Pengemudi di Chongqing, Tiongkok Menabrak Banyak Orang, 2 Tewas dan 6 Luka-luka, Rekaman Lokasi Kejadian Beredar

EtIndonesia. Pada 10 Mei 2026 sore, sebuah kecelakaan lalu lintas serius terjadi di Distrik Qianjiang, Chongqing, Tiongkok. Seorang pengemudi wanita menabrakkan mobilnya ke sejumlah kendaraan dan pejalan kaki di sebuah persimpangan jalan. Pihak berwenang menyatakan bahwa kecelakaan tersebut menyebabkan 2 orang tewas dan 6 lainnya terluka.

Polisi Kota Chongqing pada hari yang sama mengeluarkan pernyataan bahwa kecelakaan terjadi sekitar pukul 13.40 di persimpangan Tanjiawan, Jalan Chengdong, Distrik Qianjiang.

Pengemudi wanita bermarga He, berusia 57 tahun, sedang mengendarai mobil sedan ketika melintas di lokasi tersebut dan “karena kesalahan pengoperasian”, menabrak kendaraan lain dan pejalan kaki. Akibatnya dua orang meninggal dunia dan enam lainnya terluka. Saat ini, polisi telah memastikan bahwa He tidak mengemudi dalam keadaan mabuk, dan penyelidikan lebih lanjut masih berlangsung.

Seorang pemilik toko di sekitar lokasi mengatakan kepada media bahwa kecelakaan terjadi saat jam makan siang, ketika banyak pejalan kaki sedang menunggu lampu lalu lintas di persimpangan. Mobil pelaku menabrak beberapa pejalan kaki sebelum akhirnya berhenti di pinggir jalan.

Pemilik toko lainnya di dekat lokasi mengatakan bahwa kendaraan tersebut juga menabrak sepeda motor listrik yang sedang melaju normal. Hingga sore hari, lokasi kejadian sudah dibersihkan dan lalu lintas telah kembali normal.

Setelah kecelakaan terjadi, banyak warga setempat merekam kondisi di lokasi. Rekaman menunjukkan banyak orang berkumpul menyaksikan kejadian, pecahan berserakan di jalan, beberapa kendaraan mengalami kerusakan parah, dan dua sepeda motor tampak tergeletak di tanah.

Sumber : NTDTV.com

Drone Iran Menyerang UEA dan Kuwait, Kapal Kargo Qatar Diserang 

Pada Minggu (10 Mei), Kementerian Pertahanan Qatar mengonfirmasi bahwa sebuah kapal kargo di wilayah perairannya diserang drone hingga terbakar. Militer Uni Emirat Arab dan Kuwait juga menyatakan telah menembak jatuh drone serta rudal Iran yang memasuki wilayah udara mereka. Sementara itu, militer AS terus menjalankan blokade laut terhadap Iran. Semakin banyak kapal dagang mengubah rute pelayaran, dan jumlah kapal yang dilumpuhkan oleh militer AS karena mencoba menerobos blokade kini bertambah menjadi empat kapal.

EtIndonesia. Kementerian Pertahanan Qatar dalam pernyataan terbarunya mengatakan bahwa pada Minggu pagi, sebuah kapal dagang yang berlayar dari Abu Dhabi diserang drone di timur laut Mesaieed Port, yang berada di wilayah perairan Qatar. Serangan itu memicu kebakaran kecil di kapal, namun tidak ada korban luka.

Militer Qatar menyatakan bahwa mereka sedang melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan asal-usul drone dan motif serangan tersebut.

Pada saat yang sama, Kementerian Pertahanan United Arab Emirates pada Minggu menyatakan telah menembak jatuh dua drone yang berasal dari Iran. Militer Kuwait juga mengatakan bahwa mereka menembak jatuh beberapa drone musuh yang memasuki wilayah udara negara itu saat fajar.

Amerika Serikat terus melanjutkan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Pada Sabtu, United States Central Command (CENTCOM) menyatakan bahwa sejak blokade dimulai pada 13 April, militer AS telah berhasil mengarahkan 58 kapal dagang untuk mengubah rute dan melumpuhkan empat kapal yang mencoba menerobos blokade. Militer AS menegaskan akan terus menjalankan blokade laut terhadap Iran.

Di sisi lain, juru bicara militer Iran, Brigadir Jenderal Akraminia, dalam wawancara yang ditayangkan Minggu kembali mengancam bahwa negara-negara yang mematuhi sanksi Amerika Serikat terhadap Iran akan mengalami kesulitan melintasi Selat Hormuz.

Saat ini, Amerika Serikat masih menunggu tanggapan Iran atas proposal terbaru yang diajukan untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung lebih dari dua bulan dan memulai perundingan damai.

Presiden AS Donald Trump pada Jumat (8 Mei) di Gedung Putih menyatakan bahwa jika perundingan AS-Iran tidak mengalami kemajuan, pihak AS tidak menutup kemungkinan untuk kembali menjalankan “Project Freedom” guna membantu kapal dagang melintasi selat tersebut, bahkan mungkin meluncurkan versi yang diperluas untuk meningkatkan tekanan militer dan ekonomi terhadap Iran.

Dilaporkan oleh reporter NTD Television, Yan Feng dan Zhang Ruiqi.

Situasi Makin Gila! Drone Iran Bakar Kapal di Qatar, Trump Siap Rebut Uranium Iran

EtIndonesia. Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat tajam setelah Teheran secara resmi menyampaikan proposal terbaru terkait perundingan nuklir melalui mediator Pakistan pada Minggu pagi, 10 Mei 2026. Namun proposal tersebut langsung memicu kemarahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump karena Iran disebut tetap menolak membongkar fasilitas nuklirnya.

Situasi yang sebelumnya sudah panas akibat blokade laut dan ancaman militer di Selat Hormuz kini semakin memburuk setelah serangkaian serangan drone menghantam kapal dagang Amerika serta wilayah beberapa negara Teluk. Pada saat yang sama, laporan baru juga mengungkap dugaan tindakan ekstrem Iran yang membuang jutaan barel minyak mentah ke Teluk Persia akibat krisis penyimpanan energi yang semakin parah.

Iran Ajukan Proposal Baru, tetapi Tolak Bongkar Fasilitas Nuklir

Menurut laporan media resmi Iran pada 10 Mei 2026, pemerintah Teheran melalui jalur mediasi Pakistan telah mengirimkan proposal terbaru kepada Washington terkait konflik dan negosiasi nuklir yang terus berlangsung.

Namun, berdasarkan laporan The Washington Post yang mengutip sumber internal pemerintahan, proposal tersebut justru menolak tuntutan utama Amerika Serikat dan Israel, yakni pembongkaran fasilitas pengayaan uranium Iran.

Tak lama setelah laporan itu dipublikasikan, Presiden Donald Trump langsung memberikan reaksi keras melalui platform media sosial Truth Social.

Trump menulis bahwa dirinya “sangat tidak puas” dengan respons yang diberikan Iran.

Ia menyebut proposal tersebut sama sekali tidak dapat diterima dan menuduh Iran selama puluhan tahun telah mempermainkan Amerika Serikat maupun negara-negara lain.

Dalam unggahannya, Trump mengatakan bahwa Iran selama 47 tahun terus membuat Amerika menunggu, menyerang kepentingan AS melalui perang proksi, menindas demonstran dalam negeri, hingga mengeksekusi puluhan ribu warga sipil yang disebutnya tidak bersalah.

Trump menegaskan bahwa era ketika Iran dapat “tertawa” atas Amerika kini telah berakhir.

Trump Ancam Rebut Seluruh Uranium Iran

Pada hari yang sama, Trump kembali memperkeras sikapnya terhadap program nuklir Iran.

Dalam wawancara program televisi Full Measure with Sharyl Attkisson yang dikutip New York Post, Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat pada akhirnya akan menguasai seluruh sisa uranium yang diperkaya milik Iran beserta material nuklir lainnya.

Ia menegaskan bahwa pengawasan terhadap fasilitas nuklir Iran kini dilakukan tanpa henti selama 24 jam penuh.

Trump mengatakan bahwa Pasukan Antariksa Amerika Serikat saat ini memainkan peran utama dalam operasi pengawasan tersebut.

Menurutnya, teknologi pengawasan Amerika mampu mengidentifikasi siapa pun yang memasuki fasilitas nuklir Iran, termasuk nama, alamat, hingga identitas pribadi mereka.

