“Tidak Akan Mengatakan Itu Berjalan Baik atau Buruk”: Trump Telah Berbicara dengan Maduro

EtIndonesia. Presiden AS Donald Trump pada hari Minggu (30/11) mengonfirmasi bahwa dia baru-baru ini berbicara dengan pemimpin Venezuela, Nicolas Maduro di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara, sementara Caracas mengecam apa yang disebutnya persiapan AS untuk serangan.

Amerika Serikat meningkatkan tekanan terhadap Venezuela, dengan peningkatan kekuatan militer besar-besaran di Karibia, penetapan kartel narkoba yang diduga dijalankan oleh Maduro sebagai kelompok teroris, dan peringatan keras dari Trump bahwa wilayah udara Venezuela “ditutup.”

Washington mengatakan tujuan pengerahan militer yang diluncurkan pada bulan September adalah untuk mengekang perdagangan narkoba di wilayah tersebut, tetapi Caracas bersikeras bahwa perubahan rezim adalah tujuan akhir.

“Saya tidak akan mengatakan itu berjalan baik atau buruk. Itu hanya panggilan telepon,” kata Trump kepada wartawan pada hari Minggu di atas Air Force One.

The New York Times melaporkan pada hari Jumat bahwa Trump dan Maduro telah membahas kemungkinan pertemuan, sementara The Wall Street Journal mengatakan pada hari Sabtu bahwa percakapan tersebut juga mencakup persyaratan amnesti jika Maduro mengundurkan diri.

Senator Republik, Markwayne Mullin mengatakan pada hari Minggu di acara bincang-bincang “State of the Union” CNN bahwa Amerika Serikat telah menawarkan Maduro kesempatan untuk meninggalkan negaranya ke Rusia atau negara lain.

Amerika Serikat menuduh Maduro, pewaris politik mendiang pemimpin sayap kiri Venezuela Hugo Chavez, memimpin “Kartel Matahari” dan telah mengeluarkan hadiah 50 juta dolar untuk penangkapannya.

Namun Venezuela dan negara-negara pendukungnya bersikeras bahwa organisasi semacam itu tidak ada.

Beberapa pakar Venezuela mengatakan apa yang disebut Washington sebagai Kartel Matahari mengacu pada korupsi pejabat senior oleh geng-geng kriminal.

Amerika Serikat juga tidak mengakui Maduro sebagai pemenang sah pemilihan presiden tahun lalu.

Meskipun Trump tidak secara terbuka mengancam akan menggunakan kekerasan terhadap Maduro, dia mengatakan dalam beberapa hari terakhir bahwa upaya untuk menghentikan perdagangan narkoba Venezuela “melalui darat” akan dimulai “segera.”

Bantuan dari OPEC?

Venezuela menyatakan telah meminta bantuan dari Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC), yang merupakan anggotanya, untuk membantu “menghentikan agresi (Amerika) ini, yang sedang dipersiapkan dengan kekuatan yang semakin besar.”

Permintaan tersebut disampaikan dalam sebuah surat dari Maduro kepada kelompok tersebut, yang dibacakan oleh Wakil Presiden Delcy Rodriguez, yang juga merupakan menteri perminyakan Venezuela, dalam pertemuan virtual para menteri OPEC.

Washington “berusaha merebut cadangan minyak Venezuela yang sangat besar, yang terbesar di dunia, dengan menggunakan kekuatan militer,” tulis Maduro dalam surat tersebut.

Sejak September, serangan udara AS telah menargetkan kapal-kapal yang diduga sebagai penyelundup narkoba di Laut Karibia dan Samudra Pasifik bagian timur, menewaskan sedikitnya 83 orang.

Pemerintahan Trump tidak memberikan bukti konkret untuk mendukung tuduhan di balik kampanyenya, dan banyak pakar mempertanyakan legalitas operasi tersebut.

Media AS melaporkan pada hari Jumat bahwa dalam satu serangan di bulan September, militer AS melakukan serangan lanjutan yang menewaskan para penyintas dari serangan awal.

Washington Post dan CNN melaporkan bahwa Menteri Pertahanan Pete Hegseth telah mengeluarkan perintah untuk “membunuh semua orang,” tetapi Trump mengatakan pada hari Minggu bahwa Hegseth telah membantah telah memberikan perintah tersebut.

“Kami akan menyelidikinya, tetapi tidak, saya tidak menginginkan itu — tidak ada serangan kedua,” kata Trump kepada para wartawan. “Pete mengatakan dia tidak memerintahkan kematian kedua orang itu.”

Peningkatan kekuatan militer AS yang terus-menerus telah mengakibatkan pengerahan kapal induk terbesar di dunia ke perairan Karibia, sementara jet tempur dan pesawat pengebom Amerika telah berulang kali terbang di lepas pantai Venezuela dalam beberapa hari terakhir.

Enam maskapai penerbangan telah membatalkan layanan ke Venezuela, tetapi pada hari Minggu, bandara di Caracas tetap beroperasi seperti biasa.(yn)

Wabah Penyakit di Tiongkok Makin Ganas : Anak 13 Tahun Alami “Paru-paru Putih”, Bocah 6 Tahun Demam hingga Mengalami Kerusakan Otak

EtIndonesia. Wabah influenza di Tiongkok terus meningkat. Berbagai daerah di daratan Tiongkok melaporkan kasus infeksi massal di kalangan pelajar, hingga menyebabkan kelas-kelas terpaksa diliburkan. Banyak rumah sakit juga mulai menangani kasus anak dalam kondisi kritis. 

Baru-baru ini, sebuah kelas di sekolah dasar di Hangzhou mendadak diliburkan setelah 18 siswa terkonfirmasi influenza A; sementara di Henan, seorang anak perempuan berusia 6 tahun mengalami cedera otak hanya satu hari setelah demam.

Dalam beberapa hari terakhir, berita terkait “influenza” sering masuk daftar topik terpopuler. Menurut laporan media Hongxing News pada 28 November, banyak orang tua mengeluhkan bahwa sudah beberapa kelas di sekolah anak mereka yang diliburkan dan  guru meminta siswa memakai masker saat belajar.

 “Sedang bekerja di kantor, tiba-tiba diberi tahu bahwa kelas anak diliburkan.”
“Pulang dari karyawisata, langsung jatuh sakit, suhu hampir mencapai 40°C.”

Seorang guru di Hangzhou mengatakan bahwa siswa dari kelas 3, 4, dan 5 banyak yang terkena flu: “Hari ini 2 kelas diliburkan, dan ada dua kelas lagi yang lebih dari 10 siswanya terkena flu.” Ia juga mengatakan bahwa gelombang flu kali ini sangat menular: “Di salah satu kelas, gurunya tertular dulu, lalu menularkan ke siswa kelas lainnya.”

