Apakah Kolesterol Tinggi Benar-Benar Buruk bagi Anda? Jawabannya Bergantung pada Banyak Faktor

Hubungan antara kolesterol dan penyakit jantung lebih kompleks daripada yang selama ini dipercaya

Kimberly Drake

Anda diberi tahu  memiliki kolesterol tinggi bisa terasa seperti sebuah vonis: mulai minum obat statin atau berisiko terkena serangan jantung atau stroke.

Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa kolesterol tinggi tidak selalu berbahaya seperti yang pernah diyakini. Di sisi lain, di media sosial muncul pandangan yang berbalik drastis, dengan klaim mulai dari “kolesterol tinggi bisa menyelamatkan hidup Anda” hingga “kolesterol tinggi adalah rahasia hidup hingga lebih dari 100 tahun.”

Jadi, apakah kolesterol tinggi sebenarnya “baik” atau “buruk”?

Kenyataannya lebih rumit daripada kedua pandangan ekstrem tersebut. Pertanyaan yang lebih tepat mungkin bukan apakah kolesterol tinggi berbahaya, tetapi kapan—dan pada siapa—kolesterol tinggi menjadi berisiko.


“Paradoks Lipid”

Beberapa influencer kesehatan di media sosial kini membalik pandangan tentang kolesterol, dengan mempromosikannya sebagai kunci umur panjang, bukan sesuatu yang harus diturunkan secara agresif.

Sebagian besar perbincangan di internet ini berasal dari penelitian nyata. Sebuah studi di Swedia tahun 2023 mengikuti peserta lansia selama 35 tahun dan menemukan bahwa mereka yang memiliki kolesterol total lebih tinggi lebih mungkin hidup hingga usia 100 tahun. 

Dalam studi terpisah pada tahun 2025, peneliti menemukan bahwa orang berusia 90 tahun atau lebih dengan kadar kolesterol LDL (atau “kolesterol jahat”) di atas 130 mg/dL hidup lebih lama dibandingkan mereka yang kadarnya di bawah angka tersebut—hal ini menarik karena American Heart Association menganggap kadar LDL optimal adalah 100 mg/dL atau lebih rendah.

Namun, sebuah studi tahun 2023 yang menganalisis data lebih dari 4 juta veteran berusia 18 tahun ke atas memberikan peringatan penting. Tingginya angka kematian akibat penyakit jantung koroner pada peserta lansia dengan kadar kolesterol rendah tampaknya mencerminkan apa yang disebut peneliti sebagai “sebab terbalik” (reverse causality), yaitu kondisi ketika data tampak menunjukkan bahwa A menyebabkan B, padahal sebenarnya B yang menyebabkan A. Dengan kata lain, penyakit serius yang mendasari mungkin justru menurunkan kolesterol, bukan sebaliknya.

Para peneliti menyebut fenomena ini sebagai kolesterol atau “paradoks lipid”—yaitu pengamatan yang tampak bertentangan dengan intuisi bahwa kadar LDL dan kolesterol total yang rendah justru dikaitkan dengan hasil kesehatan yang lebih buruk dalam beberapa studi.

“Yang menjadi kekhawatiran saya terhadap hipotesis ‘paradoks lipid’ saat ini adalah bahwa kadar kolesterol yang sangat rendah pada lansia (terutama di atas 80 tahun) sering kali merupakan tanda adanya penyakit kronis seperti kanker,” kata Dr. Marschall Runge, seorang ahli jantung dan mantan wakil presiden eksekutif bidang medis di University of Michigan, kepada The Epoch Times. “Studi yang mendukung ‘paradoks lipid’ tidak memperhitungkan faktor-faktor ini.”

“Secara sederhana, kolesterol rendah sering kali mencerminkan adanya penyakit, kondisi tubuh yang lemah, kekurangan gizi, atau penyakit kronis yang secara mandiri meningkatkan risiko kematian,” kata Dr. Eddie Hackler, seorang ahli jantung di Atlanta. 

Dengan kata lain, kolesterol yang lebih tinggi pada orang tua mungkin menunjukkan bahwa mereka bebas penyakit atau memiliki gizi yang baik—faktor yang secara mandiri menurunkan risiko kematian. Hal ini dapat menjelaskan hubungan antara kolesterol tinggi dan umur panjang yang ditemukan pada peserta lansia dalam berbagai studi.

Namun demikian, tidak ada bukti yang membantah bahwa kolesterol tinggi meningkatkan risiko penyakit jantung pada populasi umum, kata Runge. “Bagi sebagian besar orang dewasa (usia muda dan paruh baya), kolesterol LDL yang tinggi tetap menjadi penyebab utama penyakit kardiovaskular akibat aterosklerosis, dan menurunkan LDL terbukti menyelamatkan nyawa.”


Mempertanyakan Narasi tentang Kolesterol

Perdebatan tentang kolesterol bukan hanya soal sains, tetapi juga dipengaruhi oleh sejarah.

Kolesterol mulai dianggap sebagai “musuh” dalam makanan pada tahun 1953, ketika fisiolog Ancel Keys memperkenalkan hipotesis lipid-jantung: gagasan bahwa konsumsi tinggi lemak total, lemak jenuh, dan kolesterol dalam makanan menyebabkan aterosklerosis (pengerasan pembuluh darah). Keys berpendapat bahwa mengurangi lemak dan kolesterol, serta mengganti lemak jenuh dari produk hewani dengan lemak tak jenuh dari minyak nabati dan ikan berlemak, dapat menurunkan kolesterol dan risiko penyakit jantung.

Hal ini kemudian mendorong rekomendasi diet dari American Heart Association pada tahun 1968 agar orang mengonsumsi kurang dari 300 miligram kolesterol per hari dan tidak makan lebih dari tiga butir telur utuh per minggu, karena telur merupakan sumber kolesterol yang tinggi.

Namun, penelitian selanjutnya menunjukkan gambaran yang lebih kompleks. Meskipun kolesterol tinggi meningkatkan risiko penyakit jantung, beberapa studi klinis menemukan bahwa mengganti lemak jenuh dengan lemak tak jenuh tidak menurunkan kematian akibat penyakit jantung, dan dalam beberapa kasus justru meningkatkan angka kematian.

Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa bagi kebanyakan orang, mengonsumsi kolesterol dari makanan (seperti telur) tidak secara signifikan meningkatkan kolesterol darah atau memengaruhi risiko penyakit jantung secara berarti.


Peran Industri Farmasi

Kekhawatiran terhadap keterlibatan industri farmasi dalam upaya menurunkan kolesterol juga memicu skeptisisme.

Obat statin, yang digunakan untuk menurunkan kolesterol, mulai digunakan secara luas sejak akhir 1990-an dan berkembang menjadi pasar yang sangat menguntungkan. Menurut laporan tahun 2022, pasar statin global diperkirakan mencapai 15,2 miliar dolar AS pada tahun 2027.

Statin biasanya digunakan untuk orang dengan kadar LDL 190 mg/dL atau lebih tinggi, atau 70 hingga 189 mg/dL dengan diabetes atau risiko kardiovaskular tinggi. Namun, obat ini memiliki efek samping, sehingga menimbulkan pertanyaan apakah manfaatnya selalu lebih besar daripada risikonya bagi semua pasien.


Peran Kolesterol dalam Tubuh

Terlepas dari reputasinya, kolesterol tidak secara alami berbahaya—justru sangat penting bagi kesehatan dan kehidupan.

Kolesterol merupakan komponen struktural dari setiap sel dalam tubuh dan membantu menjaga integritas membran sel, menurut Runge. Kolesterol juga penting untuk fungsi otak. “Otak mengandung sekitar 25 persen dari total kolesterol tubuh, yang penting untuk pembentukan sinaps dan transmisi sinyal saraf.”

Kolesterol juga merupakan bahan dasar untuk semua hormon steroid, termasuk kortisol, aldosteron, estrogen, progesteron, dan testosteron. Kolesterol membantu tubuh memproduksi vitamin D saat terpapar sinar matahari, dan diperlukan oleh hati untuk menghasilkan asam empedu, yang penting untuk mencerna lemak dan menyerap vitamin yang larut dalam lemak seperti A, D, E, dan K. “Singkatnya, manusia yang lahir dengan kadar kolesterol sangat rendah dapat mengalami berbagai gangguan serius,” kata Runge.


Bagaimana Kolesterol Menyebabkan Penyakit

Meski memiliki manfaat, kadar kolesterol tinggi dapat menyebabkan penumpukan plak di pembuluh darah.

Namun, anggapan bahwa kolesterol “menyumbat” pembuluh darah seperti lemak di saluran pembuangan adalah keliru. Sebenarnya, kolesterol tinggi memicu peradangan di dinding pembuluh darah, yang kemudian menyebabkan pembentukan plak.

Peradangan atau kerusakan yang sudah ada pada dinding pembuluh darah juga berperan dalam pembentukan plak.

Partikel LDL yang membawa kolesterol beredar dalam darah. Jika jumlahnya terlalu banyak, atau jika dinding pembuluh darah rusak akibat merokok, tekanan darah tinggi, atau kondisi lain, partikel LDL dapat masuk dan terperangkap di lapisan dalam pembuluh darah. Setelah itu, partikel LDL mengalami oksidasi—proses kimia yang memicu respons imun.

