BREAKING! AS Putus Urat Nadi Iran! Bandar Abbas Lumpuh, Teheran Ancam Timur Tengah Akan Terbakar!

EtIndonesia.com — Eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran kembali memasuki fase yang lebih serius. Dalam perkembangan terbaru, militer Amerika Serikat dilaporkan berhasil memutus sejumlah jalur transportasi strategis yang menghubungkan Pelabuhan Bandar Abbas dengan wilayah pedalaman Iran. 

Langkah tersebut dinilai sebagai salah satu operasi paling signifikan dalam upaya melemahkan kemampuan logistik dan militer Iran sejak kampanye udara Amerika dimulai beberapa hari sebelumnya.

Di saat Washington terus meningkatkan tekanan militer, Teheran merespons dengan serangkaian langkah yang dinilai semakin berisiko, termasuk dugaan penebaran ranjau laut di Selat Hormuz serta peluncuran rudal balistik ke arah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran bahwa konflik dapat berkembang menjadi perang regional yang melibatkan lebih banyak negara di Timur Tengah.

Amerika Putus Jalur Logistik Strategis Bandar Abbas

Berdasarkan berbagai laporan yang beredar pada 18 Juli 2026, militer Amerika Serikat menghancurkan sejumlah jembatan serta jalur kereta api utama yang selama ini menjadi penghubung antara Pelabuhan Bandar Abbas dan kawasan pedalaman Iran.

Bandar Abbas memiliki posisi yang sangat strategis bagi Iran. Pelabuhan yang berada di Provinsi Hormozgan tersebut bukan hanya merupakan pelabuhan dagang terbesar di negara itu, tetapi juga menjadi pusat logistik utama Angkatan Laut Iran serta salah satu markas terpenting Korps Garda Revolusi Islam Iran (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC).

Selama bertahun-tahun, kawasan Bandar Abbas menjadi basis berbagai aset militer Iran yang bertugas mengamankan maupun mengendalikan lalu lintas di Selat Hormuz. Berbagai kapal cepat milik IRGC, rudal anti-kapal, sistem pertahanan pantai, drone, hingga fasilitas logistik angkatan laut sebagian besar ditempatkan di wilayah tersebut.

Dengan terputusnya jalur transportasi darat menuju pelabuhan, kemampuan Iran untuk mengirimkan pasokan logistik, bahan bakar, amunisi, serta perlengkapan militer menuju satuan-satuan yang menjaga Selat Hormuz diperkirakan mengalami gangguan yang cukup besar.

Selain berdampak terhadap operasi militer, kerusakan infrastruktur tersebut juga diperkirakan menghambat aktivitas perdagangan nasional Iran. Bandar Abbas selama ini menjadi pintu utama ekspor dan impor negara tersebut, sehingga gangguan terhadap jaringan transportasinya berpotensi memengaruhi distribusi barang ke berbagai wilayah Iran.

Target Utama: Melumpuhkan Kemampuan Iran, Bukan Menginvasi

Serangan terhadap infrastruktur strategis itu segera memunculkan berbagai spekulasi mengenai kemungkinan Amerika Serikat tengah mempersiapkan operasi pendaratan militer ke wilayah Iran.

Namun sejumlah analis pertahanan menilai kemungkinan tersebut relatif kecil.

Iran merupakan salah satu negara terbesar di Timur Tengah dengan luas wilayah sekitar 1,65 juta kilometer persegi, hampir sebanding dengan gabungan sebagian besar kawasan Eropa Barat. Melaksanakan invasi darat terhadap negara sebesar Iran akan membutuhkan ratusan ribu personel militer, dukungan logistik dalam jumlah sangat besar, serta biaya yang luar biasa tinggi.

Selain faktor geografis, kondisi topografi Iran yang didominasi pegunungan dan gurun juga menjadikan operasi pendudukan darat jauh lebih rumit dibandingkan berbagai operasi militer Amerika Serikat sebelumnya di Irak maupun Afghanistan.

Karena itu, banyak pengamat berpendapat bahwa tujuan utama Washington bukanlah menduduki Iran, melainkan menghancurkan kemampuan militernya agar tidak lagi mampu mengancam jalur pelayaran internasional maupun negara-negara sekutu Amerika di kawasan.

Victor Davis Hanson: Trump Ingin “Mencabut Taring Iran”

Sejarawan militer Amerika Serikat, Victor Davis Hanson, menilai strategi Presiden Donald Trump lebih berorientasi pada penghancuran kemampuan ofensif Iran daripada melakukan perubahan rezim melalui invasi darat.

Menurut Hanson, sasaran utama Washington adalah menghancurkan aset-aset strategis Iran sehingga negara tersebut kehilangan kemampuan untuk melancarkan serangan ke luar wilayahnya.

Dengan kata lain, tujuan operasi adalah membuat Iran kehilangan “taring dan cakarnya”, yakni kemampuan menyerang melalui rudal balistik, drone, armada laut, serta jaringan milisi proksi di kawasan.

Apabila tujuan tersebut berhasil dicapai, keamanan Selat Hormuz diperkirakan akan secara bertahap dialihkan kepada negara-negara sekutu Amerika Serikat di kawasan Teluk, sehingga Washington tidak perlu mempertahankan operasi militer berskala besar dalam jangka panjang.

Strategi semacam ini dinilai jauh lebih efisien dibandingkan operasi pendudukan yang membutuhkan biaya sangat besar dan berpotensi berlangsung selama bertahun-tahun.

Iran Membalas dengan Dua Langkah Berisiko Tinggi

Di tengah meningkatnya tekanan militer Amerika Serikat, Iran mengambil dua langkah yang dinilai dapat memperluas eskalasi konflik.

Langkah pertama adalah dugaan penebaran ranjau laut di Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran energi paling penting di dunia.

Menurut berbagai laporan, aksi tersebut mengakibatkan sedikitnya dua kapal tanker minyak mengalami ledakan saat melintasi kawasan tersebut. Apabila benar disebabkan oleh ranjau laut, tindakan tersebut dipandang sebagai ancaman serius terhadap keamanan pelayaran internasional dan dapat memengaruhi stabilitas pasokan energi global.

Selat Hormuz merupakan jalur yang dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dunia. Karena itu, setiap gangguan terhadap jalur tersebut hampir selalu berdampak langsung terhadap harga energi internasional serta aktivitas perdagangan global.

Langkah kedua yang dilakukan Iran adalah meluncurkan rudal balistik ke arah pangkalan militer Amerika Serikat yang berada di wilayah Arab Saudi.

Serangan tersebut dinilai meningkatkan risiko meluasnya konflik ke negara-negara Teluk lainnya yang selama ini menjadi mitra strategis Washington.

Potensi Keterlibatan Pakistan

Salah satu kekhawatiran terbesar dari eskalasi tersebut adalah kemungkinan melibatkan Pakistan apabila wilayah Arab Saudi ikut menjadi sasaran konflik yang lebih luas.

Hubungan pertahanan antara Arab Saudi dan Pakistan selama bertahun-tahun dikenal sangat erat. Islamabad secara terbuka beberapa kali menegaskan bahwa stabilitas Arab Saudi merupakan kepentingan strategis Pakistan.

Berbagai laporan juga menyebutkan bahwa Pakistan telah memperingatkan Iran agar tidak memperluas operasi militernya hingga mengancam keamanan Arab Saudi. Dalam berbagai analisis geopolitik, Riyadh sering disebut berada di bawah perlindungan strategis Islamabad, termasuk melalui kerja sama pertahanan yang sangat erat.

Apabila konflik terus meningkat dan serangan terhadap wilayah Arab Saudi berlanjut, sejumlah pengamat memperingatkan bahwa Pakistan berpotensi mempertimbangkan keterlibatan yang lebih langsung.

Dengan jumlah personel militer aktif yang termasuk terbesar di dunia serta kepemilikan senjata nuklir, masuknya Pakistan ke dalam konflik akan mengubah secara drastis keseimbangan keamanan di kawasan Timur Tengah.

Mohsen Rezaei Keluarkan Ultimatum

Di tengah situasi yang semakin memanas, salah satu tokoh paling berpengaruh dalam struktur keamanan Iran akhirnya menyampaikan pernyataan yang menarik perhatian.

Pada 17 Juli 2026, penasihat militer Pemimpin Tertinggi Iran sekaligus mantan Panglima Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Mohsen Rezaei, mengeluarkan peringatan keras mengenai kondisi negaranya.

Menurut Rezaei, apabila Amerika Serikat tidak menghentikan operasi militernya dalam waktu dua hingga tiga hari, Iran akan memasuki fase yang disebutnya sebagai tahap kehancuran total.

Ia juga memperingatkan bahwa apabila perang terus berlanjut, dampaknya tidak hanya akan terbatas pada Iran dan Amerika Serikat.

Rezaei mengklaim konflik dapat meluas ke berbagai negara Arab di kawasan dan berpotensi memicu perang yang melibatkan lebih banyak pihak di Timur Tengah.

Pernyataan tersebut dipandang sebagai sinyal bahwa Teheran melihat situasi saat ini telah memasuki fase yang sangat kritis, sekaligus sebagai upaya memberikan tekanan politik dan psikologis kepada Washington maupun negara-negara sekutu Amerika di kawasan.

Situasi Masih Sangat Dinamis

Hingga 18 Juli 2026, operasi militer Amerika Serikat terhadap berbagai target strategis Iran dilaporkan masih terus berlangsung. Sementara itu, Iran juga terus meningkatkan kesiapan militernya di berbagai wilayah, terutama di sekitar Selat Hormuz.

Dengan kedua belah pihak sama-sama mempertahankan sikap keras, para analis menilai risiko salah perhitungan militer maupun meluasnya konflik regional masih sangat tinggi.

Perkembangan dalam beberapa hari ke depan diperkirakan akan menjadi penentu apakah konflik akan tetap terbatas pada operasi militer antara Amerika Serikat dan Iran, atau justru berkembang menjadi konfrontasi yang melibatkan lebih banyak negara di kawasan Timur Tengah. (***)

Zhang Youxia Dikabarkan Mengakui Upaya Memaksa Xi Jinping Melepas Kekuasaan, Pengamat : Perebutan Kekuasaan di PKT Semakin Sengit

EtIndonesia.com Pengamat politik independen Cai Shenkun baru-baru ini mengklaim bahwa Zhang Youxia, anggota Biro Politik Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok (PKT) sekaligus Wakil Ketua Komisi Militer Pusat, telah mengakui bahwa dirinya pernah berupaya menekan pemimpin PKT Xi Jinping agar menyerahkan kekuasaan. Menjelang Kongres Nasional PKT ke-21, laporan tersebut menyebut situasi politik di dalam negeri penuh ketidakpastian.

