Terjebak di Selat Hormuz Selama 53 Hari, Sejumlah Awak Kapal Tiongkok Alami Gangguan Mental

EtIndonesia. Akibat blokade di Selat Hormuz, sejumlah besar kapal terjebak di Teluk Persia. Salah satu kapal kargo Tiongkok yang mengangkut mobil produksi dalam negeri telah terjebak selama 53 hari. Sebanyak 20 awak kapal Tiongkok di atasnya hidup dalam ketakutan ekstrim setiap hari. Bahkan, ada beberapa di antaranya mengalami gangguan mental.

Kapal yang dijuluki sebagai “tempat parkir raksasa di laut” ini berangkat dari Tiongkok pada 28 Februari dengan tujuan awal Dubai. Namun pada hari yang sama, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan mendadak terhadap Iran, sehingga situasi di Timur Tengah dengan cepat memanas. Selat Hormuz kemudian ditutup, dan banyak kapal terpaksa tertahan di laut.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur transportasi energi terpenting di dunia, dengan sekitar seperlima pasokan minyak global melewati selat ini. Organisasi Maritim Internasional memperkirakan sekitar 20.000 pelaut saat ini terjebak di perairan sekitar Selat Hormuz. Karena perbedaan metode perhitungan, jumlah kapal yang terdampak diperkirakan antara 2.000 hingga 3.200 unit.

Pada 17 April, Presiden AS Trump sempat menyatakan bahwa selat telah dibuka, sehingga kapal-kapal yang terjebak segera mengangkat jangkar untuk melintas. Namun, tak lama setelah bergerak, kapal-kapal tersebut dipaksa kembali oleh Iran, dan selat kembali ditutup.

Seorang awak kapal bermarga Lin mengenang bahwa perasaannya saat itu “jatuh dari langit ke bumi”. Ia mengatakan masa paling sulit adalah saat terjebak selama satu bulan—semua orang bahkan tidak punya tenaga untuk mengeluh, hanya bisa duduk termenung di haluan kapal. Laut dipenuhi kapal-kapal yang terjebak, tampak seperti “sekumpulan ikan yang menunggu mati”.

Yang lebih buruk, komunikasi sangat tidak stabil, sehingga hubungan dengan keluarga sering terputus-putus.

Seiring waktu, kondisi hidup di kapal semakin memburuk. Air tawar dan makanan segar semakin menipis, sementara harga logistik terus melonjak. Beberapa kapal mulai melakukan pembatasan makanan, bahkan ada yang bertahan hidup dengan memancing di lautan.

Seorang awak kapal mengungkapkan bahwa saat ini satu kotak berisi 12 botol air mineral dijual seharga 14 dolar AS, satu kilogram daging babi 20 dolar, satu kilogram kubis 9 dolar, dan satu kilogram mangga mencapai 34 dolar.

Selain itu, tekanan psikologis akibat situasi tegang berkepanjangan sangat besar. Para awak kini tidak lagi menganggap turun dari kapal sebagai hal yang pasti. Bahkan ada yang menyebut kapal-kapal yang terjebak itu sebagai “penjara terapung”.

Lin mengungkapkan bahwa sejak sebulan terjebak, kondisi mental para awak sudah mulai tidak stabil. Kini, beberapa orang mengalami gangguan serius dan harus diawasi secara bergiliran oleh rekan-rekannya.

Ia juga mengatakan bahwa setiap bangun tidur, hal pertama yang ia lakukan adalah menyentuh jaket pelampung di sampingnya.

Menurutnya, suara rudal yang sesekali terdengar di atas kepala membuat semua orang terus hidup dalam ketakutan.

Meski demikian, Lin mengatakan ia tetap akan memilih bekerja sebagai pelaut. Ia menjelaskan bahwa pekerjaan ini memberinya penghasilan tertinggi yang bisa ia dapatkan, sementara kondisi keluarganya khusus—anaknya membutuhkan perawatan seumur hidup. 

“Saya hanya bisa menukar nyawa dengan uang,” katanya. (Hui)

Apakah Teheran Akhirnya Mengalah? Gedung Putih Konfirmasi Iran Minta Negosiasi Tatap Muka

EtIndonesia. Pada Jumat (24 April), juru bicara Gedung Putih, Karolina Leavitt, mengkonfirmasi bahwa atas permintaan Iran, Presiden AS Donald Trump telah mengirim utusan khusus kembali ke Islamabad untuk mencari solusi diplomatik atas krisis Iran. Di dalam negeri, proses pencalonan ketua baru bank sentral AS, The Fed, Kevin Warsh, sedang berjalan. Sementara itu, Leavitt yang akan segera melahirkan akan memasuki cuti, dan Gedung Putih telah menyiapkan tim pengganti “kelas berat”, bahkan Presiden Trump sendiri kemungkinan akan turun langsung bila diperlukan.

Leavitt: Utusan AS Berangkat ke Pakistan, Negosiasi AS–Iran Segera Dimulai

Juru bicara Gedung Putih, Leavitt, mengatakan:  “Presiden Trump telah memutuskan untuk mengirim utusan khusus Witkoff dan Kushner kembali ke Islamabad. Pihak Iran ingin berdialog, dan menginginkan pertemuan tatap muka.”

Leavitt menambahkan bahwa angkatan laut Iran telah berubah seperti bajak laut, bertindak layaknya kelompok teroris di laut. Namun Presiden Trump tetap berharap menyelesaikan masalah Iran melalui jalur diplomatik, sehingga pertemuan ini diatur atas permintaan Iran.

Leavitt juga menyebut:  “Kami memang melihat adanya beberapa kemajuan dari pihak Iran dalam beberapa hari terakhir.”

Ia tidak menjelaskan secara rinci kemajuan tersebut, tetapi mengatakan bahwa akhir pekan ini Wakil Presiden J.D Vance dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio akan tetap berada di sisi Trump dan ikut berpartisipasi dalam negosiasi secara jarak jauh.

Kasus Powell Dialihkan, Gedung Putih Dorong Senat Segera Setujui Warsh

Pada Jumat, jaksa di Washington,  Jeanine Pirro, mengumumkan penghentian penyelidikan terhadap Ketua Federal Reserve, Jerome Powell. 

Leavitt menjelaskan bahwa Departemen Kehakiman AS mengalihkan kasus tersebut ke kantor inspektur jenderal untuk diselidiki dengan pendekatan lain, terkait dugaan pengelolaan keuangan yang buruk di Federal Reserve.

 “Proyek renovasi gedung Federal Reserve sudah berlangsung lama dan menelan biaya miliaran dolar dari uang pembayar pajak. Menyelidikinya secara menyeluruh adalah demi kepentingan terbaik para pembayar pajak,” katanya. 

Pekan ini, calon ketua Federal Reserve yang diajukan Trump, Kevin Warsh, menghadapi hambatan dalam sidang Senat, dengan sebagian anggota menggunakan kasus Powell sebagai alasan penolakan.

Langkah Departemen Kehakiman AS tersebut dinilai telah menghilangkan hambatan itu, dan Leavitt mendesak Senat untuk segera mengesahkan penunjukan Warsh.

Leavitt Gelar Konferensi Pers Terakhir Sebelum Cuti Melahirkan, Gedung Putih Siapkan Pengganti

Leavitt diperkirakan akan melahirkan anak perempuan minggu depan, dan Jumat ini merupakan terakhir kalinya ia memberikan pengarahan kepada media.

 “Saya bisa melahirkan kapan saja. Jadi… sampai jumpa lagi dalam waktu dekat,” ujarnya. 

Selama cutinya, Gedung Putih menyiapkan tim pengganti yang terdiri dari tokoh-tokoh penting, termasuk Wakil Presiden Vance dan Menteri Luar Negeri Rubio, yang akan secara bergiliran memimpin konferensi pers. Bahkan, bila diperlukan, Presiden Trump juga akan menjawab langsung pertanyaan wartawan.