Seorang orang tua di Distrik Gongshu, Hangzhou, mengatakan bahwa anaknya mulai merasa dingin, tidak nafsu makan, tidak bertenaga sepulang sekolah beberapa hari lalu, dan ia juga menyebut banyak teman sekelas yang izin karena sakit, beberapa bahkan muntah. Karena tidak demam, anak itu tetap dikirim ke sekolah — tetapi tak lama, guru mengirim pesan bahwa kelas harus diliburkan 4 hari. Saat orang tua mengecek grup WeChat, ternyata banyak siswa dinyatakan positif influenza A.

Di sekolah negeri lain di distrik yang sama, wali kelas juga mengingatkan para orang tua bahwa mengingat naiknya kasus flu, kegiatan klub siang hari Jumat dan penitipan sore pada hari yang sama dibatalkan.

Di Distrik Binjiang, Hangzhou, orang tua melaporkan bahwa di salah satu sekolah dasar negeri, satu kelas kelas 6 memiliki 18 siswa yang terinfeksi influenza, dan guru-guru kelas lain pun meminta murid memakai masker selama belajar.

Orang tua siswa di sebuah SMP di Linping mengatakan bahwa saat kelas mengadakan karyawisata, empat siswa tidak ikut karena sakit. Keesokan harinya, wali kelas dan guru bahasa Inggris juga tumbang, dan lebih dari sepuluh siswa tidak masuk. Dua siswa bahkan harus dijemput saat jam pelajaran karena mendadak sakit. Pada akhirnya, seluruh kelas dipulangkan untuk isolasi, dan kelas di sebelahnya juga diliburkan.

Menurut laporan Dahe Daily, di ICU Anak (PICU) Rumah Sakit No.1 Universitas Zhengzhou, sudah muncul kasus-kasus kritis terkait influenza A, beberapa bahkan harus menggunakan ECMO (oksigenasi membran luar tubuh) untuk mendukung nyawa.

Huo Yufeng, Wakil Kepala PICU, mengatakan bahwa di antara kasus terbaru, seorang anak perempuan 6 tahun mengalami kejang hanya satu hari setelah demam, dan pemeriksaan menunjukkan kerusakan otak. Berkat penanganan cepat, kondisi itu tidak berkembang menjadi encephalopathy nekrotik akut.

“Penyakit ini berkembang sangat cepat—biasanya 1–3 hari setelah infeksi influenza A. Dalam waktu singkat terjadi kerusakan otak simetris. Tingkat kecacatannya tinggi dan prognosisnya buruk, bahkan bisa mengancam jiwa,” ujar Huo. Ia menambahkan bahwa perkembangan flu berat bisa sangat cepat, bahkan “dalam hitungan jam”.

Laporan itu juga menyebut kasus seorang anak laki-laki 13 tahun bernama Gao Ming (nama samaran), yang selama lebih dari sepuluh hari mengalami sering haus, sering buang air kecil, serta penurunan berat badan tanpa sebab. Tiba-tiba ia mengalami demam tinggi dan napas cepat.

 Saat dibawa ke rumah sakit, hasil foto paru menunjukkan area putih luas, atau yang dikenal sebagai “white lung” (paru-paru putih). Ia didiagnosis dengan influenza A disertai acute respiratory distress syndrome (ARDS) serta syok sepsis, kondisi yang mengancam nyawa dan memerlukan ECMO segera. Setelah perawatan intensif, kondisinya akhirnya stabil.

Dalam beberapa pekan terakhir, penyebaran virus influenza di Tiongkok berlangsung luar biasa cepat. Otoritas menyatakan bahwa strain dominan saat ini adalah influenza A H3N2, yang memiliki daya patogen lebih kuat dan tingkat penularan lebih tinggi dibandingkan strain H1N1 tahun lalu — mereka juga mengakui bahwa tidak ada obat khusus untuk mengatasinya.

Saat ini, laporan wabah influenza berkelompok di taman kanak-kanak dan sekolah meningkat tajam. Tingkat positif influenza pada kelompok usia 5–14 tahun jauh lebih tinggi dibanding kelompok usia lainnya. Para ahli memprediksi bahwa aktivitas influenza masih akan terus meningkat dalam beberapa waktu mendatang.

Pada 27 November, seorang dokter anak di Guangdong menulis di Weibo: pusat influenza merilis data mingguan terbaru — proporsi kasus bergejala influenza di provinsi-provinsi utara telah mencapai 8,6%, meningkat tajam dari dua minggu sebelumnya, dan jauh melampaui periode yang sama pada 2022, 2023, dan 2024, mendekati puncak saat pembatasan COVID-19 baru saja dicabut. Tingkat positif sampel influenza juga naik dari 35,2% menjadi 43,0%. “Flu tahun ini benar-benar sangat ganas, terutama di wilayah utara,” tulisnya.

Sumber : NTDTV.com

Kisah Inspiratif: Masa Depan yang “Digambar” dengan Tangan Sendiri

EtIndonesia. Kais Sadeqi lulus dari Boston University, Amerika Serikat, dengan gelar sarjana di bidang LT (teknologi). Dengan ijazah dari universitas ternama dan bekal ambisi besar, dia awalnya yakin bisa meraih prestasi gemilang di dunia teknologi.

Namun di Amerika, orang-orang dengan keahlian seperti dirinya jumlahnya terlalu banyak. Melalui rekomendasi seorang teman, dia akhirnya memutuskan pergi seorang diri ke kota gurun yang penuh keajaiban—Dubai.

Delapan Tahun yang Hampa

Di Dubai, Sadeqi bekerja selama delapan tahun. Dia tekun, menguasai pekerjaannya, dan memberikan yang terbaik. Namun kenyataannya tidak seindah harapannya.

Sementara rekan-rekannya satu per satu menjadi ahli industri atau naik jabatan menjadi direktur,
Sadeqi tetap berada di posisi yang sama.

Dia mulai gelisah. Dia tidak tahu apa yang salah—padahal dia sudah bekerja keras.

Hobi yang Mengubah Nasib

Di luar pekerjaan, Sadeqi memiliki satu kegemaran ringan:  menulis cerita-cerita kecil bertema kehidupan sehari-hari.

Untuk mengisi waktu luang, dia sering mengunjungi toko buku besar di Dubai, berkenalan dengan berbagai kalangan pecinta budaya.

Suatu hari, dia mendengar informasi menarik:

  • Dubai dipenuhi para profesional internasional yang sangat sibuk.
  • Anak-anak mereka lebih banyak menghabiskan waktu di rumah dan merasa bosan.
  • Buku bacaan mereka mayoritas berbahasa Inggris.
  • Buku dalam bahasa Arab sangat sedikit peminatnya.
  • Para budayawan lokal mulai cemas tentang hilangnya identitas budaya mereka.