Sejumlah analis berpendapat bahwa dinamika politik tingkat tinggi di PKT saat ini sangat rumit dan perubahan besar dalam struktur kekuasaan dapat terjadi sewaktu-waktu.

Menurut laporan tersebut, pada awal tahun ini otoritas Tiongkok mengumumkan bahwa Zhang Youxia dan Liu Zhenli, anggota Komisi Militer Pusat sekaligus Kepala Departemen Staf Gabungan, sedang menjalani penyelidikan atas dugaan “pelanggaran disiplin dan hukum yang serius.”

Mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya, Cai Shenkun mengatakan bahwa pada tahap akhir penyelidikan, Zhang bekerja sama dengan penyidik setelah putranya diduga dijadikan alat tekanan. Cai mengklaim bahwa Zhang akhirnya mengakui telah merencanakan semacam langkah untuk memaksa Xi Jinping menyerahkan kekuasaan.

Pengamat: Bisa Jadi Benar, Bisa Juga Hasil Paksaan

Pengamat politik Zheng Haochang menilai bahwa klaim tersebut mungkin saja benar, namun tidak menutup kemungkinan merupakan hasil pengakuan yang diperoleh melalui paksaan.

“Jika dikatakan Zhang Youxia berusaha melakukan kudeta, melihat posisinya saat itu, memang ada motif untuk melakukan hal tersebut. Namun itu mungkin hanya bisa terjadi apabila Xi Jinping tiba-tiba jatuh sakit dan tidak lagi mampu menjalankan pemerintahan,” katanya. 

“Perlu diingat bahwa seseorang yang berada dalam tahanan PKT dapat menghadapi berbagai metode interogasi yang sangat keras. Sangat sedikit orang yang mampu bertahan. Karena itu, pengakuan tersebut juga bisa saja merupakan hasil tekanan atau penyiksaan dan belum tentu dapat dipercaya,” ujarnya. 

Sementara itu, pengamat masalah Tiongkok Wang He berpendapat bahwa akar persoalan dapat ditelusuri kembali ke tahun 2023.

“Di satu sisi, kasus-kasus korupsi di militer semakin banyak terungkap, dan sebagian besar melibatkan orang-orang yang sebelumnya dipromosikan Xi Jinping, sehingga perhatian akhirnya mengarah kepada Zhang Youxia,” katanya. 

Ia juga mengatakan bahwa Xi disebut sangat memperhatikan berbagai ramalan mengenai kepemimpinannya, dan menilai hal itu turut memengaruhi hubungan Xi dengan Zhang, meskipun pernyataan tersebut merupakan interpretasi pribadi Wang.

Klaim Adanya Dukungan dari Tokoh Senior PKT

Menurut Cai Shenkun, sumbernya juga menyebut bahwa Zhang Youxia mengakui memiliki rencana untuk menekan Xi Jinping, dan bahwa rencana tersebut diduga mendapat dukungan dari sejumlah tokoh senior PKT, termasuk Wang Qishan, Zeng Qinghong, serta beberapa kader senior lainnya.

Klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Analis: Perebutan Kekuasaan di Internal PKT Sangat Kompleks

Wang He menilai bahwa konflik internal PKT jauh lebih rumit daripada yang terlihat dari luar.

“Sejak 2023 hingga 2026, kondisi kesehatan Xi Jinping disebut mengalami perubahan, demikian pula hubungan politiknya dengan para bawahannya,” katanya. 

Menurut Wang, pembersihan besar-besaran di lingkungan militer telah melemahkan fungsi Komisi Militer Pusat.

Ia mengklaim bahwa: “Pada Kongres PKT ke-20 terdapat 42 jenderal berpangkat penuh, sedangkan sekarang hanya tersisa enam yang masih aktif.”

Ia juga mengatakan bahwa pada Januari 2026 Xi Jinping berhasil menjatuhkan Zhang Youxia, meskipun menurutnya proses tersebut berlangsung berliku dan penuh perubahan.

Perpecahan di Tingkat Atas PKT

Menurut Cai Shenkun, perkembangan politik saat ini diperkirakan akan memengaruhi para tokoh inti kepemimpinan PKT, termasuk Cai Qi, Wang Xiaohong, Li Qiang, dan Ding Xuexiang.

Ia berpendapat bahwa mereka menghadapi dilema antara tetap menunjukkan loyalitas atau mengkhawatirkan masa depan politik mereka sendiri, karena siapa pun yang dianggap berpotensi menjadi penerus dapat sewaktu-waktu menjadi sasaran penindakan.

Wang He menyimpulkan bahwa saat ini terdapat perpecahan mengenai arah kebijakan di kalangan elite PKT.

“Satu kelompok berpandangan bahwa demi melindungi kepentingan mereka sendiri, Partai Komunis harus ditinggalkan. Kelompok lainnya berpendapat bahwa Partai Komunis tidak boleh mundur sedikitpun dan harus tetap mempertahankan kendali atas Tiongkok, meskipun keadaan semakin memburuk,” katanya. 

Reporter NTD Television, Qiu Yue, melaporkan.

Longsor di Chongqing, Tiongkok, Kamera Dasbor Rekam Detik-Detik Mencekam

EtIndonesia.com Pada sekitar pukul 09.00 pagi, Jumat, 16 Juli terjadi longsor di Kabupaten Pengshui, Kota Chongqing. Menurut laporan, lebih dari sepuluh bangunan runtuh dan sedikitnya satu bus penumpang tertimbun material longsor.

Media pemerintah Tiongkok menyatakan bahwa peristiwa tersebut menyebabkan 8 orang meninggal dunia dan 34 orang masih dinyatakan hilang. Namun, sejumlah pihak meragukan angka resmi tersebut dan menilai jumlah korban sebenarnya mungkin lebih besar. Laporan ini juga menyebutkan bahwa warga yang secara sukarela datang untuk membantu proses penyelamatan dikatakan mengalami pembatasan akses.

Sebuah truk yang kebetulan melintas di lokasi merekam detik-detik terjadinya longsor melalui kamera dasbor.

Rekaman video memperlihatkan bahwa sesaat setelah truk melewati lokasi kejadian, bangunan-bangunan di belakangnya runtuh secara tiba-tiba, disertai kepulan debu yang sangat besar. Sebuah kendaraan yang baru memasuki area tersebut langsung tertimbun material longsor.

Lokasi kejadian berada di dekat Jembatan Ketiga Sungai Wujiang, Jalan Hanjia, Kabupaten Pengshui, Chongqing.

Seorang warga setempat mengatakan kepada media bahwa sekitar 12 hingga 13 bangunan runtuh. Ia juga menyebut sebuah bus berkapasitas 19 penumpang sedang melintas ketika tertimpa longsoran.

“Rumah-rumah itu semuanya berada tepat di bawah lereng gunung. Angka korban yang diumumkan pemerintah sangat sedikit. Ada sekitar 12 atau 13 bangunan. Kalau satu bangunan dihuni sekitar 10 keluarga, coba hitung sendiri. Misalnya satu kamar dihuni satu orang, apalagi sekarang sedang libur sekolah. Dalam satu kendaraan saja biasanya ada sedikitnya 20 orang,” ujar seorang warga bermarga Li. 

Menurut laporan media di Tiongkok, di dekat lokasi longsor terdapat pabrik kembang api. Warga sekitar mengatakan bahwa pada pagi hari mereka mendengar suara keras yang terdengar seperti ledakan.

Seorang pembuat konten drone bernama He, yang mengambil gambar udara segera setelah kejadian, mengatakan: “Di lereng gunung ada gudang penyimpanan petasan. Setelah diterjang longsor, petasan di dalamnya terus-menerus meledak. Pemandangannya sangat mengerikan.”

Seorang anggota tim penyelamat di lokasi juga mengungkapkan bahwa material longsoran sangat besar. Menurutnya, batu terbesar yang runtuh ukurannya hampir sebesar sebuah 

“Kami baru menerima kabar dari tim di lapangan bahwa longsor kembali terjadi di sana. Semua operasi penyelamatan sudah dihentikan. Hujannya sangat deras. Kalau gedung.

Setelah kejadian, media pemerintah PKT menyatakan bahwa petugas lingkungan setempat telah lebih dahulu memberitahu warga untuk mengungsi.

Namun, menurut sejumlah warganet setempat, tidak ada peringatan sebelumnya, dan mereka juga tidak diizinkan memasuki lokasi untuk ikut melakukan penyelamatan.

“Banyak orang sama sekali tidak tahu. Saya ingin masuk untuk menolong para korban, tetapi mereka tidak memberi saya kesempatan. Saya tidak bisa masuk,” 

Seorang relawan bermarga Tian juga mengatakan bahwa mereka tidak dapat memasuki lokasi kejadian dan hanya diizinkan mengirimkan bantuan hingga sekitar 500 meter dari lokasi longsor.

Pada Jumat malam, hujan deras kembali mengguyur wilayah tersebut sehingga operasi penyelamatan dihentikan.

Tian mengatakan:penyelamatan dihentikan seperti ini, para korban yang masih hidup kemungkinan besar tidak lagi memiliki banyak kesempatan untuk diselamatkan.”

Reporter NTD Television Tang Li, Rong Yu, dan koresponden khusus Xiong Bin melaporkan.

Tiga Kendaraan Energi Baru Terlibat Kecelakaan Beruntun di Chengdu, Tiongkok Satu Mobil Terbakar Hebat dalam Hitungan Detik

 Sejumlah video yang beredar di internet memperlihatkan sebuah kendaraan energi baru (NEV) di Kota Chengdu, Provinsi Sichuan, menabrak dua kendaraan energi baru lainnya dengan kecepatan tinggi. Salah satu kendaraan kemudian terbakar hebat hanya beberapa detik setelah tabrakan. Insiden tersebut memicu perbincangan di media sosial mengenai keselamatan kendaraan listrik buatan dalam negeri Tiongkok.

EtIndonesia.com Pada 17 Juli, beberapa video yang beredar menunjukkan bahwa kecelakaan terjadi di Jalan Lingkar Ketiga, Distrik Jinniu, Chengdu. Sebuah mobil menabrak dua kendaraan di depannya dari belakang, menyebabkan salah satu kendaraan terbakar, sementara kendaraan yang diduga menjadi penyebab kecelakaan terbalik di atas pembatas jalan yang ditanami pepohonan.

