilan organ paksa. 

9. Meminta kepada media massa global dan nasional untuk menyelidiki dan melaporkan secara independen kondisi penjara, kamp kerja paksa, dan rumah sakit yang diduga terlibat dalam penganiayaan dan pengambilan organ secara paksa. 

10. Meminta media untuk menghentikan normalisasi kampanye dan propaganda global yang dilancarkan oleh PKT dalam memfitnah Falun Dafa, serta memberi ruang kepada korban, saksi, dan pakar untuk bersuara. 

(***)

Sejumlah praktisi Falun Gong menggelar aksi dalam rangka memperingati Hari Hak Asasi Manusia (HAM) sedunia 2025. Kegiatan digelar di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Sabtu 13 Desember 2025 (EtIndonesia.com)
Sejumlah praktisi Falun Gong menggelar aksi dalam rangka memperingati Hari Hak Asasi Manusia (HAM) sedunia 2025. Kegiatan digelar di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Sabtu 13 Desember 2025 (EtIndonesia.com
Sejumlah praktisi Falun Gong menggelar aksi dalam rangka memperingati Hari Hak Asasi Manusia (HAM) sedunia 2025. Kegiatan digelar di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Sabtu 13 Desember 2025 (EtIndonesia.com
Sejumlah praktisi Falun Gong menggelar aksi dalam rangka memperingati Hari Hak Asasi Manusia (HAM) sedunia 2025. Kegiatan digelar di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Sabtu 13 Desember 2025 (EtIndonesia.com
Sejumlah praktisi Falun Gong menggelar aksi dalam rangka memperingati Hari Hak Asasi Manusia (HAM) sedunia 2025. Kegiatan digelar di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Sabtu 13 Desember 2025 (EtIndonesia.com
Sejumlah praktisi Falun Gong menggelar aksi dalam rangka memperingati Hari Hak Asasi Manusia (HAM) sedunia 2025. Kegiatan digelar di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Sabtu 13 Desember 2025 (EtIndonesia.com
Sejumlah praktisi Falun Gong menggelar aksi dalam rangka memperingati Hari Hak Asasi Manusia (HAM) sedunia 2025. Kegiatan digelar di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Sabtu 13 Desember 2025 (EtIndonesia.com
Sejumlah praktisi Falun Gong menggelar aksi dalam rangka memperingati Hari Hak Asasi Manusia (HAM) sedunia 2025. Kegiatan digelar di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Sabtu 13 Desember 2025 (EtIndonesia.com
Sejumlah praktisi Falun Gong menggelar aksi dalam rangka memperingati Hari Hak Asasi Manusia (HAM) sedunia 2025. Kegiatan digelar di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Sabtu 13 Desember 2025 (EtIndonesia.com
Sejumlah praktisi Falun Gong menggelar aksi dalam rangka memperingati Hari Hak Asasi Manusia (HAM) sedunia 2025. Kegiatan digelar di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Sabtu 13 Desember 2025 (EtIndonesia.com
Sejumlah praktisi Falun Gong menggelar aksi dalam rangka memperingati Hari Hak Asasi Manusia (HAM) sedunia 2025. Kegiatan digelar di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Sabtu 13 Desember 2025 (EtIndonesia.com)



Propaganda Berantakan? Kesalahan Editing Video CCTV Seret Jet Tempur Tiongkok ke Aib Internasional

Media CCTV milik Partai Komunis Tiongkok (PKT) sering menayangkan video latihan militer yang disusun secara asal-asalan untuk menampilkan kekuatan palsu. Baru-baru ini, CCTV mencoba mempromosikan latihan politik Angkatan Udara PKT dengan rekaman palsu, namun dengan cepat dipertontonkan kebodohannya oleh foto-foto autentik yang dirilis Kementerian Pertahanan Jepang.

EtIndonesia. Pada 9 Desember, pesawat pengebom PKT bersama pesawat pengebom Rusia melakukan penerbangan mengitari Kepulauan Barat Daya Jepang. Pada malam hari, CCTV merilis video berjudul “(Laporan Militer) Patroli Udara Strategis Gabungan ke-10 Antara PKT dan Rusia”. Pada 10 Desember, CCTV kembali merilis video lain berjudul “(Laporan Militer) Juru Bicara Kementerian Pertahanan Menjawab Pertanyaan Terkait Patroli Udara Strategis Gabungan Tiongkok-Rusia.”

Dalam video CCTV, adegan pertama menunjukkan dua jet tempur sedang bergerak menuju landasan pacu, dengan masing-masing sayap membawa dua rudal udara-ke-udara — totalnya empat rudal. Ini tampak seperti konfigurasi standar jet tempur PKT ketika membawa amunisi sebenarnya.

Namun, Kementerian Pertahanan Jepang pada hari yang sama juga mempublikasikan foto jet tempur J-16 PKT yang dikerahkan dalam dua gelombang, dan foto tersebut menunjukkan bahwa pada satu sisi sayap hanya tergantung satu rudal udara-ke-udara — sehingga kedua sayap membawa total dua rudal, bukan empat. Ini jelas tidak sesuai dengan video CCTV.

Perbandingan tersebut memperlihatkan bahwa CCTV kemungkinan menggunakan rekaman lama, memotong dan menempelkannya untuk menciptakan kesan yang salah, tetapi kebohongannya langsung ketahuan.

Dalam video CCTV, ada juga adegan jet tempur gelombang kedua sebelum lepas landas, bahkan diberi cuplikan close-up, menampilkan dua rudal di bawah satu sayap, dan sebuah senjata ketiga di ujung sayap yang tampak seperti rudal udara-ke-permukaan ringan ala drone.

Jika mengikuti video CCTV, jet-jet J-16 gelombang kedua seharusnya membawa total enam rudal — perbedaannya dengan foto Jepang semakin besar.

Pengamat militer Shen Zhou dalam artikelnya di Epoch Times menyatakan bahwa CCTV menggunakan foto panggung lama untuk menciptakan suasana dramatis. Namun, sebenarnya jet tempur J-16 memiliki jangkauan yang terbatas. Kali ini, karena harus menembus “rantai pulau pertama” dan memaksimalkan jarak terbang, PKT sengaja mengurangi muatan senjatanya — sehingga membuat kebohongan CCTV semakin memalukan.

Shen Zhou menegaskan bahwa yang lebih memalukan bukanlah CCTV yang memalsukan video, tetapi kenyataan bahwa Angkatan Udara PKT kembali memperlihatkan betapa terbatasnya kemampuan operasi jet tempur utamanya di wilayah rantai pulau pertama. 

Bahkan rudal udara-ke-udara saja tidak bisa dibawa penuh; apalagi jika memuat rudal udara-ke-darat atau anti-kapal, kemungkinan jet itu bahkan tidak bisa menembus rantai pulau pertama. Kebocoran data latihan kali ini kemungkinan akan dipelajari secara mendalam oleh AS dan sekutunya untuk mengonfirmasi kelemahan signifikan PKT.

Shen Zhou juga menambahkan bahwa tujuan politik latihan kali ini sangat jelas: menargetkan Jepang dan berpura-pura mampu menyerang Jepang. Namun latihan tersebut tetap terlihat amatir — pesawat pengebom Tiongkok justru terbang mengikuti garis pertahanan udara Jepang, yang dalam situasi perang akan sama saja dengan misi bunuh diri. Jika PKT benar-benar ingin menyerang Jepang dengan rudal, mereka bisa meluncurkannya dari Laut Tiongkok Timur, tanpa perlu memaksakan diri terbang keluar dari Selat Miyako menuju Jepang. Aksi itu jelas bertentangan dengan logika militer dasar dan hanyalah pertunjukan politik yang berlebihan.