Ketika Sadeqi melihat buku-buku Arab yang kurang diminati itu, dia menyadari: isi bukunya sebenarnya bagus, tetapi gaya penyampaiannya tidak sesuai dengan ritme baca masyarakat modern, terutama di kota internasional seperti Dubai.

Dia berpikir—mengapa tidak membuat versi yang lebih ringan, visual, dan mudah dicerna?

Ide Gila yang Menjadi Terobosan

Dia mengajukan ide kepada penerbit: mengubah cerita rakyat setempat menjadi bentuk komik.

Gagasan itu langsung menarik perhatian banyak pihak.

Atas saran toko buku, dia mengadaptasi kisah rakyat “Cincin Emas” (Gold Ring), yang menceritakan tradisi para penjaga elang di gurun, menjadi naskah komik.

Temannya—mangaka Jepang Akira Himekawa—bersedia menggambar visualnya. Untuk pertama kalinya, sebuah komik modern khas Jepang hadir di kota Arab.

Hasilnya?

Ledakan Besar di Dunia Literatur Dubai

Begitu dirilis, “Cincin Emas” langsung meledak di pasaran.

Komik itu menjadi fenomena baru di Dubai:

  • dicari berbagai penerbit,
  • menjadi koleksi favorit anak-anak,
  • digunakan sebagai bahan pengajaran di sekolah,
  • memenangkan Dubai Book Award.

Dalam waktu kurang dari setahun, karier Sadeqi berubah total. Dia meninggalkan dunia LT yang selama ini dia geluti, dan menjadi penulis naskah komik profesional.

Kini dia memiliki studio komik independen.

Dia sering bercanda: “Masa depan saya—benar-benar saya ‘gambar’ sendiri.”

Pelajaran Hidup: Kunci Sukses di Tangan Kita Sendiri

Mungkin kamu punya:

  • keahlian hebat,
  • ijazah tinggi,
  • kemampuan yang kuat, tetapi tetap tidak menemukan pintu menuju kesuksesan.

Bukan karena takdir mempermainkanmu—  melainkan karena arah kariermu belum tepat.

Kisah Sadeqi memberi pesan penting:

Kunci keberuntungan itu sebenarnya sudah ada di tangan kita. Yang menentukan adalah apakah kita berani membuka cara pandang baru dan menyelaraskan kemampuan dengan kebutuhan dunia nyata.

Kadang, keberhasilan bukan hanya soal kemampuan, tetapi soal keberanian untuk melangkah keluar dari jalur lama  dan menemukan “pintu” yang paling cocok untuk kita.(jhn/yn)

Bangkit dari “Penghinaan”

EtIndonesia. Ada seorang pemuda Prancis yang sejak kecil hidup dalam keluarga kaya raya. Karena terlalu dimanjakan, dia tumbuh menjadi anak yang malas, boros, dan tidak punya tujuan hidup.

Orang-orang memandangnya sebagai pemuda tak berguna, bahkan ayahnya sendiri sering menggeleng kecewa: “Anak ini tidak bisa diselamatkan.”

Suatu hari, dalam sebuah pesta besar, dia mengalami kejadian yang mengubah seluruh hidupnya.

Dia mengundang seorang gadis muda yang cantik untuk berdansa. Namun gadis itu tidak hanya menolak, tetapi menghinanya di depan banyak orang: “Tolong menjauh. Aku paling jijik melihat playboy tak berguna seperti kamu.”

Itulah pertama kalinya dia dipandang begitu rendah— direndahkan, diabaikan, dan dipermalukan.

Namun justru penghinaan itu membuatnya tersentak sadar. Untuk pertama kalinya dia merasa malu dan menyesali hidupnya yang selama ini penuh kesia-siaan.

Awal Kebangkitan: Pergi Diam-Diam

Keesokan harinya, dia menulis surat kepada keluarganya: “Jangan mencari aku. Biarkan aku pergi dan belajar sungguh-sungguh.  Suatu hari aku akan membuktikan bahwa aku mampu mencapai sesuatu.”

Dia kemudian pergi diam-diam, bekerja keras, belajar tanpa henti.

Delapan tahun kemudian— pemuda yang dulu dianggap “tidak berguna” itu menjelma menjadi ahli kimia ternama. Tak lama kemudian, dia meraih Hadiah Nobel Kimia.

Pemuda tersebut adalah Victor Grignard, pemenang Nobel Kimia tahun 1912.

Air Mata yang Menjadi Bunga

Ada sebuah puisi berbunyi: “Aku percaya suatu hari,  air mata yang pernah kubuang  akan berubah menjadi bunga dan mahkota. Luka yang pernah menghancurkan tubuhku, akan menjadikan seluruh diriku bersinar.”

Kadang, kita justru harus berterima kasih kepada penghinaan, sebab tanpa tekanan, manusia akan mudah melayang; tanpa guncangan, seseorang tidak akan pernah bangkit.

Penghinaan yang Melahirkan Legenda

1. Condoleezza Rice — Dari Ditolak Masuk Gedung Putih, Menjadi Penguasa di Dalamnya

Saat Condoleezza Rice berusia 10 tahun, dia diajak berwisata ke Washington DC. Namun karena dia berkulit hitam, dia dilarang masuk Gedung Putih.

Dia berdiri lama memandang bangunan itu, lalu berkata kepada ayahnya: “Suatu hari, aku akan masuk ke rumah itu.”

Dua puluh lima tahun kemudian— Rice masuk ke Gedung Putih bukan sebagai turis, tetapi sebagai penasihat senior urusan Rusia, kemudian naik menjadi Menteri Luar Negeri Amerika Serikat. Dia menjadi salah satu diplomat paling dihormati di dunia. Dan aturan diskriminatif itu? Sudah lama hilang.

2. Shaquille O’Neal — Dari Ditolak Sang Idola, Hingga Menjadi Raksasa NBA

Saat masih SMA, Shaquille O’Neal sangat mengidolakan center legendaris Spurs: David Robinson.

Suatu kali, setelah pertandingan, O’Neal menunggu berjam-jam untuk meminta tanda tangan idolanya. Namun ketika Robinson lewat, dia tidak menoleh sedikit pun, langsung pergi.

O’Neal marah, membanting buku catatannya sambil berteriak: “Kamu pikir kamu hebat? Suatu hari aku akan melampaui kamu!”

Lima tahun kemudian, NBA menyaksikan kelahiran “The Big Diesel”. Shaquille O’Neal menjadi salah satu center paling dominan dalam sejarah. Setiap kali bertemu Robinson di lapangan, dia bermain dua kali lebih keras— dan hampir selalu membuat Robinson tak berdaya.

Hakikatnya: Musuh Terbesar Kita Adalah Diri Sendiri

Kita sering:

  • menipu diri sendiri,
  • membatasi diri sendiri,
  • melemahkan diri sendiri.