Trump kemudian melontarkan ancaman terbuka dengan mengatakan bahwa siapa pun yang mendekati fasilitas tersebut akan diketahui dan dapat dihancurkan sewaktu-waktu.

Pernyataan itu memperlihatkan bahwa Washington kini tidak hanya mengandalkan tekanan diplomatik, tetapi juga mulai menampilkan kemampuan pengawasan dan serangan presisi sebagai bentuk intimidasi strategis terhadap Teheran.

Netanyahu: Perang Tidak Akan Berakhir Sebelum Uranium Iran Dipindahkan

Di tengah meningkatnya tekanan dari Washington, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga kembali mengeluarkan pernyataan keras terhadap Iran.

Menurut laporan South China Morning Post, dalam wawancara CBS yang ditayangkan pada malam 10 Mei 2026, Netanyahu menegaskan bahwa perang tidak akan benar-benar selesai selama Iran masih menyimpan uranium yang diperkaya dan tetap mempertahankan fasilitas pengayaan nuklirnya.

Ia menuntut agar seluruh material nuklir Iran dipindahkan keluar negeri serta fasilitas pengayaan uranium dibongkar sepenuhnya.

Pernyataan Netanyahu menunjukkan bahwa Israel tetap mempertahankan garis keras terhadap program nuklir Iran dan kemungkinan besar akan terus mendukung tekanan militer maupun diplomatik terhadap Teheran.

Drone Iran Serang Kapal Dagang Amerika di Teluk Persia

Ketegangan semakin memburuk setelah muncul laporan mengenai serangan drone Iran terhadap kapal dagang Amerika Serikat.

Menurut laporan Fox News, Ketua Grup Anhai Amerika, SV Anchang, menyatakan bahwa pada 10 Mei dua drone Iran menyerang kapal dagang Amerika bernama Niha di kawasan Teluk Persia.

Saat serangan terjadi, kapal tersebut sedang berlabuh dalam kondisi kosong di dekat Doha, Qatar.

Sebanyak 23 awak kapal berada di atas kapal ketika serangan berlangsung, tetapi tidak ada korban jiwa maupun luka-luka yang dilaporkan.

Insiden ini menjadi salah satu serangan langsung terbaru terhadap kepentingan maritim Amerika sejak konflik di kawasan Teluk kembali meningkat beberapa minggu terakhir.

Qatar, UEA, dan Kuwait Jadi Sasaran Drone dan Rudal

Tidak hanya menyerang kapal dagang Amerika, Iran juga dituduh melancarkan serangan terhadap beberapa negara Timur Tengah lainnya.

Pada Minggu dini hari, 10 Mei 2026, Kementerian Pertahanan Qatar mengonfirmasi bahwa sebuah kapal kargo di wilayah perairannya diserang drone hingga terbakar.

Kapal tersebut diketahui berangkat dari Abu Dhabi dan diserang di wilayah timur laut Pelabuhan Mesaieed, Qatar.

Serangan menyebabkan kebakaran kecil di atas kapal, tetapi tidak menimbulkan korban jiwa.

Militer Qatar menyatakan investigasi mendalam sedang dilakukan untuk memastikan asal drone serta motif penyerangan tersebut.

Sementara itu, militer Uni Emirat Arab mengumumkan berhasil menembak jatuh dua drone Iran yang memasuki wilayah udaranya.

Kuwait juga menyatakan berhasil menghancurkan beberapa drone musuh pada Minggu dini hari.

Rangkaian insiden ini menunjukkan bahwa konflik tidak lagi terbatas pada Iran dan Amerika Serikat, tetapi mulai meluas ke negara-negara Teluk lainnya.

CENTCOM: AS Terus Perketat Blokade Laut Iran

Sebelumnya, pada Sabtu, 9 Mei 2026, Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan bahwa sejak dimulainya blokade laut pada 13 April 2026, militer AS telah berhasil mengalihkan jalur 58 kapal dagang dan melumpuhkan empat kapal yang mencoba menerobos blokade.

Militer Amerika menegaskan bahwa operasi blokade terhadap Iran akan terus dilanjutkan.

Pernyataan itu memperlihatkan bahwa Washington tetap berkomitmen memperketat tekanan ekonomi dan logistik terhadap Teheran.

Trump sebelumnya juga pernah menyatakan di Gedung Putih bahwa apabila negosiasi tidak menunjukkan perkembangan berarti, Amerika Serikat siap kembali menjalankan program pengawalan kapal dagang di Selat Hormuz bahkan memperluas operasi militer untuk meningkatkan tekanan terhadap Iran.

Iran Diduga Buang Jutaan Barel Minyak ke Laut

Di tengah tekanan ekonomi dan militer yang terus meningkat, Iran kini menghadapi masalah baru di sektor energi.

Menurut laporan Fox News, citra satelit terbaru menunjukkan adanya tumpahan minyak dalam jumlah sangat besar di dekat Pulau Kharg, salah satu pusat ekspor minyak utama Iran.

Laporan itu menyebut kapasitas penyimpanan minyak Iran saat ini sudah hampir penuh akibat hambatan ekspor dan blokade internasional.

Masyarakat Iran juga disebut mulai melakukan penyelundupan minyak secara besar-besaran, tetapi upaya tersebut tidak cukup untuk mengatasi penumpukan produksi minyak mentah.

Beberapa laporan bahkan menyebut Iran diduga sengaja membuang sebagian minyak produksinya langsung ke laut dengan menyamarkan aktivitas tersebut sebagai transfer minyak antar kapal tanker.

Tuduhan “Kejahatan Lingkungan” terhadap Iran

Tindakan tersebut langsung menuai kecaman keras dari berbagai pihak.

Pendiri perusahaan teknologi AI sekaligus CEO bernama Martin menyebut tindakan Iran sebagai bentuk “kejahatan lingkungan”.

Ia mengatakan bahwa pembuangan minyak secara sengaja ke laut merupakan bentuk perusakan ekologi besar-besaran yang sedang berlangsung.

Komentator Fox News, Jesse Watters, juga menggambarkan situasi Iran sebagai kondisi yang sudah sangat terdesak.

Ia menyatakan bahwa serangan udara kini menerangi garis pantai Iran sementara minyak terus tumpah ke seluruh kawasan selat.

Menurutnya, Presiden Trump kemungkinan besar tidak akan tinggal diam menghadapi perkembangan tersebut.

Timur Tengah Semakin Dekat ke Titik Ledakan Besar

Dengan negosiasi nuklir yang kembali menemui jalan buntu, ancaman militer Amerika yang semakin terbuka, serangan drone lintas negara, serta krisis energi yang menghantam Iran, situasi Timur Tengah kini dinilai memasuki salah satu fase paling berbahaya dalam beberapa tahun terakhir.

Selat Hormuz sebagai jalur energi paling vital dunia kembali berada di ambang konflik besar yang dapat memicu dampak global, mulai dari lonjakan harga minyak hingga potensi konfrontasi militer berskala lebih luas antara Iran, Amerika Serikat, dan sekutu-sekutunya di kawasan Teluk. (***)

Bandar Abbas Meledak Tengah Malam! Kapal Tanker Iran Terbakar, Selat Hormuz Lumpuh Total

EtIndonesia. Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat tajam pada 9 Mei 2026, setelah kota pelabuhan strategis Bandar Abbas di Iran dilaporkan diguncang ledakan besar pada malam hari. Insiden tersebut terjadi di tengah memanasnya konflik di Selat Hormuz yang dalam beberapa pekan terakhir telah menjadi pusat konfrontasi antara Iran dan Amerika Serikat.

Menurut keterangan warga setempat, ledakan terdengar sangat keras dan memicu kepanikan di sejumlah wilayah kota. Hingga kini belum ada penjelasan resmi yang benar-benar memastikan penyebab ledakan tersebut. Sebagian laporan menduga ledakan berasal dari serangan baru terhadap fasilitas strategis Iran, sementara sumber lain menyebut kemungkinan ledakan dipicu oleh amunisi sisa perang yang belum meledak dan kemudian meledak secara tidak sengaja.

Bandar Abbas sendiri merupakan salah satu kota pelabuhan paling penting milik Iran dan memiliki posisi sangat strategis di kawasan Selat Hormuz. Kota ini menjadi pusat aktivitas militer dan perdagangan energi Iran, sekaligus jalur vital yang menghubungkan ekspor minyak dan gas dunia menuju pasar internasional.

Dalam satu minggu terakhir, kawasan Bandar Abbas dan wilayah sekitarnya memang terus berada dalam tekanan besar. Beberapa ledakan sebelumnya disebut berasal dari operasi militer Amerika Serikat, sementara sejumlah insiden lain masih diselimuti misteri karena tidak ada pihak yang mengaku bertanggung jawab.

