Dunia Mulai Curiga: Ada Apa di Balik Video Damai Mendadak dari Beijing?

EtIndonesia. Situasi geopolitik global kembali bergerak ke arah yang semakin tegang setelah sejumlah negara besar secara bersamaan meningkatkan aktivitas diplomatik maupun militer di kawasan Timur Tengah. Di tengah ancaman konflik yang terus membesar di Selat Hormuz, Kementerian Luar Negeri Tiongkok secara tidak biasa merilis sebuah video berdurasi lebih dari dua menit melalui platform Weibo yang langsung menarik perhatian dunia internasional.

Video tersebut dianggap banyak pengamat sebagai sinyal halus dari Beijing kepada Washington di tengah meningkatnya ketegangan global dan tekanan ekonomi maupun militer yang terus berkembang.

Dalam video itu, pemerintah Tiongkok menekankan bahwa Tiongkok dan Amerika Serikat merupakan dua negara paling berpengaruh di dunia dan karena itu kedua pihak harus mampu hidup berdampingan secara damai.

Narasi video juga menyoroti sejarah hubungan kedua negara di masa lalu, termasuk bantuan pasukan udara sukarelawan Amerika “Flying Tigers” kepada Tiongkok pada masa Perang Dunia II. Selain itu, video tersebut mengingatkan bahwa Beijing dan Washington pernah menghadapi berbagai tantangan global bersama-sama, mulai dari perang melawan terorisme hingga krisis finansial internasional.

Pemerintah Tiongkok dalam video tersebut juga menyampaikan bahwa kerja sama antara dua negara besar dapat membawa “energi positif” bagi dunia serta memungkinkan kedua pihak mencapai keberhasilan bersama.

Banyak analis menilai langkah ini sangat tidak biasa karena muncul di saat hubungan Tiongkok dan Amerika Serikat tengah berada dalam fase sensitif, terutama setelah meningkatnya konflik di Timur Tengah dan semakin agresifnya tekanan ekonomi Washington terhadap jaringan perdagangan minyak Iran.

Lebih dari 40 Negara Bahas Operasi Pengawalan Internasional

Di hari yang sama, lebih dari 40 negara menggelar pertemuan internasional guna membahas kemungkinan keterlibatan negara-negara Eropa dalam rencana operasi pengawalan kapal internasional di Selat Hormuz.

Rencana tersebut dipimpin oleh Inggris dan Prancis sebagai respons terhadap meningkatnya ancaman terhadap jalur pelayaran global di kawasan tersebut.

Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur energi paling vital di dunia. Sebagian besar ekspor minyak dari Timur Tengah melewati wilayah sempit ini. Karena itu, setiap ketegangan militer di sana langsung memengaruhi pasar energi global dan keamanan perdagangan internasional.

Sebagai bagian dari persiapan operasi tersebut, kapal induk milik Prancis, Charles de Gaulle, bersama kelompok tempurnya telah ditempatkan di kawasan Timur Tengah. Inggris juga mengerahkan kapal perusak HMS Dragon untuk mendukung kemungkinan operasi pengamanan jalur laut internasional.

Pengerahan armada ini menunjukkan bahwa negara-negara Barat mulai bersiap menghadapi kemungkinan eskalasi yang lebih besar apabila situasi di Hormuz semakin memburuk.

Inggris dan Amerika Umumkan Gelombang Sanksi Baru terhadap Iran

Masih pada 11 Mei 2026, pemerintah Inggris di bawah Perdana Menteri Keir Starmer mengumumkan paket sanksi baru terhadap 12 individu dan entitas yang dikaitkan dengan Iran.

Pemerintah Inggris menuduh pihak-pihak tersebut terlibat dalam aktivitas bermusuhan terhadap Amerika Serikat dan sejumlah negara Barat lainnya.

Hampir bersamaan, Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent juga mengumumkan sanksi tambahan dalam operasi yang disebut Washington sebagai “operasi kemarahan ekonomi”.

Sanksi tersebut ditujukan kepada 12 individu dan perusahaan yang diduga membantu Garda Revolusi Iran menyelundupkan minyak ke Tiongkok untuk menghindari embargo internasional.

Langkah ini memperlihatkan bahwa Washington kini tidak hanya fokus pada tekanan militer, tetapi juga terus memperluas perang ekonomi terhadap jaringan perdagangan Iran.

Iran Ancam Respons Cepat terhadap Inggris dan Prancis

Menanggapi pengerahan militer Barat, Iran segera mengeluarkan peringatan keras.

Teheran menegaskan bahwa setiap pengerahan militer Inggris maupun Prancis di kawasan akan mendapatkan “respons cepat dan tegas”.

Pernyataan tersebut semakin memperkuat kekhawatiran bahwa Selat Hormuz dapat berubah menjadi titik benturan langsung antara Iran dan koalisi Barat.

Namun tak lama kemudian, Presiden Prancis Emmanuel Macron tampak mencoba meredakan ketegangan.

Dalam konferensi pers yang digelar pada hari yang sama, Macron mengatakan bahwa Prancis sebenarnya tidak pernah mempertimbangkan pengerahan armada tempur untuk operasi ofensif di Selat Hormuz.

Ia menegaskan bahwa Paris hanya ingin menjalankan misi keamanan maritim melalui koordinasi dengan Iran.

Pernyataan Macron ini memicu berbagai spekulasi karena dianggap menunjukkan sikap yang lebih lunak dibandingkan pendekatan Inggris dan Amerika Serikat.

Pakistan Dituduh Diam-Diam Membantu Iran

Di tengah situasi yang semakin rumit, laporan baru dari CBS kembali memunculkan kontroversi besar.

Sejumlah pejabat Amerika Serikat menuding Pakistan diam-diam membantu Iran di balik layar.

Menurut laporan tersebut, di depan publik Pakistan memang berperan sebagai mediator antara Washington dan Teheran. Namun secara rahasia, Islamabad dituduh membantu Iran menyembunyikan pesawat-pesawat militernya agar terhindar dari kemungkinan serangan Amerika.

Laporan itu menyebut bahwa setelah Presiden Donald Trump mengumumkan gencatan senjata sementara, Iran segera memindahkan sejumlah pesawat tempurnya ke Pangkalan Udara Nur Khan di Pakistan.

Tujuannya disebut-sebut untuk menghindari kemungkinan serangan udara Amerika Serikat.

Namun tuduhan tersebut langsung dibantah keras oleh pejabat tinggi Pakistan.

Mereka menegaskan bahwa Pangkalan Udara Nur Khan berada di kawasan pusat kota dan mustahil sejumlah besar pesawat tempur asing dipindahkan tanpa diketahui masyarakat maupun media.

Meski demikian, laporan tersebut tetap memicu perhatian besar karena menunjukkan bahwa konflik ini kini mulai menyeret negara-negara lain ke dalam pusaran krisis.

Militer Amerika Terus Kirim Kekuatan Besar ke Timur Tengah

Sementara jalur diplomasi masih berlangsung, aktivitas militer Amerika Serikat justru terus meningkat.

Pada 11 Mei, militer AS dilaporkan terus menjalankan operasi pengangkutan udara besar-besaran melalui wilayah udara Eropa untuk mengirim perlengkapan militer menuju Timur Tengah.

Perhatian dunia juga tertuju pada kemunculan kapal selam kelas Ohio milik Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Alaska, yang muncul ke permukaan laut saat memasuki wilayah Gibraltar pada malam sebelumnya.

USS Alaska merupakan kapal selam pembawa rudal balistik strategis yang memiliki kemampuan serangan nuklir jarak jauh.

Kemunculan kapal selam strategis seperti ini di tengah situasi krisis langsung memicu spekulasi luas bahwa Washington tengah meningkatkan kesiapan militernya secara serius.

Selain itu, data terbaru dari Bandara Ben Gurion di Israel menunjukkan puluhan pesawat tanker Angkatan Udara AS kini berada di landasan pacu.

Pesawat tanker udara biasanya digunakan untuk mendukung operasi pengeboman jarak jauh dan pengisian bahan bakar di udara bagi jet tempur maupun pesawat pembom strategis.

Karena itu, banyak analis menduga Amerika Serikat sedang mempersiapkan kemungkinan operasi serangan jarak jauh terhadap target-target di Iran apabila situasi memburuk.

Israel Keluarkan Perintah Evakuasi Besar di Lebanon

Di sisi lain, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) juga meningkatkan aktivitas militernya.

Pada hari yang sama, Israel mengeluarkan perintah evakuasi kepada warga di sembilan kota di Lebanon selatan serta wilayah barat Bekaa.

Warga diminta meninggalkan rumah mereka sejauh minimal 1.000 meter karena Israel disebut kemungkinan akan kembali melancarkan operasi terhadap Hizbullah.

Langkah ini menunjukkan bahwa konflik regional kini tidak lagi terbatas pada Gaza atau Iran semata, tetapi mulai melebar ke Lebanon.

