Hati-hati, Bahan Makanan Ini Tak Boleh Disimpan Berdampingan di Kulkas — Ahli Jelaskan Alasannya

Cara menata bahan makanan di dalam kulkas sering dianggap sepele. Banyak orang berpikir cukup mengelompokkan bahan yang sejenis. Namun menurut para ahli, beberapa bahan justru tidak cocok disimpan berdekatan karena bisa saling mempercepat pembusukan, menimbulkan rasa dan aroma yang tercampur, bahkan berisiko bagi keamanan pangan.

Dua pakar kuliner membagikan beberapa prinsip penting yang perlu diperhatikan:


1. Tomat dan Mentimun Harus Dipisah

Janet Irizarry, dosen di Culinary Institute of America, mengatakan dalam wawancaranya dengan Martha Stewart bahwa bahan penghasil etilen sebaiknya ditempatkan di satu laci khusus, sementara bahan yang sensitif terhadap etilen ditempatkan di laci lain.

Buah seperti apel dan pir menghasilkan gas etilen — hormon tumbuhan yang mempercepat pematangan dan membuat daging buah melunak. Gas ini dapat merusak sayuran berdaun, brokoli hijau, dan berbagai jenis beri karena membuatnya cepat layu atau busuk.

Tomat juga mengeluarkan etilen, sehingga tidak boleh disimpan bersama mentimun.
“Tomat mempercepat proses pembusukan mentimun, membuatnya cepat lembek,” ujar Irizarry. Ia menyarankan tomat tetap disimpan di suhu ruang, sementara mentimun diletakkan di laci kelembapan tinggi dalam kulkas.


2. Jamur dan Buah Beri Sensitif Terhadap Kelembapan

Beberapa bahan — seperti jamur, herbal segar, dan buah beri — sangat mudah rusak bila terkena kelembapan tinggi. Karena itu, bahan-bahan ini tidak boleh disimpan bersama produk yang mengandung banyak air, seperti tomat atau mentimun.

Lindsay Malone, pengajar gizi dan kuliner di Case Western Reserve University, menyarankan penggunaan wadah khusus yang memang dirancang untuk menjaga sirkulasi udara dan kelembapan.

 “Biasanya wadah ini dilengkapi katup untuk mengatur aliran udara serta sekat penyerap kelembapan,” jelasnya.


3. Keju

Tidak semua jenis keju bisa disimpan berdekatan. Keju beraroma kuat seperti Roquefort atau Stilton dapat memengaruhi rasa dan aroma keju yang lebih lembut.

Karena itu, keju beraroma tajam sebaiknya dikelompokkan tersendiri dan dijauhkan dari bahan beraroma halus, termasuk keju lembut, mentega, telur, maupun herbal segar. Malone menyarankan menyimpan keju berbau kuat di wadah kedap udara.


4. Daging Mentah

Daging mentah berpotensi mengandung bakteri yang dapat menetes dan mencemari bahan lain. Karena itu, daging segar — termasuk unggas dan ikan — harus dipisahkan dari produk segar, susu, keju, serta makanan siap santap.

Kedua pakar sepakat bahwa daging mentah sebaiknya ditempatkan di rak paling bawah, disimpan dalam wadah tertutup atau di atas loyang yang bisa menampung tetesan cairannya.


5. Bawang dan Bawang Putih yang Sudah Dipotong

Malone menambahkan, bawang atau bawang putih yang sudah dikupas atau dicincang harus ditutup rapat dalam wadah kedap udara dan jangan ditempatkan berdekatan dengan bahan lain.

“Jika disegel dengan benar,” katanya — penjelasan ini menekankan pentingnya mencegah aroma menyebar ke seluruh isi kulkas.

Update Banjir-Longsor  di Aceh, Sumut dan Sumbar :  442 Orang Meninggal Dunia dan 402 Orang Hilang

Korban meninggal dunia di Sumatera Utara  217 jiwa dan  209 hilang, Aceh tercatat 96 jiwa meninggal dunia dan 75 jiwa hilang, Sumatera Barat tercatat 129 jiwa meninggal dunia dan 118 hilang

SILANGIT – EtIndonesia. Berdasarkan data sementara, total korban meninggal dunia akibat banjir dan longsor di Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Aceh mencapai 442 jiwa, dan 402 jiwa masih dinyatakan hilang. 

Tim gabungan BNPB, TNI/Polri, Basarnas, kementerian/lembaga serta pemerintah daerah terus bekerja mempercepat operasi pencarian, pertolongan, logistik, dan pembukaan akses wilayah terdampak.

Hal demikian dituturkan oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto saat menyampaikan perkembangan terkini penanganan bencana di wilayah Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat melalui konferensi pers yang digelar di Pos Pendukung Nasional, Bandara Silangit, Tapanuli Utara, 30 November 2025. 

Korban Meninggal Dunia Sumatera Utara Menjadi 217 Jiwa

Di Sumatera Utara tercatat 217 jiwa meninggal dunia, setelah tim pencarian dan pertolongan (Search and Rescue-SAR) kembali menemukan korban yang kemarin dinyatakan hilang. Korban meninggal dunia ini tersebar di Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Pakpak Barat, Kota Padang Sidempuan, Deli Serdang, dan Nias.

Kemudian untuk korban hilang juga mengalami peningkatan menjadi 209 orang setelah banyak yang melaporkan kehilangan keluarga kepada petugas di tiap-tiap posko daerah.

“Korban jiwa untuk Sumatra Utara 217 yang meninggal dunia kemudian 209 yang masih hilang,” ungkap Suharyanto dalam keterangannya. 

Sementara itu, pengungsi tersebar di beberapa titik, antara lain 3.600 jiwa di Tapanuli Utara, 1.659 jiwa di Tapanuli Tengah, 4.661 jiwa di Tapanuli Selatan, 4.456 jiwa di Kota Sibolga, 2.200 jiwa di Humbang Hasundutan, dan 1.378 jiwa di Mandailing Natal.

Akses darat di beberapa kabupaten masih terputus akibat longsor dan kerusakan jembatan. Di Tapanuli Utara, jalan Tarutung–Sibolga terputus di sejumlah titik dan sejumlah desa di Parmonangan dan Adiankoting masih belum dapat dijangkau dengan total lebih dari 12.000 jiwa terdampak.

“Untuk Tarutung-Sibolga ini masih normalisasi. Yang bisa ditembus alat berat ini 40 kilometer,” kata Suharyanto.

Di Mandailing Natal, jalur Singkuang–Tabuyung serta ruas Batang Natal–Muara Batang Gadis terputus pada beberapa titik sehingga sejumlah kecamatan terisolasi. 

Di Tapanuli Tengah, pembersihan material longsor terus dilakukan pada ruas jalan nasional Sibolga–Padang Sidempuan, Sibolga–Tarutung, serta jembatan yang rusak di beberapa titik.

Penyaluran Logistik

Pengiriman logistik tahap pertama untuk Kota Sibolga, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, dan Humbang Hasundutan telah mencapai 100%. Penyaluran ke Mandailing Natal, Kota Gunung Sitoli, dan Nias Selatan masih terkendala akses darat.

Sebagai solusi, pengiriman udara masih dilanjutkan menggunakan tiga helikopter BNPB dan TNI AD, termasuk distribusi sembako, peralatan dapur, BBM, genset, dan perangkat komunikasi berbasis satelit seperti Starlink. Beberapa sorti udara juga ditujukan khusus untuk wilayah terisolasi seperti Sopotinjak dan Muara Siabu.

Dukungan Pemerintah Pusat dan Alutsista

BNPB mengerahkan 20 personel di Tapanuli Utara dan Tapanuli Tengah, serta dukungan TNI/Polri mencapai 500 personel di Tapanuli Tengah. Presiden RI juga mengirimkan bantuan berupa 33 unit alat komunikasi, 33 unit genset, 14 unit LCR, 750 dus Pop Mie, serta 129 unit tenda. 

Total lima helikopter perbantuan BNPB dan TNI telah beroperasi dari Bandara Silangit, bersama pesawat Caravan dan alat berat dari berbagai instansi untuk pembukaan akses menuju desa yang masih terisolasi.

Di Aceh, Korban Meninggal Dunia Jadi 96 Jiwa

Beralih ke Provinsi Aceh, hingga Minggu sore ini tercatat 96 jiwa meninggal dunia dan 75 jiwa hilang, tersebar di Bener Meriah, Aceh Tengah, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tenggara, Aceh Utara, Aceh Timur, Lhokseumawe, Gayo Lues, Subulussalam, dan Nagan Raya. Jumlah pengungsi mencapai 62.000 KK di berbagai kabupaten/kota.

“Aceh korban jiwa meninggal dunia menjadi 96, hilang 75 jiwa. Ini ada di 11 kabupaten/kota,” jelas Kepala BNPB.