Pada Sabtu (25 April), dalam rangka perayaan 250 tahun Amerika Serikat, Trump akan pertama kalinya menghadiri jamuan makan malam koresponden Gedung Putih sebagai presiden. Leavitt mengatakan bahwa Trump akan menyampaikan pidato penting kepada publik dan mengimbau masyarakat untuk tidak melewatkannya.

Laporan oleh Ren Hao, koresponden NTD di Washington DC.

Balon, Tawa, dan Kreativitas Warnai Workshop Buket Balon di ARTOTEL Hayam Wuruk – Surabaya

SURABAYA – Suara gesekan balon, letusan kecil sesekali, dan gelak tawa para peserta mewarnai Balloon Bouquet Workshop yang diselenggarakan pada Minggu (26/4) pukul 10.00 WIB di One Deck Gastropub, ARTOTEL Hayam Wuruk – Surabaya. Kegiatan kolaborasi dengan Balonnina Surabaya ini diikuti oleh 15 peserta yang antusias mengeksplorasi kreativitas melalui pembuatan buket bunga daisy dari balon.

Mengusung semangat Kartini masa kini, workshop ini menjadi ruang bagi para perempuan untuk belajar hal baru, mengasah keterampilan, serta mengekspresikan diri melalui karya kreatif. Para peserta diajak mempelajari teknik dasar hingga merangkai balon menjadi bentuk bunga yang estetis.

Ketelitian dan Keceriaan Menjadi Satu

Meski terlihat sederhana, proses pembuatan buket balon ternyata membutuhkan ketelitian, perhitungan, serta kehati-hatian tinggi. Kesalahan kecil dapat membuat balon meletus, sehingga setiap langkah harus dilakukan dengan penuh fokus. Suasana workshop berlangsung hangat dan penuh keceriaan. Terdengar suara gesekan balon yang diputar, sesekali disusul letusan yang memecah keheningan, lalu diiringi gelak tawa para peserta. Meski santai, para peserta tetap serius mengikuti setiap instruksi demi menghasilkan karya terbaik.

Antusiasme Peserta dari Berbagai Usia

Salah satu peserta, Nabila Nur Rosyada asal Malang, mengaku mendapatkan pengalaman baru yang menyenangkan.”Sebelumnya saya pernah mencoba sendiri, tapi cukup sulit. Setelah ikut workshop ini ternyata seru, dan saya jadi tahu trik-triknya,” ujarnya.

Dukungan Penuh dari ARTOTEL Hayam Wuruk

Teddy Patrick, S.E., M.Par., CHA., General Manager ARTOTEL Hayam Wuruk – Surabaya, turut mengapresiasi antusiasme peserta. “Semangat Kartini tidak hanya diperingati, tetapi juga dapat diwujudkan melalui kegiatan yang mendorong perempuan untuk terus belajar dan berkarya. Kami berharap workshop seperti ini bisa memberikan pengalaman yang bermakna sekaligus menginspirasi,” ujarnya.

Melalui kolaborasi dengan Balonnina Surabaya, workshop ini tidak hanya menghadirkan pengalaman kreatif, tetapi juga memperkuat semangat perempuan untuk terus berkembang, mandiri, dan berdaya di berbagai fase kehidupan.

Tembakan di Jamuan Makan Malam Jurnalis Gedung Putih! Trump Dievakuasi dalam Detik-Detik Mencekam, Siapa Dalangnya?

EtIndonesia — Sebuah insiden keamanan serius mengguncang ibu kota Amerika Serikat pada Sabtu malam, ketika suara tembakan tiba-tiba terdengar di lokasi jamuan makan malam Koresponden Gedung Putih yang dihadiri Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 20.35 waktu setempat itu langsung memicu kepanikan luas dan respons cepat dari aparat keamanan tingkat tinggi.


Detik-Detik Mencekam: Tiga Ledakan Picu Kepanikan

Menurut sejumlah saksi mata, suasana acara yang awalnya berlangsung normal tiba-tiba berubah drastis ketika terdengar tiga suara ledakan keras yang diduga berasal dari tembakan.

Petugas keamanan langsung berteriak memperingatkan adanya ancaman, memicu reaksi spontan dari para tamu undangan. Para jurnalis terlihat berlindung di bawah meja, sementara sebagian lainnya berlari menuju area aman.

Beberapa laporan, termasuk dari Sky News, bahkan menyebutkan bahwa suara yang terdengar bisa mencapai lima kali tembakan, meskipun jumlah pasti masih belum dapat dikonfirmasi.

Suasana jamuan makan malam Jurnalis Gedung Putih (Tangkapan Layar)

Respons Cepat Secret Service: “Tameng Manusia” Lindungi Presiden

Agen dari United States Secret Service segera melakukan prosedur darurat. Dalam hitungan detik, mereka membentuk “tameng manusia” di sekitar Presiden Trump dan langsung mengevakuasinya dari lokasi.

Evakuasi berlangsung sangat cepat dan terkoordinasi, menunjukkan kesiapan tinggi aparat dalam menghadapi ancaman mendadak.

Selain Presiden, Wakil Presiden J. D. Vance, Ibu Negara Melania Trump, serta sejumlah pejabat kabinet juga segera diamankan dari area kejadian.


Pelaku Ditahan, Ancaman Diklaim Telah Dinetralkan

Laporan dari Fox News menyebutkan bahwa aparat keamanan berhasil menetralisir ancaman dalam waktu singkat.

Seorang pria diduga mencoba membawa senjata melewati pemeriksaan keamanan, namun berhasil dihentikan sebelum memasuki ruang utama acara. Pelaku kini telah ditahan dan berada dalam pengawasan aparat.

Meski demikian, masih belum jelas apakah tembakan benar-benar dilepaskan oleh pelaku tersebut atau berasal dari sumber lain.


Kesaksian Saksi Mata: “Saya Hanya Beberapa Meter dari Pelaku”

Jurnalis CNN, Wolf Blitzer, mengungkapkan bahwa dirinya berada sangat dekat dengan lokasi insiden.

Ia bahkan sempat dijatuhkan ke tanah oleh aparat keamanan dalam upaya perlindungan.

“Saya hanya beberapa meter dari pelaku. Senjata yang dibawanya tampak sangat berbahaya. Saat itu saya benar-benar mengira saya menjadi target,” ujarnya.

Sementara itu, seorang veteran militer bernama Tillman yang turut hadir mengaku mendengar suara tembakan dan melihat seorang pria jatuh sambil membawa benda menyerupai senapan dan magasin.

Suasana jamuan makan malam Jurnalis Gedung Putih (Tangkapan Layar)

Laporan Awal: Tidak Ada Korban, Agen Sempat Terkena Tembakan

Meski situasi sempat mencekam, laporan awal menyebutkan tidak ada korban luka serius dalam insiden ini.

Fox News melaporkan bahwa seorang agen Secret Service sempat terkena peluru, namun berhasil selamat berkat penggunaan rompi anti peluru.

Presiden Trump sendiri dipastikan dalam kondisi aman.


Pernyataan Trump: Puji Aparat, Acara Ditunda

Tak lama setelah insiden, Presiden Trump memberikan pernyataan melalui platform Truth Social.

Ia menyebut kejadian tersebut sebagai “insiden yang cukup besar” dan memuji keberanian serta kecepatan respons aparat keamanan.

Trump juga sempat menyarankan agar acara tetap dilanjutkan, namun keputusan akhir berada di tangan pihak berwenang.

Hingga kini, besar kemungkinan jamuan tersebut akan dijadwalkan ulang dalam waktu 30 hari ke depan.


Spekulasi dan Pertanyaan Besar: Dari Ancaman Internal hingga Keterlibatan Asing

Seiring beredarnya informasi di media sosial, muncul berbagai spekulasi terkait insiden ini.