Salah satu rekaman kamera dasbor memperlihatkan bahwa kendaraan di lajur kanan sedang melaju perlahan ketika sebuah mobil tiba-tiba melaju dengan kecepatan tinggi dan menabrak bagian belakang mobil di depannya, lalu menghantam kendaraan lain di depan.

Setelah benturan tersebut:

  • mobil yang diduga menyebabkan kecelakaan terbalik di pembatas jalan;
  • bagian belakang kendaraan pertama yang ditabrak hancur;
  • sekitar satu hingga dua detik kemudian kendaraan itu langsung terbakar hebat;
  • api dengan cepat melalap seluruh kendaraan, sementara cairan yang terbakar terlihat mengalir di permukaan jalan.

Video dari pengendara lain yang merekam dari berbagai sudut menunjukkan bahwa ketiga kendaraan yang terlibat menggunakan pelat nomor hijau, yang di Tiongkok umumnya digunakan untuk kendaraan energi baru, termasuk kendaraan listrik murni maupun kendaraan hibrida plug-in.

Setelah kejadian, polisi lalu lintas setempat menyatakan bahwa tidak ada korban jiwa. Namun, pernyataan tersebut dipertanyakan oleh sebagian warganet.

Di media sosial, sejumlah pengguna internet mempertanyakan kualitas dan keamanan kendaraan listrik buatan dalam negeri Tiongkok, khususnya terkait keselamatan baterai. Beberapa komentar yang dikutip dalam laporan antara lain berbunyi:

“Sebaiknya lupakan saja mobil listrik buatan dalam negeri. Semuanya hanya dibuat untuk mengejar subsidi pemerintah,” ujarnya. 

“Ini bukan kendaraan energi baru, melainkan seperti membuka kotak misteri. Kita tidak pernah tahu apakah detik berikutnya akan sampai di tujuan atau justru melihat kobaran api.”

“Sejak berbagai mobil listrik yang diklaim ‘jauh lebih unggul’ diluncurkan, kecelakaan dan kebakaran terus terjadi. Akibatnya bisa berupa kerugian harta benda, bahkan menghancurkan keluarga.”

Sebagian warganet lainnya berpendapat bahwa berdasarkan pola kebakaran yang terlihat di video, kendaraan yang terbakar kemungkinan bukan mobil listrik murni, melainkan kendaraan hibrida plug-in (PHEV).

Beberapa komentar yang dikutip menyebut : “Yang terbakar adalah mobil hibrida BYD. Ini masalah desain.”

Ada pula komentar yang mengklaim bahwa pada model BYD Qin PLUS DM-i, paket baterai dipasang di bagian tengah bawah kendaraan sehingga tangki bahan bakar ditempatkan di belakang gandar belakang, di bawah bagasi. Menurut komentar tersebut, posisi ini dinilai lebih rentan mengalami kerusakan saat terjadi tabrakan dari belakang.

Komentar lain menyebut: “Mobil hibrida BYD Qin memiliki tangki bahan bakar di belakang dan baterai besar di bawah lantai. Saat ditabrak dari belakang, tangki bahan bakar bisa pecah lalu memicu kebakaran yang kemudian menyambar baterai. Membayangkannya saja sudah menakutkan.”

Sumber : NTDTV.com

AS Kembali Memblokade Selat Hormuz, Iran Menyerang Sejumlah Negara, Trump Ancam Tingkatkan Operasi Militer

EtIndonesia.com Setelah Iran menyerang sejumlah kapal tanker minyak dan kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz, Amerika Serikat selama beberapa hari berturut-turut melancarkan serangan terhadap sasaran militer Iran serta kembali memberlakukan blokade di selat tersebut. Blokade itu disebut hanya berlaku bagi kapal-kapal dari negara yang memiliki hubungan perdagangan dengan Iran.

Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa Iran kemudian melancarkan serangan terhadap beberapa negara di kawasan Teluk Persia, yang memicu kecaman bersama dari Inggris, Prancis, dan Jerman.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa ia berharap Iran bersedia mencapai kesepakatan. Ia memperingatkan bahwa apabila tidak tercapai kesepakatan, pekan berikutnya Amerika Serikat akan mulai menyerang pembangkit listrik dan jembatan di Iran.

Selain itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan akan berkunjung ke Amerika Serikat pada akhir pekan untuk menghadiri pemakaman Senator Lindsey Graham serta bertemu dengan Presiden Trump.

Trump: Blokade Hanya Berlaku bagi Negara yang Berbisnis dengan Iran

“Kami akan kembali melakukan blokade. Dan blokade itu hanya ditujukan kepada Iran. Dengan kata lain, negara mana pun yang memiliki hubungan bisnis dengan Iran tidak akan dapat melewati selat tersebut,” katanya. 

Laporan tersebut menyatakan bahwa Amerika Serikat kembali memblokade Selat Hormuz setelah Iran menyerang kapal-kapal dagang dan kapal tanker pada akhir pekan sebelumnya. Pada 12 Juli, hanya enam kapal yang dilaporkan berhasil melintasi selat tersebut. Keesokan harinya, sebuah kapal tanker kembali diserang, mengakibatkan beberapa awak kapal asal India terluka dan satu orang dilaporkan meninggal dunia.

Inggris, Prancis, dan Jerman Mengecam Iran

Pada 14 Juli, India dan Inggris memanggil diplomat Iran untuk menyampaikan protes.

Menurut laporan, Inggris memprotes dugaan serangan Iran melalui kelompok proksi terhadap warga Yahudi dan media berbahasa Persia. Parlemen Inggris juga disebut telah meloloskan mosi yang menyatakan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sebagai ancaman terhadap keamanan nasional, dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup bagi anggotanya.

Jerman, Prancis, dan Inggris juga mengeluarkan pernyataan bersama yang mengecam tindakan Iran.

“Mereka sudah berunding selama 47 tahun, tetapi belum pernah ada yang mengambil tindakan militer terhadap mereka. Kami akan menghantam mereka dengan keras,” katanya. 

Laporan Menyebut AS Menyerang Berbagai Sasaran Militer Iran

Menurut laporan tersebut, selama beberapa malam berturut-turut militer AS melancarkan serangan udara menggunakan pesawat tempur, drone udara, kapal tanpa awak, dan kapal perang.

Laporan mengklaim bahwa sasaran yang dihancurkan meliputi:

  • fasilitas pertahanan laut,
  • sistem pertahanan udara,
  • infrastruktur logistik militer,
  • serta menara pengawas yang digunakan untuk memantau kapal dagang dan kapal tanker.

Disebutkan pula bahwa pada malam 13 Juli, serangan AS menjangkau sejumlah lokasi di pesisir Iran, termasuk:

  • Pelabuhan Chabahar,
  • Pelabuhan Konarak,
  • Pelabuhan Jask,
  • Pelabuhan Bandar Abbas,
  • Pelabuhan Bushehr,
  • serta Pulau Abu Musa, yang disebut sebagai salah satu pangkalan penting Garda Revolusi Iran.

Pada malam 14 Juli, menurut laporan tersebut, sasaran serangan meliputi pangkalan rudal dan drone Iran, stasiun radar pantai, sistem pertahanan udara, wilayah Sirik di dekat Pulau Qeshm, serta Bandar Abbas. Laporan juga menyebut bahwa Amerika Serikat untuk pertama kalinya menggunakan kapal tanpa awak bersenjata untuk menyerang fasilitas pelabuhan pangkalan angkatan laut Iran.

Keesokan harinya, laporan tersebut menyebut AS kembali menyerang Bandar Abbas, pusat komando militer Iran, fasilitas pertahanan udara, instalasi pertahanan pantai di Pulau Greater Tunb, serta pangkalan rudal jelajah.

“Mereka (Iran) sangat ingin berdamai. Mereka tidak menyukai apa yang sedang kami lakukan, jadi mereka memang ingin berdamai. Kita akan lihat apakah akhirnya berdamai dengan mereka atau menyelesaikan persoalan ini sepenuhnya,” ujarnya. 

Trump Ancam Menyerang Infrastruktur Listrik dan Jembatan

Laporan juga menyebut bahwa jembatan Bandar Khamir, yang menghubungkan Bandar Abbas menuju Teheran, beserta beberapa jembatan penting lainnya dihantam serangan pada 16 dan 17 Juli, sehingga pasokan listrik di Bandar Abbas mengalami gangguan.

“Mereka bukan orang baik. Mereka selalu seperti itu, dan sekarang mereka sedang dipukul habis-habisan,” ujar Trump. 

Iran Dilaporkan Menyerang Sejumlah Negara Teluk

Laporan tersebut menyatakan bahwa selain beberapa kali membatalkan kesepakatan dengan Amerika Serikat, Iran juga menyerang sejumlah negara di kawasan Teluk Persia, yaitu:

  • Uni Emirat Arab,
  • Yordania,
  • Bahrain,
  • Kuwait,
  • dan Qatar, yang disebut berperan sebagai mediator.

Selain itu, kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran disebut meluncurkan rudal balistik ke sebuah bandara internasional di Arab Saudi, namun rudal tersebut dilaporkan berhasil dicegat.

AS Perkuat Kehadiran Militer di Timur Tengah

Menurut laporan, saat ini Amerika Serikat mengerahkan lebih dari 20 kapal perang dan ratusan pesawat militer dalam operasi di Timur Tengah.

Trump menyebut Amerika Serikat sebagai “penjaga Selat Hormuz.” Ia mengatakan sebelumnya mempertimbangkan mengenakan biaya bagi kapal yang melintasi selat tersebut sebagai bentuk kompensasi. Namun setelah berdiskusi dengan negara-negara Timur Tengah, rencana itu disebut berubah menjadi kerja sama perdagangan dan investasi dengan negara-negara Teluk.

Laporan juga menyebut bahwa Dubai berencana membangun pelabuhan dan terminal peti kemas di pantai timur Uni Emirat Arab agar jalur perdagangan tidak lagi bergantung pada Selat Hormuz.

Trump kembali memperingatkan: “Minggu depan keadaan mereka akan jauh lebih buruk. Karena minggu depan giliran pembangkit listrik dan jembatan yang akan dibom. Kami akan melumpuhkan semua pembangkit listrik mereka dan menghancurkan jembatan-jembatan mereka, kecuali mereka bersedia duduk di meja perundingan.”

Netanyahu Akan Bertemu Trump

Laporan menyebut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam Konferensi Negev 2026 mengatakan bahwa Israel tidak akan lagi bersikap menahan diri seperti sebelumnya.

