Skandal “Insiden Urin” di Haidilao: 4.109 Pelanggan Terdampak, Ganti Rugi Lebih dari Rp 22 Miliar 

EtIndonesia. Jaringan restoran hotpot terkenal di Tiongkok, Haidilao, baru-baru ini diterpa skandal “Insiden Urin,” yang memicu kehebohan di media sosial. Netizen bahkan bercanda bahwa satu kali buang air kecil oleh seorang anak nakal telah menyebabkan Haidilao merugi hingga jutaan yuan. Namun, siapa sebenarnya yang bertanggung jawab atas insiden ini?

 “Akhirnya, kasus buang air kecil di Haidilao mendapatkan keputusan penanganannya,” kata seorang influencer media sosial di Tiongkok. 

Pada 12 Maret, akun resmi Weibo Haidilao mengeluarkan pernyataan bahwa pihaknya akan mengganti rugi semua pelanggan yang makan di gerai Haidilao Shanghai Bund dari 24 Februari hingga 8 Maret, dengan mengembalikan biaya makan pada hari itu serta memberikan kompensasi tambahan 10 kali lipat dari jumlah tersebut.

Jika dihitung berdasarkan rata-rata RMB.300 per transaksi, total ganti rugi yang harus dibayar Haidilao diperkirakan melebihi RMB.10 juta . Namun, banyak konsumen yang tidak puas dengan tindakan ini, menganggapnya sebagai upaya terlambat yang tidak cukup untuk memulihkan kepercayaan publik. Setelah pengumuman ini dirilis, topik tersebut kembali menjadi viral di media sosial.

Menurut keterangan dari Haidilao, insiden ini terjadi pada 24 Februari dini hari. Dua remaja berusia 17 tahun, Tang dan Wu, makan di ruang privat Haidilao cabang Shanghai Bund. Setelah selesai makan, mereka buang air kecil ke dalam hotpot lalu mengunggah video aksi mereka ke internet untuk pamer.

Staf yang bertugas di restoran saat itu tidak segera menyadari kejadian tersebut, tetapi setelah video menyebar luas di dunia maya, insiden ini memicu kemarahan publik. 

Haidilao baru melaporkan kejadian tersebut ke polisi pada 6 Maret. Meskipun restoran tersebut kemudian melakukan sterilisasi dan mengganti peralatan makan, para pelanggan tetap merasa trauma, karena banyak dari mereka mungkin telah menggunakan peralatan yang telah terkontaminasi.

Komentar masyarakat Tiongkok:  “Kerugian Haidilao kali ini bukan hanya RMB.20 juta , tetapi juga kepercayaan pelanggan.”

Dalam beberapa tahun terakhir, perilaku buruk dan tindak kriminal di kalangan remaja di Tiongkok semakin marak. Para analis percaya bahwa fenomena ini merupakan akibat dari sistem pemerintahan otoriter Partai Komunis Tiongkok (PKT).

Pengamat politik Lan Shu:  “Fenomena ini adalah salah satu tanda kehancuran budaya sosial di Tiongkok. Penyebab utamanya adalah kebijakan PKT yang, sejak berkuasa, telah secara sistematis menghancurkan budaya tradisional Tiongkok. Akibatnya, masyarakat kehilangan norma dan aturan perilaku.”

Zhang Junjie, mahasiswa Tiongkok di Amerika Serikat:  “Pendidikan di sekolah gagal, pendidikan dalam keluarga juga gagal, dan lingkungan budaya sosial pun tidak mendukung perkembangan yang sehat. Anak-anak ini tidak mendapatkan perhatian dari sekolah, tidak mendapatkan kasih sayang dari keluarga, dan juga tidak mendapatkan dukungan dari masyarakat. Karena itu, kita melihat berbagai fenomena aneh di masyarakat Tiongkok.”

Saat ini, kedua remaja tersebut telah dikenakan hukuman penahanan administratif oleh pihak kepolisian. Pada 10 Maret, Haidilao juga mengajukan gugatan perdata ke pengadilan untuk meminta pertanggungjawaban mereka atas insiden tersebut. (Hui)

Sumber : NTDTV.com

Putin Secara Diam-diam Menganeksasi Belarus? Integrasi Politik, Militer, dan Ekonomi Semakin Mendalam, Lukashenko Terbang ke Moskow 

EtIndonesia. Presiden Belarus, Alexander Lukashenko baru-baru ini terbang ke Moskow untuk melakukan pertemuan tatap muka satu lawan satu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Setelah pertemuan tersebut, keduanya mengadakan rapat tingkat tinggi dan menandatangani beberapa perjanjian penting yang memiliki dampak besar bagi Belarus.

Fokus utama pertemuan ini adalah memperdalam integrasi antara Rusia dan Belarus dalam kerangka Negara Persatuan (Union State), yang semakin menimbulkan kekhawatiran di dunia internasional bahwa Belarus secara perlahan kehilangan kedaulatannya dan tengah “dianeksasi secara diam-diam” oleh Rusia.

Perjanjian Baru: Rusia Semakin Mengendalikan Belarus

Setelah pembicaraan selesai, Rusia dan Belarus menandatangani serta bertukar beberapa dokumen penting, termasuk:

1. Pertukaran protokol ratifikasi “Perjanjian Keamanan Negara Persatuan Rusia-Belarus”, yang semakin mengukuhkan kendali militer Rusia atas Belarus. Dengan perjanjian ini, Belarus hampir tidak memiliki kedaulatan militer sendiri, karena keputusan strategisnya kini berada di tangan Kremlin.

2. Protokol amandemen “Kesepakatan Hak Setara bagi Warga Negara Rusia dan Belarus”, yang memungkinkan warga negara Rusia untuk berpartisipasi dalam pemilu lokal di Belarus, bahkan memungkinkan mereka untuk menduduki jabatan di pemerintahan. Ini secara langsung meningkatkan pengaruh Rusia dalam sistem politik Belarus.

3. Perjanjian “Perlindungan Warga Negara dari Proses Hukum Asing”, yang memastikan bahwa warga Rusia dan Belarus akan mendapatkan perlindungan hukum dari ancaman sanksi Barat dan tekanan peradilan internasional.

Semua perjanjian ini semakin menyatukan sistem politik, militer, dan hukum Belarus dengan Rusia, yang memicu kekhawatiran global bahwa Belarus sedang berada di jalur kehilangan kedaulatannya sepenuhnya.

Integrasi Militer: Belarus Menjadi Bagian dari Strategi Pertahanan Rusia

Dalam bidang militer, Belarus sudah lama berada di bawah pengaruh Rusia. Saat ini, Rusia telah menempatkan senjata nuklir taktis di wilayah Belarus. Dengan adanya perjanjian terbaru, kerja sama pertahanan antar kedua negara semakin dalam.

Putin menekankan bahwa kehadiran militer Rusia di Belarus bertujuan untuk melindungi perbatasan barat Negara Persatuan, yang menunjukkan bahwa Belarus semakin menjadi bagian dari strategi pertahanan Rusia terhadap NATO.

Lebih lanjut, pada 9 Mei mendatang, pasukan Belarus akan berpartisipasi dalam parade militer di Lapangan Merah Moskow, menandai tingginya tingkat integrasi militer kedua negara. Bahkan, sedang dirancang konsep “ruang pertahanan terpadu”, yang jika diterapkan, maka tentara Belarus akan sepenuhnya berada di bawah komando Rusia, menjadikannya sebagai bagian dari militer Rusia.