Beberapa pihak mengklaim bahwa jumlah percobaan pembunuhan terhadap Trump selama ini jauh lebih banyak dari yang diketahui publik, bahkan disebut-sebut bisa mencapai puluhan kali.

Ada pula dugaan keterlibatan pihak luar, termasuk kemungkinan unsur dari Islamic Revolutionary Guard Corps. Namun hingga saat ini, tidak ada bukti resmi yang menguatkan klaim tersebut.


Insiden Kedua dalam Waktu Singkat, Investigasi Masih Berlangsung

Peristiwa ini disebut sebagai ancaman keamanan besar kedua terhadap Trump dalam kurun waktu relatif singkat, setelah insiden serupa yang terjadi saat masa kampanye sebelumnya.

Saat ini, penyelidikan masih terus dilakukan oleh aparat federal. Sejumlah pertanyaan krusial belum terjawab, antara lain:

  • Dari mana asal pasti suara tembakan?
  • Bagaimana senjata bisa mendekati area dengan pengamanan super ketat?
  • Apakah pelaku bertindak sendiri atau bagian dari jaringan tertentu?

Pihak berwenang menegaskan bahwa informasi lebih lanjut akan disampaikan setelah proses investigasi mencapai tahap yang lebih jelas.


Penutup

Insiden ini kembali menyoroti tingginya risiko keamanan dalam acara kenegaraan, bahkan di lokasi dengan sistem pengamanan paling ketat sekalipun.

Dengan pelaku telah ditahan namun banyak detail yang masih belum terungkap, publik Amerika kini menunggu kejelasan: apakah ini sekadar ancaman individual, atau bagian dari sesuatu yang jauh lebih besar. (***)

Teror di Malam Elite: Tembakan Menggema Saat Trump Hadiri Jamuan Makan Malam Jurnalis Gedung Putih

EtIndonesia— Sebuah insiden penembakan mengejutkan terjadi dalam acara bergengsi jamuan makan malam Asosiasi Koresponden Gedung Putih yang digelar di Hotel Hilton, Washington D.C., pada Sabtu malam (25/4). Peristiwa ini langsung memicu kepanikan massal dan pengamanan tingkat tinggi terhadap Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Detik-detik Insiden: Tembakan Pecah di Tengah Acara Resmi

Sekitar malam hari saat acara berlangsung, beberapa suara tembakan tiba-tiba terdengar dari area lokasi. Situasi yang semula penuh formalitas berubah drastis menjadi kacau. Para tamu undangan, termasuk jurnalis, pejabat tinggi, dan tokoh penting, berhamburan mencari perlindungan.

Agen United States Secret Service segera bereaksi cepat. Mereka langsung membentuk perlindungan fisik di sekitar Presiden dan melakukan evakuasi darurat. Trump, bersama Ibu Negara Melania Trump serta sejumlah anggota kabinet, diamankan keluar dari lokasi dengan pengawalan ketat.

Tersangka yang ditahan, yang diduga melepaskan beberapa tembakan termasuk satu yang mengenai seorang agen Dinas Rahasia, saat Jamuan Makan Malam Koresponden Gedung Putih di Washington pada 25 April, dalam gambar yang dirilis oleh Presiden Donald Trump di Truth Social.

Pelaku Dilumpuhkan, Senjata Disita

Tak lama setelah insiden, aparat berhasil mengendalikan situasi. Pelaku diketahui bernama Thomas Allen (31), warga Torrance, California. Ia langsung ditahan di tempat kejadian.

Rekaman video yang beredar menunjukkan pelaku berhasil dilumpuhkan oleh agen Secret Service. Dalam kondisi tanpa baju, ia terlihat tergeletak di tanah dengan tangan diborgol ke belakang, dikelilingi petugas bersenjata lengkap.

Kepolisian Washington D.C. mengungkapkan bahwa pelaku membawa sejumlah senjata berbahaya, termasuk:

  • Senapan
  • Pistol
  • Beberapa pisau

Dalam proses penindakan, seorang agen Secret Service sempat tertembak. Namun, berkat rompi antipeluru yang dikenakannya, nyawanya berhasil diselamatkan.

Tersangka yang ditahan, yang diduga melepaskan beberapa tembakan termasuk satu yang mengenai seorang agen Dinas Rahasia, saat Jamuan Makan Malam Jurnalis Gedung Putih di Washington pada 25 April, dalam gambar yang dirilis oleh Presiden Donald Trump di Truth Social.

Kepanikan dan Respons Cepat Aparat

Salah satu video lain yang beredar memperlihatkan momen dramatis saat aparat berteriak, “Ada satu orang jatuh!” sambil mengamankan senjata pelaku. Suasana di lokasi saat itu dilaporkan sangat tegang, dengan teriakan, kepanikan, dan evakuasi besar-besaran.

Pihak berwenang kemudian memutuskan untuk menghentikan acara dan mengevakuasi seluruh peserta sesuai prosedur keamanan standar, meskipun Trump sempat mengusulkan agar acara dilanjutkan.

Pernyataan Resmi Trump: Puji Aparat, Soroti Ancaman Keamanan

Melalui platform Truth Social, Trump memastikan dirinya dalam kondisi aman dan pelaku telah ditangkap.

Dalam pernyataan lanjutan, ia memuji respons cepat aparat keamanan yang dinilai berhasil mencegah situasi menjadi jauh lebih buruk. Ia menjelaskan bahwa pelaku melepaskan tembakan dari jarak dekat ke arah petugas di area pemeriksaan sebelum akhirnya dilumpuhkan.

Trump juga menyoroti meningkatnya ancaman keamanan terhadap Gedung Putih dan dirinya secara pribadi. Ia menegaskan bahwa fasilitas keamanan saat ini sudah tidak lagi memadai untuk menghadapi ancaman modern, dan menyerukan percepatan peningkatan sistem keamanan.

Komentar Tokoh Publik dan Seruan Persatuan

Tokoh teknologi Elon Musk turut angkat bicara. Ia mengecam keras aksi tersebut dan menyatakan keprihatinannya terhadap meningkatnya ekstremisme yang bisa mendorong seseorang nekat melakukan percobaan pembunuhan terhadap pemimpin negara.

Dalam konferensi pers, Trump juga menyerukan kepada masyarakat Amerika untuk menyelesaikan perbedaan secara damai. Ia menegaskan bahwa tokoh berpengaruh sering kali menjadi target, seraya menyinggung sosok Abraham Lincoln sebagai contoh sejarah.

“Orang yang membawa perubahan besar selalu menghadapi risiko besar,” ujar Trump.

Proses Hukum: Ancaman Dakwaan Tambahan

Sementara itu, jaksa federal Jeanine Pirro mengonfirmasi bahwa tersangka telah didakwa dengan sejumlah tuduhan serius, antara lain:

  • Penggunaan senjata api dalam tindak kekerasan
  • Penyerangan terhadap aparat penegak hukum dengan senjata berbahaya

Ia juga mengisyaratkan kemungkinan adanya dakwaan tambahan dalam waktu dekat. Tersangka dijadwalkan menjalani sidang perdana pada Senin (27/4).


Kesimpulan

Insiden penembakan pada 25 April 2026 ini menjadi salah satu ancaman keamanan paling serius terhadap Presiden dalam beberapa waktu terakhir. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian ini menyoroti meningkatnya risiko keamanan dalam acara publik tingkat tinggi di Amerika Serikat.

Penyelidikan lebih lanjut masih berlangsung untuk mengungkap motif pelaku serta kemungkinan adanya keterkaitan dengan pihak lain. (***)

Bagaimana Kebiasaan Harian Sederhana Dapat Membangun Kembali Energi dan Daya Tahan Tubuh

Prinsip utama pola makan musim semi dalam pengobatan tradisional Tiongkok (PTT) mencakup tiga hal: menghangatkan, melancarkan, dan membersihkan.