Namun bila kita bisa mengubah penghinaan menjadi kekuatan, mengubah rasa sakit menjadi dorongan, maka kebangkitan hanya soal waktu.

Ketika kita kembali menengok ke belakang suatu hari nanti, kita akan sadar:

Tanpa penghinaan itu, tidak akan ada usaha keras hari ini. Tanpa rasa sakit itu, tidak akan ada keberhasilan besok.

Kesimpulan

Penghinaan bukanlah akhir—justru sering menjadi sumber energi terbesar dalam hidup. Yang menentukan bukan bagaimana orang memandang kita, tetapi bagaimana kita memandang penghinaan itu:

  • sebagai luka, atau
  • sebagai bahan bakar untuk bangkit.

Jika kita memilih bangkit, maka keberuntungan dan kesuksesan akan hadir di jalan kita. (jhn/yn)

Kisah Inspiratif & Filosofis: Berani Bagaikan “Ular Menelan Gajah”

EtIndonesia. Saat berusia delapan tahun, dia mengikuti ayahnya pindah dari Shanghai ke New York. Sebelum berangkat, dia selalu membayangkan Amerika sebagai “surga di bumi”.  Namun ketika benar-benar tiba, dia baru menyadari— ini adalah awal dari hari-hari sulit.

Karena tidak bisa berbahasa Inggris, dia terpaksa turun kelas dari kelas tiga menjadi kelas satu. Karena diskriminasi dan perlakuan tidak adil yang diterima orangtuanya, penghasilan keluarga sangat rendah. Dia sering makan sehari kenyang, sehari kelaparan. Di sekolah, dia mengalami diskriminasi rasial dari murid kulit putih—sesuatu yang membuatnya menderita luar biasa.

Namun justru kerasnya masa kecil itulah yang menempa dirinya. Dia tumbuh dengan kepribadian kuat, mandiri, dan berjiwa baja.

Awal Perjalanan: Tak Bersinar, Tapi Tak Menyerah

Setelah lulus dari Queens College, dia memilih langsung bekerja. Dia tidak menyukai sistem pendidikan tradisional Amerika—menurutnya itu hanya buang-buang waktu. Selain itu, nilainya memang tidak bagus. Orangtuanya pun sudah tidak berharap banyak.

Tetap saja, dia ingin membuktikan bahwa dirinya tidak kalah dari siapa pun.

Tak lama kemudian, dia mendapat pekerjaan sebagai asisten programmer di laboratorium elektronik Universitas Columbia. Walaupun hanya pekerjaan kecil, dia menjalaninya dengan penuh keseriusan dan akhirnya jatuh cinta pada dunia pemrograman.

Setelah belajar dan berlatih keras, dia menguasai keahlian itu. Kemudian dia pindah ke perusahaan Standard Data, bekerja khusus mengembangkan perangkat lunak.

Di sinilah benih besar itu tumbuh: dia ingin menjadi “Bill Gates kedua”.

Kesempatan Emas: Berani Mengambil Risiko

Musim semi tahun 1976 menjadi titik balik hidupnya.

Sebuah perusahaan perangkat lunak besar dari Swiss, CA (Computer Associates), ingin mencari agen di Amerika untuk memasarkan perangkat lunak komputer besar mereka. Namun karena pasar belum pasti, banyak perusahaan menolak bekerja sama.

Dalam situasi itu, dia mengangkat tangan sendiri—mengambil kesempatan yang ditolak banyak orang.
Dia mengajak tiga temannya dan mendirikan CA International Software di Amerika, menjadi anak perusahaan CA Swiss.

Awalnya sangat berat.

Di sebuah kantor kecil di Madison Avenue, Manhattan— yang mereka punya hanya:

  • satu papan nama,
  • dua komputer,
  • dan empat orang.

Untuk membayar sewa, dia bahkan harus kerja sampingan: memasang karpet di ruang istirahat gedung, memasang cermin di lorong, apa saja yang bisa menghasilkan uang.

Namun kondisi sulit tidak memadamkan tekadnya.

Dia melakukan riset pasar, dan menemukan celah emas:

  • Microsoft saat itu memang raksasa software,
  • tetapi hanya fokus pada sistem operasi PC,
  • belum masuk ke software manajemen perusahaan untuk mainframe dan server.

Celah inilah yang dia tangkap cepat. Dalam waktu singkat, CA berhasil masuk pasar dan mendapatkan lebih dari 200 klien.

Empat Tahun Kemudian: Dari “Tak Bernilai” Menjadi Raksasa

Dalam empat tahun, perusahaan itu mulai terkenal di Amerika. Uang sudah mulai mengalir, tetapi dia tidak puas.

Dia sadar: Di dunia IT, kalau bukan menelan orang lain, maka akan ditelan.

Untuk bertahan lama, dia harus menjadi besar dan independen.

 Maka dia membuat keputusan berani—bahkan gila: Dia membeli perusahaan induknya sendiri (CA Swiss) seharga 2,8 juta dolar.

Langkah “ular menelan gajah” ini mengguncang New York. Dunia industri terkejut—tidak ada yang menyangka perusahaan kecil yang tak seberapa itu berani membeli perusahaan internasional.

Setahun kemudian, perusahaan berhasil go public. Dan itulah permulaan dari kerajaan software raksasa.

Langkah Besar Berikutnya: Menelan Gajah yang Lebih Besar

Setelah berhasil menelan “gajah” pertama, ambisinya semakin besar. Dengan memanfaatkan saham perusahaan, dia terus mengakuisisi lebih dari 20 perusahaan software terkenal, termasuk:

  • Capex
  • Uccel
  • ADR
  • Cullinet
  • Online
  • ASK Group

Dari perusahaan kecil tak dikenal, CA tumbuh menjadi: Pengembang software terbesar keempat di dunia. Mendampingi Microsoft sebagai raksasa industri teknologi global.

Siapakah Dia?

Dia adalah Wang Jialian (Charles Wang), pendiri Computer Associates (CA), yang dikenal sebagai “IT Iron Man”.

Walaupun hartanya tidak sebesar Bill Gates, namun setiap kali orang menyebut nama para tokoh besar dunia teknologi, nama Charles Wang selalu disandingkan dengan Gates.

Pesan Moral: Jika Berani Bermimpi Besar, Ular Pun Bisa Menelan Gajah.

Kisah Charles Wang menunjukkan:

  • asal punya ambisi,
  • berani menghadapi tantangan,
  • tidak takut memulai dari nol,
  • dan berani mengambil risiko besar,

maka seseorang bisa menciptakan keajaiban— bahkan jika dia datang sebagai imigran miskin yang pernah dilecehkan, diremehkan, dan diabaikan.

Kesimpulan:

Tidak peduli dari mana kamu berangkat, yang penting seberapa besar keberanianmu melangkah.