Ekonomi Belarus Semakin Tergantung pada Rusia

Ekonomi Belarus telah lama bergantung pada bantuan dari Rusia, dan situasi ini semakin nyata dengan meningkatnya perdagangan bilateral yang kini mencapai lebih dari 50 miliar dolar AS, dengan 90% transaksinya dilakukan menggunakan rubel Rusia.

Selain itu, Rusia telah menginvestasikan 45 miliar dolar AS di Belarus, terutama dalam sektor otomotif, manufaktur mesin, energi, dan mikroelektronika.

Energi juga menjadi faktor utama integrasi ekonomi, di mana Rusia telah:

  • Menyediakan minyak dan gas dengan harga diskon besar untuk Belarus.
  • Menyelesaikan pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir di Belarus, yang kini memenuhi 40% kebutuhan listrik Belarus.

Dengan semakin dalamnya ketergantungan ekonomi Belarus terhadap Rusia, ada kekhawatiran bahwa Moskow akan memaksa Belarus sepenuhnya mengadopsi rubel Rusia, yang berarti kehilangan kedaulatan moneter Belarus secara permanen.

Pengaruh Politik Rusia dalam Pemerintahan Belarus

Salah satu poin paling kontroversial dalam perjanjian terbaru ini adalah izinnya bagi warga Rusia untuk berpartisipasi dalam pemilu lokal Belarus serta menduduki jabatan pemerintahan.

Langkah ini menghapus garis pemisah antara Belarus dan Rusia dalam sistem politik, dan berpotensi membuka pintu bagi infiltrasi Rusia dalam struktur pemerintahan Belarus.

Ke depan, jumlah pejabat asal Rusia dalam pemerintahan Belarus kemungkinan akan meningkat, yang berarti keputusan kebijakan Belarus akan semakin berada di bawah pengaruh langsung Kremlin.

Langkah ini semakin memperjelas bahwa Belarus bukan lagi negara yang sepenuhnya independen, melainkan hanya satu provinsi dari Federasi Rusia.

Reaksi Barat: Sanksi Baru dan Peringatan terhadap Lukashenko

Negara-negara Barat, termasuk Amerika Serikat dan Uni Eropa, semakin memperhatikan integrasi cepat Rusia dan Belarus, dan telah memperluas sanksi terhadap rezim Lukashenko.

Namun, Presiden Belarus Lukashenko menunjukkan sikap keras kepala, bahkan menantang Barat dengan menyatakan bahwa:

  • Perusahaan Barat yang ingin kembali beroperasi di Belarus harus menerima aturan baru yang ditetapkan oleh Rusia dan Belarus.
  • Tekanan Barat tidak akan membuat Belarus berubah haluan.

Putin dan “Aneksasi Diam-diam” Belarus

Meski dunia masih fokus pada perang Rusia-Ukraina, perkembangan di Belarus menunjukkan bahwa Putin mungkin telah memenangkan perang lain tanpa perlawanan.

Belarus kini semakin dikendalikan oleh Rusia dalam aspek politik, militer, ekonomi, dan hukum, yang berarti negara ini perlahan kehilangan kedaulatannya dan berada di jalur menjadi salah satu bagian dari Federasi Rusia.

Apakah ini akan menjadi “Aneksasi Tanpa Perang” ala Putin?

Atau Belarus benar-benar masih memiliki kesempatan untuk tetap berdaulat?

Dunia kini tengah menunggu jawabannya.(jhn/yn)

Intelijen Jerman :  Virus COVID-19 Berasal dari Laboratorium di Tiongkok

Media Jerman baru-baru ini mengungkapkan bahwa Badan Intelijen Federal Jerman (BND) telah melakukan penyelidikan dan menyimpulkan bahwa pandemi COVID-19 yang meledak pada tahun 2019 kemungkinan besar berasal dari laboratorium di Wuhan, Tiongkok. Tingkat kepastian atas temuan ini diperkirakan mencapai 80% hingga 95%.

EtIndonesia. Menurut laporan media Jerman, Intelijen Jerman BND mengandalkan informasi publik serta investigasi internal dalam menyusun kesimpulan ini. Berdasarkan bukti yang dikumpulkan, mereka meyakini bahwa Institut Virologi Wuhan (WIV) pernah melakukan eksperimen berisiko tinggi terhadap virus, yang berpotensi menyebabkan kebocoran virus ke lingkungan sekitar.

Dokumen yang diperoleh menunjukkan bahwa WIV melakukan eksperimen yang disebut “Gain of Function”, yaitu modifikasi virus alami agar lebih mudah menginfeksi, menyebar, dan menyebabkan penyakit. 

Selain itu, laboratorium ini juga menggunakan metode penelitian yang berisiko tinggi dan diduga beberapa kali melanggar protokol keselamatan, sehingga meningkatkan kemungkinan kebocoran virus.

Laporan tersebut mengungkapkan bahwa BND sebenarnya sudah mencapai kesimpulan ini sejak tahun 2020. Mereka menilai bahwa pandemi COVID-19 kemungkinan besar disebabkan oleh insiden laboratorium di Wuhan, dengan tingkat kepastian antara 80% hingga 95%. Namun, pada saat itu, kesimpulan ini tidak dipublikasikan ke masyarakat, tetapi hanya dilaporkan kepada Kantor Kanselir Jerman.

Meskipun pemerintah PKT terus membantah teori kebocoran laboratorium, beberapa badan intelijen AS juga mengeluarkan kesimpulan serupa.

  • Januari 2025 – CIA (Badan Intelijen Pusat AS) menyatakan bahwa kemungkinan besar COVID-19 berasal dari kecelakaan laboratorium.
  • Maret 2023 – FBI juga membuat kesimpulan yang sama, menilai bahwa insiden di laboratorium Wuhan sangat mungkin menjadi sumber awal pandemi.

Selain itu, komunitas internasional terus menekan Tiongkok atas dugaan penyembunyian informasi awal tentang pandemi COVID-19.

Pekan lalu, seorang hakim federal di negara bagian Missouri, AS, memutuskan bahwa PKT harus bertanggung jawab atas penyembunyian informasi terkait pandemi COVID-19 serta atas dugaan monopoli dan penimbunan peralatan medis saat pandemi merebak.

Dalam putusan tersebut, pemerintah AS menuntut ganti rugi sebesar 24 miliar dolar AS kepada pemerintah Tiongkok. (Hui)

Sumber : NTDTV.com

Putin Mengadakan Pertemuan Rahasia dengan Utusan AS, Mengirimkan “Sinyal Tambahan” ke Trump

EtIndonesia. Kremlin mengumumkan pada 14 Maret bahwa Presiden Vladimir Putin telah bertemu dengan utusan khusus AS untuk Rusia dan Ukraina, Steve Witkoff, di Moskow pada malam sebelumnya. Kini, diharapkan bahwa akan ada pembicaraan antara Putin dan Trump mengenai proposal gencatan senjata di Ukraina.