Netanyahu juga dijadwalkan berkunjung ke Amerika Serikat untuk menghadiri pemakaman Senator Lindsey Graham, dan dalam kesempatan tersebut akan mengadakan pembicaraan lebih lanjut dengan Presiden Trump.

Laporan disusun oleh Lin Chao dan Liu Jie, NTD News Weekly.

Turkiye Gelar Operasi Nasional terhadap ISIS, 119 Tersangka Ditangkap 

EtIndonesia.com Kementerian Dalam Negeri Turkiye pada Sabtu (18 Juli) menyatakan bahwa pihak berwenang telah menangkap 119 orang yang diduga memiliki kaitan dengan organisasi teroris Negara Islam (ISIS/IS) dalam operasi serentak di berbagai wilayah.

Menurut laporan Agence France-Presse (AFP), Kementerian Dalam Negeri Turki menyatakan: “Polisi melancarkan operasi serentak terhadap organisasi teroris Daesh (sebutan lain untuk ISIS) di 30 provinsi dan menangkap 119 tersangka.”

Operasi tersebut dilakukan di sejumlah kota besar, termasuk İstanbul dan Ankara.

Kementerian menyebut para tersangka menghadapi berbagai tuduhan, antara lain:

  • bergabung dengan ISIS,
  • menyebarkan propaganda ISIS melalui media sosial,
  • serta memberikan dukungan pendanaan kepada ISIS melalui perantara atau melalui apa yang disebut sebagai “organisasi amal”.

Dua minggu sebelum KTT NATO diselenggarakan di Ankara, polisi Turki terlibat baku tembak dengan seorang pria yang diduga terkait ISIS di wilayah selatan ibu kota Ankara, dan pria tersebut tewas dalam insiden itu.

Setelah kejadian tersebut, dan menyusul perintah jaksa penuntut utama untuk melakukan operasi penindakan, sebanyak 209 orang yang diduga terkait dengan ISIS atau kelompok kiri ekstrem ditangkap di Ankara.

Dicetak ulang dari Kantor Berita Pusat / Editor: Lu Yongxin

Serangan AS–Iran Semakin Memanas, Amerika Serikat Keluarkan Peringatan Perjalanan Global

EtIndonesia.com Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran terus meningkat seiring kedua negara saling melancarkan serangan. Menyusul memburuknya situasi keamanan, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengeluarkan peringatan perjalanan global bagi warga negaranya.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, pada 18 Juli menyatakan bahwa Teheran telah menghentikan pelaksanaan komitmen yang tercantum dalam perjanjian gencatan senjata.

Menurut laporan Bloomberg News, yang dimaksud Gharibabadi adalah kesepakatan sebelumnya antara Amerika Serikat dan Iran untuk melakukan gencatan senjata serta menjalani perundingan selama 60 hari guna mencapai perjanjian akhir. Pembahasan dalam perundingan tersebut antara lain mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz dan pembatasan program nuklir Iran.

Pada 18 Juli, Departemen Luar Negeri AS mengeluarkan peringatan perjalanan global karena meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Dalam peringatan tersebut, warga negara Amerika diimbau untuk mewaspadai kemungkinan munculnya ancaman keamanan, gangguan terhadap perjalanan internasional, serta risiko terhadap kepentingan Amerika Serikat di luar negeri.

Departemen Luar Negeri juga menyarankan agar warga AS, terutama yang berada di kawasan Timur Tengah, meningkatkan kewaspadaan dan terus memantau informasi keamanan terbaru yang dikeluarkan oleh kedutaan besar maupun konsulat AS di negara tempat mereka berada.

Selain itu, pemerintah AS mengingatkan bahwa pembatalan penerbangan serta penutupan wilayah udara secara sewaktu-waktu dapat mempengaruhi rencana perjalanan.

Sebelumnya, setelah Amerika Serikat melancarkan serangan udara ke Iran selama tujuh malam berturut-turut, Iran kembali melakukan serangan balasan terhadap sasaran-sasaran Amerika Serikat di negara-negara sekutunya di kawasan Teluk Persia.

Menurut laporan Agence France-Presse (AFP), berdasarkan pernyataan yang disiarkan oleh Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB), militer Iran mengklaim telah menyerang sasaran militer Amerika Serikat di Kuwait dan Yordania.

Militer Iran menyatakan bahwa sasaran di Kuwait meliputi:

  • Gudang amunisi di Kamp Al-Adiri.
  • Gedung komando dan gudang amunisi di Pangkalan Ali Al Salem.
  • Sejumlah jembatan komunikasi militer.

Sementara itu, di Yordania, Iran menyatakan telah menyerang tangki penyimpanan bahan bakar di Pangkalan Udara Al-Azraq.

Sumber : NTDTV.com

Dari Tiongkok ke Kanada: Kisah Perjalanan 27 Tahun Melawan Penganiayaan dengan Damai (Bagian 1)

EtIndonesia.com Kalimat “Falun Dafa Hao” atau “Falun Dafa baik” dapat diucapkan secara terbuka di negara-negara yang menjunjung kebebasan. Namun, di bawah pemerintahan Partai Komunis Tiongkok (PKT), mengucapkan kalimat tersebut dapat berujung pada penangkapan, hukuman penjara, bahkan perpisahan dengan keluarga.

Sejak PKT mulai menindas Falun Gong pada tahun 1999, Zhang Lihong dan keluarganya mengalami penangkapan, hukuman penjara, serta perpisahan selama bertahun-tahun. 

Kini mereka telah memperoleh kebebasan berkeyakinan di Kanada dan terus menyuarakan kondisi para praktisi Falun Gong yang menurut mereka masih mengalami penganiayaan di Tiongkok.

Berikut adalah kisah Zhang Lihong : 

Pada Calgary Stampede Parade, Kanada tahun ini, sebuah kelompok pemain genderang pinggang (waist drum) berwarna emas tampak mencolok di antara barisan peserta. 

Di tengah dentuman genderang dan sinar matahari, Zhang Lihong berjalan sambil tersenyum. Namun, di balik senyuman itu tersimpan kisah penderitaan dan keteguhan yang telah berlangsung selama 27 tahun.

Zhang Lihong (tangkapan layar)

“Saya sangat, sangat terharu. Akhirnya saya bisa dengan bebas menyampaikan isi hati saya, dan akhirnya bisa berseru dengan lantang, ‘Falun Dafa baik!’ dan ‘Sejati, Baik, Sabar itu baik!,” katanya.

Pada akhir tahun 1997, Zhang mulai berlatih Falun Gong bersama kedua orang tuanya. Ia mengatakan bahwa latihan tersebut tidak hanya memperbaiki kesehatannya, tetapi juga mengajarkannya menjalani hidup berdasarkan prinsip “Sejati, Baik, dan Sabar”.

“Setelah mulai berlatih, setiap pagi saya mengikuti latihan. Tubuh saya terasa sangat ringan dan sangat nyaman,” kenangnya.

“Dengan mengikuti prinsip Sejati, Baik, dan Sabar, saya belajar menjadi orang yang baik, memikirkan kepentingan orang lain, dan setiap hari terasa sangat bermakna,” katanya.

Kehidupan keluarga yang semula damai berubah total pada 20 Juli 1999, ketika PKT melancarkan penindasan terhadap Falun Gong. Zhang mengatakan bahwa propaganda yang disebarkan pemerintah sangat berbeda dengan pengalaman yang ia alami sendiri.

“Saat itu saya benar-benar sedih. Orang-orang di sekitar kami yang berlatih Falun Gong justru kesehatannya menjadi lebih baik.”

Untuk menyampaikan pengalamannya, Zhang terlebih dahulu pergi mengajukan petisi ke pemerintah provinsi di Harbin, kemudian melanjutkan ke Beijing.

“Saya merasa harus memberitahu pemerintah tentang pengalaman saya sendiri.”

Namun, yang menunggu mereka bukanlah dialog, melainkan penangkapan.

“Kami kembali ke Lapangan Tiananmen. Kami membentangkan spanduk bertuliskan ‘Falun Dafa Baik’ dan meneriakkan, ‘Falun Dafa Baik! Pulihkan nama baik Guru kami!’ Sekelompok polisi segera merebut spanduk itu, memasukkan kami ke mobil polisi, lalu membawa kami ke Kantor Polisi Qianmen,” kenangnya.

Tak lama kemudian, penganiayaan meluas ke seluruh keluarganya. Ayah dan ibunya ditangkap secara bergantian. Karena menolak menandatangani surat pernyataan untuk berhenti berlatih Falun Gong, ibunya melakukan mogok makan sebagai bentuk protes dan kemudian mengalami pemaksaan makan (force-feeding).

“Ibu saya pertama kali mogok makan selama tujuh hari, lalu sebelas hari pada mogok makan kedua. Ketika pulang ke rumah, kondisinya sudah sangat lemah. Saya benar-benar sedih melihatnya. Ibu bercerita bahwa di rumah tahanan, beberapa polisi menahannya dan memaksa memasukkan selang makanan hingga hidung dan mulutnya berdarah,” ceritanya.

Ia menambahkan: “Ibu merasa, ‘Apa salahnya saya berlatih Sejati, Baik, dan Sabar? Saya tidak bersalah. Saya tidak bisa berbohong dan mengatakan bahwa saya berhenti berlatih.'”

Pada tahun 2002, suami Zhang kembali ditangkap dan dijatuhi hukuman lima tahun penjara. Saat itu putra mereka, Wang Hao, baru berusia dua setengah tahun.

“Setelah suami saya dipenjara, ia mengalami berbagai bentuk penyiksaan. Di penjara, praktisi Falun Gong sering menjalani pemeriksaan kesehatan. Saat itu para narapidana, termasuk suami saya, tidak mengerti alasannya,” ujarnya.

“Setelah muncul laporan mengenai dugaan pengambilan organ secara paksa, kami baru menyadari bahwa praktisi Falun Gong disebut-sebut menjadi sumber utama organ tersebut. Saat itu kami benar-benar merasa nyaris kehilangan dia. Jika ada kecocokan donor, mungkin kami tidak akan pernah bertemu lagi dengannya,” lanjutnya.

Ketika suaminya dipenjara, Zhang sendiri masuk dalam daftar buronan menurut penuturannya. Toko pakaian miliknya terpaksa ditutup, dan ia harus berpindah-pindah tempat tinggal bersama putranya yang masih kecil untuk menghindari penangkapan.