Beranilah bermimpi seukuran langit. Karena kadang— dunia justru milik mereka yang berani melakukan hal yang tak mungkin. (jhn/yn)

Viral Video Saudara Kembar Menikahi Sepasang Saudari Kembar di Hari yang Sama

EtIndonesia. Topik tentang “saudara kembar yang menikahi saudari kembar pada hari yang sama” mendadak ramai dibicarakan dan masuk daftar pencarian populer pada 29 November 2025.

Media Tiongkok melaporkan bahwa pada 28 November, sepasang saudara kembar di Kota Shangqiu, Henan, menggelar pernikahan bersamaan dengan sepasang saudari kembar. Video acara tersebut langsung viral di internet. 

Dalam rekaman terlihat dua upacara pernikahan berlangsung serempak; keempat mempelai mengenakan busana serupa, dekorasi pernikahan hingga prosesi penyambutan mempelai tampak hampir identik, termasuk posisi keluarga dan kerabat.

Warganet menggambarkan pemandangan itu sebagai “kebahagiaan yang seolah di-copy-paste” dan menyebutnya mirip adegan drama televisi.

Peristiwa ini menuai banyak komentar dan ucapan selamat:
“Jarang sekali lihat kembar menikah dengan kembar. Sekarang ipar tidak akan berantem, dan dua saudara juga resmi jadi besan. Cinta dan keluarga dalam satu paket bahagia!”
“Benar-benar takdir yang ajaib.”
“Ini baru namanya double happiness.”
“Hubungan keluarga makin dekat.”

Ada pula yang berseloroh:
“Karena wajahnya mirip, nanti kalau salah panggil bisa gawat. Sepertinya bakal banyak cerita lucu setelah ini.”
“Calon pengantin perempuan kurang mirip satu sama lain.”

(Hui/asr)

ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan “Semarak Akhir Tahun” dengan Nuansa Budaya Indonesia dan Nostalgia 80-an

Surabaya,  – ARTOTEL TS Suites Surabaya menggelar program spesial “Semarak Akhir Tahun” untuk menyambut pergantian tahun 2025-2026. Rangkaian acara yang mengusung kekayaan budaya Indonesia dengan sentuhan modern dan artistik ini menawarkan pengalaman menginap, kuliner, hingga perayaan tahun baru yang unik.

Program yang merupakan persembahan Artotel Wanderlust ini terdiri dari empat paket utama: Snooze & Stay (paket menginap), Festive Feast (paket kuliner), Wanderer Years Ahead (perayaan tahun baru), dan Perks & Perks (merchandise eksklusif).

Paket Menginap dengan Harga Spesial

Untuk paket Snooze & Stay, tamu dapat menikmati kamar tipe Studio 40 dengan harga spesial:

  • Rp 1.288.000 nett (hingga 10 Desember 2025)
  • Rp 1.388.000 nett (hingga 15 Desember 2025)
  • Harga normal: Rp 1.488.000 nett

Paket ini sudah termasuk sarapan untuk dua orang, welcome drink, dan tiket gala dinner malam tahun baru untuk dua orang.

Kuliner Nusantara dengan Sentuhan Modern

Melalui Festive Feast, ARTOTEL TS Suites menghadirkan hidangan autentik khas Surabaya dan sekitarnya seperti Ayam Lodho, Nasi Bebek, dan Soto Daging yang dikreasikan dengan cita rasa kekinian. Minuman tradisional seperti Angsle, Ronde, dan Es Doger juga dihidangkan dengan sentuhan modern. Semua sajian dapat dinikmati mulai dari Rp 35.000.

Perayaan Tahun Baru Bernuansa 80-an

Puncak acara Wanderer Years Ahead akan digelar pada 31 Desember 2025 dengan tema Back to Nostalgic 80’s. Acara yang berlangsung di One Deck Gastropub ini akan dimeriahkan oleh live music dari Larizza Entertainment, penampilan DJ Imelda, permainan nostalgia, door prize, dan countdown party.

Merchandise Eksklusif Kolaborasi Seniman

Melalui Perks & Perks, tamu dapat membeli merchandise eksklusif ARTOTEL Goods hasil kolaborasi dengan seniman kontemporer ternama Indonesia, Eddie Hara. Tersedia berbagai item seperti t-shirt, tas, dan aksesori dengan tema ‘Do Not Disturb’.

Apresiasi untuk Loyalitas Tamu

Yulia Maria, Director of Marketing Communications Artotel Group, menyatakan bahwa program ini merupakan bentuk apresiasi kepada tamu. “Lebih dari sekadar perayaan, rangkaian kegiatan ini adalah bentuk apresiasi kami kepada tamu yang telah menjadi bagian penting dari perjalanan Artotel Wanderlust.”

Sementara Teddy Patrick, General Manager ARTOTEL TS Suites Surabaya, menambahkan, “Kami berharap para tamu membawa pulang kenangan indah dan semangat baru untuk menyambut tahun 2026.”

Keuntungan Membership Artotel Wanderlust

Para tamu yang bergabung dengan program loyalitas Artotel Wanderlust dapat menikmati berbagai benefit termasuk diskon menginap 10%, diskon F&B 5-15%, dan birthday reward berupa diskon 50% untuk menginap. Aplikasi Artotel Wanderlust dapat diunduh gratis melalui Google Play Store dan App Store.

Program “Semarak Akhir Tahun” tersedia hingga akhir Desember 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya yang berlokasi di Jalan Hayam Wuruk No. 6.

Video Bocah 8 Tahun Beri Teman-Temannya Kalung Emas Pernikahan Milik Ibunya, Sang Ayah Langsung Syok 

Baru-baru ini di Tengzhou, Shandong, Tiongkok, seorang bocah laki-laki berusia 8 tahun membagi-bagikan kalung emas pernikahan milik ibunya kepada sejumlah teman sekolah. Peristiwa itu baru diketahui sang ibu sebulan kemudian. Begitu ayahnya tahu, ia langsung terpukul dan menegur keras anak tersebut.

EtIndonesia. Pada 28 November, video berjudul “Bocah 8 Tahun Bongkar Kalung Emas Ibu dan Diberikan ke Teman-Teman” menjadi topik panas di media sosial.

Seorang perempuan bermarga Sun dari Zaozhuang, Shandong, mengunggah video ke media sosial dan menceritakan bahwa putranya yang masih delapan tahun memberikan kalung emas pernikahannya kepada teman-temannya.

Menurut Sun, ia mengetahui hal itu secara tidak sengaja dari putrinya. Si kakak diberitahu oleh teman sang adik bahwa adiknya memberi sebuah “biji emas” kepadanya. Saat ditanya, barulah putranya mengaku telah memotong-motong kalung emas seberat hampir 8 gram — hadiah dari suaminya — dan memberikannya kepada teman-teman sebagai “emas kecil”.