Trump Mendesak Putin untuk Mengampuni Pasukan Ukraina yang Terkepung

Presiden AS, Donald Trump, dalam unggahan terbaru di platform media sosialnya, Truth Social, pada 14 Maret, menyerukan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mengampuni tentara Ukraina yang terkepung oleh pasukan Rusia di wilayah Kursk.

Trump mengawali unggahannya dengan menulis bahwa pihak AS telah mengadakan “diskusi yang sangat baik dan produktif” dengan Putin pada Kamis, 13 Maret. Dalam pertemuan tersebut, Putin menerima utusan AS, Steve Witkoff.

Trump juga menyatakan bahwa perang di Ukraina “sangat mungkin” akan segera berakhir.

Trump menegaskan bahwa perjanjian gencatan senjata dengan Rusia perlu “dilaksanakan dan ditandatangani”.

“Jutaan orang telah meninggal sia-sia dan tidak akan pernah terlihat lagi. Jika kita tidak dapat mencapai gencatan senjata dan tidak bisa menandatangani perjanjian akhir dengan Rusia, lebih banyak kejadian serupa akan terjadi,” tulis Trump.

Dia juga mengkritik keras mantan Presiden AS, Joe Biden, menuduhnya telah membawa AS ke dalam “kekacauan” dengan Rusia.

Trump kembali menegaskan: “Jika saya yang menjadi presiden saat itu, perang ini tidak akan pernah terjadi.”

Putin: Jika Pasukan Ukraina di Kursk Menyerah, Rusia Akan Menjamin Keamanan Mereka

Pada sore hari 14 Maret waktu setempat, Presiden Rusia, Vladimir Putin menyerukan kepada tentara Ukraina di wilayah Kursk untuk menyerah.

Menurut laporan Reuters, Putin menyatakan bahwa jika Pemerintah Ukraina meminta mereka menyerah, keamanan mereka akan dijamin.

Dalam pertemuan Dewan Keamanan Rusia pada 14 Maret, Putin menegaskan bahwa pemerintahan Trump tengah melakukan segala upaya untuk memulihkan “setidaknya sebagian” hubungan dengan Rusia.

Dia juga menambahkan bahwa hubungan antara Rusia dan AS telah mengalami beberapa perubahan.

Dalam laporan BBC, Putin mengatakan: “Mari kita lihat apa yang akan terjadi.”

Sementara itu, Kremlin secara resmi mengumumkan pada 14 Maret bahwa Putin telah bertemu dengan Witkoff pada malam sebelumnya.

Menurut laporan Reuters, juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menyatakan bahwa Presiden Putin telah mengirimkan “sinyal” kepada Trump mengenai proposal gencatan senjata melalui Witkoff. Peskov menyebut bahwa ada alasan untuk “optimisme yang hati-hati” terkait kemungkinan penyelesaian konflik.

“Putin menyampaikan pesan yang sangat penting saat membahas proposal gencatan senjata Trump,” kata Peskov.

Zelenskyy: Situasi di Kursk “Sangat Sulit”

Menurut laporan Reuters, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan bahwa pasukan Ukraina menghadapi tekanan yang semakin besar di wilayah Kursk di Rusia barat dan bahwa situasi di sana “sangat sulit”.

Namun, Zelenskyy juga menyebut bahwa operasi yang dilakukan oleh pasukan Ukraina di wilayah tersebut tahun lalu telah mencapai tujuannya.

Pada pagi hari 14 Maret, Presiden Trump mengunggah pernyataan di akun Truth Social-nya, mengatakan bahwa pasukan Ukraina di wilayah tersebut “benar-benar terkepung” oleh pasukan Rusia.

Putin Mengirim Pesan dan “Sinyal Tambahan” kepada Trump Melalui Utusan Rusia-AS

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan kepada wartawan pada 14 Maret bahwa setelah serangkaian kegiatan diplomatik dalam beberapa hari terakhir, “tidak diragukan lagi ada alasan” untuk mempertahankan “optimisme yang hati-hati” mengenai prospek penyelesaian perang. Pernyataan ini sejalan dengan komentar optimistis yang dibuat oleh Penasihat Keamanan Nasional AS, Mike Waltz.

Peskov menyatakan bahwa utusan khusus AS untuk Rusia dan Ukraina, Steve Witkoff, telah “menyampaikan lebih banyak informasi kepada pihak Rusia”. Sebaliknya, Presiden Putin juga “mengirim pesan dan sinyal tambahan” kepada Presiden Trump melalui Witkoff.

Namun, hasil dari komunikasi diplomatik ini hanya akan menjadi lebih jelas setelah Witkoff menyampaikan laporan kepada Trump dan setelah pemimpin Rusia serta AS berbicara langsung melalui telepon.

Peskov menambahkan: “Setelah Tuan Witkoff menyampaikan semua pesan yang diterimanya di Moskow kepada kepala negaranya, kita akan menentukan waktu dialog lebih lanjut. Kedua belah pihak memiliki konsensus bahwa percakapan antara Presiden Rusia dan AS memang diperlukan.”

Putin: Gencatan Senjata Harus Mengarah pada Perdamaian Jangka Panjang

Dalam konferensi pers di Kremlin pada 13 Maret, Presiden Putin menanggapi usulan AS mengenai gencatan senjata 30 hari di Ukraina. Dia menegaskan bahwa gencatan senjata harus dimaksudkan untuk menciptakan perdamaian jangka panjang dan menyelesaikan akar permasalahan krisis ini.

Putin mempertanyakan apakah proposal gencatan senjata yang diajukan AS akan menguntungkan Ukraina, terutama mengingat situasi saat ini di Kursk yang sepenuhnya dikendalikan oleh Rusia. Dia mencurigai bahwa Ukraina dapat menggunakan kesempatan ini untuk memobilisasi kembali pasukan dan mengatur kembali pasokan senjata. Oleh karena itu, menurutnya, diperlukan mekanisme yang jelas untuk mencegah pelanggaran gencatan senjata.

Putin juga menyebut bahwa dia mungkin akan segera berbicara dengan Trump melalui telepon. Sementara itu, Trump menyatakan bahwa dia siap berbicara dengan Putin dan menambahkan bahwa komentar Putin mencerminkan “pandangan yang optimistis”. Trump berharap Moskow akan “melakukan hal yang benar”.

Menlu AS: Optimisme terhadap Akhir Perang Ukraina

Menurut laporan Reuters, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan bahwa ada alasan untuk tetap “optimis secara hati-hati” terkait upaya untuk mengakhiri perang di Ukraina.

Namun, Rubio menambahkan bahwa masih ada banyak pekerjaan yang perlu dilakukan.

Dalam konferensi pers setelah pertemuan para Menteri Luar Negeri G7 di Kanada pada 14 Maret, Rubio berkata: “Saya pikir ada alasan untuk tetap optimis secara hati-hati. Namun, pada saat yang sama, kita masih melihat banyak kesulitan dan kompleksitas dalam situasi ini.”

