Rusia Tak Lagi Aman! Drone Ukraina Terbang 2.500 KM dan Hantam Fasilitas Raksasa di Siberia

EtIndonesia.com Perang Rusia-Ukraina kembali memasuki babak baru dalam penggunaan serangan jarak jauh. Kali ini, sasaran Ukraina bukan berada di kawasan perbatasan Rusia ataupun wilayah yang berdekatan dengan medan perang, melainkan jauh di Siberia Barat—lebih dari 2.000 kilometer dari perbatasan Ukraina.

Pada Senin, 10 Agustus 2026, sejumlah drone Ukraina menyerang kompleks petrokimia ZapSib Neftekhim di Tobolsk, Oblast Tyumen, Rusia. Serangan ini segera menarik perhatian karena memperlihatkan semakin jauhnya kemampuan Ukraina menjangkau fasilitas strategis di pedalaman Rusia.

Gubernur Oblast Tyumen, Alexander Moor, mengonfirmasi terjadinya serangan drone dan kebakaran di sebuah kawasan industri. Sejumlah laporan independen kemudian mengidentifikasi lokasi yang terdampak sebagai kompleks petrokimia milik raksasa industri Rusia, Sibur.

Serangan tersebut dilaporkan menimbulkan ledakan dan kebakaran. Asap tebal terlihat membubung dari kawasan industri, sementara layanan darurat dikerahkan untuk menangani situasi.

Berdasarkan informasi yang beredar dari komunitas intelijen sumber terbuka atau OSINT serta media independen Rusia, serangan diduga mengenai area yang berkaitan dengan Central Gas Fractionation Unit atau unit fraksinasi gas pusat.

Fasilitas ini memiliki posisi penting karena berfungsi memisahkan campuran hidrokarbon menjadi sejumlah komponen, termasuk propana, butana dan isobutana. Setelah melalui proses pemurnian, bahan-bahan tersebut dapat digunakan sebagai bahan baku untuk menghasilkan olefin dan poliolefin atau dikirim ke fasilitas penyimpanan sebelum didistribusikan kepada konsumen.

Dengan demikian, gangguan terhadap unit tersebut berpotensi memengaruhi tahapan produksi berikutnya.

Laporan pada 11 Agustus 2026 bahkan menyebut operasi di kompleks tersebut dihentikan sementara sambil dilakukan pemeriksaan terhadap tingkat kerusakan dan konsekuensi serangan.

Salah Satu Jantung Petrokimia Rusia

Pentingnya serangan ini semakin terlihat jika melihat skala fasilitas yang menjadi sasaran.

ZapSibNeftekhim merupakan kompleks petrokimia terbesar Rusia dan salah satu fasilitas produksi polimer dasar terbesar di dunia. Kompleks Tobolsk memiliki lebih dari sepuluh fasilitas produksi utama dan pendukung yang dibangun dalam periode berbeda.

Keseluruhan kawasan industri tersebut mencakup sekitar 2.000 hektare atau 20 kilometer persegi, sementara bagian fasilitas baru mencakup sekitar 460 hektare.

Kapasitas unit fraksinasi gas di kawasan Tobolsk juga telah dikembangkan hingga sekitar 8 juta ton per tahun.

Sementara itu, fasilitas ZapSibNeftekhim dirancang untuk memproduksi polimer dalam jumlah sangat besar. Kapasitas produksinya mencapai sekitar 2,5 juta ton polimer dasar per tahun, termasuk sekitar 1,5 juta ton polietilena dan sekitar 1 juta ton polipropilena.

Besarnya kapasitas tersebut menjadikan Tobolsk bukan sekadar lokasi industri regional, tetapi salah satu simpul penting dalam jaringan petrokimia Rusia.

Nilai investasinya juga sangat besar. Ketika proyek tersebut dikembangkan, anggaran investasi awalnya diperkirakan mencapai 9,5 miliar dolar AS, menjadikannya salah satu proyek petrokimia terbesar yang pernah dibangun Rusia.

Karena itu, serangan terhadap Tobolsk memiliki nilai strategis yang jauh lebih besar dibandingkan sekadar kerusakan fisik pada sebuah fasilitas industri.

Mengapa Fasilitas Ini Penting?

Industri petrokimia memiliki hubungan erat dengan sektor energi dan manufaktur.

Cairan gas alam yang memasuki fasilitas fraksinasi dipisahkan menjadi berbagai komponen seperti etana, propana dan butana. Produk tersebut kemudian menjadi bahan baku bagi proses industri lanjutan.

Dari sinilah dihasilkan berbagai bahan kimia dan polimer yang digunakan dalam banyak sektor ekonomi, mulai dari kemasan, konstruksi, otomotif hingga berbagai produk manufaktur.

Karena rantai produksinya saling terhubung, gangguan pada fasilitas hulu dapat menciptakan efek berantai terhadap pengolahan, penyimpanan, distribusi maupun produksi hilir.

Namun, aspek yang paling mendapat perhatian dari serangan 10 Agustus bukan hanya nilai fasilitas tersebut, melainkan lokasinya yang sangat jauh dari Ukraina.

Selama bertahun-tahun, kedalaman geografis Rusia menjadi salah satu keunggulan strategis terbesarnya. Fasilitas energi, industri dan militer dapat ditempatkan ratusan bahkan ribuan kilometer dari garis depan.

Wilayah Siberia khususnya selama ini relatif terlindungi oleh jarak.

Perkembangan teknologi drone jarak jauh Ukraina kini mulai mengubah perhitungan tersebut.

Jika fasilitas strategis yang berjarak lebih dari 2.000 kilometer dapat dijangkau, Rusia menghadapi tantangan baru: wilayah yang sebelumnya dianggap sebagai daerah belakang yang relatif aman kini juga membutuhkan perlindungan udara.

Zelensky: Siberia Kini Berada dalam Jangkauan

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky turut menyoroti operasi tersebut dalam pidato malamnya pada 10 Agustus 2026.

Menurut Zelensky, pasukan Ukraina kembali mencapai hasil dalam operasi serangan jarak jauh dengan menghantam sasaran di Tobolsk, Siberia. Ia menyebut jarak operasi tersebut mencapai lebih dari 2.500 kilometer.

Zelensky menyebut keberhasilan tersebut sebagai pencapaian penting dan mengatakan kawasan Siberia kini berada dalam jangkauan operasi serangan jarak jauh Ukraina.

Ia juga memperingatkan bahwa Ukraina akan melancarkan lebih banyak operasi serupa.

Menurut Zelensky, tujuan serangan jarak jauh Ukraina adalah meningkatkan tekanan terhadap kemampuan Rusia melanjutkan perang sekaligus menunjukkan kepada pemerintah dan masyarakat Rusia bahwa mengakhiri konflik melalui perdamaian merupakan pilihan yang harus dipertimbangkan.

Presiden Ukraina itu juga mengklaim Kyiv memiliki data jajak pendapat internal Rusia yang menunjukkan bertambahnya masyarakat Rusia yang menginginkan perang berakhir.

Zelensky bahkan menyatakan bahwa untuk pertama kalinya Rusia tidak lagi mempunyai wilayah belakang strategis yang sepenuhnya aman.

Pernyataan tersebut tentu merupakan bagian dari perspektif pemerintah Ukraina dan tidak dapat dipisahkan dari perang informasi yang menyertai konflik. Namun secara militer, serangan Tobolsk tetap menunjukkan perubahan penting.

Jika kemampuan serangan jarak jauh Ukraina terus berkembang, Rusia berpotensi dipaksa menyebarkan sistem pertahanan udara ke wilayah yang jauh lebih luas. Konsekuensinya, perlindungan tidak lagi hanya dibutuhkan di sekitar Moskow, wilayah perbatasan, pangkalan militer atau kilang minyak di Rusia barat, tetapi juga di pusat-pusat industri jauh di pedalaman.

Serangan terhadap ZapSibNeftekhim pada 10 Agustus 2026 karena itu dapat dipandang sebagai simbol perubahan besar dalam perang jarak jauh Rusia-Ukraina.

Bukan hanya karena sebuah kompleks petrokimia bernilai miliaran dolar berhasil dijangkau, tetapi karena serangan tersebut kembali memperlihatkan bahwa jarak ribuan kilometer kini tidak selalu menjamin keamanan fasilitas strategis Rusia.

Dan jika tren ini berlanjut, tantangan terbesar Moskow ke depan mungkin bukan hanya mempertahankan garis depan di Ukraina, tetapi juga bagaimana melindungi jaringan industri dan energi yang tersebar di wilayah Rusia yang sangat luas. (***)

Rusia Kecolongan! Ukraina Hancurkan Sistem Pertahanan Udara S-400, Jembatan Krimea Diam-Diam Diintai

EtIndonesia.com Perkembangan terbaru kembali datang dari Semenanjung Krimea, wilayah strategis yang menjadi salah satu pusat persaingan militer paling penting dalam perang Rusia-Ukraina. Memasuki awal Agustus 2026, Ukraina dilaporkan meningkatkan tekanan terhadap jaringan pertahanan udara, sistem drone, serta jalur logistik Rusia di semenanjung tersebut.

Pada 10 Agustus 2026, Direktorat Utama Intelijen Kementerian Pertahanan Ukraina atau GUR/HUR mengumumkan hasil sebuah operasi yang dilakukan unit khusus Grup 13 di Krimea pada awal Agustus.

Menurut pernyataan intelijen militer Ukraina, operasi tersebut menargetkan sejumlah aset bernilai tinggi milik Rusia. Pasukan Grup 13 menggunakan Magura, platform laut nirawak multiperan Ukraina, yang kali ini dimanfaatkan sebagai sarana untuk membawa dan mengoperasikan drone FPV.

GUR mengklaim serangan itu mengenai dua peluncur sistem pertahanan udara S-400 Triumf Rusia. Selain itu, sebuah antena yang digunakan untuk mengendalikan drone Orion juga diklaim berhasil dihantam.

Apabila klaim tersebut sepenuhnya terkonfirmasi, operasi itu mempunyai arti penting. S-400 merupakan salah satu komponen utama pertahanan udara jarak jauh Rusia. Sistem ini dirancang untuk menghadapi berbagai ancaman udara dan menjadi bagian dari jaringan perlindungan terhadap instalasi strategis Rusia di Krimea.

Namun, hingga informasi tersebut beredar, tingkat kerusakan terhadap seluruh sasaran belum dapat diverifikasi secara independen. Karena itu, klaim penghancuran dua peluncur S-400 tetap harus ditempatkan sebagai keterangan dari pihak intelijen militer Ukraina.

Yang menarik bukan hanya sasaran serangannya, melainkan juga metode yang digunakan. Pemanfaatan platform laut Magura sebagai pembawa drone FPV menunjukkan perkembangan konsep operasi drone Ukraina. Kapal nirawak tidak lagi semata-mata digunakan sebagai senjata untuk menghantam kapal atau fasilitas pesisir, tetapi dapat berfungsi sebagai platform bergerak yang membawa sistem serangan lain.

Dengan pendekatan tersebut, drone FPV dapat dilepaskan lebih dekat dengan sasaran, sehingga membuka kemungkinan menyerang objek yang sebelumnya relatif sulit dijangkau langsung dari wilayah Ukraina.

Pada saat hampir bersamaan, Jembatan Krimea atau Jembatan Kerch kembali mendapat perhatian.