Tubuh menganggap LDL yang teroksidasi sebagai benda asing. Sistem imun kemudian mengirim makrofag (sel darah putih) untuk “memakan” partikel tersebut. “Makrofag akan terus menyerap kolesterol hingga menjadi ‘sel busa’ yang penuh lemak,” kata Runge. “Sel-sel ini kemudian mati dan menumpuk, membentuk garis lemak. Sel otot polos bergerak untuk menutupinya, membentuk lapisan fibrosa. Penumpukan ini disebut plak.”

Seiring waktu, plak dapat menyempitkan pembuluh darah dan mengurangi atau menghambat aliran darah, yang dapat menyebabkan stroke atau serangan jantung. Jika plak menjadi tidak stabil dan pecah, hal itu dapat memicu terbentuknya gumpalan darah yang menyumbat pembuluh dan menyebabkan serangan jantung atau stroke.

Penelitian menunjukkan bahwa statin dapat menurunkan risiko penyakit jantung karena tidak hanya menurunkan kolesterol, tetapi juga mengurangi peradangan, yang membantu mengurangi pembentukan plak.


Siapa yang Lebih Berisiko

Meskipun kolesterol tinggi dapat memicu penyakit jantung pada siapa saja, Runge menekankan bahwa orang dengan kondisi kesehatan tertentu harus lebih berhati-hati dalam mengontrol kolesterol, terutama LDL-C dan apolipoprotein B, yaitu protein utama dalam partikel kolesterol berbahaya yang mendorong pembentukan plak.

Kolesterol tinggi lebih berbahaya bagi:

  • Orang yang pernah mengalami serangan jantung atau stroke
  • Penderita penyakit arteri perifer
  • Penderita diabetes tipe 1 atau tipe 2
  • Orang dengan tekanan darah tinggi

Kondisi-kondisi ini dapat merusak pembuluh darah dan membuatnya lebih rentan terhadap pembentukan plak.

Selain itu, penyakit ginjal kronis juga dapat meningkatkan risiko kardiovaskular.

Hiperkolesterolemia familial, yaitu kondisi genetik yang menyebabkan kadar LDL sangat tinggi, merupakan faktor risiko serius meskipun jarang. Pasien dengan kondisi ini perlu memulai pengobatan sejak dini.

Orang dengan kadar lipoprotein(a) tinggi—jenis kolesterol yang diwariskan secara genetik—juga memiliki risiko lebih tinggi, terutama jika kolesterol total mereka juga tinggi.

Skor risiko penyakit kardiovaskular dalam 10 tahun juga menjadi faktor penting. Dokter dapat menghitung risiko ini menggunakan alat seperti kalkulator PREVENT dari American Heart Association.

Orang dengan penyakit autoimun juga memiliki risiko lebih tinggi. Misalnya, penderita lupus memiliki risiko penyakit jantung 50 persen lebih besar dibandingkan orang tanpa lupus, karena peradangan kronis dan kerusakan pembuluh darah.

Merokok juga meningkatkan risiko karena dapat menurunkan kolesterol baik (HDL) dan merusak dinding pembuluh darah.


Kesimpulan

Risiko yang terkait dengan kolesterol sangat bervariasi pada setiap orang, sehingga rekomendasi medis terus berkembang.

Yang tetap penting adalah memperhatikan kadar kolesterol Anda—baik tinggi maupun terlalu rendah—dan menjadikannya dasar untuk berdiskusi secara jujur tentang gaya hidup dan kesehatan jantung.

Intinya: kolesterol tinggi tidak selalu buruk, tetapi dalam kondisi tertentu dapat menjadi sangat berbahaya.

“Hari Kiamat” Iran semakin Mendekat? Pesawat “Pentagon Terbang” AS Jarang Terlihat Lepas Landas

EtIndonesia. Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan bahwa jika Iran tidak mencapai kesepakatan, maka “malam ini, seluruh peradaban Iran akan menuju kehancuran.” Sekarang, militer AS telah bersiap siaga. Catatan menunjukkan bahwa pesawat militer AS yang dijuluki “pesawat kiamat”, E-4B Nightwatch, jarang terlihat lepas landas dari pangkalan militer AS. Sementara itu, Israel tidak menunggu batas waktu ultimatum dan lebih dulu menyerang sejumlah infrastruktur Iran.

Trump telah mengeluarkan ultimatum terakhir kepada Iran, namun Iran masih menggunakan taktik penundaan dan belum mengakhiri blokade terhadap pengiriman minyak di kawasan Teluk.

Menurut laporan The Wall Street Journal, Iran telah memutus kontak diplomatik langsung dengan Amerika Serikat dan memilih negosiasi tidak langsung, namun perbedaan antara kedua pihak sangat besar dan sulit dijembatani.

Di tengah perhatian dunia terhadap pergerakan militer AS, New York Post melaporkan bahwa sistem pelacak penerbangan mencatat pesawat “E-4B Nightwatch” lepas landas dari pangkalan udara di Nebraska pada Senin (6 April) malam, terbang berputar beberapa kali sebelum mendarat.

Pesawat yang dimodifikasi dari Boeing 747-200 ini berfungsi sebagai pusat komando udara dalam kondisi ekstrem seperti perang nuklir, serangan elektromagnetik, atau ketika pusat komando di darat hancur—memungkinkan presiden dan pejabat tinggi militer tetap memimpin operasi.

Sebelumnya, pesawat pembom B-52 Stratofortress yang membawa amunisi penuh juga lepas landas dari Pangkalan Angkatan Udara Kerajaan Inggris di Fairford.

Pada saat yang sama, situs berita Axios melaporkan bahwa militer AS kembali menyerang Pulau Khark, dengan target fasilitas militer yang sebelumnya sudah diserang, bukan infrastruktur minyak.

Di pihak Israel, mereka tidak menunggu tenggat waktu dari Trump dan langsung melancarkan serangan besar.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan:  “Kami sedang memberikan pukulan berat terhadap rezim teroris Iran, dan akan melanjutkannya dengan semangat yang lebih tinggi serta kekuatan militer yang lebih besar. Hari ini, pasukan kami menyerang jalur kereta dan jembatan yang digunakan oleh Garda Revolusi.”

Menurut militer Israel, delapan jembatan yang digunakan untuk mengangkut senjata dan peralatan militer telah dihancurkan.

Netanyahu menambahkan:  “Tindakan yang saya setujui bersama kementerian pertahanan ini bukan untuk menyakiti rakyat Iran, melainkan untuk melemahkan dan menghancurkan rezim yang telah menindas rakyat selama 47 tahun.”

Militer Israel juga menyatakan telah mengambil berbagai langkah untuk meminimalkan korban sipil sebelum operasi dilakukan.

Hingga kini, Teheran masih mengalami pemutusan internet secara nasional. Seorang profesional teknologi tinggi Iran yang tetap terhubung melalui Starlink menyatakan di platform X bahwa ia sangat berharap serangan militer AS dapat segera terjadi.

Ia mengatakan:  “Selama 47 tahun, bangsa saya telah mengalami penindasan sistematis di bawah Republik Islam. Ini adalah penderitaan panjang yang menyiksa. Kami telah sampai pada titik di mana hampir tidak ada harga yang terlalu mahal untuk menyingkirkan rezim ini.”

Menghadapi ultimatum Trump, otoritas Iran secara terbuka mengerahkan warga sipil dalam jumlah besar untuk berdiri sebagai “dinding manusia” di sekitar fasilitas seperti pembangkit listrik, dengan harapan dapat menahan serangan militer AS.

Banyak rekaman menunjukkan kehadiran perempuan dan bahkan anak-anak, yang memicu kecaman luas.

Sementara itu, pemimpin baru Iran yang disebut sebagai “Khamenei muda” dilaporkan belum muncul di publik sejak menjabat. Berdasarkan sebuah “memo intelijen” yang dibagikan antara Amerika Serikat, Israel, dan negara-negara Teluk, ia diduga bersembunyi di kota Qom, sekitar 160 km selatan Teheran, dalam kondisi luka serius dan koma, sehingga tidak dapat menjalankan fungsi kepemimpinan.

Laporan oleh reporter NTD, Wang Ziyi, dari AS.

Militer AS Kembali Serang Pulau Kharg, Wapres AS JD Vance: Tidak Menandakan Perubahan Strategi

EtIndoensia. Menjelang batas waktu ultimatum Presiden Donald Trump kepada Iran, militer Amerika kembali melancarkan serangan tambahan terhadap target militer di Pulau Kharg.

Tiga minggu setelah serangan sebelumnya, Amerika Serikat kembali melakukan gelombang serangan udara intens terhadap puluhan target militer di Pulau Kharg—pelabuhan ekspor minyak utama Iran. Beberapa target bahkan berada di lokasi yang sama dengan serangan sebelumnya. Laporan menyebutkan bahwa infrastruktur minyak tidak terdampak.

Wakil Presiden AS J.D. Vance sebelumnya menyatakan di Budapest bahwa serangan ini tidak menandakan adanya perubahan strategi Amerika Serikat.

“Presiden telah dengan sangat jelas menyatakan bahwa sebelum Iran mengajukan proposal yang dapat kami terima—atau jika tidak mengajukan proposal—kami tidak akan menargetkan energi dan infrastruktur. Saya rasa kabar mengenai Pulau Khark tidak menunjukkan perubahan strategi, juga tidak mencerminkan perubahan sikap presiden,” katanya. 