Kondisi Akses dan Transportasi

Sejumlah jalur utama masih terputus total, termasuk perbatasan Sumut–Aceh Tamiang, jembatan Meureudu di perbatasan Pidie Jaya–Bireuen, serta jalan nasional di Gayo Lues, Aceh Tengah, dan Bener Meriah. Akses Subulussalam–Aceh Selatan masih tergenang tanpa jalur alternatif. Pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR terus melakukan percepatan perbaikan infrastruktur vital tersebut.

Telekomunikasi dan Logistik

BNPB mengaktifkan perangkat komunikasi darurat Starlink di Gayo Lues, Aceh Tengah, Bener Meriah, Lhokseumawe, dan Aceh Tamiang, sementara mobilisasi perangkat ke wilayah lain masih berlangsung.

Sebanyak 11 dari 17 kabupaten/kota telah menerima bantuan logistik. Operasi udara dari Lanud SIM telah melakukan lima sorti, sementara pengiriman dari Kualanamu dan jalur laut juga terus berjalan.

Bantuan Presiden berupa 28 unit Starlink, 28 genset, 20 perahu karet, serta paket makanan dan tenda telah diterima dan sebagian didistribusikan. Penguatan buffer stock juga disiapkan untuk kebutuhan respons lanjutan.

Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) menggunakan pesawat Cessna Caravan telah dijalankan. Tiga helikopter TNI dan satu helikopter yang berada di Kualanamu dikerahkan untuk pengiriman logistik ke wilayah yang terputus akses daratnya.

“Hari ini kita lihat di lapangan, cuacanya cerah ya,” kata Suharyanto.

Di Sumbar, 129 Jiwa Meninggal Dunia

Di Sumatera Barat, tercatat 129 jiwa meninggal dunia, 118 hilang, dan 16 luka-luka. Korban tersebar di Kabupaten Agam, Kota Padang Panjang, Kota Padang, Padang Pariaman, Tanah Datar, Pasaman Barat, Pasaman, Solok, Kota Solok, dan Pesisir Selatan. Total pengungsi mencapai 11.820 KK atau 77.918 jiwa, dengan konsentrasi terbesar di Kota Padang dan Kabupaten Pesisir Selatan.

“Ini korban jiwa meninggal dunia 129, kemudian yang hilang 118 dan 16 luka-luka,” ungkap Suharyanto.

Akses dan Transportasi

Sejumlah ruas jalan provinsi dan nasional terputus, termasuk ruas Koto Mambang–Balingka, Pasar Baru–Alahan Panjang, Panti–Simpang IV, serta jalan nasional Padang Panjang–Sicincin dan Simpang Taman–batas Lubuk Sikaping. Upaya pembukaan akses terus dilakukan agar distribusi bantuan dapat menjangkau seluruh titik terdampak.

“Secara umum masih bisa dilalui lewat jalur darat,” ungkap Suharyanto.

Logistik dan Dukungan Pemerintah

Bantuan logistik ke Padang Pariaman dan Pesisir Selatan telah tiba, sementara delapan titik lainnya dalam perjalanan dan dikawal oleh Polda Sumbar. Pengiriman logistik tahap dua sebanyak 120 ton tengah dilakukan melalui jalur darat.

Penanganan di Sumatera Barat dipimpin oleh Sestama BNPB dengan dukungan 24 personel di berbagai kabupaten/kota. Bantuan Presiden berupa 39 unit Starlink, 39 genset, tenda, LCR, dan 2.000 dus mie instan telah tiba di Bandara Minangkabau.

BNPB mengerahkan pesawat Caravan 208B dan helikopter Bell 505 untuk mendukung mobilisasi logistik, khususnya menuju wilayah yang masih tertutup akses darat. Proses mobilisasi helikopter tambahan juga sedang berjalan.

BNPB bersama TNI/Polri, kementerian/lembaga, pemerintah daerah, relawan, dan mitra internasional terus bekerja maksimal untuk mempercepat pencarian korban, pembukaan akses, pemulihan layanan vital, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Update perkembangan penanganan akan disampaikan secara berkala. (***)

Hujan Lebat dan Banjir Menghancurkan Sri Lanka, Jumlah Kematian Akibat Banjir di Asia Tenggara Meningkat

Pada Jumat (28 November), siklon “Ditwah” menerjang wilayah utara Sri Lanka, membawa hujan deras dan banjir besar yang menyebabkan sedikitnya 56 orang tewas dan lebih dari 20 orang hilang. Sementara itu, berbagai negara di Asia Tenggara masih terendam banjir, dengan total korban tewas telah meningkat menjadi lebih dari 250 orang. Thailand, Malaysia, dan Indonesia terus melaporkan korban baru.

EtIndonesia. Cuplikan dari televisi lokal menunjukkan helikopter Angkatan Udara Sri Lanka pada Kamis (27 November) berhasil menyelamatkan tiga warga yang terjebak di atas atap rumah akibat dikepung banjir. Angkatan Laut dan kepolisian juga mengerahkan perahu untuk mengevakuasi penduduk ke lokasi yang aman.

Pemerintah menyatakan banjir telah menghantam parah sejumlah wilayah di bagian selatan dan timur negara itu. Sekitar 44.000 orang terdampak, dan jumlah korban tewas naik menjadi 56 orang, sebagian besar akibat tanah longsor yang dipicu hujan lebih dari 12 inci. Otoritas memperkirakan angka ini masih bisa bertambah.

Daerah penghasil teh di dataran tinggi tengah — Badulla dan Nuwara Eliya — termasuk wilayah yang paling parah terdampak. Sedikitnya 25 orang tewas, 21 hilang, dan 14 luka-luka di kawasan tersebut.

Pada Jumat, pemerintah Sri Lanka mengumumkan penutupan semua kantor pemerintah dan sekolah. Hujan deras menyebabkan banyak bendungan dan sungai meluap, jalan-jalan terputus, serta layanan kereta penumpang dihentikan. Banyak ruas jalan juga ditutup.

Seiring bergeraknya siklon “Ditwah” menuju India bagian selatan, pihak India menyatakan telah mengirim 6,5 ton bahan pangan sebagai bantuan darurat.

Menurut laporan Reuters, berbagai wilayah di Indonesia, Malaysia, dan Thailand selama sepekan terakhir diguyur hujan lebat yang dipicu siklon, dan hingga Jumat, banjir telah menyebabkan setidaknya 321 orang tewas. Di Selat Malaka bahkan terbentuk badai tropis yang jarang terjadi.

Di Thailand selatan, jumlah korban tewas meningkat tajam hingga mencapai 145 orang pada Jumat. Banjir besar menenggelamkan wilayah luas, memaksa warga mengungsi ke tempat yang lebih tinggi atau ke atap rumah.

Warga Thailand, Suda Lesawanmidi: “Air masuk ke rumah saya, ketinggian air lebih dari 4 meter.”

Pejabat Indonesia menyatakan 174 orang telah dipastikan tewas. Meski hujan telah berhenti, 79 orang masih hilang. Wilayah yang paling parah terdampak adalah Provinsi Sumatera Utara, dengan sedikitnya 116 orang meninggal dan 42 orang hilang.

Di negara tetangga, Malaysia, dua orang dilaporkan tewas. Badai tropis “Senyar” mendarat sekitar tengah malam sebelum melemah, tetapi badan meteorologi tetap memperingatkan adanya hujan lebat dan angin kencang, serta meminta kapal-kapal kecil waspada terhadap kondisi laut yang buruk.

Seiring mulai surutnya banjir, negara-negara Asia Tenggara kini tengah berupaya menyelamatkan warga yang masih terperangkap, memulihkan listrik dan komunikasi, serta mengkoordinasikan pekerjaan rekonstruksi pascabencana. (Hui)

Laporan dari Liu Jiajia, NTDTV, Amerika Serikat.

Kebakaran Besar di Wang Fuk Court, Hong Kong : 150 Orang Masih Hilang, Pemerintah Umumkan Perkembangan Pencarian

28 November 2025, terjadi kebakaran besar di komplek apartemen Wang Fuk Court di Distrik Tai Po, Hong Kong. Beberapa blok apartemen habis terbakar. Petugas penyelamat terlihat membawa keluar banyak jenazah para korban.

EtIndonesia. Hingga 29 November 2025 pukul 15.00, polisi Hong Kong melaporkan 128 orang meninggal dunia dan 83 orang terluka. Saat ini 150 orang masih hilang. Perkiraan awal, butuh 3 hingga 4 minggu untuk memastikan total korban tewas dan luka.

Kebakaran pada 7 blok gedung di Wang Fuk Court terjadi sejak 26 November. Pada 29 November sore, polisi menggelar konferensi pers untuk memaparkan perkembangan terbaru operasi pencarian dan penyelamatan.

Menurut keterangan, pada hari itu polisi mengerahkan 600 petugas forensik untuk memasuki Blok A (Hong Yan Court) dan Blok B (Hong Tao Court) untuk melakukan pencarian. Kedua gedung tersebut adalah yang terbakar lebih belakangan dan lebih cepat dipadamkan.