Ketika ditanya oleh wartawan apakah ia mempercayai Presiden Rusia Vladimir Putin, Rubio menolak untuk menjawab dan mengatakan bahwa pertanyaan tersebut “tidak relevan”.Menteri Luar Negeri AS juga menegaskan: “Kebijakan luar negeri bukanlah tentang kepercayaan, melainkan tentang tindakan.” (jhn/yn)

Lima Negara Tetangga Bersiap Menanam Ranjau di Perbatasan dengan Rusia

EtIndonesia. Mengingat sifat agresif Rusia yang sulit dibendung, lima negara tetangga Rusia—tiga negara Baltik (Lithuania, Latvia, Estonia), Finlandia, dan Polandia—”hampir mencapai” kesepakatan untuk menarik diri dari Konvensi Larangan Ranjau Anti-Personel, yang juga dikenal sebagai Konvensi Ottawa.

Menurut analisis militer, jika kesepakatan ini benar-benar terwujud, negara-negara tersebut akan mulai menanam ranjau secara luas di sepanjang perbatasan mereka dengan Rusia untuk memperkuat pertahanan terhadap kemungkinan invasi Moskow

Pada Kamis (14/3), Menteri Pertahanan Lithuania, Dovilė Šakalienė, mengatakan kepada media bahwa negara-negara Eropa Timur semakin dekat untuk mencapai kesepakatan ini.

“Kami merasa sangat dekat untuk mencapai kesepakatan ini,” ujar Sakalienė.

Dia menambahkan bahwa setelah perundingan yang intens dan mendalam, Polandia, Lithuania, Latvia, Estonia, dan Finlandia telah mencapai kesepakatan strategis untuk meninggalkan Konvensi Ottawa.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Polandia juga menekankan pentingnya keputusan ini.

“Keputusan ini sangat penting saat ini, terutama jika lima negara kita mengambil langkah bersama,”  kata Menhan Polandia.

Kekhawatiran Internasional atas Keputusan Negara-Negara Eropa Timur

Sebelumnya pada hari yang sama, Komite Palang Merah Internasional (ICRC) menyuarakan keprihatinan mendalam tentang tren re-militerisasi di Eropa.

ICRC menyoroti keputusan Lithuania untuk menarik diri dari Konvensi Larangan Bom Cluster dan langkah lima negara Eropa yang tengah bernegosiasi untuk menarik diri dari Konvensi Ottawa sebagai perkembangan yang sangat mengkhawatirkan.

Menurut ICRC, keputusan untuk menarik diri dari Konvensi Ottawa akan membawa konsekuensi serius, terutama bagi warga sipil dan bahkan bagi negara-negara yang memilih keluar dari perjanjian tersebut.

Ancaman Invasi Rusia Memicu Langkah Drastis

Sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022, negara-negara Eropa Timur semakin khawatir akan menjadi target agresi Rusia berikutnya. Oleh karena itu, mereka telah mempertimbangkan langkah-langkah luar biasa untuk memperkuat pertahanan nasional mereka.

Laporan sebelumnya menunjukkan bahwa negara-negara Baltik dan Polandia telah memperingatkan komunitas internasional bahwa mereka sedang mempertimbangkan untuk keluar dari Konvensi Ottawa demi kepentingan pertahanan mereka sendiri.

Polandia dan Lithuania Telah Mengambil Langkah Nyata

Pada 6 Maret, Lithuania secara resmi menarik diri dari Konvensi Larangan Bom Cluster, dengan alasan ancaman keamanan dari Rusia.

Keesokan harinya, Perdana Menteri Polandia, Donald Tusk menyatakan dukungan Pemerintah Polandia untuk menarik diri dari Konvensi Ottawa dan mengizinkan penggunaan ranjau anti-personel untuk meningkatkan pertahanan perbatasan mereka terhadap Rusia.

Konvensi Ottawa dan Implikasinya

Konvensi Ottawa, yang telah diratifikasi oleh lebih dari 160 negara, melarang penggunaan, memproduksi, dan penyimpanan ranjau anti-personel.

Namun, beberapa negara utama tidak menandatangani perjanjian ini, termasuk Amerika Serikat dan Rusia.

Saat ini, Ukraina menuduh Rusia secara luas menggunakan ranjau di wilayah pendudukan, dengan klaim bahwa tindakan ini merupakan bagian dari upaya genosida terhadap rakyat Ukraina.

Akankah Eropa Timur Kembali ke Perang Dingin?

Jika lima negara ini benar-benar menarik diri dari Konvensi Ottawa dan mulai menanam ranjau secara luas di perbatasan Rusia, itu akan menjadi eskalasi besar dalam ketegangan militer Eropa Timur.

  • Apakah ini akan memperburuk hubungan antara Rusia dan NATO?
  • Bagaimana reaksi Moskow terhadap pergerakan militer di perbatasannya?
  • Akankah langkah ini benar-benar mampu mencegah invasi Rusia, atau justru akan memicu konfrontasi lebih lanjut?

Dengan meningkatnya ketegangan geopolitik di Eropa, dunia kini menunggu bagaimana langkah berikutnya dari negara-negara perbatasan Rusia ini. (jhn/yn)

Perdagangan Global Diperkirakan Tumbuh Meskipun Ada Tarif AS

EtIndonesia. Meskipun terjadi perubahan kebijakan perdagangan Amerika Serikat, perdagangan global diproyeksikan tumbuh sebesar 3,1 persen per tahun selama lima tahun ke depan, menurut laporan terbaru dari DHL dan NYU Stern.

Perdagangan antar negara, termasuk Amerika Serikat, diperkirakan akan meningkat dalam lima tahun ke depan meskipun ada potensi kenaikan tarif yang diusulkan oleh Presiden Donald Trump. Hal ini diungkapkan dalam laporan DHL Trade Atlas 2025, yang dirilis pada 12 Maret bekerja sama dengan New York University Stern School of Business.

Volume perdagangan global, yang mengukur jumlah barang yang diperdagangkan dengan mempertahankan harga tetap, diperkirakan akan tumbuh pada tingkat tahunan gabungan sebesar 3,1 persen dari tahun 2024 hingga 2029, menurut laporan tersebut.

Tingkat pertumbuhan ini mencerminkan percepatan yang moderat dibandingkan dekade sebelumnya, meskipun terdapat ketidakpastian terkait perubahan kebijakan perdagangan AS. Bahkan jika seluruh tarif yang diusulkan oleh pemerintahan Trump diberlakukan dan negara lain melakukan pembalasan sebagaimana diumumkan, pertumbuhan volume perdagangan tetap diharapkan terjadi, meskipun pada tingkat yang lebih lambat.

“DHL Trade Atlas 2025 mengungkap wawasan yang sangat menggembirakan,” kata John Pearson, CEO DHL Express. “Masih ada potensi besar untuk pertumbuhan perdagangan di ekonomi maju maupun berkembang di seluruh dunia.”

Laporan tersebut juga menemukan bahwa perdagangan global terus mengatasi tantangan besar, termasuk krisis keuangan 2008, pandemi COVID-19, dan ketegangan geopolitik, yang membuktikan ketahanannya yang luar biasa.

Secara khusus untuk Amerika Serikat, nilai perdagangan—yang mewakili nilai dalam dolar dari barang yang diperdagangkan tanpa penyesuaian inflasi—diproyeksikan tumbuh sekitar $1,2 triliun antara tahun 2024 hingga 2029, sehingga mencapai total perkiraan $6,6 triliun (5,4+1,2).