“Karena itulah kami sangat aktif dalam melakukan negosiasi. Namun pada dasarnya, kendali ada di tangan Iran,” tambahnya. 

Trump pada Selasa (7 April) memperingatkan bahwa jika Iran tidak menyetujui kesepakatan sebelum pukul 20.00 waktu Pantai Timur AS, maka “seluruh peradaban Iran bisa lenyap malam ini.”

Sementara itu, Islamic Revolutionary Guard Corps mengancam bahwa jika Trump benar-benar melaksanakan ancamannya, Iran akan “mencabut pasokan minyak dan gas bagi Amerika Serikat serta sekutunya di kawasan selama beberapa tahun ke depan.”

Selain itu, laporan dari Reuters mengungkap bahwa penilaian intelijen Ukraina menunjukkan Rusia diam-diam mendukung Iran. 

Selain kerja sama peretas di bidang siber, satelit Rusia disebut telah melakukan puluhan pemetaan rinci terhadap fasilitas militer dan lokasi penting di Timur Tengah, guna membantu Iran menargetkan bandara dan ladang minyak milik Amerika Serikat dan negara lainnya.

Laporan tersebut juga menyebut bahwa satelit Rusia активно melakukan pengintaian di wilayah Selat Hormuz.

Laporan oleh reporter NTD, Guo Yuexi, dari AS

Iran Kerahkan Anak-anak sebagai Tameng Manusia, Analisis: Taktik Ini Kejam dan Tidak Bermoral

EtIndonesia. Amerika Serikat mengeluarkan ultimatum kepada Iran, menuntut agar dalam batas waktu yang ditentukan membuka kembali Selat Hormuz, jika tidak maka akan dilakukan serangan udara terhadap infrastruktur penting. 

Di tengah situasi yang semakin memanas, Iran justru dilaporkan mengerahkan warga sipil, bahkan anak-anak, untuk membentuk “tameng manusia” guna melindungi pembangkit listrik. Hal ini memicu perhatian luas dari komunitas internasional terkait metode perang dan batas kemanusiaan.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan ultimatum, menuntut Iran membuka Selat Hormuz sebelum malam hari, jika tidak maka fasilitas penting akan menjadi sasaran serangan udara. Analisis menunjukkan ada tiga kemungkinan perkembangan:

  1. AS tidak mengambil tindakan, namun berisiko melemahkan posisi negosiasi;
  2. tercapai kesepakatan terbatas yang meredakan ketegangan sementara;
  3. AS mengizinkan serangan militer, dengan serangan presisi terhadap sektor energi dan infrastruktur Iran.

Menjelang tenggat waktu, otoritas Iran justru mengeluarkan perintah mobilisasi darurat, meminta pemuda sipil untuk berkumpul di pembangkit listrik dan membentuk “dinding manusia” guna melindungi fasilitas dari serangan. Pihak berwenang bahkan menekankan bahwa pembangkit listrik adalah aset nasional yang berkaitan dengan masa depan generasi muda.

Namun, praktik menempatkan warga sipil langsung di garis depan target militer ini segera memicu kecaman keras dari berbagai pihak.

 “Taktik ‘gelombang manusia’ ala Partai Komunis Tiongkok dan taktik ‘tameng manusia’ Iran sama-sama sangat kejam dan tidak bermoral. Intinya sama—mengabaikan nilai kehidupan. Ideologi seperti ateisme ekstrem maupun indoktrinasi fanatik menjadi akar dari sikap yang meremehkan nyawa manusia,” kata pengamat politik Zheng Haochang.

Analisis menunjukkan bahwa penempatan warga sipil di sekitar target militer atau strategis pada dasarnya merupakan taktik “tameng manusia” yang sangat kontroversial, dan dalam perang modern dapat melanggar hukum humaniter internasional.

Sejak Februari 2026, ketika AS dan Israel melancarkan serangan militer terhadap Iran, Iran beberapa kali dilaporkan memindahkan personel militer dan peralatan ke area permukiman, sekolah, masjid, dan stadion untuk menghindari serangan presisi.

Strategi “pencampuran militer dan sipil” ini membuat warga sipil langsung terpapar risiko perang.

Zheng Haochang menambahkan:  “Bisa dikatakan bahwa para penguasa di Tiongkok dan Iran memiliki pola pikir yang sangat ekstrem. Tanpa dasar ideologi yang sangat radikal, tindakan seperti ini tidak mungkin dilakukan.”

Di tengah meningkatnya ketegangan di medan perang, prospek negosiasi dinilai tidak optimistis. Analisis menyebutkan bahwa setelah beberapa kali memperpanjang tenggat waktu, ruang kompromi dari pihak AS semakin terbatas. Sementara itu, Iran cenderung menunda waktu dan mengajukan syarat seperti “gencatan senjata permanen” dan “tidak boleh ada serangan lagi”.

Pengamat militer Mark mengatakan:  “Jika tenggat waktu diperpanjang lagi, ada kemungkinan besar AS akan terjebak dalam strategi Iran untuk mengulur waktu. Pemerintah Iran saat ini tidak ingin berkomitmen penuh, seolah ingin memaksa AS menyetujui semua tuntutan. Dari perkembangan saat ini, kemungkinan AS melakukan pemboman besar-besaran semakin meningkat.”

Saat ini, struktur kekuasaan internal Iran juga dilaporkan terpecah. Kelompok garis keras seperti Islamic Revolutionary Guard Corps mungkin tidak sepenuhnya terkendali, sehingga kesepakatan apa pun berisiko hanya menjadi “di atas kertas” dan konflik bisa kembali meletus.

Analisis juga menyebutkan bahwa jika situasi terus meningkat, langkah berikutnya dari militer AS mungkin tidak hanya terbatas pada serangan udara, tetapi juga mencakup operasi untuk menguasai pulau-pulau strategis di sekitar Selat Hormuz, sebagai persiapan operasi amfibi selanjutnya.

Laporan oleh reporter NTD, Yi Xin dan Qiu Yue.

Saat Perang Besar Menghancurkan Iran “Dijeda”, Trump Setuju Menunda Dua Minggu

Menurut kabar terbaru, Presiden Amerika Serikat Donald Trump baru saja menyatakan bahwa atas permintaan Perdana Menteri Pakistan, dan dengan syarat Iran setuju untuk membuka kembali Selat Hormuz secara penuh, segera, dan aman, maka ia menyetujui penghentian sementara pemboman dan serangan terhadap Iran selama dua minggu.

EtIndonesia.  Pada Selasa (7 April), Israel melakukan pemboman presisi terhadap delapan jembatan strategis utama di Iran, memutus jalur suplai Islamic Revolutionary Guard Corps. Sementara itu, militer AS melancarkan setidaknya 50 serangan udara terhadap pusat energi utama Iran—Pulau Khark. Yang mengejutkan, otoritas Iran justru menyerukan kaum muda untuk membentuk “tameng manusia” guna melindungi pembangkit listrik.

Konflik Memanas, Pulau Khark Kembali Diserang

Setelah sehari sebelumnya menyerang puluhan pesawat militer Iran, Pasukan Pertahanan Israel mengkonfirmasi bahwa mereka membombardir delapan jembatan di kota-kota penting seperti Teheran, Karaj, Kashan, dan Qom. Sebelum serangan, Israel disebut telah memberikan peringatan keselamatan kepada warga Iran.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan:  “Hari ini, pasukan kami menyerang rel kereta dan jembatan yang digunakan oleh Garda Revolusi. Mereka memanfaatkan fasilitas ini untuk mengangkut bahan baku senjata, senjata itu sendiri, serta personel yang digunakan untuk menyerang kami, Amerika Serikat, dan negara-negara di kawasan.”

Pada Selasa dini hari, militer AS juga melancarkan lebih dari 50 serangan udara terhadap Pulau Khark, pusat energi terpenting Iran. Pejabat AS menyatakan bahwa serangan hanya menargetkan sasaran militer dan tidak mengenai fasilitas minyak di pulau tersebut. Ini merupakan gelombang kedua setelah bulan lalu AS menyerang lebih dari 90 target militer di pulau yang sama.

Wakil Presiden AS J.D. Vance mengatakan:  “Saya tidak berpikir serangan terhadap Pulau Khark menunjukkan perubahan strategi atau perubahan sikap presiden. Batas waktu tetap pukul 20.00.”

Ultimatum Mendekat, Iran Serukan “Tameng Manusia”

Presiden Trump menulis pada Selasa :  “Malam ini, sebuah peradaban bisa lenyap selamanya. Saya tidak ingin tragedi ini terjadi, tetapi mungkin tidak dapat dihindari. Setelah 47 tahun pemerasan, korupsi, dan kematian, semuanya akan berakhir. Tuhan memberkati rakyat besar Iran!”

Menurut laporan media Iran, Teheran menolak proposal gencatan senjata yang diajukan AS melalui mediator, serta menolak membuka kembali Selat Hormuz.

Seiring tenggat waktu semakin dekat, pejabat Iran pada Selasa menyerukan para pemuda bahkan anak-anak untuk membentuk “rantai manusia” di sekitar pembangkit listrik di berbagai daerah, guna menghadapi kemungkinan serangan AS.