Dalam pencarian hari itu, tidak ditemukan jenazah manusia, tetapi petugas berhasil menyelamatkan 3 ekor kucing di Hong Yan Court, serta 1 ekor kura-kura di Hong Tao Court.

Asisten Komisaris Kepolisian Wilayah Utara Baru, Lam Man-hin, menyatakan bahwa hingga pukul 15.00, total terdapat 128 korban meninggal dan 83 korban luka.

Dari daftar orang hilang sebelumnya, pihak berwenang telah berhasil menghubungi 144 orang yang kini diketahui selamat. Namun, masih ada 150 warga yang belum dapat dihubungi, di mana 100 di antaranya memiliki data yang sangat minim—misalnya sudah bertahun-tahun tidak berkomunikasi atau hanya diketahui nama panggilannya.

Menurut pejabat kepolisian Tsang Suk-yin, kondisi gedung pasca-kebakaran sangat rumit dan gelap. Banyak unit apartemen hangus total, beberapa area dipenuhi air setinggi betis, dan terdapat banyak barang runtuh sehingga ruang menjadi sangat sempit. Kondisi ini membuat operasi pencarian jauh lebih sulit.

Untuk gedung yang terbakar paling awal, yaitu Hong Cheong Court dan Hong Tai Court, pencarian belum dimulai. Saat ditanya kapan pemeriksaan seluruh 7 gedung bisa selesai, Tsang menyatakan bahwa diperkirakan secara konservatif akan memerlukan 3 hingga 4 minggu untuk memastikan total korban.

Terkait kebakaran besar ini, pemerintah Hong Kong telah membentuk tim investigasi lintas-departemen, terdiri dari perwakilan Kepolisian Hong Kong, Departemen Bangunan, Departemen Teknik Mesin dan Listrik, kelompok peninjau independen di bawah Biro Perumahan, Departemen Tenaga Kerja, Departemen Laboratorium Pemerintah, serta para ahli teknik pemadam kebakaran.

Tim investigasi ini akan meneliti dua hal utama:

  1. Penyebab kebakaran dan penyebab cepatnya api menyebar.
  2. Faktor-faktor yang menyebabkan banyaknya korban tewas dan luka.

(Hui)

Banjir dan Longsor di Sumatera Barat : 90 Orang Meninggal Dunia dan 85 Orang Hilang

Sejumlah jalur provinsi dan nasional terputus akibat longsor dan kerusakan jembatan, sehingga menyulitkan akses distribusi. Kabupaten Agam menjadi wilayah dengan dampak paling parah dan mencatatkan jumlah korban tertinggi

EtIndonesia. Dua hari setelah penetapan status tanggap darurat bencana di Provinsi Sumatera Barat, tercatat 90 korban meninggal dunia, 85 orang hilang, dan 10 orang mengalami luka-luka. Kabupaten Agam mencatat jumlah korban tertinggi. 

“Korban jiwanya ada 90 yang meninggal dunia, 85 hilang dan 10 luka-luka,” jelas Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, Sabtu (29/11/2025).

Pencarian korban oleh BPBD, Satpol PP dan polisi pascabencana galodo di salareh aia dan nagari Salareh Aia timur, Kabupaten Agam, Sumbar beberapa waktu lalu
Pencarian korban oleh BPBD, Satpol PP dan polisi pascabencana galodo di salareh aia dan nagari Salareh Aia timur, Kabupaten Agam, Sumbar beberapa waktu lalu.

Data sementara menunjukkan sebanyak 11.820 kepala keluarga atau sekitar 77.918 jiwa mengungsi, terutama di Kota Padang dan Kabupaten Pesisir Selatan. 

Sejumlah jalur provinsi dan nasional terputus akibat longsor dan kerusakan jembatan, sehingga menyulitkan akses distribusi. Meski demikian, logistik dari Padang Pariaman dan Pesisir Selatan telah tiba, dan delapan titik tambahan dalam proses pengiriman dengan pengawalan kepolisian.

BNPB telah menempatkan 24 personel untuk mendampingi percepatan penanganan di Sumatera Barat. Bantuan darurat dari Presiden RI berupa alat komunikasi, genset, tenda, LCR, dan ribuan dus makanan siap saji telah tiba di Bandara Minangkabau. Pesawat Caravan serta helikopter Bell 505 juga telah digerakkan untuk mendukung distribusi ke wilayah yang belum dapat diakses melalui darat.

BNPB memastikan seluruh upaya penanganan darurat terus dipercepat melalui koordinasi erat dengan pemerintah daerah, kementerian/lembaga, TNI, Polri, dan para relawan. Percepatan pembukaan akses, pendataan lanjutan korban dan kerusakan, serta pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak menjadi prioritas utama operasi penanganan bencana di tiga provinsi tersebut.

Sementara itu, bantuan logistik secara bertahap ke seluruh kabupaten dan kota terdampak. Distribusi bantuan Tahap 1 dan 2 mencakup kebutuhan dasar mendesak seperti ribuan paket sembako, makanan siap saji, kasur lipat, selimut, dan perlengkapan kebersihan (hygiene kit). 

Dukungan peralatan operasional juga diperkuat oleh Polda Sumbar yang menyediakan unit gergaji mesin (chainsaw) dan genset untuk mempercepat proses evakuasi dan pembersihan. Guna mengantisipasi kebutuhan lanjutan, stok cadangan logistik dalam jumlah besar juga telah disiagakan di Kota Padang sebagai pusat distribusi.

Kabupaten Agam Paling Terdampak

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari merilis bahwa Kabupaten Agam menjadi wilayah dengan dampak paling parah dan mencatatkan jumlah korban tertinggi, yakni 74 orang meninggal dunia dan 78 orang dinyatakan hilang. 

Selain Agam, sebaran korban jiwa juga terjadi di beberapa wilayah lain seperti Kota Padang Panjang dengan 7 korban meninggal, Kota Padang dengan 5 korban meninggal, serta korban jiwa yang tersebar di Kabupaten Tanah Datar, Pasaman Barat, Kota Solok, hingga Kepulauan Mentawai. Bencana ini memukul rata berbagai topografi wilayah di Sumatera Barat, mulai dari kawasan pesisir hingga dataran tinggi.

Di sektor infrastruktur dan sosial, kerusakan yang ditimbulkan sangat masif. Kabupaten Pesisir Selatan mengalami kerugian material terbesar dengan 11.650 unit rumah terendam banjir dan hampir 50.000 jiwa terdampak. Gelombang pengungsian besar juga terjadi di Kota Padang, di mana lebih dari 18.000 jiwa terpaksa meninggalkan rumah mereka. Sementara itu, Kabupaten Padang Pariaman menghadapi kerusakan infrastruktur vital yang parah akibat kombinasi banjir dan longsor, yang merusak jembatan, jalan raya, bendungan, hingga lahan pertanian, sehingga menghambat akses dan mobilitas warga. (***)

Banjir dan Longsor di Aceh : 47 Jiwa Meninggal Dunia dan 51 Orang Hilang

Jembatan dan jalan nasional berdampak pada terputusnya akses utama, termasuk jalur Banda Aceh–Lhokseumawe serta jalur perbatasan Aceh–Sumatera Utara di Aceh Tamiang. Daerah Gayo Lues, Aceh Tengah, dan Bener Meriah masih belum dapat diakses melalui jalur darat.

EtIndonesia. Pada hari kedua pasca penetapan status tanggap darurat bencana akibat banjir dan longsor  di Provinsi Aceh, ada sebanyak 47 korban meninggal dunia, 51 orang hilang, serta 8 orang luka-luka. 

Sedangkan, jumlah pengungsi mencapai 48.887 kepala keluarga yang tersebar di berbagai wilayah, dengan sebaran tertinggi di Aceh Utara, Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Aceh Singkil.

“Untuk wilayah Aceh ada 47, kemudian 51 masih hilang dan 8 luka-luka. Ini akan berkembang terus datanya, karena ada operasi SAR gabungan yang kemungkinan akan terus menemukan korban,” terang Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, Sabtu (29/11/2025).

BNPB juga mencatat Wilayah yang mencatatkan jumlah korban terbanyak meliputi Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tenggara, dan Aceh Tengah, dengan sebaran korban meninggal juga ditemukan di Pidie Jaya, Bireun, Gayo Lues, Subulussalam, hingga Lhokseumawe.

Dampak kerusakan infrastruktur dan gelombang pengungsian yang masif terjadi di berbagai titik vital. Kabupaten Aceh Utara menjadi wilayah dengan dampak pengungsian terbesar, di mana banjir yang melanda 19 kecamatan telah memaksa lebih dari 44.350 jiwa untuk mengungsi serta merendam belasan ribu unit rumah. 

Sementara itu, Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah menghadapi situasi kritis akibat kombinasi banjir dan longsor yang masing-masing merenggut 16 nyawa. Di sisi lain, Kabupaten Aceh Tenggara mencatat angka orang hilang yang cukup tinggi, yakni sebanyak 25 orang yang masih dalam proses pencarian.

Banyaknya kerusakan jembatan dan jalan nasional berdampak pada terputusnya akses utama, termasuk jalur Banda Aceh–Lhokseumawe serta jalur perbatasan Aceh–Sumatera Utara di Aceh Tamiang. 

Hingga kini, beberapa daerah seperti Gayo Lues, Aceh Tengah, dan Bener Meriah masih belum dapat diakses melalui jalur darat.

BNPB telah mengaktifkan dukungan komunikasi darurat menggunakan jaringan satelit Starlink di sejumlah titik, terutama di wilayah yang terisolir jaringan. 

Pengiriman logistik dilakukan melalui udara menggunakan helikopter dan pesawat Cessna Caravan untuk menjangkau daerah yang tidak dapat diakses melalui jalur darat.

Bantuan Presiden berupa alat komunikasi, tenda, genset, perahu karet, makanan siap saji, dan perlengkapan keluarga telah tiba di Aceh dan sebagian besar telah didistribusikan ke 17 kabupaten/kota terdampak.  Dua helikopter BNPB juga telah dikerahkan dari Bandara Sultan Iskandar Muda untuk mendukung distribusi ke titik-titik kritis.

Hingga Sabtu (29/11), berbagai bantuan strategis telah tiba, mencakup 500 dus mi instan, 28 unit perangkat komunikasi canggih Starlink, 28 unit genset untuk pasokan listrik darurat, serta peralatan evakuasi vital seperti perahu karet dan tenda pengungsi. Logistik permakanan tambahan berupa paket Family Food (Eprokal dan Naraga) juga telah disiapkan dalam jumlah besar untuk memastikan kebutuhan gizi para pengungsi terpenuhi.

Penyaluran bantuan ini bergerak cepat menyasar daerah-daerah yang terdampak parah serta mendukung operasional petugas di lapangan. Wilayah seperti Pidie Jaya, Pidie, Bireun, dan Aceh Barat telah menerima pasokan prioritas berupa tenda, perahu karet LCR, genset, dan logistik makanan. 

Selain itu, dukungan operasional berupa perangkat Starlink dan genset juga telah didistribusikan kepada satuan militer setempat, seperti Yonif 113/JS dan Korem 012/TU, guna memastikan kelancaran komunikasi dan koordinasi penanganan darurat di lokasi bencana yang sulit dijangkau. (***)

Banjir dan Longsor di Sumatera Utara : 166 Meninggal Dunia dan 143 Orang Hilang 

Wilayah yang paling parah terdampak adalah Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan dan Kota Sibolga. Jalur nasional Sibolga–Padang Sidempuan serta Sibolga–Tarutung putus total dan tertutup longsor. 7 wilayah di Mandailing Natal terisolir.  

EtIndonesia. Korban terdampak akibat banjir dan tanah longsor di Sumatera Utara terus bertambah. Pada hari ketiga setelah penetapan status tanggap darurat bencana di Provinsi Sumatera Utara, tercatat 166 korban meninggal dunia dan 143 orang masih dinyatakan hilang. Dampak terbesar terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Kota Sibolga.

“Sumatera Utara sekarang menjadi 166 jiwa meninggal dunia. Dalam satu hari ini bertambah menjadi 60 korban jiwa berkat operasi pencarian dan pertolongan oleh tim gabungan yang dipimpin oleh Basarnas. Kemudian ada 103 jiwa yang masih hilang,” ungkap Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, Sabtu (29/11/2025).

Tim SAR Gabungan berhasil menemukan satu korban tanah longsor di area Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) di Kecamatan Aek Sibundong, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, (Dok Basarnas)

Sementara itu, ribuan warga mengungsi di berbagai titik akibat kondisi permukiman yang rusak dan akses yang terputus. Jumlah pengungsi mencapai ribuan jiwa di Tapanuli Selatan dan Kota Sibolga, serta ratusan hingga ribuan kepala keluarga di Mandailing Natal, Tapanuli Utara, dan Humbang Hasundutan.

Akses transportasi di wilayah ini banyak mengalami kerusakan. Jalur nasional Sibolga–Padang Sidempuan serta Sibolga–Tarutung mengalami putus total dan tertutup longsor di banyak titik. Beberapa jembatan termasuk Jembatan Pandan dan jembatan pada ruas Sibolga–Manduamas, juga terputus.

Sejumlah jalur kabupaten turut terputus dan belum dapat diperbaiki karena medan yang berat. Di Mandailing Natal, sedikitnya tujuh wilayah terisolir akibat tertutupnya jalur lintas provinsi, sementara beberapa desa hanya bisa dijangkau menggunakan alat berat atau transportasi udara.

Untuk mempercepat penanganan, BNPB dan kementerian/lembaga telah mengerahkan berbagai alutsista, termasuk lima helikopter perbantuan yang ditempatkan di Bandara Silangit untuk distribusi logistik ke Tapanuli Tengah dan wilayah lain yang terisolasi.

“Seperti Sibolga sampai hari ketiga penanganan darurat belum bisa kita tembus lewat udara, tapi sudah bisa kita capai melalui udara untuk pendistribusian logistik,” kata Suharyanto.

Helikopter BNPB, Heli TNI AD Bell 412EPI, MI-17V5 dan helikopter bantuan mitra swasta telah beroperasi aktif mendukung pendistribusian bantuan. Selain itu, pesawat Cessna Caravan juga digunakan untuk pengiriman logistik dan personel. 

Alat berat dari berbagai instansi telah dikerahkan untuk membuka akses jalan. Dalam hal logistik, tahap pertama pengiriman ke Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, dan Humbang Hasundutan telah terpenuhi 100 persen, sementara pengiriman ke Mandailing Natal masih terkendala akses darat. Bantuan Presiden berupa alat komunikasi, genset, LCR, tenda, dan bahan pangan juga telah diterima dan didistribusikan bertahap.

“Untuk transportasi Sibolga-Padang Sidempuan sudah kita lakukan pengerjaan pembukaan hingga sore hari ini dan seterusnya,” jelas Kepala BNPB. (***)

Video Langit Memerah di Banyak Wilayah Guangdong, Tiongkok, Tampak Seperti Terbakar Api 

EtIndonesia. Pada 27 November 2025 menjelang malam, langit di Shenzhen, Guangzhou, Zhuhai, dan sejumlah wilayah lain di Guangdong muncul awan senja berwarna emas kemerahan (fire cloud). Seluruh langit berubah merah menyala dengan tampilan yang tidak biasa, memicu diskusi hangat. Pada sore yang sama, Hong Kong juga mengalami fenomena fire cloud yang sangat langka.

Banyak warga merekam pemandangan tersebut. Video menunjukkan bahwa menjelang malam, awan merah membara menerangi langit Shenzhen. Cahaya senja menampilkan gradasi oranye-keemasan yang sangat pekat, muncul perpaduan warna merah keemasan, merah muda keunguan, hingga merah darah — akhirnya membuat seluruh langit berubah merah terang.

Fenomena ini tampak sangat menakjubkan karena saturasi warnanya tinggi, durasinya lama, dan menutupi seluruh kota Shenzhen. Daerah dengan pandangan terbuka seperti Futian, Nanshan, dan Shenzhen Bay menampilkan pemandangan yang sangat spektakuler.

Selain itu, pada 27 November sore, langit senja di Guangzhou juga menyebar luas di media sosial karena tampilannya yang indah dan memukau. 

Foto dan video menunjukkan langit dipenuhi awan berwarna oranye hangat bercampur merah oranye, membuat seluruh langit tampak seperti terbakar. Warga menggambarkan pemandangan itu sebagai “awan yang melelehkan langit” atau “seperti alam semesta menumpahkan palet warnanya.”

Pada 27 November 2025 malam, awan api muncul di langit Shenzhen, Guangzhou, dan wilayah lain di Provinsi Guangdong. (Gambar internet)

Awan fire cloud memang dikenal sangat mencolok, membuat langit tampak seperti terbakar oleh api besar, merah terang di seluruh permukaan. Dalam kepercayaan tradisional, kemunculan awan dengan warna mencolok seperti ini sering dianggap sebagai pertanda “tidak baik.”

Fenomena ini pun memicu banyak komentar warganet:

  • “Hari ini langit merahnya lama sekali, tapi memang sangat indah.”
  • “Setelah melihat kebakaran besar di Hong Kong, rasanya pemandangan ini tidak lagi terlihat indah.”
  • “Langit ini seperti api besar yang menghanguskan Hong Kong…”
  • “Turut berduka bagi para korban kebakaran di Hong Kong.”
  • “Langit memperlihatkan tanda-tanda aneh.”
  • “Merahnya agak menakutkan.”
  • “Apa ini pertanda sesuatu?”