Pada 7 Agustus 2026, Legiun Kebebasan Rusia—kelompok bersenjata yang terdiri dari warga Rusia penentang Kremlin dan berpihak kepada Ukraina—mempublikasikan rekaman yang diklaim memperlihatkan kegiatan pengintaian jarak dekat terhadap Jembatan Krimea.

Kelompok tersebut menyatakan dapat mendekati dan mendokumentasikan struktur jembatan meskipun Rusia telah menerapkan sistem keamanan ketat di kawasan itu. Belum ada konfirmasi independen mengenai seberapa jauh operasi tersebut benar-benar menembus sistem keamanan Rusia.

Meski demikian, munculnya rekaman tersebut kembali mengarahkan perhatian pada posisi Jembatan Krimea sebagai salah satu infrastruktur paling sensitif dalam perang.

Jembatan sepanjang sekitar 19 kilometer itu menghubungkan Semenanjung Taman di wilayah Krasnodar, Rusia, dengan Semenanjung Kerch di Krimea. Rusia membangunnya setelah menganeksasi Krimea pada 2014. Aneksasi tersebut tidak diakui oleh sebagian besar komunitas internasional, yang tetap menganggap Krimea sebagai bagian dari Ukraina.

Bagi Moskow, jembatan itu memiliki nilai ekonomi, logistik dan simbolis. Sementara bagi Kyiv, jembatan tersebut dipandang sebagai bagian dari infrastruktur yang mendukung keberadaan militer Rusia di wilayah pendudukan.

Ukraina sebelumnya telah berulang kali menunjukkan kemampuan menyerang infrastruktur tersebut.

Pada 8 Oktober 2022, ledakan besar merusak bagian jalan jembatan dan memicu kebakaran pada rangkaian kereta yang membawa bahan bakar.

Kemudian pada 17 Juli 2023, jembatan kembali mengalami kerusakan setelah serangan yang dikaitkan dengan drone laut Ukraina.

Serangan besar berikutnya terjadi pada 3 Juni 2025. Kali ini, Dinas Keamanan Ukraina atau SBU mengumumkan operasi bawah air terhadap penyangga Jembatan Krimea. Ukraina mengklaim bahan peledak dengan daya ledak setara sekitar 1.100 kilogram TNT digunakan dalam operasi tersebut. Reuters ketika itu dapat memverifikasi lokasi rekaman ledakan, tetapi tidak seluruh klaim mengenai tingkat kerusakannya. Rusia mengakui terjadi ledakan, namun menyatakan jembatan tetap dapat beroperasi.

Karena pengalaman tersebut, pengintaian terbaru pada Agustus 2026 menjadi perhatian. Apabila benar dilakukan dari jarak dekat, kegiatan itu berpotensi memberikan informasi mengenai perubahan sistem keamanan, bagian struktur yang diperbaiki atau diperkuat, jalur patroli, hingga pola perlindungan di sekitar jembatan.

Semua ini berlangsung ketika Ukraina terus memperluas kemampuan serangan jarak jauhnya.

Salah satu perkembangan terpenting adalah meningkatnya produksi rudal jelajah Flamingo atau FP-5 buatan perusahaan Ukraina Fire Point. Pada Juli 2026, perusahaan tersebut dilaporkan telah mencapai produksi sekitar tiga rudal per hari atau sekitar 90–100 unit per bulan. Dengan meningkatnya produksi senjata dalam negeri, Kyiv berusaha mengurangi ketergantungannya terhadap keputusan negara pemasok mengenai penggunaan persenjataan asing.

Perubahan itu penting karena selama perang, sejumlah negara Barat pernah memberlakukan pembatasan terhadap penggunaan senjata tertentu yang mereka pasok, terutama untuk serangan jauh ke wilayah Rusia. Senjata produksi domestik memberikan Ukraina ruang lebih besar dalam menentukan pola operasi dan sasaran sesuai kebijakan militernya sendiri.

Tekanan terhadap Krimea sendiri juga tidak hanya terpusat pada jembatan.

Sepanjang 2026, Ukraina meningkatkan operasi terhadap radar, sistem pertahanan udara, depot bahan bakar, fasilitas energi, lapangan udara dan infrastruktur pendukung militer Rusia di semenanjung tersebut. Pada 25 Juni 2026, misalnya, pasukan Ukraina melaporkan serangan terhadap puluhan sasaran di Krimea, termasuk radar, depot minyak, stasiun kompresor gas dan gardu listrik.

Strateginya terlihat semakin jelas: bukan hanya menghancurkan satu sasaran besar, melainkan secara bertahap menekan jaringan pertahanan, energi dan logistik Rusia di Krimea.

Dalam konteks inilah serangan terhadap S-400 dan aktivitas pengintaian terhadap Jembatan Krimea memperoleh arti yang lebih luas.

Bagi Rusia, mempertahankan Krimea berarti melindungi wilayah udara, pangkalan militer, jaringan energi dan jalur logistik menuju semenanjung. Bagi Ukraina, melemahkan unsur-unsur tersebut dapat meningkatkan tekanan terhadap kemampuan Rusia mempertahankan wilayah itu.

Karena itu, Jembatan Krimea tetap menjadi salah satu simbol paling menonjol dalam perang ini. Jembatan tersebut bukan sekadar penghubung transportasi antara Rusia dan Krimea, melainkan juga mempunyai nilai strategis dan politik yang sangat besar.

Dan setelah serangkaian serangan pada 2022, 2023 dan 2025, munculnya aktivitas pengintaian baru pada 7 Agustus 2026 kembali memunculkan pertanyaan besar: apakah Ukraina sedang sekadar memetakan perubahan pertahanan Rusia, atau sedang mengumpulkan informasi untuk sebuah operasi baru terhadap salah satu infrastruktur paling dijaga di kawasan tersebut?

Untuk saat ini, jawabannya belum diketahui. Namun satu hal terlihat jelas: Krimea kembali berada di pusat tekanan operasi jarak jauh Ukraina, sementara jaringan pertahanan Rusia di semenanjung itu terus diuji. (***)

Mantan PM Partai Komunis Tiongkok Zhu Rongji Meninggal Dunia, Pernyataan “Keras” Semasa Hidup Kembali Disorot

EtIndonesia.com — Zhu Rongji, mantan anggota Komite Tetap Politbiro Partai Komunis Tiongkok (PKT) dan mantan Perdana Menteri Dewan Negara Tiongkok, meninggal dunia pada 12 Agustus 2026. 

Selama memimpin pemerintahan Tiongkok pada 1998–2003, Zhu dikenal sebagai figur yang blak-blakan, keras terhadap korupsi, dan tak segan menegur pejabat di depan publik. Salah satu pernyataannya yang paling terkenal bahkan menyebut dirinya telah menyiapkan 100 peti mati—99 bagi pejabat korup dan satu untuk dirinya sendiri.

Namun, setelah ia meningga dunia, ironi dari pernyataannya kembali mencuat. Korupsi tetap menjadi persoalan yang membelenggu sistem PKT. Kritik terhadap warisan politik Zhu pun bermunculan: ia memang menyiapkan 100 peti mati untuk para koruptor, tetapi dinilai tak pernah menyediakan satu pun untuk sistem politik yang dianggap menjadi akar persoalan.

Zhu menjabat sebagai Perdana Menteri Dewan Negara Tiongkok selama lima tahun. Pada periode itu, ia dikenal mendorong reformasi ekonomi, menangani persoalan BUMN, menyerukan pemberantasan korupsi, serta mengambil sikap keras dalam berbagai persoalan pemerintahan. Gaya kepemimpinannya kemudian membuatnya dijuluki “perdana menteri bertangan besi.”

Murka Melihat “Tanggul Tahu”

Salah satu ledakan emosinya terjadi ketika banjir besar melanda kawasan Sungai Yangtze pada 1998. Saat meninjau Jiujiang, Provinsi Jiangxi, Zhu menemukan persoalan serius pada kualitas tanggul pengendali banjir.

Ia langsung melontarkan kecaman kepada pejabat setempat: “Bukankah kalian mengatakan tanggul ini kokoh seperti benteng? Siapa sangka bagian dalamnya ternyata seperti tahu!”

Zhu bahkan menyebut proyek tersebut sebagai “proyek tahu” dan “proyek brengsek”, sembari mengingatkan bahwa “sejarah tidak bisa dibohongi.”

Pernyataan tersebut memperlihatkan gaya Zhu yang berbeda dari citra pejabat tinggi yang biasanya berhati-hati dalam memilih kata. Ia dikenal tidak segan mempermalukan pejabat yang dianggap gagal menjalankan tanggung jawabnya.

BACA JUGA : Mantan PM Zhu Rongji Meninggal Dunia, Kenangan akan Reformasi Muncul Kembali di Tengah Pengamanan Ketat di Beijing

“Saya Tidak Menakut-nakuti Rakyat”

Pada 2002, Zhu juga menanggapi kritik bahwa dirinya gemar menggebrak meja dan melotot ketika marah.

Ia mengakui: “Meja memang pernah saya gebrak, mata juga pernah saya pelototkan.”

Namun, ia menegaskan: “Saya tidak pernah menakut-nakuti rakyat. Saya hanya menakut-nakuti pejabat yang korup.”

Ucapan itu kemudian menjadi salah satu gambaran paling terkenal mengenai karakter Zhu sebagai pejabat yang mengedepankan pendekatan keras terhadap korupsi dan birokrasi yang dianggap bermasalah.

“Kalau Hong Kong Rusak, Kami Jadi Pendosa Bangsa”

Dalam kunjungannya ke Hong Kong pada 2002, Zhu juga melontarkan pernyataan yang kini kembali sering dikutip.

“Jika Hong Kong tidak dikelola dengan baik, bukan hanya kalian yang bertanggung jawab, kami juga bertanggung jawab. Hong Kong telah kembali ke tanah air dan kemudian rusak di tangan kami. Bukankah kami akan menjadi pendosa bangsa?”

Di akhir pidatonya, Zhu bahkan meneriakkan: “Saya mencintai Hong Kong.”

Pernyataan tersebut kembali menjadi sorotan setelah Hong Kong mengalami perubahan politik besar di bawah kepemimpinan Xi Jinping. Gerakan Payung pada 2014 dan gerakan menentang RUU ekstradisi pada 2019 menghadapi tindakan keras pemerintah, sementara ruang politik dan kebebasan sipil di Hong Kong semakin menyempit.

Karena itu, pernyataan Zhu mengenai tanggung jawab Beijing terhadap masa depan Hong Kong kerap digunakan sebagai pembanding dengan kebijakan pemerintahan Xi Jinping.

“100 Peti Mati” untuk Koruptor

Namun, pernyataan Zhu yang paling melekat dalam ingatan publik adalah ancamannya terhadap korupsi.

Pada awal masa jabatannya, ia pernah mengatakan dalam sebuah pertemuan pemberantasan korupsi:

“Memberantas korupsi berarti memburu harimau terlebih dahulu, kemudian serigala. Terhadap harimau, kita tidak boleh memberi toleransi atau bersikap lunak. Saya sudah menyiapkan 100 peti mati—99 untuk pejabat korup dan satu untuk diri saya sendiri.”

Kalimat itu menjadi simbol citra Zhu sebagai “perdana menteri bertangan besi”—seorang pejabat yang mengaku siap mempertaruhkan dirinya dalam perang melawan korupsi.

Tetapi kematiannya kembali memunculkan pertanyaan yang lebih besar: sejauh mana perang melawan korupsi tersebut benar-benar mampu mengubah sistem?

Reformasi yang Menyelamatkan Sistem, tetapi Menimbulkan Korban

Di balik citra kerasnya, warisan Zhu juga tidak lepas dari kritik.