Netizen pun mengecam keras, menyebut tindakan tersebut “kejam dan menjijikkan,” karena pemerintah Iran dianggap menjadikan rakyat sebagai tameng manusia.

B-52 Dikerahkan, “Pesawat Hari Kiamat” Muncul

Pada hari yang sama, sebuah pesawat pembom B-52 Stratofortress milik AS yang membawa amunisi lepas landas dari Pangkalan Angkatan Udara Kerajaan Inggris di Fairford.

Selain itu, menurut laporan New York Post, pesawat E-4B Nightwatch—yang dijuluki “pesawat hari kiamat”—terlihat berputar di atas Pangkalan Offutt pada Senin (6 April) sebelum mendarat.

Pesawat yang dijuluki “Pentagon terbang” ini memiliki perlindungan tingkat tinggi dan mampu memastikan presiden serta menteri pertahanan tetap dapat memimpin operasi bahkan dalam kondisi ekstrem seperti perang nuklir. Meski Pentagon menyatakan itu hanya latihan rutin, langkah tersebut tetap memicu perhatian luas di tengah situasi yang semakin tegang.

Distribusi Tablet Yodium Picu Spekulasi

Menurut media Iran, pemerintah membagikan 180.000 tablet yodium kepada warga di kota pelabuhan selatan Bushehr. Hal ini memicu spekulasi bahwa langkah tersebut terkait kemungkinan perang besar.

Namun, media lokal melaporkan bahwa distribusi sebenarnya sudah dimulai sejak Juni tahun lalu, karena di wilayah tersebut terdapat satu-satunya pembangkit listrik tenaga nuklir Iran. Pada konflik “Perang 12 Hari” tahun lalu, pemerintah Iran sempat khawatir fasilitas tersebut akan diserang.

Pada Selasa malam, Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, mengajukan permohonan agar Trump memperpanjang batas waktu dua minggu. Gedung Putih menyatakan bahwa Trump telah menerima permintaan tersebut dan akan memberikan tanggapan.

Laporan disusun oleh reporter NTD, Yi Jing.

Ancaman Bom Membatalkan Pertunjukan Shen Yun, Anggota Parlemen Kanada Memperingatkan Agar Tidak Menciptakan Preseden

Baru-baru ini, Shen Yun Performing Arts membatalkan enam pertunjukan tersisa musim ini di Four Seasons Centre for the Performing Arts akibat ancaman bom palsu. Insiden ini memicu kecaman luas dari berbagai kalangan, dan dipandang sebagai contoh terbaru dari penindasan lintas negara oleh partai komunis Tiongkok (PKT). Peristiwa ini juga memicu diskusi luas mengenai kebebasan berekspresi, otonomi seni, serta ancaman lintas batas terhadap masyarakat demokratis.

EtIndonesia.  Pada awal Maret, anggota parlemen Kanada dari Partai Konservatif Kanada, Marc Dalton mengirim surat ucapan selamat kepada Shen Yun atas peringatan 20 tahun berdirinya. Setelah mengetahui pembatalan akibat ancaman bom palsu tersebut, ia menyatakan penyesalan mendalam.

 “Ini adalah tindakan gangguan yang sangat serius dan berniat jahat. Peristiwa seperti ini harus ditanggapi dengan sangat serius. Mereka yang membuat ancaman harus menghadapi konsekuensi hukum yang berat, karena tindakan seperti ini telah menimbulkan gangguan dan keresahan besar di masyarakat. Saya juga berharap pemerintah Partai Liberal mengambil sikap tegas terhadap hal ini,” katanya. 

anggota parlemen Kanada dari Partai Konservatif Kanada, Marc Dalton (Tangkapan layar)

Anggota parlemen Ned Kuruc, yang menyaksikan pertunjukan perdana Shen Yun di Kanada di Hamilton dan memberikan penghargaan, mengatakan bahwa setelah melarikan diri dari negara bekas komunis Yugoslavia dan menetap di Kanada, ia semakin memahami nilai kebebasan. Ia juga menilai banyak orang yang hidup di negara bebas belum tentu benar-benar memahami hakikat rezim komunis.

 “Peristiwa ini merupakan gambaran bagaimana rezim otoriter, pemerintah totaliter, atau pemerintahan komunis mengganggu situasi di luar negeri. Ini sangat mengkhawatirkan. Hal ini bisa menciptakan preseden, di mana orang dapat dengan mudah menelepon, mengarang fakta, menciptakan kekacauan di industri hiburan, dan membatalkan pertunjukan,” ujarnya. 

Anggota parlemen Ned Kuruc (tangkapan layar)

Anggota parlemen Amarjeet Gill menyatakan bahwa tidak seharusnya seniman atau lembaga budaya menghadapi intimidasi hanya karena membagikan budaya dan tradisi mereka. Ia mengapresiasi ketangguhan dan keberanian para seniman Shen Yun dalam terus menyebarkan nilai budaya melalui pertunjukan mereka.

Amarjeet Gill (Tangkapan Layar)

Ketua parlemen Hong Kong, Jiang Jiawei, mengecam bahwa ini adalah bentuk intimidasi terang-terangan dari Partai Komunis Tiongkok, yang secara terbuka menantang masyarakat beradab serta menginjak-injak supremasi hukum dan kebebasan. Ia menyerukan komunitas internasional untuk membela kebebasan berekspresi, hak asasi manusia, dan kebebasan seni, serta meminta Kanada melakukan penyelidikan menyeluruh dan meminta pertanggungjawaban.

Seorang blogger Tionghoa terkenal di Kanada, Lao Deng, juga menyatakan dukungannya terhadap Shen Yun. Dalam tulisannya, ia menyebut bahwa akar dari upaya penghalangan Shen Yun oleh Partai Komunis Tiongkok terletak pada sifat ideologinya yang bertentangan dengan peradaban Tiongkok sejati serta nilai-nilai kebenaran, kebaikan, dan keindahan. Ia menambahkan bahwa ancaman bom justru membuat masyarakat semakin melihat hakikat Partai tersebut.

Meskipun tidak dapat menyaksikan pertunjukan seperti yang diharapkan, para penonton Shen Yun di Toronto tetap menyatakan dukungan kuat mereka.

Seorang penonton, Erica Mazza, mengatakan:  “Saya tahu kalian telah berusaha sebaik mungkin untuk menampilkan pertunjukan terbaik dan terindah. Tolong, apapun yang terjadi, jangan menyerah.”

Penonton lainnya, Annetta Singh, mengatakan:  “Apa yang kalian lakukan benar-benar luar biasa—menggunakan seni untuk mempromosikan budaya dan, dalam beberapa hal, membantu menghentikan penindasan. Pertunjukan ini pasti akan kembali, dan saya akan datang menontonnya lagi.”

Laporan wawancara oleh kantor koresponden NTD di berbagai wilayah Kanada.

Pilot AS Diselamatkan; Senjata Rahasia Eksklusif CIA Terungkap—Ghost Murmur

EtIndonesia. Media AS mengungkap bahwa dalam operasi penyelamatan pilot Amerika yang terjebak di Iran, Central Intelligence Agency menggunakan sebuah “senjata rahasia” yang membantu militer AS menemukan lokasi tepat target. Sumber menyatakan bahwa dengan teknologi ini, “selama jantung Anda masih berdetak, kami bisa menemukan Anda.”

Menurut laporan New York Post yang mengutip sumber internal, CIA menggunakan alat baru bernama “Ghost Murmur” (Bisikan Hantu) untuk menemukan pilot kedua AS yang ditembak jatuh di Iran selatan dan berhasil menyelamatkannya.

Teknologi ini menggunakan metode pengukuran magnetik kuantum jarak jauh untuk mendeteksi “sidik jari elektromagnetik” dari detak jantung manusia, lalu menggabungkannya dengan perangkat lunak kecerdasan buatan untuk memisahkan sinyal karakteristik dari kebisingan latar belakang.

“Ini seperti mendengar satu suara di stadion besar—hanya saja stadion itu adalah gurun seluas ribuan kilometer persegi. Dalam kondisi yang tepat, selama jantung Anda masih berdetak, kami bisa menemukan Anda,” ujar sumber tersebut.

Dalam konferensi pers Gedung Putih pada  Senin, Presiden Donald Trump dan Direktur CIA John Ratcliffe juga memberikan isyarat terkait teknologi ini.

Trump mengatakan kepada media bahwa CIA menemukan pilot yang hilang dari jarak “40 mil”, dan menyebut pencarian itu seperti “mencari jarum di tumpukan jerami,” serta memuji kinerja CIA sebagai luar biasa.

Ratcliffe menyatakan bahwa pada Sabtu pagi, CIA “mencapai tujuan utama kami—menemukan salah satu agen terbaik dan paling berani Amerika, serta memastikan ia masih hidup, bersembunyi di celah pegunungan. Musuh tidak dapat melihatnya, tetapi CIA bisa.”

Ia menambahkan bahwa konfirmasi tersebut kemudian disampaikan kepada presiden oleh Menteri Pertahanan, dan operasi segera memasuki tahap eksekusi.

Pertama Kali Digunakan dalam Operasi Nyata

Laporan tersebut menyebutkan bahwa teknologi rahasia “Ghost Murmur” dikembangkan oleh Lockheed Martin melalui divisi “Skunk Works”. Ini merupakan pertama kalinya alat tersebut digunakan dalam operasi nyata oleh CIA.