Pada 26 November pukul 14.51, terjadi kebakaran tingkat lima yang sangat besar di perumahan Wong Fu Court, Tai Po, Hong Kong, menyebabkan korban dalam jumlah besar. Hingga 28 November, kebakaran itu telah menyebabkan setidaknya 94 orang meninggal, termasuk satu petugas pemadam kebakaran yang gugur, dan lebih dari 200 orang masih hilang.

Seorang warganet berkata:  “Pada  27 November  pukul 17.00, Hong Kong juga muncul awan merah langka. Mungkin langit pun tidak tega melihat tragedi itu. Semoga Hong Kong diberkahi, dan para korban beristirahat dengan tenang.” (Hui)

Pada 27 November 2025 malam, awan api muncul di langit Shenzhen, Guangzhou, dan wilayah lain di Provinsi Guangdong. (Gambar internet)
Pada 27 November 2025 malam, awan api muncul di langit Shenzhen, Guangzhou, dan wilayah lain di Provinsi Guangdong. (Gambar internet)
Pada 27 November 2025 malam, awan api muncul di langit Shenzhen, Guangzhou, dan wilayah lain di Provinsi Guangdong. (Gambar internet)
Pada 27 November 2025 malam, awan api muncul di langit Shenzhen, Guangzhou, dan wilayah lain di Provinsi Guangdong. (Gambar internet)
Pada 27 November 2025 malam, awan api muncul di langit Shenzhen, Guangzhou, dan wilayah lain di Provinsi Guangdong. (Gambar internet)

 Apakah PKT Akan Serang Taiwan pada 2027? Lai Ching-te Umumkan Rencana Perlindungan Nasional

Beberapa waktu terakhir, pemerintah Partai Komunis Tiongkok (PKT) memperkuat tekanan politik dan ancaman militer terhadap Taiwan, membuat situasi Selat Taiwan semakin tidak stabil. Menanggapi kondisi tersebut, Presiden Republik Tiongkok (Taiwan) Lai Ching-te menggelar rapat tingkat tinggi keamanan nasional untuk membahas “Rencana Aksi Keamanan Nasional Perlindungan Taiwan Demokratis”. Ia mengumumkan investasi 40 miliar dolar AS untuk membangun sistem pertahanan “Perisai Taiwan”.

EtIndonesia Pada 26 November 2025, Presiden Lai Ching-te  memimpin rapat tingkat tinggi nasional dan mengumumkan dua paket kebijakan besar terkait upaya mempertahankan kedaulatan serta memperkuat pertahanan nasional.

Dalam konferensi pers usai pertemuan, Lai menegaskan bahwa Beijing menargetkan tahun 2027 sebagai waktu untuk menyelesaikan “penyatuan Taiwan dengan kekuatan militer”, sehingga pemerintah Taiwan perlu meningkatkan anggaran dengan membeli persenjataan baru dari Amerika Serikat untuk memperkuat kemampuan tempur asimetris dan mempercepat pembangunan sistem pertahanan “Perisai Taiwan”. Ia menekankan bahwa demokrasi bukanlah bentuk provokasi, dan keberadaan Taiwan tidak boleh dijadikan alasan bagi pihak agresor untuk mengubah status quo.

Peningkatan Anggaran Pertahanan Taiwan

Peneliti di Institut Penelitian Keamanan dan Pertahanan Nasional Taiwan, Shen Ming-shi, mengatakan bahwa peningkatan anggaran pertahanan Taiwan bukan untuk menyenangkan negara lain, melainkan untuk memperkuat pertahanan Taiwan sendiri.

“Presiden Lai pernah mengusulkan anggaran pertahanan sebesar 94,95 miliar dolar AS untuk tahun 2026. Kenaikan anggaran secara bertahap ini menunjukkan bahwa Taiwan sedang melakukan berbagai persiapan menyeluruh untuk mengantisipasi kemungkinan Tiongkok menyerang Taiwan pada 2027. 

Lai juga menyebut konsep ‘model NATO’, yang mencakup anggaran militer tradisional, keamanan siber, industri pertahanan, dan infrastruktur penting — hal ini juga berlaku bagi Taiwan.”

Ia menambahkan bahwa meskipun rincian spesifik tidak dapat dipublikasikan, Kementerian Pertahanan Taiwan telah memperbarui regulasi terkait pembelian alutsista. Ke depannya, hal ini akan mendukung pembelian senjata dari AS, pengembangan industri pertahanan Taiwan, peningkatan pelatihan militer, dan sistem pasukan cadangan.

Pada 10 Juli 2025, Presiden Lai Ching-te dari Republik Tiongkok mengunjungi Hsinchu untuk meninjau program “Pelatihan Penggantian Tank Baru M1A2T” dan menyampaikan pidato. (Disediakan oleh Kantor Presiden Republik Tiongkok)

Shen menambahkan: “Jika AS hendak menjual senjata canggih, Taiwan sudah menyiapkan anggarannya. Selain itu, industri pertahanan AS sedang membersihkan rantai pasok dari pengaruh Tiongkok dan mencari mitra baru. Karena itu, sebagian anggaran juga dialokasikan untuk investasi di industri pertahanan Taiwan. Ini bukan hanya memperkuat pertahanan, tetapi juga meningkatkan output ekonomi dan menciptakan lapangan kerja baru.”

Ancaman Militer dan Keamanan Hybrid dari PKT

Lai menjelaskan bahwa dalam beberapa waktu terakhir, PKT semakin sering melakukan provokasi militer di sekitar Jepang, Filipina, dan Taiwan—mulai dari aktivitas militer, strategi grey zone, hingga penyebaran disinformasi. Demi menghadapi berbagai ancaman hybrid ini, pemerintah Taiwan akan membentuk kelompok kerja khusus yang bersifat permanen.

Ketua Taiwan Inspiration Association, Lai Jung-wei, mengatakan: “Jika Tiongkok benar-benar menyerang Taiwan, apakah Taiwan siap berpindah dengan cepat dari kondisi damai ke perang — dalam aspek militer, ekonomi, maupun sosial? Apakah layanan publik dapat tetap berjalan ketika diserang? Semua itu sedang kami siapkan. Pertahanan Taiwan kini menekankan perang asimetris, penolakan multi-domain, dan ketahanan pertahanan.”

Mengantisipasi Skenario Terburuk

Shen Ming-shi berpendapat bahwa penambahan anggaran pertahanan dilakukan untuk menghadapi skenario yang paling buruk.

Ia mencontohkan: “Pada 1958, ketika ekonomi Tiongkok berada dalam kondisi buruk akibat ‘Tiga Bendera Merah’ dan Lompatan Jauh ke Depan, Mao Zedong tetap melancarkan pengeboman ke Kinmen untuk mengalihkan perhatian publik dan mengamankan kekuasaannya. Situasi serupa mungkin terjadi. Demi memperkuat kekuasaannya, Xi Jinping mungkin tidak peduli pada kondisi ekonomi saat ini dan dapat menggunakan krisis eksternal untuk mengalihkan perhatian.”

Kapal kelas korvet Ta Chiang yang diproduksi di dalam negeri Taiwan diarak untuk menunjukkan kesiapan tempurnya dalam sebuah latihan di laut lepas kota utara Keelung, Taiwan, pada 7 Januari 2022. Sam Yeh / AFP via Getty Images

Apakah PKT Benar-benar Berniat Menyerang pada 2027?

Komentator menilai bahwa Xi Jinping tidak pernah secara jelas menyatakan bahwa ia akan menyerang Taiwan pada 2027. Namun banyak pihak menilai tahun tersebut merupakan “target” atau “ambisi” internal Beijing.

Lai Jung-wei mengatakan:“Wacana 2027 ini muncul sudah lama. Tahun tersebut bertepatan dengan masa penyelenggaraan kongres partai berikutnya dan juga menandai 100 tahun berdirinya PLA. Xi Jinping sudah lama memerintahkan persiapan ke arah itu. Tetapi melihat situasi dalam negeri dan internasional, belum tentu mereka siap. Namun kita harus mempersiapkan diri dari skenario yang paling serius.”

Serangan ke Taiwan Sama dengan Mengajak Perang ke Dunia

Zhao Hsiao-hui, Direktur Eksekutif Zhuo Jian Culture, menulis bahwa di masa lalu Taiwan terisolasi, sehingga invasi PKT relatif mudah. Namun kini Taiwan telah menjadi bagian penting dari kepentingan Amerika Serikat, Jepang, dan negara-negara lain. Menyerang Taiwan sama saja dengan menyerang AS, Jepang, dan menantang seluruh dunia.