Impor AS, yang bernilai $3,3 triliun pada tahun 2024, diperkirakan akan meningkat sebesar $654,98 miliar, mencapai sekitar $3,96 triliun pada tahun 2029. Sementara itu, ekspor AS, yang saat ini sebesar $2,1 triliun, diperkirakan akan tumbuh sebesar $515,68 miliar, sehingga totalnya mencapai sekitar $2,62 triliun pada periode yang sama.

Laporan ini menekankan bahwa Amerika Serikat tetap sangat bergantung pada barang-barang yang diproduksi di Tiongkok, meskipun ada upaya untuk melakukan diversifikasi sumber pasokan akibat konflik perdagangan yang sedang berlangsung.

Pangsa impor langsung AS dari Tiongkok turun menjadi 2,6 persen dari perdagangan dunia pada awal 2024, dibandingkan 3,5 persen pada 2016. Namun, perdagangan tidak langsung—barang yang berasal dari Tiongkok tetapi masuk ke AS melalui negara ketiga—menunjukkan bahwa ketergantungan pada manufaktur Tiongkok tidak mengalami pengurangan yang signifikan.

Steven A. Altman, peneliti senior di NYU Stern, menyoroti ketahanan perdagangan global meskipun ada berbagai hambatan.

“Meskipun ancaman terhadap sistem perdagangan global harus dianggap serius, perdagangan global telah menunjukkan ketahanan luar biasa karena manfaat besar yang diberikannya bagi ekonomi dan masyarakat,” kata Altman.

Secara regional, nilai perdagangan yang tumbuh paling cepat dari 2024 hingga 2029 diproyeksikan terjadi di Asia Selatan dan Tengah, Afrika Sub-Sahara, dan Asia Tenggara, dengan tingkat pertumbuhan tahunan antara 5 hingga 6 persen. Amerika Utara, termasuk AS, diperkirakan akan mengalami pertumbuhan volume perdagangan tahunan yang moderat sekitar 2,7 persen, sedikit di bawah rata-rata global.

India, Vietnam, Indonesia, dan Filipina diidentifikasi sebagai negara-negara yang diprediksi mengalami pertumbuhan perdagangan yang signifikan, baik dalam kecepatan maupun jumlah absolut. Secara khusus, India diperkirakan akan menyumbang pertumbuhan volume perdagangan global terbesar ketiga, setelah Tiongkok dan Amerika Serikat.

Laporan DHL Trade Atlas juga mencatat bahwa meskipun minat terhadap nearshoring (pemindahan rantai pasok lebih dekat ke pasar utama) meningkat, jarak perdagangan sebenarnya justru terus bertambah. Rata-rata jarak perdagangan barang mencapai rekor baru sebesar 5.000 kilometer selama sembilan bulan pertama tahun 2024, menyoroti berlanjutnya integrasi ekonomi global meskipun ada berbagai tantangan.

Sumber ; Theepochtimes.com

Trump Ancam Tarif 200 Persen pada Alkohol Uni Eropa

‘Ini akan sangat baik bagi bisnis anggur dan sampanye di AS,’ tulis presiden di Truth Social.

EtIndonesia. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif 200 persen pada alkohol dari Prancis dan negara-negara lain yang tergabung dalam Uni Eropa.

Dalam sebuah unggahan di Truth Social pada 13 Maret, Trump mengatakan bahwa Uni Eropa telah memberlakukan tarif 50 persen pada wiski dari Amerika Serikat.

Jika pejabat Eropa tidak mencabut tarif balasan tersebut, Amerika Serikat akan mengenakan pajak 200 persen pada anggur, sampanye, dan produk alkohol lainnya dari Prancis serta negara-negara anggota UE lainnya, kata presiden.

“Ini akan sangat baik bagi bisnis anggur dan sampanye di AS,” kata Trump.

Komisi Eropa mengumumkan pada 13 Maret bahwa mereka akan mengambil langkah balasan sebagai respons terhadap tarif 25 persen yang diberlakukan pemerintah AS pada impor baja dan aluminium. Langkah-langkah ini termasuk mengakhiri penangguhan tarif sebelumnya atas barang-barang AS dan menerapkan pajak baru.

Tarif Uni Eropa akan mencakup sekitar $28 miliar produk AS, termasuk produk pertanian, pakaian, peralatan rumah tangga, dan sepeda motor.

Meskipun demikian, blok beranggotakan 27 negara ini “akan selalu terbuka untuk negosiasi,” kata Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen. Kepala perdagangan UE, Maros Sefcovic, bertanggung jawab atas pembicaraan dengan Amerika Serikat.

“Uni Eropa harus bertindak untuk melindungi konsumen dan bisnis. Tindakan balasan yang kami ambil hari ini kuat tetapi proporsional,” kata von der Leyen dalam sebuah pernyataan.

“Kami sangat menyesali tindakan ini. Tarif adalah pajak. Mereka buruk bagi bisnis, dan bahkan lebih buruk bagi konsumen.”

Tarif balasan UE akan mulai berlaku pada 1 April.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent meremehkan kekhawatiran tentang tarif tersebut, dengan mengatakan bahwa dampaknya hanya pada “satu atau dua barang dengan satu blok perdagangan.”

“Saya tidak yakin mengapa ini menjadi masalah besar bagi pasar,” kata Bessent dalam wawancara luas dengan CNBC’s Squawk Box.

Saham Brown-Forman, perusahaan induk Jack Daniel’s, naik lebih dari 1 persen setelah berita ini, meskipun turun lebih dari 6 persen sepanjang tahun ini.

Trump, bersama Perdana Menteri Irlandia Micheal Martin, mengatakan bahwa Amerika Serikat akan mengenakan tarif pada negara-negara lain sesuai dengan tarif yang mereka kenakan pada ekonomi terbesar di dunia ini.

“Tidak ada yang bisa mengeluh tentang itu,” katanya, seraya menambahkan bahwa Uni Eropa dirancang “untuk mengambil keuntungan dari Amerika Serikat.”

Dalam wawancara dengan Bloomberg TV setelah pengumuman Trump di media sosial, Menteri Perdagangan Howard Lutnick membela ancaman terbaru presiden.

“Jika Anda membuat [Trump] tidak senang, dia akan merespons dengan tidak senang,” kata Lutnick.

“Tarif mereka jauh di atas, sedangkan tarif kita jauh di bawah. Bagaimana kalau kita seimbangkan?”

Pemerintahan AS telah mengeluhkan perbedaan tarif antara Uni Eropa dan Amerika Serikat, menyebutnya tidak adil. Sebagai contoh, UE mengenakan tarif 10 persen pada mobil AS yang memasuki pasar Eropa, sedangkan tarif AS untuk kendaraan Eropa yang masuk ke negara itu hanya 2,5 persen.

Dalam wawancara akhir pekan dengan CBS News, Lutnick mengkritik Eropa atas pajak pertambahan nilai (VAT) dan hambatan perdagangan non-tarif lainnya.

“Tarif timbal balik adalah standar dasar, dan negara-negara seperti Eropa memiliki VAT sebesar 20 persen,” katanya.

“Tahu berapa banyak mobil Amerika yang kita jual di Eropa, Korea, atau Jepang? Coba beli Chevrolet di Jerman.”

Pejabat Gedung Putih keberatan dengan VAT Uni Eropa, yang berbeda dari pajak penjualan, dengan menyebutnya sebagai “pukulan ganda” bagi ekspor AS.