Empat Kapal Tanker Iran Terbakar di Teluk Jask

Pada hari yang sama, situasi di Selat Hormuz juga kembali memburuk setelah citra satelit terbaru menunjukkan empat kapal tanker minyak Iran mengalami kebakaran di wilayah Teluk Jask bagian timur.

Kapal-kapal tersebut diketahui sebelumnya pernah menjadi sasaran serangan militer Amerika Serikat. Dalam citra yang beredar, salah satu kapal tanker jenis Suezmax terlihat mengalami kebakaran hebat dengan asap hitam membumbung tinggi ke udara.

Sebuah kapal pemadam kebakaran tampak berusaha mendekati tanker super besar lain yang terus mengeluarkan asap tebal. Sementara itu, satu kapal tanker lainnya terlihat terbakar perlahan tanpa kobaran api besar, namun terus mengeluarkan asap dan mulai mengalami kebocoran bahan bakar.

Yang paling menyita perhatian dunia internasional adalah lokasi kapal-kapal tersebut berada tepat di depan pangkalan Angkatan Laut Garda Revolusi Iran.

Dari citra satelit juga terlihat bahwa seluruh kapal sebenarnya berada tidak jauh dari garis pantai, namun tidak ada satu pun yang menunjukkan tanda-tanda bergerak. Seluruh kapal tampak lumpuh dan terus mengeluarkan asap hitam.

Banyak analis menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa serangan Amerika Serikat benar-benar berhasil melumpuhkan armada tanker Iran di kawasan tersebut.

Garda Revolusi Iran Ancam Balas Serangan

Menyusul insiden itu, Angkatan Laut Garda Revolusi Iran pada 9 Mei mengeluarkan peringatan keras kepada pihak-pihak yang menyerang kapal tanker Iran.

Mereka menegaskan bahwa setiap serangan terhadap kapal Iran akan dibalas dengan aksi militer balasan.

Namun situasi di lapangan menunjukkan bahwa target serangan kini tampaknya bukan lagi sekadar kapal yang melintas di jalur pelayaran internasional, melainkan juga pelabuhan-pelabuhan penting Iran di sepanjang pesisir Teluk Persia.

Tekanan terhadap Tehran semakin besar karena di satu sisi Iran masih menolak proposal perdamaian yang diajukan Amerika Serikat, tetapi di sisi lain pemerintah Iran terus berusaha mencari dukungan dari negara-negara kawasan Teluk.

Kapal LNG Qatar Berhasil Melintas, Kendali Iran Dipertanyakan

Di tengah meningkatnya ketegangan tersebut, laporan terbaru Bloomberg menyebut sebuah kapal pengangkut gas alam cair (LNG) milik Qatar telah menyelesaikan proses pemuatan di Ras Laffan pada awal Mei dan kini berlayar melalui jalur utara dekat Pulau Qeshm dan Pulau Larak.

Menurut laporan yang beredar, jalur tersebut disebut sebagai rute yang telah mendapatkan izin khusus dari Iran.

Namun muncul pertanyaan besar mengenai kemampuan Iran dalam mengendalikan Selat Hormuz.

Banyak pihak kini menilai bahwa kapal Qatar itu bukan “dibiarkan lewat” oleh Iran, melainkan Iran sudah tidak lagi memiliki kemampuan penuh untuk melakukan pencegatan terhadap kapal asing.

Apabila kapal LNG Qatar tersebut benar-benar berhasil melintasi Selat Hormuz dengan aman, maka itu akan menjadi ekspor LNG pertama Qatar melalui jalur tersebut sejak konflik pecah pada Februari 2026 lalu.

Sejumlah analis juga menyoroti kontradiksi besar yang terjadi di lapangan.

Mereka menilai, apabila Iran benar-benar masih menguasai Selat Hormuz sepenuhnya, maka seharusnya tidak akan muncul situasi di mana kapal-kapal tanker Iran sendiri justru terbakar dan lumpuh, sementara kapal negara lain dapat melintas dengan aman.

Karena itu, mulai muncul dugaan kuat bahwa Iran kemungkinan besar telah kehilangan kendali efektif atas sebagian wilayah Selat Hormuz.

Rubio dan Utusan Khusus AS Bertemu Perdana Menteri Qatar

Di tengah situasi yang semakin rumit, laporan terbaru Axios menyebut Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, bersama utusan khusus AS Steve Witkoff pada 9 Mei 2026 bertemu dengan Perdana Menteri Qatar di Miami.

Pertemuan tersebut disebut membahas kembali upaya mendorong tercapainya kesepakatan damai dengan Iran, sekaligus membicarakan stabilitas jalur energi global di kawasan Teluk.

Washington sendiri disebut masih memberikan tambahan waktu kepada Tehran untuk mempertimbangkan proposal perdamaian Amerika Serikat. Namun Presiden Donald Trump sebelumnya telah menegaskan bahwa waktu tersebut tidak akan diberikan tanpa batas.

Iran Mulai Menargetkan Kabel Internet Bawah Laut

Di saat tekanan militer terus meningkat, Iran kini disebut mulai menggunakan strategi baru di Selat Hormuz dengan mengkombinasikan tekanan militer dan kontrol infrastruktur digital.

Media Garda Revolusi Iran, Fars News Agency, pada 9 Mei melaporkan bahwa Iran telah “menguasai sepenuhnya” tujuh jalur kabel internet bawah laut yang melintasi Selat Hormuz.

Iran bahkan menyatakan bahwa seluruh operator asing wajib mengajukan izin kepada Tehran, membayar biaya transit, dan mematuhi apa yang mereka sebut sebagai “hukum Iran”.

Langkah tersebut memicu kekhawatiran internasional karena kabel-kabel bawah laut itu merupakan jalur utama lalu lintas data digital antara Eropa, kawasan Teluk, dan Asia.

Kabel tersebut sangat penting bagi aktivitas internet, layanan perbankan, komunikasi digital, hingga layanan cloud di negara-negara Teluk.

Iran juga mengklaim akan menggunakan perusahaan domestiknya untuk menjalankan “hak kontrol eksklusif” atas pengelolaan dan pemeliharaan kabel-kabel tersebut.

Sebelumnya, Garda Revolusi Iran memang pernah mengancam bahwa infrastruktur kabel bawah laut di kawasan dapat dijadikan target serangan apabila konflik terus meningkat.

Meski demikian, hingga kini klaim Iran mengenai penguasaan penuh terhadap jaringan kabel bawah laut tersebut masih sulit diverifikasi secara independen.

Selat Hormuz Nyaris Lumpuh Total

Menurut informasi terbaru yang beredar pada 9 Mei 2026, volume pelayaran komersial di Selat Hormuz dalam 24 jam terakhir dilaporkan turun hingga nol.

Artinya, tidak ada satu pun kapal dagang yang tercatat melintas di jalur laut strategis tersebut.

Situasi ini menunjukkan bahwa krisis di Selat Hormuz kini telah memasuki fase yang jauh lebih serius dibanding sebelumnya.

Bukan hanya kapal dagang asing yang kesulitan melintas, tetapi bahkan kapal Iran sendiri disebut telah dicegat sepenuhnya oleh kekuatan militer Amerika Serikat.

Sejumlah pengamat menilai langkah Iran saat ini kemungkinan merupakan bagian dari strategi tawar-menawar menjelang negosiasi lanjutan dengan Washington.

Namun sampai saat ini, hasil akhir pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran masih belum menunjukkan kepastian yang jelas, sementara situasi militer di kawasan terus bergerak menuju kondisi yang semakin berbahaya. (***)

FHTB 2026 Sukses Gelar Lebih dari 700 Business Matching, Dorong Pariwisata Indonesia Timur

BALI – Pameran Food, Hotel & Tourism Bali (FHTB) 2026 yang berlangsung pada 28–30 April 2026 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) berhasil memfasilitasi lebih dari 700 business matching dalam tiga hari. Ajang dua tahunan yang diselenggarakan oleh PT Pamerindo Indonesia ini menjadi katalis utama pertumbuhan industri hospitality, F&B, dan pariwisata, khususnya di kawasan Indonesia Timur.

Lebih dari 200 perusahaan exhibitor dari 14 negara turut serta, menampilkan ragam inovasi produk dan layanan. Di antaranya Nano Logistic, PT Rotaryana Prima, Haengnam Sejahtera Indonesia, Sarika Gourmet Coffee Co. PTE LTD, dan berbagai perusahaan terkemuka lainnya.