Israel Hancurkan Terowongan Super Hamas

Sementara itu, laporan terbaru dari Gaza menyebutkan bahwa militer Israel baru-baru ini berhasil menghancurkan empat terowongan besar milik Hamas.

Dua di antaranya disebut sebagai “terowongan super” dengan panjang mencapai sekitar empat kilometer.

Terowongan-terowongan tersebut diyakini menjadi bagian penting dari jaringan logistik dan pergerakan militer Hamas di bawah wilayah Gaza.

Penghancuran jaringan bawah tanah ini dianggap sebagai salah satu operasi terbesar Israel dalam beberapa pekan terakhir.

Dengan meningkatnya pengerahan armada Barat, sanksi ekonomi baru, ancaman Iran, serta aktivitas militer besar-besaran Amerika dan Israel, situasi Timur Tengah kini semakin mendekati fase yang sangat berbahaya.

Banyak pengamat menilai bahwa beberapa hari ke depan akan menjadi periode penentu apakah krisis ini masih dapat dikendalikan melalui jalur diplomasi, atau justru berkembang menjadi konflik regional yang lebih luas dan sulit dihentikan. (***)

Putin: Perang Rusia-Ukraina “Sedang Menuju Akhir”

Presiden Rusia Vladimir Putin pada Sabtu (9 Mei) mengatakan bahwa perang Rusia-Ukraina telah “mendekati akhir”. Namun ia menegaskan bahwa dirinya hanya akan bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy ketika kedua pihak sudah siap menandatangani perjanjian damai jangka panjang.

EtIndonesia. Pada 9 Mei, Rusia menggelar parade “Hari Kemenangan” di Lapangan Merah Moskow, tetapi skalanya terlihat jauh lebih kecil dibanding tahun-tahun sebelumnya. Setelah acara tersebut, Putin mengatakan bahwa Rusia bersedia membahas arsitektur keamanan baru Eropa dan menyebut perang Rusia-Ukraina “secara bertahap sedang mendekati akhir”.

“Saya pikir masalah ini sedang menuju akhir, tetapi tetap merupakan persoalan yang serius,” ujarnya. 

Putin juga mengatakan bahwa ia bersedia bertemu Presiden Zelenskyy di Moskow atau di negara ketiga. Namun ia menekankan bahwa kontak tersebut harus bertujuan menyelesaikan perjanjian damai jangka panjang, bukan memulai putaran baru perundingan awal.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan dari Zelenskyy mengenai pernyataan tersebut.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengkonfirmasi bahwa ia telah mengusulkan gencatan senjata kepada Rusia dan Ukraina, dan kedua pihak sepakat melaksanakan gencatan senjata sementara pada 9 hingga 11 Mei.

“Presiden Putin setuju. Presiden Zelenskyy juga setuju. Keduanya dengan senang hati menyetujuinya. Sekarang, untuk sementara waktu, mereka tidak akan saling membunuh lagi. Itu bagus. Mereka juga setuju untuk masing-masing membebaskan 1.000 tawanan perang,” katanya. 

Trump juga mengatakan bahwa ia berharap gencatan senjata tersebut dapat diperpanjang lebih lanjut.

Dilaporkan oleh reporter NTD Television, Ning Xiu dan Wen Hui.

Membendung “Tiga Produk Baru” Tiongkok, Eropa dan AS Larang Inverter serta Mobil Tiongkok

Uni Eropa baru-baru ini melarang seluruh program yang didanai publik Uni Eropa menggunakan inverter dari “negara berisiko tinggi” seperti Tiongkok. Di saat yang sama, anggota parlemen Amerika Serikat juga sedang menyiapkan rancangan undang-undang untuk mencegah mobil listrik Tiongkok membanjiri pasar AS. Hal ini menunjukkan bahwa ekonomi-ekonomi utama dunia semakin memperkuat langkah pertahanan terhadap apa yang disebut “tiga produk baru” Tiongkok, yaitu kendaraan listrik, baterai lithium, dan tenaga surya.

EtIndonesia. Pejabat Uni Eropa pada 4 Mei 2026 mengumumkan larangan penggunaan inverter dari negara “berisiko tinggi” seperti Tiongkok dalam seluruh program yang didanai publik Uni Eropa.

Inverter adalah pusat pengelolaan dan pengoperasian dalam sistem tenaga surya, yang berfungsi mengubah arus searah (DC) dari panel surya menjadi arus bolak-balik (AC) untuk kebutuhan rumah tangga. Saat ini, inverter produksi perusahaan Tiongkok seperti Huawei dan Sungrow diperkirakan telah menguasai hampir 80% pasar Eropa. Hal ini dinilai berpotensi mengancam stabilitas jaringan listrik Eropa.

“Karena tenaga surya dan tenaga angin dari Tiongkok relatif murah, negara-negara Eropa menjadi sangat bergantung padanya, dan tentu saja ini membuat mereka rentan dikendalikan Tiongkok. Industri terkait di dalam negeri sendiri juga menjadi sulit berkembang. Jika suatu hari Eropa dan Tiongkok mengalami konflik, perdagangan dan ekonomi bisa dijadikan senjata sanksi. Selain itu ada pertimbangan keamanan siber. Perangkat ini menerima dan memproses banyak data, dan kita tidak tahu ke mana data itu akhirnya akan dikirim,” ujar peneliti Institut Penelitian Pertahanan dan Keamanan Nasional Taiwan, Shen Mingshi. 

Sebelumnya pada April, pejabat Uni Eropa menyatakan bahwa setelah mengevaluasi bukti rahasia dan non-rahasia dari sejumlah negara anggota, ditemukan bahwa dalam skenario terburuk, beberapa negara dapat merusak infrastruktur energi Eropa bahkan memicu pemadaman listrik besar-besaran. Yang dimaksud adalah Tiongkok, Iran, Korea Utara, dan Rusia. Karena itu Uni Eropa memutuskan secara bertahap menghentikan penggunaan inverter buatan Tiongkok dalam proyek energi yang didanai Uni Eropa.

“Banyak negara Eropa khawatir Tiongkok bisa melakukan kendali jarak jauh untuk mengganggu inverter tersebut, bahkan mematikan sistem listrik dari jauh atau memantau data pembangkitan listrik. Pada saat diperlukan, mereka mungkin dapat menciptakan pemadaman listrik massal, gangguan jaringan, atau kekacauan sistem. Karena itu stabilitas sistem listrik dan jaringan energi bisa dijadikan alat tekanan,” ujar asisten peneliti Institut Penelitian Pertahanan dan Keamanan Nasional Taiwan, Yang Yikui. 

Kementerian Perdagangan PKT pada 7 Mei menanggapi bahwa Uni Eropa untuk pertama kalinya menetapkan Tiongkok sebagai “negara berisiko tinggi”, dan menyebutnya sebagai tindakan stigmatisasi. Pihak Tiongkok menyatakan menolak dan menentangnya dengan tegas.

Namun bukan hanya Eropa yang meragukan keamanan perangkat produksi Tiongkok, Amerika Serikat juga memiliki kekhawatiran serupa.

Mantan Presiden Joe Biden pernah menggambarkan mobil terhubung internet buatan Tiongkok sebagai “smartphone beroda” yang dapat mengumpulkan lokasi geografis dan data biometrik pengemudi, bahkan mungkin dapat dikendalikan dari jarak jauh oleh Beijing. Karena itu pada Mei 2024, ia menaikkan tarif “Pasal 301” terhadap mobil listrik Tiongkok dari 25% menjadi 100%.

Setelah itu, Departemen Perdagangan AS juga melarang kendaraan terhubung internet yang beroperasi di jalan raya Amerika menggunakan perangkat lunak dan perangkat keras penting dari Tiongkok atau Rusia.

Pemerintahan Donald Trump tidak hanya mempertahankan tarif tersebut, tetapi juga menambahkan tarif dasar global sebesar 10%. 

Pada akhir April lalu, Senat AS memperkenalkan “Undang-Undang Keamanan Kendaraan Terhubung 2026”, dan DPR AS juga akan mengajukan RUU pada akhir bulan untuk melarang kendaraan Tiongkok membanjiri pasar Amerika.

“Saya pikir ini bukan peristiwa tunggal. Amerika Serikat dan Eropa kini mulai memikirkan bahwa ketergantungan terhadap produk Tiongkok, seperti logam tanah jarang, justru bisa menjadi alat untuk menekan mereka. Karena itu AS dan negara-negara Eropa berusaha mencari cara untuk menghindari ketergantungan tersebut, sekaligus mencegah informasi internal yang tampaknya biasa saja dikirim ke Tiongkok dan kemudian dimanfaatkan dengan cara yang tidak diketahui, yang pada akhirnya dapat menjadi ancaman bagi Eropa atau Amerika,” ujar Shen Mingshi. 

Selain Uni Eropa dan Amerika Serikat, negara-negara seperti Brasil, Turki, dan India juga mulai memberlakukan tarif atau langkah anti-dumping terhadap kendaraan listrik dan produk tenaga surya Tiongkok. Kecuali beberapa negara yang telah mencapai kesepakatan dengan PKT, ekonomi-ekonomi utama dunia kini semakin memperkuat langkah pertahanan terhadap apa yang disebut “tiga produk baru” Tiongkok: kendaraan listrik, baterai lithium, dan tenaga surya.