Pilot F-15E AS yang terjebak di Iran bersembunyi di celah pegunungan terpencil untuk menghindari pencarian musuh. Sumber menyebutkan bahwa kondisi medan tersebut justru menjadi “skenario ideal” untuk penggunaan awal teknologi ini: gangguan elektromagnetik sangat rendah dan hampir tidak ada sinyal manusia lain yang mengganggu. 

Selain itu, perbedaan suhu antara tubuh manusia dan permukaan tanah pada malam hari memberikan lapisan konfirmasi tambahan bagi sistem.

Dalam kondisi normal, sinyal seperti ini sangat lemah dan biasanya hanya dapat dideteksi di rumah sakit dengan sensor yang ditempel langsung di dada. Namun, teknologi pengukuran magnetik kuantum memungkinkan pendeteksian dari jarak jauh.

Laporan itu juga menyebutkan bahwa dalam operasi penyelamatan ini, dua teknologi digunakan secara bersamaan. Pilot membawa perangkat pelacak darurat Boeing CSEL (Combat Survivor Evader Locator) yang memberikan sinyal, tetapi tim penyelamat tetap tidak dapat menentukan lokasi pasti. Pada saat krusial, “Ghost Murmur” berhasil mengunci posisi pilot secara akurat.

Dalam konferensi pers Senin, Trump juga menyebut bahwa Ratcliffe “tampil sangat luar biasa malam itu—dia melakukan sesuatu yang saya tidak tahu apakah boleh dibicarakan.” Ia juga bercanda bahwa teknologi tersebut “mungkin masih rahasia—kalau dia membicarakannya, saya mungkin harus memasukkannya ke penjara, tapi saya tidak ingin melakukannya.”

Laporan diterjemahkan oleh Jin Jing / Editor: Lin Qing

Influencer Wanita Tiongkok Usia 20 Tahun Diselamatkan di Kamboja, “Ungkap Borok di Balik Layar” Lalu Langsung Diblokir

EtIndonesia. Baru-baru ini, kabar tentang seorang influencer wanita Tiongkok berusia 20 tahun yang terlantar di jalanan Kamboja menarik perhatian publik. Influencer tersebut, Wu Muzhen (Umi), ditemukan awal tahun ini dalam kondisi wajah kotor, rambut kusut, bahkan kedua kakinya patah.

Setelah diselamatkan dan kembali ke Tiongkok, ia baru-baru ini pertama kali menceritakan pengalamannya dalam sebuah siaran langsung, namun tiba-tiba diblokir di saat-saat penting. Bahkan akun Douyin miliknya juga dibekukan, sehingga kembali memicu perbincangan luas.

Wu Muzhen sebelumnya cukup dikenal di Douyin. Namun pada awal tahun ini, sebuah foto dirinya duduk di pinggir jalan menjadi viral di internet. Dalam foto tersebut, ia terlihat dengan rambut berantakan, kaki memar, dan ekspresi linglung—berbeda drastis dengan citranya saat melakukan siaran langsung sebelumnya.

Setelah kembali ke Tiongkok, pada Januari ia kembali aktif melakukan siaran langsung di media sosial dan ikut dalam penjualan melalui live streaming. Namun ketika netizen terus menanyakan pengalamannya di Kamboja, ia selalu menghindar dan berkali-kali mengatakan “nanti akan dibahas”.

Hingga pada 2 April malam, ia tiba-tiba membuka siaran langsung di Douyin dengan judul “Kisah Gejolak di Kamboja”, untuk pertama kalinya menanggapi pengalaman tersebut. Namun selama siaran, suaranya terdengar lemah dan ucapannya terputus-putus.

Wu Muzhen mengatakan bahwa dirinya ditipu oleh seorang wanita yang dikenalnya dengan iming-iming pekerjaan bergaji tinggi di luar negeri. Namun setelah tiba di Kamboja, paspornya disita dan kebebasannya dibatasi.

Ia juga mengungkapkan bahwa selama di sana, ia sempat dipaksa melakukan apa yang disebut “pekerjaan keyboard”, yang diduga publik berkaitan dengan jaringan penipuan. Wu mengatakan: “Saya ditipu oleh wanita itu, dan dia masih belum tertangkap.” Namun untuk detail yang lebih sensitif, ia berulang kali menyatakan tidak dapat mengungkapkannya lebih lanjut.

Siaran langsung tersebut sempat menarik puluhan ribu penonton secara bersamaan. Namun setelah berlangsung sekitar setengah jam, siaran tiba-tiba terputus dengan tampilan “ruangan telah ditutup”.

Yang lebih aneh, sehari setelah siaran tersebut, dua akun Douyin miliknya juga diblokir sepenuhnya, sehingga kembali memicu perhatian publik.

Hingga kini, alasan video tersebut tiba-tiba diblokir, serta apakah Wu Muzhen masih dapat berbicara secara terbuka untuk menceritakan seluruh pengalamannya selama di Kamboja, masih menjadi misteri. (Hui)

Sumber : NTDTV.com

Peringkat Terbaru Olahraga untuk Umur Panjang Dirilis, Jalan Kaki Peringkat Pertama

EtIndonesia. Banyak orang suka berolahraga untuk menjaga kebugaran. Baru-baru ini, sebuah tim peneliti merilis peringkat olahraga yang berkaitan dengan umur panjang, dan secara mengejutkan, aktivitas paling sederhana—jalan kaki—menempati peringkat pertama.

Pada Januari 2026, tim peneliti dari Harvard University mempublikasikan hasil penelitian selama 30 tahun di jurnal The BMJ. Hasilnya menunjukkan bahwa apa pun jenis olahraga yang dilakukan, semuanya memiliki risiko kematian lebih rendah dibandingkan dengan orang yang tidak berolahraga. Namun, jalan kaki dinilai sebagai olahraga paling efektif dari segi manfaat dan biaya (cost-effective) untuk umur panjang.

Hasil penelitian menunjukkan:

  • Jalan kaki menurunkan risiko kematian dari semua penyebab sebesar 17%
  • Tenis dan bola voli: 15%
  • Dayung dan senam: 14%
  • Latihan kekuatan: 13%
  • Lari: 13%
  • Jogging: 11%
  • Naik tangga: 10%
  • Bersepeda: 4%

Jalan cepat merupakan salah satu bentuk olahraga aerobik yang dapat secara signifikan meningkatkan fungsi jantung dan paru-paru, serta membantu mencegah penyakit kardiovaskular.

Sebuah artikel dari situs Chinese University of Hong Kong Hospital menyebutkan bahwa berjalan kaki adalah olahraga paling sederhana, paling aman, dan juga salah satu yang paling efektif untuk meningkatkan kesehatan.

Artikel tersebut menyatakan bahwa penelitian membuktikan, berjalan cepat setiap hari (menempuh sekitar 1,6 km dalam 15–20 menit) dan menjadikannya kebiasaan seumur hidup memberikan manfaat kesehatan jangka panjang.

Manfaat jalan cepat antara lain:

  • Membakar kalori dan membantu menjaga berat badan sehat
  • Mengurangi risiko penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan diabetes
  • Meningkatkan fungsi jantung dan paru-paru
  • Menurunkan kadar kolesterol dalam darah
  • Menjaga ketajaman pikiran dan meningkatkan daya ingat
  • Mencegah osteoporosis
  • Menguatkan tulang, otot, dan sendi
  • Meningkatkan kekuatan, kelenturan, dan keseimbangan pada lansia
  • Membantu penderita diabetes mengontrol gula darah dan mengurangi kebutuhan obat

Artikel tersebut juga menekankan bahwa jalan cepat termasuk aktivitas fisik intensitas sedang. Melakukannya selama 30 menit setiap hari dapat meningkatkan kesehatan. Aktivitas ini bisa dilakukan sekaligus atau dibagi dalam beberapa sesi, tetapi setiap sesi sebaiknya tidak kurang dari 10 menit.

Selain itu, bagi orang yang memiliki penyakit kronis, masalah tulang atau sendi, atau yang belum terbiasa berolahraga, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai program latihan.

Sumber : NTDTV.com

“Hilangnya Kontak” Selama 40 Menit yang Menakjubkan! Penerbangan Lintas Pertama Artemis di Sisi Jauh Bulan

EtIndonesia. Rekor dalam sejarah penerbangan luar angkasa manusia kembali terpecahkan pada Senin (6/4/2026)! Empat astronot dari misi Artemis II berhasil melintas di sisi jauh Bulan. Untuk pertama kalinya, publik juga dapat melihat tampilan sisi jauh Bulan melalui gambar yang dirilis oleh NASA.

Misi ini tidak hanya mencetak rekor jarak terjauh yang pernah ditempuh manusia dalam penerbangan, tetapi juga mengalami momen “hilang kontak” total dengan Bumi selama 40 menit. 

Presiden Donald Trump secara langsung menelepon untuk menyampaikan ucapan selamat. Seiring perjalanan mengelilingi Bulan mendekati akhir, para astronot kini telah memulai perjalanan pulang dan diperkirakan akan kembali dengan selamat pada Jumat (10 April).

Pada pukul 13:57 waktu Pantai Timur AS hari Senin, para astronot mencapai titik terdekat dengan Bulan—sekitar 4.067 mil dari permukaan. Mereka juga mencatat rekor jarak terjauh dalam sejarah penerbangan manusia, yaitu 252.756 mil, melampaui rekor Apollo 13 yang bertahan selama 56 tahun (248.655 mil).

Astronot Artemis II, Jeremy Hansen, mengatakan:  “Yang terpenting, kami berharap momen ini dapat menginspirasi generasi sekarang dan berikutnya, sehingga rekor ini tidak bertahan lama.”

Presiden Trump mengatakan:  “Salam khusus untuk Artemis II. Hari ini kalian menciptakan sejarah dan membuat seluruh Amerika bangga. Kita akan kembali menancapkan bendera, dan kali ini bukan hanya meninggalkan jejak kaki—kita akan membangun basis permanen di Bulan, dan melangkah lebih jauh menuju Mars.”

Pada Senin malam, Artemis II sempat memasuki sisi jauh Bulan. Karena Bulan sepenuhnya menghalangi sinyal komunikasi dari Bumi, keempat astronot mengalami “hilang kontak” selama sekitar 40 menit.

Dalam perjalanan langka ini, para astronot mengamati bahwa permukaan sisi jauh Bulan yang lama berada dalam bayangan dipenuhi bekas tumbukan. Mereka juga menyaksikan fenomena “gerhana Matahari total” dari perspektif Bulan.

Astronot Artemis II, Reid Wiseman, mengatakan:  “Kami baru saja mengalami gerhana Matahari total. Kami bisa melihat korona Matahari, serta planet-planet yang tersusun, termasuk Mars. Kami semua menantikan hari ketika manusia menjadi ‘spesies antar-planet’.”

NASA juga merilis serangkaian foto menakjubkan, termasuk fenomena “Bumi terbenam” (Earthset), momen Bulan sepenuhnya menutupi Matahari, serta detail struktur cincin di Orientale Basin.

Astronot Victor Glover menambahkan:  “Garis terminator (batas terang dan gelap) sangat magis—seperti pulau-pulau bercahaya dan lembah yang tampak seperti lubang hitam. Jika Anda melangkah ke sana, rasanya seperti bisa jatuh ke pusat Bulan. Pemandangannya sangat menakjubkan—ini adalah hal paling luar biasa yang pernah saya lihat sejauh ini.”

Presiden Trump juga menyampaikan:  “Saya sangat menantikan kalian kembali dan berkunjung ke Ruang Oval Gedung Putih. Saya akan meminta Jared mengatur semuanya, dan saya juga ingin tanda tangan kalian—saya biasanya tidak meminta tanda tangan, tapi kalian pantas mendapatkannya. Seluruh dunia sedang membicarakan ini, dan kita akan merayakan pencapaian kalian.”

Setelah menyelesaikan misi bersejarah mengelilingi Bulan, Artemis II kini dalam perjalanan kembali dan diperkirakan akan mendarat di Samudra Pasifik pada Jumat minggu ini.

Laporan oleh reporter NTD, Liu Jiajia, dari Amerika Serikat.

Detik-Detik Menegangkan! Serangan Besar ke Iran Sudah Dimulai, Trump Mendadak Berbalik Arah

EtIndonesia. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran mencapai puncaknya pada 7 April 2026, ketika Presiden AS Donald Trump menetapkan tenggat waktu ultimatum yang sangat tegas: pukul 20.00 waktu Timur AS (atau 08.00 pagi, 8 April waktu Asia Timur) sebagai batas terakhir bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi, Amerika Serikat mengancam akan melancarkan serangan udara besar-besaran selama empat jam yang disebut-sebut akan “mengubah sejarah.”


Pernyataan Trump yang Tak Biasa: Nada Kiamat dan Harapan Perubahan

Namun, beberapa jam sebelum tenggat waktu, Trump mengejutkan dunia dengan pernyataan bernada sangat berbeda melalui media sosial.

Ia menulis bahwa dunia mungkin sedang berada di ambang kehancuran, namun di saat yang sama membuka kemungkinan akan lahirnya perubahan besar:

Jika terjadi pergantian rezim yang menyeluruh, dan kepemimpinan baru yang lebih bijak mengambil alih, maka bisa muncul sebuah transformasi revolusioner yang indah.

Pernyataan ini dinilai banyak pengamat sebagai perubahan gaya komunikasi Trump—dari yang biasanya tegas dan langsung, menjadi lebih filosofis dan sarat makna sejarah.


Ancaman Militer Total: Infrastruktur Vital Jadi Target Utama

Dalam konferensi pers di Gedung Putih pada 6 April 2026, Trump menegaskan skenario terburuk jika Iran tidak memenuhi tuntutan:

  • Seluruh jembatan strategis akan dihancurkan sebelum tengah malam
  • Seluruh pembangkit listrik akan dilumpuhkan
  • Infrastruktur vital akan dibuat tidak dapat digunakan melalui ledakan dan kebakaran

Langkah ini merupakan bagian dari strategi besar untuk melumpuhkan Iran secara sistematis.

Di waktu yang sama, Israel memperingatkan warga Iran untuk menjauhi jaringan kereta api, sementara Arab Saudi mendesak penghentian penggunaan transportasi kereta secara nasional.


Strategi “Melumpuhkan Negara”: Mengapa Jembatan dan Listrik Diserang

Serangan terhadap jembatan dan pembangkit listrik bukan tanpa alasan. Dua tujuan utama di balik strategi ini adalah:

1. Melumpuhkan Mobilitas Militer
Dengan menghancurkan jembatan, Iran akan kehilangan kemampuan memindahkan pasukan, termasuk peluncur rudal dan logistik militer.

2. Menghancurkan Sistem Komando dan Komunikasi
Pemadaman listrik akan merusak sistem komunikasi, pengawasan, serta kendali militer—termasuk jaringan propaganda pemerintah.

Strategi ini secara eksplisit disebut sebagai upaya untuk “mengembalikan Iran ke zaman batu.”


Serangan Dimulai Sebelum Tenggat: Kharg Island Jadi Target Utama

Meski ultimatum belum berakhir, serangan sudah dimulai lebih awal pada 7 April 2026.

Salah satu target utama adalah Pulau Kharg, pusat ekspor minyak terbesar Iran yang menangani sekitar 90% ekspor minyak nasional.

Serangan difokuskan pada:

  • Bunker militer
  • Stasiun radar
  • Gudang amunisi
  • Tangki minyak
  • Pelabuhan ekspor

Pada saat yang sama, Israel menyerang ladang gas South Pars, salah satu yang terbesar di dunia.

Para analis menyebut hari itu sebagai “Hari Jembatan dan Rel Kereta”, karena serangan juga menargetkan jalur transportasi strategis Iran.


Operasi Udara Terbesar Sejak Perang Dimulai

Menteri Pertahanan AS menyatakan bahwa 7 April 2026 merupakan hari dengan operasi udara terbesar sejak konflik dimulai pada 28 Februari 2026.

Lebih dari 100 pesawat tempur dikerahkan untuk menyerang:

  • Basis Garda Revolusi Iran
  • Fasilitas rudal
  • Infrastruktur keamanan dalam negeri

Di Teheran, rudal jelajah Tomahawk dilaporkan menghantam pangkalan militer Parchin, sementara ledakan juga terjadi di Bandara Internasional Mehrabad.


Serangan Presisi dan Kerugian Besar di Pihak Iran

Di kota Yazd, serangan presisi dilaporkan menewaskan sedikitnya 100 perwira Garda Revolusi dalam satu pertemuan militer.

Ironisnya, pertemuan tersebut sedang membahas strategi mempertahankan Selat Hormuz.

Analisis militer menunjukkan bahwa:

  • Banyak pimpinan tinggi Garda Revolusi telah dieliminasi
  • Struktur militer reguler Iran masih relatif utuh

Strategi ini dinilai bertujuan menghindari kehancuran total negara seperti yang terjadi di Libya.


Respons Kontroversial Iran: Perisai Manusia

Di tengah tekanan militer, pemerintah Iran mengambil langkah yang memicu kecaman internasional.

Warga sipil—termasuk anak-anak—diminta membentuk “perisai manusia” untuk melindungi:

  • Pembangkit listrik
  • Jembatan
  • Infrastruktur vital

Langkah ini kontras dengan kebijakan sebelumnya, di mana pemerintah sempat mengancam menindak keras demonstran sipil.


Ketegangan Internal dan Keterlibatan Asing

Laporan juga menyebutkan munculnya pasukan dari Pakistan (brigade Zainabiyoun) di kota Qom, yang diduga membantu menjaga stabilitas internal.

Sementara itu, Korea Utara dikabarkan mengambil sikap menjauh, dengan kebijakan:

  • Tidak membantu Iran
  • Tidak mengkritik AS
  • Tidak menunjukkan dukungan terbuka

Dunia di Ambang Perang—Lalu Berbalik Arah dalam 90 Menit Terakhir

Ketika waktu tersisa sekitar 1,5 jam sebelum ultimatum berakhir, situasi berubah secara dramatis.

Trump tiba-tiba mengumumkan bahwa:

  • AS akan menghentikan pemboman selama dua minggu
  • Iran diminta membuka Selat Hormuz secara penuh dan aman
  • Gencatan senjata bersifat dua arah

Kesepakatan ini disebut terjadi setelah komunikasi intensif dengan Pakistan sebagai mediator.

Trump juga menyatakan:

  • Tujuan militer utama telah tercapai
  • Iran telah mengajukan proposal 10 poin
  • Kedua pihak hampir mencapai kesepakatan penuh

Kesimpulan: Dunia Nyaris Masuk Babak Perang Besar

Peristiwa 7 April 2026 menjadi salah satu momen paling menegangkan dalam sejarah modern Timur Tengah.

Dalam hitungan jam, dunia bergerak dari ambang perang total menuju peluang gencatan senjata.

Namun satu hal menjadi jelas:
konflik ini belum benar-benar berakhir—dan arah masa depan kawasan masih penuh ketidakpastian. (***)

Baru Umumkan Gencatan Senjata, Iran Langsung Tembakkan Rudal—Perdamaian Hanya Ilusi?

EtIndonesia. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran memasuki fase baru yang penuh ketidakpastian. Setelah berminggu-minggu berada di ambang eskalasi besar, kedua pihak akhirnya menunjukkan tanda-tanda meredanya konflik. Namun, harapan tersebut langsung diuji hanya dalam hitungan jam.

Kesepakatan Sementara: Selat Hormuz Jadi Kunci Perdamaian

Berdasarkan laporan CNBC pada 7 April 2026, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Washington bersedia menghentikan seluruh pemboman dan serangan terhadap Iran selama dua minggu, dengan satu syarat utama: Iran harus segera membuka kembali Selat Hormuz secara penuh dan aman.

Kesepakatan ini dirancang sebagai bentuk gencatan senjata timbal balik, yang bertujuan memberi ruang bagi perundingan damai jangka panjang.

Seorang pejabat Gedung Putih mengungkapkan bahwa Israel juga telah menyetujui penghentian operasi militer secara serentak, namun implementasi gencatan senjata sepenuhnya bergantung pada langkah konkret Iran dalam membuka jalur strategis tersebut.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital perdagangan energi dunia, sehingga setiap gangguan di wilayah ini langsung berdampak global.

Diplomasi Intensif di Balik Layar

Menurut laporan Axios, dalam 24 jam terakhir sebelum pengumuman, komunikasi antara Amerika Serikat dan Iran berlangsung sangat intens melalui jalur tidak langsung.

  • Pakistan disebut sebagai mediator utama
  • Wakil Presiden AS JD Vance diperkirakan akan memimpin perundingan tatap muka berikutnya
  • Namun, jadwal resmi pertemuan masih belum diumumkan

Di dalam lingkaran pengambil keputusan, ternyata tidak semua pihak sepakat.

Kelompok yang menolak gencatan senjata:

  • Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu
  • Sejumlah pemimpin kawasan Teluk
  • Senator AS Lindsey Graham

Mereka mendesak agar tekanan militer terus dilanjutkan sampai Iran memberikan konsesi besar.

Sementara itu, kubu yang mendukung kesepakatan:

  • Wakil Presiden JD Vance
  • Utusan khusus Steve Witkoff

Mereka menilai bahwa peluang diplomasi harus dimanfaatkan jika syarat minimum telah terpenuhi.

Proposal 10 Poin dan Harapan Damai

Trump mengungkapkan bahwa Amerika Serikat telah menerima proposal sepuluh poin dari Iran, yang dinilai memiliki dasar kuat untuk negosiasi.

Ia juga menegaskan bahwa:

  • Sebagian besar isu utama telah mencapai titik kesepahaman
  • Masa gencatan senjata dua minggu akan digunakan untuk merampungkan perjanjian damai jangka panjang

Pernyataan ini sempat memicu optimisme bahwa konflik dapat segera berakhir.

Pasar Global Langsung Bereaksi

Sinyal meredanya ketegangan langsung berdampak pada pasar keuangan global.

Menurut Axios:

  • Kontrak berjangka S&P 500 naik lebih dari 1%
  • Harga minyak mentah turun sekitar 6%

Sebelumnya, pasar global terus berada di bawah tekanan akibat kekhawatiran perang besar di Timur Tengah. Kabar gencatan senjata menjadi katalis pemulihan sementara.

Peran Tiongkok: Tekanan Diam-Diam yang Menentukan

Di balik perubahan sikap Iran, analis media senior Fang Wei menilai bahwa Tiongkok memainkan peran penting.

Saat ini, Tiongkok adalah:

  • Importir minyak terbesar dunia
  • Mengimpor sekitar 12 juta barel per hari
  • Bergantung hingga 70% pada impor energi

Namun dalam beberapa bulan terakhir:

  • Pasokan murah dari Venezuela terhenti sejak November 2025
  • Diskon minyak Rusia berkurang akibat kebijakan AS
  • Risiko kehilangan pasokan dari Iran meningkat

Ketika Iran menutup Selat Hormuz:

  • Harga minyak melonjak tajam
  • Biaya impor Tiongkok meningkat drastis
  • Tekanan terhadap ekonomi domestik semakin berat

Dalam kondisi ekonomi yang melemah, lonjakan inflasi impor ini menjadi pukulan serius bagi perusahaan-perusahaan di Tiongkok.

Karena itu, Tiongkok disebut:

  • Mendorong Pakistan menjadi mediator
  • Memberikan tekanan kuat kepada Iran
  • Bersamaan dengan ancaman keras dari AS

Kombinasi tekanan ini diduga menjadi faktor utama yang mendorong Iran untuk melunak.

Harapan Buyar: Rudal Iran Kembali Diluncurkan

Namun, hanya beberapa saat setelah pengumuman gencatan senjata, situasi kembali memanas.

Rudal Iran kembali menghantam wilayah Israel, memicu kekhawatiran bahwa kesepakatan tersebut sangat rapuh dan berpotensi runtuh.

Analisis: Gencatan Senjata yang Rapuh

Pakar strategi keamanan nasional Taiwan, Chen Wenqiang, menilai bahwa insiden ini menunjukkan:

  • Mekanisme gencatan senjata masih sangat lemah
  • Risiko eskalasi tetap tinggi dan tidak terkendali

Menurutnya, Amerika Serikat kemungkinan akan menerapkan strategi dua jalur:

  1. Diplomasi intensif untuk menekan Iran agar mematuhi kesepakatan
  2. Kesiapan militer untuk melakukan serangan terbatas jika diperlukan

Tujuannya adalah menjaga efek deterrence (daya gentar) tanpa memicu perang besar.

Respons Israel: Cepat dan Presisi

Di sisi lain, Israel diperkirakan tidak akan tinggal diam.

Selama ini, Israel dikenal:

  • Mengadopsi prinsip respons langsung
  • Tidak mentoleransi serangan terhadap wilayahnya

Kemungkinan langkah Israel:

  • Serangan balasan cepat dan presisi
  • Target pada kelompok proksi Iran di Lebanon dan Suriah

Kesimpulan: Damai yang Masih Jauh

Perkembangan ini menunjukkan bahwa gencatan senjata saat ini:

  • Bersifat taktis, bukan solusi permanen
  • Belum menyentuh akar konflik yang sebenarnya

Ke depan, konflik diperkirakan:

  • Akan tetap berlanjut dalam bentuk eskalasi terbatas
  • Namun semua pihak masih berusaha menghindari perang besar yang tidak terkendali

Dunia kini berada dalam posisi menunggu—apakah dua minggu ini akan menjadi jalan menuju perdamaian, atau justru hanya jeda singkat sebelum konflik yang lebih besar meledak.  (***)

Mahasiswa Tiongkok Gunakan Ijazah Palsu, Dideportasi dari Korsel; 5 Orang Ajukan Gugatan Picu Kontroversi

EtIndonesia. Lebih dari seratus mahasiswa asal Tiongkok di sebuah universitas di Korea Selatan terungkap menggunakan ijazah palsu dan diperintahkan untuk meninggalkan negara tersebut. Lima di antaranya tidak menerima keputusan itu dan mengajukan gugatan administratif. Setelah ditolak oleh pengadilan tingkat pertama, mereka melanjutkan banding ke pengadilan tinggi, memicu perdebatan publik.

Menurut laporan Yonhap News Agency pada 5 April, kelima mahasiswa tersebut menolak untuk keluar dari Korea Selatan dan menggugat Kantor Imigrasi Gwangju, menilai perintah deportasi tidak tepat dan meminta pembatalannya.

Kelima mahasiswa itu pada September tahun lalu masuk ke Universitas Honam melalui program pertukaran internasional. Mereka mengklaim telah menyelesaikan tiga tahun studi di universitas luar negeri dan hanya perlu satu tahun lagi untuk mendapatkan gelar.

Sebelumnya, Kementerian Kehakiman Korea Selatan telah menemukan bahwa 112 mahasiswa Tiongkok di universitas tersebut menyerahkan ijazah dari universitas Amerika Serikat yang ternyata palsu. Mereka kemudian dikenai sanksi cuti paksa dan deportasi. Penyelidikan lanjutan juga menyimpulkan bahwa lima mahasiswa tersebut diduga melakukan pemalsuan serupa.

Menanggapi tuduhan itu, kelima mahasiswa beralasan bahwa mereka mendaftar melalui “agen studi luar negeri resmi” dan telah mengikuti perkuliahan daring. Mereka juga menyatakan bahwa ijazah yang dimiliki telah mendapatkan “legalisasi Apostille” dari otoritas wilayah AS, sehingga sulit untuk memverifikasi keasliannya. Sidang kasus ini dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni di pengadilan tinggi.

Ketua Aliansi Pengacara HAM Luar Negeri, Wu Shaoping, berpendapat bahwa kelima mahasiswa tersebut kemungkinan merupakan korban “agen ilegal”.

Ia mengatakan bahwa agen ilegal sering kali hanya mengejar keuntungan dan tidak segan menipu baik pihak universitas maupun para mahasiswa. Namun, untuk lebih dari 100 mahasiswa lainnya, menurutnya, kemungkinan besar mereka sadar bahwa ijazah mereka bermasalah.

Modus Pemalsuan

Penyelidikan Kementerian Kehakiman Korea Selatan menemukan berbagai modus pemalsuan, antara lain:

  • Mengaku pernah belajar di AS tetapi tidak memiliki catatan keluar-masuk negara
  • Menggunakan nama universitas yang sebenarnya sudah tutup sejak pertengahan tahun 2000-an

Para mahasiswa tersebut sebenarnya hanya memiliki ijazah sekolah menengah. Pada Maret tahun lalu, mereka masuk Korea Selatan dengan visa kursus bahasa jangka pendek, belajar bahasa Korea, lalu “meloncat” langsung ke program magister, dengan rencana lulus pada Juli tahun ini.

Pihak Universitas Honam menyatakan bahwa mereka “tidak mengetahui sama sekali” adanya ijazah palsu yang diajukan mahasiswa tersebut.

Sorotan Masalah Sosial yang Lebih Dalam

Wu Shaoping menilai bahwa terungkapnya ratusan kasus dalam satu universitas mencerminkan krisis kepercayaan di masyarakat Tiongkok. Ia mengatakan bahwa ijazah sering dikaitkan dengan kepentingan dan keuntungan, sehingga memicu “kecemasan pendidikan” di kalangan masyarakat. Banyak orang berlomba-lomba mendapatkan latar belakang studi luar negeri demi meningkatkan daya saing.

Fenomena ini bukan kasus tunggal. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak universitas di berbagai negara melakukan tindakan terhadap pemalsuan ijazah:

  • Tahun 2024, Universitas Hong Kong menemukan setidaknya 30 mahasiswa Tiongkok menggunakan ijazah palsu
  • Tahun yang sama, Universitas Sains dan Teknologi Makau mencabut status 24 mahasiswa dan menangkap 4 orang
  • Awal 2025, Imperial College London menemukan 150 mahasiswa Tiongkok dengan ijazah palsu
  • Juga beredar laporan bahwa Universitas Manchester memecat sejumlah besar mahasiswa terkait kasus serupa
  • Beberapa universitas di Australia dan Hong Kong juga melaporkan ratusan aplikasi dengan dokumen palsu

Kritik terhadap Budaya “Puja Ijazah”

Pengamat independen Lai Jianping menyebut bahwa fenomena ini berkaitan dengan “kultus ijazah”, di mana gelar luar negeri sering dianggap lebih bergengsi dibandingkan gelar dalam negeri, sehingga mendorong sebagian orang untuk mengambil jalan pintas.

Selain itu, laporan tersebut juga menyinggung bahwa praktik pemalsuan ijazah tidak hanya terjadi di kalangan mahasiswa, tetapi juga disebut meluas di kalangan birokrasi.

Editor/Wartawan: Li Yun – NTDTV.com
 

Pidato Paskah Trump: Amerika Serikat Mencetak Banyak Rekor

EtIndonesia. Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada (6 April) pagi menyampaikan pidato Paskah. Di awal pidatonya, ia mengatakan bahwa ini adalah “hari yang sangat istimewa”, serta menyinggung soal agama dan perayaan Yesus. Ia juga menyatakan bahwa menjadi Presiden Amerika Serikat adalah sebuah kehormatan besar baginya.

Berbicara tentang kondisi Amerika, Trump mengatakan bahwa keadaan negara tersebut “tidak pernah sebaik sekarang”, dan telah mencetak rekor di banyak bidang, seperti pasar saham dan militer, yang menurutnya mencapai pencapaian yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Di tengah acara, ada momen kecil ketika Trump dengan suara lantang bertanya:
“Bagaimana dengan operasi penyelamatan kemarin?”
Pertanyaan itu langsung disambut sorakan meriah dari para hadirin.

Namun di sisi lain, situasi di Timur Tengah masih tegang.

Iran hari ini menyatakan berharap konflik yang telah berlangsung beberapa minggu dengan Amerika Serikat dan Israel dapat “benar-benar berakhir”. Namun, Iran juga menegaskan tidak akan langsung membuka kembali Selat Hormuz dalam kondisi gencatan senjata sementara.

Menurut pernyataan resmi Iran, mereka telah melalui Pakistan menyampaikan proposal balasan kepada Amerika Serikat, yang terdiri dari 10 poin, mencakup gencatan senjata, keamanan selat, pencabutan sanksi, dan rekonstruksi pascaperang. Namun poin pentingnya adalah proposal tersebut tidak menerima syarat gencatan senjata yang ada saat ini.

Sebelumnya, Trump telah menetapkan tenggat waktu yang jelas, menuntut Iran untuk mencapai kesepakatan sebelum Selasa pukul 20.00 waktu Timur AS, termasuk membuka kembali Selat Hormuz, jika tidak maka akan menghadapi “serangan seperti neraka”. Ia kembali menegaskan bahwa tenggat waktu tersebut tidak akan berubah.

Menanggapi penolakan Iran terhadap kesepakatan gencatan senjata, Trump mengatakan dalam acara Easter Egg Roll bahwa Iran tidak mau “mengakui kekalahan”. Ia memperingatkan bahwa jika kondisi ini berlanjut, maka jembatan, pembangkit listrik, dan berbagai fasilitas lainnya akan hancur.

Ia juga menambahkan:  “Saya tidak akan melanjutkan, karena masih ada hal yang lebih buruk dari itu.”

Trump juga menyinggung soal energi. Ia mengatakan bahwa jika keputusan ada di tangannya, ia cenderung menggunakan cara militer untuk mengendalikan sumber daya minyak Iran.

Namun, ia juga mengakui bahwa para pemilih Amerika saat ini lebih menginginkan diakhirinya perang di luar negeri dan membawa pulang pasukan ke dalam negeri. (Hui)

Sumber : NTDTV.com

Anggota Parlemen Korsel : Korut Ingin Bangun Hubungan Baru dengan AS, Jaga Jarak dari Iran

EtIndonesia. Pihak Korea Selatan pada 6 April menyatakan bahwa di tengah konflik militer antara Amerika Serikat dan Iran, Korea Utara tampaknya sengaja menjaga jarak dari Iran dan dengan hati-hati mengendalikan informasi publik, dengan tujuan membuka peluang untuk memperbaiki hubungan dengan Amerika Serikat.

Menurut laporan Reuters, anggota parlemen Korea Selatan Park Sun-won  yang menghadiri pengarahan tertutup dari Badan Intelijen Nasional mengatakan bahwa dalam konflik ini, Korea Utara tidak memberikan bantuan militer kepada Iran, dan juga tidak menyampaikan belasungkawa setelah pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei dilaporkan tewas.

Selain itu, ketika putra Khamenei, Mojtaba Khamenei, disebut-sebut sebagai penerus pemimpin tertinggi Iran, pihak Pyongyang tidak mengirimkan ucapan selamat maupun pernyataan pengakuan apa pun.

Lebih lanjut, terkait serangan Amerika Serikat terhadap Iran, Korea Utara hanya mengeluarkan sangat sedikit pernyataan publik dan secara sengaja menghindari kritik terhadap Presiden AS Donald Trump.

Berbeda dengan Tiongkok dan Rusia yang sering mengeluarkan pernyataan mendukung Iran, Kementerian Luar Negeri Korea Utara sejauh ini hanya mengeluarkan dua pernyataan dengan nada yang relatif moderat.

Menurut anggota parlemen tersebut, Badan Intelijen Nasional Korea Selatan menilai bahwa sikap ini sejalan dengan kecenderungan Korea Utara belakangan ini yang menghindari kritik langsung terhadap Trump.

Laporan juga menyebutkan bahwa pada akhir Februari, dalam Kongres ke-9 Partai Buruh Korea, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un tampaknya membuka ruang untuk dialog dengan Washington. Ia menyatakan bahwa jika Amerika Serikat mengakui status Korea Utara sebagai negara bersenjata nuklir dan menghentikan kebijakan permusuhan, maka kedua negara “sepenuhnya dapat hidup berdampingan secara harmonis”.

Anggota parlemen tersebut mengatakan bahwa badan intelijen Korea Selatan menilai pernyataan Kim Jong Un sebagai sinyal yang disengaja untuk membangun hubungan baik dengan Trump, serta untuk menciptakan ruang diplomatik baru bagi Pyongyang setelah konflik Iran berakhir.

Sebelumnya, ada analisis yang menyebut bahwa sejak awal tahun ini, berbagai tindakan Amerika Serikat—termasuk terhadap Iran—telah membuat kepemimpinan negara-negara otoriter seperti Tiongkok dan Korea Utara menjadi waspada, sehingga Korea Utara kini cenderung menghindari konfrontasi terbuka dengan Presiden Trump. (Hui)