Dampak Nyata bagi Ekonomi Pariwisata Bali

Portofolio Director FHTB 2026, Meysia Stephanie, menyampaikan bahwa tingginya partisipasi mencerminkan keseriusan pelaku industri mengikuti tren global.

“Keberhasilan FHTB 2026 menjadi bukti nyata bahwa industri hospitality terus bergerak dinamis. Ini sejalan dengan misi kami untuk membuka peluang bisnis yang lebih luas, dengan Bali sebagai pusat pariwisata utama di Indonesia Timur,” ujarnya.

Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Bali, lonjakan kunjungan wisatawan dari 3,6 juta (2024) menjadi 6,9 juta (2025) memperkuat permintaan terhadap sektor akomodasi dan F&B. Hal ini berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Bali sebesar 5,82% di tahun 2025 – tertinggi dalam tujuh tahun terakhir dan melampaui rata-rata nasional (5,11%).

I Wayan Sumarajaya, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, mengapresiasi penyelenggaraan FHTB 2026.

“FHTB 2026 merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas kekayaan kuliner Indonesia, khususnya Bali, sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM dan ekonomi pariwisata. Kami berharap ajang ini semakin memperkuat peran kuliner sebagai daya tarik utama pariwisata Bali,” terangnya.

Kompetisi dan Workshop Tingkatkan Kompetensi SDM

Beragam program unggulan menjadi wadah bagi profesional untuk menunjukkan kemampuan di kancah internasional. The 13th Salon Culinaire Bali yang diselenggarakan Bali Culinary Professional (BCP) melahirkan pemenang Dewata Gastronomic Challenge dari Four Season Jimbaran, disusul The Laguna Nusa Dua (1st runner up) dan Mandapa, a Ritz Carlton Reserve (2nd runner up).

Di sektor minuman, kompetisi Barista Female Creation oleh Last Brew menampilkan talenta barista perempuan inspiratif. Dari 12 finalis, tiga pemenang utama ditetapkan: Putri Shelifa Efriana (Gold), Ni Luh Ayu Sukreni (Silver), dan Meilinda Dhinny (Bronze).

Indonesia Sommelier Association (ISA) menghadirkan Wine Masterclass dan Blind Tasting Challenge. Ketua ISA, Togu Sahat, menyatakan bahwa pengalaman belajar yang interaktif menjadi nilai tambah bagi peserta. Sepanjang FHTB 2026, ISA menyelenggarakan enam sesi masterclass, termasuk Piedmont: Italy’s Most Refined Region.

Komitmen Keberlanjutan Ramah Lingkungan

FHTB 2026 menetapkan standar baru dalam pameran berkelanjutan. Meysia menjelaskan seluruh rangkaian acara dirancang untuk meminimalkan dampak lingkungan, antara lain:

  • Penggunaan material ramah lingkungan dan energi terbarukan.
  • Kolaborasi dengan Z Bio mengolah sisa makanan menjadi pupuk dan pakan ternak bagi petani lokal.
  • UCollect Station bersama Noovoleum untuk daur ulang minyak jelantah.
  • Titik isi ulang air minum oleh WATERHUB (gerakan #BringYourOwnTumbler).
  • Inisiatif Better Stands – booth modular yang dapat digunakan kembali.

Seminar keberlanjutan turut digelar, seperti “Sustainable & Impactful Food Management” oleh Scholars of Sustenance (SOS) dan “Future-Proofing Hospitality Through Sustainable Practices” oleh Bali Restaurant & Café Association (BRCA). Sejak 2017, SOS telah menyelamatkan lebih dari 21 juta kilogram makanan dan menjangkau lebih dari 1 juta penerima manfaat.

Dukungan Pertanian Organik Bali

Pemerintah Provinsi Bali terus mendorong pertanian organik. Saat ini sekitar 70% lahan sawah di Bali telah beralih ke sistem organik, ditargetkan mencapai 100% pada 2028. Hal ini menciptakan nilai tambah bagi produk kuliner lokal sekaligus memperkuat positioning Bali sebagai destinasi wellness tourism berbasis keberlanjutan.

Penutup dan Agenda Mendatang

FHTB 2026 menegaskan perannya sebagai platform strategis yang mempertemukan pelaku industri dan pemasok dalam satu ekosistem kolaboratif. Meysia menambahkan bahwa pihaknya berkomitmen terus menghadirkan dampak positif secara lingkungan, sosial, dan ekonomi.

“Sebagai bagian dari Informa Markets, kami berkomitmen untuk terus menghadirkan dampak positif melalui penyelenggaraan pameran seperti FHTB,” simpul Meysia.

Ajang berikutnya, Food and Hospitality Indonesia (FHI), akan digelar pada 22–25 Juli 2026 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui www.fhtbali.com atau media sosial @fhtbali.

Batu Ruby Berkualitas Tinggi Seberat 2,2 Kg Ditemukan di Myanmar, Diperkirakan Bernilai Jutaan Dolar AS

EtIndonesia. Myanmar baru-baru ini menemukan sebuah batu ruby raksasa seberat 11.000 karat (sekitar 2,2 kilogram). Berdasarkan perkiraan, batu ruby berkualitas tinggi tersebut bernilai setidaknya jutaan dolar AS.

Menurut laporan media asing seperti Mining Weekly, pemerintah Myanmar baru-baru ini mengeluarkan pernyataan bahwa batu ruby tersebut ditemukan secara tidak sengaja oleh para penambang di wilayah Mogok, Provinsi Mandalay. Dengan berat mencapai 11.000 karat, batu ini menjadi batu permata terbesar kedua yang pernah ditemukan dalam sejarah Myanmar.

Dalam pernyataan resmi tersebut, pemerintah tidak mengungkap identitas penemu maupun perkiraan nilai pasti batu ruby itu, tetapi menggambarkannya sebagai “berukuran luar biasa besar dan sangat langka”. Pemerintah juga menekankan bahwa warna dan kualitasnya bahkan lebih unggul dibanding batu ruby yang ditemukan di wilayah yang sama 30 tahun lalu.

Sertifikat yang dikeluarkan lembaga pengujian resmi Myanmar menunjukkan bahwa ruby yang ditemukan kali ini “berwarna merah keunguan dengan dasar warna kekuningan dan dianggap memiliki tingkat kualitas warna yang sangat tinggi”.

Batu permata tersebut memiliki kilau seperti kaca yang sangat baik dan berada dalam “kondisi sepenuhnya alami”, tanpa melalui proses pemanasan ataupun rekayasa buatan.

Meskipun nilai pastinya sulit diperkirakan, berdasarkan rekor lelang ruby dunia sebelumnya, batu ini diperkirakan bernilai setidaknya jutaan dolar AS.

Saat ini, ruby tersebut telah dibawa ke ibu kota Myanmar, Yangon, dan berada di bawah kendali pemerintah pusat Myanmar. Presiden Myanmar Min Aung Hlaing pada 8 Mei secara langsung memeriksa batu permata tersebut di kantornya.

Menurut laporan, Myanmar dikenal sebagai negara penghasil batu permata terkenal di dunia. Sekitar 90% produksi ruby dunia berasal dari Myanmar, terutama dari wilayah Mogok dan Mong Hsu. Ruby Mogok secara umum dianggap sebagai jenis ruby termahal di dunia.

Sebelumnya, kawasan tambang Mogok juga pernah menemukan ruby raksasa tingkat nasional pada tahun 1990, 1996, dan 2022. Di antaranya, batu ruby yang ditemukan pada tahun 1996 memiliki berat mencapai 21.450 karat yang mencengangkan, sementara penemuan kali ini menempati peringkat kedua berdasarkan beratnya.

Sumber : NTDTV.com

Berbahaya! Seorang Wisatawan Rusia Tidak Bisa Berjalan Setelah Diserang Udang Mantis, Sempat Dilarikan ke Rumah Sakit 

EtIndonesia. Seorang pria asal Rusia baru-baru ini mengalami insiden mengejutkan saat berwisata di lokasi menyelam populer di Thailand. Ia terkena serangan seekor Mantis atau sentadu yang menyebabkan kakinya mengalami nyeri hebat hingga tidak bisa berjalan, sehingga harus segera dibawa ke darat dan dilarikan ke rumah sakit oleh rekan-rekannya.