Sumber : NTDTV.com

Pengemudi di Chongqing, Tiongkok Menabrak Banyak Orang, 2 Tewas dan 6 Luka-luka, Rekaman Lokasi Kejadian Beredar

EtIndonesia. Pada 10 Mei 2026 sore, sebuah kecelakaan lalu lintas serius terjadi di Distrik Qianjiang, Chongqing, Tiongkok. Seorang pengemudi wanita menabrakkan mobilnya ke sejumlah kendaraan dan pejalan kaki di sebuah persimpangan jalan. Pihak berwenang menyatakan bahwa kecelakaan tersebut menyebabkan 2 orang tewas dan 6 lainnya terluka.

Polisi Kota Chongqing pada hari yang sama mengeluarkan pernyataan bahwa kecelakaan terjadi sekitar pukul 13.40 di persimpangan Tanjiawan, Jalan Chengdong, Distrik Qianjiang.

Pengemudi wanita bermarga He, berusia 57 tahun, sedang mengendarai mobil sedan ketika melintas di lokasi tersebut dan “karena kesalahan pengoperasian”, menabrak kendaraan lain dan pejalan kaki. Akibatnya dua orang meninggal dunia dan enam lainnya terluka. Saat ini, polisi telah memastikan bahwa He tidak mengemudi dalam keadaan mabuk, dan penyelidikan lebih lanjut masih berlangsung.

Seorang pemilik toko di sekitar lokasi mengatakan kepada media bahwa kecelakaan terjadi saat jam makan siang, ketika banyak pejalan kaki sedang menunggu lampu lalu lintas di persimpangan. Mobil pelaku menabrak beberapa pejalan kaki sebelum akhirnya berhenti di pinggir jalan.

Pemilik toko lainnya di dekat lokasi mengatakan bahwa kendaraan tersebut juga menabrak sepeda motor listrik yang sedang melaju normal. Hingga sore hari, lokasi kejadian sudah dibersihkan dan lalu lintas telah kembali normal.

Setelah kecelakaan terjadi, banyak warga setempat merekam kondisi di lokasi. Rekaman menunjukkan banyak orang berkumpul menyaksikan kejadian, pecahan berserakan di jalan, beberapa kendaraan mengalami kerusakan parah, dan dua sepeda motor tampak tergeletak di tanah.

Sumber : NTDTV.com

Drone Iran Menyerang UEA dan Kuwait, Kapal Kargo Qatar Diserang 

Pada Minggu (10 Mei), Kementerian Pertahanan Qatar mengonfirmasi bahwa sebuah kapal kargo di wilayah perairannya diserang drone hingga terbakar. Militer Uni Emirat Arab dan Kuwait juga menyatakan telah menembak jatuh drone serta rudal Iran yang memasuki wilayah udara mereka. Sementara itu, militer AS terus menjalankan blokade laut terhadap Iran. Semakin banyak kapal dagang mengubah rute pelayaran, dan jumlah kapal yang dilumpuhkan oleh militer AS karena mencoba menerobos blokade kini bertambah menjadi empat kapal.

EtIndonesia. Kementerian Pertahanan Qatar dalam pernyataan terbarunya mengatakan bahwa pada Minggu pagi, sebuah kapal dagang yang berlayar dari Abu Dhabi diserang drone di timur laut Mesaieed Port, yang berada di wilayah perairan Qatar. Serangan itu memicu kebakaran kecil di kapal, namun tidak ada korban luka.

Militer Qatar menyatakan bahwa mereka sedang melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan asal-usul drone dan motif serangan tersebut.

Pada saat yang sama, Kementerian Pertahanan United Arab Emirates pada Minggu menyatakan telah menembak jatuh dua drone yang berasal dari Iran. Militer Kuwait juga mengatakan bahwa mereka menembak jatuh beberapa drone musuh yang memasuki wilayah udara negara itu saat fajar.

Amerika Serikat terus melanjutkan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Pada Sabtu, United States Central Command (CENTCOM) menyatakan bahwa sejak blokade dimulai pada 13 April, militer AS telah berhasil mengarahkan 58 kapal dagang untuk mengubah rute dan melumpuhkan empat kapal yang mencoba menerobos blokade. Militer AS menegaskan akan terus menjalankan blokade laut terhadap Iran.

Di sisi lain, juru bicara militer Iran, Brigadir Jenderal Akraminia, dalam wawancara yang ditayangkan Minggu kembali mengancam bahwa negara-negara yang mematuhi sanksi Amerika Serikat terhadap Iran akan mengalami kesulitan melintasi Selat Hormuz.

Saat ini, Amerika Serikat masih menunggu tanggapan Iran atas proposal terbaru yang diajukan untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung lebih dari dua bulan dan memulai perundingan damai.

Presiden AS Donald Trump pada Jumat (8 Mei) di Gedung Putih menyatakan bahwa jika perundingan AS-Iran tidak mengalami kemajuan, pihak AS tidak menutup kemungkinan untuk kembali menjalankan “Project Freedom” guna membantu kapal dagang melintasi selat tersebut, bahkan mungkin meluncurkan versi yang diperluas untuk meningkatkan tekanan militer dan ekonomi terhadap Iran.

Dilaporkan oleh reporter NTD Television, Yan Feng dan Zhang Ruiqi.

Situasi Makin Gila! Drone Iran Bakar Kapal di Qatar, Trump Siap Rebut Uranium Iran

EtIndonesia. Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat tajam setelah Teheran secara resmi menyampaikan proposal terbaru terkait perundingan nuklir melalui mediator Pakistan pada Minggu pagi, 10 Mei 2026. Namun proposal tersebut langsung memicu kemarahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump karena Iran disebut tetap menolak membongkar fasilitas nuklirnya.

Situasi yang sebelumnya sudah panas akibat blokade laut dan ancaman militer di Selat Hormuz kini semakin memburuk setelah serangkaian serangan drone menghantam kapal dagang Amerika serta wilayah beberapa negara Teluk. Pada saat yang sama, laporan baru juga mengungkap dugaan tindakan ekstrem Iran yang membuang jutaan barel minyak mentah ke Teluk Persia akibat krisis penyimpanan energi yang semakin parah.

Iran Ajukan Proposal Baru, tetapi Tolak Bongkar Fasilitas Nuklir

Menurut laporan media resmi Iran pada 10 Mei 2026, pemerintah Teheran melalui jalur mediasi Pakistan telah mengirimkan proposal terbaru kepada Washington terkait konflik dan negosiasi nuklir yang terus berlangsung.

Namun, berdasarkan laporan The Washington Post yang mengutip sumber internal pemerintahan, proposal tersebut justru menolak tuntutan utama Amerika Serikat dan Israel, yakni pembongkaran fasilitas pengayaan uranium Iran.

Tak lama setelah laporan itu dipublikasikan, Presiden Donald Trump langsung memberikan reaksi keras melalui platform media sosial Truth Social.

Trump menulis bahwa dirinya “sangat tidak puas” dengan respons yang diberikan Iran.

Ia menyebut proposal tersebut sama sekali tidak dapat diterima dan menuduh Iran selama puluhan tahun telah mempermainkan Amerika Serikat maupun negara-negara lain.

Dalam unggahannya, Trump mengatakan bahwa Iran selama 47 tahun terus membuat Amerika menunggu, menyerang kepentingan AS melalui perang proksi, menindas demonstran dalam negeri, hingga mengeksekusi puluhan ribu warga sipil yang disebutnya tidak bersalah.

Trump menegaskan bahwa era ketika Iran dapat “tertawa” atas Amerika kini telah berakhir.

Trump Ancam Rebut Seluruh Uranium Iran

Pada hari yang sama, Trump kembali memperkeras sikapnya terhadap program nuklir Iran.

Dalam wawancara program televisi Full Measure with Sharyl Attkisson yang dikutip New York Post, Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat pada akhirnya akan menguasai seluruh sisa uranium yang diperkaya milik Iran beserta material nuklir lainnya.

Ia menegaskan bahwa pengawasan terhadap fasilitas nuklir Iran kini dilakukan tanpa henti selama 24 jam penuh.

Trump mengatakan bahwa Pasukan Antariksa Amerika Serikat saat ini memainkan peran utama dalam operasi pengawasan tersebut.

Menurutnya, teknologi pengawasan Amerika mampu mengidentifikasi siapa pun yang memasuki fasilitas nuklir Iran, termasuk nama, alamat, hingga identitas pribadi mereka.

Trump kemudian melontarkan ancaman terbuka dengan mengatakan bahwa siapa pun yang mendekati fasilitas tersebut akan diketahui dan dapat dihancurkan sewaktu-waktu.

Pernyataan itu memperlihatkan bahwa Washington kini tidak hanya mengandalkan tekanan diplomatik, tetapi juga mulai menampilkan kemampuan pengawasan dan serangan presisi sebagai bentuk intimidasi strategis terhadap Teheran.