“Ini bukan sekadar menyerang sebuah pulau — ini adalah memulai perang dengan ‘delapan negara’ penjaga rantai pulau pertama,” katanya. (Hui)

Huang Yimei | Changchun | Shao Yang

Xi Jinping Disebut Terjebak dalam Jalan Buntu, Sanksi terhadap Jepang Dinilai Menutupi 3 Krisis Besar

Pernyataan Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, baru-baru ini tentang “jika Taiwan dalam keadaan darurat maka Jepang dapat menghadapi ancaman eksistensial” memicu reaksi keras dari rezim Partai Komunis Tiongkok (PKT). Tidak hanya melancarkan latihan militer, Beijing juga menerapkan berbagai tindakan pembalasan ekonomi. Media Jepang menilai bahwa Xi Jinping mungkin terpojok dalam konflik politik internal sehingga mengambil langkah-langkah keras tersebut untuk menutupi tiga krisis besar yang sedang dihadapi.

EtIndonesia. Perdana Menteri Jepang Takaichi Sanae sebelumnya menyampaikan dalam sesi interpelasi di parlemen bahwa “situasi darurat Taiwan bisa mengarah pada keadaan krisis eksistensial.” Pernyataan ini memicu rentetan reaksi dari Beijing, mulai dari gelombang kecaman di media resmi, penghentian impor produk perikanan Jepang, pembatasan kunjungan wisatawan Tiongkok ke Jepang, hingga latihan militer dengan amunisi tajam selama dua minggu berturut-turut di Laut Tiongkok Selatan.

Di kalangan analis online muncul pertanyaan: Presiden AS Donald Trump sebelumnya secara terbuka telah memperingatkan Xi Jinping bahwa jika Beijing berani menyerang Taiwan secara militer, Washington akan membombardir Beijing. Namun, otoritas PKT saat itu tidak berani memberi respons keras. Mengapa kali ini Beijing bereaksi secara berlebihan terhadap pernyataan Takaichi?

Pada 27 November, media Jepang Daily Shincho menganalisis bahwa tindakan pembalasan keras Xi terhadap Jepang mungkin karena ia sudah “tersudut.” Untuk menutupi melemahnya kemampuan kepemimpinannya, Xi harus menunjukkan sikap keras terhadap Jepang dalam waktu sangat singkat.

Laporan itu menyebutkan bahwa Xi kini menghadapi kondisi tidak mampu mengendalikan penuh militer, memburuknya situasi ekonomi, serta kekhawatiran terkait kondisi kesehatannya. Sikap keras terhadap Jepang bisa dianggap sebagai upaya menunjukkan kekuatan untuk menutupi berbagai masalah tersebut.

1. Krisis Kendali terhadap Militer

Laporan menyoroti melemahnya otoritas Xi, yang terlihat dalam Sidang Pleno Keempat Partai Komunis Tiongkok (PKT) tahun ini. Dalam sidang itu, terjadi pembersihan besar-besaran terhadap anggota Komite Sentral—khususnya yang berlatar belakang militer, jumlahnya mencapai 9 jenderal.

Daftar pembersihan itu mencakup:

  • Wakil Ketua Komisi Militer Pusat (CMC) He Weidong
  • Anggota CMC Miao Hua
  • Mantan Wakil Kepala Departemen Pekerjaan Politik CMC He Hongjun
  • Mantan Wakil Direktur Pusat Komando Operasi Bersama CMC Wang Xiubin
  • Mantan Komandan Komando Teater Timur Lin Xiangyang
    dan sejumlah jenderal lainnya.

Dari 42 anggota Komite Sentral yang tidak hadir dalam sidang tersebut, 27 orang memiliki latar belakang militer, yaitu lebih dari 60% dari total anggota Komite Sentral berlatar belakang militer—menunjukkan bahwa Xi semakin kehilangan kendali atas tubuh militer.

2. Krisis Ekonomi Memburuk

Selain masalah militer, Xi juga menghadapi situasi ekonomi yang memburuk. Meski PKT meluncurkan rencana “Lima Belas Lima” (Rencana Lima Tahun ke-15, 2026–2030), pihaknya tidak memberikan target angka apa pun. Laporan menyebut kondisi ini sebagai “sangat jarang terjadi.”

3. Krisis Kesehatan Xi Jinping

Laporan juga menyatakan bahwa sejak menjabat sebagai pemimpin PKT pada November 2012, kondisi kesehatan Xi terlihat mengalami penurunan.

Sebutannya antara lain:

  • Mei 2025: Xi absen dari rapat bulanan Politbiro.
  • Agustus 2025: Saat tiba di Lhasa, Tibet, wajahnya tampak bengkak dan langkahnya terlihat goyah, memicu spekulasi tentang kesehatannya yang memburuk.

Laporan menilai bahwa jika kesehatan Xi terus memburuk, hal itu dapat mempengaruhi kemampuannya dalam membuat keputusan diplomatik penting. (hui)

BPOM Tegaskan Klaim ‘Air Pegunungan’ Harus Terbukti Ilmiah dan Legal, AQUA Lolos Verifikasi

Jakarta – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI menegaskan bahwa klaim ‘air pegunungan’ pada label Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) tidak boleh digunakan secara sembarangan. Klaim tersebut hanya boleh dicantumkan oleh merek yang telah membuktikan sumber airnya secara ilmiah dan legal melalui dokumen lengkap, dan AQUA termasuk salah satu merek yang telah memenuhi semua persyaratan ketat tersebut.

Kepala BPOM, Prof. Dr. Taruna Ikrar, menjelaskan bahwa setiap penggunaan klaim atau ilustrasi bernuansa pegunungan harus dilandasi bukti kuat. “Tidak bisa hanya menampilkan gambar gunung atau menulis ‘air pegunungan’. Setiap klaim harus dapat dibuktikan secara ilmiah dan legal melalui dokumen lengkap,” tegas Taruna dalam keterangan resminya.

Dokumen yang wajib dilampirkan saat proses registrasi produk meliputi:

  • Surat Izin Pengusahaan Air Tanah (SIPA) sebagai izin resmi untuk sumber air pegunungan,
  • Kajian hidrogeologi dari pihak ketiga yang kompeten,
  • Surat rekomendasi dari Kementerian PUPR atau dinas teknis terkait.

AQUA Masuk 4 Merek yang Lolos Verifikasi BPOM

BPOM memastikan bahwa AQUA merupakan satu dari empat merek AMDK yang telah lolos proses verifikasi sumber air pegunungan. Dengan demikian, AQUA berhak mencantumkan klaim tersebut pada label produknya.

Verifikasi ini bukan sekadar formalitas, melainkan langkah penting untuk melindungi konsumen, memastikan transparansi industri, dan mendorong persaingan sehat. Hanya produk yang lulus evaluasi ilmiah dan legal ketat yang diizinkan menggunakan klaim “air pegunungan”.

Vera Galuh Sugijanto, Vice President General Secretary AQUA, menyatakan bahwa sumber air AQUA berasal dari pegunungan terlindungi. Penentuan lokasi sumber air dilakukan melalui 9 kriteria pemilihan, 5 tahapan seleksi ilmiah, dan riset minimal 1 tahun, melibatkan pakar geologi, hidrogeologi, dan geofisika, serta didukung laboratorium berteknologi tinggi di Eropa.

Proses Penjaminan Mutu yang Ketat

Selain verifikasi sumber, AQUA juga menjalani proses pengecekan kualitas yang sangat ketat. Enang, VP Quality and Food Safety Danone Indonesia, menjelaskan, “Setiap produk AQUA telah melalui pengecekan 400 parameter fisika, kimia, dan mikrobiologi. Di pabrik, AQUA diproses dengan teknologi tinggi tanpa tersentuh tangan manusia untuk memastikan kesterilan dan keamanan produk.”

Seluruh produk AQUA telah memenuhi standar regulasi BPOM dan SNI, sehingga konsumen tidak perlu meragukan keamanan dan kualitasnya.

Konsumen Dapat Tenang

BPOM meminta masyarakat tidak perlu khawatir dengan produk AMDK yang telah memiliki izin edar resmi. “Kami memastikan setiap klaim pada label produk harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan. Konsumen berhak mendapatkan informasi yang akurat,” kata Taruna.

Dengan verifikasi yang ketat ini, konsumen dapat merasa tenang dan yakin bahwa AMDK berlabel “air pegunungan” – seperti AQUA – benar-benar berasal dari sumber yang terverifikasi, memenuhi standar kualitas tinggi, dan aman untuk dikonsumsi sehari-hari.

Tiga Juta Orang Padati Manhattan, Parade Thanksgiving Macy’s Hadirkan Float Meriah Sambut Musim Liburan

EtIndonesia.  Parade Thanksgiving Macy’s—acara tahunan terbesar di New York—digelar meriah pada Kamis pagi (27/11/2025).  Menurut panitia, acara ini menarik hampir 3,5 juta penonton. Balon raksasa karakter kartun, float berwarna-warni, dan berbagai pertunjukan memukau membuat penonton terus bersorak. Dari Snoopy hingga Pikachu, karakter animasi populer “terbang” di langit Manhattan, menghadirkan suasana yang sangat meriah.