Menurut laporan media Rusia, pada hari kejadian wisatawan Rusia tersebut sedang menikmati aktivitas menyelam di salah satu lokasi populer di Thailand dan sama sekali tidak menyangka akan diserang hewan laut itu.

Dilaporkan bahwa pria tersebut melakukan kontak jarak dekat dengan udang mantis saat menyelam. Karena merasa terancam, hewan tersebut menyerangnya dan menyebabkan cedera pada bagian kaki.

Menurut saksi mata, situasi saat itu sangat darurat. Korban kesulitan berdiri karena rasa sakit yang luar biasa, dan beruntung rekan-rekannya segera membantunya menuju rumah sakit.

Meski telah mendapat pertolongan medis tepat waktu, pria tersebut masih memerlukan perawatan lanjutan untuk memastikan lukanya sembuh dengan baik.

Peristiwa ini memicu perbincangan luas di media sosial. Ada netizen yang bercanda mengatakan pria itu “kena totokan” udang mantis, sementara yang lain mengaku terkejut dan baru menyadari betapa agresifnya hewan tersebut.

Udang mantis, yang juga dikenal sebagai “udang lipan laut”, umumnya hidup di perairan tropis dan subtropis. Hewan ini memiliki kecepatan serangan yang sangat tinggi. Capitnya yang kuat ibarat “dua tinju” yang mampu menghasilkan daya hantam luar biasa hingga dapat memecahkan cangkang bahkan kaca.

Saat menyerang mangsa, udang mantis dapat melontarkan “tinju”-nya hanya dalam sepersepuluh ribu detik. Kekuatan pukulannya dapat mencapai hingga 60 kilogram, cukup kuat untuk memecahkan kaca bahkan mematahkan jari manusia.

Perlu dicatat bahwa kasus udang mantis menyerang manusia bukan pertama kali terjadi. Beberapa tahun lalu juga pernah dilaporkan ada orang yang mengalami cedera serius akibat kontak langsung atau mencoba menangkap hewan laut ini, termasuk ibu jari yang tertembus dan kerusakan saraf.

Para ahli mengingatkan bahwa meskipun udang mantis tampak tidak berbahaya, orang-orang tetap harus berhati-hati dan menghindari terlalu dekat dengannya di habitat aslinya.

Sumber : NTDTV.com

Komisi Cuma 12%, inDrive Sambut Perpres Ojol: “Jangan Batasi Fleksibilitas Kami, Ajak Pemerintah Dialog Terbuka!”

0

Jakarta, 11 Mei 2026 – Di tengah euforia terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pengemudi Transportasi Online, satu nama mencuat dengan sikap yang cukup berani sekaligus konstruktif: inDrive.

Platform transportasi online global yang telah mengaspal di lebih dari 70 kota di Indonesia ini tidak hanya menyambut baik regulasi baru tersebut, tetapi juga secara gamblang mengingatkan pemerintah agar proses implementasinya tidak kaku dan melibatkan semua pihak.

Sebab, bagi inDrive, keadilan bukan sekadar wacana—mereka sudah membuktikannya sejak 2019 dengan kebijakan komisi rendah yang hingga kini hanya maksimal 12 persen, baik untuk roda dua maupun roda empat.

“Kami Sudah Paling Kompetitif”

Saat banyak platform lain masih berdebat soal besaran potongan, inDrive justru sudah jauh di depan. Dengan komisi maksimal 12%, inDrive mengklaim sebagai platform dengan struktur biaya paling ramah pengemudi di Indonesia.

Namun, di balik dukungan penuh terhadap Perpres, inDrive menyelipkan satu pesan penting: penetapan batas komisi tidak boleh dibuat secara kaku tanpa melihat ekosistem secara holistik.

Menurut inDrive, harga dalam industri berbasis platform adalah hasil keseimbangan dinamis antara kepentingan penumpang, pengemudi, dan platform itu sendiri. Jika batas komisi dipatok terlalu rendah tanpa ruang fleksibilitas, inDrive khawatir hal itu justru akan membunuh inovasi dan membatasi kemampuan perusahaan menutup biaya operasional serta pengembangan teknologi.

Panggilan untuk Dialog, Bukan Dikte

Rio Aristo, Country Manager inDrive Indonesia, dengan tegas menyatakan:

“Kami menyambut baik Perpres ini. Tapi regulasi yang baik adalah regulasi yang lahir dari proses partisipatif. Jangan sampai aturan turunannya malah membatasi ruang gerak ekosistem. inDrive siap duduk satu meja dengan Kemenhub, Komdigi, Kemenko Perekonomian, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memberikan masukan teknis yang substantif.”

Rio menambahkan, inDrive tidak ingin sekadar menjadi penurut regulasi, tetapi ingin menjadi mitra strategis pemerintah dalam menciptakan ekosistem ojol yang adil, berkelanjutan, dan tetap berdaya saing di era digital.

Perlindungan Sosial dan Daya Saing: Dua Sisi Mata Uang

Selain soal komisi, inDrive juga menyoroti pentingnya kerangka perlindungan sosial bagi pengemudi. Mereka mendorong agar peraturan turunan Perpres ini mengatur secara jelas mekanisme jaminan sosial, tanpa membebani pengemudi secara berlebihan.

inDrive percaya, perlindungan pengemudi dan daya saing ekosistem digital harus berjalan beriringan. Tidak boleh ada yang dikorbankan.

“Kami hadir bukan hanya sebagai pelaku industri, tetapi sebagai partner strategis dalam mewujudkan ekosistem digital yang adil, berdaya saing, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Indonesia,” pungkas Rio.

Kesimpulan: Angin Segar atau Tantangan Baru?

Terbitnya Perpres Ojol disambut luas sebagai angin segar bagi kesejahteraan pengemudi. Namun, pernyataan inDrive kali ini menjadi pengingat bahwa regulasi yang terlalu kaku bisa menjadi pedang bermata dua.

Pertanyaannya sekarang: apakah pemerintah akan membuka ruang dialog seluas-luasnya, atau justru memilih jalan cepat dengan aturan yang bersifat top-down? inDrive tampaknya sudah menyiapkan diri untuk mengawal proses ini hingga akhir.

Trump: Pasukan Luar Angkasa AS Sedang Memantau Lokasi Penyimpanan Uranium Diperkaya Iran

EtIndonesia. Terkait Iran, militer Iran baru-baru ini mengklaim telah sepenuhnya siap melindungi fasilitas nuklir tempat penyimpanan uranium yang diperkaya. Presiden AS Donald Trump memperingatkan bahwa Amerika Serikat sedang memantau ketat uranium tersebut dan cepat atau lambat akan mendapatkannya.

Trump dalam wawancara kemarin menyatakan bahwa pasukan United States Space Force sedang memantau uranium yang diperkaya milik Iran yang terkubur jauh di bawah reruntuhan.

Ia mengatakan bahwa jika ada orang yang mendekati lokasi tersebut, pihak AS akan mengetahui nama, alamat, bahkan nomor identitas yang dikenakan orang itu. Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat akan mengambil tindakan tegas untuk mencegah segala upaya pemindahan uranium yang diperkaya tersebut.

Menteri Perang AS, Pete Hegseth, pada konferensi pers di Pentagon  8 April lalu juga menyatakan bahwa uranium tersebut saat ini masih terkubur di bawah tanah dan pihak AS terus memantaunya dengan ketat.

Foto menunjukkan pada 17 November 2004, National Council of Resistance of Iran mengadakan konferensi pers di Wina dan memperlihatkan sebuah peta yang menandai lokasi fasilitas pengayaan uranium rahasia di timur laut Teheran. Organisasi oposisi tersebut pada hari Selasa menyatakan bahwa target Teheran adalah memproduksi bom atom tahun depan.

Sumber : NTDTV.com

Penumpang Kapal Pesiar Wabah Hantavirus Dipulangkan, Satu Orang Muncul Gejala Infeksi

EtIndonesia. Kapal pesiar Belanda “Hondius” mengalami wabah virus pada April lalu. Pada 10 Mei, para penumpang dan awak kapal turun secara bertahap dan kembali ke negara masing-masing. Pihak Prancis mengkonfirmasi bahwa satu orang menunjukkan gejala infeksi saat berada dalam penerbangan kembali ke Prancis.

Menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri Prancis, lima penumpang asal Prancis dari kapal pesiar tersebut tiba di sebuah rumah sakit di wilayah utara Paris pada Minggu pagi.

Mereka akan menjalani isolasi selama 72 jam untuk pemeriksaan menyeluruh, lalu melanjutkan karantina mandiri di rumah selama 45 hari.

Pejabat menyatakan bahwa para penumpang itu tiba di Pulau Tenerife, Spanyol, pada pagi hari 10 Mei tanpa menunjukkan gejala infeksi. Mereka kemudian diantar menggunakan bus militer menuju bandara untuk pulang tanpa melakukan kontak dengan masyarakat umum.

“Tujuan kami adalah menurunkan seluruh penumpang kecuali 30 awak kapal, agar proses pemulangan dapat selesai sebelum pukul 7 malam besok. Setelah itu kapal akan melanjutkan pelayaran. Kami juga berencana menempatkan seorang tenaga medis tambahan di kapal, kemungkinan seorang perawat dari Belanda, untuk mendukung 30 awak kapal yang akan berlayar menuju Belanda,” ujar Direktur sementara Departemen Manajemen Ancaman Epidemi World Health Organization, Maria Van Kerkhove. 

Menteri Kesehatan Prancis mengatakan bahwa masa inkubasi hantavirus mencapai enam minggu. Oleh karena itu, penumpang yang menunjukkan gejala akan menjalani isolasi selama enam minggu guna memastikan apakah benar terinfeksi hantavirus.

Saat ini, Turki, Inggris, Irlandia, dan negara lainnya telah menjemput wisatawan mereka dari kapal “Hondius” di Spanyol.

Dugaan Hantavirus Hasil Rekayasa Laboratorium, Vaksin PKT Menimbulkan Kecurigaan

Kapal pesiar “MV Hondius” berangkat dari Argentina pada 1 April. Berdasarkan data WHO yang diumumkan pada 7 Mei, terdapat delapan orang di kapal yang terinfeksi dan tiga di antaranya meninggal dunia. Dari delapan kasus tersebut, lima dipastikan terinfeksi hantavirus tipe Andes.

Sementara itu, pada Maret tahun ini, Universitas Kedokteran Militer Angkatan Udara PKT pernah mempublikasikan secara besar-besaran artikel yang mengklaim berhasil mengembangkan vaksin asam nukleat untuk hantavirus. Artikel tersebut baru-baru ini kembali beredar di internet. Penelitian itu didukung oleh Program Riset dan Pengembangan Utama Nasional Tiongkok serta Dana Nasional Ilmu Pengetahuan Alam Tiongkok.

Pihak luar menduga wabah hantavirus kali ini mungkin terkait dengan laboratorium PKT, dan tidak menutup kemungkinan merupakan hasil rekayasa buatan manusia yang kemudian bocor secara tidak sengaja.

Dilaporkan oleh reporter NTD Television, Yu Liang.


Kapal Pesiar yang Dijangkiti Hantavirus Bersandar di Spanyol, Penumpang Dikarantina dan Dipulangkan

Pada 10 Mei, kapal pesiar yang terjangkit wabah, “Hondius”, tiba di Pulau Tenerife di Kepulauan Canary, Spanyol. Para penumpang mulai turun dari kapal dan menjalani prosedur karantina serta pemulangan ke negara masing-masing. Sebelumnya, Direktur Jenderal WHO juga menyampaikan pernyataan untuk menenangkan masyarakat dengan mengatakan bahwa risiko wabah saat ini sangat rendah.

EtIndonesia. Menteri Kesehatan Spanyol, Mónica García, mengatakan di lokasi bahwa seluruh penumpang dan awak kapal saat ini “tidak menunjukkan gejala”.

“Semua penumpang tidak bergejala. Yang pertama turun adalah warga negara Spanyol, dan pesawat transit mereka sudah siap,” ujarnya. 

Setelah itu, penumpang dari Belanda, Jerman, Belgia, Yunani, serta sebagian awak kapal akan dievakuasi. Berikutnya adalah penerbangan untuk mengevakuasi penumpang dari Kanada, Turki, Prancis, Inggris, Irlandia, dan Amerika Serikat.

Penerbangan terakhir dari Australia akan tiba besok untuk menjemput enam penumpang dari Australia, Selandia Baru, dan Jepang.

Kapal pesiar tersebut tidak akan bersandar langsung di pelabuhan, melainkan berlabuh di area jangkar. Penumpang dan sebagian awak kapal akan turun secara bertahap menggunakan perahu kecil menuju daratan, lalu menjalani pemeriksaan gejala dan karantina.

Pada Jumat, Direktur Jenderal World Health Organization, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyampaikan pernyataan kepada warga Tenerife untuk meredakan kekhawatiran masyarakat. Ia mengatakan bahwa setelah evaluasi yang cermat, WHO menilai risiko kesehatan masyarakat bagi penduduk setempat saat ini sangat rendah. Ia juga menegaskan bahwa hantavirus tipe Andes di kapal pesiar tersebut bukanlah “COVID-19 berikutnya”.

Sejak wabah merebak, sudah ada tiga orang meninggal dunia. Sebelumnya, lima penumpang yang turun di pelabuhan tujuan kapal di Cape Verde, Afrika Barat, juga dipastikan terinfeksi hantavirus.

Hantavirus tipe Andes merupakan satu-satunya jenis hantavirus yang diketahui dapat menular antar manusia dan memiliki tingkat kematian tinggi. Namun para ahli menilai kemampuan dan kecepatan penularannya relatif rendah, sementara ancaman utama tetap berasal dari kontak langsung dengan hewan pengerat yang terinfeksi.

Dilaporkan oleh reporter NTD, Zeng Wenxian dan Chi Xiao.

Mengapa Deretan Ilmuwan Top Tiongkok Berturut-turut Meninggal Dunia Secara Misterius?

Pakar terkemuka di bidang penginderaan jauh dan pemetaan Tiongkok, profesor Universitas Wuhan, Ke Tao, baru-baru ini meninggal dunia pada usia 48 tahun. Dalam beberapa tahun terakhir, kasus kematian mendadak ilmuwan Tiongkok serupa terus terjadi. Pengamat menilai bahwa sebagian dari mereka mungkin bunuh diri atau dibungkam karena terlibat kasus korupsi dalam pertarungan faksi dan garis politik Partai Komunis Tiongkok (PKT).

EtIndonesia. Menurut laporan media daratan Tiongkok, pada 6 Mei malam, talenta tingkat tinggi nasional PKT sekaligus profesor di Fakultas Teknik Informasi Penginderaan Jauh Universitas Wuhan, Ke Tao, meninggal dunia di Wuhan karena sakit pada usia 48 tahun.

Ke Tao merupakan pakar papan atas di bidang penginderaan jauh dan pemetaan di Tiongkok. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Institut Pengembangan Sains dan Teknologi Universitas Wuhan serta Direktur Institut Teknologi Canggih.

Selain Ke Tao, dalam beberapa tahun terakhir banyak ilmuwan top Tiongkok lainnya meninggal dunia secara misterius sehingga memicu berbagai spekulasi.

“Penjelasan pertama tentu saja kondisi kesehatan mereka memang kurang baik. Tetapi sistem industri militer sekarang diketahui penuh korupsi. Jadi mungkin ditambah kondisi fisik yang buruk, lalu khawatir diperiksa atau memang sedang diselidiki, sehingga kemungkinan mereka ‘takut sampai meninggal,” ujar pengamat politik Li Linyi. 

Li Linyi menganalisis bahwa sebagian dari mereka mungkin juga dibungkam karena mengetahui rahasia korupsi. Korupsi di sistem industri militer sangat serius dan langsung melibatkan petinggi PKT. Selain itu, tidak menutup kemungkinan terkait efek pasca-COVID atau efek samping vaksin.

 “Ini masih harus melihat penyebab kematian akhirnya seperti apa. Karena belakangan disebut banyak kasus penyakit jantung dan sebagainya yang disebabkan efek samping vaksin. Jadi semua kemungkinan itu ada,” ujarnya. 

Para ilmuwan top Tiongkok ini mencakup bidang teknologi penting seperti kecerdasan buatan (AI), drone, rudal balistik, senjata nuklir, semikonduktor, dan dirgantara. Misalnya:

  • Pada 24 Maret 2026, pakar terkenal mesin pesawat Tiongkok sekaligus profesor Fakultas Tenaga dan Energi Universitas Politeknik Northwestern, Yan Hong, meninggal di Rumah Sakit Rakyat Provinsi Jiangsu pada usia 57 tahun.
  • Pada 8 April 2025, pakar material nano berusia 41 tahun sekaligus profesor Universitas Ningxia, Li Haibo, meninggal mendadak karena sakit. Penyebab pastinya tidak diketahui.
  • Pada 5 Maret 2024, pendiri Pusat Penelitian Rekayasa Keamanan Big Data Guizhou, Liu Donghao, meninggal secara “tak terduga”.
  • Pada 15 Desember 2023, pendiri SenseTime sekaligus ilmuwan AI terkenal, Tang Xiao’ou, meninggal “karena sakit” pada usia 55 tahun. Namun di internet beredar rumor bahwa ia meninggal akibat melompat dari gedung.