Wisatawan Wanita Tiongkok Menginap di Hotel Kawasan Wisata Yunnan, Tiongkok, Diserang Pegawai yang Membuka Kamar dengan Kartu Master

Seorang wisatawan wanita di Tiongkok daratan yang menginap di sebuah hotel di kawasan wisata Danau Lugu, Yunnan, mengalami pelecehan seksual setelah seorang pegawai hotel membuka kamarnya menggunakan kartu master. Setelah kejadian, pelaku telah ditahan polisi atas dugaan pemerkosaan.

EtIndonesia. Pada 11 Desember, seorang wisatawan  mengatakan kepada Beijing News bahwa ia masuk ke kawasan wisata Danau Lugu melalui pintu masuk Yunnan, dan pada  3 dan 4 Desember ia menginap sendirian di Hotel Resor Pemandangan Danau “Lushanhai” (cabang Huahai Matou). Pada  5 Desember dini hari, seorang pegawai hotel menggunakan kartu master untuk membuka pintu kamarnya dan melakukan pelecehan seksual terhadapnya. Setelah ia melapor, polisi menahan tersangka dengan tuduhan percobaan pemerkosaan.

Pada 11 Desember pagi, pihak manajemen hotel mengakui bahwa kejadian tersebut memang terjadi pada 5 Desember dini hari. Polisi telah mengambil barang bukti seperti seprai dan rekaman CCTV.

Manajer hotel mengatakan bahwa pelaku adalah pegawai bagian resepsionis yang baru bekerja tiga bulan dan tinggal di dalam area hotel. Semua staf hotel memegang kartu master untuk menyelesaikan masalah tamu kapan saja, sehingga bagian resepsionis juga dibekali kartu master untuk membantu membuka pintu atau menunjukkan kamar. Namun tanpa izin tamu, staf sama sekali tidak diperbolehkan memasuki kamar.

Manajemen juga menyatakan bahwa pihak hotel telah berkomunikasi dan meminta maaf kepada korban serta akan bekerja sama dalam penanganan kasus. Jika korban membutuhkan kompensasi, hal itu dapat diproses melalui jalur hukum.

Namun, menurut wisatawan tersebut, setelah kejadian hotel masih beroperasi seperti biasa dan hanya mengirim satu pesan WeChat berisi permintaan maaf, tanpa permintaan maaf resmi. Ia juga meminta otoritas kawasan wisata untuk memeriksa dan menindak manajemen hotel.

Menurut laporan, kasus ini kini telah dialihkan ke unit kriminal kepolisian setempat, dan hotel tempat kejadian sementara telah ditutup.

Peristiwa ini memicu banyak perhatian warganet:

  • “Menakutkan sekali.”
  • “Seram.”
  • “Kelihatan pelakunya sudah sering melakukan hal seperti ini, harus dihukum berat.”
  • “Hanya dihentikan sementara? Harusnya izin usaha dicabut.”
  • “Manajemen hotelnya jelas bermasalah, setiap pegawai bisa masuk ke kamar sesuka hati.”

Warganet lainnya mengingatkan:

  • “Manajemen Danau Lugu memang kacau.”
  • “Perempuan yang bepergian sendiri harus ekstra hati-hati.”
  • “Saat menginap di hotel, pastikan pintu dikunci rapat dan gunakan pengaman tambahan.”
  • “Sebaiknya minta resepsionis menunjukkan kamar terlebih dahulu, terutama pastikan pintunya bisa dikunci rapat dari dalam.”

Ada juga yang berpesan:

  • “Pilih hotel yang punya rantai pengaman di pintu. Setelah masuk, pastikan rantai terpasang. Kunci pintu tidak bisa menahan niat jahat orang lain: petugas kebersihan punya kartu, resepsionis punya kartu. Keselamatan diri tetap yang paling utama.”

(Hui)

Hari Hak Asasi Manusia Internasional: Banyak Negara Gelar Aksi Protes Mengecam Penindasan Partai Komunis Tiongkok

Penindasan Partai Komunis Tiongkok (PKT) terhadap kelompok Falun Gong telah berlangsung lebih dari 26 tahun. Bertepatan dengan Hari Hak Asasi Manusia Internasional pada 10 Desember 2025, para praktisi Falun Gong di berbagai negara mengadakan aksi dan pertemuan, mengecam kekejaman PKT serta mengungkapkan pelanggaran HAM berdarah terhadap Falun Gong.

EtIndonesia. Pada 9 Desember 2025, menjelang Hari HAM Internasional, berbagai organisasi masyarakat di Toronto, Kanada, menggelar aksi di depan balai kota untuk mengecam penindasan HAM oleh PKT dan kekerasan lintas batas yang dilakukan terhadap kelompok Falun Gong.

Hari Hak Asasi Manusia Internasional ditetapkan untuk menyerukan pemerintah, organisasi, dan individu di seluruh dunia agar bersama-sama memajukan dan melindungi hak asasi manusia, termasuk hak atas hidup, kebebasan, keyakinan, serta kebebasan berpendapat. Namun, penindasan PKT terhadap kelompok Falun Gong yang mengamalkan prinsip “Sejati–Baik–Sabar” telah berlangsung lebih dari 26 tahun.

 “Selama 26 tahun terakhir, para praktisi Falun Gong di Tiongkok mengalami penangkapan ilegal, penyiksaan, kerja paksa, penahanan, hingga pembunuhan. Semua penganiayaan itu terjadi hanya karena mereka memilih untuk berdiri dan membela keyakinan mereka,” kata perwakilan kelompok HAM Falun Gong, Fiona Ji. 

Ia menambahkan bahwa kini PKT telah memperluas penindasan ke seluruh dunia, menggunakan kekuatan diplomatik dan tindakan kekerasan untuk menyerang Falun Gong, termasuk ancaman pembunuhan, ancaman bom, serta kampanye fitnah melalui media, khususnya terhadap kelompok seni Shen Yun.

Fiona Ji menegaskan:  “Ini bukan hanya penindasan terhadap satu kelompok, tetapi juga ancaman terhadap kebebasan seluruh dunia.”

Pada acara “Kesaksian Praktisi Falun Gong” yang digelar di Prefektur Aichi, Jepang, pada 9 Desember, beberapa praktisi menceritakan bagaimana keluarga mereka dianiaya oleh PKT.

Praktisi Falun Gong Li Xinxin berkata:  “Tahun 2000, bibi saya dijatuhi hukuman kerja paksa selama satu tahun secara ilegal. Setelah itu, ia kembali dihukum penjara lima tahun. Selama di penjara, ia mengalami pemukulan dan penganiayaan. Pada 6 Agustus 2021, ia meninggal dunia dengan penuh ketidakadilan.”

Beberapa anggota dewan kota Jepang dan mantan anggota parlemen juga menyampaikan dukungan melalui video.

Anggota Dewan Kota Zushi, Jepang, Haruaki Maruyama, mengatakan:  “Kita tidak boleh menutup mata terhadap kenyataan ini. Hak asasi manusia yang seharusnya dimiliki manusia telah dirampas. Masyarakat internasional harus terus bersuara.”

Pada 10 Desember, di depan Kedutaan Besar Tiongkok di Berlin, Jerman, berbagai organisasi menggelar aksi protes, menyerukan masyarakat internasional untuk memperhatikan situasi HAM di Tiongkok dan menggulingkan kediktatoran PKT.

 “Tiongkok hari ini bukan negara normal. Pemerintah membungkam rakyat, menghapus kebenaran, memenjarakan mereka yang menentang, dan bahkan mengambil organ dari orang yang tidak bersalah. Namun rakyat Tiongkok yang berani tidak menyerah dan tidak mundur,” kata wakil Ketua Aliansi Demokratik Tiongkok di Jerman, Wang Shoufeng. 