“Karena keyakinan saya, dalam semalam seluruh hidup saya berubah total. Saya hidup dalam ketakutan karena bisa ditangkap kapan saja. Secara ekonomi kami juga sangat kesulitan. Saya benar-benar merasa takut dan tidak berdaya.”

Ayahnya ditangkap, ibunya harus bersembunyi, sementara Wang Hao tumbuh dalam suasana penuh ketakutan.

Wang Hao mengatakan: “Saat saya masih kecil, ayah saya tidak ada, dan ibu saya juga sering tidak bersama saya. Berkat Falun Dafa, saya bisa bertahan dengan belajar ajarannya setiap hari.”

Di sekolah, ia juga menghadapi tekanan akibat materi yang menurutnya menjelekkan Falun Gong.

“Di sekolah kami terus menerima propaganda yang mendiskreditkan Falun Dafa. Selain itu, selalu ada risiko dikeluarkan dari sekolah. Ketika masih kecil, saya merasa sangat tertekan dan mengalami konflik batin.”

Bagi Zhang Lihong, ketika semua jalur pengaduan tertutup dan ia terus diburu aparat, muncul pilihan yang sulit: tetap diam atau terus menyuarakan keyakinannya meskipun berisiko ditangkap kembali.

Pada bagian berikutnya, akan diceritakan bagaimana Zhang Lihong dan keluarganya terus mempertahankan keyakinan mereka serta mencari kebenaran dan kebebasan di tengah berbagai tekanan.

Laporan NTD Television, Biro Vancouver, peliputan di Calgary, Kanada.

Ketika Dua Tentara AS di Yordania Tewas dalam Serangan Iran, Satu Lagi Hilang

EtIndonesia.com Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) pada Sabtu (18 Juli) mengumumkan bahwa dua personel militer Amerika Serikat yang bertugas di Yordania tewas dalam serangan yang dilancarkan Iran, sementara satu tentara AS lainnya masih dinyatakan hilang.

Dalam pernyataan yang dipublikasikan melalui platform X, CENTCOM menyatakan: “Pada 17 Juli, saat Komando Pusat AS bersama pasukan mitra mempertahankan diri dari serangan rudal balistik dan pesawat nirawak Iran, dua personel militer Amerika Serikat yang ditempatkan di Yordania gugur dalam tugas. Seorang tentara lainnya saat ini masih dinyatakan hilang.”

Pernyataan tersebut juga menyebutkan bahwa: “Empat tentara AS telah dibawa ke rumah sakit di Yordania untuk mendapatkan perawatan dan kini telah dipulangkan. Personel lain yang mengalami luka ringan juga telah kembali bertugas.”

CENTCOM menambahkan bahwa, sebagai bentuk penghormatan kepada keluarga korban, informasi lebih lanjut, termasuk identitas kedua prajurit yang gugur, baru akan diumumkan 24 jam setelah pihak keluarga menerima pemberitahuan resmi.

Menurut sejumlah pejabat AS yang dikutip The Wall Street Journal, serangan Iran tersebut terjadi di Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania. Pangkalan itu sebelumnya digunakan oleh pesawat tempur Amerika Serikat untuk melancarkan operasi militer terhadap Iran.

Iran dilaporkan telah beberapa kali menyerang pangkalan tersebut menggunakan rudal balistik dan pesawat nirawak. Dua pejabat AS juga mengungkapkan bahwa pangkalan yang sama sempat diserang pada awal pekan ini, mengakibatkan beberapa personel militer AS mengalami luka ringan.

Sejak kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran dilaporkan gagal dipertahankan, militer AS meningkatkan serangan terhadap sasaran di Iran sebagai respons atas serangan Iran terhadap kapal-kapal dagang di Selat Hormuz. Di sisi lain, Iran juga meningkatkan serangannya terhadap pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat di berbagai negara di kawasan Timur Tengah.

Menyusul pengumuman terbaru dari CENTCOM mengenai korban jiwa di pihak militer AS, perhatian publik kini tertuju pada kemungkinan langkah yang akan diambil Presiden Donald Trump sebagai respons terhadap Iran. Trump sebelumnya pernah menyatakan bahwa apabila Iran membunuh tentara Amerika Serikat, ia akan mempertimbangkan untuk kembali melanjutkan perang. (***)

 AS Mengajukan “Undang-Undang Penghentian Represi Transnasional” untuk Melawan Infiltrasi Partai Komunis Tiongkok di Dunia

EtIndonesia.com Pemberlakuan “Undang-Undang Promosi Persatuan Etnis” oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT) baru-baru ini menuai kecaman luas dari komunitas internasional. Sebagai tanggapan, Senat Amerika Serikat mengajukan “Stop Transnational Repression Act” (Undang-Undang Penghentian Represi Transnasional) yang didukung oleh anggota parlemen dari dua partai. Rancangan undang-undang (RUU) ini untuk pertama kalinya secara jelas mendefinisikan istilah “represi transnasional” dalam hukum federal AS.

RUU tersebut menargetkan tindakan pemerintah asing yang mengintimidasi, mengancam, atau menekan individu di luar negeri. Pelaku yang terbukti bersalah dapat dikenai hukuman tambahan hingga 10 tahun penjara, dan langkah ini dipandang sebagai upaya penting Amerika Serikat untuk melawan infiltrasi serta penindasan lintas negara yang dilakukan PKT.

RUU ini diajukan bersama oleh Senator Partai Demokrat Adam Schiff dan Senator Partai Republik John Curtis.

RUU tersebut merupakan respons terhadap “Undang-Undang Persatuan Etnis” yang mulai diberlakukan PKT pada 1 Juli 2026. Menurut pemberitaan, Beijing mengklaim bahwa melalui undang-undang tersebut pihaknya memiliki kewenangan untuk mengambil tindakan terhadap individu tertentu di luar wilayah Tiongkok.

Adam Schiff mengatakan bahwa RUU ini merupakan hasil kerja sama bipartisan dalam menghadapi ancaman terhadap keamanan nasional. Ia menyatakan bahwa berbagai laporan menunjukkan ancaman tersebut terus meluas, terutama karena rezim seperti PKT menggunakan cara-cara baru yang semakin berani untuk mengintimidasi para pembangkang di luar negeri.

Sementara itu, John Curtis menegaskan bahwa represi transnasional yang dilakukan PKT merupakan serangan terhadap kedaulatan dan kebebasan Amerika Serikat.

Yang menjadi perhatian utama adalah bahwa RUU ini untuk pertama kalinya mendefinisikan secara jelas “represi transnasional” dalam hukum federal AS. Definisi tersebut mencakup tindakan agen pemerintah asing yang mengganggu, memaksa, atau mengancam seseorang, termasuk penggunaan kekerasan maupun ancaman pembunuhan.

RUU tersebut menyatakan bahwa memasukkan istilah tersebut ke dalam hukum Amerika akan memberikan efek jera yang lebih besar terhadap pelaku dari pemerintah asing. Jika dinyatakan bersalah, mereka dapat dikenai hukuman tambahan hingga 10 tahun penjara.

Organisasi hak asasi manusia nirlaba Freedom House menyatakan bahwa dalam sebagian besar kasus represi transnasional yang terdokumentasi di dunia, PKT disebut sebagai pelaku utama. Sejak tahun 2014, organisasi tersebut mencatat 319 kasus yang dikaitkan dengan PKT, dengan sasaran antara lain praktisi Falun Gong di luar negeri, komunitas Tibet, Uyghur, serta aktivis demokrasi.

“Apabila RUU ini akhirnya disahkan, maka para pembangkang yang tinggal di Amerika Serikat, praktisi Falun Gong, kelompok minoritas seperti Uyghur dan Tibet, serta masyarakat Hong Kong dan Taiwan akan memperoleh perlindungan yang nyata dan lebih efektif,” ujar Ketua Aliansi Pengacara Hak Asasi Manusia Tiongkok di Luar Negeri, Wu Shaoping. 

Pemberlakuan Undang-Undang Promosi Persatuan Etnis oleh PKT juga mendapat kecaman keras dari masyarakat internasional. Sebanyak 54 organisasi hak asasi manusia dan komunitas diaspora Tiongkok mengeluarkan pernyataan bersama yang mengecam undang-undang tersebut karena dinilai mengancam kebebasan dan hak asasi manusia di seluruh dunia.

Direktur Advokasi dan Komunikasi Hong Kong Watch, Landson Chan, mengatakan: “Yang lebih penting, undang-undang ini berpotensi menjadi alat represi transnasional. PKT dapat menggunakannya sebagai dasar untuk menindak para pengkritiknya di luar negeri.”

“Bahkan mereka yang berada di Kanada pun mungkin akan menghadapi ancaman.”

Pernyataan Hong Kong Watch juga menyoroti bahwa Pasal 63 memperluas penerapan undang-undang tersebut ke luar wilayah Tiongkok. Menurut organisasi itu, mekanisme tersebut serupa dengan yang digunakan dalam Undang-Undang Keamanan Nasional Hong Kong tahun 2020 dan Ordinansi Perlindungan Keamanan Nasional tahun 2024, yang dinilai dapat digunakan untuk mengejar dan mengintimidasi para pembangkang di luar negeri.

“Seluruh dunia telah menjadi korban langsung dari undang-undang yang menurut kami mengancam keberadaan berbagai kelompok ini,” kata Wakil Ketua Global Federation for a Democratic China, Sheng Xue. 

Organisasi-organisasi penandatangan menyerukan kepada pemerintah dan lembaga internasional agar secara terbuka mengecam undang-undang baru PKT tersebut serta mengambil langkah-langkah konkret untuk melindungi komunitas diaspora dari ancaman represi transnasional.

Menanggapi undang-undang tersebut, Wakil Ketua Dewan Urusan Daratan (Mainland Affairs Council) Taiwan, Shen Youzhong, menyatakan bahwa undang-undang itu merupakan upaya PKT untuk melegalkan, melembagakan, dan menjadikan praktik yurisdiksi lintas batas terhadap Taiwan sebagai hal yang permanen. 

Menurutnya, langkah tersebut tidak hanya merusak hubungan lintas Selat Taiwan, tetapi juga mengancam keamanan nasional dan stabilitas sosial Taiwan. Ia mengimbau masyarakat Taiwan agar mempertimbangkan dengan hati-hati risiko bepergian ke daratan Tiongkok serta terus menjaga demokrasi dan kebebasan Taiwan.