Netanyahu: Perang Tidak Akan Berakhir Sebelum Uranium Iran Dipindahkan

Di tengah meningkatnya tekanan dari Washington, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga kembali mengeluarkan pernyataan keras terhadap Iran.

Menurut laporan South China Morning Post, dalam wawancara CBS yang ditayangkan pada malam 10 Mei 2026, Netanyahu menegaskan bahwa perang tidak akan benar-benar selesai selama Iran masih menyimpan uranium yang diperkaya dan tetap mempertahankan fasilitas pengayaan nuklirnya.

Ia menuntut agar seluruh material nuklir Iran dipindahkan keluar negeri serta fasilitas pengayaan uranium dibongkar sepenuhnya.

Pernyataan Netanyahu menunjukkan bahwa Israel tetap mempertahankan garis keras terhadap program nuklir Iran dan kemungkinan besar akan terus mendukung tekanan militer maupun diplomatik terhadap Teheran.

Drone Iran Serang Kapal Dagang Amerika di Teluk Persia

Ketegangan semakin memburuk setelah muncul laporan mengenai serangan drone Iran terhadap kapal dagang Amerika Serikat.

Menurut laporan Fox News, Ketua Grup Anhai Amerika, SV Anchang, menyatakan bahwa pada 10 Mei dua drone Iran menyerang kapal dagang Amerika bernama Niha di kawasan Teluk Persia.

Saat serangan terjadi, kapal tersebut sedang berlabuh dalam kondisi kosong di dekat Doha, Qatar.

Sebanyak 23 awak kapal berada di atas kapal ketika serangan berlangsung, tetapi tidak ada korban jiwa maupun luka-luka yang dilaporkan.

Insiden ini menjadi salah satu serangan langsung terbaru terhadap kepentingan maritim Amerika sejak konflik di kawasan Teluk kembali meningkat beberapa minggu terakhir.

Qatar, UEA, dan Kuwait Jadi Sasaran Drone dan Rudal

Tidak hanya menyerang kapal dagang Amerika, Iran juga dituduh melancarkan serangan terhadap beberapa negara Timur Tengah lainnya.

Pada Minggu dini hari, 10 Mei 2026, Kementerian Pertahanan Qatar mengonfirmasi bahwa sebuah kapal kargo di wilayah perairannya diserang drone hingga terbakar.

Kapal tersebut diketahui berangkat dari Abu Dhabi dan diserang di wilayah timur laut Pelabuhan Mesaieed, Qatar.

Serangan menyebabkan kebakaran kecil di atas kapal, tetapi tidak menimbulkan korban jiwa.

Militer Qatar menyatakan investigasi mendalam sedang dilakukan untuk memastikan asal drone serta motif penyerangan tersebut.

Sementara itu, militer Uni Emirat Arab mengumumkan berhasil menembak jatuh dua drone Iran yang memasuki wilayah udaranya.

Kuwait juga menyatakan berhasil menghancurkan beberapa drone musuh pada Minggu dini hari.

Rangkaian insiden ini menunjukkan bahwa konflik tidak lagi terbatas pada Iran dan Amerika Serikat, tetapi mulai meluas ke negara-negara Teluk lainnya.

CENTCOM: AS Terus Perketat Blokade Laut Iran

Sebelumnya, pada Sabtu, 9 Mei 2026, Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan bahwa sejak dimulainya blokade laut pada 13 April 2026, militer AS telah berhasil mengalihkan jalur 58 kapal dagang dan melumpuhkan empat kapal yang mencoba menerobos blokade.

Militer Amerika menegaskan bahwa operasi blokade terhadap Iran akan terus dilanjutkan.

Pernyataan itu memperlihatkan bahwa Washington tetap berkomitmen memperketat tekanan ekonomi dan logistik terhadap Teheran.

Trump sebelumnya juga pernah menyatakan di Gedung Putih bahwa apabila negosiasi tidak menunjukkan perkembangan berarti, Amerika Serikat siap kembali menjalankan program pengawalan kapal dagang di Selat Hormuz bahkan memperluas operasi militer untuk meningkatkan tekanan terhadap Iran.

Iran Diduga Buang Jutaan Barel Minyak ke Laut

Di tengah tekanan ekonomi dan militer yang terus meningkat, Iran kini menghadapi masalah baru di sektor energi.

Menurut laporan Fox News, citra satelit terbaru menunjukkan adanya tumpahan minyak dalam jumlah sangat besar di dekat Pulau Kharg, salah satu pusat ekspor minyak utama Iran.

Laporan itu menyebut kapasitas penyimpanan minyak Iran saat ini sudah hampir penuh akibat hambatan ekspor dan blokade internasional.

Masyarakat Iran juga disebut mulai melakukan penyelundupan minyak secara besar-besaran, tetapi upaya tersebut tidak cukup untuk mengatasi penumpukan produksi minyak mentah.

Beberapa laporan bahkan menyebut Iran diduga sengaja membuang sebagian minyak produksinya langsung ke laut dengan menyamarkan aktivitas tersebut sebagai transfer minyak antar kapal tanker.

Tuduhan “Kejahatan Lingkungan” terhadap Iran

Tindakan tersebut langsung menuai kecaman keras dari berbagai pihak.

Pendiri perusahaan teknologi AI sekaligus CEO bernama Martin menyebut tindakan Iran sebagai bentuk “kejahatan lingkungan”.

Ia mengatakan bahwa pembuangan minyak secara sengaja ke laut merupakan bentuk perusakan ekologi besar-besaran yang sedang berlangsung.

Komentator Fox News, Jesse Watters, juga menggambarkan situasi Iran sebagai kondisi yang sudah sangat terdesak.

Ia menyatakan bahwa serangan udara kini menerangi garis pantai Iran sementara minyak terus tumpah ke seluruh kawasan selat.

Menurutnya, Presiden Trump kemungkinan besar tidak akan tinggal diam menghadapi perkembangan tersebut.

Timur Tengah Semakin Dekat ke Titik Ledakan Besar

Dengan negosiasi nuklir yang kembali menemui jalan buntu, ancaman militer Amerika yang semakin terbuka, serangan drone lintas negara, serta krisis energi yang menghantam Iran, situasi Timur Tengah kini dinilai memasuki salah satu fase paling berbahaya dalam beberapa tahun terakhir.

Selat Hormuz sebagai jalur energi paling vital dunia kembali berada di ambang konflik besar yang dapat memicu dampak global, mulai dari lonjakan harga minyak hingga potensi konfrontasi militer berskala lebih luas antara Iran, Amerika Serikat, dan sekutu-sekutunya di kawasan Teluk. (***)

Bandar Abbas Meledak Tengah Malam! Kapal Tanker Iran Terbakar, Selat Hormuz Lumpuh Total

EtIndonesia. Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat tajam pada 9 Mei 2026, setelah kota pelabuhan strategis Bandar Abbas di Iran dilaporkan diguncang ledakan besar pada malam hari. Insiden tersebut terjadi di tengah memanasnya konflik di Selat Hormuz yang dalam beberapa pekan terakhir telah menjadi pusat konfrontasi antara Iran dan Amerika Serikat.

Menurut keterangan warga setempat, ledakan terdengar sangat keras dan memicu kepanikan di sejumlah wilayah kota. Hingga kini belum ada penjelasan resmi yang benar-benar memastikan penyebab ledakan tersebut. Sebagian laporan menduga ledakan berasal dari serangan baru terhadap fasilitas strategis Iran, sementara sumber lain menyebut kemungkinan ledakan dipicu oleh amunisi sisa perang yang belum meledak dan kemudian meledak secara tidak sengaja.

Bandar Abbas sendiri merupakan salah satu kota pelabuhan paling penting milik Iran dan memiliki posisi sangat strategis di kawasan Selat Hormuz. Kota ini menjadi pusat aktivitas militer dan perdagangan energi Iran, sekaligus jalur vital yang menghubungkan ekspor minyak dan gas dunia menuju pasar internasional.

Dalam satu minggu terakhir, kawasan Bandar Abbas dan wilayah sekitarnya memang terus berada dalam tekanan besar. Beberapa ledakan sebelumnya disebut berasal dari operasi militer Amerika Serikat, sementara sejumlah insiden lain masih diselimuti misteri karena tidak ada pihak yang mengaku bertanggung jawab.

Empat Kapal Tanker Iran Terbakar di Teluk Jask

Pada hari yang sama, situasi di Selat Hormuz juga kembali memburuk setelah citra satelit terbaru menunjukkan empat kapal tanker minyak Iran mengalami kebakaran di wilayah Teluk Jask bagian timur.

Kapal-kapal tersebut diketahui sebelumnya pernah menjadi sasaran serangan militer Amerika Serikat. Dalam citra yang beredar, salah satu kapal tanker jenis Suezmax terlihat mengalami kebakaran hebat dengan asap hitam membumbung tinggi ke udara.