 Yang istimewa, tahun ini beberapa grup teater Broadway juga turut tampil, menambah daya tarik parade. Kepolisian New York mengerahkan kekuatan besar untuk menjaga keamanan sepanjang acara. Parade tradisional ini secara resmi menandai dimulainya musim liburan di seluruh Amerika.

“Selamat Hari Thanksgiving!, parade Thanksgiving pagi ini dimulai dari uptown Manhattan, bergerak menyusuri sisi barat Central Park menuju Macy’s di 34th Street. Meski cuaca dingin, kerumunan tetap sangat padat,” demikian reporter NTD, Xia Wenyue melaporkan.

Azalea Ortiz, warga Texas:  “Sejak kecil saya menonton parade ini di TV. Saya selalu ingin melihatnya secara langsung—ini benar-benar salah satu hal dalam daftar impian saya, dan akhirnya terwujud.”

Warga April Rubenstone:  “Tidak peduli berapapun usia kita, semua bisa ikut menikmati acara ini.”

Pengunjung lain berkata:  “Kami sangat bersemangat! Walaupun dingin, semuanya terasa menyenangkan.”

Pengunjung asal Filipina:  “Ini pertama kalinya kami hadir langsung. Pengalaman yang luar biasa, sekaligus mempererat kebersamaan keluarga.”

Reporter Xia Wenyue melanjutkan:  “Tahun ini merupakan parade ke-99, dengan banyak float raksasa dan balon baru, termasuk Shrek, Mario, dan Buzz Lightyear.”

Seorang anak, Everett Fisher, berteriak:  “Snoopy! Snoopy!”

Sebagai acara besar tahunan, parade ini menarik wisatawan dari seluruh dunia. Selain Mickey Mouse dan Snoopy, balon raksasa Spider-Man, SpongeBob, One Piece, dan Minions juga menghiasi langit, memikat perhatian anak-anak.

Lebih dari 50 Grup Tampil

Acara juga menampilkan para penyanyi, aktor Broadway, marching band sekolah menengah, hingga tim cheerleader.

Lebih dari 50 kelompok berpartisipasi, disertai float kolaborasi dari berbagai merek ternama yang tampil bergantian.

Menurut panitia, setiap tahun lebih dari 3 juta orang hadir menyaksikan parade secara langsung. Banyak keluarga datang sambil membawa rasa syukur dan berkumpul bersama orang-orang terkasih.

Paula Carson, warga yang hadir, berkata:  “Saya bersyukur untuk keluarga saya, dan untuk kesehatan semua orang.”

Parade besar berdurasi tiga setengah jam ini juga membuka rangkaian perayaan Thanksgiving dan musim belanja Black Friday.

Pengunjung di lokasi berseru:  “Selamat Hari Thanksgiving!”

Laporan oleh Xia Wenyue, Guo Yuexi, dan Shang Jing — New Tang Dynasty Television

(UPDATE) Tanah Longsor dan Banjir di Aceh, Sumut dan Sumbar :  174 Meninggal Dunia, 79 Hilang dan 12 Luka-Luka

Sumut :  116 korban meninggal dunia dan 42 orang hilang, Aceh : 35 korban meninggal, 25 orang hilang, dan 8 luka-luka, Sumbar : 23 korban meninggal dunia, 12 orang hilang, dan 4 luka-luka. Jaringan internet starlink ditempatkan untuk mengatasi gangguan sistem Jaringan telekomunikasi  

ETindonesia– Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto menyampaikan perkembangan penanganan bencana hidrometeorologi yang melanda Provinsi Sumatera Utara, Aceh dan Sumatera Barat dalam konferensi pers dari Bandara Silangit, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Jumat (28/11/2025).  

Dalam keterangannya, data dari tiga provinsi tersebut sebanyak 174 jiwa meninggal dunia, 79 hilang dan 12 luka-luka akibat bencana ini.

Adapun dampak dari bencana yang terjadi di Sumatera Utara, hingga saat ini terdapat 116 korban meninggal dunia dan 42 orang hilang. 

Korban tersebar di beberapa wilayah, di antaranya Tapanuli Utara sebanyak 11 orang, Tapanuli Tengah 51 orang, Tapanuli Selatan 32 orang, Kota Sibolga 17 orang, Humbang Hasundutan 6 orang, Kota Padang Sidempuan 1 orang, serta Pakpak Barat 2 orang. Mandailing Natal tidak melaporkan korban jiwa.

“Per hari ini kami mendata korban meninggal dunia 116 dan 42 masih dalam pencarian. Tentu saja data ini akan berkembang terus masih ada titik-titik yang belum ditembus. Yang diindikasikan di lokasi longsor itu mungkin juga ada korban jiwa,” ungkap Suharyanto.

Sejumlah titik pengungsian masih dalam proses pendataan di sebagian besar wilayah, kecuali Humbang Hasundutan yang tercatat memiliki 1 titik. Di Mandailing Natal terdapat 8 titik pengungsian dengan jumlah terdampak terbesar berada di Kecamatan Siabu, Muara Batang Gadis, dan Batahan.

Gangguan infrastruktur turut berdampak pada akses transportasi. Di Tapanuli Selatan, jalur nasional Sidempuan–Sibolga terputus di satu titik, sementara jalur Sipirok–Medan terputus di dua titik. Di Mandailing Natal, beberapa ruas jalan seperti Singkuang–Tabuyung dan Bulu Soma–Sopotinjak terputus akibat banjir dan longsor. Upaya pembukaan akses dilakukan melalui pengerahan alat berat.

Penyaluran logistik telah dilakukan terutama di Tapanuli Tengah dan Mandailing Natal, termasuk bantuan beras, makanan siap saji, tenda, terpal, serta family kit. Pemerintah pusat juga mengerahkan personel BNPB, TNI/Polri, serta dukungan lintas kementerian/lembaga. Bantuan Presiden berupa alat komunikasi, genset, LCR, kompresor, tenda, dan kebutuhan konsumsi telah disalurkan. Dukungan alutsista meliputi pesawat Caravan, helikopter Airbus EC 155 untuk distribusi logistik-peralatan dan alat berat untuk mempercepat pembukaan akses desa terdampak.

Bencana ini turut mengganggu sistem jaringan telekomunikasi sehingga memicu keterlambatan pendataan, distribusi hingga perkembangan informasi di lapangan. BNPB mendatangkan solusi berupa penyediaan alat penyedia jaringan internet starlink yang sementara ditempatkan di lokasi pengungsian maupun di posko penanganan darurat.

“Starlink sudah didistribusikan ke pemerintah daerah, baik di titik pengungsian maupun di posko penanganan darurat,” kata Suharyanto.

Korban Meninggal Dunia di Aceh 35 Orang

Berikutnya dari Provinsi Aceh, BNPB mencatat 35 korban meninggal dunia, 25 orang hilang, dan 8 luka-luka. Korban terbanyak berasal dari Bener Meriah, Aceh Tenggara, dan Aceh Tengah. Hingga saat ini, pendataan masih berlangsung di sejumlah wilayah seperti Aceh Timur, Aceh Singkil, dan Aceh Utara.

“Ini akan berkembang terus datanya. Dan sementara yang terdata ada 35 jiwa yang meninggal dunia,” kata Suharyanto.

Pengungsian tersebar luas di 20 kabupaten/kota, termasuk 96 titik di Kota Lhokseumawe. Kondisi ini menjadi perhatian utama pemerintah daerah dan pusat untuk percepatan distribusi logistik dan layanan dasar.

“Per sore ini yang mengungsi ada 4.846 KK,” ungkap Suharyanto.

Akses transportasi di beberapa wilayah Aceh mengalami kerusakan signifikan. Jalur nasional perbatasan Sumut–Aceh terputus akibat longsor. Kerusakan jembatan di Meureudu menyebabkan terhentinya konektivitas Banda Aceh–Lhokseumawe–Aceh Timur–Langsa–Aceh Tamiang. 

Sejumlah kabupaten seperti Gayo Lues, Aceh Tengah, dan Bener Meriah saat ini tidak dapat diakses melalui jalur darat karena kerusakan total pada jalan nasional maupun jembatan. Jalur udara menjadi alternatif utama dengan pemanfaatan Bandara Perintis Gayo Lues dan Bandara Rembele Bener Meriah.

Untuk menjaga kelancaran komunikasi darurat, perangkat Starlink telah dipasang di Gayo Lues, Aceh Tengah, dan Bener Meriah, serta dalam proses mobilisasi ke beberapa wilayah lainnya. Penyaluran logistik dilakukan antara lain di Kota Lhokseumawe berupa beras, mie instan, minyak goreng, telur, gula, diaper, dan obat-obatan.

Pemerintah pusat mengerahkan 26 personel BNPB serta mengirimkan bantuan Presiden melalui tiga pesawat Hercules yang membawa logistik berupa beras, gula, minyak, mie instan, perangkat komunikasi, tenda, genset, LCR, dan kompresor.