Salah satu kebijakan paling kontroversial adalah reformasi BUMN. Kebijakan tersebut membantu pemerintah mengurangi beban ekonomi yang ditanggung negara dan mendorong restrukturisasi ekonomi, tetapi juga memicu gelombang PHK besar-besaran. Banyak pekerja kehilangan pekerjaan dan keluarga kelas bawah harus menghadapi tekanan ekonomi berat.

Karena itu, sebagian analis menilai reformasi Zhu bukanlah upaya untuk mengubah fondasi sistem PKT, melainkan justru membuat sistem tersebut lebih mampu bertahan.

Dengan kata lain, reformasi yang dilakukan Zhu dinilai bukan membongkar kapal yang bocor, melainkan menambalnya agar tetap mengapung.

“Tukang Tambal” Kapal PKT

Akun X “Deep Slice” menilai seluruh tindakan Zhu yang disebut sebagai langkah “besar-besaran” pada akhirnya hanya menjadikannya “tukang tambal” kapal bobrok Partai Komunis Tiongkok.

Menurut pandangan tersebut, jika Zhu benar-benar memiliki keberanian untuk mempertaruhkan segalanya demi menyelamatkan Tiongkok, ia seharusnya tidak hanya memperbaiki bagian-bagian yang rusak dalam sistem. Ia seharusnya mempertanyakan fondasi sistem itu sendiri.

Kritik itu bermuara pada sebuah kesimpulan yang tajam: Zhu Rongji memang pernah berbicara tentang 100 peti mati, tetapi dalam pandangan para pengkritiknya, tak satu pun disediakan untuk sistem politik yang mereka anggap sebagai sumber persoalan.

Warisan Zhu Rongji, dengan demikian, tetap menjadi paradoks: seorang perdana menteri yang dikenal keras terhadap korupsi dan berani menggebrak meja, tetapi reformasinya justru dinilai turut membantu memperpanjang usia sistem yang ia pimpin.

Sumber : NTDTV.com

Di Tengah APBD Terbatas, Pemda se-Jawa Didorong Manfaatkan Pembiayaan Kreatif untuk Pacu Investasi

SURABAYA— Ekonomi Jawa terus menunjukkan ketahanan di tengah ketidakpastian global. Pada triwulan II 2026, ekonomi Jawa tumbuh 5,65 persen secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan capaian sepanjang 2025 yang sebesar 5,30 persen. Angka ini ditopang oleh konsumsi rumah tangga, investasi, dan belanja pemerintah.

Namun, di balik angka pertumbuhan yang positif, ada tantangan besar yang dihadapi pemerintah daerah: bagaimana menjaga momentum ini jika ruang fiskal semakin terbatas dan ketergantungan pada Transfer ke Daerah masih tinggi?

Pertanyaan itulah yang menjadi inti dari Rapat Koordinasi Percepatan Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah Wilayah Jawa Tahun 2026 yang digelar di Surabaya, Selasa (11/8). Forum yang dipimpin Bank Indonesia ini mempertemukan pemerintah pusat, pemerintah daerah se-Jawa, otoritas sektor keuangan, hingga perbankan untuk mencari solusi bersama.

Investasi: Motor Pertumbuhan yang Terus Digeber

Investasi memiliki peran strategis dalam struktur ekonomi Jawa. Kontribusinya mencapai 29,68 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa. Angka ini menunjukkan bahwa setiap proyek investasi yang terealisasi bukan sekadar angka pertumbuhan, tetapi juga lapangan kerja, konektivitas, dan daya saing daerah yang meningkat.

Namun, kapasitas pembiayaan pembangunan daerah menghadapi tantangan sejalan dengan dinamika ruang fiskal dan Transfer ke Daerah. Kondisi ini mendorong pemerintah daerah untuk tidak lagi hanya mengandalkan APBD.

Pembiayaan Kreatif: Jalan Keluar di Tengah Keterbatasan

Solusi yang ditawarkan dalam rakor ini adalah pembiayaan kreatif (creative financing). Skema ini mencakup beragam instrumen di luar APBD, seperti pinjaman daerah, Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), obligasi dan sukuk daerah, optimalisasi barang milik daerah, serta skema bauran pembiayaan (blended finance).

Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Agus Fatoni, menekankan bahwa perluasan sumber pembiayaan harus diiringi penguatan kapasitas fiskal dan tata kelola pemerintah daerah, dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah, kesiapan regulasi, dan kelembagaan.

Sementara itu, Direktur Bappenas, Novie Andriani, menyoroti bahwa berbagai skema pembiayaan kreatif sebenarnya telah tersedia secara regulasi. Namun, implementasinya masih menghadapi tantangan, terutama kesiapan kelembagaan dan kapasitas sumber daya manusia di pemerintah daerah.

Peran Bank Indonesia sebagai Katalisator

Direktur Departemen Regional Bank Indonesia, Tri Yanuarti, menegaskan bahwa Bank Indonesia akan terus memperkuat perannya sebagai strategic advisor bagi pemerintah daerah sekaligus katalisator sinergi kebijakan pusat dan daerah.

Peran tersebut dilakukan melalui:

  • Penyediaan asesmen ekonomi dan keuangan daerah
  • Pemetaan proyek investasi potensial
  • Penguatan Regional Investor Relations Unit (RIRU)
  • Fasilitasi dialog antara pemerintah, investor, perbankan, dan otoritas sektor keuangan
  • Promosi proyek investasi potensial di dalam dan luar negeri

Tiga Arah Penguatan ke Depan

Rakor menghasilkan tiga arah penguatan utama bagi percepatan investasi di Jawa:

  1. Memperkuat kesamaan pemahaman mengenai potensi, tata kelola, dan prinsip kehati-hatian dalam pemanfaatan pembiayaan kreatif.
  2. Memperkuat identifikasi dan penyiapan proyek investasi agar semakin layak, siap ditawarkan, dan bankable bagi investor maupun lembaga pembiayaan.
  3. Memperkuat ekosistem implementasi pembiayaan kreatif, terutama dari aspek skema pembiayaan, regulasi, kelembagaan, kapasitas SDM, serta koordinasi antarlembaga.

Momentum Road to JREF 2026

Rakor ini merupakan bagian dari rangkaian Road to Java Regional Economic Forum (JREF) 2026 yang diarahkan untuk mempercepat realisasi investasi serta memperluas alternatif pembiayaan pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Dengan pertumbuhan ekonomi Jawa yang diprakirakan tetap kuat pada kisaran 4,9–5,7 persen sepanjang 2026, penguatan investasi menjadi kunci untuk memastikan momentum ini tidak terputus.

Seperti yang ditegaskan dalam forum tersebut, “Dengan kesiapan proyek yang semakin baik dan dukungan sumber pembiayaan yang sesuai, investasi diharapkan terus menjadi motor pertumbuhan, meningkatkan daya saing daerah, serta memperkuat kontribusi ekonomi Jawa terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.”

Dukung Mobilitas Kampus, BRI Serahkan Satu Unit Bus ke Ubaya

SURABAYA – Di tengah hiruk-pikuk aktivitas kampus yang melibatkan ribuan mahasiswa, dosen, dan tenaga pendidik, mobilitas menjadi salah satu kebutuhan yang tak terpisahkan. Menjawab tantangan itu, Bank BRI melalui Kantor Cabang Kapas Krampung Surabaya menyerahkan satu unit bus kepada Universitas Surabaya (Ubaya) sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) atau CSR perusahaan.

Penyerahan simbolis telah dilakukan pada 7 Mei 2026 lalu di area kampus Ubaya, Ngagel, Surabaya. Acara tersebut dihadiri oleh Area Head BRI Rajawali Surabaya Priyo HarjantoPimpinan BRI Kantor Cabang Kapas Krampung Surabaya Diky Agietama, serta jajaran staf BRI. Dari pihak Ubaya, hadir Rektor Ubaya Dr. Ir. Benny Lianto, M.M.B.A.T. , para wakil rektor, dekan, dosen, dan mahasiswa.

Bus untuk Aktivitas Kampus yang Padat

Pimpinan BRI Kantor Cabang Kapas Krampung Surabaya, Diky Agietama, menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari program CSR BRI yang dilaksanakan secara berkelanjutan dengan memperhatikan kebutuhan lingkungan dan masyarakat.

“Penyerahan satu unit bus ini merupakan bagian dari CSR BRI yang secara rutin dilakukan. Kali ini CSR BRI kami lakukan di lingkungan kampus Ubaya,” ujar Diky, Selasa (11/8/2026).

Dengan jumlah mahasiswa yang mencapai ribuan serta beragam program dan aktivitas kampus, keberadaan bus diharapkan dapat menunjang kegiatan civitas akademika, baik untuk keperluan akademik maupun non-akademik.

“Dengan bantuan bus ini, kami berharap bisa mendukung sejumlah program dan aktivitas civitas akademika Ubaya. Dengan begitu, BRI turut mendukung suksesnya proses belajar mengajar bagi mahasiswa di lingkungan kampus Ubaya,” katanya.

Mitra Strategis dalam Ekosistem Kampus

Diky menambahkan bahwa Ubaya selama ini juga menjadi salah satu mitra strategis BRI Kantor Cabang Kapas Krampung Surabaya. Kerja sama kedua pihak telah berlangsung dalam berbagai bidang, antara lain:

  • Payroll – Pembayaran sebagian gaji dosen dan karyawan Ubaya telah menggunakan layanan payroll BRI.
  • Transaksi digital – BRI mendukung berbagai transaksi di lingkungan kampus, termasuk pembayaran menggunakan QRIS di area food court serta pembayaran parkir kendaraan melalui platform BRImo.

Melalui program CSR ini, BRI berharap hubungan kemitraan dengan Ubaya dapat semakin diperkuat dan diperluas. BRI juga terus mendorong edukasi kepada mahasiswa agar semakin terbiasa melakukan transaksi secara non-tunai melalui layanan digital, khususnya aplikasi BRImo.

BRImo: Semakin Dekat dengan Generasi Muda

Diky menyampaikan bahwa BRImo saat ini semakin dekat dengan kebutuhan generasi muda karena memiliki beragam fitur transaksi yang dapat digunakan kapan saja dan di berbagai lokasi, mulai dari lingkungan kampus, pusat perbelanjaan, kafe, food court, hingga bandara.

Fitur-fitur BRImo yang memudahkan aktivitas sehari-hari mahasiswa antara lain:

  • Pembayaran tiket transportasi
  • Pembelian pulsa dan paket data
  • Transfer antarbank
  • Pembayaran tagihan
  • Cek saldo dan mutasi rekening
  • Top-up e-wallet

ATM BRI Segera Hadir di Kampus

Tak berhenti di bantuan bus, Diky mengungkapkan bahwa BRI juga akan menambah unit ATM BRI di kampus Ubaya dalam waktu dekat.

“Yang terbaru, kami juga akan menambah unit ATM BRI di kampus Ubaya. Harapannya, agar setiap transaksi di lingkungan kampus Ubaya, baik oleh dosen, mahasiswa maupun karyawan Ubaya, semakin mudah dan cepat,” pungkasnya.

Kehadiran ATM ini diharapkan semakin memudahkan civitas akademika dalam mengakses layanan perbankan tanpa harus keluar kampus, sekaligus mendorong terbiasanya masyarakat kampus dengan transaksi non-tunai.