Untuk memastikan, Sun memeriksa rekaman CCTV rumah. Dalam video sebulan sebelumnya, putranya terlihat mengambil kalung emas paling tipis dari laci kamar tidur, lalu mencoba melelehkannya dengan korek api dan menggigitnya untuk mematahkannya.

Anak itu mengatakan ia telah membagikan potongan-potongan tersebut kepada banyak teman. Namun karena sudah lewat sebulan, ia tak ingat siapa saja yang mendapatkannya, dan tidak tahu di mana sisa potongan kalung itu berada. Hanya satu potongan kecil yang berhasil ditemukan, sisanya hampir pasti hilang.

Sun menuturkan, sang ayah sempat marah sekaligus tak tahu harus tertawa atau menangis, dan sudah memberikan pelajaran kepada putranya. Ia mengingatkan para orang tua agar menyimpan barang berharga di tempat aman karena anak kecil belum memahami nilai benda mahal.

Kisah ini memicu perdebatan di warganet. Ada yang berseloroh, “Wah, melayang 8.000 yuan.” Yang lain berkomentar, “Suruh saja dia cuci piring dan kerja rumah, lima yuan sekali. Biar tahu susahnya cari uang.”

Kasus anak memberikan perhiasan emas orang tua kepada teman bukan pertama kali terjadi. Pada Desember 2023, seorang anak perempuan di Guang’an, Sichuan, menerima dua batang emas dari teman laki-lakinya di taman kanak-kanak sebagai “hadiah”. 

Ibunda sang gadis mengunggah video itu, membuat warganet heboh. Ibu si bocah laki-laki kemudian bercanda, “Anggap saja itu mahar anak saya.” Belakangan, ibu sang gadis mengembalikan emas tersebut kepada keluarga bocah laki-laki. Warganet ramai berkomentar, “Benar-benar cinta sejati di TK.” (Hui)

oleh Luo Tingting / Wen Hui

Mercure Surabaya Grand Mirama Gelar Khitan Massal untuk 110 Anak Disabilitas

Surabaya – Sebanyak 110 anak disabilitas di Surabaya mendapatkan layanan khitanan gratis melalui program khitan massal yang digelar oleh Mercure Surabaya Grand Mirama. Kegiatan sosial yang berlangsung di Premier Ballroom hotel ini merupakan hasil kolaborasi dengan Yayasan Sahabat Gempita dan Nurul Hayat, sekaligus menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap akses kesehatan inklusif.

Acara yang bertepatan dengan momentum peringatan Hari Disabilitas Internasional ini dihadiri oleh perwakilan Kementerian Sosial dan dibuka dengan pertunjukan angklung serta tarian, menciptakan suasana hangat dan penuh semangat bagi anak-anak serta keluarga yang hadir.

Komitmen Nyata untuk Inklusivitas

Sugito Adhi, Cluster General Manager Mercure Surabaya Grand Mirama dan Grand Mercure Malang Mirama, menekankan pentingnya akses kesehatan yang setara. “Melalui khitan massal ini, kami ingin memberikan kontribusi nyata yang bermanfaat langsung bagi anak-anak disabilitas dan keluarga mereka. Kami berterima kasih kepada seluruh mitra yang telah berkolaborasi dalam mewujudkan acara penuh makna ini,” ujarnya.

Kegiatan ini menjadi kolaborasi kedua antara Mercure Surabaya Grand Mirama dengan Yayasan Sahabat Gempita, dengan jumlah peserta yang meningkat dari pelaksanaan sebelumnya.

Dukungan Multisektor

Dari sisi Yayasan Sahabat Gempita, Ibu Yenni menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara ini. “Terima kasih kepada Mercure Surabaya Grand Mirama yang telah menyediakan tempat yang nyaman. Harapan kami agar kolaborasi ini dapat terus terjalin dengan baik ke depannya,” tambahnya.

Selain penyediaan fasilitas oleh hotel, kegiatan ini juga didukung oleh tim medis profesional, relawan pendamping, dan dukungan logistik yang memadai untuk memastikan proses khitan berlangsung aman dan nyaman bagi semua peserta.

Komitmen Berkelanjutan

Mercure Surabaya Grand Miama berkomitmen untuk terus melanjutkan program-program yang menyentuh masyarakat langsung, dengan harapan dapat memperluas jangkauan manfaat dan memperkuat budaya solidaritas di komunitas Surabaya.

Kegiatan khitan massal ini tidak hanya menjadi wujud kepedulian sosial, tetapi juga simbol komitmen hotel dalam menciptakan ruang yang inklusif dan humanis, khususnya bagi anak-anak disabilitas.

Rayakan Akhir Tahun, Dafam Pacific Caesar Surabaya Luncurkan Paket “Stay, Play, and Treat Day”

Surabaya – Menyambut musim liburan akhir tahun, Dafam Pacific Caesar Surabaya menghadirkan paket menginap spesial bertajuk “Stay, Play, and Treat Day”. Paket ini dirancang untuk memberikan pengalaman staycation yang nyaman, praktis, dan berkesan bagi keluarga maupun wisatawan yang berkunjung ke Kota Pahlawan selama bulan Desember 2025.

Dengan harga terjangkau mulai dari Rp 550.000 nett per malam, tamu dapat menikmati serangkaian fasilitas lengkap. Paket ini menawarkan pilihan tiga tipe kamar: Deluxe Room (Rp 550.000), Executive Room (Rp 850.000), dan Royal Suite Room (Rp 1,5 juta).

Fasilitas Lengkap untuk Liburan Keluarga

Setiap pemesanan paket “Stay, Play, and Treat Day” sudah termasuk:

  • Menginap 1 malam di kamar pilihan
  • Sarapan gratis untuk 2 orang
  • 1 porsi Burger dan 1 gelas Ice Chocolate
  • Layanan antar-jemput gratis ke Pakuwon City Mall (Park Shanghai) pada pukul 15.00 WIB dan 18.00 WIB

Kenyamanan Tambahan untuk Anak-Anak

Menurut Edy Santoso, Sales Marketing Manager Dafam Pacific Caesar Surabaya, paket ini dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan relaksasi dengan kemudahan akses. “Dengan paket ini, tamu tidak perlu repot memikirkan transportasi dan bisa langsung menikmati liburan sambil dimanjakan dengan makanan ringan yang nikmat,” ujarnya.

Hotel juga menyediakan mini playground di area lobi sebagai fasilitas tambahan selama liburan akhir tahun, memberikan ruang bermain yang aman dan menyenangkan bagi anak-anak.

Momen Spesial Akhir Tahun

Hogi Budiarto, General Manager Dafam Pacific Caesar Surabaya, menambahkan, “Kami mengundang masyarakat untuk menjadikan Dafam Pacific Caesar Surabaya sebagai pilihan utama staycation jelang akhir tahun. Dengan fasilitas lengkap dan free treat yang menarik, kami berharap setiap tamu bisa menciptakan kenangan yang hangat dan menyenangkan.”