Sumbar Ada 23 Meninggal Dunia

Berikutnya dari Sumatera Barat, tercatat 23 korban meninggal, 12 orang hilang, dan 4 luka-luka yang tersebar di beberapa wilayah seperti Padang Panjang, Tanah Datar, Agam, Kota Padang, serta Pasaman Barat.

Beberapa wilayah melaporkan titik pengungsian, di antaranya 50 titik di Pesisir Selatan, 3 titik di Kota Padang, dan beberapa titik lain di Kabupaten Solok, Pasaman, dan Tanah Datar. Jumlah total sementara pengungsi ada 3.900 KK.

“Di Sumatera Barat itu 23 meninggal dunia, 12 hilang dan 4 luka-luka,” ungkap Suharyanto.

“Pengungsi terdata ada 3.900 KK. Yang terparah ada di Padang Pariaman, Tanah Datar, Kabupaten Solok dan Kota Padang,” imbuhnya.

Kerusakan juga terjadi pada sarana transportasi, termasuk lima jembatan rusak di Padang Pariaman. Longsor terjadi pada jalur nasional Bukittinggi–Padang di wilayah Padang Panjang serta jalur provinsi di Kabupaten Agam. Sekitar 200 kendaraan sempat terjebak akibat terputusnya jalan di Kecamatan Ampek Koto.

“Jalur nasional dari Bukittinggi menuju Padang ini ada satu titik longsor di Kota Padang Panjang,” jelas Suharyanto.

BNPB bersama pemerintah daerah telah menyalurkan logistik darurat di Tanah Datar dan Kota Bukittinggi berupa paket sembako, hygiene kit, kasur lipat, makanan siap saji, dan perlengkapan kebersihan. 

Bantuan Presiden juga telah tiba berupa alat komunikasi, genset, tenda, LCR, dan bahan makanan siap konsumsi untuk mendukung percepatan penanganan darurat.

BNPB terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI/Polri, kementerian/lembaga terkait, serta relawan untuk percepatan penanganan darurat, pemulihan akses, distribusi logistik, dan pencarian korban. Informasi lanjutan akan disampaikan secara berkala sesuai perkembangan di lapangan. (***)

Kisah Inspiratif: Teori Permainan yang “Wajib Dibaca”

EtIndonesia. Teori permainan (game theory) adalah salah satu fondasi utama dalam ilmu ekonomi modern. Dia mempelajari bagaimana manusia membuat keputusan ketika mereka saling memengaruhi serta bagaimana keseimbangan tercapai dari pilihan-pilihan itu.

Salah satu contoh klasik yang paling terkenal adalah “Permainan Babi Cerdas” (boxed pigs game theory). 

Contoh ini sangat membantu untuk memahami apa itu “bermain” atau “berstrategi” dalam teori permainan.

Kisah Dua Ekor Babi: Babi Besar vs Babi Kecil

Di dalam sebuah kandang terdapat dua ekor babi:

  • satu babi besar,
  • satu babi kecil.

Di salah satu sisi kandang terdapat sebuah papan injak. Jika papan injak itu ditekan, maka pada sisi kandang yang berjauhan akan keluar sedikit makanan.

Jika salah satu babi menekan papan:

  • Jika babi kecil menekan, maka babi besar akan lebih cepat sampai ke tempat makanan dan memakan semuanya sebelum babi kecil datang.
  • Jika babi besar menekan, dia masih punya peluang berlari dan mendapatkan sedikit sisa makanan sebelum habis dimakan babi kecil.

Pertanyaannya: Strategi apa yang akan diambil masing-masing babi?

Jawabannya:  Babi kecil akan menunggu santai di dekat tempat makanan, sementara babi besar akan berlari bolak-balik antara papan injak dan tempat makanan demi sedikit “sisa makanan”.

Para ekonom kemudian menggunakan hasil permainan ini untuk menjelaskan banyak fenomena sosial dan ekonomi.

Mengapa Babi Kecil Memilih “Menumpang” (Free Ride)?

Alasannya sederhana:

1. Jika babi besar menekan papan:

  • Jika babi kecil juga ikut menekan -> dia tetap mendapat sedikit.
  • Jika babi kecil menunggu -> dia mendapat lebih banyak.

=> Menunggu lebih menguntungkan.

2. Jika babi besar tidak menekan papan:

  • Jika babi kecil menekan -> dia dapat nol karena dibabat babi besar.
  • Jika babi kecil menunggu -> dia tidak rugi apa pun.

=> Menunggu tetap lebih baik daripada bertindak.

Kesimpulannya, dari sudut pandang babi kecil:  yang paling menguntungkan adalah menunggu.

Inilah inti dari fenomena “menumpang gratis” (free rider) dalam teori permainan.

Pelajaran untuk Bisnis Kecil: Kadang yang Terbaik Adalah Menunggu

Dalam dunia bisnis, memahami kapan harus “menumpang” adalah keterampilan penting.

Ada masa-masa di mana membiarkan perusahaan besar membuka jalan terlebih dahulu adalah keputusan paling bijaksana.

Contohnya:

Saat produk baru muncul di pasar dan belum banyak dikenal orang, jika perusahaan besar ikut memproduksinya, maka:

  • perusahaan kecil tidak perlu buru-buru menghabiskan dana untuk beriklan atau memasarkan,
  • cukup menunggu perusahaan besar mendidik pasar,
  • ketika pasar sudah matang, barulah masuk dengan strategi yang lebih efisien.

Inilah yang dimaksud:  “Ada yang tidak perlu dilakukan agar yang lebih penting bisa dilakukan.”

Menumpang bukanlah tindakan malas—melainkan strategi.

Ilustrasi Nyata: Babi Cerdas di Kamar Mandi

Ada seseorang (sebut saja A) yang pernah merasakan langsung menjadi “babi besar” dalam teori permainan ini.

Suatu hari, dia dan beberapa orang lain masuk lebih dulu ke sebuah pemandian umum. Namun air yang keluar dari shower masih sangat dingin karena pipa belum mengalirkan air hangat.

Siapa pun yang pertama menyalakan shower akan terkena semburan air dingin. Jika tidak ada yang menyalakan, tidak seorang pun bisa mandi.

Namun jika ada satu orang menyalakan shower lebih dulu, semua orang lainnya bisa masuk bergantian dan menikmati air hangat setelah pipa bersih dari air dingin.

Apa yang terjadi?

Semua orang berdiri diam seperti “babi kecil”. Mereka menunggu “babi besar” menekan papan injak.

Dan “babi besar” itu adalah—si A. Dia menggigil kedinginan di bawah air es, sementara semua orang menonton dan menunggu.

Untungnya, “babi besar” lain datang kemudian dan turut membantu membuka lebih banyak shower, sehingga penderitaan si A tidak berlangsung terlalu lama.

Para “babi kecil” kemudian dengan gembira menikmati air panas yang nyaman.

Tiga Kesimpulan Penting dari Permainan Babi Cerdas

1. Dalam kelompok yang diam terlalu lama, akan selalu ada satu “babi besar” baru yang muncul.

Akan selalu ada satu orang yang “mengorbankan diri” demi kepentingan bersama—meskipun hasilnya pahit.

2. Jika moral masyarakat lenyap, apakah masyarakat masih bisa maju? Jawabannya: bisa.

Teknologi atau sistem yang lebih baik bisa menggantikan kekurangan moral.

Contoh: Jika pemandian memasang tombol pembuangan air dingin di setiap shower, semua orang bisa memanfaatkannya tanpa harus menunggu “babi besar”.

Ini inti dari pepatah: “Pembangunan tetap penting.”

3. Bisakah aturan menggantikan moral? Ya.

Jika mandi dikenakan biaya sesuai durasi penggunaan, banyak orang akan berhenti menjadi “babi kecil” dan bersedia ikut membuka shower.

Peraturan dapat mendorong perilaku lebih efektif bagi kelompok.

4. Apakah pendidikan bisa menyelesaikan masalah? Ya—dengan syarat.

Pendidikan yang dimaksud bukan hanya aturan dan disiplin,
tetapi pendidikan yang menanamkan:

  • toleransi,
  • empati,
  • kepedulian,
  • rasa memiliki dalam kelompok.

Tanpa itu, tidak ada orang yang mau berkorban demi kebaikan bersama.

Filosofi Hidup:

Untuk Mencapai Hasil Terbaik, Pahami Inti dari Teori Permainan

Teori permainan mengajarkan kita bahwa:

  • keputusan terbaik bukan selalu yang paling cepat,
  • tidak semua risiko harus kita ambil,
  • kadang menunggu lebih menguntungkan daripada bertindak,
  • dan pembagian kepentingan yang tepat menciptakan hasil yang optimal.

Siapa pun yang memahami permainan hidup ini, akan lebih mudah meraih manfaat terbesar dengan usaha paling efektif. (jhn/yn)