Selain kematian mendadak, banyak pakar juga menghadapi penyelidikan resmi secara terbuka.

Menurut statistik yang tidak lengkap, sejak 2024 saja sudah ada 10 akademisi berlatar belakang industri militer dari Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok dan Akademi Teknik Tiongkok yang dicopot. Mereka termasuk:

  • Pakar kendali dan pemandu rudal Wei Yiyin, mantan wakil manajer umum China Aerospace Science and Industry Corporation.
  • Pakar radar Wu Manqing, mantan manajer umum China Electronics Technology Group.
  • Pakar senjata nuklir Zhao Xiangeng, mantan wakil presiden Akademi Teknik Tiongkok.
  • Desainer utama pesawat tempur J-20, Yang Wei, mantan wakil manajer umum Aviation Industry Corporation of China.

“Karena mereka adalah tokoh utama di bidang masing-masing, mereka menguasai banyak sumber daya di sektor militer dan industri pertahanan, baik sumber daya ekonomi maupun politik. Kepentingan mereka kemudian terikat dengan pejabat dari faksi tertentu, membentuk hubungan saling bergantung,” ujar pengamat politik yang berbasis di AS, Tang Jingyuan. 

Tang Jingyuan menilai bahwa apa yang disebut PKT sebagai “anti-korupsi” pada dasarnya adalah alat pembersihan faksi dan perjuangan politik. Para pakar top ini umumnya terlibat dalam kepentingan ekonomi besar dan terikat secara politik dengan pejabat dari berbagai faksi. Sebagian besar berasal dari keluarga biasa dan tidak memiliki latar belakang kuat seperti “generasi kedua elite merah”, sehingga ketika terjadi pembersihan faksi, mereka menjadi target pertama.

“Dalam situasi seperti ini, menurut saya banyak orang mungkin dibungkam karena alasan politik, atau demi melindungi atasan maupun keluarganya, akhirnya memilih mengakhiri hidup sendiri,” ujarnya. 

Dalam beberapa tahun terakhir, pertarungan internal PKT semakin memanas, dan pembersihan faksi atas nama anti-korupsi juga semakin keras. Contoh paling menonjol adalah penangkapan besar-besaran petinggi Pasukan Roket, serta penyelidikan terhadap pejabat tinggi sektor dirgantara dan industri militer. Dalam konteks ini, berbagai nasib yang menimpa para pakar PKT tersebut dianggap bukan sesuatu yang mengejutkan lagi.

Li Qian/Luo Ya/Tony – NTD

Iran Menanggapi Proposal Perdamaian, Trump : Sama Sekali Tidak Dapat Diterima

Perundingan antara Amerika Serikat dan Iran masih terus berlangsung. Pada 10 Mei, Iran menyerahkan tanggapan terhadap proposal perjanjian  damai melalui Pakistan. Presiden AS Donald Trump pada sore hari itu menanggapi bahwa ia telah membaca jawaban dari pihak yang disebut sebagai “perwakilan” Iran, dan menyatakan bahwa tanggapan tersebut “sama sekali tidak dapat diterima.” Selain itu, Iran pada 10 Mei juga kembali melancarkan serangan terhadap negara tetangga, sementara kapal dagang di Teluk Persia turut diserang.

EtIndonesia. Media Iran pada 10 Mei melaporkan bahwa Iran telah memberikan tanggapan atas proposal perdamaian Amerika Serikat dan menyerahkannya kepada Pakistan sebagai pihak mediator.

Kantor berita Reuters melaporkan bahwa baik AS maupun Iran berharap dapat lebih dulu mencapai sebuah nota perdamaian untuk menghentikan perang dan memulihkan kelancaran pelayaran di Selat Hormuz. Pada saat yang sama, kedua pihak juga membahas perjanjian yang lebih komprehensif guna menyelesaikan isu yang lebih rumit seperti senjata nuklir Iran.

Presiden Trump kemudian mengunggah pernyataan yang menuduh Iran selama 47 tahun terus memainkan politik dan menggunakan taktik mengulur waktu, serta menyakiti rakyat tak berdosa dan mengejek Amerika Serikat. Menurut Trump, kini mereka tidak bisa tertawa lagi.

Sekitar pukul 16.00 sore, Trump kembali mengunggah pernyataan singkat namun tegas. Ia berkata: “Saya baru saja membaca tanggapan dari apa yang disebut sebagai ‘perwakilan’ Iran. Saya tidak menyukai tanggapan itu — sama sekali tidak dapat diterima!”

Di tengah berlangsungnya perundingan damai, Iran kembali melancarkan serangan terhadap negara tetangga. Militer Kuwait menyatakan bahwa pada dini hari 10 Mei, beberapa drone Iran memasuki wilayah udara Kuwait. Ini merupakan pertama kalinya sejak gencatan senjata AS-Iran mereka mendeteksi drone musuh.

Awal pekan ini, sistem pertahanan udara Uni Emirat Arab juga berhasil mencegat dua rudal Iran dan tiga drone, yang menyebabkan tiga orang terluka.

Selain itu, ketenangan di Teluk Persia juga terganggu. Setelah Presiden Trump membatalkan rencana pengawalan kapal dagang karena pembatasan wilayah udara oleh Arab Saudi, sebuah kapal kargo curah diserang dan terbakar di perairan Doha pada 10 Mei. Untungnya tidak ada korban jiwa.

Laporan menyebutkan bahwa kapal tersebut sedang berlayar di Teluk Persia saat serangan terjadi, namun metode serangan masih dalam penyelidikan.

Meski demikian, blokade militer AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran tetap sangat ketat. Komando Pusat AS menyatakan bahwa saat ini lebih dari 20 kapal perang Amerika sedang menjalankan misi. Mereka telah memaksa 61 kapal dagang mengubah rute dan menenggelamkan 4 kapal dagang Iran.

Dari pihak Israel, Menteri Luar Negeri Gideon Sa’ar dalam wawancara dengan Newsmax memuji kepemimpinan Presiden Trump. Ia mengkonfirmasi bahwa sebelum perang pecah, mereka telah memperoleh intelijen mengenai pemindahan program nuklir Iran. Demi melindungi sekutu-sekutunya, Amerika Serikat terlebih dahulu mencoba berunding dengan Iran. Namun setelah gagal, Presiden Trump segera mengambil keputusan untuk menyerang fasilitas nuklir dan rezim Iran.

Dilaporkan oleh Li Jiayin, reporter NTD Television di AS

Militer AS Melumpuhkan Kapal Tanker Minyak Iran, Trump akan Mendorong Peningkatan Project Freedom  

EtIndonesia. Situasi di Timur Tengah terus memanas, dengan konfrontasi militer dan risiko keamanan yang semakin meningkat. Di satu sisi, Amerika Serikat terus memperkuat blokade laut dan tekanan militernya terhadap Iran. Di sisi lain, situasi keamanan di negara-negara Teluk juga mengalami perkembangan baru. Bahrain mengumumkan penangkapan 41 orang yang dituduh terkait dengan Garda Revolusi Iran.

Kantor Berita Nasional Bahrain melaporkan bahwa aparat keamanan baru-baru ini berhasil membongkar sebuah kelompok yang terkait dengan Garda Revolusi Iran dan menangkap 41 orang dalam operasi tersebut.

Pada saat yang sama, ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran terus meningkat. Presiden AS Donald Trump pada Jumat (8 Mei) mengatakan di Gedung Putih bahwa jika negosiasi AS-Iran tidak menunjukkan kemajuan, Washington tidak menutup kemungkinan untuk kembali menjalankan “Freedom Plan”, bahkan meluncurkan “Freedom Plan versi diperkuat” guna meningkatkan tekanan militer dan ekonomi terhadap Iran.

 “Jika situasi tidak berkembang, kami mungkin akan kembali ke Freedom Plan. Namun itu akan menjadi ‘Freedom Plan Plus’, yaitu Freedom Plan ditambah langkah-langkah lainnya,” kata  Trump.

Sumber dari pihak AS menyebutkan bahwa Wakil Presiden JD Vance pada Jumat bertemu Perdana Menteri Qatar Mohammed di Gedung Putih untuk membahas perkembangan negosiasi AS-Iran.