Sebuah kapal pemadam kebakaran tampak berusaha mendekati tanker super besar lain yang terus mengeluarkan asap tebal. Sementara itu, satu kapal tanker lainnya terlihat terbakar perlahan tanpa kobaran api besar, namun terus mengeluarkan asap dan mulai mengalami kebocoran bahan bakar.

Yang paling menyita perhatian dunia internasional adalah lokasi kapal-kapal tersebut berada tepat di depan pangkalan Angkatan Laut Garda Revolusi Iran.

Dari citra satelit juga terlihat bahwa seluruh kapal sebenarnya berada tidak jauh dari garis pantai, namun tidak ada satu pun yang menunjukkan tanda-tanda bergerak. Seluruh kapal tampak lumpuh dan terus mengeluarkan asap hitam.

Banyak analis menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa serangan Amerika Serikat benar-benar berhasil melumpuhkan armada tanker Iran di kawasan tersebut.

Garda Revolusi Iran Ancam Balas Serangan

Menyusul insiden itu, Angkatan Laut Garda Revolusi Iran pada 9 Mei mengeluarkan peringatan keras kepada pihak-pihak yang menyerang kapal tanker Iran.

Mereka menegaskan bahwa setiap serangan terhadap kapal Iran akan dibalas dengan aksi militer balasan.

Namun situasi di lapangan menunjukkan bahwa target serangan kini tampaknya bukan lagi sekadar kapal yang melintas di jalur pelayaran internasional, melainkan juga pelabuhan-pelabuhan penting Iran di sepanjang pesisir Teluk Persia.

Tekanan terhadap Tehran semakin besar karena di satu sisi Iran masih menolak proposal perdamaian yang diajukan Amerika Serikat, tetapi di sisi lain pemerintah Iran terus berusaha mencari dukungan dari negara-negara kawasan Teluk.

Kapal LNG Qatar Berhasil Melintas, Kendali Iran Dipertanyakan

Di tengah meningkatnya ketegangan tersebut, laporan terbaru Bloomberg menyebut sebuah kapal pengangkut gas alam cair (LNG) milik Qatar telah menyelesaikan proses pemuatan di Ras Laffan pada awal Mei dan kini berlayar melalui jalur utara dekat Pulau Qeshm dan Pulau Larak.

Menurut laporan yang beredar, jalur tersebut disebut sebagai rute yang telah mendapatkan izin khusus dari Iran.

Namun muncul pertanyaan besar mengenai kemampuan Iran dalam mengendalikan Selat Hormuz.

Banyak pihak kini menilai bahwa kapal Qatar itu bukan “dibiarkan lewat” oleh Iran, melainkan Iran sudah tidak lagi memiliki kemampuan penuh untuk melakukan pencegatan terhadap kapal asing.

Apabila kapal LNG Qatar tersebut benar-benar berhasil melintasi Selat Hormuz dengan aman, maka itu akan menjadi ekspor LNG pertama Qatar melalui jalur tersebut sejak konflik pecah pada Februari 2026 lalu.

Sejumlah analis juga menyoroti kontradiksi besar yang terjadi di lapangan.

Mereka menilai, apabila Iran benar-benar masih menguasai Selat Hormuz sepenuhnya, maka seharusnya tidak akan muncul situasi di mana kapal-kapal tanker Iran sendiri justru terbakar dan lumpuh, sementara kapal negara lain dapat melintas dengan aman.

Karena itu, mulai muncul dugaan kuat bahwa Iran kemungkinan besar telah kehilangan kendali efektif atas sebagian wilayah Selat Hormuz.

Rubio dan Utusan Khusus AS Bertemu Perdana Menteri Qatar

Di tengah situasi yang semakin rumit, laporan terbaru Axios menyebut Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, bersama utusan khusus AS Steve Witkoff pada 9 Mei 2026 bertemu dengan Perdana Menteri Qatar di Miami.

Pertemuan tersebut disebut membahas kembali upaya mendorong tercapainya kesepakatan damai dengan Iran, sekaligus membicarakan stabilitas jalur energi global di kawasan Teluk.

Washington sendiri disebut masih memberikan tambahan waktu kepada Tehran untuk mempertimbangkan proposal perdamaian Amerika Serikat. Namun Presiden Donald Trump sebelumnya telah menegaskan bahwa waktu tersebut tidak akan diberikan tanpa batas.

Iran Mulai Menargetkan Kabel Internet Bawah Laut

Di saat tekanan militer terus meningkat, Iran kini disebut mulai menggunakan strategi baru di Selat Hormuz dengan mengkombinasikan tekanan militer dan kontrol infrastruktur digital.

Media Garda Revolusi Iran, Fars News Agency, pada 9 Mei melaporkan bahwa Iran telah “menguasai sepenuhnya” tujuh jalur kabel internet bawah laut yang melintasi Selat Hormuz.

Iran bahkan menyatakan bahwa seluruh operator asing wajib mengajukan izin kepada Tehran, membayar biaya transit, dan mematuhi apa yang mereka sebut sebagai “hukum Iran”.

Langkah tersebut memicu kekhawatiran internasional karena kabel-kabel bawah laut itu merupakan jalur utama lalu lintas data digital antara Eropa, kawasan Teluk, dan Asia.

Kabel tersebut sangat penting bagi aktivitas internet, layanan perbankan, komunikasi digital, hingga layanan cloud di negara-negara Teluk.

Iran juga mengklaim akan menggunakan perusahaan domestiknya untuk menjalankan “hak kontrol eksklusif” atas pengelolaan dan pemeliharaan kabel-kabel tersebut.

Sebelumnya, Garda Revolusi Iran memang pernah mengancam bahwa infrastruktur kabel bawah laut di kawasan dapat dijadikan target serangan apabila konflik terus meningkat.

Meski demikian, hingga kini klaim Iran mengenai penguasaan penuh terhadap jaringan kabel bawah laut tersebut masih sulit diverifikasi secara independen.

Selat Hormuz Nyaris Lumpuh Total

Menurut informasi terbaru yang beredar pada 9 Mei 2026, volume pelayaran komersial di Selat Hormuz dalam 24 jam terakhir dilaporkan turun hingga nol.

Artinya, tidak ada satu pun kapal dagang yang tercatat melintas di jalur laut strategis tersebut.

Situasi ini menunjukkan bahwa krisis di Selat Hormuz kini telah memasuki fase yang jauh lebih serius dibanding sebelumnya.

Bukan hanya kapal dagang asing yang kesulitan melintas, tetapi bahkan kapal Iran sendiri disebut telah dicegat sepenuhnya oleh kekuatan militer Amerika Serikat.

Sejumlah pengamat menilai langkah Iran saat ini kemungkinan merupakan bagian dari strategi tawar-menawar menjelang negosiasi lanjutan dengan Washington.

Namun sampai saat ini, hasil akhir pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran masih belum menunjukkan kepastian yang jelas, sementara situasi militer di kawasan terus bergerak menuju kondisi yang semakin berbahaya. (***)

FHTB 2026 Sukses Gelar Lebih dari 700 Business Matching, Dorong Pariwisata Indonesia Timur

BALI – Pameran Food, Hotel & Tourism Bali (FHTB) 2026 yang berlangsung pada 28–30 April 2026 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) berhasil memfasilitasi lebih dari 700 business matching dalam tiga hari. Ajang dua tahunan yang diselenggarakan oleh PT Pamerindo Indonesia ini menjadi katalis utama pertumbuhan industri hospitality, F&B, dan pariwisata, khususnya di kawasan Indonesia Timur.

Lebih dari 200 perusahaan exhibitor dari 14 negara turut serta, menampilkan ragam inovasi produk dan layanan. Di antaranya Nano Logistic, PT Rotaryana Prima, Haengnam Sejahtera Indonesia, Sarika Gourmet Coffee Co. PTE LTD, dan berbagai perusahaan terkemuka lainnya.

Dampak Nyata bagi Ekonomi Pariwisata Bali

Portofolio Director FHTB 2026, Meysia Stephanie, menyampaikan bahwa tingginya partisipasi mencerminkan keseriusan pelaku industri mengikuti tren global.

“Keberhasilan FHTB 2026 menjadi bukti nyata bahwa industri hospitality terus bergerak dinamis. Ini sejalan dengan misi kami untuk membuka peluang bisnis yang lebih luas, dengan Bali sebagai pusat pariwisata utama di Indonesia Timur,” ujarnya.

Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Bali, lonjakan kunjungan wisatawan dari 3,6 juta (2024) menjadi 6,9 juta (2025) memperkuat permintaan terhadap sektor akomodasi dan F&B. Hal ini berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Bali sebesar 5,82% di tahun 2025 – tertinggi dalam tujuh tahun terakhir dan melampaui rata-rata nasional (5,11%).

I Wayan Sumarajaya, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, mengapresiasi penyelenggaraan FHTB 2026.

“FHTB 2026 merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas kekayaan kuliner Indonesia, khususnya Bali, sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM dan ekonomi pariwisata. Kami berharap ajang ini semakin memperkuat peran kuliner sebagai daya tarik utama pariwisata Bali,” terangnya.