Pada hari yang sama, praktisi Falun Gong Ding Lebin juga menuntut PKT segera membebaskan ayahnya, Ding Yuande, serta semua praktisi Falun Gong yang ditahan, dan menghentikan praktik pengambilan organ hidup-hidup.

Eksekutif Think Tank Vision 20 di New York State, Dr. Lin Xiaoxu, menegaskan bahwa penindasan PKT terhadap Falun Gong adalah bencana besar bagi seluruh bangsa Tiongkok dan merupakan penghancuran sistematis terhadap moral dan spiritual masyarakat.

 “Dalam proses ini, bukan hanya kesempatan orang Tiongkok untuk mempelajari prinsip Sejati–Baik–Sabar yang dirampas, tetapi juga banyak keluarga yang hancur, banyak orang mengalami penyiksaan fisik dan mental, dan banyak praktisi Falun Gong kehilangan nyawa. Semua kegelapan ini belum sepenuhnya terungkap,” ujar Dr. Lin Xiaoxu. 

Ia mengatakan masyarakat internasional harus berdiri bersama untuk menghentikan penganiayaan tersebut.

 “Metode penindasan yang digunakan terhadap Falun Gong kini telah menyebar ke kelompok masyarakat lain. Praktik pengambilan organ hidup-hidup juga telah merusak sistem medis, dan semua itu dilakukan secara besar-besaran di bawah kendali pemerintah. Bahkan melalui inisiatif Belt and Road, praktik jahat ini turut menyebar ke negara lain,” ujarnya. 

Ia menyerukan negara-negara di dunia untuk memutus pengaruh PKT dan menghentikan praktik penindasan lintas batas.

Pada Hari Hak Asasi Manusia Internasional, masyarakat, aktivis demokrasi, dan pembela HAM di San Francisco, Los Angeles, New York, Belanda, serta Selandia Baru juga menggelar aksi protes mengecam penindasan HAM oleh PKT.

Di lokasi protes di Belanda, banyak umat Kristen turut mengecam penindasan dan pembunuhan terhadap kelompok agama di Tiongkok.

Seorang umat Kristen Tionghoa di Belanda mengatakan:  “Setiap tahun banyak orang ditangkap karena keyakinannya. Ada yang dipukuli hingga tewas. Silakan lihat gambar-gambar di samping.”

Di antara kelompok agama yang dianiaya oleh PKT, Falun Gong merupakan yang paling lama, paling luas, dan paling parah tingkat kekejamannya. Menurut data yang belum sepenuhnya lengkap, hingga Desember tahun ini, setidaknya 5.290 praktisi Falun Gong telah dibunuh. Rata-rata 17 orang tewas setiap bulan akibat penganiayaan. (Hui)

Hujan Lebat Menyebabkan Banjir di Washington, 100 Ribu Warga Diminta Mengungsi

EtIndonesia. Beberapa hari terakhir, negara bagian Washington di Amerika Serikat terus-menerus dihantam hujan lebat, menyebabkan tanggul sungai jebol dan serangkaian tanah longsor. Gubernur Washington telah mengumumkan state of emergency (keadaan darurat) di seluruh negara bagian dan meminta sekitar 100.000 penduduk segera mengungsi. Hingga Kamis (11/12/2025) pagi, lebih dari 17.000 warga masih mengalami pemadaman listrik, dan sekitar 11.000 rumah di Chelan County terdampak.

Menurut Departemen Manajemen Darurat Negara Bagian Washington, saat ini setidaknya 26 sungai berada dalam kondisi berisiko banjir. Bahkan, jumlah warga yang harus dievakuasi terus bertambah. Gubernur Bob Ferguson memperingatkan bahwa “beberapa hari ke depan akan mengancam keselamatan jiwa,” dan ia mengingatkan semua orang untuk tetap waspada serta mengaktifkan fitur peringatan darurat.

Pemerintah negara bagian telah meminta bantuan tim penyelamat air, dan ratusan anggota Garda Nasional sedang dikirim ke berbagai komunitas untuk membantu penanganan bencana dan evakuasi.

Sungai Skykomish mengamuk melewati sebuah kabin di dekat Index, Snohomish County, Washington, pada 10 Desember 2025. Nick Wagner / The Seattle Times melalui AP.

Saat ini, wilayah dengan kondisi terparah berada di bagian barat negara bagian Washington. Setidaknya delapan sungai mengalami banjir besar, termasuk Sungai Skagit dan Sungai Snohomish. Di beberapa titik, ketinggian air diperkirakan akan mendekati atau bahkan melampaui rekor sejarah.

Di wilayah Mount Vernon pada Sungai Skagit, puncak banjir diperkirakan terjadi Jumat pagi, dengan ketinggian air sekitar 2 kaki lebih tinggi dari rekor sebelumnya. Di wilayah Concrete, puncak air telah terjadi pagi ini dan tercatat lebih tinggi dari rekor tertinggi sebelumnya. Beberapa titik di Sungai Snohomish juga diperkirakan akan mendekati ketinggian rekor.

Pemerintah daerah tidak berani mengambil risiko. Kabupaten Skagit telah memerintahkan penduduk di zona rawan banjir untuk mengungsi, sementara kota terbesar di wilayah itu, Mount Vernon, berada dalam kondisi siaga penuh. Meskipun tembok penahan banjir telah dibangun pada 2018, perkiraan tingginya banjir kali ini tetap membuat kota berada dalam kewaspadaan tinggi.

Hujan deras juga mengacaukan transportasi. Sejumlah ruas jalan terpaksa ditutup, dan kereta Amtrak rute Seattle–Vancouver dihentikan sementara. Di Interstate 90 di sebelah timur Seattle, jalan tertimbun lumpur dan pepohonan, menyebabkan beberapa kendaraan terjebak.

Di Sumas, dekat perbatasan AS–Kanada, pemerintah mengeluarkan peringatan banjir dan memerintahkan warganya untuk mengungsi. Untuk mempermudah evakuasi, pos pemeriksaan kendaraan komersial yang masuk dari arah selatan ditutup sementara. Polisi juga mengevakuasi warga yang terjebak di sebuah taman rumah mobil di Orting.

Menurut Associated Press,  lebih buruk lagi, mulai Minggu (14/12/2025) sistem badai baru diperkirakan tiba dan dapat membawa hujan lebih banyak. Washington belum pulih dari badai kali ini, tetapi badai berikutnya sudah menunggu di depan mata. (Hui)

Perdana Menteri Bulgaria Umumkan Pengunduran Diri Setelah Aksi Protes Massal Meletus

Baru-baru ini, Bulgaria diguncang aksi protes besar-besaran di seluruh negeri. Puluhan ribu warga turun ke jalan, menuduh pemerintah membiarkan korupsi merajalela dan menuntut kabinet mundur. Pada 11 Desember, Perdana Menteri Rosen Zhelyazkov mengumumkan bahwa seluruh kabinet pemerintah mengundurkan diri.

EtIndonesia. Beberapa hari terakhir, aksi protes terus berlangsung di berbagai wilayah Bulgaria. Pada  10 Desember malam, lebih dari 100.000 warga kembali turun ke jalan di ibu kota Sofia untuk memprotes pemerintah minoritas yang dinilai gagal mengatasi masalah korupsi yang mengakar dalam.

Para demonstran sangat marah; beberapa di antaranya memproyeksikan tulisan “Turun!”, “Mafia Keluar!”, dan “Pemilu yang Adil” pada gedung parlemen dengan menggunakan laser.

Pada hari yang sama, di Plovdiv dan lebih dari 20 kota besar lainnya juga pecah aksi protes besar-besaran.

Pekan lalu, pemerintah minoritas menarik kembali rancangan anggaran 2026 di tengah gelombang protes. Rancangan tersebut berencana menaikkan iuran jaminan sosial dan pajak dividen, dan mendapat penolakan dari partai oposisi serta berbagai organisasi. Parlemen awalnya dijadwalkan melakukan pemungutan suara mosi tidak percaya terhadap pemerintah untuk keenam kalinya pada 11 Desember.