Sinergi untuk Pendidikan yang Lebih Baik

Kolaborasi antara BRI dan Ubaya ini menjadi contoh nyata bagaimana dunia perbankan dan institusi pendidikan dapat bersinergi untuk menciptakan ekosistem yang saling menguntungkan. Di satu sisi, mahasiswa dan dosen mendapatkan kemudahan akses dan mobilitas; di sisi lain, BRI memperluas jangkauan layanan digitalnya kepada generasi muda yang akrab dengan teknologi.

Dengan dukungan bus, penguatan infrastruktur digital, dan kehadiran ATM, BRI tidak hanya memberikan bantuan fisik, tetapi juga membangun fondasi bagi kebiasaan finansial yang sehat di kalangan generasi penerus bangsa.

Aktris Tiongkok Terbakar Saat Menampilkan “Tarian Rok Api”, Rekaman Mengerikan Beredar di Internet (Video)

Baru-baru ini, saat pertunjukan akrobatik di Xuzhou Paradise Happy World, Jiangsu, seorang aktris sedang menampilkan “tarian rok api” ketika ujung roknya terbakar oleh api. Api kemudian dengan cepat merambat ke tubuhnya, membuatnya ketakutan hingga berteriak-teriak di tempat.

EtIndonesia.com Pada malam 9 Agustus, sejumlah warganet mengunggah video yang memperlihatkan seorang aktris mengenakan gaun merah panjang sedang menampilkan “tarian rok api” di atas panggung. Pada bagian bawah roknya terdapat api yang menyala. Saat itu, ia terus berputar dan bergerak mengikuti musik. Tanpa diduga, api tersebut kemudian menyambar rok yang dikenakannya.

Dua orang staf kemudian datang secara bergantian dan mencoba memadamkan api. Namun, api pada rok justru semakin membesar dan merambat ke tubuhnya. Karena kesakitan, aktris tersebut terus berlari sambil berteriak. Beberapa orang kemudian datang membantu memadamkan api. Ada yang menggunakan papan kardus sederhana untuk memukul-mukul bagian yang terbakar. Saat itu, sekitar setengah bagian roknya sudah terbakar.

Baru setelah lebih dari satu menit, seseorang datang membawa alat pemadam api untuk memadamkan kobaran tersebut. Seluruh proses berlangsung dalam kondisi yang sangat berbahaya dan mengerikan.

Pada 10 Agustus, pihak Xuzhou Paradise mengeluarkan pernyataan bahwa pada malam 9 Agustus, selama pertunjukan akrobatik di Happy World, ujung rok seorang aktris tidak sengaja terbakar. Pihak pengelola menyatakan bahwa “staf di lokasi segera menangani situasi kebakaran” dan membawa aktris tersebut ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Kondisinya saat ini disebut “stabil”.

Pihak pengelola juga menyatakan bahwa mereka segera menghentikan seluruh pertunjukan yang menggunakan api.

Pernyataan resmi yang menyebut bahwa “staf di lokasi segera menangani situasi kebakaran” justru menuai kritik keras dari warganet.

Sejumlah warganet berkomentar:

“Bagaimana mungkin di sebelah atraksi yang bermain dengan api tidak ada alat pemadam kebakaran?”

“Sudah terbakar lebih dari satu menit baru menggunakan alat pemadam. Untuk pertunjukan yang melibatkan api, keterlambatan lebih dari 10 detik saja sudah merupakan kesalahan kerja yang serius.”

“Orangnya sudah terbakar cukup lama, baru alat pemadam dibawa.”

“Cara memadamkannya juga salah. Mengipasi api seperti itu justru membuat apinya semakin besar.”

Warganet lainnya menyindir:

“Ini namanya menyiram minyak ke api.”

“Apakah ini yang disebut ‘segera menangani’?!”

“Ini benar-benar contoh bermain api yang berakhir mencelakakan diri sendiri. Mengerikan.”

“Pertunjukan berbahaya seperti ini ternyata tidak memiliki persiapan pencegahan kebakaran yang memadai.”

Salah satu komentar yang beredar di media sosial menyebut:

“Kecelakaan pertunjukan di Xuzhou Paradise tadi malam benar-benar mengerikan! Rok aktris tersebut terbakar selama hampir 40 detik. Bagian bawah tubuhnya diperkirakan mengalami luka bakar serius.”

“Orang yang menggunakan papan kardus untuk mengipasi api itu menurut saya bisa langsung dianggap sebagai pihak yang paling bertanggung jawab.”

“Atraksi bermain api seperti ini tidak memiliki prosedur darurat, dan di lokasi juga tidak tersedia peralatan pemadam kebakaran profesional. Sulit dipercaya!”

“Langkah-langkah keselamatan seolah hanya formalitas. Sangat tidak bertanggung jawab!”

Warganet lainnya menunjukkan beberapa masalah yang mereka nilai serius:

“Pertama, rok merah tersebut ternyata bukan terbuat dari bahan tahan api. Kedua, tidak ada petugas keselamatan. Ketiga, alat pemadam kebakaran tidak ditempatkan di lokasi terdekat. Keempat, tidak ada prosedur darurat. Taman hiburan ini sebaiknya langsung ditutup.”

Ada juga yang mengatakan:

“Kalaupun bagian rok tidak terbuat dari bahan tahan api, setidaknya harus ada petugas keselamatan yang memegang alat pemadam di dekat panggung untuk menghadapi keadaan darurat. Bukan malah panik dan kacau ketika benar-benar terjadi kebakaran.”

“Tidak ada prosedur darurat. Situasi di lokasi benar-benar kacau.”

Insiden Tarian Rok Api Bukan Kejadian Pertama

Insiden aktris terbakar saat menampilkan “tarian rok api” ternyata bukan kejadian yang pertama.

Pada 2 April tahun ini, di Nantong Forest Wildlife Park, Jiangsu, seorang aktris juga mengalami insiden serupa ketika menampilkan tarian rok api. Ujung roknya terbakar. Aktris tersebut kemudian berteriak dan melompat ke kolam untuk menyelamatkan diri. Video mengerikan dari kejadian tersebut kemudian beredar di internet.

Dilaporkan oleh Li Enzhen / Xia He

Ribuan Pekerja Tiongkok dari Proyek Konstruksi Gelar Protes di Rusia, Polisi Dikepung Hingga Terpaksa Membebaskan Pekerja yang Ditangkap

EtIndonesia.com Beredar informasi bahwa para pekerja Tiongkok yang sedang bekerja di sebuah proyek konstruksi di Rusia melakukan aksi protes secara bersama-sama dan mengepung kendaraan polisi. Aparat akhirnya terpaksa membebaskan seorang pekerja yang sebelumnya ditangkap.

Menurut laporan akun media mandiri “Zuotian” (“Yesterday”), yang mengikuti berbagai aksi massa di Tiongkok, pada 9 Agustus terjadi aksi protes besar-besaran oleh pekerja Tiongkok di proyek Kompleks Gas dan Petrokimia Baltik Rusia, yang dibangun oleh China National Chemical Engineering Seventh Construction Co., Ltd.

Menurut keterangan para pekerja, seorang pekerja Tiongkok yang telah lama menuntut pembayaran upah namun tidak kunjung mendapatkannya, setelah minum alkohol memaki pihak pengelola proyek. Pihak proyek kemudian menghubungi polisi.

Polisi setempat datang ke lokasi dengan membawa senjata api dan berusaha membawa pekerja tersebut pergi. Namun, polisi dan kendaraan mereka segera dikepung oleh ribuan pekerja Tiongkok sehingga tidak dapat meninggalkan lokasi.

Pada akhirnya, di bawah tekanan massa pekerja, polisi membebaskan pekerja yang sebelumnya ditangkap tersebut.

Video dari lokasi memperlihatkan ribuan pekerja Tiongkok dalam keadaan emosi dan marah, mengepung kendaraan polisi sambil meneriakkan berbagai slogan.

Menurut informasi publik, China National Chemical Engineering Seventh Construction Co., Ltd. berkantor pusat di Distrik Longquanyi, Kota Chengdu, Provinsi Sichuan. Perusahaan tersebut merupakan anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh China National Chemical Engineering Group Corporation, salah satu perusahaan milik negara besar di bawah pemerintah pusat Tiongkok.

Warganet memberikan berbagai komentar, antara lain: “Berita seperti ini sama sekali tidak akan terlihat di media dalam negeri Tiongkok.”

“Masalah perusahaan BUMN dan perusahaan milik negara yang namanya diawali ‘China’ tidak membayar upah, termasuk perusahaan kontraktor tingkat kedua dan ketiga serta upah pekerja migran, bukan masalah satu atau dua tahun. Ini sudah menjadi masalah lama selama puluhan tahun.”

“Jarang sekali melihat pemandangan orang-orang bersatu seperti ini. Kalau kami, rakyat di ‘negeri cekung’ ini, juga bisa bersatu seperti mereka, mungkin hidup kami tidak akan begitu melelahkan.”

Sumber : NTDTV.com

Update Gempa Dahsyat M 7,4 di Kolombia : 164 Orang Tewas, Sejumlah Rumah Sakit Masuk Status Siaga Merah 

EtIndonesia.com Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang wilayah barat Kolombia, menewaskan 164 orang dan melukai 570 lainnya. Lebih dari 1.500 bangunan mengalami kerusakan. Relawan dan petugas darurat berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan warga yang terjebak di bawah reruntuhan. Pihak berwenang memperingatkan bahwa jumlah korban tewas masih mungkin bertambah.

Pusat gempa berada di dekat San José del Palmar, Provinsi Chocó. Namun, pejabat setempat mengatakan bahwa meskipun sejumlah akses jalan rusak, secara ajaib tidak ada korban meninggal maupun luka yang dilaporkan di wilayah tersebut.

Daerah dengan korban paling banyak tampaknya berada di Pereira, Provinsi Risaralda, yang berbatasan dengan Chocó. Tim penyelamat terus mencari korban selamat di antara bangunan-bangunan yang runtuh.

Presiden Baru Menjabat 3 Hari Langsung Menghadapi Bencana

Gempa ini berdampak sangat luas dan getarannya juga dirasakan di negara tetangga, Ekuador dan Panama. Badan geologi Kolombia menyatakan bahwa gempa tersebut merupakan yang terkuat yang tercatat di negara itu sejak awal abad ke-21.

Presiden Abelardo de la Esperiella, yang baru dilantik tiga hari sebelumnya, mengumumkan keadaan darurat nasional pada hari terjadinya gempa dan mengerahkan personel militer ke daerah yang terdampak. Ia berjanji bahwa Kolombia akan “melewati masa sulit ini bersama-sama”.

Lima Rumah Sakit di Kota Berstatus Siaga Merah, Enam Bandara Daerah Ditutup

Menurut Reuters, jumlah korban tewas akibat gempa M7,4 di Kolombia telah meningkat menjadi sedikitnya 164 orang. Di Cali, kota dengan populasi sekitar 2,2 juta jiwa, sedikitnya 85 orang tewas dan pemerintah setempat telah memberlakukan jam malam.

Pejabat setempat mengatakan lima rumah sakit di berbagai kota Kolombia memasuki status siaga merah pada 10 Agustus. Di antara bangunan yang runtuh terdapat sebuah rumah sakit di Cali, termasuk bagian pediatri dan ruang perawatan bayi baru lahir.

Di Cali, para relawan membawa ember dan peralatan sederhana, bahkan menggunakan tangan kosong untuk membantu proses penyelamatan dan mencari korban selamat di bawah reruntuhan.

Andres Felipe Mejia, yang ikut bergabung dalam operasi penyelamatan sementara, mengatakan:

“Kami berusaha mengeluarkan orang-orang dalam keadaan hidup. Seorang pria dan seorang bayi berhasil diselamatkan, tetapi istrinya masih belum berhasil dievakuasi.”

Ia mengatakan bahwa banyak orang datang membawa bantuan dan makanan, tidak hanya untuk membantu petugas penyelamat tetapi juga untuk mendukung warga yang terdampak bencana.

Para petugas penyelamat membentuk rantai manusia untuk memindahkan batu bata dan puing bangunan. Setiap beberapa menit mereka berhenti untuk mendengarkan apakah masih ada tanda-tanda kehidupan dari bawah reruntuhan.

Sejumlah kota mengalami kerusakan parah. Dinding dan lantai bangunan terlihat melengkung dan miring secara tidak beraturan, sementara kabel listrik berserakan di jalan-jalan.

Otoritas penerbangan sipil Kolombia menyatakan sedikitnya enam bandara daerah menghentikan sementara operasionalnya.

Di Manizales, banyak bangunan mengalami kerusakan, termasuk katedral bergaya Neo-Gotik yang terkenal di kota tersebut. Menara katedral juga mengalami kerusakan parah dan terlihat miring.

Julian Pena, warga Quibdó, sedang berada di rumah ketika gempa terjadi. Ia mengatakan merasakan guncangan yang “sangat, sangat kuat”.

“Orang-orang berdoa di jalanan. Pemandangannya sangat mengguncang. Saya berlari keluar tanpa membawa apa pun, dan baru menyadari bahwa sudah ada ratusan orang berkumpul di luar. Banyak bangunan mengalami celah dan retakan, sementara beberapa lainnya sudah benar-benar runtuh,” katanya kepada wartawan. 

Kedalaman Gempa Sekitar 107 Kilometer, Pakar: Pergerakan Mendatar Mungkin Memperparah Kerusakan

Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menyatakan bahwa gempa berkekuatan 7,4 terjadi pada pukul 07.34 waktu setempat, 10 Agustus. Pusat gempa berada di Provinsi Chocó di wilayah pesisir barat, dengan kedalaman sekitar 107 kilometer.

Badan geologi Kolombia menyatakan bahwa gempa ini merupakan yang terkuat yang tercatat di negara tersebut sejak awal abad ke-21.

Seismolog Northwestern University, Suzan van der Lee, mengatakan bahwa meskipun gempa tersebut memiliki kedalaman lebih dari 100 kilometer, kekuatannya, lokasi pusat gempa yang berada di daratan, serta pergerakan strike-slip atau pergeseran mendatar dapat memperparah dampak di kawasan lembah yang padat penduduk.

“Sumber gempa ini sangat dalam. Secara teori, seharusnya tidak menyebabkan guncangan yang begitu kuat. Namun, mengingat magnitudonya, gempa ini memang menghasilkan guncangan yang sangat besar,” ujarnya. 

Pergerakan strike-slip adalah jenis pergerakan tektonik ketika lapisan batuan bergeser secara horizontal satu sama lain di sepanjang bidang patahan yang hampir vertikal.

Eropa Kembali Dilanda Gelombang Panas, Kebakaran Hutan Kembali Mengamuk di Yunani dan Spanyol 

EtIndonesia.com Kekeringan yang memecahkan rekor sebelumnya di Eropa telah menyebabkan permukaan sungai turun ke titik terendah dalam sejarah, memicu kebakaran hutan berskala besar, dan menyebabkan ribuan orang meninggal dunia. Pada Senin (10 Agustus), sejumlah negara Eropa kembali mengeluarkan peringatan suhu ekstrem. Suhu diperkirakan mencapai sekitar 35°C.

Menurut laporan AFP, negara-negara yang biasanya tidak terbiasa dengan suhu tinggi, termasuk Swiss, Austria, dan Hungaria, juga diperkirakan mengalami suhu yang tidak biasa tingginya dalam beberapa hari mendatang.

Sistem peringatan cuaca Eropa MeteoAlarm juga menyatakan pada 10 Agustus bahwa sebagian besar wilayah Italia dan kawasan pesisir Kroasia telah mengalami suhu panas ekstrem.

Badan Meteorologi Inggris (Met Office) memperingatkan pada akhir pekan lalu bahwa gelombang panas kelima musim panas ini akan segera melanda Inggris. Infrastruktur Inggris pada awalnya dibangun untuk menghadapi iklim yang relatif lebih sejuk dan sedang, tetapi kini menghadapi ujian berat.

Hampir tiga perempat wilayah Inggris dan seluruh Wales kini secara resmi berada dalam kondisi kekeringan. Lebih dari 27 juta orang terdampak pembatasan penggunaan air. Kementerian Lingkungan Inggris memperingatkan pada 10 Agustus bahwa “sumber daya air di seluruh negeri sedang berada di bawah tekanan.”

Badan Meteorologi Nasional Prancis (Météo-France) memperingatkan pada 10 Agustus bahwa suhu di wilayah tenggara Prancis dapat mencapai 35°C, sementara cakupan wilayah yang mengalami suhu tinggi akan semakin meluas sepanjang pekan ini. Hampir 70% wilayah Prancis menghadapi pembatasan penggunaan air. Di daerah yang memiliki risiko tertinggi, persediaan air diprioritaskan untuk kebutuhan medis, sanitasi, air minum, dan keperluan penting lainnya.

Yunani dan Spanyol Kembali Dilanda Kebakaran Hutan

Yunani melaporkan pada 10 Agustus kebakaran hutan kedua musim ini yang terjadi di dekat ibu kota Athena. Pemerintah telah mengerahkan ratusan petugas pemadam kebakaran beserta peralatan untuk menangani kebakaran tersebut. Kebakaran hutan yang terjadi 10 hari sebelumnya di sebelah barat laut ibu kota telah membakar lebih dari 10.000 hektare hutan pinus.

Di Spanyol bagian barat daya, petugas pemadam kebakaran juga tengah berupaya mengendalikan kebakaran hutan yang menyebar dengan cepat. Kebakaran tersebut telah memaksa sekitar 800 orang mengungsi, dan jumlah warga yang harus dievakuasi masih terus bertambah.

Setelah menganalisis data iklim dari berbagai badan meteorologi nasional dan Copernicus Climate Change Service, AFP menemukan bahwa wilayah yang dihuni sekitar 120 juta orang di Eropa baru saja mengalami Juli terpanas yang pernah tercatat. Suhu yang memecahkan rekor terutama terjadi di Inggris bagian selatan, Prancis bagian barat, serta wilayah utara dan timur Spanyol.

Data resmi dari berbagai negara menunjukkan bahwa satu gelombang panas pada Juni telah menyebabkan sedikitnya 12.000 kematian berlebih di sembilan negara Eropa. Jumlah tersebut kemungkinan masih akan meningkat seiring semakin banyak data yang dikumpulkan dan dipublikasikan.

Pertemuan Beidaihe Jadi Misteri, Tujuh Anggota Politbiro Partai Komunis Tiongkok Tetap Tak Terlihat; Gerak-gerik Pejabat Daerah Beragam 

EtIndonesia.com Masa liburan para pejabat tinggi Partai Komunis Tiongkok (PKT) di Beidaihe, hingga kini masih menjadi misteri apakah mereka mengadakan pertemuan tertutup. Sekretaris Jenderal PKT Xi Jinping dan enam anggota Komite Tetap Politbiro lainnya telah tidak terlihat di ruang publik selama 10 hari. Sementara itu, sejumlah anggota Politbiro justru muncul dalam berbagai kegiatan di luar Beidaihe.

Pertemuan Beidaihe, atau yang dikenal sebagai “pertemuan musim panas”, digelar setiap tahun antara Juli dan Agustus dan dihadiri oleh para pejabat tinggi Partai Komunis Tiongkok (PKT), baik yang masih menjabat maupun para mantan pejabat senior.

Dalam pertemuan tersebut, berbagai faksi di dalam partai melakukan negosiasi informal, membahas kebijakan nasional penting, serta mematangkan berbagai keputusan politik, meskipun rincian pembahasannya dirahasiakan.

Pertemuan ini biasanya diiringi propaganda media yang dikendalikan negara, sekaligus beragam rumor tak berkesudahan mengenai perebutan kekuasaan, pembunuhan, hingga kudeta.

Beidaihe terletak di pesisir utara Laut Bohai, di Provinsi Hebei, Tiongkok.

Tujuh Anggota Komite Tetap Politbiro Menghilang dari Publik Selama 10 Hari

Sejak 1 Agustus 2026, Xi Jinping dan enam anggota Komite Tetap Politbiro lainnya, serta anggota Politbiro yang bertugas di tingkat pusat, secara bersamaan tidak terlihat di hadapan publik selama 10 hari. Dalam periode tersebut, hanya anggota Komite Tetap Politbiro Cai Qi yang pada 3 Agustus bertemu dengan para pakar di Beidaihe. Hal ini menandai bahwa para pejabat tinggi PKT, sesuai kebiasaan, telah memasuki periode yang dikenal sebagai “waktu Beidaihe”.

Yang patut diperhatikan, lima anggota Politbiro yang juga menjabat di daerah—yaitu Sekretaris Partai Komunis Beijing Yin Li, Sekretaris Partai Shanghai Chen Jining, Sekretaris Partai Tianjin Chen Min’er, Sekretaris Partai Chongqing Yuan Jiajun, dan Sekretaris Partai Guangdong Huang Kunming—berturut-turut tampil dalam kegiatan publik sejak akhir Juli hingga awal Agustus.

Menurut laporan resmi, pada 9 Agustus 2026, empat anggota Politbiro, yaitu Yin Li, Chen Jining, Yuan Jiajun, dan Huang Kunming, tampil di depan publik untuk menghadiri berbagai kegiatan.

Pada pagi 9 Agustus, Konferensi Internasional Ilmu Dasar 2026 dibuka di Distrik Huairou, Beijing. Sekretaris Partai Beijing Yin Li menghadiri upacara pembukaan dan menyampaikan pidato. Sebelum pembukaan, Yin Li bertemu dengan perwakilan ilmuwan yang menghadiri konferensi tersebut. Pada sore harinya, Yin Li mengoordinasikan dan mengatur pekerjaan penanggulangan banjir serta persiapan menghadapi topan.

Pada pagi dan malam 9 Agustus, Sekretaris Partai Shanghai Chen Jining dua kali mengunjungi pusat komando penanggulangan banjir Shanghai untuk memeriksa dan mengoordinasikan upaya menghadapi topan.

Pada sore 9 Agustus, Sekretaris Partai Chongqing Yuan Jiajun bersama Wakil Sekretaris Partai sekaligus Pelaksana Tugas Wali Kota Chen Xinwu bertemu dengan Zhang Zhuyi, Sekretaris Partai sekaligus Menteri Kementerian Pertanian dan Urusan Pedesaan Tiongkok, beserta rombongannya.

Pada malam 9 Agustus, upacara pembukaan Pesta Olahraga Provinsi Guangdong ke-17 dan Pesta Olahraga Penyandang Disabilitas ke-10 digelar di Maoming Olympic Sports Center. Sekretaris Partai Guangdong Huang Kunming hadir dan mengumumkan pembukaan pesta olahraga tersebut.

Lima Anggota Politbiro yang Bertugas di Daerah Berturut-turut Muncul di Publik

Selain itu, pada 28 Juli 2026, Yin Li memimpin rapat Komite Tetap Partai Komunis Beijing.