Pengamat politik keturunan Tibet yang bermukim di Jepang, Baima Jie, mengatakan bahwa PKT berupaya menggunakan Undang-Undang Promosi Persatuan Etnis untuk menghapus identitas dan budaya Tibet, namun rakyat Tibet tidak akan menyerah.

“Dari sudut pandang Tibet, undang-undang ini merupakan upaya untuk menghapus Tibet dari muka bumi. Jika bahasa Tibet hilang, maka bangsa Tibet pun akan ikut lenyap. Bahasa adalah kehidupan suatu bangsa; setiap bahasa membawa kebudayaannya sendiri. Undang-undang ini pada dasarnya melegalkan melalui hukum apa yang selama ini telah dilakukan PKT,” kata Baima Jie, yang juga mantan penasihat Presiden Mongolia dan profesor emeritus Universitas Gifu Women’s University di Jepang. 

Ia menambahkan bahwa persoalan hak asasi manusia di Tiongkok kini semakin mendapat perhatian dunia internasional.

“Di Jepang, semakin banyak anggota parlemen maupun masyarakat umum yang berani menyuarakan pendapat mereka.”

“Jika PKT mengira bahwa setelah membuat undang-undang ini mereka dapat bertindak semaunya hingga melanggar kedaulatan negara lain, pada akhirnya hal itu justru akan membawa dampak negatif bagi mereka sendiri.”

Sebelumnya, pada 30 Juni, empat kelompok anggota parlemen Jepang mengeluarkan pernyataan bersama yang mengecam Undang-Undang Promosi Persatuan Etnis karena dinilai mempercepat penghapusan keberagaman budaya, serta mendesak pemerintah PKT untuk segera mencabut undang-undang tersebut.

Laporan disusun oleh Huang Yanhua dan Wu Huizhen, NTD News Weekly.

JCFF 2026 Catat Potensi Transaksi Rp92,45 Miliar, BI Jatim Perkuat Jalan UMKM Tembus Pasar Global

Surabaya – Gelaran Java Coffee and Flavors Fest (JCFF) 2026 resmi berakhir dengan capaian positif. Selama tiga hari penyelenggaraan pada 17–19 Juli 2026 di Alun-Alun Kota Surabaya, festival yang diinisiasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Timur bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kota Surabaya itu berhasil membukukan potensi transaksi business matching perdagangan dan pembiayaan sebesar Rp92,45 miliar. Selain itu, total pengunjung, baik secara luring maupun daring, mencapai lebih dari 160 ribu orang.

Mengusung tema “From Local Flavors to Global Horizons”, JCFF 2026 tidak sekadar menjadi festival kopi dan rempah, tetapi juga menjadi ajang memperkuat ekosistem komoditas unggulan Jawa seperti kopi, kakao dan cokelat, teh, serta rempah-rempah agar memiliki daya saing lebih tinggi di pasar nasional maupun internasional.

Rangkaian kegiatan ditutup pada Sabtu (19/7) oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Timur Ibrahim, serta anggota Komisi XI DPR RI Eric Hermawan dan Thoriq Majiddanor.

Hilirisasi Jadi Kunci Tingkatkan Nilai Tambah

Dalam sambutannya, Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta menegaskan bahwa pengembangan komoditas unggulan tidak cukup berhenti pada peningkatan produksi. Tantangan ke depan adalah bagaimana menciptakan nilai tambah melalui hilirisasi sehingga manfaat ekonomi yang diperoleh masyarakat semakin besar.

Menurutnya, Pulau Jawa memiliki modal kuat sebagai pusat agroindustri nasional. Potensi tersebut perlu diperkuat melalui peningkatan kapasitas UMKM, perluasan akses pembiayaan, pembukaan pasar ekspor, hingga penguatan rantai pasok agar produk lokal mampu bersaing di pasar global.

Pada kesempatan yang sama, Bank Indonesia juga meluncurkan program QRIS Jelajah Kuliner Indonesia 2026 sebagai bagian dari upaya memperluas penggunaan pembayaran digital yang inklusif sekaligus mendukung ekosistem perdagangan dan pariwisata.

UMKM Jadi Fokus Penguatan

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Ibrahim mengatakan JCFF merupakan salah satu strategi Bank Indonesia dalam memperkuat ekonomi daerah melalui pengembangan UMKM berbasis komoditas unggulan.

Menurutnya, peningkatan kualitas produk harus berjalan seiring dengan inovasi, digitalisasi, serta perluasan akses pasar agar UMKM memiliki daya saing yang lebih tinggi.

“Bank Indonesia bersama seluruh mitra strategis berkomitmen terus meningkatkan kualitas, inovasi, dan daya saing produk kopi, kakao dan cokelat, teh, serta rempah-rempah melalui penguatan kapasitas UMKM, perluasan akses pasar global, dan akselerasi digitalisasi transaksi,” ujarnya.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program yang mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli maupun lembaga pembiayaan sehingga tidak hanya menghasilkan transaksi jangka pendek, tetapi juga membuka peluang kerja sama bisnis berkelanjutan.

Libatkan Lebih dari 100 UMKM

Selama tiga hari penyelenggaraan, JCFF 2026 menghadirkan 72 UMKM binaan Bank Indonesia se-Pulau Jawa, lebih dari 25 UMKM binaan Pemerintah Kota Surabaya, serta pelaku artisan tea dan modern coffee shop.

Berbagai kegiatan digelar untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha, mulai dari pameran produk, business matching, workshop, talkshow, kompetisi, hingga pertunjukan budaya yang menarik minat masyarakat.

Kehadiran berbagai pelaku industri dalam satu forum menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan petani, pelaku UMKM, investor, perbankan, akademisi, komunitas kopi, hingga konsumen.

Melalui pendekatan tersebut, BI berharap pengembangan komoditas unggulan tidak berhenti pada sisi produksi, tetapi mampu membangun ekosistem usaha yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Business Matching Dorong Akses Pasar dan Pembiayaan

Salah satu agenda utama JCFF 2026 adalah business matching yang mempertemukan pelaku usaha dengan investor domestik, pembeli internasional, serta perbankan anggota Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Jawa Timur.

Hasilnya, kegiatan tersebut berhasil menghasilkan potensi transaksi sebesar Rp92,45 miliar, yang berasal dari kerja sama perdagangan maupun pembiayaan.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa festival komoditas tidak lagi sekadar menjadi ajang promosi produk, tetapi juga telah berkembang menjadi platform bisnis yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam rantai nilai industri.

Mendorong Ekspor dan Pariwisata

Selain memperluas pasar UMKM, JCFF juga diarahkan untuk memperkuat posisi Jawa Timur sebagai pusat perdagangan komoditas unggulan berbasis agroindustri.

Komoditas seperti kopi, kakao, teh, dan rempah-rempah dinilai memiliki peluang besar di pasar ekspor karena permintaan dunia terhadap produk berkualitas dan berkelanjutan terus meningkat.

Di sisi lain, penyelenggaraan festival di kawasan heritage Alun-Alun Kota Surabaya juga diharapkan mampu mendukung pengembangan pariwisata kota sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.

Sinergi antara sektor perdagangan, pariwisata, dan ekonomi kreatif menjadi salah satu pendekatan yang terus didorong Bank Indonesia dalam menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru di daerah.

Kolaborasi Menuju Indonesia Emas 2045

Keberhasilan penyelenggaraan JCFF 2026 memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, perbankan, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat dalam memperkuat ekonomi berbasis potensi lokal.

Melalui festival ini, komoditas kopi, kakao dan cokelat, teh, serta rempah-rempah tidak hanya dipromosikan sebagai produk unggulan, tetapi juga sebagai bagian dari identitas budaya Nusantara yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Bank Indonesia berharap JCFF mampu menjadi katalis bagi peningkatan ekspor, perluasan akses pembiayaan UMKM, penguatan ekosistem perdagangan digital, serta pengembangan pariwisata berbasis heritage di Surabaya.

Dengan semangat “From Local Flavors to Global Horizons”, JCFF 2026 menjadi bukti bahwa komoditas lokal yang dikelola secara profesional, didukung inovasi, digitalisasi, dan kolaborasi lintas sektor, memiliki peluang besar untuk menembus pasar dunia sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah menuju Indonesia Emas 2045.

Gawat! Iran Tewaskan 2 Tentara AS di Yordania, Washington Dikabarkan Siap Gempur Iran Habis-habisan

EtIndonesia.com– Konflik antara Amerika Serikat dan Iran terus mengalami eskalasi yang semakin serius. Untuk pertama kalinya sejak perang terbaru antara kedua negara kembali pecah sekitar dua pekan terakhir, personel militer Amerika Serikat dilaporkan tewas akibat serangan langsung Iran. Insiden tersebut memicu spekulasi bahwa Washington tengah bersiap melancarkan operasi militer yang jauh lebih besar terhadap berbagai sasaran strategis di wilayah Iran.

CENTCOM Konfirmasi Serangan Iran ke Pangkalan Militer AS di Yordania

Komando Pusat Militer Amerika Serikat (U.S. Central Command/CENTCOM) pada 18 Juli 2026 mengeluarkan pernyataan resmi yang mengonfirmasi bahwa sehari sebelumnya, Jumat, 17 Juli 2026, sebuah pangkalan militer Amerika Serikat di wilayah Yordania menjadi sasaran serangan rudal balistik dan pesawat nirawak (drone) yang diluncurkan Iran.

Dalam serangan tersebut, CENTCOM menyatakan bahwa:

  • Dua prajurit Amerika Serikat tewas.
  • Satu prajurit lainnya dinyatakan hilang dan hingga kini masih dalam proses pencarian.

Peristiwa ini menjadi salah satu perkembangan paling signifikan sejak konflik terbaru pecah karena untuk pertama kalinya serangan Iran berhasil menimbulkan korban jiwa di pihak militer Amerika Serikat.

Selama dua pekan terakhir, berbagai pangkalan militer Amerika di kawasan Timur Tengah memang berulang kali menjadi sasaran rudal maupun drone Iran. Namun sebagian besar serangan sebelumnya berhasil dicegat sistem pertahanan udara atau hanya menyebabkan kerusakan ringan tanpa menimbulkan korban jiwa.

Dengan jatuhnya korban di Yordania, situasi kini dinilai telah memasuki fase yang jauh lebih berbahaya.

Pete Hegseth: Pengorbanan Mereka Akan Menguatkan Tekad Amerika

Tidak lama setelah CENTCOM mengumumkan insiden tersebut, Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, menyampaikan pernyataan melalui media sosial.

“Pengorbanan mereka hanya akan membuat tekad kami semakin kuat.”