Gedung Putih saat ini sedang menunggu tanggapan Iran terhadap sebuah memorandum untuk mengakhiri perang. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan pihaknya berharap Iran dapat memberikan jawaban yang “mendorong negosiasi substantif”.

Sumber lain menyebutkan bahwa Qatar baru-baru ini kembali mengaktifkan upaya mediasi di balik layar dan berkoordinasi dengan Pakistan. Saat ini terdapat beberapa jalur komunikasi informal antara AS dan Iran. Qatar juga disebut terlibat melalui kontak dengan pihak-pihak yang terkait Garda Revolusi Iran dan dianggap Washington sebagai salah satu mediator penting.

AS Tingkatkan Operasi Militer terhadap Kapal Iran

Sementara itu, militer AS juga meningkatkan operasi terhadap kapal-kapal Iran.

Komando Pusat AS (CENTCOM) pada Jumat menyatakan bahwa sebuah jet tempur F/A-18 Super Hornet yang ditempatkan di kapal induk USS Bush melakukan serangan presisi terhadap dua kapal tanker kosong berbendera Iran di Teluk Oman.

Kapal yang menjadi sasaran adalah tanker “Sea Star III” dan “Saifda”. Militer AS menyebut kedua kapal itu sedang mencoba memasuki pelabuhan Iran, sehingga jet tempur langsung menyerang cerobong kapal untuk melumpuhkan kemampuan navigasinya.

Pihak AS menyatakan bahwa sejak 13 April, militer AS telah memaksa 58 kapal dagang mengubah jalur pelayaran dan melumpuhkan empat kapal yang melanggar blokade. Langkah tersebut bertujuan terus menghambat ekspor minyak Iran, dengan nilai minyak yang terdampak disebut melebihi 13 miliar dolar AS.

Komandan CENTCOM, Jenderal Cooper, mengatakan bahwa pasukan AS di Timur Tengah akan terus menjalankan blokade maritim terhadap Iran secara penuh.

Para analis menilai langkah AS ini bukan hanya untuk membatasi ekspor minyak Iran, tetapi juga untuk menekan kapasitas penyimpanan minyak dan ruang keuangan Iran.

Rusia Diduga Bantu Iran Bangun Kembali Kekuatan Militer

Namun demikian, sejumlah pejabat AS mengungkapkan bahwa Rusia diduga mengirim komponen drone dan perlengkapan militer ke Iran melalui jalur Laut Kaspia guna membantu membangun kembali kemampuan militernya.

Selain itu, Iran juga disebut mungkin akan memperkuat pengendalian atas Selat Hormuz, termasuk mengawasi kabel jaringan bawah laut internasional yang melintas di kawasan tersebut. Pengamat menilai Iran sedang berupaya menguasai jalur energi sekaligus jalur data untuk meningkatkan posisi strategisnya.

Di tengah meningkatnya ketegangan kawasan, militer Israel pada Jumat juga mengumumkan telah melancarkan serangan udara terhadap sejumlah gudang senjata Hizbullah dan pangkalan drone di Lebanon selatan, menunjukkan bahwa konflik di berbagai front Timur Tengah kini meningkat secara bersamaan.

Laporan gabungan reporter NTDTV, Yi Xin.

Kelompok Garis Keras Iran Hambat Kemajuan Kesepakatan AS-Iran, AS Mungkin Aktifkan Kembali Operasi Pengawalan

EtIndonesia. Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Jumat (9 Mei) mengatakan bahwa jika situasi dengan Iran tidak menunjukkan kemajuan, Amerika Serikat mungkin akan kembali menjalankan operasi pengawalan di Selat Hormuz. Laporan media menyebutkan bahwa ketika negosiasi AS-Iran memasuki tahap penting, sebuah kelompok garis keras di Iran yang jumlahnya tidak besar namun memiliki pengaruh kuat sedang meningkatkan upaya untuk menggagalkan potensi kesepakatan.

Saat ditanya mengenai tanggapan Iran terhadap proposal terbaru AS, Trump berkata:  “Kita lihat saja apa yang akan terjadi. Mereka sudah hampir tidak punya militer lagi, tinggal sedikit yang tersisa. Kita lihat bagaimana perkembangannya.”

Trump juga mengatakan bahwa AS mungkin akan menghidupkan kembali operasi pengawalan di Selat Hormuz.

 “Jika situasi tidak berkembang, kami mungkin akan memulai kembali ‘Project Freedom’, tetapi itu akan menjadi ‘Project Freedom Plus’, yaitu Project Freedom ditambah langkah-langkah lainnya.” katanya. 

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan:  “Sistem mereka (Iran) saat ini masih sangat terpecah dan sebagian juga tidak berjalan dengan baik. Itu mungkin menjadi hambatan. Saya berharap mereka mengajukan proposal yang serius, saya sungguh berharap demikian.”

Menurut laporan CNN, di tengah tekanan terhadap rezim Iran, pemerintah berusaha menunjukkan persatuan. Namun sebuah kelompok garis keras di dalam negeri terus menentang kesepakatan dengan Amerika Serikat melalui media, parlemen, dan aksi jalanan.

Media Iran, komentator politik, hingga masyarakat di jalan melontarkan kritik tajam terhadap upaya negosiasi tersebut.

Para ahli menilai hal inilah yang menyebabkan Trump menyebut kepemimpinan Iran sedang “terpecah” dan “kacau”. Kelompok garis keras itu disebut ingin mengambil alih kendali proses negosiasi dan sekaligus membentuk ulang struktur kekuasaan di dalam negeri.

Sementara itu, beberapa sumber yang mengetahui masalah ini mengungkapkan bahwa badan intelijen AS percaya pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, meskipun terluka dan belum muncul di depan publik, masih terlibat dalam pengambilan keputusan strategis di belakang layar.

Pihak Iran mengatakan Mojtaba Khamenei sedang dalam masa pemulihan dan “kini telah sepenuhnya pulih”. Namun sebagian petugas intelijen menduga ada pihak di dalam sistem Iran yang menggunakan namanya untuk mendorong agenda politik mereka sendiri.

Menurut laporan Reuters, citra satelit menunjukkan dugaan kebocoran minyak di dekat Pulau Khark, pusat ekspor minyak utama Iran. Penyebabnya masih belum diketahui. Pulau tersebut menangani sekitar 90 persen ekspor minyak Iran, yang sebagian besar dikirim ke Tiongkok.

Selain itu, menurut Bloomberg, Amerika Serikat menjatuhkan sanksi baru terhadap tiga perusahaan citra satelit asal Tiongkok dengan tuduhan menyediakan gambar satelit kepada Iran untuk membantu operasi yang menargetkan militer AS.

Departemen Luar Negeri AS juga memasukkan pusat ekspor Kementerian Pertahanan Iran ke dalam daftar sanksi dengan tuduhan terlibat dalam pengadaan senjata.

Untuk mencegah citra satelit digunakan bagi kepentingan militer, pemerintah AS telah meminta perusahaan satelit komersial agar tidak menyediakan gambar dari beberapa wilayah konflik tertentu. Sebagian besar perusahaan AS telah mematuhi permintaan tersebut, namun perusahaan Tiongkok masih terus beroperasi, sehingga menjadi titik gesekan baru antara AS dan Tiongkok.

Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. pada Jumat (8 Mei) juga mengatakan bahwa negara-negara Asia Tenggara perlu memperkuat kerja sama regional karena konflik Timur Tengah telah mendorong kenaikan harga minyak dan memukul ekonomi global. ASEAN saat ini sedang membahas langkah-langkah seperti pembangunan jaringan listrik regional dan cadangan bahan bakar.

 “Hanya dalam dua bulan terakhir, konflik Timur Tengah telah mendorong kenaikan harga minyak, meningkatkan biaya kebutuhan pokok masyarakat, dan menempatkan warga ASEAN di seluruh dunia dalam risiko,” ujarnya. 

Pada Sabtu, konflik antara Israel dan Hizbullah masih terus berlangsung, dengan pertempuran terfokus di Lebanon selatan. Israel mengatakan operasi tersebut bertujuan melindungi warga di wilayah utara dan menyerang militan Hizbullah yang bersembunyi di kawasan sipil.

Sementara itu, Bahrain mengumumkan telah menangkap 41 orang yang diduga terkait dengan Garda Revolusi Iran.

Laporan reporter NTDTV Liu Jiajia dari Amerika Serikat.