Pada 31 Juli, Chen Jining memimpin rapat Komite Tetap Partai Komunis Shanghai; Chen Min’er memimpin rapat diperluas Komite Tetap Partai Komunis Tianjin; Yuan Jiajun memimpin rapat diperluas Komite Tetap Partai Komunis Chongqing; dan Huang Kunming memimpin rapat Komite Tetap Partai Komunis Guangdong.

Pada 3 Agustus, Kelompok Pemeriksa Keselamatan Kerja Pusat Kelompok ke-11 memberikan laporan mengenai hasil pemeriksaan terbuka dan investigasi mendadak kepada Tianjin. Sekretaris Partai Tianjin Chen Min’er menyampaikan tanggapannya. Kelompok pemeriksa tersebut melakukan pemeriksaan keselamatan kerja di Tianjin dari 20 Juli hingga 3 Agustus 2026.

Pada 4 Agustus pagi, Sekretaris Partai Guangdong sekaligus Ketua Komando Proyek “1000 Desa, 1000 Kota, 10000 Desa” Guangdong, Huang Kunming, melakukan kunjungan penelitian ke kantor komando proyek tersebut.

Pada 5 Agustus pagi, Sekretaris Partai Shanghai Chen Jining mengunjungi Shanghai Chuangzhi College untuk melakukan inspeksi dan penelitian.

Pada 7 Agustus, Sekretaris Partai Tianjin Chen Min’er mengunjungi komunitas, panti jompo, dan rumah sakit untuk melakukan penelitian.

Pada sore 7 Agustus, Chen Jining kembali mengunjungi pusat komando penanggulangan banjir Shanghai untuk memeriksa dan mengoordinasikan persiapan menghadapi topan.

Pada sore 8 Agustus, Pesta Olahraga Beijing ke-17 dibuka di National Indoor Stadium. Sekretaris Partai Beijing Yin Li mengumumkan pembukaan.

Pada pagi dan sore 10 Agustus, Chen Jining dua kali mengunjungi pusat komando penanggulangan banjir Shanghai untuk memeriksa dan mengoordinasikan upaya menghadapi topan.

Dari 1 hingga 10 Agustus 2026, lima anggota Politbiro yang bertugas di daerah hanya tercatat sama-sama tidak muncul di depan publik selama tiga hari, yaitu 1 Agustus, 2 Agustus, dan 6 Agustus.

Pejabat Keamanan Nasional Taiwan Menganalisis Isi Pertemuan Beidaihe

Menurut kebiasaan sebelumnya, setiap tahun dari akhir Juli hingga awal Agustus, para pejabat tinggi PKT biasanya berlibur atau mengadakan pertemuan di Beidaihe. Dalam beberapa tahun terakhir, media pemerintah bahkan telah menyebarkan informasi bahwa “tidak ada pertemuan Beidaihe.” Namun, setiap tahun tetap beredar berbagai kabar mengenai perebutan kekuasaan di kalangan elite dalam pertemuan Beidaihe.

Pihak luar menduga bahwa pertemuan rahasia Beidaihe tahun ini berkaitan erat dengan agenda Sidang Pleno Kelima Komite Sentral ke-20 yang akan digelar pada Oktober, serta persoalan pergantian personel tingkat tinggi menjelang Kongres Nasional PKT ke-21.

Pada 30 Juli 2026, Politbiro PKT mengadakan rapat dan memutuskan bahwa Sidang Pleno Kelima akan digelar pada Oktober 2026. Agenda utamanya adalah Politbiro menyampaikan laporan kerja kepada Komite Sentral serta membahas “sejumlah persoalan penting dalam mendorong pemerintahan partai secara menyeluruh dan ketat”.

Para analis menunjukkan bahwa hal ini dapat mengindikasikan meningkatnya konflik internal di tingkat elite PKT dan dimulainya pembersihan yang lebih luas di dalam partai.

Menurut laporan terbaru media Taiwan, pejabat keamanan nasional Taiwan menganalisis berdasarkan informasi intelijen bahwa sejak Xi Jinping berkuasa pada 2012, pertemuan Beidaihe telah berubah menjadi pertemuan informal, dengan anggota Politbiro sebagai peserta utama dan tidak lagi mengundang para pejabat senior yang telah pensiun.

Tahun ini, pertemuan Beidaihe diperkirakan berfokus pada dua bidang, yaitu urusan politik dan urusan personel. Pembahasannya mencakup strategi terhadap Amerika Serikat dan Taiwan.

Dalam kebijakan terhadap Taiwan, agenda yang disebutkan antara lain menentang apa yang disebut Beijing sebagai “mencari kemerdekaan Taiwan melalui kekuatan”, memutus sepenuhnya “ruang internasional” bagi gerakan kemerdekaan Taiwan, serta berupaya mendapatkan dukungan dari berbagai kalangan di Taiwan untuk menentang kemerdekaan Taiwan.

Dalam urusan personel, penertiban akan diarahkan kepada tiga kategori orang yang disebut memiliki “pemikiran yang tidak murni, organisasi yang tidak murni, dan perilaku yang tidak murni.”

Hingga saat ini, belum ada informasi yang beredar mengenai tanggal pasti pelaksanaan pertemuan Beidaihe maupun siapa saja yang menghadirinya. Lima anggota Politbiro yang merangkap jabatan di daerah terus muncul dalam berbagai kegiatan publik. Apakah mereka tidak menghadiri pertemuan rahasia Beidaihe, masih belum dapat diketahui.

Artikel ini sebelum terbit di Epochtimes.com dengan—Judul asli: “Pada Masa Sensitif Pertemuan Beidaihe, Empat Anggota Politbiro Muncul di Depan Publik pada Hari yang Sama”

Pernah Menghancurkan Patung Kwan Im! Influencer Wanita 24 Tahun dengan Jutaan Pengikut Tewas Setelah Kecelakaan Parah 

Influencer asal Tiongkok, Jiang Xiaorou, yang memiliki lebih dari satu juta pengikut, meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas. Kabar tersebut menarik perhatian publik. Menurut laporan, semasa hidupnya ia pernah menggunakan aksi ekstrem seperti menghancurkan patung dewa dan memasuki rumah yang dianggap angker untuk menarik perhatian dan mendapatkan lebih banyak penonton.

EtIndonesia.com Baru-baru ini, seorang pengguna internet yang mengaku sebagai asisten sekaligus murid Jiang Xiaorou mengunggah pernyataan bahwa mulai sekarang “Kak Rou” tidak dapat lagi menemani para pengikutnya. 

Pada dini hari 15 Juli, dalam perjalanan dari Guangxi menuju Guangzhou, ia mengalami kecelakaan lalu lintas. Karena mengalami luka parah, ia segera dilarikan ke rumah sakit. Saat mendapat perawatan, kondisinya sudah sangat kritis, dalam keadaan koma dan tidak bernapas. Meskipun tim medis telah berupaya menyelamatkannya, ia akhirnya meninggal dunia akibat luka-luka yang dideritanya.

Pengguna internet tersebut juga mengunggah Surat Keterangan Diagnosis Penyakit dari Rumah Sakit Memorial Sun Yat-sen Universitas Sun Yat-sen. Dokumen tersebut menunjukkan bahwa Jiang Xiaorou, yang nama aslinya disebut Li, berusia 24 tahun. 

Ia dirawat di unit perawatan intensif (ICU) rumah sakit tersebut sejak 15 Juli. Ia didiagnosis mengalami syok hemoragik, koagulopati akibat trauma, kerusakan fungsi berbagai organ, cedera otak berat disertai koma dalam, serta ketergantungan pada ventilator, dan membutuhkan perawatan intensif serta upaya penyelamatan lanjutan di ICU.

Menurut laporan media Tiongkok Jimu News, pada sore 10 Agustus, staf bagian perawatan intensif rumah sakit tersebut membenarkan bahwa Li, 24 tahun, memang pernah dirawat di rumah sakit tersebut. Namun, saat ini ia sudah tidak lagi berada di rumah sakit. Karena kondisi medis pasien merupakan informasi pribadi, pihak rumah sakit tidak dapat mengungkapkan rincian kondisi penyakitnya kepada publik. Rumah sakit juga telah berkomunikasi dengan keluarganya.

Li berasal dari Desa Xincun, Kabupaten Lanshan, Kota Yongzhou, Provinsi Hunan. Ibunya sebelumnya meminta bantuan melalui media sosial, mengatakan bahwa pada dini hari 15 Juli, putrinya mengalami kecelakaan lalu lintas serius yang menyebabkan luka parah di seluruh tubuh. Keluarganya tidak mampu menanggung biaya ICU yang sangat besar dan meminta bantuan dari kerabat serta teman.

Pada sore 10 Agustus, seorang pejabat desa tersebut mengatakan bahwa Li telah meninggal dunia. Sebelumnya, ia bekerja sebagai influencer dan memiliki banyak pengikut.

 Setelah mengalami kecelakaan mendadak, keluarganya meminta bantuan kepada desa. Warga desa secara sukarela mengumpulkan donasi sebesar 2.000 yuan (sekitar Rp4,6 juta) untuk keluarganya.

Akun Jiang Xiaorou di platform video pendek Douyin menunjukkan bahwa ia memiliki 1,296 juta pengikut. Lokasi IP yang ditampilkan adalah Guangzhou, Guangdong. Video terakhir yang diunggahnya tercatat pada 9 Juli.

Menurut informasi yang beredar, konten utamanya adalah eksplorasi hal-hal mistis, termasuk memasuki bangunan terbengkalai pada tengah malam dan mencoba berbagai “permainan mistis” yang beredar di internet.

 Ia juga pernah membuat video yang memperlihatkan dirinya menggunakan alat untuk menghancurkan patung Guanyin di depan umum, dengan alasan ingin “memberantas takhayul”.

Reformasi Layanan Kesehatan Besar-besaran Trump di AS : Vaksin Anak Dikurangi dari 72 Menjadi 11 Vaksin

EtIndonesia.com  Senin (10 Agustus), Presiden Donald Trump mengumumkan reformasi besar terhadap kebijakan vaksinasi anak, dengan memangkas secara drastis vaksin yang sebelumnya ditetapkan pemerintah sebagai “standar emas” menjadi hanya 11 vaksin inti. Trump menekankan bahwa orang tua harus memperoleh lebih banyak informasi agar dapat menentukan sendiri apakah anak mereka perlu menerima vaksin lainnya.

Pada hari yang sama, Presiden Trump juga secara khusus mengadakan upacara pengambilan sumpah Todd Blanche sebagai Jaksa Agung Amerika Serikat di Gedung Putih, sembari terus mendorong penataan kembali personel pemerintahan di Washington.

Presiden AS Donald Trump: “Berlaku segera, rekomendasi standar emas vaksin anak yang ditetapkan pemerintahan saya hanya mencakup 11 vaksin inti, untuk mencegah penyakit yang paling serius dan berbahaya, termasuk vaksin campak, gondongan, dan rubela (MMR).”

Presiden Trump mengatakan bahwa sebelumnya Amerika Serikat mewajibkan anak-anak menerima hingga 72 jenis vaksin, jauh lebih banyak dibandingkan negara-negara lain, dan dua kali lipat dibandingkan negara-negara Eropa. 

Menurutnya, pemberian vaksin dalam jumlah besar dan dengan jadwal yang padat dapat menimbulkan risiko kesehatan bagi anak-anak yang masih rentan. Pemerintahan sebelumnya juga menetapkan bahwa anak yang tidak divaksinasi tidak diperbolehkan bersekolah.