Perdana Menteri Rosen Zhelyazkov mundur dari jabatannya (tangkapan layar)

Perdana Menteri Bulgaria Zhelyazkov:  “Saya ingin memberitahu Anda semua bahwa sebelum pemungutan suara tidak percaya hari ini, pemerintah telah mengumumkan pengunduran diri.”

Zhelyazkov menambahkan:  “Baik yang muda maupun yang tua, warga dari berbagai etnis dan agama semuanya telah menyuarakan pendapat mereka. Kami mendukung kekuatan masyarakat sipil ini dan mendorongnya.”

Diketahui bahwa kemarahan para pengunjuk rasa terutama diarahkan kepada politisi dan oligarki Bulgaria, Delyan Peevski. Partai politiknya, “MRF New Beginning”, adalah pendukung koalisi pemerintahan minoritas. Para penentang menuduh Peevski “mengendalikan kebijakan pemerintah untuk kepentingan oligarkinya.” Pada Juni 2021, ia dikenai sanksi oleh pemerintah AS atas tuduhan korupsi.

Dengan populasi 6,4 juta jiwa, Bulgaria adalah salah satu negara termiskin di Eropa. Pada 1 Januari tahun depan, negara tersebut akan menjadi anggota ke-21 zona euro. Dalam beberapa tahun terakhir, politik dan masyarakat Bulgaria mengalami perpecahan serius. Dalam empat tahun terakhir saja, negara itu telah menggelar tujuh kali pemilu. (Hui)

Laporan oleh Zhang Qin, New Tang Dynasty TV

Apakah Makhluk Hibrida Alien Ada di Sekitar Kita? Mantan Pejabat Intelijen AS : Trump Sepenuhnya Menyadari Hal Ini

Belakangan ini, mantan perwira Angkatan Udara dan pejabat intelijen Amerika Serikat, David Grusch, mengungkapkan bahwa makhluk hibrida manusia–alien hidup di sekitar kita, dan Presiden AS Donald Trump sepenuhnya mengetahui hal tersebut.

EtIndonesia. Dalam wawancara dengan Fox News pada 21 November 2025, David  Grusch mengatakan bahwa militer AS tidak hanya telah memulihkan UFO dan jasad makhluk luar angkasa, tetapi ia sendiri juga pernah melihat laporan intelijen, data, bahkan foto-foto jasad makhluk non-manusia.

“Anggota pemerintahan saat ini sangat mengetahui kenyataan ini. Tentu saja, presiden saat ini sangat memahami masalah ini,” tegasnya. 

Grusch pernah bertugas di Angkatan Udara selama 14 tahun, lalu bekerja sebagai pejabat intelijen di National Reconnaissance Office (NRO). Dari 2019 hingga 2021, ia mewakili NRO dalam Satuan Tugas Fenomena Udara Tak Teridentifikasi (UAP Task Force).

Akhirnya ia menjadi seorang whistleblower dan pada 2023 memberikan kesaksian kepada Kongres AS. Ia menyatakan bahwa badan-badan pemerintah rahasia selama puluhan tahun telah melakukan operasi pemulihan UFO dan rekayasa balik (reverse engineering).

Grusch secara terbuka mengatakan bahwa Gedung Putih selama beberapa dekade telah menutupi informasi terkait pemulihan UFO, keberadaan makhluk luar angkasa, serta sisa-sisa biologisnya — dan laporan-laporan itu pernah sampai ke meja Trump.

Ia mengungkapkan bahwa pada masa jabatan pertamanya, Trump telah diberi pengarahan (briefing) mengenai keberadaan berbagai ras alien. Salah satu di antaranya bahkan disebut telah melakukan persilangan (hibridisasi) dengan manusia.

Grusch percaya Trump sangat memahami proyek rahasia UFO dan informasi terkait alien. Ia mengatakan jika Trump membuka rahasia yang selama ini ditutupi pemerintah, Trump bisa menjadi “pemimpin paling berpengaruh dalam sejarah dunia”.

Pada wawancara podcast September tahun lalu, Trump pernah mengatakan bahwa ia akan membuka dokumen terkait alien. “Saya akan melakukannya. Saya dengan senang hati akan melakukannya. Saya harus melakukannya,” ujarnya.

Pernyataan Grusch menarik perhatian luas. Anggota Kongres AS dari Missouri, Eric Burlison, secara terbuka mendukung klaim Grusch. Ia mengatakan ada setidaknya empat jenis makhluk luar angkasa yang telah didokumentasikan pemerintah secara rahasia, termasuk satu jenis yang disebut “Nordics” — makhluk hibrida berambut pirang dan berkulit cerah.

Dalam sebuah wawancara, Burlison menyatakan bahwa meskipun Grusch tidak bisa mengajari orang cara membedakan apakah seseorang adalah hibrida alien, ia menegaskan bahwa makhluk hibrida tersebut memang hidup di dunia.

Namun pihak militer AS membantah klaim Grusch. Sejauh ini belum ada bukti kuat yang mendukung tuduhan bahwa pemerintah menyembunyikan keberadaan alien.

Selama bertahun-tahun, pertanyaan tentang keberadaan makhluk luar angkasa selalu menarik perhatian. Pada tahun 2020, mantan kepala program keamanan luar angkasa Israel, Haim Eshed, mengungkapkan dalam sebuah wawancara bahwa alien memang ada dan telah berhubungan dengan manusia. Ia juga menyatakan bahwa Presiden Trump mengetahui keberadaan mereka, tetapi alien “tidak mengizinkannya” untuk membuka informasi tersebut.

Eshed, yang memimpin program keamanan luar angkasa Israel selama sekitar 30 tahun, mengatakan bahwa makhluk luar angkasa dari kelompok yang disebut Persekutuan Galaksi (Galactic Federation) telah menjalin kontak dengan manusia. Namun mereka meminta agar informasi ini tidak dipublikasikan karena “manusia belum siap.” (Hui)

Jangan Berlomba dengan Tikus atau Musang

EtIndonesia. Suatu ketika, seekor musang menantang seekor singa untuk bertarung demi menentukan siapa yang lebih kuat.  Singa dengan tegas menolak tantangan itu.

Musang berkata dengan sinis:  “Apa kamu takut?”

Singa menjawab : “Tentu saja aku takut. Jika aku menerima tantanganmu, kamu akan mendapat kehormatan karena pernah bertarung dengan singa. Tapi aku? Semua hewan akan menertawakan aku karena menurunkan derajatku dengan bertarung melawan seekor musang.”

Sebuah Kisah di Dunia Nyata

Di Amerika, ada seorang penulis muda yang pada awal kariernya menciptakan banyak karya populer. Bukunya laris, pembaca mencintai tulisannya, dan masa depannya tampak cerah.

Suatu hari, penulis ini terlibat konflik dengan seorang pria picik karena masalah sepele. Keduanya saling bersitegang, tak mau mengalah. 

Teman-temannya menasihatinya: “Jangan meladeni orang seperti itu. Waktumu berharga. Pergunakanlah untuk menulis, bukan bertengkar.”

Namun penulis itu merasa reputasinya telah dinodai. Dia ingin “mengalahkan” lawannya, ingin membuat orang itu mengaku kalah, ingin memulihkan harga dirinya.

Sejak saat itu, dia menghabiskan energi dan waktunya untuk berselisih dengan “musuh kecil” itu. Konflik demi konflik terjadi, dan pikirannya tidak lagi fokus pada menulis. Akhirnya, dia tidak menghasilkan karya baik lagi, dan namanya perlahan-lahan hilang dari ingatan publik.