VAT adalah pajak berbasis konsumsi yang diterapkan pada nilai tambah di setiap tahap produksi atau distribusi barang dan jasa. Tarifnya berkisar antara 17 persen hingga 27 persen dan menyumbang bagian besar dari pendapatan negara-negara anggota UE.

“Ada alasan mengapa Jerman menjual delapan kali lebih banyak mobil kepada kita dibandingkan yang kita jual kepada mereka, dan itu tentu bukan karena keterampilan atau kualitas manufaktur Amerika,” kata seorang pejabat Gedung Putih kepada wartawan dalam panggilan pers bulan lalu. (asr)

Sumber : Theepochtimes.com

Bulan Darah dan Laut yang Memerah : Pertanda Perang yang akan Segera Terjadi ?


EtIndonesia.
Menurut laporan, fenomena astronomi Blood Moon akan muncul mulai larut malam pada 13 Maret hingga dini hari 14 Maret. Wilayah seperti Amerika dan Pasifik Timur dapat menyaksikan fenomena ini sepenuhnya, sementara Oseania, Jepang, dan Korea hanya bisa melihatnya saat bulan terbit dengan gerhana sebagian. Beberapa bagian Amerika Selatan bagian timur juga akan menyaksikan fenomena ini saat bulan tenggelam.

Asisten peneliti dari Planetarium Taipei, Duan Haoyuan, menjelaskan bahwa fenomena gerhana bulan terjadi ketika Bulan memasuki bayangan Bumi saat bergerak dalam orbitnya. Cahaya Matahari yang seharusnya mengenai permukaan Bulan akan terhalang oleh Bumi, sehingga Bulan tampak redup atau bahkan hilang dari pandangan. Saat memasuki fase total, Bulan sepenuhnya berada dalam bayangan Bumi. Jika masih ada cahaya Matahari yang melewati atmosfer Bumi, maka cahaya merah akan dibiaskan dan mengenai permukaan Bulan, memberikan warna merah tua atau tembaga yang dikenal sebagai Blood Moon.

Blood Moon sebagai Pertanda Buruk dalam Sejarah

Sepanjang sejarah, setiap kali Blood Moon muncul, sering kali dikaitkan dengan perubahan besar di dunia atau bencana yang terjadi. Dalam kepercayaan kuno, Blood Moon dianggap sebagai tanda akan datangnya bencana, perang, atau pergantian kekuasaan.

Contohnya, tragedi tenggelamnya kapal feri Sewol di Korea Selatan pada 16 April 2014, yang menewaskan 304 orang, sebagian besar adalah siswa sekolah menengah. Laporan menyebutkan bahwa sehari sebelum kejadian tragis ini terjadi, sebuah Blood Moon muncul di langit.

Kasus lain adalah Blood Moon pada 16 Juli 2019, beberapa bulan sebelum pandemi COVID-19 mulai menyebar ke seluruh dunia. Laporan menunjukkan bahwa kasus pertama COVID-19 mungkin sudah ada di Tiongkok sejak Oktober 2019, jauh lebih awal dari yang diumumkan secara resmi oleh Pemerintah Tiongkok. Pandemi ini kemudian menyebar secara global dan menyebabkan kematian jutaan orang.

Bahkan dalam catatan sejarah kuno, seperti dalam “Sejarah Dinasti Ming”, disebutkan bahwa pada tahun keempat pemerintahan Kaisar Chongzhen (1628-1644), pada malam perayaan Yuanxiao (Festival Lentera), Matahari tampak berwarna merah darah, membuat semua benda yang disinarinya tampak merah. Beberapa hari kemudian, fenomena serupa terjadi, dan setelah itu, bencana kelaparan serta pemberontakan besar-besaran melanda Tiongkok.

Blood Moon dan Hubungannya dengan Perayaan Purim

Fenomena Blood Moon kali ini bertepatan dengan perayaan Purim, sebuah hari raya dalam tradisi Yahudi yang memperingati bagaimana bangsa Yahudi selamat dari pemusnahan massal di bawah kekuasaan Kekaisaran Persia (sekarang Iran).

Amanda Grace, seorang figur keagamaan dan pengamat peristiwa profetik, menyatakan bahwa Purim yang bertepatan dengan Blood Moon merupakan momen unik dengan makna profetik yang kuat. Menurutnya, ini adalah waktu suci yang menandakan pengungkapan rahasia besar yang telah lama tersembunyi, di mana kejahatan akan dihakimi dan jalan pemulihan akan terbuka.

Darah di Laut: Fenomena Misterius di Iran

Fenomena alam yang menambah ketegangan terjadi di Iran, wilayah yang secara historis terkait dengan peristiwa Purim. Baru-baru ini, hujan deras melanda wilayah pesisir Iran yang kaya akan sumber daya mineral, menyebabkan pantai terkenal di sana berubah menjadi merah darah.

Ratusan orang berkumpul di Pantai Perak dan Merah di Pulau Hormuz untuk menyaksikan air hujan bercampur dengan tanah kaya zat besi, membentuk aliran merah seperti darah yang mengalir dari batuan wisata hingga ke laut. Fenomena ini meninggalkan pemandangan yang menakutkan di sepanjang pantai.

Peristiwa ini terjadi tepat sebelum perayaan Purim dan munculnya Blood Moon, serta terjadi di Persia kuno, yang kini merupakan Iran. Hal ini membuat sebagian orang percaya bahwa fenomena ini adalah pertanda perang besar yang akan datang.

Iran, Rusia, dan Tiongkok Melakukan Latihan Militer Bersama

Sementara itu, di tengah ketegangan yang semakin meningkat, Iran bersama Rusia dan Tiongkok sedang menggelar latihan militer gabungan selama tiga hari.

Dengan adanya Blood Moon, laut yang berubah merah darah di Iran, serta eskalasi militer di kawasan, banyak yang percaya bahwa dunia sedang memasuki musim perang.

Apakah ini hanya kebetulan? Atau apakah semua fenomena ini benar-benar pertanda bahwa akan segera terjadi peristiwa besar ? (jhn/yn)

Ilmu Pengetahuan Membuktikan: Anjing Anda Menginginkan Satu Hal Sebelum Anda Pergi

EtIndonesia. Jika Anda pernah merasa bersalah meninggalkan anjing sendirian di rumah, ada kabar baik—sesuatu yang sesederhana membelai anjing Anda sebelum pergi dapat membantu mereka merasa lebih tenang!

Sebuah studi terbaru meneliti apakah belaian lembut sebelum perpisahan singkat dapat membuat anjing merasa lebih tenang saat menunggu pemiliknya kembali. Dan hasilnya? Ekor yang bergoyang penuh ketenangan untuk para pecinta anjing di mana-mana!

Kekuatan Sentuhan Penuh Kasih

Kita sudah tahu bahwa kontak fisik, seperti membelai, dapat mengurangi stres pada anjing. Namun, studi ini melangkah lebih jauh—para peneliti menguji apakah sedikit kasih sayang sebelum berpisah dapat membuat perbedaan dalam cara anjing menghadapi perpisahan singkat.

Sepuluh anjing berpartisipasi dalam dua skenario: sekali mereka dibelai selama satu menit sebelum pemiliknya pergi, dan sekali lagi tanpa belaian. Para peneliti mengukur perilaku mereka, tanda-tanda stres, dan bahkan memeriksa kadar kortisol saliva (hormon stres) untuk melihat reaksi mereka.