Untuk melindungi kesehatan anak-anak, perintah eksekutif Trump mengharuskan tim ahli untuk terus melakukan penelitian guna memastikan vaksin yang diberikan kepada anak memiliki dosis serendah mungkin, serta aman dan efektif. Selain vaksin yang diwajibkan, pemerintah akan memberikan informasi yang memadai kepada orang tua sehingga mereka dapat memutuskan sendiri apakah akan memberikan vaksin lain kepada anak-anak mereka.

“(Peraturan vaksinasi baru) dapat memulihkan kembali otonomi keluarga dan orang tua dalam mengambil keputusan yang tepat bagi anak-anak mereka. Kebijakan ini memungkinkan sekaligus terus menekankan pentingnya ilmu pengetahuan dalam rekomendasi vaksin, serta secara mendasar membangun kembali hubungan yang sehat antara kesehatan masyarakat dan orang tua,” ujar Kepala National Institutes of Health (NIH) Jay Bhattacharya. 

Pada hari Senin itu juga merupakan hari pelantikan Todd Blanche sebagai Jaksa Agung AS yang baru. Presiden Trump secara khusus mengadakan upacara pelantikan untuknya di Ruang Oval Gedung Putih.

Pada Sabtu dini hari pekan lalu, tepat sebelum Senat memasuki masa reses musim panas, Senat mengkonfirmasi nominasi Trump terhadap Blanche sebagai Jaksa Agung dengan hasil pemungutan suara 50 berbanding 49.

Blanche kemudian mengunggah pernyataan untuk mengungkapkan rasa terima kasihnya karena dipercaya menjadi Jaksa Agung Amerika Serikat ke-88.

Sejak mantan Jaksa Agung Pam Bondi meninggalkan jabatannya pada April, Blanche telah menjalankan tugas sebagai pejabat sementara Jaksa Agung.

Selain itu, pada Minggu, Presiden Trump menunjuk Kepala Staf Gedung Putih Will Scharf, yang mulai 1 September akan menjabat sebagai Penasihat Hukum Gedung Putih sekaligus Asisten Presiden.

Scharf merupakan Ketua National Capital Planning Commission dan juga bertanggung jawab atas urusan administrasi Ruang Oval. Dengan promosi tersebut, ia akan menjadi penasihat hukum utama Gedung Putih.

Dilaporkan oleh Ren Hao, New Tang Dynasty Television, Washington, D.C.

Topan Dolphin” Menghantam Tiongkok Timur; Sebagian Wilayah Shanghai Berubah Menjadi “Laut Lepas”

Dalam beberapa hari terakhir, Topan kuat “Dolphin” melanda Zhejiang, Tiongkok, dan terus membawa hujan deras ke wilayah Tiongkok bagian timur. Sejumlah wilayah di Shanghai dan Wuxi dilanda banjir parah, sehingga sebagian layanan kereta bawah tanah, bus, dan kereta api terpaksa dihentikan. Banyak warga Shanghai menggambarkan bahwa hujan deras kali ini nyaris mengubah “Shanghai” menjadi “lautan”. Seiring sirkulasi sisa topan terus bergerak ke utara, hujan lebat selanjutnya kemungkinan akan berdampak pada Henan, Shandong, serta wilayah Beijing-Tianjin-Hebei.

EtIndonesia.com Jalan-jalan berubah menjadi seperti saluran air, sementara kendaraan hanya dapat melaju perlahan menerobos genangan. Setelah Topan “Dolphin” mendarat di pesisir Zhejiang pada 9 Agustus, topan tersebut terus membawa hujan deras, dan laporan banjir bermunculan dari Shanghai, Jiangsu, serta sejumlah wilayah lainnya.

Pada pagi 10 Agustus, Shanghai menaikkan peringatan hujan lebat untuk wilayah pusat kota menjadi peringatan oranye. Di sejumlah daerah, curah hujan yang terakumulasi selama enam jam diperkirakan akan melebihi 150 milimeter.

Akibat pengaruh pita hujan spiral topan, sejumlah wilayah Shanghai mengalami hujan lebat hingga sangat lebat. Di beberapa bagian Jinshan, curah hujan kumulatif telah melebihi 250 milimeter. Hingga siang 10 Agustus, banyak ruas jalan, kawasan permukiman, dan jalan bawah tanah di seluruh kota telah tergenang.

Changning International Plaza bahkan mengalami aliran balik air hujan. Toko-toko dan area parkir di lantai bawah tanah tiga sempat terendam parah, dengan ketinggian air hampir mencapai lutut. Seorang pemilik toko mengatakan bahwa setelah tinggal di Shanghai selama lebih dari 10 tahun, ini adalah pertama kalinya ia menghadapi volume air sebesar itu.

Situasi di Wuxi, Provinsi Jiangsu, juga cukup parah. Pada jam sibuk pagi 10 Agustus, wilayah tersebut dilanda hujan ekstrem yang memecahkan rekor. Curah hujan per jam sempat mencapai 53,3 milimeter. Genangan di sejumlah jalan mencapai ketinggian roda kendaraan, menyebabkan banyak mobil mogok di tengah perjalanan. Bahkan, beberapa pemilik kendaraan memilih meninggalkan mobil mereka begitu saja di jalan. Sejumlah tempat parkir bawah tanah juga mengalami banjir akibat air hujan yang masuk kembali.

Akibat genangan tersebut, sebagian stasiun kereta bawah tanah, jalur bus, dan layanan kereta api di Wuxi sempat dihentikan.

Meskipun Topan “Dolphin” secara bertahap melemah, sirkulasi sisa topan terus bergerak ke utara. Zhejiang, Henan, Hebei, dan Shandong diperkirakan masih berpotensi mengalami hujan deras dalam beberapa waktu ke depan.

Badan Meteorologi Beijing juga mengeluarkan peringatan oranye hujan lebat pada pagi 10 Agustus. Diperkirakan Beijing akan mengalami hujan lebat hingga sangat lebat mulai sore 11 Agustus hingga siang 13 Agustus, dengan periode hujan terkuat diperkirakan terjadi dari dini hari hingga malam 12 Agustus.

Dilaporkan oleh Liu Jiajia, New Tang Dynasty Television.

Peta Kekuatan Timur Tengah Berubah! Israel Kerahkan “Kapal Selam Kiamat”, Rusia Terdesak di Suriah

EtIndonesia.com  Peta kekuatan militer di Timur Tengah kembali mengalami perubahan penting. Dalam waktu yang berdekatan, dua perkembangan strategis muncul dari kawasan Mediterania: Israel memperkuat kemampuan tempur bawah lautnya dengan menerima kapal selam baru buatan Jerman, sementara Rusia harus menerima perubahan besar terhadap status dua fasilitas militernya yang selama bertahun-tahun menjadi pusat proyeksi kekuatan Moskow di Suriah.

Perkembangan pertama datang dari Israel. Pada 22 Juli 2026, galangan kapal TKMS di Kiel, Jerman, menyerahkan INS Drakon kepada Angkatan Laut Israel. Penyerahan dilakukan secara tertutup dan tanpa seremoni publik besar. Kapal tersebut kemudian dilaporkan menjalani operasi resmi pertamanya di bawah kendali Angkatan Laut Israel pada 23 Juli 2026.

INS Drakon merupakan kapal selam keenam yang dibangun Jerman untuk Israel dan menjadi kapal terakhir dari keluarga Dolphin II yang telah dimodifikasi secara signifikan. Kapal ini juga dipandang sebagai jembatan teknologi menuju generasi kapal selam Israel berikutnya, yakni kelas Dakar, yang saat ini masih dalam tahap pembangunan dan direncanakan mulai diserahkan pada awal dekade 2030-an.

Karena itu, INS Drakon tidak tepat disebut sebagai kapal selam kelas Dakar. Namun, desain dan sejumlah teknologi yang diterapkan pada kapal tersebut disebut telah memperlihatkan karakteristik yang nantinya akan dikembangkan lebih jauh pada kelas Dakar.

Kehadiran INS Drakon memiliki arti strategis yang jauh lebih besar daripada sekadar penambahan satu kapal ke armada Israel. Kapal selam selama ini menjadi salah satu unsur paling sensitif dalam struktur pertahanan negara tersebut karena kemampuannya beroperasi secara tersembunyi dalam waktu lama dan melaksanakan misi jauh dari wilayah Israel.

INS Drakon merupakan pengembangan dari keluarga kapal selam Dolphin yang dibangun di Jerman. Generasi kapal selam Israel ini menggunakan teknologi air-independent propulsion atau AIP, sebuah sistem yang memungkinkan kapal selam konvensional bertahan lebih lama di bawah permukaan tanpa harus terlalu sering muncul untuk mengisi ulang baterai.

Kemampuan tersebut sangat penting dalam operasi pengintaian, pengumpulan intelijen, patroli jarak jauh, dan berbagai misi bawah laut yang membutuhkan tingkat kerahasiaan tinggi.

Dalam konteks keamanan Timur Tengah, kemampuan kapal selam Israel sering dikaitkan oleh analis pertahanan dengan konsep daya gentar strategis. Israel sendiri mempertahankan kebijakan ambiguitas mengenai kemampuan strategis tertentu dari armada kapal selamnya. Karena itulah, berbagai laporan media asing kerap memberikan julukan dramatis seperti “kapal selam kiamat” terhadap kapal-kapal tersebut.

Namun, istilah tersebut bukan merupakan sebutan resmi militer Israel.

Secara strategis, armada bawah laut memberikan keuntungan besar karena kapal selam jauh lebih sulit dilacak dibandingkan pangkalan militer atau pesawat tempur yang beroperasi dari fasilitas tetap. Dalam skenario konflik regional berskala besar, keberadaan kapal selam yang tetap beroperasi di laut memungkinkan suatu negara mempertahankan kemampuan militernya meskipun fasilitas di daratan menghadapi serangan.

Bagi Israel, kemampuan seperti ini menjadi semakin relevan di tengah ketegangan berkepanjangan dengan Iran dan kelompok-kelompok bersenjata yang bersekutu dengan Teheran.

Sementara Israel memperkuat kemampuan bawah lautnya, perubahan besar justru sedang berlangsung terhadap posisi militer Rusia di Suriah.

Pada Minggu, 9 Agustus 2026, pemerintah Suriah mengumumkan tercapainya nota kesepahaman dengan Rusia mengenai masa depan dua fasilitas strategis Moskow di negara tersebut, yaitu Pangkalan Udara Hmeimim dan fasilitas Rusia di Pelabuhan Tartus, pesisir Mediterania Suriah.

Kesepakatan tersebut dicapai setelah sekitar 18 bulan negosiasi antara Damaskus dan Moskow. Berdasarkan pengumuman Kementerian Luar Negeri Suriah, pemerintah Suriah akan mengambil alih pengelolaan fasilitas yang bersifat sipil, termasuk Bandar Udara Hmeimim serta dermaga komersial nomor empat di Pelabuhan Tartus.

Fasilitas tersebut selanjutnya akan secara bertahap diintegrasikan ke dalam sistem infrastruktur sipil Suriah.

Perubahan yang lebih penting terjadi pada fasilitas yang sebelumnya digunakan untuk kepentingan militer. Suriah dan Rusia sepakat mengubah fungsi fasilitas tersebut sehingga tidak lagi beroperasi dengan format lama sebagai pangkalan militer Rusia, melainkan menjadi pusat pelatihan dan peningkatan kemampuan bersama Rusia-Suriah.