Beberapa tahun kemudian, hampir tidak ada yang ingat bahwa pernah ada penulis berbakat seperti dirinya.

Pelajaran Penting

Semakin tinggi tujuan yang dikejar seseorang, semakin besar pula perkembangan kemampuannya—dan semakin besar manfaatnya bagi masyarakat.

Menghabiskan waktu meladeni hal-hal kecil, orang-orang kecil, atau konflik yang tidak bermakna hanya akan menurunkan derajat kita dan merusak masa depan kita sendiri.

Jangan menantang musang. Jangan bertarung dengan tikus. Arahkan energi pada tujuan yang lebih tinggi—di sanalah hidupmu tumbuh dan berjaya. (jhn/yn)

Pegawai Bolos Kerja dengan Menggunakan Topeng Kertas untuk Menipu Sistem Pengenalan Wajah

EtIndonesia. Pegawai negeri sipil di lingkungan sekitar di Tiongkok telah tertangkap menggunakan masker wajah rekan kerja mereka untuk menipu sistem pengenalan wajah dan membantu mereka bolos kerja.

Media Tiongkok baru-baru ini melaporkan bahwa beberapa anggota staf di sebuah komite lingkungan di Kota Wenzhou, Provinsi Zhejiang di Tiongkok timur, diduga membantu rekan kerja untuk bolos kerja dengan mengenakan masker bergambar wajah mereka untuk menipu sistem pengenalan wajah. Dengan demikian, mereka dapat melakukan absensi tanpa benar-benar datang bekerja.

Sekretaris komite lingkungan, seorang pria bernama Li, diduga telah memimpin sekelompok orang untuk bolos kerja dengan menggunakan masker bergambar wajah mereka. Dengan cara ini, satu atau dua orang dapat melakukan absensi untuk seluruh kelompok sementara mereka mengurus urusan pribadi mereka.

Tidak diketahui berapa banyak anggota staf yang terlibat, atau bagaimana mereka berhasil menipu perangkat lunak pengenalan wajah dengan apa yang tampak seperti potongan kertas wajah orang, tetapi metode mereka ditemukan setelah beberapa pelaku tertangkap oleh kamera CCTV di atas pemindai wajah.

Komite lingkungan adalah bentuk pemerintahan administratif terendah di Tiongkok. Anggotanya bukan pegawai negeri dan tidak dibayar gaji, tetapi mereka menerima tunjangan, jadi para pelaku menerima semacam kompensasi secara ilegal.

“Ini korupsi. Mereka semua harus dipecat dan bahkan dihukum secara hukum. Ada begitu banyak orang yang kesulitan mencari pekerjaan,” komentar seseorang yang marah di Weibo, versi Tiongkok dari X.

“Beberapa dari kita harus bekerja lebih dari 10 jam sehari, sementara beberapa bahkan tidak bekerja selama delapan jam,” keluh orang lain.

Meskipun penipuan tunjangan itu sudah cukup buruk, yang benar-benar menarik perhatian sebagian besar pembaca di Tiongkok adalah bagaimana anggota staf komite mampu mengakali sistem pengenalan wajah berteknologi tinggi dengan masker kertas sederhana. Di zaman sekarang ketika AI tampaknya mampu melakukan hampir apa saja, Anda benar-benar tidak mengharapkan hal semacam itu.(yn)

Santa Cruz del Islote – Pulau Terpadat di Dunia

EtIndonesia. Santa Cruz del Islote, sebuah pulau kecil di Kepulauan San Bernardo, Kolombia, hanya memiliki luas dua lapangan sepak bola, tetapi berpenduduk lebih dari 1.200 jiwa.

Menariknya, pulau terpadat di dunia ini tetap tidak berpenghuni hingga abad ke-19, ketika para nelayan Afro-Kolombia mulai datang ke San Bernardo untuk menangkap ikan. 

Santa Cruz del Islote, yang terletak di atas kombinasi dasar laut yang terangkat dan karang, memungkinkan mereka untuk tinggal di laut dan menangkap ikan dalam jangka waktu yang lebih lama, dan mereka secara bertahap mulai menetap di sini. Selama beberapa abad berikutnya, komunitas tersebut terus berkembang hingga menjadi tempat yang padat seperti sekarang ini.

Secara resmi, Santa Cruz del Islote hanya memiliki luas 0,012 kilometer persegi dan berpenduduk sekitar 1.200 jiwa, yang menjadikannya pulau terpadat di dunia, jauh melampaui pulau-pulau lainnya. Banyak penduduk setempat tidak menyukai label itu dan bersikeras bahwa komunitas tersebut hanya berjumlah sekitar 900 orang, tetapi bahkan jika itu benar, tempat itu tetap sangat padat.

Santa Cruz del Islote adalah rumah bagi sekitar 115 rumah, hampir sebanyak yang dapat dibangun di lahan yang sangat terbatas, tetapi banyak dari rumah-rumah itu sekarang mulai menjadi lebih tinggi, karena penduduk mulai membangun ke atas. Kurangnya ruang dan keamanan rumah-rumah yang menjulang tinggi ini adalah dua kekhawatiran utama tentang masa depan pulau tersebut.

Seiring reputasi Santa Cruz del Islote sebagai pulau terpadat di dunia tumbuh, wisatawan mulai melakukan perjalanan untuk melihat sendiri keunikan pulau ini. Tetapi penduduk setempat tidak suka difilmkan dan difoto seperti hamster di kandang yang penuh sesak, jadi mereka mulai memungut biaya dari wisatawan yang datang ke sini. Dengan cara ini, setidaknya mereka mendapatkan sesuatu dari kunjungan mereka.

Meskipun banyak dari kita tidak pernah bisa membayangkan tinggal di tempat yang begitu kecil dan padat, penduduk Santa Cruz del Islote tidak akan mau tinggal di tempat lain. Ya, memang padat penduduk dan kecil, air minum harus dikirim dari daratan setiap minggu, dan kemiskinan adalah masalah yang tak terbantahkan, tetapi penduduk setempat mengklaim tidak ada kejahatan, dan risiko tertabrak mobil tidak ada, karena tidak ada mobil.(yn)

One Global Capital Taklukkan Siklus Pasar, Cetak Pertumbuhan Fantastis di Australia dengan Mata Tertuju ke Indonesia

0

Jakarta, 9 Desember 2025 – Di tengah kelesuan dan tekanan di pasar properti residensial Australia, terutama menyusul melemahnya minat investor asing dari China, sebuah nama justru muncul dengan kinerja yang mendefinisikan ulang logika investasi. One Global Capital (OGC), perusahaan yang didirikan oleh pengusaha peraih penghargaan Iwan Sunito, tidak hanya bertahan, tetapi malah menunjukkan akselerasi dan pertumbuhan yang spektakuler. Perusahaan ini baru saja mengantongi lisensi AFSL Wholesale penuh, sebuah tonggak yang mentransformasikannya dari pengembang properti menjadi platform manajemen dana real estat internasional yang canggih, sekaligus membuka pintu lebar bagi investor institusional dan high-net-worth dari Indonesia dan Asia Tenggara.

Strategi Counter-Cyclical yang Membuahkan Hasil Nyata

Ketika banyak pemain melakukan konsolidasi dan penundaan proyek akibat meningkatnya pajak bagi pembeli asing, OGC justru bergerak agresif. Perusahaan ini secara strategis memperluas portofolio di koridor pertumbuhan paling dinamis di Sydney, seperti Green Square, Chatswood, Macquarie Park, dan Eastlakes. Langkah ini bukan sekadar mengejar momentum, tetapi berinvestasi pada potensi masa depan.