Pernyataan singkat tersebut dipandang sebagai sinyal politik dan militer bahwa Washington tidak berniat mengurangi tekanan terhadap Iran, meskipun kini mulai mengalami korban jiwa di medan operasi.

Sejumlah analis menilai pernyataan tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa Amerika Serikat kemungkinan akan merespons serangan ini dengan langkah militer yang lebih keras.

Korban Militer Amerika Bertambah Menjadi 16 Orang

Menurut laporan ABC News, serangan di Yordania menjadi titik balik penting dalam konflik yang sedang berlangsung.

Dengan gugurnya dua prajurit tersebut, jumlah personel militer Amerika Serikat yang tewas sejak putaran terbaru konflik meningkat menjadi 16 orang.

Selama beberapa pekan terakhir, Iran terus meningkatkan tekanan terhadap pangkalan-pangkalan Amerika di Timur Tengah melalui kombinasi serangan rudal balistik, drone, serta kelompok-kelompok sekutu yang beroperasi di berbagai negara kawasan.

Meski sebagian besar serangan berhasil digagalkan, intensitas serangan yang terus meningkat menunjukkan bahwa Iran semakin berani mengambil risiko menghadapi respons militer Amerika.

Rudal Iran Dilaporkan Menghantam Pangkalan Udara Muwaffaq Salti

Sejumlah laporan menyebutkan bahwa pada Sabtu, 18 Juli 2026, Iran meluncurkan sedikitnya dua rudal balistik menuju Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania.

Pangkalan tersebut merupakan salah satu fasilitas militer paling strategis yang digunakan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah karena berfungsi sebagai:

  • lokasi penempatan pesawat tempur,
  • markas personel militer Amerika,
  • pusat logistik regional,
  • serta pusat operasi udara untuk berbagai misi di Timur Tengah.

Di platform media sosial X, beredar sejumlah video yang diklaim memperlihatkan momen rudal balistik menghantam kawasan pangkalan tersebut.

Rekaman yang beredar menunjukkan proyektil diduga milik Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menghantam area barak serta kompleks pertahanan pangkalan udara pada dini hari.

Meskipun hingga saat ini keaslian seluruh rekaman tersebut belum dapat diverifikasi secara independen, video-video tersebut dengan cepat menyebar luas dan menjadi perhatian media internasional.

Garis Merah Washington Diduga Telah Dilanggar

Sebelum insiden ini terjadi, Presiden Donald Trump beberapa kali menegaskan bahwa salah satu “garis merah” Amerika Serikat adalah apabila personel militernya menjadi korban jiwa akibat serangan Iran.

Karena itu, kematian dua prajurit Amerika kini dianggap sebagai perkembangan yang berpotensi mengubah arah konflik secara drastis.

Banyak pengamat menilai bahwa Washington kini berada di bawah tekanan besar untuk menunjukkan respons yang tegas guna mempertahankan kredibilitas kebijakan militernya di Timur Tengah.

Apabila Amerika tidak memberikan balasan yang dianggap sepadan, hal tersebut dikhawatirkan dapat dipersepsikan sebagai kelemahan oleh lawan maupun sekutunya.

Pengamat: Konflik Berpotensi Memasuki Fase Baru

Peneliti senior dari Pusat Studi Strategis Timur Tengah di Teheran, Abbas Aslani, menilai bahwa pernyataan resmi CENTCOM kemungkinan menjadi penanda awal memasuki fase konflik yang jauh lebih luas.

Menurutnya, selama beberapa hari terakhir kedua pihak sebenarnya masih menjalankan operasi yang relatif terbatas dan terkendali.

Namun, ia menegaskan bahwa perang belum benar-benar memasuki tahap konfrontasi penuh.

Pandangan senada disampaikan analis politik Tang Jingyuan.

Ia mengungkapkan bahwa seorang pejabat Amerika mengatakan kepada CBS News bahwa operasi militer yang sedang dipersiapkan Washington pada malam itu diperkirakan akan jauh lebih besar dibandingkan seluruh gelombang serangan sebelumnya.

Beberapa sumber lain bahkan menyebutkan bahwa Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) tengah menyusun rencana peningkatan operasi militer besar-besaran terhadap sejumlah target strategis Iran dalam waktu dekat.

AS Diduga Siapkan Operasi Udara Berskala Besar

Serangan terhadap pangkalan Amerika di Yordania diyakini menjadi salah satu faktor utama yang mendorong Washington mempertimbangkan langkah militer yang lebih agresif.

Menurut laporan Channel 13 Israel, Amerika Serikat tengah mempersiapkan pengerahan sekitar 100 pesawat tanker pengisian bahan bakar di udara menuju kawasan Timur Tengah.

Dalam operasi militer modern, pengerahan armada tanker udara dalam jumlah besar umumnya menjadi indikator bahwa militer Amerika sedang mempersiapkan operasi udara jarak jauh dengan intensitas tinggi.

Pesawat-pesawat tanker tersebut berfungsi memperpanjang daya jelajah pesawat tempur dan pembom strategis sehingga memungkinkan serangan dilakukan terhadap sasaran yang berada jauh dari pangkalan utama.

Di saat yang sama, lembaga pertahanan Israel juga dikabarkan meningkatkan status kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan meluasnya perang di kawasan.

Iran Dilaporkan Mengubah Strategi Penggunaan Rudal

Sementara itu, The Wall Street Journal, mengutip sejumlah pejabat Amerika yang mengikuti perkembangan konflik, melaporkan bahwa Iran mulai menerapkan strategi baru dalam penggunaan rudal balistiknya.

Menurut laporan tersebut, Iran kini mengoperasikan rudal balistik generasi baru yang memiliki sejumlah kemampuan lebih maju, antara lain:

  • mampu melaju dengan kecepatan sangat tinggi,
  • dapat bermanuver pada fase akhir penerbangan,
  • lebih sulit dideteksi maupun diprediksi radar,
  • serta memiliki peluang lebih besar untuk menembus sistem pertahanan rudal milik Amerika Serikat dan negara-negara Barat.

Perubahan taktik tersebut dinilai meningkatkan tantangan bagi sistem pertahanan udara Amerika dan sekutunya yang selama ini mengandalkan kombinasi radar serta sistem pencegat berlapis.

Intelijen Amerika Curigai Ada Dukungan dari Negara Lain

Laporan yang sama juga mengungkapkan bahwa komunitas intelijen Amerika Serikat telah mengeluarkan peringatan tingkat tinggi setelah menemukan peningkatan signifikan terhadap akurasi serangan rudal Iran.

Penilaian tersebut memunculkan dugaan bahwa operasi Iran kemungkinan mendapat dukungan teknis dari pihak lain.

Beberapa analis berspekulasi bahwa bantuan tersebut dapat berupa:

  • data satelit,
  • sinkronisasi waktu peluncuran,
  • koordinat sasaran secara real-time,
  • maupun dukungan teknis lain yang meningkatkan efektivitas serangan.

Dalam berbagai analisis yang beredar, Rusia dan Tiongkok kerap disebut sebagai negara yang berpotensi memiliki kemampuan memberikan dukungan semacam itu.

Namun demikian, hingga 19 Juli 2026 belum ada bukti resmi yang dipublikasikan pemerintah Amerika Serikat yang dapat mengonfirmasi keterlibatan langsung negara mana pun dalam membantu operasi rudal Iran. Karena itu, dugaan tersebut masih bersifat spekulatif dan belum dapat dipastikan kebenarannya.

Situasi Masih Sangat Dinamis

Dengan jatuhnya korban jiwa di pihak militer Amerika Serikat, konflik Amerika Serikat–Iran kini memasuki fase yang dinilai jauh lebih berbahaya dibandingkan sebelumnya.

Serangan di Yordania bukan hanya meningkatkan jumlah korban di pihak Amerika, tetapi juga berpotensi menjadi titik balik yang mendorong Washington mengambil langkah militer yang lebih luas terhadap Iran.

Di tengah meningkatnya intensitas serangan, pengerahan aset militer tambahan, serta berbagai sinyal kesiapan operasi baru dari kedua belah pihak, perhatian dunia kini tertuju pada langkah berikutnya yang akan diambil Washington. Banyak pengamat memperingatkan bahwa keputusan yang diambil dalam beberapa hari ke depan dapat menjadi penentu apakah konflik ini tetap berada pada tingkat konfrontasi terbatas atau berkembang menjadi perang regional yang jauh lebih besar. (***) 

10 Destinasi Wisata Keluarga Favorit di Jabodetabek dan Bandung, Rekomendasi Saat Berlibur dengan Keluarga

Jakarta, Juli 2026 – Momen berlibur adalah yang dinanti-nanti oleh anak-anak dan keluarga untuk melepas penat setelah satu tahun penuh belajar. Bagi orang tua, ini adalah kesempatan emas untuk menciptakan pengalaman baru dan mempererat ikatan dengan buah hati.

Kabar baiknya, Anda tidak perlu terbang jauh atau merogoh kocek dalam-dalam untuk menikmati liburan berkualitas. Di sekitar Jabodetabek dan Bandung, terdapat puluhan destinasi wisata keluarga yang menawarkan edukasi, hiburan, hingga aktivitas interaktif untuk segala usia. Berikut 10 rekomendasi yang bisa menjadi inspirasi liburan sekolah tahun ini.

1. Ancol: Satu Kawasan, Segudang Aktivitas

Bagi keluarga yang ingin menikmati berbagai pilihan dalam satu tempat, Ancol tetap menjadi primadona. Mulai dari pantai, wahana permainan di Dunia Fantasi (Dufan), Sea World, hingga atraksi hiburan malam, kawasan ini menawarkan pengalaman liburan yang lengkap. Anak-anak bisa bermain air, naik roller coaster, atau sekadar bersantai menikmati angin laut.

2. KidZania Jakarta: Belajar Profesi dengan Cara Menyenangkan

Liburan juga bisa jadi momen belajar yang tak terlupakan. Di KidZania Jakarta, anak-anak dapat bermain peran sebagai dokter, pilot, pemadam kebakaran, hingga koki. Aktivitas interaktif ini membantu anak mengenal dunia kerja sejak dini dengan cara yang seru dan edukatif. Mereka bahkan mendapat “uang” yang bisa digunakan untuk membeli barang atau mengikuti aktivitas lain.