Hasil yang Positif

– Anjing yang menerima belaian sebelum perpisahan menunjukkan perilaku yang lebih tenang saat menunggu pemiliknya.

– Detak jantung mereka menurun lebih signifikan setelah tes, yang menunjukkan bahwa mereka lebih rileks.

– Meskipun semua anjing mencari pemiliknya selama perpisahan, tingkat stres mereka tetap relatif rendah di kedua skenario.

Studi kecil namun bermakna ini menunjukkan bahwa sedikit kasih sayang sebelum pergi dapat membuat perbedaan yang nyata dalam pengalaman perpisahan anjing.

Apa Artinya Ini bagi Pemilik Anjing

Studi ini mengingatkan kita bahwa bahkan isyarat sederhana dapat memberikan dampak besar bagi teman berbulu kita. Jika Anda akan pergi untuk waktu singkat, cobalah meluangkan waktu satu menit untuk membelai anjing Anda sebelum pergi.

Dalam dunia di mana anjing membawa begitu banyak kenyamanan bagi kita, sungguh menyenangkan mengetahui bahwa sentuhan sederhana kita dapat memberikan hal yang sama bagi mereka. Jadi, lain kali Anda mengambil kunci, jangan lupa memberikan sedikit cinta ekstra kepada anjing Anda—tindakan kecil yang dapat sangat berarti bagi mereka!

Manfaat Ganda bagi Anjing dan Manusia

Manfaat membelai anjing tidak hanya berhenti pada anjing—ini juga baik untuk kita!

Penelitian menunjukkan bahwa berinteraksi dengan hewan peliharaan dapat menurunkan tekanan darah, mengurangi stres, dan bahkan meningkatkan kadar oksitosin, hormon “kebahagiaan.” Meluangkan waktu untuk membelai anjing sebelum pergi tidak hanya menenangkan mereka—tetapi juga membantu Anda merasa lebih rileks dan terhubung sebelum melangkah keluar. Ini adalah cara sederhana namun kuat untuk memperkuat ikatan manusia-hewan dan membawa ketenangan bagi kedua belah pihak. (yn)

Sumber: sunnyskyz

Anak Laki laki di Tiongkok Desak Ibunya untuk Memanjakan Diri, Mengatakan Kebahagiaan Ibunya Sama Pentingnya dengan Kebahagiaannya

EtIndonesia. “Pendidikan percakapan” yang tulus dari seorang remaja laki-laki berusia 16 tahun kepada ibunya, di mana dia mendesak ibunya untuk memprioritaskan mencintai diri sendiri, telah mendapat tanggapan yang mendalam dari pengguna internet Tiongkok daratan.

Kata-kata menyentuh selama satu menit oleh siswa sekolah menengah Wang Nanhao terekam dalam sebuah video viral selama percakapan di rumah, di mana ibunya menyatakan keengganannya untuk membeli barang-barang mahal untuk dirinya sendiri, lebih memilih untuk menabung uang untuknya, seperti yang dilaporkan oleh portal berita ThePaper.

“Bu, pola pikirmu terlalu berbahaya! Kamu berhak mendapatkan mantel seharga 1.000 yuan dan krim wajah seharga 3.000 yuan,” tegas remaja itu. “Jika kamu merasa tertekan untuk melakukan pembelian itu, itu masalah ayahku, atau masalahku.”

Keluarga itu tinggal di Ningbo di Provinsi Zhejiang, Tiongkok timur.

Dia menjelaskan: “Pelajaran paling mendalam yang saya pelajari dari Anda bukanlah tentang melakukan banyak pekerjaan rumah tangga atau mengorbankan kebahagiaan Anda sendiri. Melainkan, ini tentang pengejaran kegembiraan tanpa henti dalam situasi apa pun dan komitmen Anda untuk menjadi versi terbaik dari diri Anda sendiri.”

Wang mengingat momen berkesan yang berdampak besar padanya.

“Saya ingat ketika Anda mulai tertarik pada piano dan mendedikasikan akhir pekan Anda untuk mempelajarinya. Saya mengikuti jejak Anda dan mulai bermain piano juga. Meskipun kita berdua tidak bermain dengan baik, melodi sederhana yang dihasilkan oleh jari-jari kita yang canggung tetap menjadi musik terindah dalam ingatan saya,” ungkapnya.

“Mengapa diasumsikan bahwa uang Anda harus selalu dihabiskan untuk anak Anda? Mengapa hidup saya dianggap lebih penting daripada hidup Anda?” tanya anak laki-laki itu.

“Ada kalanya saya bahkan berharap Anda lebih memberontak daripada saya. Bela diri Anda sendiri ketika berhadapan dengan orang atau situasi yang tidak Anda sukai.

“Harap diingat, suami dan anak Anda bukanlah satu-satunya sumber cahaya dalam hidup Anda. Anda harus menghargai diri sendiri. Ibu, aku mohon padamu untuk mencintai dirimu sendiri tanpa henti,” desaknya.

Video yang menyentuh hati ini, yang telah mengumpulkan 250.000 like, merupakan salah satu dari 40 klip yang dibagikan di Douyin, tempat Wang membanggakan 1,66 juta pengikut. Dia biasanya berbagi wawasan tentang pendidikan keluarga dari sudut pandang anak muda.

Dalam satu video yang dirilis tahun lalu, dia dengan jujur ​​mengungkapkan bahwa orangtuanya sering bertengkar, dan berharap mereka bercerai.

Permohonan tulus dari blogger muda itu telah menyentuh dan mengesankan banyak pengguna internet di Tiongkok, yang secara tradisional dipahami sebagai orangtua yang memprioritaskan kesejahteraan anak-anak mereka di atas segalanya.

Ada kepercayaan yang berlaku umum bahwa adalah wajar bagi orangtua untuk menanggung kesulitan, asalkan anak-anak mereka tidak mengalaminya.

Tahun lalu, sebuah video muncul tentang seorang ayah Tiongkok yang berlutut untuk meminta maaf kepada putrinya yang remaja karena tidak mampu membeli iPhone, yang dengan cepat menjadi viral di dunia maya.

Video Wang telah memicu respons yang luar biasa di media sosial.

“Apa yang dikatakannya sepenuhnya benar. Bisakah ibunya berbagi wawasan tentang cara membesarkan anak yang luar biasa dan berwawasan luas seperti itu?” tanya seorang netizen.

Yang lain berkomentar: “Kita harus mencintai diri kita sendiri terlebih dahulu sebelum kita dapat benar-benar memberikan cinta itu kepada orang lain.”(yn)

Sumber: scmp

Ibu Tiga Anak yang Hilang Ditemukan Hidup Setelah Enam Hari Terjebak di Mobil yang Hancur

EtIndonesia. Seorang ibu tiga anak berusia 41 tahun, Brieonna Cassell, ditemukan hidup setelah menghabiskan enam hari terjebak di dalam mobilnya yang hancur di Newton County,Indiana.
Cassell, yang menderita beberapa patah tulang, ditemukan oleh seorang pekerja yang mengoperasikan peralatan drainase di dekat tempat pembuangan sampah daerah—tidak terlihat oleh lalu lintas yang lewat.