Bukti keberhasilan strategi counter-cyclical OGC paling nyata terlihat pada proyek Eastlakes One Global Gallery. Awalnya adalah pusat ritel lingkungan, aset komersial ini telah bertransformasi menjadi mesin bisnis yang menghasilkan. Data dari Savills (November 2025) mengungkapkan nilai aset yang luar biasa: dari akuisisi senilai AUD 19,5 juta pada September 2024, nilainya melonjak menjadi lebih dari AUD 33 juta pada Oktober 2025—pertumbuhan 69,2% dalam setahun.

Yang lebih mencengangkan adalah pertumbuhan ekuitasnya. “Dari sisi ekuitas, pertumbuhannya menembus 130% hanya dalam satu tahun pertama,” papar Iwan Sunito, Founder & CEO One Global Capital. “Ini membuktikan bahwa disiplin strategi, kriteria seleksi aset, dan kekuatan berinvestasi pada kawasan yang memiliki nilai masa depan menjadi hal yang wajib diperhitungkan,” tambahnya.

Kesuksesan juga terlihat dari kinerja operasional. Woolworths, sebagai anchor tenant, berhasil meningkatkan omzet bulanannya dari AUD 140.000 menjadi lebih dari AUD 520.000, menjadikannya salah satu gerai dengan omzet per meter persegi tertinggi di Australia.

Inovasi Teknologi dan Platform Hotel Modular Global

Momentum OGC tidak berhenti di Eastlakes. Di Macquarie Park, perusahaan bersiap membangun hotel keempatnya dengan teknologi mutakhir Robotic Volumetric Modular Construction. Teknologi ini tidak hanya mempercepat waktu konstruksi hingga target penyelesaian 12 bulan (dimulai Juli 2026), tetapi juga meningkatkan standar keberlanjutan (sustainability). Hotel ini akan menjadi pelopor bagi platform hotel modular global OGC.

“Platform hotel modular kami dirancang untuk ekspansi global, dan Indonesia akan menjadi salah satu pasar pertama yang kami masuki,” tegas Iwan Sunito, menandai babak baru ekspansi perusahaan. Pernyataan ini memperkuat komitmen jangka panjang OGC terhadap pasar Asia Tenggara, dengan Indonesia sebagai fokus strategis berikutnya setelah mengamankan dua proyek besar di Australia.

Membuka Akses bagi Investor Ritel Indonesia

Transformasi ke platform manajemen dana dengan lisensi AFSL Wholesale menjadi game-changer. Samuel Sunito, Director of Fund One Global Capital, menjelaskan filosofi perusahaan: “Kami menawarkan platform unik yang memberi akses kepada investor ritel untuk menikmati peluang setingkat wholesale… Ketika investor kami tumbuh, kami tumbuh bersama mereka.”

Ini berarti investor individu dari Indonesia kini memiliki akses terstruktur dan teregulasi untuk berpartisipasi dalam proyek-proyek premium di Australia—sesuatu yang sebelumnya didominasi oleh institusi besar. OGC juga berencana meluncurkan High Impact Conference setiap kuartal sebagai forum pemberdayaan investor.

Dukungan Analis dan Prospek Pasar Australia

Ricky Tarore, Director Office Services Savills Indonesia, memberikan perspektif analitis. Ia menegaskan bahwa Sydney tetap menjadi destinasi investasi yang aman dan strategis bagi investor Indonesia, berkat stabilitas politik, sistem hukum yang kuat, dan transparansi regulasi. “Bagi investor yang ingin memperkuat ketahanan portofolio, Sydney menawarkan kombinasi ideal antara diversifikasi global, peluang pertumbuhan nilai aset, serta stabilitas pendapatan sewa,” ujarnya.

Namun, Ricky menekankan pentingnya pendekatan terukur. “Investor perlu memastikan pemilihan proyek yang tepat… dan struktur investasi dengan governance yang kuat.” Dalam konteks ini, ia melihat OGC sebagai salah satu opsi yang patut dipertimbangkan, karena menyediakan akses terkurasi ke proyek premium dengan tata kelola yang transparan.

Menuju IPO 2031 dengan Fondasi Kuat

Dengan lebih dari 25 tahun pengalaman Iwan Sunito, kolaborasi strategis seperti dengan Mitsubishi Estate Asia, serta rekam jejak 23 gedung dan ratusan penghargaan, OGC membangun fondasi kokoh menuju rencana IPO pada 2031. Perusahaan tidak hanya menavigasi siklus pasar dengan cerdik, tetapi secara aktif mengangkat standar industri melalui inovasi dan penciptaan nilai jangka panjang.

Kabar baik bagi investor adalah kepastian pembagian dividen tahap pertama di akhir 2025, yang akan dilanjutkan pada kuartal I 2026. Ini menjadi bukti nyata keberhasilan kinerja dan komitmen perusahaan terhadap para pemegang kepentingan.

Di tengah dinamika pasar global yang tidak pasti, One Global Capital muncul sebagai kisah sukses yang langka. Mereka membuktikan bahwa dengan disiplin strategis, seleksi aset yang ketat, dan inovasi berkelanjutan, adalah mungkin untuk tidak hanya “melawan arus”, tetapi juga mendikte arah baru—menciptakan peluang bernilai tinggi bagi investor yang bersiap naik ke level berikutnya, termasuk dari Indonesia.

Jam Berdetak untuk Kyiv: Trump Dorong Keputusan Terbesar Ukraina

EtIndonesia. Perang Rusia–Ukraina tampaknya memasuki babak baru yang jauh lebih kompleks dan sensitif. Pada Rabu, 10 Desember, pemerintah Ukraina secara resmi menyerahkan versi terbaru rencana perdamaian kepada Amerika Serikat—dokumen yang dipandang sebagai fondasi utama negosiasi masa depan untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung hampir tiga tahun.

Namun, pada hari yang sama, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump melontarkan pernyataan singkat namun sarat makna: Amerika Serikat tidak ingin membuang waktu untuk persoalan Ukraina. Dua peristiwa yang terjadi serentak ini segera mengubah atmosfer diplomatik internasional menjadi sangat tegang dan penuh spekulasi.

Pertanyaannya pun mencuat:

  • Apa isi sebenarnya dari rencana perdamaian Ukraina?
  • Apakah ini menandai dimulainya fase baru perang Rusia–Ukraina, yang kini bergerak ke arena negosiasi keras antar kekuatan besar?

Dokumen Inti Negosiasi: Batas Merah Ukraina Mulai Diletakkan

Dua sumber Ukraina mengonfirmasi kepada AFP bahwa pada 10 Desember, Kyiv telah secara resmi menyerahkan versi terbaru rencana perdamaian tersebut kepada pihak Amerika.

Dokumen ini bukan proposal simbolis atau sekadar seruan politik. Menurut sumber yang mengetahui prosesnya, dokumen tersebut merupakan kerangka dasar negosiasi masa depan Ukraina, yang secara eksplisit menjelaskan kepada Washington:

  • isu apa saja yang bersedia dibahas Ukraina,
  • poin mana yang tidak dapat dinegosiasikan,
  • serta garis merah absolut yang tidak boleh dilanggar dalam perundingan dengan Rusia.

Hingga kini, isi lengkap dokumen dirahasiakan. Namun Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy telah mengungkapkan gambaran besarnya kepada publik.

Dia menyebutkan bahwa rencana tersebut terdiri dari sekitar 20 poin inti, yang diperkuat oleh dua dokumen pendukung utama, yaitu:

  1. Dokumen jaminan keamanan jangka panjang Ukraina, dan
  2. Peta jalan rekonstruksi ekonomi pascaperang.

Seluruh paket tersebut masih berada dalam tahap penyempurnaan akhir.

Pesan yang ingin disampaikan Kyiv sangat jelas: Ukraina tidak hanya memikirkan penghentian perang, tetapi juga secara sistematis mempersiapkan kehidupan setelah perang—baik dari sisi keamanan, ekonomi, maupun tata negara.