Paket ini tersedia untuk periode menginap tanggal 1 hingga 30 Desember 2025. Promo dianggap sangat ideal bagi keluarga yang ingin menikmati quality time dengan budget terjangkau, mengingat hidangan yang ditawarkan cocok untuk selera anak-anak dan kemudahan akses ke pusat perbelanjaan ternama.

Cara Pemesanan

Untuk informasi dan pemesanan, masyarakat dapat menghubungi WhatsApp Dafam Pacific Caesar Surabaya di nomor 0822 3399 1999 atau menghubungi langsung tim sales hotel.

Dafam Pacific Caesar Surabaya yang terletak di Jalan Dr. Ir. Soekarno No. 45C ini memiliki 108 kamar dengan berbagai fasilitas pendukung seperti restoran, ruang pertemuan, dan akses mudah menuju berbagai destinasi wisata di Surabaya.

Kebakaran Apartemen Hong Kong Mengungkap Celah Regulasi dan Kecelakaan Buatan Manusia, Memicu Kemarahan Publik

Kebakaran besar terjadi di beberapa menara apartemen tinggi di Wang Fuk Estate, Tai Po, New Territories, Hong Kong, menimbulkan korban jiwa dan luka dalam jumlah besar. Berbagai bukti menunjukkan bahwa insiden ini merupakan rangkaian kelalaian pengawasan dan pekerjaan konstruksi yang tidak memenuhi standar—sebuah bencana buatan manusia. Masalah mencakup tidak adanya sistem alarm kebakaran di gedung dan penggunaan jaring pelindung tahan api buatan perusahaan Tiongkok yang tidak memenuhi standar.

Warga Hong Kong: “Semua habis terbakar… ya Tuhan, betapa menyedihkannya!”

EtIndonesia. Pada 26 November 2025 sore, kebakaran tiba-tiba terjadi di Wang Fuk Estate. Api dengan cepat menjalar dari satu blok bangunan ke tujuh blok lainnya, mempengaruhi lebih dari 1.900 unit dan 4.400 penduduk. Hingga 28 November sore, jumlah korban tewas telah mencapai 128 orang dan ratusan lainnya masih dinyatakan hilang.

Banyak penghuni mengatakan bahwa saat kebakaran terjadi, alarm kebakaran tidak berfungsi, listrik padam saat mereka melarikan diri, nomor hotline pemerintah tidak bisa dihubungi, dan manajemen lapangan kebakaran sangat kacau.

 “Saya merasa kebakaran ini 30% bencana alam, 70% bencana buatan manusia. Mengapa tidak segera ditemukan dan dilaporkan? Bagaimana kecepatan respon pemadam kebakaran? Apakah peralatan cukup? Semua ini adalah faktor manusia,” kata Mantan pengacara Beijing sekaligus Ketua Aliansi Demokratik Kanada, Lai Jianping. 

Wang Fuk Estate sedang menjalani proyek renovasi, dengan perancah bambu dan jaring pelindung dipasang di dinding luar. Para penghuni telah membayar lebih dari 100.000 dolar Hong Kong untuk biaya proyek tersebut. 

Namun, banyak dari mereka menuding bahwa proyek tersebut penuh bahaya—pekerja merokok, perancah bambu sangat mudah terbakar, dan mereka mencurigai kontraktor sengaja menghemat biaya dengan mengabaikan keselamatan.

 “Sejak Hong Kong sepenuhnya dikuasai Partai Komunis Tiongkok, ia berubah seperti kota tingkat provinsi. Sistem hukum, pola pikir, hingga gaya kerja ala Tiongkok—licik, menipu, memotong biaya, proyek asal-asalan, komisi suap—semuanya dibawa ke Hong Kong,” kata Lai Jianping dengan mengatakan bahwa gaya kerja ala  daratan telah masuk ke Hong Kong. 

Di media sosial, banyak warga Hong Kong secara langsung menyimpulkan bahwa kebakaran ini adalah bencana buatan manusia. Ada juga yang mengungkap bahwa jaring pelindung yang digunakan kontraktor adalah produk tidak berkualitas buatan perusahaan Tiongkok, dan Kepala Departemen Pemadam Kebakaran Hong Kong telah menerima laporan tentang ketidaksesuaian tersebut namun tidak mengambil tindakan—diduga terkait kongkalikong dengan pihak perusahaan.

 “Kontraktor renovasi gedung-gedung ini adalah Hongye Construction, anak perusahaan China Railway Construction, dengan total tender 330 juta HKD. Mereka menggunakan material dari Tiongkok, jaring pelindung yang tidak memenuhi standar, ditambah pekerja Tiongkok merokok di lokasi—semua ini memicu kebakaran,” ujar ekonom Tionghoa di AS, Cai Jingleng (Finance Cold Eye).

Polisi Hong Kong mengumumkan hasil penyelidikan awal: perusahaan konstruksi menggunakan jaring pelindung dan plastik yang tidak tahan api, serta menutup jendela dengan bahan busa, menyebabkan api cepat menyebar dan menghambat evakuasi. Tiga eksekutif perusahaan telah ditangkap atas dugaan kelalaian yang menyebabkan kematian.

Namun, publik menilai akar dari masalah ini adalah “mainlandisasi” Hong Kong. Setelah Beijing menguasai Hong Kong, ekonomi merosot, keamanan memburuk, dan proyek publik sering bermasalah, mencerminkan kemunduran sistem pengawasan dan manajemen.

 “Setelah Undang-Undang Keamanan Nasional diberlakukan, Beijing mengendalikan seluruh politik Hong Kong dan mereformasi sistem pengawasannya. Perusahaan-perusahaan Tiongkok masuk besar-besaran ke proyek publik Hong Kong. Dengan jaringan hubungan dan kepentingan itu, mereka mudah memenangkan tender besar—dan kualitas pekerjaan pun menjadi seperti di Tiongkok daratan,” ujar penulis Tionghoa-Kanada Sheng Xue. 

Di daratan Tiongkok, proyek bangunan asal-asalan sudah umum, sering menyebabkan runtuhnya jembatan dan gedung karena praktik “mengurangi bahan” dan korupsi.

Sheng Xue menambahkan:  “Kejadian di Hong Kong ini bukan kejadian yang benar-benar mengejutkan. Selama sistem semacam ini merasuk ke Hong Kong, bencana seperti ini hanya menunggu waktu.”