JoJo Novaes & Arthur Zhang

“Jika Anda merawat tunas muda di musim semi, mereka akan mekar di musim panas dan berbuah di musim gugur. Tetapi jika Anda terus-menerus menginjaknya pada masa ini, mereka akan cepat layu dan mati.”

Shu Rong, direktur Doctor Rong TCM Clinic di Inggris, mengatakan dalam program “Health 1+1” di NTD—media saudara dari The Epoch Times—bahwa vitalitas tubuh mirip seperti tunas muda. Merawat tubuh dengan baik di musim semi sangat penting untuk menjaga kesehatan sepanjang tahun.

Kunci menjaga kesehatan di musim semi terletak pada memupuk energi yang.

Dalam pengobatan tradisional Tiongkok (PTT), tubuh manusia dan alam semesta terdiri dari dua kekuatan dasar: yin dan yang. Yang melambangkan cahaya, kehangatan, dan vitalitas, sedangkan yin melambangkan kesejukan dan ketenangan.

Musim semi adalah waktu ketika energi yang meningkat dan berkembang pesat. Di permukaan tubuh, energi ini muncul sebagai wei qi (energi pertahanan), yang berfungsi sebagai pelindung sistem imun tubuh.


Prinsip Pola Makan Utama di Musim Semi

Seperti tunas muda yang membutuhkan kelembapan dan nutrisi untuk tumbuh, pola makan juga berperan penting dalam mendukung energi yang dalam tubuh manusia.

Shu menjelaskan tiga prinsip utama pola makan musim semi: menghangatkan, melancarkan, dan membersihkan.

Prinsip-prinsip ini membantu meningkatkan fungsi pencernaan, memperlancar sirkulasi dan metabolisme, menjaga keseimbangan imun, serta mendukung kesehatan emosional.


1. Menghangatkan

Prinsip pertama adalah “menghangatkan,” yaitu menjaga sistem pencernaan tetap hangat.

Dalam PTT, limpa dan sistem pencernaan dianggap sebagai satu sistem terpadu. Energi yang pada pencernaan disebut “yang limpa,” yang dapat diibaratkan sebagai api yang “memasak” makanan.

Jika terus-menerus “dipadamkan” dengan minuman es, es serut, atau buah dingin, maka “api” pencernaan ini akan melemah.

Ketika fungsi pencernaan terganggu, gejala kekurangan nutrisi bisa muncul—meskipun asupan vitamin dan mineral cukup.

Dalam praktik:

  • Ganti minuman pertama di pagi hari dengan minuman hangat
  • Konsumsi makanan matang sebagai utama
  • Batasi makanan dan minuman dingin
  • Minum air hangat secara rutin

Jika sistem pencernaan hangat dan kuat, tubuh cenderung tidak mudah merasa dingin atau lelah.


2. Melancarkan

Prinsip kedua adalah “melancarkan,” yaitu membantu aliran energi (qi) dalam tubuh melalui makanan beraroma dan sedikit pedas.

Di Tiongkok kuno, terdapat tradisi mengonsumsi “Lima Sayuran Pedas” di awal musim semi.

Bahan seperti:

  • daun bawang
  • jahe
  • bawang putih
  • kucai
  • ketumbar
  • seledri

dapat ditambahkan dalam masakan sehari-hari untuk meningkatkan rasa sekaligus melancarkan sirkulasi.

Penelitian modern juga menunjukkan bahwa senyawa aktif dalam jahe memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi serta dapat mendukung kesehatan jantung—sejalan dengan konsep TCM tentang kelancaran aliran qi.


3. Membersihkan

Prinsip ketiga adalah “membersihkan,” yaitu menjaga pola makan ringan agar tidak membebani tubuh.

Makanan yang terlalu:

  • manis
  • berminyak
  • asin
  • olahan berlebihan

dapat meningkatkan beban metabolisme dan menyebabkan penumpukan “limbah” dalam tubuh.

Dalam PTT disebut sebagai:

  • kelembapan (dampness)
  • dahak (phlegm)
  • stagnasi darah

Dalam kedokteran modern, ini berkaitan dengan:

  • hati berlemak
  • kolesterol tinggi
  • aterosklerosis
  • peradangan kronis

Jika sering merasa:

  • tubuh berat
  • sendi pegal atau bengkak
  • wajah sembap saat bangun

maka dianjurkan menjalani pola makan lebih ringan.

Praktiknya:

  • perbanyak sayur segar dan biji-bijian utuh
  • minum air atau teh tanpa gula
  • kurangi gorengan dan saus berat
  • batasi minuman manis dan dessert

Dengan beban metabolisme yang berkurang, energi yang dapat berkembang lebih optimal.


Teh yang Dianjurkan untuk Musim Semi

Selain pola makan, Shu merekomendasikan teh “penguat yang” berbahan dasar jahe sebagai ritual pagi sederhana.

1. Teh Jahe Dasar

Membantu melancarkan sirkulasi dan pencernaan.

Cara membuat:

  • Iris 1–3 potong jahe segar
  • Seduh dengan ±250 ml air panas atau rebus 5 menit
  • Bisa tambah sedikit gula merah

Cocok untuk:

  • tangan dan kaki dingin
  • mudah masuk angin

2. Teh Jahe Segar (Lemon & Madu)

Cocok untuk energi yang lemah dan cenderung sembelit.

Cara membuat:

  • Tambahkan lemon dan madu ke teh jahe

Manfaat:

  • meredakan tenggorokan
  • membantu pencernaan

3. Teh Jahe Hangat Penambah Energi

Cocok untuk orang yang sering merasa dingin atau mudah diare saat kedinginan.

Cara membuat:

  • Rebus 2–3 iris jahe + 3 buah kurma merah (dibelah)
  • Tambahkan gula merah

Sangat membantu bagi wanita dengan nyeri haid akibat “dingin” (yang membaik dengan kehangatan).


Perhatian dalam Minum Teh Jahe

Hindari jika mengalami:

  • tenggorokan kering atau sakit
  • rasa pahit di mulut
  • jerawat sering muncul
  • mimisan
  • demam tinggi
  • gangguan pencernaan akut

Juga tidak dianjurkan diminum berlebihan di malam hari karena bisa mengganggu istirahat.

Namun, setelah terpapar dingin (menggigil, pilek), 1–2 cangkir dapat membantu menghangatkan tubuh.


Menyesuaikan Rutinitas dengan Ritme Alam

Selain pola makan, rutinitas harian juga penting.

  • Tidur dan bangun secara teratur
  • Lakukan olahraga ringan di pagi hari (jalan kaki, peregangan)
  • Hindari olahraga berat di malam hari
  • Jaga emosi tetap stabil

Keseimbangan fisik dan emosional membantu menjaga aliran energi tetap lancar.


Pandangan dalam artikel ini merupakan opini penulis dan tidak selalu mencerminkan pandangan The Epoch Times. Diskusi profesional dan perdebatan terbuka tetap disambut.

Mengapa Begitu Banyak Orang Merasa Diperlakukan Tidak Adil: Sebuah Eksperimen Psikologis yang Mengungkap Pola Umum Manusia

oleh Nian Yuan

Bertahun-tahun lalu, sebuah jaringan televisi Amerika menayangkan program yang dengan cepat menarik jumlah penonton yang luar biasa besar.

Di tengah panggung berdiri sebuah kotak kayu berisi puluhan laci kecil. Seorang mentor psikologi terkenal berdiri membelakangi penonton dan mengatakan bahwa ia akan menunjukkan kemampuannya untuk “melihat ke dalam hati manusia.” Aturannya sederhana: para sukarelawan akan naik ke panggung, dan tanpa menoleh, sang mentor akan menyebut nomor laci—katanya hanya mengandalkan intuisi. Di dalam setiap laci terdapat amplop tertutup yang ditujukan untuk orang yang berdiri di depannya.