Pernyataan Trump: Tekanan Terbuka terhadap Kyiv

Di saat yang hampir bersamaan, Presiden AS, Donald Trump menyatakan secara terbuka bahwa Amerika Serikat tidak ingin menghabiskan waktu lebih lama untuk isu Ukraina.

Pernyataan ini secara luas dipandang sebagai tekanan langsung terhadap Kyiv.

Makna politik di baliknya tidak ambigu:
Jika Ukraina benar-benar ingin memasuki jalur negosiasi dengan Rusia, maka proposal perdamaian harus segera disajikan secara lebih konkret, jelas, dan tegas.

Dengan kata lain, Washington menginginkan Kyiv mempercepat keputusan strategis dan meletakkan seluruh posisi tawar Ukraina di atas meja—tanpa ambiguitas.

Pembahasan Rekonstruksi Pascaperang: Tiga Prinsip Utama

Masih pada 10 Desember, pejabat tinggi Amerika dan Ukraina juga menggelar pembahasan intensif mengenai rekonstruksi Ukraina pascaperang.

Menurut laporan Reuters, Presiden Zelenskyy bertemu dengan Menteri Keuangan AS serta sejumlah pejabat senior Amerika. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak menyatakan kesepakatan penuh mengenai prinsip dasar cetak biru pemulihan ekonomi Ukraina.

Dokumen rekonstruksi itu mencakup tiga arah utama:

  1. Pemulihan ekonomi harus nyata dan dapat dirasakan masyarakat, bukan sekadar janji di atas kertas.
  2. Standar rekonstruksi harus lebih tinggi dari kondisi sebelum perang, bukan hanya membangun kembali, tetapi meningkatkan kualitas infrastruktur, industri, dan tata kelola.
  3. Keamanan menjadi fondasi utama rekonstruksi, karena tanpa jaminan keamanan jangka panjang, seluruh rencana pembangunan tidak memiliki arti.

Pihak Ukraina menegaskan bahwa rencana perdamaian, arsitektur keamanan jangka panjang, dan peta jalan rekonstruksi ekonomi sedang disusun secara paralel. Ini menunjukkan pendekatan komprehensif Kyiv dalam mendesain masa depan negaranya.

Tekanan Waktu dari Washington: Target Sebelum Natal

Sehari sebelumnya, pada 9 Desember, media Inggris melaporkan bahwa utusan khusus Presiden Trump telah menekan Zelenskyy agar dalam hitungan hari segera menanggapi proposal perdamaian versi Amerika, sebagai imbalan atas jaminan keamanan dari AS.

Beberapa sumber bahkan menyebutkan bahwa Trump menginginkan kesepakatan awal tercapai sebelum Natal.

Menanggapi tekanan tersebut, Zelenskyy dilaporkan memberikan respons awal yang sangat hati-hati: dia harus terlebih dahulu berkonsultasi dengan sekutu Eropa.

Dia secara langsung menyampaikan kepada pihak Amerika bahwa keputusan sebesar ini tidak bisa diambil secara sepihak, dan membutuhkan koordinasi dengan Inggris, Prancis, dan Jerman.

Konsultasi Eropa: Koordinasi Intensif di London

Menurut laporan, pada Senin pekan ini, Zelenskyy bertemu dengan para pemimpin Inggris, Prancis, dan Jerman di London, guna membahas langkah lanjutan dalam perang Rusia–Ukraina.

Sebelum pertemuan tersebut, Zelenskyy mengungkapkan bahwa pada Sabtu sebelumnya, dia telah melakukan pembicaraan telepon selama dua jam dengan pejabat Amerika.

Dalam panggilan tersebut hadir:

  • Steve Witkoff, utusan khusus AS yang sebelumnya terlibat dalam pembicaraan rahasia AS–Rusia, serta
  • Jared Kushner, menantu sekaligus orang kepercayaan Donald Trump.

Pesan yang disampaikan dalam pembicaraan itu disebut sangat tegas: waktu semakin menipis, dan keputusan strategis harus segera diambil.

Dokumen Satu Halaman yang Mengguncang Eropa

Sementara itu, Amerika Serikat juga meluncurkan langkah besar lainnya. Menurut laporan Wall Street Journal tanggal 10 Desember, pemerintahan Trump telah mengirimkan kepada sejumlah negara Eropa dokumen satu halaman yang memuat visi Amerika tentang rekonstruksi Ukraina dan reintegrasi Rusia ke ekonomi global.

Meski hanya satu halaman, dokumen ini dianggap mengguncang meja perundingan Eropa, karena implikasinya jauh melampaui Ukraina.

Salah satu poin paling menonjol adalah rencana Amerika untuk:

  • melibatkan dana ekuitas swasta Wall Street dan lembaga keuangan besar,
  • memanfaatkan sekitar 200 miliar dolar aset Rusia yang dibekukan,
  • untuk diinvestasikan dalam proyek rekonstruksi Ukraina.

Bahkan, proposal tersebut mencakup pembangunan pusat data raksasa, dengan pasokan listrik dari PLTN Zaporizhzhia—yang saat ini masih berada di bawah kendali militer Rusia.

Jika skema ini terwujud, makna simbolik dan politiknya akan sangat besar.

Usulan Kontroversial: Mengintegrasikan Kembali Rusia

Lampiran lain dalam dokumen tersebut jauh lebih kontroversial. Amerika mengusulkan bantuan untuk mengintegrasikan kembali Rusia ke ekonomi global, termasuk membuka pintu bagi perusahaan Amerika untuk kembali berinvestasi langsung di Rusia.

Bidang yang disebutkan mencakup:

  • pertambangan logam tanah jarang,
  • minyak dan gas Arktik,
  • serta pemulihan ekspor energi Rusia ke Eropa Barat dan pasar global.

Pendekatan ini didasarkan pada prinsip “perdamaian melalui keterikatan ekonomi”.

Pejabat Amerika berpendapat bahwa jika aset Rusia hanya dibekukan mengikuti pendekatan Eropa saat ini, 200 miliar dolar tersebut akan cepat habis. Namun jika dikelola oleh Wall Street, dana itu berpotensi berkembang hingga 800 miliar dolar.

Seorang pejabat bahkan menyatakan dengan lugas: “Kami benar-benar tahu cara membuat uang berkembang.”

Mengubah Lanskap Eropa Pascaperang

Inti strategi Amerika adalah menciptakan ketergantungan ekonomi timbal balik antara Rusia, Ukraina, dan Eropa Barat—sehingga biaya perang menjadi terlalu mahal untuk dilanjutkan.

Contohnya, pusat data Ukraina yang bergantung pada listrik dari PLTN Zaporizhzhia yang dikuasai Rusia akan menciptakan ikatan strategis: menyerang pihak lain berarti melukai kepentingan sendiri.

Namun proposal ini juga memicu perdebatan sengit antara Amerika dan Eropa, karena jika diterapkan, bukan hanya masa depan Ukraina yang berubah—tetapi juga posisi Rusia, peta energi Eropa, dan pengaruh Amerika di benua tersebut.

Kesimpulan

Perkembangan pada 9–10 Desember ini menunjukkan bahwa Amerika Serikat tidak sekadar ingin mengakhiri perang Rusia–Ukraina. Washington tampaknya sedang mendesain ulang arsitektur ekonomi dan keamanan Eropa pascaperang.

Rencana perdamaian Ukraina, tekanan waktu dari Trump, serta dokumen satu halaman Amerika, bersama-sama menandai bahwa konflik ini telah bergerak ke fase geopolitik yang jauh lebih besar—di mana perang, ekonomi, energi, dan kekuasaan global kini saling bertaut erat.

Dan inilah bobot sejati dari manuver diplomatik terbaru tersebut.