Seorang warganet menulis dengan getir:  “Mutiara Timur telah jatuh. Pusat keuangan dunia berubah menjadi reruntuhan. Pelabuhan bebas kini seperti penjara. Inilah hasil dari ‘Satu Negara, Dua Sistem’ ala Partai Komunis. Pelabuhan makmur yang dibangun Inggris luluh lantak di tangan mereka.” (Hui)

Diedit/Diwawancarai oleh Li Yun;Wang Mingyu

Sinergi Kebijakan Fiskal-Moneter Jadi Kunci Ketahanan Ekonomi Indonesia 2025

Surabaya – Indonesia berhasil mempertahankan ketahanan ekonomi di tengah gejolak global sepanjang 2025. Capaian ini merupakan buah sinergi kebijakan fiskal dan moneter yang konsisten, mendorong pertumbuhan ekonomi beriringan dengan stabilitas.

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 di Jakarta (28/11), menegaskan pentingnya kemandirian ekonomi. “Kita harus percaya kepada kekuatan kita sendiri dan tidak boleh tergantung kepada negara lain. Saling mengisi, saling membantu, dan sekarang saatnya memberikan solusi yang cepat kepada rakyat,” ujarnya.

Optimisme Pertumbuhan Lebih Tinggi

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyampaikan optimisme dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang terus meningkat. BI memprakirakan pertumbuhan ekonomi tahun 2025 berada di kisaran 4,7–5,5%, kemudian meningkat menjadi 4,9–5,7% pada 2026, dan 5,1–5,9% di tahun 2027.

“Pertumbuhan didukung oleh konsumsi dan investasi yang meningkat, serta ekspor yang cukup baik di tengah perlambatan ekonomi dunia,” jelas Perry. Inflasi diproyeksikan tetap terjaga rendah dalam kisaran sasaran 2,5±1% pada 2026 dan 2027.

Lima Pilar Sinergi Hadapi Tantangan Global

BI menekankan perlunya sinergi kebijakan yang terfokus pada lima area utama:

  1. Memperkuat stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.
  2. Mendorong pertumbuhan lebih tinggi dan berdaya tahan.
  3. Meningkatkan pembiayaan perekonomian dan pasar keuangan.
  4. Mengakselerasi digitalisasi ekonomi-keuangan nasional.
  5. Memperkuat kerja sama ekonomi bilateral dan regional.

Kebijakan transformasi sektor riil melalui pendekatan industrial dan struktural akan terus didorong, dengan fokus pada hilirisasi sumber daya alam, penguatan industri teknologi, dan perbaikan iklim investasi melalui Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Jawa Timur Sebagai Penopang Pertumbuhan Nasional

Secara terpisah, Kantor Perwakilan BI Jawa Timur juga menyelenggarakan PTBI 2025. Deputi Kepala Perwakilan BI Jatim, M. Noor Nugroho, melaporkan bahwa ekonomi Jawa Timur tumbuh solid sebesar 5,22% (yoy) pada triwulan III-2025, menjadikannya kontributor terbesar kedua nasional.

“Pada tahun 2026, perekonomian Jawa Timur diprakirakan semakin tumbuh kuat di kisaran 4,8%–5,6% (yoy) ditopang keyakinan konsumen dan stimulus pemerintah,” tambahnya.

Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Jatim, Dr. MHD. Aftabuddin RZ, menegaskan peran strategis Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional dan simpul utama pertumbuhan ekonomi kawasan timur Indonesia.

Apresiasi untuk Mitra Strategis

Dalam gelaran PTBI 2025, Pemerintah Provinsi Jawa Timur meraih penghargaan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Terbaik 2025 untuk kawasan Jawa-Bali. BI Jatim juga memberikan apresiasi kepada berbagai mitra strategis, termasuk PT PLN Nusantara Power Paiton (Mitra Green PUR Terbaik), PT BCA Kanwil Jatim (Bank dengan Transaksi Uang Kartal Antar Bank Teraktif), dan Universitas Negeri Malang (Perguruan Tinggi Pengelola Beasiswa BI Terbaik).

Sinergi erat antara otoritas, perbankan, dunia usaha, dan akademisi dinilai krusial untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, tangguh, dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.

Ekonomi Tiongkok Melemah, Generasi Muda Pilih Tak Menikah

EtIndonesia. Perekonomian Tiongkok yang terus merosot membuat semakin banyak anak muda tersingkir dari pasar kerja atau bertahan dengan gaji rendah hingga bergantung pada orang tua. 

Di tengah tekanan tersebut, makin banyak generasi 90-an dan 2000-an memilih “tidur saja” (lay flat), enggan menikah dan tidak berencana punya anak. Para analis menilai tren ini akan mempercepat penurunan populasi secara drastis, memicu kekurangan tenaga kerja, dan pada akhirnya mengganggu stabilitas sosial.

Data terbaru dari Kementerian Urusan Sipil Tiongkok menunjukkan, sepanjang 2024 jumlah pasangan yang mendaftarkan pernikahan hanya 6,106 juta, turun 20,5 persen dibanding tahun sebelumnya.

Saat ini sedikitnya 29 provinsi memperpanjang masa cuti menikah dan berlomba menawarkan insentif berupa uang tunai atau hadiah. Di Desa Nanling, Guangzhou, insentif pernikahan dan kelahiran bahkan bisa mencapai 200 ribu yuan.

Penulis Kanada keturunan Tiongkok, Sheng Xue, menilai langkah pemerintah ini menunjukkan betapa seriusnya krisis demografi yang dihadapi Beijing.

“Populasi memang sudah anjlok. Rezim tidak lagi punya cara efektif untuk menanganinya. Mereka kini menganggap persoalan kelahiran sebagai isu keamanan nasional,” ujarnya. 

“Dorongan menikah dan punya anak semakin gencar, tapi kalau anak muda tetap enggan, tenaga kerja akan terputus, sistem jaminan sosial kolaps, keuangan negara gonjang-ganjing, konsumsi melemah, dan pada akhirnya menimbulkan instabilitas politik dan sosial. Masalah ini menyentuh seluruh aspek: politik, ekonomi, fiskal, sosial, budaya, hingga struktur masyarakat. Itulah sebabnya mereka begitu panik,” jelasnya. 

Laporan Sina Finance mencatat, pada kuartal pertama 2025 jumlah pendaftaran pernikahan hanya 1,81 juta pasangan, turun 159 ribu dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Sejumlah anak muda yang diwawancarai New Tang Dynasty TV mengaku situasi lapangan kerja makin berat, tekanan ekonomi besar, dan harga rumah serta mobil tidak terjangkau. Kondisi itu membuat gaya hidup “tidur saja” dan gerakan tidak menikah menyebar lebih cepat.

Sejarawan Li Yingzhi, yang bermukim di Amerika Serikat, mengatakan situasi ekonomi memperburuk minat menikah.

“Dua tahun terakhir ekonomi menurun tajam. Menikah itu sangat realistis—biaya besar, mahar, sampai membeli rumah. Pasar properti sedang lesu, harga tidak terjangkau. Semua itu membuat pernikahan makin berat,” ujarnya. (Hui)

Laporan: Li Yun & Qiu Yue, New Tang Dynasty Television