Kompetisi dan Workshop Tingkatkan Kompetensi SDM

Beragam program unggulan menjadi wadah bagi profesional untuk menunjukkan kemampuan di kancah internasional. The 13th Salon Culinaire Bali yang diselenggarakan Bali Culinary Professional (BCP) melahirkan pemenang Dewata Gastronomic Challenge dari Four Season Jimbaran, disusul The Laguna Nusa Dua (1st runner up) dan Mandapa, a Ritz Carlton Reserve (2nd runner up).

Di sektor minuman, kompetisi Barista Female Creation oleh Last Brew menampilkan talenta barista perempuan inspiratif. Dari 12 finalis, tiga pemenang utama ditetapkan: Putri Shelifa Efriana (Gold), Ni Luh Ayu Sukreni (Silver), dan Meilinda Dhinny (Bronze).

Indonesia Sommelier Association (ISA) menghadirkan Wine Masterclass dan Blind Tasting Challenge. Ketua ISA, Togu Sahat, menyatakan bahwa pengalaman belajar yang interaktif menjadi nilai tambah bagi peserta. Sepanjang FHTB 2026, ISA menyelenggarakan enam sesi masterclass, termasuk Piedmont: Italy’s Most Refined Region.

Komitmen Keberlanjutan Ramah Lingkungan

FHTB 2026 menetapkan standar baru dalam pameran berkelanjutan. Meysia menjelaskan seluruh rangkaian acara dirancang untuk meminimalkan dampak lingkungan, antara lain:

  • Penggunaan material ramah lingkungan dan energi terbarukan.
  • Kolaborasi dengan Z Bio mengolah sisa makanan menjadi pupuk dan pakan ternak bagi petani lokal.
  • UCollect Station bersama Noovoleum untuk daur ulang minyak jelantah.
  • Titik isi ulang air minum oleh WATERHUB (gerakan #BringYourOwnTumbler).
  • Inisiatif Better Stands – booth modular yang dapat digunakan kembali.

Seminar keberlanjutan turut digelar, seperti “Sustainable & Impactful Food Management” oleh Scholars of Sustenance (SOS) dan “Future-Proofing Hospitality Through Sustainable Practices” oleh Bali Restaurant & Café Association (BRCA). Sejak 2017, SOS telah menyelamatkan lebih dari 21 juta kilogram makanan dan menjangkau lebih dari 1 juta penerima manfaat.

Dukungan Pertanian Organik Bali

Pemerintah Provinsi Bali terus mendorong pertanian organik. Saat ini sekitar 70% lahan sawah di Bali telah beralih ke sistem organik, ditargetkan mencapai 100% pada 2028. Hal ini menciptakan nilai tambah bagi produk kuliner lokal sekaligus memperkuat positioning Bali sebagai destinasi wellness tourism berbasis keberlanjutan.

Penutup dan Agenda Mendatang

FHTB 2026 menegaskan perannya sebagai platform strategis yang mempertemukan pelaku industri dan pemasok dalam satu ekosistem kolaboratif. Meysia menambahkan bahwa pihaknya berkomitmen terus menghadirkan dampak positif secara lingkungan, sosial, dan ekonomi.

“Sebagai bagian dari Informa Markets, kami berkomitmen untuk terus menghadirkan dampak positif melalui penyelenggaraan pameran seperti FHTB,” simpul Meysia.

Ajang berikutnya, Food and Hospitality Indonesia (FHI), akan digelar pada 22–25 Juli 2026 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui www.fhtbali.com atau media sosial @fhtbali.

Batu Ruby Berkualitas Tinggi Seberat 2,2 Kg Ditemukan di Myanmar, Diperkirakan Bernilai Jutaan Dolar AS

EtIndonesia. Myanmar baru-baru ini menemukan sebuah batu ruby raksasa seberat 11.000 karat (sekitar 2,2 kilogram). Berdasarkan perkiraan, batu ruby berkualitas tinggi tersebut bernilai setidaknya jutaan dolar AS.

Menurut laporan media asing seperti Mining Weekly, pemerintah Myanmar baru-baru ini mengeluarkan pernyataan bahwa batu ruby tersebut ditemukan secara tidak sengaja oleh para penambang di wilayah Mogok, Provinsi Mandalay. Dengan berat mencapai 11.000 karat, batu ini menjadi batu permata terbesar kedua yang pernah ditemukan dalam sejarah Myanmar.

Dalam pernyataan resmi tersebut, pemerintah tidak mengungkap identitas penemu maupun perkiraan nilai pasti batu ruby itu, tetapi menggambarkannya sebagai “berukuran luar biasa besar dan sangat langka”. Pemerintah juga menekankan bahwa warna dan kualitasnya bahkan lebih unggul dibanding batu ruby yang ditemukan di wilayah yang sama 30 tahun lalu.

Sertifikat yang dikeluarkan lembaga pengujian resmi Myanmar menunjukkan bahwa ruby yang ditemukan kali ini “berwarna merah keunguan dengan dasar warna kekuningan dan dianggap memiliki tingkat kualitas warna yang sangat tinggi”.

Batu permata tersebut memiliki kilau seperti kaca yang sangat baik dan berada dalam “kondisi sepenuhnya alami”, tanpa melalui proses pemanasan ataupun rekayasa buatan.

Meskipun nilai pastinya sulit diperkirakan, berdasarkan rekor lelang ruby dunia sebelumnya, batu ini diperkirakan bernilai setidaknya jutaan dolar AS.

Saat ini, ruby tersebut telah dibawa ke ibu kota Myanmar, Yangon, dan berada di bawah kendali pemerintah pusat Myanmar. Presiden Myanmar Min Aung Hlaing pada 8 Mei secara langsung memeriksa batu permata tersebut di kantornya.

Menurut laporan, Myanmar dikenal sebagai negara penghasil batu permata terkenal di dunia. Sekitar 90% produksi ruby dunia berasal dari Myanmar, terutama dari wilayah Mogok dan Mong Hsu. Ruby Mogok secara umum dianggap sebagai jenis ruby termahal di dunia.

Sebelumnya, kawasan tambang Mogok juga pernah menemukan ruby raksasa tingkat nasional pada tahun 1990, 1996, dan 2022. Di antaranya, batu ruby yang ditemukan pada tahun 1996 memiliki berat mencapai 21.450 karat yang mencengangkan, sementara penemuan kali ini menempati peringkat kedua berdasarkan beratnya.

Sumber : NTDTV.com

Berbahaya! Seorang Wisatawan Rusia Tidak Bisa Berjalan Setelah Diserang Udang Mantis, Sempat Dilarikan ke Rumah Sakit 

EtIndonesia. Seorang pria asal Rusia baru-baru ini mengalami insiden mengejutkan saat berwisata di lokasi menyelam populer di Thailand. Ia terkena serangan seekor Mantis atau sentadu yang menyebabkan kakinya mengalami nyeri hebat hingga tidak bisa berjalan, sehingga harus segera dibawa ke darat dan dilarikan ke rumah sakit oleh rekan-rekannya.

Menurut laporan media Rusia, pada hari kejadian wisatawan Rusia tersebut sedang menikmati aktivitas menyelam di salah satu lokasi populer di Thailand dan sama sekali tidak menyangka akan diserang hewan laut itu.

Dilaporkan bahwa pria tersebut melakukan kontak jarak dekat dengan udang mantis saat menyelam. Karena merasa terancam, hewan tersebut menyerangnya dan menyebabkan cedera pada bagian kaki.

Menurut saksi mata, situasi saat itu sangat darurat. Korban kesulitan berdiri karena rasa sakit yang luar biasa, dan beruntung rekan-rekannya segera membantunya menuju rumah sakit.

Meski telah mendapat pertolongan medis tepat waktu, pria tersebut masih memerlukan perawatan lanjutan untuk memastikan lukanya sembuh dengan baik.

Peristiwa ini memicu perbincangan luas di media sosial. Ada netizen yang bercanda mengatakan pria itu “kena totokan” udang mantis, sementara yang lain mengaku terkejut dan baru menyadari betapa agresifnya hewan tersebut.

Udang mantis, yang juga dikenal sebagai “udang lipan laut”, umumnya hidup di perairan tropis dan subtropis. Hewan ini memiliki kecepatan serangan yang sangat tinggi. Capitnya yang kuat ibarat “dua tinju” yang mampu menghasilkan daya hantam luar biasa hingga dapat memecahkan cangkang bahkan kaca.

Saat menyerang mangsa, udang mantis dapat melontarkan “tinju”-nya hanya dalam sepersepuluh ribu detik. Kekuatan pukulannya dapat mencapai hingga 60 kilogram, cukup kuat untuk memecahkan kaca bahkan mematahkan jari manusia.

Perlu dicatat bahwa kasus udang mantis menyerang manusia bukan pertama kali terjadi. Beberapa tahun lalu juga pernah dilaporkan ada orang yang mengalami cedera serius akibat kontak langsung atau mencoba menangkap hewan laut ini, termasuk ibu jari yang tertembus dan kerusakan saraf.