Sukarelawan pertama adalah seorang ibu rumah tangga.

“Laci nomor enam,” kata sang mentor setelah jeda singkat.

Pembawa acara mengambil amplop tersebut dan menyerahkannya kepadanya. Ia membuka surat itu, membacanya sekilas, lalu terdiam. Matanya membesar. Dalam hitungan detik, ia pun menangis.

“Anda benar-benar melihat diri saya,” katanya di sela tangis. “Ini hal-hal yang tidak pernah saya ceritakan kepada siapa pun. Bahkan saya sendiri tidak berani mengakuinya. Anda pasti utusan Tuhan.”

Sang mentor tidak menanggapi.

“Berikutnya,” katanya.

Sukarelawan kedua, seorang insinyur, maju ke depan.

“Laci dua belas.”

Ia membuka amplop itu dan menatapnya dengan tidak percaya. “Tidak mungkin,” katanya. “Ini pikiran paling pribadi saya. Bagaimana Anda bisa tahu?”

“Berikutnya.”

Sukarelawan ketiga, seorang guru sekolah dasar, membuka laci nomor tujuh. Reaksinya tidak berbeda. Ia menutup mulutnya dan menggeleng. “Saya tidak pernah mengatakan ini kepada siapa pun,” katanya.

Suasana studio berubah. Orang-orang berbisik satu sama lain dan condong ke depan di kursi mereka. Semakin banyak sukarelawan naik ke panggung, pola yang sama terus berulang. Laci yang berbeda. Orang yang berbeda. Kejutan yang sama. Ada yang menangis terbuka. Ada yang terkejut. Bahkan ada yang berlutut dan mulai berdoa.

Sebuah kalimat yang sering dikaitkan dengan psikologi seolah melayang di acara itu: alam bawah sadar Anda mengarahkan hidup Anda, dan Anda menyebutnya takdir.

Penonton terpaku, terseret oleh perasaan bahwa sesuatu yang sangat pribadi sedang tersingkap.

Kemudian pembawa acara meminta semua sukarelawan kembali ke panggung.

“Sekarang,” katanya, “silakan bacakan surat Anda dengan keras.”

Ibu rumah tangga itu mulai terlebih dahulu. Suaranya bergetar saat membaca:

“Anda pernah berpikir untuk meninggalkan semua ini, tetapi Anda tidak pernah menemukan keberanian. Kebaikan Anda telah menjadi kelemahan, dan itu membuat Anda terluka berulang kali. Anda tahu situasi ini tidak adil, tetapi Anda tetap menjalaninya demi orang-orang yang Anda cintai. Hati Anda semakin dingin, sementara orang lain terbiasa memanfaatkan kesabaran Anda. Anda takut berubah, takut menyakiti siapa pun. Maka Anda memendam rasa ketidakadilan itu dalam diam, hingga hari ini.”

Tidak ada yang berbicara.

Lalu sang insinyur mulai membaca. Kata-katanya persis sama. Begitu juga dengan guru tersebut. Dan pegawai kantoran. Dan pensiunan.

Setiap amplop berisi surat yang sama.

Setiap laci menyimpan pesan yang sama.

Baru kemudian pembawa acara menjelaskan apa yang sebenarnya disaksikan penonton.

“Pembaca pikiran” itu, katanya, adalah seorang psikolog. Eksperimen tersebut tidak ada hubungannya dengan kemampuan supranatural. Eksperimen itu dirancang untuk menangkap pola emosi yang diam-diam membentuk kehidupan modern.

Surat itu berhasil karena menyentuh sesuatu yang banyak orang rasakan: perasaan terlalu baik hingga merugikan diri sendiri, memberi lebih dari yang diterima, merasa tidak terlihat, tidak dihargai, atau diperlakukan tidak adil. Itulah sebabnya semua orang merasa “terbuka.” Air mata itu bukan bukti kekuatan gaib, melainkan bukti pengenalan diri.

Sebagian penonton tampak kecewa. Banyak yang sebelumnya percaya bahwa rasa sakit mereka sepenuhnya unik. Menyadari bahwa bahkan perasaan diperlakukan tidak adil pun ternyata dialami bersama menjadi pukulan yang tak terduga.

Tentu saja, ketidakadilan nyata memang ada. Sebagian orang hidup dalam penindasan yang sesungguhnya. Ada yang dirugikan oleh sistem atau kekuasaan yang berada jauh di luar kendali mereka.

Namun, banyak dari apa yang disebut orang sebagai perasaan “diperlakukan tidak adil” sebenarnya lebih halus dan lebih umum. Ia tumbuh dari harapan yang tidak pernah diungkapkan. Kita memberi lebih dari yang mampu kita pertahankan dan menunggu untuk dihargai. Kita menghindari berkata “tidak” karena takut konflik. Kita menyembunyikan frustrasi di balik kesopanan. Kita meyakinkan diri bahwa kita berkorban untuk orang lain, bahkan ketika tidak ada yang memintanya.

Seiring waktu, rasa ketidakadilan itu pun terbentuk.

Psikolog Alfred Adler pernah mengamati bahwa sebagian besar penderitaan manusia muncul dari hubungan. Apa yang kita sebut sebagai ketidakadilan sering kali pada dasarnya adalah kekecewaan terhadap bagaimana hubungan itu berjalan. Banyak orang sebenarnya bisa meninggalkan situasi yang membuat mereka merasa dirugikan. Namun mereka tidak melakukannya, karena bertahan terasa lebih aman. Mengeluh memang menyakitkan, tetapi sudah familiar. Mengakui peran diri sendiri dalam pola tersebut membutuhkan keberanian yang tidak kecil.

Peran sebagai korban mungkin terasa berat, tetapi juga memberikan kenyamanan yang aneh.

Ketika menghadapi kesulitan yang serupa, respons manusia bisa berbeda.

Ada yang menganggap kesulitan sebagai bukti bahwa dunia menentang mereka. Energi mereka berubah menjadi menyalahkan, dan kemarahan menetap. Ada pula yang menerima kenyataan itu dan berbalik ke dalam, bertanya apa yang masih bisa diubah dan di mana tindakan masih mungkin dilakukan.

Viktor Frankl pernah menulis bahwa di antara apa yang terjadi pada kita dan bagaimana kita meresponsnya, terdapat ruang untuk memilih. Sebagian orang bertindak dalam ruang itu. Yang lain mengisinya dengan keluhan tanpa akhir. Psikologi memiliki istilah untuk kondisi ketika keluhan menggantikan tindakan: learned helplessness (ketidakberdayaan yang dipelajari). Seiring waktu, rasa tidak berdaya itu menjadi akrab, dan meninggalkannya terasa berisiko.

Dalam buku The Road Less Traveled, psikiater Amerika M. Scott Peck membuka dengan kalimat yang masih mengguncang pembaca: hidup itu sulit.

Menurut Peck, banyak penderitaan muncul bukan dari kesulitan itu sendiri, melainkan dari penolakan terhadap kenyataan bahwa kesulitan adalah bagian normal dari hidup. Orang berharap hidup berjalan mulus. Ketika tidak, mereka menganggapnya sebagai sesuatu yang personal. Penolakan ini justru memperbesar rasa sakit.

Menerima bahwa hidup mengandung perjuangan tidak menghilangkan kesulitan, tetapi mengubah cara kita menanggungnya. Orang yang matang, kata Peck, tidak membuang energi untuk melawan kenyataan. Mereka menghadapi masalah secara langsung dan terus melangkah. Dalam pandangan ini, penderitaan bukan hukuman, melainkan bagian dari hidup—senormal pergantian musim.

Jadi, siapa yang tidak pernah merasa hidup ini tidak adil?