Bersihkan “Jendela” Dalam Dirimu

EtIndonesia. Sepasang suami istri muda kedatangan tetangga baru yang pindah ke rumah seberang.  Keesokan paginya, saat mereka sedang sarapan, sang istri melihat tetangga barunya itu sedang mencuci pakaian di halaman.

Dia pun berkata kepada suaminya :  “Lihat, pakaian itu tidak bersih. Mungkin dia tidak tahu cara mencuci yang benar. Atau mungkin deterjen yang dipakainya kurang bagus.”

Suaminya hanya meliriknya dan tetap diam.

Begitulah seterusnya. Setiap kali tetangganya mencuci pakaian, sang istri selalu memberikan komentar yang sama—mengkritik, mencela, atau menilai.

Perubahan yang Mengejutkan

Sekitar sebulan kemudian, suatu pagi sang istri mendadak berseru dengan nada terkejut : “Sayang, lihat! Pakaian tetangga itu hari ini bersih! Sepertinya dia sudah belajar cara mencuci yang benar. Aku ingin tahu siapa yang mengajarinya.”

Suaminya mengangguk pelan dan menjawab tenang: “Tadi pagi aku bangun lebih awal… dan membersihkan kaca jendela kita.”

Sang istri pun langsung terdiam.

Pesan Inspiratif

Sebelum kita menilai orang lain, kita harus memastikan terlebih dahulu:  “Apakah diri kita sendiri sudah bersih?”

Apa yang kita lihat tentang orang lain sangat bergantung pada seberapa jernih cara pandang kita—apakah kita melihat dengan hati yang terbuka, atau melalui debu prasangka dan emosi.

Sebelum mengkritik:

  • periksa apakah kita sudah objektif,
  • lihat apakah kita sudah mampu melihat sisi baik orang lain,
  • jangan terburu-buru mencari kesalahan.

Karena sering kali, masalahnya bukan pada orang lain—melainkan pada “diri kita” yang perlu kita bersihkan. (jhn/yn)

Ketua KPPU Tegaskan Reformasi Hukum Persaingan Jadi Keharusan di Era Kuasa Algoritma

Jakarta, 11 Desember 2025 – Dua puluh lima tahun membangun fondasi hukum persaingan usaha di Indonesia kini menghadapi ujian paling berat: merespons struktur pasar yang direkayasa oleh teknologi digital dan algoritma. Dalam pembukaan The 3rd Jakarta International Competition Forum (3JICF) yang digelar di Danareksa Tower, Jakarta, pada Kamis (11/12), Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), M. Fanshurullah Asa, menegaskan urgensi untuk menata ulang paradigma hukum persaingan. Forum bertema “Legal Reform, International Alignment & Enforcement Evolution” ini menjadi panggung strategis bagi regulator, pelaku usaha, akademisi, dan praktisi global untuk membedah tantangan baru yang tidak kasat mata namun sangat menentukan masa depan ekonomi nasional.

Tantangan Baru: Tembok Tak Kasat Mata Bernama Data dan Algoritma

Dalam pidato pembukaannya, Ketua KPPU menggambarkan transformasi lanskap ekonomi yang telah meruntuhkan logika pasar tradisional. “Tantangan terbesar saat ini adalah tembok tak kasat mata. Kekuatan jaringan (network effects), akumulasi data raksasa, dan pengambilan keputusan berbasis algoritma telah menciptakan hambatan masuk (entry barriers) yang sulit ditembus oleh pesaing baru, terutama UMKM,” tegas Asa.

Pernyataan tersebut menyasar realitas di mana dominasi pasar tidak lagi semata-mata diukur dari pangsa pasar fisik atau kapasitas produksi, melainkan dari kontrol atas data pengguna, kekuatan platform, dan algoritma yang dapat mengatur preferensi konsumen serta harga secara otomatis. Praktik seperti self-preferencing (platform mengutamakan produk atau layanannya sendiri) dan algorithmic tacit collusion (mesin-mesin dari perusahaan berbeda secara diam-diam menyepakati harga) menjadi contoh bentuk monopoli baru yang sulit dideteksi dengan alat hukum konvensional.

Tiga Pilar Strategis Menghadapi Disrupsi Digital

Menghadapi realitas ini, KPPU melalui 3JICF mengusung tiga pilar reformasi strategis agar tetap relevan sebagai regulator.

Pertama, Reformasi Hukum yang Proaktif. KPPU menyerukan pergeseran dari pendekatan reaktif case-by-case menuju pendekatan proaktif berbasis risiko (risk-based standard). Regulasi dan Undang-Undang Persaingan Usaha harus mampu mendeteksi potensi distorsi pasar dan praktik anti-persaingan sejak dini, sebelum merugikan konsumen dan menghambat inovasi. Hal ini menuntut kemampuan analisis yang lebih canggih untuk memahami dinamika pasar digital.

Kedua, Penyelarasan Internasional. Mengingat sifat pasar digital yang borderless, Indonesia tidak bisa berjalan sendiri. Sebagai negara yang sedang dalam proses aksesi OECD dan anggota baru BRICS, Indonesia perlu menyelaraskan standar regulasinya dengan komunitas global. Mulai dari interoperabilitas sistem hingga rezim notifikasi merger lintas negara, penyelarasan ini dimaksudkan agar Indonesia dapat langsung mengadopsi praktik terbaik global dan tidak tertinggal. Kehadiran pakar internasional seperti Andrey Tsyganov dari FAS Rusia dan Guru Besar Prof. Rhenald Kasali dalam forum ini menegaskan pentingnya perspektif global.

Ketiga, Evolusi Penegakan Hukum Berbasis Teknologi. KPPU menyadari bahwa kebijakan tanpa penegakan yang efektif hanyalah retorika. Memasuki usia ke-25, KPPU berkomitmen untuk mempertajam alat kerjanya dengan memanfaatkan teknologi. Penggunaan forensik digital dan kecerdasan buatan untuk mendeteksi persekongkolan tender (bid-rigging) dalam pengadaan publik, serta perlindungan UMKM dari klausul kontrak yang tidak seimbang di ekosistem platform digital, menjadi prioritas penegakan yang tidak bisa ditawar. Penegakan hukum harus setajam dan secepat perkembangan teknologi itu sendiri.

Visi Pasar yang Dapat Diperebutkan dan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Tujuan akhir dari seluruh upaya reformasi ini, menurut KPPU, adalah menciptakan pasar yang dapat diperebutkan (contestable market). Pasar yang terbuka bagi inovasi dan investasi baru, minim bottleneck (sumbatan), dan adil bagi semua pelaku, dari korporasi raksasa hingga UMKM. “Tanpa pasar yang terbuka bagi investasi baru dan minim sumbatan pasar, visi nasional untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen akan jauh dari jangkauan,” imbuh Ketua KPPU.

Melalui 3JICF, KPPU tidak hanya ingin menjadi ruang diskusi, tetapi juga menghasilkan catatan kebijakan yang dapat ditindaklanjuti (actionable policy notes). Forum ini menjadi ajang untuk mengonsolidasikan pandangan semua pemangku kepentingan—pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat—untuk bersama-sama merancang sistem ekonomi Indonesia yang tetap adil, transparan, dan memberikan kesempatan setara bagi setiap pelaku usaha untuk tumbuh.

Pesan yang disampaikan KPPU dalam 3JICF 2025 jelas: di era di mana algoritma bisa menjadi tiran baru yang mengendalikan pasar, hukum persaingan tidak boleh lengah. Reformasi yang berani, cepat, dan berbasis kolaborasi global bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keharusan untuk memastikan demokrasi ekonomi tetap hidup di tengah gelombang disrupsi digital. Masa depan persaingan usaha Indonesia akan ditentukan oleh sejauh mana kita mampu membangun hukum yang tidak hanya mengawasi manusia, tetapi juga mampu menjinakkan logika mesin