3. Taman Safari Bogor: Safari Satwa dari Dekat

Ingin mengajak anak lebih dekat dengan alam? Taman Safari Bogor adalah jawabannya. Pengunjung dapat melihat berbagai satwa dari dalam kendaraan, mulai dari singa, zebra, hingga jerapah. Tersedia pula pertunjukan edukatif yang menarik, seperti atraksi gajah dan anjing laut, yang pasti membuat anak-anak terpukau.

4. Jakarta Aquarium: Keindahan Bawah Laut di Tengah Kota

Tidak perlu pergi ke pantai untuk mengenal kehidupan bawah laut. Jakarta Aquarium menghadirkan koleksi satwa akuatik dari berbagai perairan Indonesia. Dengan pertunjukan edukatif dan area interaktif, tempat ini cocok untuk mengenalkan anak pada keanekaragaman hayati laut.

5. TMII: Menjelajahi Indonesia dari Sabang sampai Merauke

Setelah revitalisasi, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) kembali menjadi destinasi favorit keluarga. Pengunjung dapat mengenal budaya dari berbagai daerah melalui anjungan provinsi, museum, dan berbagai fasilitas edukatif. Area terbuka yang hijau dan nyaman membuat TMII cocok untuk piknik keluarga.

6. Aviary Park: Berinteraksi Langsung dengan Satwa

Bagi pecinta burung dan satwa kecil, Aviary Park menawarkan pengalaman berinteraksi langsung dengan berbagai jenis burung dalam suasana yang ramah anak. Anak-anak bisa memberi makan burung dan belajar tentang habitat mereka.

7. Taman Margasatwa Ragunan: Edukatif dan Terjangkau

Ragunan tetap menjadi pilihan favorit karena menawarkan wisata edukatif dengan harga yang bersahabat. Koleksi satwa yang lengkap dan area hijau yang luas membuat tempat ini ideal untuk menghabiskan waktu bersama keluarga tanpa harus menguras dompet.

8. Jakarta Fair: Kuliner, Belanja, dan Hiburan

Selama liburan sekolah, Jakarta Fair menjadi salah satu destinasi paling ramai. Selain beragam kuliner, tersedia juga promo belanja, wahana permainan, dan hiburan keluarga. Tempat ini cocok untuk keluarga yang ingin menikmati suasana meriah sambil mencari oleh-oleh.

9. Lembang Park & Zoo: Kebun Binatang Modern di Bandung

Lembang Park & Zoo menghadirkan kombinasi kebun binatang modern dengan berbagai aktivitas keluarga. Anak-anak dapat berinteraksi dengan satwa, naik kereta keliling, atau menikmati fasilitas rekreasi lain yang tersedia. Udara sejuk Bandung menambah kenyamanan liburan.

10. The Great Asia Africa: Keliling Asia-Afrika dalam Sehari

Ingin mengajak anak mengenal budaya negara lain tanpa harus ke luar negeri? The Great Asia Africa menghadirkan area tematik yang terinspirasi dari berbagai negara di Asia dan Afrika. Dengan miniatur bangunan ikonik dan suasana yang instagramable, tempat ini menawarkan pengalaman wisata yang unik dan edukatif.

Tips Liburan: Rencanakan Perjalanan dengan Baik

Setelah menentukan destinasi, jangan lupa merencanakan perjalanan dengan baik agar liburan semakin nyaman. Mulai dari wisata dalam kota hingga perjalanan menuju destinasi favorit di Jabodetabek dan Bandung, memilih solusi transportasi yang praktis dapat membantu keluarga lebih fokus menikmati momen kebersamaan.

Rio Aristo, Country Manager inDrive Indonesia, mengatakan bahwa libur sekolah selalu menjadi momen spesial bagi keluarga untuk menciptakan pengalaman baru.

“Libur sekolah selalu menjadi momen spesial bagi keluarga untuk menciptakan pengalaman baru dan menghabiskan waktu berkualitas bersama anak-anak. Dengan perencanaan perjalanan yang tepat, masyarakat dapat menikmati berbagai destinasi wisata dengan lebih nyaman dan fokus pada momen kebersamaan. Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan periode liburan ini untuk mengeksplorasi berbagai pilihan wisata menarik yang tersedia di sekitar Jabodetabek dan Bandung,” ujar Rio.

Kesimpulan: Liburan Berkualitas Tak Harus Jauh

Liburan sekolah tidak harus identik dengan perjalanan jauh. Beragam destinasi di sekitar Jabodetabek dan Bandung menawarkan pengalaman yang tak kalah menarik—mulai dari wisata edukatif, interaksi dengan satwa, hingga aktivitas rekreasi yang cocok untuk seluruh anggota keluarga.

Dengan perencanaan yang matang, liburan sekolah dapat menjadi momen berharga yang penuh cerita dan kenangan bagi orang tua maupun anak-anak. Selamat berlibur! (*)

Momen Kebersamaan Makin Istimewa: Gochisō Yakiniku Grill Hadir di Nagano Restaurant VASA Hotel Surabaya

VASA Hotel Surabaya Hadirkan Gochisō Yakiniku Grill, Pengalaman Yakiniku Premium All-You-Can-Eat di Nagano Restaurant

SURABAYA, Juli 2026 – Bagi pecinta kuliner Jepang di Surabaya, kabar gembira datang dari VASA Hotel Surabaya. Hotel berbintang lima ini resmi meluncurkan Gochisō Yakiniku Grill, promo terbaru di Nagano Restaurant yang menghadirkan pengalaman Japanese yakiniku premium dengan konsep all-you-can-eat.

Mengusung filosofi Jepang gochisō yang berarti “hidangan istimewa” atau “jamuan terbaik”, program ini dirancang untuk memberikan pengalaman bersantap yang lebih dari sekadar menikmati makanan. Para tamu dapat memilih sendiri varian daging pilihan dan memanggangnya di meja masing-masing, menciptakan momen interaktif yang hangat dan berkesan.

Menu Premium dengan Cita Rasa Autentik

Gochisō Yakiniku Grill menawarkan beragam pilihan daging berkualitas yang dipersiapkan secara khusus untuk menghasilkan tekstur dan cita rasa terbaik saat dipanggang. Mulai dari premium beef, chicken, seafood segar, hingga aneka sayuran—semuanya dipadukan dengan saus khas Jepang dan pilihan pendamping autentik.

Tidak hanya itu, para tamu juga dapat menikmati berbagai hidangan pelengkap, seperti:

  • Sushi dan sashimi (sesuai ketersediaan)
  • Tempura renyah khas Jepang
  • Ramen hangat yang menggugah selera
  • Nasi khas Jepang sebagai pendamping
  • Dessert dan pilihan minuman segar

Dengan interior modern yang terinspirasi dari estetika Jepang serta suasana hangat dan nyaman, Nagano Restaurant menjadi pilihan ideal untuk berbagai kesempatan—mulai dari makan siang bersama kolega, makan malam keluarga, hingga perayaan momen spesial.

Pengalaman Bersantap yang Berkesan

Eko Setiawan Winarto, General Manager VASA Hotel Surabaya, menyampaikan bahwa Gochisō Yakiniku Grill hadir untuk memberikan pengalaman yakiniku premium yang mengombinasikan kualitas terbaik, kenyamanan, dan keramahan layanan khas hotel berbintang lima.

“Melalui Gochisō Yakiniku Grill, kami ingin menghadirkan pengalaman yakiniku premium yang mengombinasikan kualitas terbaik, kenyamanan, dan keramahan layanan khas VASA Hotel Surabaya. Kami percaya bahwa bersantap bukan hanya soal makanan, tetapi juga tentang menciptakan momen kebersamaan yang berkesan,” ujar Eko.

Berapa Banyak Bangunan yang Tertimbun Longsor di Chongqing, Tiongkok ? Foto Sebelum dan Sesudah Kejadian Beredar

Longsor yang terjadi di Kabupaten Pengshui, Chongqing, menimbulkan pertanyaan mengenai jumlah korban. Angka resmi pemerintah PKT yang menyebut 8 orang meninggal dunia dan 34 orang hilang mendapat perhatian dan dipertanyakan oleh sebagian pihak. Sejumlah warga setempat mengatakan bahwa lebih dari sepuluh bangunan serta sebuah bus yang membawa 19 penumpang tertimbun longsor. Foto-foto kawasan tersebut sebelum dan sesudah kejadian yang beredar di internet memberikan gambaran mengenai luasnya area yang terdampak.

EtIndonesia.com Sekitar pukul 09.00 pagi pada 17 Juli, longsor terjadi di dekat Jembatan Ketiga Sungai Wujiang, Jalan Hanjia, Kabupaten Pengshui, Tiongkok. 

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan bongkahan batu raksasa setinggi beberapa lantai gedung jatuh dari lereng gunung, menghancurkan dan menimbun sejumlah bangunan.

Seorang warga bermarga Xie mengatakan kepada media Tiongkok bahwa berdasarkan pendataan awal, sekitar 12 hingga 13 bangunan runtuh. Ia juga menyebut sebuah bus yang sedang melintas ikut tertimbun longsor.

Seorang pejabat pemerintah setempat juga disebut membenarkan bahwa longsor tersebut melibatkan sekitar 13 bangunan.

Seorang warga dari Kota Datong, Kabupaten Pengshui, mengatakan kepada The Epoch Times bahwa sebuah bus pagi yang melayani rute menuju Kota Datong sedang melintasi lokasi saat longsor terjadi dan tertimbun bersama 19 orang yang berada di dalamnya.

Foto-foto kawasan permukiman sebelum longsor yang beredar di internet kemudian dibandingkan dengan foto setelah kejadian, sehingga memperlihatkan secara lebih jelas bangunan-bangunan yang hilang akibat tertimbun material longsor.

Dari foto tersebut terlihat bahwa sebagian besar bangunan yang tertimbun merupakan gedung hunian setinggi empat hingga tujuh lantai, sementara sebagian lainnya merupakan bangunan komersial.

Sejumlah pengguna internet yang mengaku sebagai warga setempat menulis: “Bangunan-bangunan itu penuh dengan penghuni. Pagi hari banyak orang kemungkinan masih tidur.”

Komentar lain menyebut: “Sekarang sedang liburan musim panas, mungkin masih banyak anak-anak yang sedang tidur.”

Menurut laporan resmi pemerintah Tiongkok, 18 orang berhasil diselamatkan, 8 orang dipastikan meninggal dunia, dan 34 orang masih dinyatakan hilang.

Sebagian pihak mempertanyakan apakah jumlah korban yang sebenarnya lebih besar, namun hingga saat ini belum ada verifikasi independen mengenai jumlah pasti korban maupun dugaan itu.

Sumber : NTDTV.com