Para ahli mengingatkan bahwa meskipun udang mantis tampak tidak berbahaya, orang-orang tetap harus berhati-hati dan menghindari terlalu dekat dengannya di habitat aslinya.

Sumber : NTDTV.com

Komisi Cuma 12%, inDrive Sambut Perpres Ojol: “Jangan Batasi Fleksibilitas Kami, Ajak Pemerintah Dialog Terbuka!”

0

Jakarta, 11 Mei 2026 – Di tengah euforia terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pengemudi Transportasi Online, satu nama mencuat dengan sikap yang cukup berani sekaligus konstruktif: inDrive.

Platform transportasi online global yang telah mengaspal di lebih dari 70 kota di Indonesia ini tidak hanya menyambut baik regulasi baru tersebut, tetapi juga secara gamblang mengingatkan pemerintah agar proses implementasinya tidak kaku dan melibatkan semua pihak.

Sebab, bagi inDrive, keadilan bukan sekadar wacana—mereka sudah membuktikannya sejak 2019 dengan kebijakan komisi rendah yang hingga kini hanya maksimal 12 persen, baik untuk roda dua maupun roda empat.

“Kami Sudah Paling Kompetitif”

Saat banyak platform lain masih berdebat soal besaran potongan, inDrive justru sudah jauh di depan. Dengan komisi maksimal 12%, inDrive mengklaim sebagai platform dengan struktur biaya paling ramah pengemudi di Indonesia.

Namun, di balik dukungan penuh terhadap Perpres, inDrive menyelipkan satu pesan penting: penetapan batas komisi tidak boleh dibuat secara kaku tanpa melihat ekosistem secara holistik.

Menurut inDrive, harga dalam industri berbasis platform adalah hasil keseimbangan dinamis antara kepentingan penumpang, pengemudi, dan platform itu sendiri. Jika batas komisi dipatok terlalu rendah tanpa ruang fleksibilitas, inDrive khawatir hal itu justru akan membunuh inovasi dan membatasi kemampuan perusahaan menutup biaya operasional serta pengembangan teknologi.

Panggilan untuk Dialog, Bukan Dikte

Rio Aristo, Country Manager inDrive Indonesia, dengan tegas menyatakan:

“Kami menyambut baik Perpres ini. Tapi regulasi yang baik adalah regulasi yang lahir dari proses partisipatif. Jangan sampai aturan turunannya malah membatasi ruang gerak ekosistem. inDrive siap duduk satu meja dengan Kemenhub, Komdigi, Kemenko Perekonomian, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memberikan masukan teknis yang substantif.”

Rio menambahkan, inDrive tidak ingin sekadar menjadi penurut regulasi, tetapi ingin menjadi mitra strategis pemerintah dalam menciptakan ekosistem ojol yang adil, berkelanjutan, dan tetap berdaya saing di era digital.

Perlindungan Sosial dan Daya Saing: Dua Sisi Mata Uang

Selain soal komisi, inDrive juga menyoroti pentingnya kerangka perlindungan sosial bagi pengemudi. Mereka mendorong agar peraturan turunan Perpres ini mengatur secara jelas mekanisme jaminan sosial, tanpa membebani pengemudi secara berlebihan.

inDrive percaya, perlindungan pengemudi dan daya saing ekosistem digital harus berjalan beriringan. Tidak boleh ada yang dikorbankan.

“Kami hadir bukan hanya sebagai pelaku industri, tetapi sebagai partner strategis dalam mewujudkan ekosistem digital yang adil, berdaya saing, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Indonesia,” pungkas Rio.

Kesimpulan: Angin Segar atau Tantangan Baru?

Terbitnya Perpres Ojol disambut luas sebagai angin segar bagi kesejahteraan pengemudi. Namun, pernyataan inDrive kali ini menjadi pengingat bahwa regulasi yang terlalu kaku bisa menjadi pedang bermata dua.

Pertanyaannya sekarang: apakah pemerintah akan membuka ruang dialog seluas-luasnya, atau justru memilih jalan cepat dengan aturan yang bersifat top-down? inDrive tampaknya sudah menyiapkan diri untuk mengawal proses ini hingga akhir.

Trump: Pasukan Luar Angkasa AS Sedang Memantau Lokasi Penyimpanan Uranium Diperkaya Iran

EtIndonesia. Terkait Iran, militer Iran baru-baru ini mengklaim telah sepenuhnya siap melindungi fasilitas nuklir tempat penyimpanan uranium yang diperkaya. Presiden AS Donald Trump memperingatkan bahwa Amerika Serikat sedang memantau ketat uranium tersebut dan cepat atau lambat akan mendapatkannya.

Trump dalam wawancara kemarin menyatakan bahwa pasukan United States Space Force sedang memantau uranium yang diperkaya milik Iran yang terkubur jauh di bawah reruntuhan.

Ia mengatakan bahwa jika ada orang yang mendekati lokasi tersebut, pihak AS akan mengetahui nama, alamat, bahkan nomor identitas yang dikenakan orang itu. Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat akan mengambil tindakan tegas untuk mencegah segala upaya pemindahan uranium yang diperkaya tersebut.

Menteri Perang AS, Pete Hegseth, pada konferensi pers di Pentagon  8 April lalu juga menyatakan bahwa uranium tersebut saat ini masih terkubur di bawah tanah dan pihak AS terus memantaunya dengan ketat.

Foto menunjukkan pada 17 November 2004, National Council of Resistance of Iran mengadakan konferensi pers di Wina dan memperlihatkan sebuah peta yang menandai lokasi fasilitas pengayaan uranium rahasia di timur laut Teheran. Organisasi oposisi tersebut pada hari Selasa menyatakan bahwa target Teheran adalah memproduksi bom atom tahun depan.

Sumber : NTDTV.com

Penumpang Kapal Pesiar Wabah Hantavirus Dipulangkan, Satu Orang Muncul Gejala Infeksi

EtIndonesia. Kapal pesiar Belanda “Hondius” mengalami wabah virus pada April lalu. Pada 10 Mei, para penumpang dan awak kapal turun secara bertahap dan kembali ke negara masing-masing. Pihak Prancis mengkonfirmasi bahwa satu orang menunjukkan gejala infeksi saat berada dalam penerbangan kembali ke Prancis.

Menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri Prancis, lima penumpang asal Prancis dari kapal pesiar tersebut tiba di sebuah rumah sakit di wilayah utara Paris pada Minggu pagi.

Mereka akan menjalani isolasi selama 72 jam untuk pemeriksaan menyeluruh, lalu melanjutkan karantina mandiri di rumah selama 45 hari.

Pejabat menyatakan bahwa para penumpang itu tiba di Pulau Tenerife, Spanyol, pada pagi hari 10 Mei tanpa menunjukkan gejala infeksi. Mereka kemudian diantar menggunakan bus militer menuju bandara untuk pulang tanpa melakukan kontak dengan masyarakat umum.

“Tujuan kami adalah menurunkan seluruh penumpang kecuali 30 awak kapal, agar proses pemulangan dapat selesai sebelum pukul 7 malam besok. Setelah itu kapal akan melanjutkan pelayaran. Kami juga berencana menempatkan seorang tenaga medis tambahan di kapal, kemungkinan seorang perawat dari Belanda, untuk mendukung 30 awak kapal yang akan berlayar menuju Belanda,” ujar Direktur sementara Departemen Manajemen Ancaman Epidemi World Health Organization, Maria Van Kerkhove. 

Menteri Kesehatan Prancis mengatakan bahwa masa inkubasi hantavirus mencapai enam minggu. Oleh karena itu, penumpang yang menunjukkan gejala akan menjalani isolasi selama enam minggu guna memastikan apakah benar terinfeksi hantavirus.

Saat ini, Turki, Inggris, Irlandia, dan negara lainnya telah menjemput wisatawan mereka dari kapal “Hondius” di Spanyol.

Dugaan Hantavirus Hasil Rekayasa Laboratorium, Vaksin PKT Menimbulkan Kecurigaan

Kapal pesiar “MV Hondius” berangkat dari Argentina pada 1 April. Berdasarkan data WHO yang diumumkan pada 7 Mei, terdapat delapan orang di kapal yang terinfeksi dan tiga di antaranya meninggal dunia. Dari delapan kasus tersebut, lima dipastikan terinfeksi hantavirus tipe Andes.

Sementara itu, pada Maret tahun ini, Universitas Kedokteran Militer Angkatan Udara PKT pernah mempublikasikan secara besar-besaran artikel yang mengklaim berhasil mengembangkan vaksin asam nukleat untuk hantavirus. Artikel tersebut baru-baru ini kembali beredar di internet. Penelitian itu didukung oleh Program Riset dan Pengembangan Utama Nasional Tiongkok serta Dana Nasional Ilmu Pengetahuan Alam Tiongkok.

Pihak luar menduga wabah hantavirus kali ini mungkin terkait dengan laboratorium PKT, dan tidak menutup kemungkinan merupakan hasil rekayasa buatan manusia yang kemudian bocor secara tidak sengaja.

Dilaporkan oleh reporter NTD Television, Yu Liang.


Kapal Pesiar yang Dijangkiti Hantavirus Bersandar di Spanyol, Penumpang Dikarantina dan Dipulangkan

Pada 10 Mei, kapal pesiar yang terjangkit wabah, “Hondius”, tiba di Pulau Tenerife di Kepulauan Canary, Spanyol. Para penumpang mulai turun dari kapal dan menjalani prosedur karantina serta pemulangan ke negara masing-masing. Sebelumnya, Direktur Jenderal WHO juga menyampaikan pernyataan untuk menenangkan masyarakat dengan mengatakan bahwa risiko wabah saat ini sangat rendah.

EtIndonesia. Menteri Kesehatan Spanyol, Mónica García, mengatakan di lokasi bahwa seluruh penumpang dan awak kapal saat ini “tidak menunjukkan gejala”.

“Semua penumpang tidak bergejala. Yang pertama turun adalah warga negara Spanyol, dan pesawat transit mereka sudah siap,” ujarnya. 

Setelah itu, penumpang dari Belanda, Jerman, Belgia, Yunani, serta sebagian awak kapal akan dievakuasi. Berikutnya adalah penerbangan untuk mengevakuasi penumpang dari Kanada, Turki, Prancis, Inggris, Irlandia, dan Amerika Serikat.

Penerbangan terakhir dari Australia akan tiba besok untuk menjemput enam penumpang dari Australia, Selandia Baru, dan Jepang.

Kapal pesiar tersebut tidak akan bersandar langsung di pelabuhan, melainkan berlabuh di area jangkar. Penumpang dan sebagian awak kapal akan turun secara bertahap menggunakan perahu kecil menuju daratan, lalu menjalani pemeriksaan gejala dan karantina.

Pada Jumat, Direktur Jenderal World Health Organization, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyampaikan pernyataan kepada warga Tenerife untuk meredakan kekhawatiran masyarakat. Ia mengatakan bahwa setelah evaluasi yang cermat, WHO menilai risiko kesehatan masyarakat bagi penduduk setempat saat ini sangat rendah. Ia juga menegaskan bahwa hantavirus tipe Andes di kapal pesiar tersebut bukanlah “COVID-19 berikutnya”.

Sejak wabah merebak, sudah ada tiga orang meninggal dunia. Sebelumnya, lima penumpang yang turun di pelabuhan tujuan kapal di Cape Verde, Afrika Barat, juga dipastikan terinfeksi hantavirus.

Hantavirus tipe Andes merupakan satu-satunya jenis hantavirus yang diketahui dapat menular antar manusia dan memiliki tingkat kematian tinggi. Namun para ahli menilai kemampuan dan kecepatan penularannya relatif rendah, sementara ancaman utama tetap berasal dari kontak langsung dengan hewan pengerat yang terinfeksi.

Dilaporkan oleh reporter NTD, Zeng Wenxian dan Chi Xiao.

Mengapa Deretan Ilmuwan Top Tiongkok Berturut-turut Meninggal Dunia Secara Misterius?

Pakar terkemuka di bidang penginderaan jauh dan pemetaan Tiongkok, profesor Universitas Wuhan, Ke Tao, baru-baru ini meninggal dunia pada usia 48 tahun. Dalam beberapa tahun terakhir, kasus kematian mendadak ilmuwan Tiongkok serupa terus terjadi. Pengamat menilai bahwa sebagian dari mereka mungkin bunuh diri atau dibungkam karena terlibat kasus korupsi dalam pertarungan faksi dan garis politik Partai Komunis Tiongkok (PKT).

EtIndonesia. Menurut laporan media daratan Tiongkok, pada 6 Mei malam, talenta tingkat tinggi nasional PKT sekaligus profesor di Fakultas Teknik Informasi Penginderaan Jauh Universitas Wuhan, Ke Tao, meninggal dunia di Wuhan karena sakit pada usia 48 tahun.

Ke Tao merupakan pakar papan atas di bidang penginderaan jauh dan pemetaan di Tiongkok. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Institut Pengembangan Sains dan Teknologi Universitas Wuhan serta Direktur Institut Teknologi Canggih.

Selain Ke Tao, dalam beberapa tahun terakhir banyak ilmuwan top Tiongkok lainnya meninggal dunia secara misterius sehingga memicu berbagai spekulasi.

“Penjelasan pertama tentu saja kondisi kesehatan mereka memang kurang baik. Tetapi sistem industri militer sekarang diketahui penuh korupsi. Jadi mungkin ditambah kondisi fisik yang buruk, lalu khawatir diperiksa atau memang sedang diselidiki, sehingga kemungkinan mereka ‘takut sampai meninggal,” ujar pengamat politik Li Linyi. 

Li Linyi menganalisis bahwa sebagian dari mereka mungkin juga dibungkam karena mengetahui rahasia korupsi. Korupsi di sistem industri militer sangat serius dan langsung melibatkan petinggi PKT. Selain itu, tidak menutup kemungkinan terkait efek pasca-COVID atau efek samping vaksin.

 “Ini masih harus melihat penyebab kematian akhirnya seperti apa. Karena belakangan disebut banyak kasus penyakit jantung dan sebagainya yang disebabkan efek samping vaksin. Jadi semua kemungkinan itu ada,” ujarnya. 

Para ilmuwan top Tiongkok ini mencakup bidang teknologi penting seperti kecerdasan buatan (AI), drone, rudal balistik, senjata nuklir, semikonduktor, dan dirgantara. Misalnya:

  • Pada 24 Maret 2026, pakar terkenal mesin pesawat Tiongkok sekaligus profesor Fakultas Tenaga dan Energi Universitas Politeknik Northwestern, Yan Hong, meninggal di Rumah Sakit Rakyat Provinsi Jiangsu pada usia 57 tahun.
  • Pada 8 April 2025, pakar material nano berusia 41 tahun sekaligus profesor Universitas Ningxia, Li Haibo, meninggal mendadak karena sakit. Penyebab pastinya tidak diketahui.
  • Pada 5 Maret 2024, pendiri Pusat Penelitian Rekayasa Keamanan Big Data Guizhou, Liu Donghao, meninggal secara “tak terduga”.
  • Pada 15 Desember 2023, pendiri SenseTime sekaligus ilmuwan AI terkenal, Tang Xiao’ou, meninggal “karena sakit” pada usia 55 tahun. Namun di internet beredar rumor bahwa ia meninggal akibat melompat dari gedung.

Selain kematian mendadak, banyak pakar juga menghadapi penyelidikan resmi secara terbuka.

Menurut statistik yang tidak lengkap, sejak 2024 saja sudah ada 10 akademisi berlatar belakang industri militer dari Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok dan Akademi Teknik Tiongkok yang dicopot. Mereka termasuk:

  • Pakar kendali dan pemandu rudal Wei Yiyin, mantan wakil manajer umum China Aerospace Science and Industry Corporation.
  • Pakar radar Wu Manqing, mantan manajer umum China Electronics Technology Group.
  • Pakar senjata nuklir Zhao Xiangeng, mantan wakil presiden Akademi Teknik Tiongkok.
  • Desainer utama pesawat tempur J-20, Yang Wei, mantan wakil manajer umum Aviation Industry Corporation of China.

“Karena mereka adalah tokoh utama di bidang masing-masing, mereka menguasai banyak sumber daya di sektor militer dan industri pertahanan, baik sumber daya ekonomi maupun politik. Kepentingan mereka kemudian terikat dengan pejabat dari faksi tertentu, membentuk hubungan saling bergantung,” ujar pengamat politik yang berbasis di AS, Tang Jingyuan. 

Tang Jingyuan menilai bahwa apa yang disebut PKT sebagai “anti-korupsi” pada dasarnya adalah alat pembersihan faksi dan perjuangan politik. Para pakar top ini umumnya terlibat dalam kepentingan ekonomi besar dan terikat secara politik dengan pejabat dari berbagai faksi. Sebagian besar berasal dari keluarga biasa dan tidak memiliki latar belakang kuat seperti “generasi kedua elite merah”, sehingga ketika terjadi pembersihan faksi, mereka menjadi target pertama.

“Dalam situasi seperti ini, menurut saya banyak orang mungkin dibungkam karena alasan politik, atau demi melindungi atasan maupun keluarganya, akhirnya memilih mengakhiri hidup sendiri,” ujarnya. 

Dalam beberapa tahun terakhir, pertarungan internal PKT semakin memanas, dan pembersihan faksi atas nama anti-korupsi juga semakin keras. Contoh paling menonjol adalah penangkapan besar-besaran petinggi Pasukan Roket, serta penyelidikan terhadap pejabat tinggi sektor dirgantara dan industri militer. Dalam konteks ini, berbagai nasib yang menimpa para pakar PKT tersebut dianggap bukan sesuatu yang mengejutkan lagi.

Li Qian/Luo Ya/Tony – NTD