Proses transisi berdasarkan kesepakatan itu ditargetkan berlangsung dalam waktu tidak lebih dari tiga bulan.

Perubahan tersebut sangat signifikan karena Hmeimim dan Tartus selama bertahun-tahun menjadi dua pilar utama kehadiran militer Rusia di Timur Tengah.

Pangkalan Udara Hmeimim menjadi pusat operasi udara Rusia setelah Moskow melakukan intervensi militer langsung di Suriah pada 2015 untuk membantu pemerintahan Presiden Bashar al-Assad. Dari pangkalan inilah pesawat-pesawat tempur Rusia menjalankan berbagai operasi di wilayah Suriah.

Sementara itu, fasilitas Tartus memberikan Rusia akses strategis menuju Laut Mediterania dan selama bertahun-tahun menjadi salah satu aset geopolitik terpenting Moskow di luar kawasan bekas Uni Soviet.

Situasi berubah drastis setelah pemerintahan Bashar al-Assad runtuh pada Desember 2024. Assad kemudian mendapatkan perlindungan di Rusia, sementara pemerintahan baru Suriah mulai meninjau kembali berbagai perjanjian yang sebelumnya memberikan ruang sangat besar bagi kehadiran militer asing di negara tersebut.

Meski demikian, kesepakatan terbaru tidak berarti Rusia sepenuhnya meninggalkan Suriah.

Personel dan kerja sama militer Rusia masih dapat dipertahankan melalui format pusat pelatihan bersama. Dengan kata lain, yang berubah terutama adalah bentuk dan tingkat kendali Moskow terhadap fasilitas tersebut. Dari sebelumnya memiliki posisi militer yang sangat dominan, Rusia kini harus beroperasi dalam kerangka yang memberikan pemerintah Suriah kendali jauh lebih besar.

Perkembangan ini menunjukkan bagaimana keseimbangan kekuatan Timur Tengah terus bergerak.

Di satu sisi, Israel sedang memperkuat kemampuan strategis bawah lautnya melalui kedatangan INS Drakon dan persiapan menuju armada kelas Dakar pada dekade berikutnya. Di sisi lain, Rusia menghadapi penyusutan kendali langsung atas dua fasilitas yang selama bertahun-tahun menjadi simbol utama kehadiran militernya di Mediterania timur.

Dua perkembangan tersebut terjadi dalam konteks geopolitik yang berbeda, tetapi menghasilkan gambaran yang sama: arsitektur keamanan Timur Tengah sedang mengalami penataan ulang.

Israel berusaha memperbesar kemampuan bertahan dan daya gentarnya untuk menghadapi kemungkinan konflik regional berkepanjangan. Sementara Suriah berusaha memulihkan kendali atas infrastruktur strategisnya, memaksa Rusia menyesuaikan bentuk kehadiran militernya.

Dengan perubahan tersebut, pertarungan pengaruh di Timur Tengah kini tidak hanya berlangsung melalui pertempuran terbuka. Kapal selam yang bergerak secara senyap di bawah Laut Mediterania, pangkalan udara, pelabuhan strategis, dan kesepakatan diplomatik mengenai keberadaan pasukan asing sama-sama menjadi bagian penting dalam menentukan siapa yang akan memiliki pengaruh terbesar di kawasan pada tahun-tahun mendatang. (***)

Ada Apa dengan Iran? Petinggi Militer dan Keamanan Mendadak Diganti

EtIndonesia.com — Iran memasuki babak baru dalam konsolidasi kepemimpinan nasional setelah pemerintah dan kantor Pemimpin Tertinggi mengumumkan serangkaian perubahan besar pada jajaran militer serta lembaga keamanan tertinggi negara. Perombakan yang berlangsung pada 9–10 Agustus 2026 itu terjadi ketika Teheran masih menghadapi tekanan militer, diplomatik, dan ekonomi, sekaligus menjalani perundingan sensitif yang berkaitan dengan Amerika Serikat dan Selat Hormuz.

Perubahan pertama terjadi pada struktur tertinggi Angkatan Bersenjata Iran. Pada Senin, 10 Agustus 2026, Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei secara resmi menunjuk Mayor Jenderal Ali Abdollahi sebagai Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran. Abdollahi sebelumnya memimpin komando perang gabungan Iran dan dikenal sebagai salah satu figur penting dalam struktur pertahanan negara tersebut.

Penunjukan Abdollahi merupakan bagian dari paket perombakan yang lebih luas. Enam posisi senior militer diumumkan pada hari yang sama. Di antaranya, Ali Ozmaei ditunjuk memimpin Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC, sementara Ahmad Vahidi dikukuhkan sebagai Panglima IRGC dengan pangkat mayor jenderal.

Perombakan ini menjadi semakin penting karena dilakukan ketika Mojtaba Khamenei masih sangat jarang terlihat di hadapan publik. Sejak perang pecah pada 28 Februari 2026, keberadaan dan kondisi fisiknya berulang kali menjadi bahan spekulasi. Pemerintah Iran berusaha membantah berbagai rumor tersebut dan menegaskan bahwa Pemimpin Tertinggi tetap menjalankan tugas serta mengambil keputusan strategis negara.

Namun, perubahan paling menarik perhatian justru terjadi di Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran atau SNSC, lembaga yang berada di pusat pengambilan keputusan mengenai pertahanan, keamanan, intelijen, dan kebijakan luar negeri.

Pada Minggu, 9 Agustus 2026, Mohsen Rezaei ditunjuk sebagai perwakilan Pemimpin Tertinggi di SNSC. Selanjutnya, pemerintahan Presiden Masoud Pezeshkian mengumumkan bahwa Rezaei akan menggantikan Mohammad Bagher Zolghadr sebagai sekretaris lembaga tersebut.

Rezaei bukanlah figur baru dalam lingkaran kekuasaan Iran. Pria berusia 71 tahun itu pernah menjadi Panglima IRGC selama sekitar 16 tahun, termasuk pada masa Perang Iran-Irak. Setelah meninggalkan komando militer, ia memasuki dunia politik dan pemerintahan, pernah menjabat sekretaris Dewan Penentu Kebijaksanaan serta wakil presiden bidang ekonomi. Ia juga telah beberapa kali mencalonkan diri dalam pemilihan presiden Iran, tetapi tidak pernah berhasil memenangkan jabatan tersebut.

Sementara itu, Zolghadr tidak sepenuhnya tersingkir dari pusat kekuasaan. Setelah meninggalkan posisi sekretaris SNSC, ia langsung ditunjuk menjadi penasihat politik Pemimpin Tertinggi Iran. Dengan demikian, perubahan tersebut lebih menyerupai penataan ulang pusat pengambilan keputusan dibandingkan penghapusan total pengaruh Zolghadr.

Pergantian ini menjadi semakin menarik karena hanya sehari sebelumnya, pada Sabtu, 8 Agustus 2026, Zolghadr mengumumkan enam tuntutan kepada Amerika Serikat sebagai syarat bagi pembukaan penuh kembali Selat Hormuz.

Tuntutan tersebut antara lain mencakup penghentian ancaman terhadap Iran, penghentian operasi militer terhadap Iran dan sekutu-sekutunya di kawasan, pencabutan blokade dan sanksi, penarikan pasukan Amerika dari sekitar Iran, pembayaran kompensasi perang, serta pencairan aset Iran yang dibekukan di luar negeri.

Karena itulah, pergantian pucuk pimpinan SNSC hanya sekitar sehari setelah pernyataan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai arah kebijakan Teheran selanjutnya.

Sejumlah analis melihat penunjukan Rezaei sebagai bagian dari konsolidasi kekuasaan di sekitar Pemimpin Tertinggi dan kelompok yang memiliki hubungan kuat dengan IRGC. Rezaei memiliki pengalaman panjang dalam struktur militer sekaligus politik, sehingga dinilai mampu menjembatani kepentingan medan perang, diplomasi, keamanan ekonomi, dan politik dalam negeri.

Ada pula perhatian terhadap posisi Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf, yang memainkan peran penting dalam jalur diplomasi Iran dengan Amerika Serikat. Zolghadr diketahui memiliki hubungan dekat dengan Ghalibaf. Karena itu, sebagian analis menilai masuknya Rezaei dapat menjadi salah satu cara untuk mengimbangi meningkatnya pengaruh politik Ghalibaf.

Meski demikian, belum ada bukti bahwa pergantian tersebut otomatis berarti Iran akan meninggalkan diplomasi dan mengambil kebijakan yang sepenuhnya lebih keras. Rezaei sendiri dikenal sebagai tokoh garis keras, tetapi dalam sejumlah kesempatan tetap menerima kemungkinan negosiasi selama pembicaraan tersebut dianggap menguntungkan kepentingan strategis Iran.

Di tengah perombakan tersebut, misteri mengenai kondisi Mojtaba Khamenei juga belum sepenuhnya mereda.

Media yang berafiliasi dengan pemerintah sempat mengedarkan kembali rekaman lama yang memperlihatkan Khamenei bertemu sejumlah ulama dan pendukungnya. Namun, perhatian muncul karena rekaman tersebut bukan bukti baru mengenai kondisinya setelah perang. Pemerintah kemudian berusaha meredam spekulasi dengan menyatakan bahwa gambar terbaru Pemimpin Tertinggi akan dipublikasikan. Presiden Pezeshkian pada Senin, 10 Agustus, juga mengatakan bahwa dirinya baru-baru ini mengadakan pertemuan selama sekitar tujuh jam dengan Khamenei, dengan salah satu pesan utama yang disampaikan adalah pentingnya menjaga persatuan internal.

Perombakan politik dan militer ini berlangsung ketika pemerintah Iran juga menghadapi tekanan serius dari dalam negeri.

Persoalan inflasi, melemahnya kemampuan ekonomi, biaya hidup, pembayaran pensiun, dan tekanan akibat konflik berkepanjangan terus menjadi sumber ketidakpuasan masyarakat. Aksi para pensiunan dan kelompok pekerja telah berulang kali muncul di sejumlah kota Iran, dengan tuntutan yang berkaitan dengan pendapatan, kenaikan harga kebutuhan hidup, dan jaminan sosial.

Kondisi tersebut menciptakan tantangan berlapis bagi Teheran. Di luar negeri, Iran harus menghadapi tekanan Amerika Serikat, persoalan Selat Hormuz, serta konsekuensi konflik regional. Di dalam negeri, pemerintah harus menjaga stabilitas ekonomi dan mencegah ketidakpuasan sosial berkembang semakin luas.

Dengan demikian, perombakan kepemimpinan pada 9–10 Agustus 2026 tampaknya bukan sekadar pergantian pejabat. Langkah tersebut dapat dibaca sebagai bagian dari upaya Iran membangun kembali rantai komando, memperkuat koordinasi antara militer dan politik, sekaligus mengonsolidasikan pusat kekuasaan dalam menghadapi periode yang sangat menentukan.

Pertanyaan terbesarnya kini adalah apakah kemunculan kembali tokoh-tokoh veteran Garda Revolusi seperti Mohsen Rezaei dan Ali Abdollahi akan membawa Iran menuju kebijakan yang semakin konfrontatif, atau justru menciptakan struktur kepemimpinan yang lebih terkoordinasi untuk menghadapi negosiasi dengan Amerika Serikat.

Jawabannya akan sangat menentukan bukan hanya masa depan politik Iran, tetapi juga perkembangan konflik di Timur Tengah dan nasib perundingan mengenai Selat Hormuz dalam beberapa waktu mendatang. (***)