Sebagian besar perasaan itu muncul dari harapan bahwa hidup seharusnya berbeda. Kita berharap usaha menjamin keberhasilan. Kita berharap kebaikan dibalas dengan kebaikan. Kita berharap pengorbanan diperhatikan. Ketika harapan-harapan itu runtuh, rasa ketidakadilan mengisi ruang yang ditinggalkannya.

Eksperimen dengan kotak kayu itu berhasil karena mencerminkan sesuatu yang tidak nyaman: rasa sakit kita tidak seunik yang kita bayangkan. Banyak orang memikul perasaan tidak adil yang sama, dalam diam.

Menyadari hal itu tidak menghapus kesulitan. Tetapi dapat melonggarkan cengkeramannya.

Dan terkadang, menyadari bahwa kita tidak sendirian dalam perasaan tersebut adalah langkah pertama untuk mulai melepaskannya.

Sumber : visiontimes.com

Peringatan Confucius Agar Tidak Menjadi “Manusia Alat” Masih Relevan di Era Algoritma

Dalam slang internet Tiongkok masa kini, istilah “manusia alat” (gongju ren) merujuk pada seseorang yang dihargai hanya karena kegunaannya—mudah digantikan, bisa dikorbankan, dan didefinisikan semata oleh fungsinya. Lebih dari 2.500 tahun lalu, Konfusius sudah menggambarkan kondisi serupa dalam ungkapan yang jauh lebih sederhana: junzi bu qi—manusia unggul bukanlah alat.

Konsep junzi, yang sering diterjemahkan sebagai “pribadi luhur” atau “manusia teladan,” berada di pusat pemikiran Konfusianisme. Sosok ini tidak ditentukan hanya oleh keterampilan. Kompetensi memang penting, tetapi bukan penentu nilai seseorang. Yang lebih utama adalah kemampuan menjaga penilaian, keseimbangan moral, dan rasa proporsi dalam berbagai situasi yang terus berubah.

Cendekiawan dan penerjemah Gu Hongming pada awal abad ke-20 pernah menyatakan bahwa seluruh sistem pemikiran Konfusius dapat diringkas menjadi satu gagasan: pembentukan manusia teladan. Tujuan ini membentuk generasi demi generasi ajaran moral dan praktik pengembangan diri dalam sejarah intelektual Tiongkok.

Alat Memiliki Fungsi Tetap; Manusia Seharusnya Tidak

Istilah yang digunakan Konfusius untuk “alat,” yaitu qi, awalnya merujuk pada wadah atau peralatan—sesuatu yang ditentukan oleh bentuknya, dan karena itu oleh fungsinya. Wadah digunakan untuk menuang air. Pisau untuk memotong. Masing-masing memiliki tujuan spesifik dan sulit melampauinya.

Peringatan Konfusius menerapkan gagasan ini pada kehidupan manusia. Seseorang yang direduksi menjadi satu fungsi berisiko menjadi dapat dipertukarkan. Hal ini sangat relevan bagi para spesialis dan individu berprestasi tinggi, yang mana identitasnya bisa menyempit hanya pada apa yang paling mereka kuasai.

Pemikir Taoisme mencapai kesimpulan serupa dari sudut pandang berbeda. Sebuah kalimat dalam Tao Te Ching menyatakan bahwa “wadah besar” yang sejati tidak pernah sepenuhnya selesai, yang menyiratkan bahwa bentuk yang tetap membatasi kemungkinan. Zhuangzi menggambarkan ide ini melalui kisah Juru Masak Ding, yang keterampilannya dalam memotong daging tampak tanpa usaha. Saat diminta menjelaskan, ia berkata, “Yang saya kejar adalah Tao, yang melampaui teknik.” Keterampilan semata bukanlah tujuan akhir.

Konfusius menyoroti perbedaan ini melalui pendidikan. “Para sarjana zaman dahulu belajar untuk diri mereka sendiri,” katanya, “sedangkan yang sekarang belajar untuk orang lain.” Pengikutnya, Xunzi, memperjelas perbedaan itu: manusia teladan belajar untuk membina diri, sementara manusia biasa belajar untuk memamerkan kemampuan.

Sosiologi modern menggambarkan masalah serupa sebagai “rasionalitas instrumental”—kebiasaan menilai tindakan dan hubungan semata berdasarkan kegunaan. Dalam kondisi seperti ini, manusia mulai memperlakukan diri mereka sendiri seperti alat.

Doktrin Jalan Tengah Menolak Ekstrem

Gagasan inti lain dalam pemikiran Konfusianisme membahas bentuk ketidakseimbangan yang berbeda. Dalam sebuah percakapan terkenal, Konfusius diminta membandingkan dua murid. Yang satu, katanya, melampaui batas; yang lain, tidak mencapai cukup jauh. Ketika diminta memilih siapa yang lebih baik, ia menjawab bahwa keduanya sama-sama memiliki kekurangan.

Ini menjadi salah satu ungkapan awal dari konsep zhongyong, yang sering diterjemahkan sebagai doktrin jalan tengah.

Konsep ini bukan sekadar menganjurkan kompromi. Sebaliknya, ia menuntut kemampuan menilai proporsi. Setiap situasi mengandung dua ekstrem—terlalu banyak dan terlalu sedikit, berlebihan dan kekurangan. Tugasnya adalah menemukan apa yang paling tepat.

Teks klasik menggambarkan proses ini sebagai “memegang kedua ujung dan menerapkan bagian tengah.” Hal ini bergantung pada pengalaman, refleksi, dan kemampuan untuk menyesuaikan diri.

Konfusius menjelaskannya secara praktis: “Ketika substansi melebihi kehalusan, seseorang menjadi kasar. Ketika kehalusan melebihi substansi, seseorang menjadi dangkal. Keseimbangan menghasilkan manusia teladan.”

Jalan tengah juga menuntut fleksibilitas seiring waktu. Apa yang dianggap seimbang akan berubah sesuai keadaan. Menjaganya membutuhkan kesadaran dan refleksi diri, bukan aturan yang kaku.

Kenapa Gagasan Ini Masih Relevan Sampai Sekarang

Di era digital, sistem modern justru makin memperkuat dua hal yang sudah diperingatkan oleh Confucius sejak dulu.

Pertama, reduksi: manusia dinilai dari hal yang sempit—misalnya cuma dari pekerjaan, angka, atau pencapaian tertentu.
Kedua, polarisasi: opini makin ditarik ke arah ekstrem, jadi serba hitam-putih.

Platform online cenderung “menghadiahi” perhatian, dan perhatian biasanya muncul dari konflik. Akibatnya, pendapat yang santai, seimbang, atau penuh nuansa jadi kalah cepat menyebar dibanding yang keras dan ekstrem. Lama-kelamaan, lingkungan seperti ini bikin cara berpikir jadi makin kaku dan tidak fleksibel.

sumber : visiontimes.com

Bayang-Bayang Satelit Tiongkok di Timur Tengah Picu Alarm Keamanan AS

EtIndonesia. Sejak akhir Februari, setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran, sejumlah besar citra satelit Tiongkok muncul di kawasan tersebut. 

Hal ini berpotensi menimbulkan ancaman bagi pasukan AS yang ditempatkan di Timur Tengah. Pihak AS khawatir lonjakan citra satelit tersebut dapat memberikan panduan medan perang yang lebih presisi bagi Teheran dan pihak lawan lainnya.

Ketua Komite Khusus DPR AS untuk Urusan Partai Komunis Tiongkok, Jhon Moolenaar, menyatakan bahwa Partai Komunis Tiongkok kemungkinan memanfaatkan citra satelit komersial untuk mengunci target militer AS, yang berpotensi menyebabkan jatuhnya korban di pihak militer AS. Ia menilai hal ini sebagai ancaman yang mendesak. 

Sumber : ntdtv.com

Pemimpin Iran Disebut Diamputasi; Komunikasi Sepenuhnya Bergantung pada Surat Tulisan Tangan

EtIndonesia. Pemimpin tertinggi Iran saat ini, Mojtaba Khamenei, dikabarkan belum pernah tampil di depan publik sejak menjabat. Baru-baru ini, sejumlah media mengungkap bahwa ia telah kehilangan satu kaki dan mengalami cacat pada wajah. Demi keamanan, ia disebut hanya dapat berkomunikasi dengan dunia luar melalui surat tulisan tangan yang dikirim oleh kurir penunggang unta.

Di tengah berlangsungnya perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran, beberapa media melaporkan bahwa Mojtaba Khamenei mengalami luka serius akibat serangan udara pada 28 Februari. Ia telah menjalani tiga kali operasi pada kakinya dan kini menunggu pemasangan kaki prostetik. Tangannya juga telah menjalani operasi dan masih dalam masa pemulihan.

Wajah dan bibirnya dilaporkan mengalami luka bakar parah, sehingga menyulitkannya berbicara, bahkan mungkin memerlukan operasi rekonstruksi.

Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa Mojtaba kini bersembunyi di lokasi rahasia, hanya didampingi oleh tim dokter. Bahkan komandan pengawal pun tidak diizinkan mendekat, karena dikhawatirkan badan intelijen Israel dapat melacak keberadaannya dan melakukan serangan.

Atas pertimbangan keamanan, ia hanya berkomunikasi melalui surat tulisan tangan yang dikirim oleh seorang kurir yang menunggang unta, untuk menghindari jalur jalan raya.

Sumber juga menyatakan bahwa pemimpin tertinggi tersebut saat ini dianggap tidak menjalankan tugasnya.

Media Israel melaporkan bahwa kepala negosiator Iran sekaligus Ketua Parlemen, Mohammad Bagher Ghalibaf, juga dipaksa mundur dari posisi perunding. Ia disebut sempat ditodong senjata oleh Garda Revolusi sebelum penerbangannya ke Pakistan untuk negosiasi, dan dipaksa membuka bagasinya. Namun, informasi ini belum dikonfirmasi secara resmi.

 “Mereka (Iran) telah mengganti kepemimpinan baru, dan sekarang terjadi konflik internal. Kami telah menciptakan kekacauan besar bagi mereka—siapa yang akan mengendalikan situasi?,” kata Trump. 

Ia menambahkan bahwa AS akan memberi waktu kepada Iran untuk mempertimbangkan langkah mereka, sambil berharap mereka akan menyadari situasi dan menyetujui tuntutan Amerika.

Menurut data dari Foundation for Defense of Democracies (FDD), sejak operasi militer AS yang disebut “Epic Rage” dimulai, Iran telah mengalami kerugian sebesar 144 miliar dolar AS, setara dengan 40% dari produk domestik bruto sebelum perang—dan angka ini kemungkinan masih diremehkan.

Kerugian tersebut mencakup sekitar 53 miliar dolar AS dari pendapatan minyak dan gas, serta 91 miliar dolar AS untuk biaya rekonstruksi militer, termasuk angkatan laut, rudal, dan drone.

Sejumlah analis juga memperkirakan bahwa setiap tambahan satu bulan perang dapat membuat ekonomi Iran mundur hingga lima tahun.

Laporan oleh Li Jiayin, koresponden NTD di Amerika Serikat.

PM Israel Netanyahu Mengumumkan Telah Pulih Sepenuhnya Setelah Menjalani Terapi Kanker Prostat

EtIndonesia. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, pada Jumat (24 April) saat merilis laporan pemeriksaan kesehatan tahunan mengumumkan bahwa ia sebelumnya didiagnosis menderita kanker prostat dan telah menjalani terapi target pada tahap awal. Saat ini, ia telah pulih sepenuhnya.

Laporan kesehatan menunjukkan bahwa kondisi fisik Netanyahu yang berusia 76 tahun dalam keadaan baik.

Perdana menteri dengan masa jabatan terlama di Israel ini juga menulis di media sosial bahwa sekitar satu setengah tahun lalu ia menjalani operasi pembesaran prostat, dan sejak itu rutin melakukan pemeriksaan. Dalam pemeriksaan terbaru ditemukan sebuah bercak kecil berukuran sekitar 1 cm.

Ia mengatakan bahwa itu merupakan tumor ganas pada tahap sangat awal, tanpa penyebaran atau metastasis. Dokter menyatakan bahwa kondisi tersebut bisa hanya dipantau tanpa pengobatan, atau diobati untuk menghilangkan sepenuhnya. Ia memilih untuk menjalani pengobatan. Setelah menghadapi ancaman terhadap hidupnya, ia mengimbau seluruh warga Israel untuk menjaga kesehatan dan melakukan pemeriksaan rutin.

Netanyahu menjelaskan bahwa laporan kesehatan tahunannya ditunda selama dua bulan untuk mencegah Iran menyebarkan propaganda palsu.

Faktanya, bulan lalu media pemerintah Iran sempat melaporkan bahwa Netanyahu telah meninggal dunia, dan sejak saat itu rumor tersebut juga menyebar di media sosial.

Laporan oleh Ren Hao, NTD.

Karyawan Samsung Tuntut Kenaikan Gaji, Aksi Protes Turunkan Produksi Shift Malam di Pabrik Korea Hingga 58%

EtIndonesia. Serikat pekerja raksasa teknologi Korea Selatan, Samsung Electronics, menyatakan bahwa saat anggota serikat ikut serta dalam aksi protes menuntut kenaikan gaji, produksi chip foundry (pengecoran wafer) dan memori di pabrik Samsung di Korea pada shift  (23 April) malam masing-masing turun sebesar 58% dan 18%. Serikat juga berencana menggelar mogok kerja dari 21 Mei hingga 7 Juni, dan konflik ini dikhawatirkan akan memberikan tekanan besar bagi Samsung.

Puluhan ribu anggota serikat Samsung Electronics menggelar aksi pada 23 April, menuntut kenaikan gaji dan bonus. Banyak karyawan menuju kompleks pabrik di Pyeongtaek, selatan Seoul, untuk berpartisipasi dalam protes tersebut, dan kemudian tidak hadir dalam shift malam dari pukul 22.00 hingga 06.00 pagi.

Serikat pekerja memperkirakan akan mengadakan mogok kerja pada 21 Mei hingga 7 Juni. Konflik tenaga kerja ini berpotensi memberi tekanan berat bagi Samsung. Anggota serikat menyatakan bahwa jika mogok kerja berlangsung sesuai rencana, raksasa teknologi ini dapat kehilangan hingga 20,3 miliar dolar AS dalam keuntungan hanya tahun ini.

Serikat Samsung juga menyebutkan bahwa fasilitas produksi Samsung di Korea beroperasi dengan sistem tiga shift selama 24 jam. Menanggapi laporan tersebut, pihak Samsung belum memberikan komentar.

Samsung merupakan salah satu produsen chip terbesar di dunia, dengan produk yang digunakan mulai dari kecerdasan buatan (AI) hingga perangkat elektronik konsumen. (Hui)

Sumber : ntdtv.com

Ajaib! Seekor Kura-kura Merayap Jauh Mencari Orang yang Memberinya Makan, Videonya Viral

EtIndonesia. Pada 25 April, topik “kolam ditimbun, kura-kura sendiri mencari orang yang biasa memberinya makan” menjadi trending dan memicu perbincangan hangat.

Rekaman kamera pengawas menunjukkan kura-kura tersebut merayap di sepanjang jalan di antara rumah-rumah, lalu langsung masuk ke sebuah rumah seolah sudah sangat familiar. Sepasang pria dan wanita keluar untuk melihat dan memotretnya.

Menurut laporan media Tiongkok daratan, baru-baru ini sebuah kolam yang terbengkalai di Shantou, Guangdong, ditimbun dan direnovasi. Seekor kura-kura yang selama ini hidup di sana justru merayap jauh dan secara inisiatif mendatangi rumah warga yang pernah memberinya makan.

Seorang warga bermarga Xie mengatakan bahwa kolam tersebut sebelumnya dipenuhi rumput liar dan menjadi habitat ikan karper, kura-kura, dan hewan kecil lainnya. Ayah mertuanya sering memberi pakan di sana. Kini setelah kolam ditimbun, kura-kura itu kehilangan tempat tinggal dan, dengan mengandalkan ingatannya, mencari rumah mereka. Setelah melihat rekaman CCTV, keluarga itu merasa sangat terkejut.

Ia juga berseloroh bahwa kura-kura itu adalah “teman lama” ayah mertuanya yang sengaja datang berkunjung. Saat ini kura-kura tersebut telah diadopsi oleh keluarga mereka dan dirawat dengan baik.

Pengunggah video mengatakan: “Ini seperti saling mendekat. Dulu kami memberinya makan, sekarang kolamnya sudah digali, jadi ia datang sendiri mencari kami.” Ia menambahkan, “Sebelumnya kura-kura itu tidak pernah keluar dari kolam. Walaupun kami sesekali pergi memberi makan, tapi bagaimana dia bisa tahu rumah kami? Sangat ajaib.”

Video ini memicu banyak komentar dari warganet:
“Benar-benar punya ‘perasaan’.”
“Bagaimana dia bisa menemukan dengan begitu tepat? Luar biasa!”
“Ini benar-benar mempertaruhkan nyawa untuk datang, kalau saja bertemu orang lain di jalan…”
“Memang benar, dia datang dengan risiko besar. Kalau terjadi apa-apa di jalan, bisa saja tidak selamat.”

“Aku lihat dia berjalan sedikit lalu bersembunyi, mengamati sekitar. Saat sampai dan melihat manusia, dia tampak lega dan menarik keempat kakinya, menunggu diurus.”

“Kelihatan tujuannya jelas, langsung ke rumah kalian.”
“Mungkin ini jodoh dari kehidupan sebelumnya.”
“Ini membuktikan dia punya insting, tahu bahwa kalian orang baik.”
“Ini pertanda baik.”

“Biasanya dengar ‘anjing datang sendiri’, tapi ini ‘kura-kura datang sendiri’.”
“Ini kura-kura pembawa rezeki.”
“Semua makhluk punya perasaan. Kalau dia ingin tinggal di rumah kalian, rawatlah dengan baik.” (hui)

Sumber : ntdtv.com

Kapal Induk AS Berkumpul di Timur Tengah, Blokade terhadap Iran Berpotensi Meluas Secara Global

Militer AS sedang mengambil langkah untuk memperkuat blokade militer dan pencegahan strategis terhadap Iran. Saat ini, kapal induk USS George H.W. Bush telah melewati ujung selatan Afrika dan secara bertahap mendekati perairan Iran. Langkah ini dipandang sebagai tekanan maksimal terhadap jalur utama ekonomi minyak Iran. Pengamat menilai bahwa meskipun situasi saat ini berada dalam kondisi gencatan senjata, risiko serangan mendadak masih tinggi, dan arah ke depan sangat bergantung pada pilihan politik internal Iran.

Etindonesia. Menteri Perang AS, Hegseth, pada Jumat (24 April) menyatakan bahwa Iran masih memiliki waktu untuk membuat pilihan yang bijak dan mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat. Namun ia juga memperingatkan bahwa jika Teheran tidak mencapai kesepakatan, AS akan terus meningkatkan intensitas blokade laut, yang dapat menyebabkan ekonomi Iran runtuh di bawah tekanan tersebut.

Hegseth juga mengungkapkan bahwa kapal induk kedua akan bergabung dalam operasi blokade dalam “beberapa hari ke depan”.

Saat ini, militer AS telah menempatkan tiga kapal induk di wilayah strategis: USS Abraham Lincoln dikerahkan di Laut Arab untuk menjalankan misi blokade, USS Gerald R. Ford beroperasi di Laut Merah, sementara USS George H.W. Bush berada di Samudra Hindia dan terus mendekati wilayah Iran.

Pengamat urusan saat ini, Li Linyi, mengatakan:  “Trump telah menyatakan bahwa angkatan laut dan pertahanan udara Iran telah dihancurkan. Ini pada dasarnya menunjukkan tekad kuat militer AS.”

Di bawah sanksi jangka panjang, Iran selama ini mengandalkan “armada bayangan” untuk mempertahankan ekspor minyak, dengan cara mematikan sistem pelacakan, memalsukan data pelayaran, dan melakukan transfer muatan di laut untuk menghindari pengawasan. Militer AS kini memperkuat penegakan hukum untuk memutus sumber dana ilegal yang mendukung ekonomi dan militer Iran.

Pembawa acara program Mark Space dan Current Affairs Spring and Autumn, Mark, mengatakan:  “Pemantauan terhadap armada bayangan oleh militer AS sudah dimulai sejak lama. Pada Mei 2022, dalam dialog keamanan empat pihak (AS, Jepang, India, Australia), mereka mengusulkan pembentukan jaringan pengawasan terhadap armada bayangan. Hingga saat ini, kapal yang dicegat oleh militer AS sebagian besar milik perusahaan milik negara Iran. Kapal-kapal ‘gelap’ yang melayani Iran diperkirakan berjumlah lebih dari 500 unit. Namun tidak semuanya dimiliki Iran—ada juga milik negara lain. Jika kapal-kapal tersebut disita dan diperiksa, ini akan menimbulkan efek jera bagi pemilik kapal lain, sehingga mereka mungkin akan menjauh dan tidak lagi melayani Iran.”

Para pengamat menilai bahwa hal ini menunjukkan tekanan AS terhadap Iran sedang berkembang dari tingkat regional ke global. Meskipun saat ini ada gencatan senjata, situasi dapat berubah sewaktu-waktu, dan arah ke depan akan bergantung pada pilihan politik dalam negeri Iran.

Mark menambahkan:  “Jika pada akhirnya kelompok garis keras di Iran tetap mendominasi, maka tidak ada lagi ruang negosiasi—konflik bisa kembali pecah. Jika militer AS mendeteksi adanya tokoh penting yang berkumpul, kemungkinan besar mereka akan melancarkan serangan mendadak lagi.”

Laporan oleh Chen Yue dan Chang Chun, jurnalis NTD.

Militer Israel Bombardir Bangunan di Lebanon Selatan, 6 Anggota Hezbollah Tewas

EtIndonesia. Militer Israel menyatakan bahwa dalam baku tembak di kota Bint Jbeil, Lebanon selatan, sebanyak 6 anggota kelompok Hezbollah tewas.

Dikutip dari laporan Sabtu (25/4/2026), juru bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan pasukan menemukan para militan tersebut di kota Bint Jbeil dan segera terjadi baku tembak. Dalam pertempuran itu, 2 militan tewas. Setelah itu, pasukan menyerang bangunan tempat persembunyian mereka dan menewaskan 4 militan lainnya.

Dalam pernyataannya, IDF mengatakan, “Ini merupakan pelanggaran terang-terangan lainnya terhadap perjanjian gencatan senjata oleh Hezbollah.”

Seiring upaya Israel untuk mengendalikan wilayah Lebanon selatan dan membentuk zona penyangga, kota Bint Jbeil—yang hanya berjarak beberapa kilometer dari perbatasan Israel—telah menjadi medan pertempuran penting, baik secara strategis maupun simbolis.

Menjelang perundingan langsung yang jarang terjadi antara Israel dan Lebanon—yang pertama dalam beberapa dekade—militer Israel pekan lalu menyatakan bahwa mereka telah mengepung kota Bint Jbeil di Lebanon selatan. (Hui)

Sumber : ntdtv.com