Cassell telah hilang sejak Rabu setelah dia meninggalkan rumah ibunya untuk mengunjungi seorang teman di daerah Wheatfield dan DeMotte. Saat mengemudi, dia tertidur di belakang kemudi dan keluar jalur, menabrak selokan. Dengan baterai ponselnya mati dan tubuhnya tidak dapat bergerak karena luka-luka, dia tidak dapat meminta bantuan.

“Keluarga saya dan saya menghabiskan waktu berhari-hari untuk mencarinya,” kata putrinya Lexie. “Kami tidak punya petunjuk dan tidak ada cara untuk menemukan lokasinya. Ayah dan teman-teman saya berjalan naik turun parit sejauh bermil-mil untuk mencarinya. Kami mengirimnya ke mana-mana tetapi tidak ada yang melihatnya.”

Meskipun mengalami luka parah—termasuk patah tulang majemuk di kedua kaki dan pergelangan tangan patah—Cassell bertahan, berusaha mati-matian untuk memberi isyarat minta tolong. Dia bertahan hidup dengan mencelupkan hoodie-nya ke dalam air melalui celah kecil di pintu, lalu memerasnya untuk minum.

“Dia menggunakan hoodie-nya dan memerasnya untuk minum air, mencoba bertahan hidup,” kata ayahnya, John Caldwell. “Dia merasakan sakit yang luar biasa. Dia berteriak minta tolong. Dia bisa mendengar mobil lewat, tetapi mereka tidak bisa melihatnya dari jalan.”

Pada hari Selasa (11/3), hampir seminggu setelah kecelakaan itu, seorang pekerja melihat kendaraannya keluar dari jalan dan memberi tahu atasannya, yang juga menjabat sebagai kepala pemadam kebakaran Morocco. Mereka mendekati mobil dan menemukan Cassell sadar dan dapat berbicara. Dia segera diterbangkan ke Rumah Sakit Christ di Chicago, di mana dia menerima perawatan dan mungkin memerlukan operasi.

Dengan penuh emosi, ibu Cassell mengungkapkan rasa terima kasihnya, dengan mengatakan, “Saya sangat berterima kasih kepada semua orang atas kepedulian mereka terhadap putri saya. Saya bahkan tidak sanggup membuka Facebook atau apa pun… Johnny Martinez, terima kasih dari lubuk hati saya yang terdalam karena telah menemukan bayi saya—saya tidak akan pernah bisa membalas kebaikan Anda.”

Kelangsungan hidup Cassell yang ajaib merupakan bukti ketangguhannya yang luar biasa, dan keluarganya bersyukur bahwa dia akhirnya ditemukan.(yn)

Sumber: sunnyskyz

Hanya 5 Hari Makan Junk Food Dapat Memicu Obesitas Menguasai Otak Anda

EtIndonesia. Setelah seharian bekerja keras, atau saat waktu terbatas, godaan untuk makan camilan cepat saji yang mengenyangkan – seperti keripik atau cokelat batangan – bisa sangat kuat.

Penelitian menunjukkan bahwa makanan olahan tinggi kalori ini berperan penting dalam perkembangan obesitas, tetapi efek jangka panjang makanan ini terhadap otak belum jelas – hingga saat ini.

Anehnya, bahkan konsumsi makanan olahan tinggi yang tidak sehat dalam jangka pendek dapat secara signifikan mengurangi sensitivitas insulin di otak orang sehat.

Efek ini tetap ada bahkan setelah kembali ke pola makan normal, seperti yang ditunjukkan dalam penelitian terbaru yang dilakukan oleh rekan kerja saya dan saya, yang menyoroti peran penting otak dalam perkembangan obesitas.

Distribusi lemak yang tidak sehat dan penambahan berat badan yang berkelanjutan terkait dengan respons otak terhadap insulin. Pada orang sehat, insulin membantu mengendalikan nafsu makan di otak. Namun, pada orang dengan obesitas, insulin kehilangan kemampuannya untuk mengatur kebiasaan makan, yang menyebabkan resistensi insulin.

Insulin memainkan banyak peran dalam tubuh, termasuk membantu gula, atau glukosa, mencapai sel otot untuk digunakan sebagai energi setelah makan. Di otak, insulin juga memberi sinyal pada tubuh untuk makan lebih sedikit dengan mengurangi asupan makanan.

Tidak semua otak merespons dengan cara yang sama

Namun, tidak semua otak merespons insulin secara sama. Banyak orang memiliki respons insulin yang lemah atau tidak ada di otak, yang dikenal sebagai “resistensi insulin otak”. Orang dengan resistensi insulin otak mengalami lebih banyak keinginan makan dan memiliki lebih banyak lemak perut.

Lemak dapat memicu obesitas dan berkontribusi secara signifikan terhadap resistensi insulin. Semakin banyak sel lemak, terutama di perut, semakin kurang efektif insulin. Lemak melepaskan zat pembawa pesan yang memicu resistensi insulin.

Namun, tanda-tanda berkurangnya sensitivitas insulin di otak sudah dapat terlihat jauh sebelum kita berbicara tentang obesitas, yang didefinisikan sebagai indeks massa tubuh (IMT) di atas 30.

IMT dihitung sebagai berat badan (dalam kilogram) dibagi dengan kuadrat tinggi badan (dalam meter), tetapi memiliki keterbatasan. Jadi, disarankan agar kelebihan obesitas perlu dikonfirmasi dengan mengukur lemak tubuh.

Setelah hanya lima hari mengonsumsi 1.500 kalori tambahan yang terdiri dari cokelat batangan dan keripik, sensitivitas insulin di otak peserta studi menurun drastis. Gejala yang selama ini sebagian besar terlihat pada orang gemuk.

Bahkan seminggu setelah kembali ke pola makan normal, pemindaian MRI menunjukkan sensitivitas insulin yang terus-menerus rendah di otak. Meskipun tidak terlihat kenaikan berat badan yang signifikan, periode singkat itu cukup lama untuk membuat lemak hati meningkat secara signifikan.

Tampaknya obesitas bukan hanya masalah pola makan yang buruk dan olahraga yang tidak cukup. Hal itu juga banyak berkaitan dengan adaptasi respons insulin otak terhadap perubahan jangka pendek dalam pola makan sebelum terjadi kenaikan berat badan.

Namun, apakah resistensi insulin di otak merupakan masalah permanen? Di masa lalu, berolahraga secara teratur selama jangka waktu tertentu telah terbukti dapat memulihkan sensitivitas insulin otak pada orang yang kelebihan berat badan dan obesitas. Dapat diasumsikan bahwa hal ini juga dapat berlaku pada orang dengan berat badan normal.

Jumlah orang gemuk di seluruh dunia telah meningkat lebih dari dua kali lipat dalam dua dekade terakhir. Dan hanya ada sedikit bukti bahwa tren ini akan segera berakhir.

Namun, peran otak harus diperhitungkan karena mekanisme dalam tubuh yang menyebabkan obesitas lebih kompleks daripada sekadar pola makan yang buruk dan kurang olahraga.

Artikel ini ditulis oleh Stephanie Kullmann, Profesor, Metabolic Neuroimaging, Universitas Tübingen.(yn)

Sumber: sciencealert