Militer AS Melumpuhkan Kapal Tanker Minyak Iran, Trump akan Mendorong Peningkatan Project Freedom  

EtIndonesia. Situasi di Timur Tengah terus memanas, dengan konfrontasi militer dan risiko keamanan yang semakin meningkat. Di satu sisi, Amerika Serikat terus memperkuat blokade laut dan tekanan militernya terhadap Iran. Di sisi lain, situasi keamanan di negara-negara Teluk juga mengalami perkembangan baru. Bahrain mengumumkan penangkapan 41 orang yang dituduh terkait dengan Garda Revolusi Iran.

Kantor Berita Nasional Bahrain melaporkan bahwa aparat keamanan baru-baru ini berhasil membongkar sebuah kelompok yang terkait dengan Garda Revolusi Iran dan menangkap 41 orang dalam operasi tersebut.

Pada saat yang sama, ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran terus meningkat. Presiden AS Donald Trump pada Jumat (8 Mei) mengatakan di Gedung Putih bahwa jika negosiasi AS-Iran tidak menunjukkan kemajuan, Washington tidak menutup kemungkinan untuk kembali menjalankan “Freedom Plan”, bahkan meluncurkan “Freedom Plan versi diperkuat” guna meningkatkan tekanan militer dan ekonomi terhadap Iran.

 “Jika situasi tidak berkembang, kami mungkin akan kembali ke Freedom Plan. Namun itu akan menjadi ‘Freedom Plan Plus’, yaitu Freedom Plan ditambah langkah-langkah lainnya,” kata  Trump.

Sumber dari pihak AS menyebutkan bahwa Wakil Presiden JD Vance pada Jumat bertemu Perdana Menteri Qatar Mohammed di Gedung Putih untuk membahas perkembangan negosiasi AS-Iran.

Gedung Putih saat ini sedang menunggu tanggapan Iran terhadap sebuah memorandum untuk mengakhiri perang. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan pihaknya berharap Iran dapat memberikan jawaban yang “mendorong negosiasi substantif”.

Sumber lain menyebutkan bahwa Qatar baru-baru ini kembali mengaktifkan upaya mediasi di balik layar dan berkoordinasi dengan Pakistan. Saat ini terdapat beberapa jalur komunikasi informal antara AS dan Iran. Qatar juga disebut terlibat melalui kontak dengan pihak-pihak yang terkait Garda Revolusi Iran dan dianggap Washington sebagai salah satu mediator penting.

AS Tingkatkan Operasi Militer terhadap Kapal Iran

Sementara itu, militer AS juga meningkatkan operasi terhadap kapal-kapal Iran.

Komando Pusat AS (CENTCOM) pada Jumat menyatakan bahwa sebuah jet tempur F/A-18 Super Hornet yang ditempatkan di kapal induk USS Bush melakukan serangan presisi terhadap dua kapal tanker kosong berbendera Iran di Teluk Oman.

Kapal yang menjadi sasaran adalah tanker “Sea Star III” dan “Saifda”. Militer AS menyebut kedua kapal itu sedang mencoba memasuki pelabuhan Iran, sehingga jet tempur langsung menyerang cerobong kapal untuk melumpuhkan kemampuan navigasinya.

Pihak AS menyatakan bahwa sejak 13 April, militer AS telah memaksa 58 kapal dagang mengubah jalur pelayaran dan melumpuhkan empat kapal yang melanggar blokade. Langkah tersebut bertujuan terus menghambat ekspor minyak Iran, dengan nilai minyak yang terdampak disebut melebihi 13 miliar dolar AS.

Komandan CENTCOM, Jenderal Cooper, mengatakan bahwa pasukan AS di Timur Tengah akan terus menjalankan blokade maritim terhadap Iran secara penuh.

Para analis menilai langkah AS ini bukan hanya untuk membatasi ekspor minyak Iran, tetapi juga untuk menekan kapasitas penyimpanan minyak dan ruang keuangan Iran.

Rusia Diduga Bantu Iran Bangun Kembali Kekuatan Militer

Namun demikian, sejumlah pejabat AS mengungkapkan bahwa Rusia diduga mengirim komponen drone dan perlengkapan militer ke Iran melalui jalur Laut Kaspia guna membantu membangun kembali kemampuan militernya.

Selain itu, Iran juga disebut mungkin akan memperkuat pengendalian atas Selat Hormuz, termasuk mengawasi kabel jaringan bawah laut internasional yang melintas di kawasan tersebut. Pengamat menilai Iran sedang berupaya menguasai jalur energi sekaligus jalur data untuk meningkatkan posisi strategisnya.

Di tengah meningkatnya ketegangan kawasan, militer Israel pada Jumat juga mengumumkan telah melancarkan serangan udara terhadap sejumlah gudang senjata Hizbullah dan pangkalan drone di Lebanon selatan, menunjukkan bahwa konflik di berbagai front Timur Tengah kini meningkat secara bersamaan.

Laporan gabungan reporter NTDTV, Yi Xin.

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Membangun Kekayaan: Pelajaran dari Tiga Tokoh Besar dalam Sejarah Tiongkok

Kerja keras dapat menopang kehidupan. Namun, kerja keras jarang menghasilkan kekayaan atau harta besar dengan sendirinya. Perbedaan antara sekadar mencari nafkah dan membangun kekayaan...

Mengapa Biksu Menyapu Halaman yang Sama Setiap Hari

Menyapu halaman, mengepel lantai: bagaimana pekerjaan sehari-hari di biara menjadi salah satu praktik meditasi tertua di dunia. Masuklah ke hampir setiap biara Buddha, dan Anda...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine