Jujur dan Berdedikasi: Kunci Sukses Budi Utomo Menjadi Cluster GM Cleo Hotel Surabaya

Budi Utomo, seorang profesional perhotelan yang dikenal akan integritas dan dedikasinya, saat ini menjabat sebagai Cluster General Manager (GM) Cleo Hotel Surabaya. Berasal dari Purworejo, pria yang lahir pada 7 Juli 1982 ini telah meniti karir yang panjang dan penuh inspirasi dalam dunia perhotelan. Ia kini memimpin tiga properti sekaligus: Cleo Hotel Jemursari, Tunjungan, dan Walikota Mustajab.

Awal Karir dan Perjalanan Menuju Puncak

Perjalanan karir Budi Utomo dimulai di Santika Premiere Malang pada April 2005, di mana ia menjabat sebagai waiter, kasir, dan front office hingga Desember 2010. Kemudian, ia melanjutkan pengalamannya di Solaris Hotel Malang sebagai Income Audit dan Account Receivable selama hampir empat tahun. Semangat belajar dan kerja kerasnya membawanya ke Cleo Hotel Surabaya pada Januari 2015. Di sini, ia memulai sebagai bookkeeper di Cleo Tunjungan sebelum naik menjadi Assistant Hotel Manager di Cleo Jemursari. Tak lama kemudian, ia dipercaya sebagai Hotel Manager untuk dua property sekaligus, hingga akhirnya memegang kendali penuh sebagai Cluster GM untuk tiga hotel Cleo di Surabaya.

Nilai-Nilai Kepemimpinan yang Diteladani

Kunci kesuksesan Budi Utomo tidak terlepas dari prinsip kejujuran yang selalu ia pegang teguh. “Saya belajar langsung dari kepemimpinan Hermanto Tanoko, pemilik perusahaan kami. Beliau adalah sosok yang humble, bijaksana, bahkan saat menegur karyawan dengan kata-kata yang lembut. Kemampuannya mengingat nama setiap karyawan meninggalkan kesan yang sangat mendalam bagi saya,” ujarnya.

Salah satu nasihat yang paling diingat Budi adalah pentingnya menghormati orang tua. Prinsip ini menjadi landasan kuat dalam cara ia memimpin. Menurutnya, kejujuran adalah fondasi untuk membangun kepercayaan, baik dengan tim maupun dengan atasan. “Kepercayaan adalah hasil dari kejujuran. Saya selalu menanamkan ini kepada staf saya,” tegas Budi.

Pendekatan Personal dan Fokus pada Pelayanan

Dalam mengelola tiga hotel Cleo yang berbeda dari segi jumlah kamar, Budi menerapkan sistem kerja yang konsisten dan mencari staf yang dapat dipercaya. “Orang yang jujur adalah kunci,” katanya. Ia juga berusaha menciptakan lingkungan kerja yang nyaman, di mana setiap karyawan merasa dihargai dan memiliki rasa kepemilikan terhadap perusahaan.

Cleo Hotel mengutamakan pelayanan yang personal. Salah satu contoh adalah menyapa tamu dengan nama mereka, bukan hanya sekadar sapaan formal seperti ‘Bapak’ atau ‘Ibu’. Langkah sederhana ini menurut Budi mampu meningkatkan kenyamanan dan pengalaman tamu. Juga memberikan ucapak selamat ulang tahun bagi pelanggan atau tamu tetap di hotel tersebut.

Motivasi dan Dedikasi yang Menginspirasi

Budi merasa nyaman dan betah bekerja di bawah naungan perusahaan yang dipimpin Hermanto Tanoko berkat budaya kerja yang penuh motivasi dan kesempatan berkembang. Perusahaannya memberikan perhatian khusus kepada karyawan yang berdedikasi, termasuk memberikan reward kepada mereka yang berprestasi.

Sebagai pemimpin, Budi Utomo terus mendorong stafnya untuk berintegritas, berdedikasi, dan memiliki rasa memiliki. “Di sini kalian mencari nafkah, maka perlakukan perusahaan seperti milik sendiri,” pesan Budi kepada timnya.

Dengan pengalamannya yang kaya dan filosofi kerja yang kuat, Budi Utomo menjadi contoh nyata bagaimana kejujuran, kerja keras, dan dedikasi bisa membawa seseorang ke puncak karir. Kepemimpinannya di Cleo Hotel membuktikan bahwa keberhasilan bukan hanya soal jabatan, tetapi tentang memimpin dengan hati dan memberi dampak positif bagi lingkungan kerja.

Menatap Masa Depan yang Lebih Cerah

Di bawah kepemimpinan Budi, Cleo Hotel terus meningkatkan standar layanan untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat di industri perhotelan. Salah satu strategi yang ia terapkan adalah terus mendorong inovasi dan pelatihan untuk staf, memastikan mereka siap menghadapi tantangan dan perubahan yang terjadi. “Mutu pelayanan harus terus diperbarui. Kami percaya bahwa pengalaman tamu adalah aset paling berharga yang menentukan reputasi hotel,” jelas Budi.

Budi juga menekankan pentingnya kolaborasi dan membangun hubungan baik dengan mitra bisnis. Baginya, kesuksesan tidak bisa dicapai sendirian. Ia selalu terbuka untuk belajar dari pengalaman orang lain, sembari terus memperkuat jaringan yang sudah ada. “Saya yakin bahwa keberhasilan perusahaan adalah hasil kerja keras tim yang solid. Seorang pemimpin harus mampu memotivasi dan memberikan contoh, bukan hanya mengarahkan,” tutupnya penuh semangat.

Profil Budi Utomo memberikan inspirasi bagi banyak orang bahwa kejujuran dan dedikasi adalah kunci utama menuju kesuksesan. Dalam setiap langkahnya, ia mempraktikkan nilai-nilai tersebut, menjadikan Cleo Hotel bukan hanya tempat menginap, tetapi juga simbol keramahan dan integritas dalam layanan perhotelan.

Di Balik Penyakit Aneh yang Menyebabkan Dua Nyawa Melayang

EtIndonesia. Dalam pepatah kuno dikatakan: “Kebaikan akan berbuah kebaikan, kejahatan akan berbuah kejahatan. Bukan tidak ada pembalasan, hanya waktunya belum tiba.” 

Bagi yang percaya, mereka mengikuti kebijaksanaan leluhur, bertindak dengan hati-hati, dan berbuat kebaikan. Namun, bagi yang tidak percaya, mereka akan menuai akibatnya sendiri, bahkan dewa pun sulit menolong.

Zhang, seorang kepala bagian di sebuah biro, mendadak menderita penyakit aneh. Tubuhnya selalu merasa dingin hingga menggigil, wajahnya pucat, dan dia kehilangan tenaga. Bahkan di musim panas bulan Juni, dia harus mengenakan mantel tebal. Akibatnya, dia harus mengambil cuti panjang untuk beristirahat di rumah. Selama dua tahun, dia mengunjungi berbagai rumah sakit besar di kota provinsi, menghabiskan puluhan ribu yuan, tetapi tidak ada dokter yang dapat mendiagnosis penyakitnya.

Seorang kerabat Zhang kemudian merekomendasikan seorang “guru spiritual” yang terkenal. Meskipun awalnya Zhang tidak percaya, karena terus didesak oleh keluarganya, dia akhirnya setuju. Guru itu berusia sekitar lima puluh tahun, berpenampilan sederhana namun sangat rapi dan bersih. Ketika Zhang yang terbaring di tempat tidur dilihat oleh guru tersebut, dia langsung merasa merinding dan muncul ketakutan yang tak dapat dijelaskan. 

Guru itu berkata: “Jiwa yang menderita, jangan takut. Aku datang bukan untuk mencelakaimu, tenanglah.”

Guru itu duduk dengan tenang, lalu berkata: “Siapa yang merupakan saudara kandung Zhang? Tetaplah di sini, sementara yang lain diminta keluar.” 

Setelah itu, semua orang meninggalkan ruangan kecuali Zhang dan adik perempuannya yang berusia 30 tahun.

Rahasia Gelap yang Terbongkar

Guru itu berkata bahwa penyakit ini sebenarnya dapat disembuhkan, tergantung pada sikap Zhang. Mendengar hal itu, adik Zhang langsung merasa lega dan bertanya bagaimana cara menyembuhkannya. 

Guru tersebut terdiam sejenak dan berkata: “Ada seorang gadis yang datang mencarimu. Dia adalah adik istrimu. Kamu pasti ingat kejadian itu, bukan?”

Pernyataan itu membuat wajah Zhang berubah merah dan pucat bergantian. 

Adiknya lalu bertanya: “Guru, apakah yang Anda maksud adalah adik ipar kami, Linlin? Bukankah dia meninggal karena tenggelam? Kenapa dia mencarinya? Bukankah orang yang meninggal karena tenggelam itu bukan salah siapa-siapa?” 

Guru itu menjawab, “Kematian Linlin berhubungan dengan kakakmu, bahkan melibatkan dua nyawa.”

Guru itu melanjutkan dengan berkata: “Di sini tidak ada orang asing. Lebih baik biarkan Zhang sendiri yang menceritakan semuanya. Kalau tidak, bagaimana aku bisa menyembuhkan penyakitnya?”

Zhang hanya menunduk diam, sementara kilasan kenangan masa lalu muncul di pikirannya. Saat itu adalah musim semi. Zhang telah menikah selama dua tahun, tetapi selama waktu itu, ayah dan ibu mertuanya meninggal dunia. Adik istrinya yang berusia 16 tahun, Linlin, akhirnya dibawa tinggal bersama mereka.

Suatu hari, ketika istrinya pergi keluar rumah, Zhang melihat Linlin yang meskipun masih muda, memiliki penampilan yang menarik. Zhang tergoda dan memperkosanya di malam hari. Perbuatan itu membuat Linlin hamil. Linlin tidak berani mengadu kepada kakaknya, karena dia tahu jika hal ini tersebar, reputasinya akan hancur. Merasa tidak memiliki tempat berlindung, Linlin akhirnya memilih untuk mengakhiri hidupnya dengan melompat ke sungai.

Konsekuensi dari Kejahatan

Karena terus bungkam, guru itu berkata: “Jika kamu tidak ingin mengakui kesalahanmu, aku akan pergi.” 

Adiknya memohon: “Kami keluarga, tidak ada yang perlu disembunyikan. Jika ingin sembuh, katakan saja sejujurnya!” 

Dia juga meminta guru untuk memberikan solusi.

Guru itu menghela napas panjang dan berkata: “Dua nyawa telah hilang. Kedinginan yang kamu rasakan adalah penderitaan jiwa Linlin di alam sana.” 

Mendengar ini, Zhang akhirnya mengakui perbuatannya. Dia berharap dengan mengikuti saran guru, penyakitnya bisa sembuh. Guru itu berkata bahwa Zhang akan membaik dalam tujuh hari dan harus mengadakan ritual doa untuk menenangkan jiwa yang telah meninggal.

Benar saja, tiga hari setelah guru pergi, gejala penyakit Zhang mulai membaik. Pada hari keempat dan kelima, dia sudah bisa berjalan. Pada hari ketujuh, selain merasa sedikit lemah, dia merasa jauh lebih baik dibandingkan dua tahun terakhir. Namun, Zhang tidak pergi menemui guru untuk ritual doa. Dia berpikir: “Kalau penyakitku sudah sembuh, kenapa harus repot-repot memanggil guru lagi?”

Namun, pada hari kesembilan, penyakitnya kembali menyerang dengan gejala yang lebih parah dari sebelumnya. Tubuhnya terus menggigil, wajahnya semakin pucat, dan dia seperti berada di ambang kematian. Istrinya segera pergi mencari guru yang tinggal puluhan kilometer jauhnya, tetapi guru itu sedang bepergian dan baru akan kembali dua hari kemudian. Zhang akhirnya meninggal dunia sebelum guru itu tiba.

Pelajaran dari guru spiritual

Ketika ditanya mengapa dia tidak membantu Zhang lagi, guru tersebut menjawab: “Orang seperti Zhang, yang tidak memiliki hati nurani dan tidak bisa dipercaya, tidak layak ditolong. Dia telah membunuh seorang gadis dan anak yang dikandungnya. Itu adalah dosa yang sangat besar. Hingga akhir hidupnya, dia tidak mengaku dan tidak menunjukkan penyesalan di depan keluarganya.”

Guru itu menambahkan: “Hidup di dunia ini, seseorang harus memiliki hati nurani. Jangan berbuat jahat. Jika sudah melakukan kesalahan, maka harus ada penyesalan. Orang yang melakukan akan menerima balasan. Apakah Anda pikir tidak ada Tuhan atau dewa yang mengawasi?”Seperti yang tertulis dalam karya klasik Tiongkok, “Kisah Yue Fei”: “Tuhan tidak akan membiarkan kejahatan tanpa balasan. Karma tidak pernah meleset.” Untuk menjalani hidup dengan baik, seseorang harus memiliki batasan dalam bertindak dan menjaga hati nurani.(jhn/yn)

Rumah Sakit di Tiongkok Penuh Karena Darurat, Berbagai Virus Menyebar Luas

Baru-baru ini, berbagai virus menyebar di seluruh Tiongkok, mengakibatkan rumah sakit, terutama ruang darurat, ruang infeksi, dan klinik demam, dipenuhi pasien. Setelah lima tahun sejak munculnya virus COVID-19, kini virus lain, yaitu Human Metapneumovirus (HMPV) atau yang disebut “virus pernapasan manusia” di Tiongkok, mulai menyebar di negara tersebut, memicu kekhawatiran akan gelombang pandemi baru.

ETIndonesia. Sejak Desember lalu, Tiongkok mengalami peningkatan penyakit saluran pernapasan, termasuk flu, HMPV, rhinovirus, COVID-19, Mycoplasma pneumoniae, adenovirus, dan infeksi bakteri.

Pada 2 Januari 2025, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tiongkok merilis laporan pengawasan untuk minggu ke-52 tahun 2024 (23-29 Desember), yang menyatakan bahwa “penyakit infeksi saluran pernapasan akut terus meningkat, dengan tingkat positif virus flu yang naik cepat.”

Infeksi virus HMPV, yang gejalanya mirip dengan flu dan COVID-19, meningkat secara signifikan setelah musim dingin. Khususnya di kalangan anak-anak berusia 14 tahun ke bawah, tingkat infeksi HMPV menunjukkan peningkatan. Virus ini juga menjadi salah satu penyebab utama infeksi parah yang mengharuskan pasien dirawat di rumah sakit di berbagai provinsi, baik di utara maupun selatan Tiongkok.

Baru-baru ini, video di media sosial Tiongkok menunjukkan bahwa beberapa rumah sakit dipenuhi pasien. Pada malam hari, banyak orang tua yang cemas membawa anak-anak mereka yang sakit, menyebabkan antrian panjang di ruang darurat anak-anak.

Fenomena ini mengingatkan pada situasi awal pandemi COVID-19, dan memicu kekhawatiran tentang kemungkinan HMPV memicu pandemi baru.

Namun demikian, pemerintah Tiongkok belum mengeluarkan laporan resmi yang mengakui adanya situasi darurat. Mengenai video yang beredar di media sosial, pihak berwenang dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) belum memberikan penjelasan. Meski demikian, virus HMPV telah menarik perhatian negara dan wilayah tetangga.

Pusat Pengendalian Penyakit Beijing mengakui bahwa hingga 30 Desember 2024, lima patogen yang paling banyak ditemukan adalah virus flu, HMPV, Mycoplasma pneumoniae, COVID-19, dan adenovirus.

Saat ini, belum ada obat khusus untuk HMPV.

Menurut laporan dari “Medis Tiongkok,” Profesor Wang Xinyu, Wakil Direktur Departemen Penyakit Menular di Rumah Sakit Huashan, Universitas Fudan, mengatakan bahwa HMPV sering berkolaborasi dengan virus flu dan rhinovirus, menyebabkan infeksi ganda. Ini berarti pasien mungkin mengalami infeksi yang lebih kompleks dengan beberapa virus sekaligus.

Laporan menunjukkan bahwa jumlah infeksi penyakit saluran pernapasan terus meningkat pada tahun 2025. Pada 3 Januari, sekitar pukul 13:30, di Rumah Sakit Anak Beijing, ruang darurat, ruang infeksi, dan klinik demam dipenuhi pasien, dengan dua ruang infus penuh sesak. Di seluruh negeri, jumlah kunjungan ke rumah sakit anak-anak dan ruang darurat juga terus tinggi.

Di wilayah Tiongkok Tengah, seorang kepala departemen penyakit menular di rumah sakit kelas tiga mengatakan bahwa pada pertengahan Desember 2024, jumlah pasien hampir dua kali lipat, dan kini mencapai lima kali lipat.

Dengan meningkatnya jumlah pasien di ruang darurat anak-anak, rumah sakit menjadi kewalahan.

Menurut laporan, pada malam hari, Rumah Sakit Anak di Nanjing telah mencatatkan 1.400 hingga 1.500 pasien di ruang darurat, tiga kali lebih banyak dari biasanya, dan rumah sakit terpaksa memindahkan dokter dari ruang rawat inap untuk membantu ruang darurat.

Seorang pasien, Wang, awalnya hanya merasa lelah dan tenggorokannya kering. Namun demikian, pada pagi hari berikutnya, suhu tubuhnya naik menjadi 39,1°C, dengan tenggorokan sakit, pusing, dan tidak bisa berdiri. Malam itu, dia didiagnosis dengan flu tipe A. Banyak pasien lainnya melaporkan gejala baru seperti pusing yang sebelumnya tidak mereka alami, yang menimbulkan kecurigaan adanya “varian baru.”

Beberapa orang yang diwawancarai juga melaporkan adanya peningkatan infeksi HMPV dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Menurut laporan dari Tiongkok Youth Daily, pada 4 Januari, data waktu nyata dari Rumah Sakit Anak Shanghai menunjukkan bahwa ruang tunggu untuk spesialis anak mencapai 400 orang, sementara ruang tunggu untuk pasien demam mencapai 81 orang, dan ruang darurat anak-anak memiliki 101 orang yang menunggu.

Dr. Cao Qing, Kepala Departemen Penyakit Menular di Rumah Sakit Anak Shanghai, menyatakan bahwa jumlah pasien yang datang ke ruang darurat dan klinik anak-anak mencapai sekitar 6.000 hingga 7.000 orang per hari. Virus dan bakteri yang bergabung menjadi masalah besar tahun ini, dengan banyak anak yang menderita demam tinggi yang tidak turun meskipun telah diberi obat penurun demam.

Dr. Cao menambahkan bahwa flu tahun ini “lebih parah,” dengan gejala demam tinggi yang tidak kunjung reda, batuk hebat, sakit kepala, sakit tenggorokan, dan kelelahan umum yang dialami baik oleh orang dewasa maupun anak-anak.

“Banyak orang yang berpikir flu tidak mematikan, namun pasien flu berat dapat mengidap ensefalitis nekrotik, miokarditis yang parah, dan sindrom lisis otot rangka, yang memiliki tingkat kematian yang sangat tinggi,” kata Dr. Cao.

Pada 4 Januari, Dr. Wang Chengdong dari Rumah Sakit Xinhua di Shanghai mengatakan bahwa dalam kasus-kasus yang ia tangani baru-baru ini, lima anak telah dibawa ke ruang gawat darurat karena flu, beberapa di antaranya memerlukan mesin pernapasan dan menderita ensefalitis parah. Beberapa dari mereka bahkan tidak dapat diselamatkan. Ia mengingatkan orang tua untuk menjaga anak-anak mereka dan selalu memakai masker, “pastikan masker terpasang dengan benar saat keluar rumah.”

Seorang pemilik apotek di Distrik Dongcheng, Beijing, mengatakan bahwa tahun ini jumlah orang yang terserang flu sangat banyak, sehingga obat flu menjadi langka. 

“Situasinya mirip dengan masa sebelum pembukaan kebijakan zero-COVID di 2022,” ujarnya. (Hui)

Sumber : NTDTV.com 

Kemenkes RI Laporkan Virus HMPV Sudah Masuk ke Indonesia

ETIndonesia. Kementerian Kesehatan RI melaporkan bahwa Virus Human Metapneumovirus (HMPV) sudah masuk ke Indonesia. 

“HMPV sudah lama ditemukan di Indonesia, kalau dicek apakah ada, itu ada. Saya sendiri kemarin melihat data di beberapa lab, ternyata beberapa anak ada yang terkena HMPV,” kata Menkes Budi Gunadi Sadikin di Jakarta, Senin (6/1/2024) dalam keterangan persnya via Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI.

Ia menuturkan, semua kasus yang ditemukan melibatkan anak-anak. Ia juga meminta masyarakat untuk tidak panik, karena HMPV bukanlah virus baru dan sudah dikenal dalam dunia medis.

“HMPV sudah lama ditemukan di Indonesia, kalau dicek apakah ada, itu ada. Saya sendiri kemarin melihat data di beberapa lab, ternyata beberapa anak ada yang terkena HMPV,” kata Menkes.

Ia  juga mengatakan virus HMPV berbeda dengan virus COVID-19. Menurutnya, COVID-19 merupakan virus baru, sedangkan HMPV adalah virus lama yang sifatnya mirip dengan flu. Menurut dia, Sistem imunitas manusia sudah mengenal virus ini sejak lama dan mampu meresponsnya dengan baik.

“Berbeda dengan COVID-19 yang baru muncul beberapa tahun lalu, HMPV adalah virus lama yang sudah ada sejak 2001 dan telah beredar ke seluruh dunia sejak 2001. Selama ini juga tidak terjadi apa-apa juga,” ujar Menkes.

Penularan virus HMPV serupa dengan virus flu lainnya, yaitu melalui percikan air liur atau droplet dari individu yang terinfeksi. Meskipun umumnya tidak berbahaya, kelompok rentan seperti anak-anak, orang lanjut usia, dan individu dengan kondisi kesehatan tertentu tetap perlu waspada.

Karena itu, Menkes mengimbau masyarakat untuk menjaga pola hidup sehat, seperti cukup istirahat, mencuci tangan secara rutin, memakai masker saat merasa tidak enak badan, dan segera berkonsultasi dengan tenaga medis jika muncul gejala yang mencurigakan.

“Yang terpenting adalah tetap tenang dan waspada. Dengan mengikuti protokol kesehatan 3M, menjaga jarak, mencuci tangan dan memakai masker, sama Seperti COVID-19, kita dapat mengatasi virus ini dengan baik,” pungkas Menkes. (asr) 

Pengorbanan  yang Mengerikan : 430 Ribu Nyawa Tentara Rusia Ditukar dengan  4.168 Kilometer Persegi Wilayah Ukraina

EtIndonesia. Menurut perkiraan sebuah lembaga kajian Amerika Serikat pekan lalu, Rusia pada tahun 2024 kehilangan sekitar 40 tentara untuk setiap 2,6 kilometer persegi wilayah Ukraina yang berhasil diduduki.

Pengorbanan  Nyawa untuk Perluasan Wilayah

Business Insider melaporkan pada 2 Januari bahwa lembaga kajian Washington, Institute for the Study of War (ISW), yang secara rutin melacak invasi Rusia di Ukraina, mengungkapkan bahwa Rusia telah maju sejauh 4.168 kilometer persegi di Ukraina selama tahun lalu berdasarkan bukti geolokasi. Namun, pencapaian ini harus dibayar dengan korban besar di pihak Rusia.

ISW mencatat bahwa menurut estimasi terbaru dari Panglima Angkatan Bersenjata Ukraina, Oleksandr Syrskyi, pada tahun 2024, sekitar 427.000 tentara Rusia gugur atau terluka. Kecepatan kemajuan Rusia yang lambat membuat total wilayah yang mereka duduki sedikit lebih kecil dari negara bagian Delaware, AS. Hal ini sangat kontras dengan keberhasilan Ukraina pada bulan Agustus 2024, ketika mereka berhasil mencapai kemajuan cepat di wilayah Kursk, Rusia, meskipun sebagian besar wilayah itu telah direbut kembali oleh Rusia.

Meskipun Rusia telah memperluas kendalinya atas sejumlah kota dan desa di Ukraina timur dalam beberapa bulan terakhir, tidak ada kemenangan strategis besar yang diraih. ISW melaporkan bahwa 56,5% dari total kemajuan Rusia tahun 2024 terjadi antara September hingga November, periode yang juga menyaksikan peningkatan signifikan dalam jumlah korban di pihak Rusia.

Pada November 2024, Kementerian Pertahanan Inggris mencatat bahwa berdasarkan estimasi militer Ukraina, bulan tersebut menjadi bulan dengan korban terbesar bagi tentara Rusia selama perang. Sebanyak 45.680 tentara Rusia terluka atau tewas, dengan rata-rata 1.523 korban per hari.

George Barros, analis Rusia di ISW, mencatat bahwa sejak Oktober 2023, Rusia telah mempertahankan operasi militer dengan intensitas tinggi. Namun, dia menilai bahwa Rusia siap membayar harga tinggi dalam jumlah korban untuk melanjutkan perang habis-habisan, yang berarti konflik ini tidak menunjukkan tanda-tanda akan mereda.

ISW juga melaporkan bahwa Dmitry Medvedev, Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, mengumumkan pada Desember 2024 bahwa hampir 440.000 rekrutan baru telah menandatangani kontrak dengan Kementerian Pertahanan Rusia sepanjang tahun itu. Angka ini menunjukkan bahwa Rusia hanya merekrut jumlah tentara yang cukup untuk menggantikan kerugian yang telah mereka alami di medan perang.

Rusia Bersiap untuk Konflik dengan NATO dalam 10 Tahun ke Depan

Menteri Pertahanan Rusia, Alexei Belousov, dalam pertemuan besar Kementerian Pertahanan Rusia, memberikan pernyataan yang mengejutkan dunia. Dia mengatakan bahwa Rusia harus bersiap untuk perang dengan NATO dalam dekade mendatang di Eropa. Pada hari yang sama, Rusia juga mengumumkan langkah-langkah persiapan militer untuk menghadapi NATO, termasuk pengembangan sistem rudal balistik antarbenua yang baru.

Menurut sumber militer, tekanan militer NATO terhadap Rusia terus meningkat pada tahun 2024. Amerika Serikat telah mengaktifkan sistem pertahanan rudal Aegis di Polandia dan berencana untuk mengerahkan rudal jarak menengah di Jerman. Dalam latihan “NATO’s rapid reaction force-2024”, aliansi tersebut memperkuat kerja sama militer, terutama di bidang pertahanan udara, luar angkasa, dan dunia maya. Langkah ini menunjukkan kesiapan NATO menghadapi ancaman dari Rusia.

Belousov juga menyoroti bahwa Amerika Serikat tidak hanya akan meningkatkan jumlah pasukan di Eropa, tetapi juga mulai mengerahkan rudal jarak menengah baru pada 2026. Bahkan, rudal hipersonik AS disebut dapat mencapai Moskow dalam waktu 8 menit. Menurutnya, Rusia harus mengambil langkah untuk menghadapi risiko konflik militer ini.

Reformasi Militer Rusia

Sebagai tanggapan terhadap ancaman dari NATO, Rusia mempercepat reformasi militernya. Langkah-langkah yang diambil termasuk penguatan pengembangan senjata strategis nuklir serta percepatan produksi dan penggelaran rudal hipersonik dan rudal balistik antarbenua. Langkah ini bertujuan untuk memastikan Rusia dapat menghadapi kekuatan militer NATO secara efektif.

Selain itu, Rusia juga melakukan penyesuaian strategi militernya. Setelah menyelesaikan integrasi wilayah militer Moskow dan Leningrad, Rusia meningkatkan pembangunan unit-unit sistem tanpa awak untuk menghadapi keunggulan teknologi musuh dalam konflik mendatang.

Perang di Ukraina terus menelan korban jiwa yang sangat besar, dengan dampak luas pada stabilitas geopolitik global. Meskipun Rusia telah mengalami kerugian signifikan, komitmen mereka untuk mempertahankan operasi militer dengan intensitas tinggi menunjukkan bahwa konflik ini kemungkinan akan berlanjut dalam jangka panjang. Di sisi lain, langkah NATO yang semakin agresif memperkuat risiko eskalasi menjadi konflik yang lebih besar antara Rusia dan aliansi Barat.

Menteri Pertahanan Rusia, Andrey Belousov, telah memberikan pernyataan mengejutkan dalam rapat komite pertahanan Rusia. Belousov menyatakan bahwa Rusia harus bersiap untuk berperang melawan NATO di Eropa dalam 10 tahun ke depan. Pernyataan ini disampaikan bersamaan dengan pengumuman langkah-langkah persiapan militer Rusia untuk menghadapi ancaman NATO, termasuk pengembangan sistem rudal balistik antarbenua (ICBM) baru.

Ketegangan antara Rusia dan NATO telah meningkat sejak beberapa tahun terakhir, terutama setelah invasi Rusia ke Ukraina pada tahun 2022. NATO, yang dipimpin oleh Amerika Serikat, terus memperkuat kehadiran militernya di Eropa Timur, sementara Rusia merespons dengan meningkatkan kemampuan militernya, termasuk senjata nuklir dan hipersonik.

Implikasi Global

Pernyataan Belousov dan langkah-langkah persiapan militer Rusia menimbulkan kekhawatiran global. Ketegangan antara Rusia dan NATO tidak hanya mengancam stabilitas Eropa, tetapi juga berpotensi memicu konflik global yang lebih luas. Beberapa implikasi yang mungkin terjadi:

1. Perlombaan Senjata: Rusia dan NATO mungkin akan terlibat dalam perlombaan senjata, terutama dalam pengembangan teknologi hipersonik dan nuklir.

2. Eskalasi Konflik di Eropa Timur: Ketegangan di wilayah seperti Ukraina, Polandia, dan negara-negara Baltik dapat meningkat, memicu konflik berskala besar.

3.    Dampak Ekonomi dan Politik: Ketegangan militer dapat memengaruhi stabilitas ekonomi global dan hubungan diplomatik antara Rusia dan negara-negara Barat.

Kesimpulan

Pernyataan Menhan Rusia, Andrey Belousov, tentang persiapan perang dengan NATO dalam 10 tahun ke depan mencerminkan tingkat ketegangan yang tinggi antara Rusia dan aliansi militer Barat. Langkah-langkah persiapan militer Rusia, termasuk pengembangan senjata nuklir dan hipersonik, menunjukkan bahwa negara ini serius dalam menghadapi ancaman NATO.

Dunia internasional perlu memantau perkembangan ini dengan cermat, karena eskalasi konflik antara Rusia dan NATO dapat memiliki dampak yang luas dan berbahaya bagi stabilitas global. Diplomasi dan dialog tetap menjadi kunci untuk mencegah konflik yang tidak diinginkan.(jhn/yn)

Penemuan Manusia Hidup di Dalam Makam yang Tertutup Selama Ratusan Tahun

EtIndonesia. Beberapa catatan Tiongkok Kuno secara nyata mencatat kisah-kisah aneh tentang penemuan manusia hidup di dalam makam yang telah tertutup selama ratusan tahun.

Beberapa catatan Tiongkok kuno menggambarkan fenomena aneh tentang penemuan manusia yang masih hidup di dalam makam yang telah tertutup selama ratusan tahun. Salah satu catatan tersebut berasal dari Shan Hai Jing (Klasik Pegunungan dan Samudra), sebuah karya geografi Tiongkok kuno yang mengisahkan tentang kekayaan alam, geografi, fiksi, mitologi, ritual dan pengobatan Tiongkok kuno sebelum Dinasti Qin. Kitab ini berasal dari masa Dinasti Shang dan Zhou, dengan teks akhirnya selesai pada periode Musim Semi dan Musim Gugur.

Dalam Shan Hai Jing bagian Hai Nei Xi Jing, komentar Guo Pu, seorang sarjana terkenal dari periode Jin Barat hingga Jin Timur, menuliskan:
“Pada masa Wei, seseorang menggali makam Raja Zhou Ling dan menemukan seorang perempuan yang dikubur hidup-hidup sebagai pengikut ritual. Perempuan ini berada dalam keadaan antara hidup dan mati. Dia dibawa ke ibu kota, di mana Permaisuri Janda Guo menyayanginya dan merawatnya sebagai anaknya sendiri. Perempuan itu hidup di sisi Permaisuri selama lebih dari sepuluh tahun. Setelah Permaisuri meninggal, perempuan itu menangis dalam kesedihan selama lebih dari setahun, lalu meninggal dunia.”

Peristiwa ini terjadi pada masa Dinasti Cao Wei, ketika makam Raja Zhou Ling digali dan seorang perempuan yang seharusnya telah mati ditemukan di dalamnya. Anehnya, setelah beberapa hari, perempuan itu menunjukkan tanda-tanda kehidupan dan mulai bernapas. Beberapa bulan kemudian, fia bahkan bisa berbicara. Hal ini membuat orang-orang terkejut. Permaisuri Janda Guo, mendengar tentang kejadian ini, membawa perempuan tersebut ke istana dan menjadikannya anak angkat. Hubungan antara keduanya sangat erat. Namun, setahun setelah Permaisuri meninggal, perempuan tersebut juga meninggal dunia.

Catatan Aneh Lainnya tentang Manusia Hidup di Makam

Guo Pu, seorang cendekiawan terkenal dari periode Jin, hidup hanya sekitar 50 tahun setelah masa Permaisuri Janda Guo. Hal ini menunjukkan bahwa banyak orang pada masa itu kemungkinan masih menyaksikan peristiwa tersebut atau mendengar langsung dari saksi mata. Peristiwa ini merupakan salah satu catatan tertua yang terdokumentasi tentang manusia yang “hidup kembali” setelah dikubur.

Dalam Jin Shu: Wu Xing Zhi (Catatan Lima Elemen dalam Kitab Jin), juga terdapat kisah serupa:
“Pada masa itu, seorang pria dari Taiyuan menggali sebuah makam dan menemukan seorang perempuan hidup di dalam peti mati. Perempuan itu kemudian dibawa ke ibu kota dan ditanyai asal-usulnya, tetapi dia tidak tahu apa-apa. Ketika dilihat, pepohonan di atas makam menunjukkan usianya sekitar 30 tahun. Orang-orang bertanya-tanya apakah perempuan itu benar-benar hidup selama 30 tahun di bawah tanah.”

Ada juga kisah dari masa Kaisar Hui Dinasti Jin:
“Seorang pria bernama Du Xi mengalami kematian seorang anggota keluarganya. Ketika pemakaman dilakukan, seorang pelayan perempuan secara tidak sengaja terperangkap di dalam makam. Sepuluh tahun kemudian, keluarga tersebut membuka makam untuk keperluan penguburan bersama dan menemukan bahwa pelayan tersebut masih hidup. Awalnya, dia tampak seperti sedang tidur. Beberapa saat kemudian, dia mulai sadar. Ketika ditanya, dia berkata bahwa dia merasa seperti hanya tidur selama dua malam. Saat dikubur, dia masih berusia 15 atau 16 tahun. Ketika ditemukan hidup, wajahnya tidak menunjukkan tanda-tanda penuaan, dan dia masih berusia 15 atau 16 tahun. Setelah itu, dia menikah dan memiliki anak.”

Keanehan yang Menantang Akal Sehat

Fenomena ini menantang logika manusia dan tetap menjadi misteri hingga saat ini. Beberapa teori mencoba menjelaskan bagaimana seseorang dapat bertahan hidup di dalam makam tertutup selama bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun, tanpa makanan atau udara yang cukup. Namun, kisah-kisah ini tetap sulit dijelaskan sepenuhnya oleh sains modern.

Kisah perempuan muda dalam makam Raja Zhou Ling, pelayan dalam kisah Du Xi, dan perempuan dalam kisah Taiyuan menunjukkan fenomena yang aneh dan luar biasa. Apakah ini benar-benar terjadi atau hanya legenda yang diwariskan? Apa pun jawabannya, kisah-kisah ini menyoroti keajaiban dan misteri yang masih belum sepenuhnya dipahami oleh manusia. (jhn/yn)

PSSI Resmi Pecat Shin Tae-yong dari Kursi Pelatih Timnas Sepak Bola Indonesia

ETIndonesia. Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) resmi memecat Shin Tae-yong (STY) sebagai pelatih Tim Nasional Sepak Bola Indonesia. 

Hal demikian disampaikan secara resmi  oleh Ketum PSSI Erick Thohir dalam konferensi pers di Jakarta pada Senin (6/1/2025) siang. 

“Pak Marsji sudah ketemu Coach Shin Tae Yong tadi pagi, dan Coach Shin Tae Yong sudah menerima. Surat menyuratnya nanti tentu ada proses yang berikutnya mengenai hubungan kita yang sudah berakhir dan saya mengucapkan sekali lagi terima kasih,” ujarnya. 

Erick juga mengatakan, PSSI sudah melakukan semuanya dengan segala prioritas dan  target-target yang kita lakukan secara bersama-sama. Hal  demikian dilakukan secara transparan tanpa ada agenda tertutup. 

Selain itu, PSSI mengucapkan terima kasih kepada Coach Shin Tae Yong atas kerjasama yang sudah terjalin selama ini saat melatih sepak bola tim nasional Indonesia. 

“Tentu kita mengucapkan terima kasih kepada kinerja Coach Shin Tae Yong selama ini. Dan hubungan saya sangat baik. Dan kita lakukan yang terbaik untuk program-program yang dikehendaki. Tetapi tentu dinamika daripada timnas ini perlu juga menjadi perhatian khusus oleh kami dalam evaluasi,” katanya. 

“Kita melihat perlunya ada pimpinan yang bisa lebih menerapkan strategi yang tentu disepakati oleh para pemain, komunikasi yang lebih baik, dan tentu implementasi program yang lebih baik juga untuk tim nasional,” ujarnya.  

Mantan pelatih Timnas Korea Selatan itu, ditunjuk oleh PSSI sebagai pelatih timnas Indonesia pada  28 Desember 2019 dengan menggantikan Simon McMenemy. Selanjutnya PSSI akan mengumumkan pelatih baru Timnas Indonesia pada 12 Januari 2025 mendatang. (asr)

Mengapa Pria Tidak Ingin Istrinya Mengelola Uang? Pengakuan Jujur Seorang Suami

EtIndonesia. Apa yang dipikirkan pria yang tidak menyerahkan pengelolaan uang kepada istrinya? Seorang suami mengungkapkan isi hatinya.

Pernikahan Tanpa Uang dan Tanpa Cinta: Berakhir dengan Perceraian

Beberapa waktu lalu, sebuah topik menarik perhatian di media sosial: “Apa yang dipikirkan pria yang tidak ingin menyerahkan pengelolaan uang kepada istrinya?” 

Seorang warganet memberikan jawaban yang tajam: “Pria yang menyerahkan uangnya belum tentu bisa dipercaya, tapi pria yang tidak menyerahkan uangnya pasti tidak bisa diandalkan.”

Kisah ini terungkap dari seorang netizen bernama Li Chenghuan, yang tiba-tiba memposting di media sosial: “Jika tidak bisa berjalan bersama, maka biarkan kita melupakan satu sama lain di kehidupan ini.”

Unggahan tersebut disertai foto akta cerai yang baru diterimanya.

Ketika teman-temannya bertanya, dia menjawab:

  • “Sejak menikah, semua pengeluaran kami ditanggung oleh saya sendiri. Setiap kali saya membahas soal mengelola keuangan bersama, dia selalu mengelak dengan berbagai alasan, bahkan mengatakan bahwa dia lebih ahli dalam hal itu.”
  • “Ya, dia memang pandai mengelola uangnya sendiri, tetapi dia tidak pernah memberi saya akses ke uangnya, bahkan tidak pernah memberitahu berapa penghasilannya.”
  • “Beberapa hari yang lalu, ketika kami membahas lagi soal keuangan, dia berkata dengan enteng: ‘Uangku untuk diriku sendiri, apakah kamu tidak bisa menghasilkan uang sendiri? Kenapa harus mengelola uangku!’“
  • “Setelah memikirkan semua ini, saya merasa lelah dan memutuskan untuk bercerai.”

Pernikahan yang tidak melibatkan transparansi soal uang sulit untuk bertahan lama. Hubungan yang hanya penuh janji tanpa tindakan nyata lambat laun akan berubah. Dalam sebuah hubungan, “bercinta tanpa bicara soal uang” sering kali hanya berakhir sebagai khayalan.

“Memberi Uang, Tetapi Tidak Memberi Hati”: Pernikahan yang Tetap Hancur

Dalam sebuah acara perjodohan, Chen Qian, 29 tahun, bertemu dengan Zhang Mingyu, yang juga dipaksa untuk menikah. Ketampanan dan keceriaan Zhang Mingyu membuat Chen Qian langsung jatuh cinta. Namun, Zhang Mingyu tidak terlalu antusias dengan Chen Qian. Menurutnya, Chen Qian seperti “makanan rumahan yang kurang bumbu, tidak enak dimakan, tapi sayang jika dibuang.”

Namun, di bawah tekanan keluarga besar, Zhang Mingyu akhirnya menerima Chen Qian, dan mereka pun menikah dengan terburu-buru.

Chen Qian sebenarnya tahu bagaimana perasaan Zhang Mingyu, tetapi saat itu dia dengan naifnya berpikir bahwa selama suaminya bekerja keras dan menyerahkan penghasilannya kepadanya, mereka bisa hidup bahagia.

Namun, setelah menikah, dia baru menyadari bahwa pernikahan yang memberi uang tapi tidak memberi cinta sangatlah menyedihkan — makanan yang dia siapkan selama berjam-jam seringkali tidak mendapat pujian dari Zhang Mingyu; puluhan telepon yang dia lakukan untuk menanyakan di mana suaminya seringkali tidak dijawab.

Hubungan mereka berjalan seperti dua orang asing yang tinggal di bawah atap yang sama. Tidak ada konflik besar, tetapi juga tidak ada cinta atau kebahagiaan. Chen akhirnya merasa bahwa uang saja tidak cukup untuk membuat sebuah pernikahan bahagia.

Seiring waktu, Chen yang awalnya hanya mengeluh lembut, akhirnya mulai mempertanyakan semuanya dengan keras. Namun, tanpa cinta dan perhatian dari Zhang, pernikahan mereka pun berakhir.

Pernikahan yang Ideal: Memberikan Uang dan Hati

Pernikahan membutuhkan uang, tetapi juga membutuhkan hati. Uang penting untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi hati diperlukan untuk menjaga cinta dan romansa tetap hidup. Pernikahan yang hanya berfokus pada uang tidak akan bertahan lama, begitu juga dengan pernikahan yang hanya mengandalkan cinta tanpa kejujuran finansial.

Pernikahan yang ideal adalah ketika pasangan bersedia berbagi segalanya, baik uang maupun hati. Cinta sejati dimulai dengan kepercayaan dan komunikasi, sementara perjalanan panjang bersama membutuhkan transparansi finansial. Ketika uang dan hati berjalan seiring, itulah yang disebut pernikahan yang terbaik.

Saya pernah membaca sebuah kalimat di internet: “Pernikahan yang tidak menyerahkan uang kepada istri, tidak bisa diandalkan.” 

Hubungan yang hanya berbicara tanpa tindakan, meskipun pernah tulus, pada akhirnya bisa berubah. Pernikahan yang hanya berbicara tentang cinta tanpa uang, meskipun awalnya penuh cinta, mungkin tidak akan bertahan lama.
Sumpah cinta yang hanya berbicara tentang perasaan tanpa uang, kebanyakan hanya omong kosong belaka.(jhn/yn)

MAGA Versi Korea Selatan? Pendukung Yoon Suk-yeol Bentuk “Pasukan Taeguk” dengan Bendera AS

EtIndonesia. Laporan The New York Times mengungkapkan bahwa Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol menghadapi tuduhan keterlibatan dalam kerusuhan politik setelah memberlakukan darurat militer pada akhir tahun lalu. Hal ini memicu gejolak politik, membuatnya didakwa atas dugaan makar, hingga akhirnya diberhentikan sementara dari jabatannya dan menjadi subjek investigasi. Meski mayoritas rakyat Korea Selatan berharap Yoon turun dari jabatannya, sekelompok pendukung setianya, yang sebagian besar berasal dari kelompok kanan, mempercayai bahwa semua itu adalah teori konspirasi. Mereka yakin Yoon menjadi korban “kekuatan anti-negara” yang pro-Korea Utara dan pro-Tiongkok.

Kelompok ini membentuk “Pasukan Taeguk” (Taegeukgi Budae), yang kerap mengadakan demonstrasi sambil mengibarkan bendera Korea Selatan dan Amerika Serikat sebagai simbol dukungan terhadap Yoon. Mereka juga menyatakan kesetiaan terhadap aliansi Korea Selatan-Amerika Serikat, bahkan siap mengorbankan nyawa demi mempertahankan perjuangan mereka. Fenomena ini mencerminkan bagaimana Yoon Suk-yeol memanfaatkan pendekatan ala “MAGA” (Make America Great Again) versi Korea untuk mempertahankan kekuasaannya.

Yoon Suk-yeol Tolak Panggilan Pengadilan

Meskipun Yoon Suk-yeol telah dipanggil oleh Badan Investigasi Kejahatan Pegawai Tinggi (CIO) untuk menjalani pemeriksaan, ia terus menolak hadir. Akibatnya, CIO mengajukan surat perintah penangkapan terhadap Yoon. Namun, pada 3 Januari, upaya polisi dan pihak berwenang untuk menangkap Yoon di kediaman presiden gagal. Insiden ini justru memicu ribuan pendukung sayap kanan untuk berkumpul setiap hari di luar kediaman presiden, bertekad melindungi Yoon dari apa yang mereka sebut sebagai “penindasan oleh jaksa dan polisi”.

Para pendukung ini meyakini bahwa oposisi, dengan dorongan dari Korea Utara, telah melancarkan “kudeta” dan menyalahgunakan kekuatan mayoritas parlemen untuk menghalangi agenda politik Yoon. Menurut mereka, melindungi Yoon sama dengan melindungi Korea Selatan dari pengaruh individu pro-Korea Utara dan pro-Tiongkok, sekaligus memperkuat hubungan aliansi dengan Amerika Serikat.

Demonstrasi “Pasukan Taeguk”

The New York Times menggambarkan bahwa mayoritas pendukung Yoon adalah kaum lansia beragama Kristen. Dalam setiap demonstrasi, mereka dengan penuh semangat menyanyikan lagu kebangsaan Korea Selatan, mengibarkan bendera nasional Taeguk, sambil mengangkat bendera Amerika Serikat sebagai bentuk dukungan atas kebijakan Yoon yang pro-Amerika dan anti-Korea Utara.

Seorang peserta aksi, Kim Kwon-seop (72 tahun), dalam wawancaranya mengungkapkan  “Setiap kali saya meninggalkan rumah untuk ikut demonstrasi, saya selalu mengatakan kepada istri saya bahwa ini mungkin adalah terakhir kalinya dia melihat saya hidup, karena saya sudah siap mati demi perjuangan saya.” 

Dia menegaskan: “Ini bukan hanya soal melindungi Yoon Suk-yeol, tetapi menyelamatkan negara untuk generasi mendatang.”

Kegagalan Penangkapan Yoon Jadi Momentum Pendukung

Setelah upaya penangkapan Yoon Suk-yeol oleh pihak berwenang gagal pada 3 Januari, “Pasukan Taeguk” merayakannya dengan mengibarkan bendera mereka dengan penuh semangat sambil meneriakkan: “Kami menang!”

Profesor politik dari Universitas Kyung Hee di Seoul, Ahn Byong-jin, menjelaskan bahwa fenomena ini menunjukkan bagaimana Yoon Suk-yeol menggunakan pendekatan ala “MAGA” versi Korea Selatan untuk tetap berkuasa. Sementara itu, teori konspirasi yang mengklaim bahwa Yoon menjadi korban kekuatan pro-Korea Utara semakin meluas melalui platform seperti YouTube, memperburuk polarisasi politik di Korea Selatan.

Fenomena ini menunjukkan bagaimana kekuatan politik dapat memanfaatkan loyalitas kelompok tertentu untuk mempertahankan kekuasaan, dengan narasi nasionalisme dan aliansi strategis menjadi elemen utama yang memicu dukungan tersebut. (jhn/yn)

Bagaimana Bocah 8 Tahun Ini Bertahan Hidup Sendirian di Taman yang Dihuni Singa di Zimbabwe Selama 5 Hari

EtIndonesia. Seorang bocah lelaki berusia delapan tahun dari Zimbabwe telah menentang segala rintangan dengan bertahan hidup selama lima hari sendirian di Taman Nasional Matusadona, hutan belantara yang dipenuhi singa, gajah, dan hewan berbahaya lainnya. Tinotenda Pudu, dari komunitas Nyaminyami di Zimbabwe utara, berkelana sejauh 49 kilometer dari rumahnya ke taman yang luas itu.

Cobaan berat itu dimulai ketika Tinotenda tersesat dan tanpa sadar masuk ke taman itu. Menurut Otoritas Pengelolaan Taman dan Satwa Liar Zimbabwe (ZimParks), selama lima hari, bocah laki-laki itu mengandalkan keterampilan bertahan hidup yang diajarkan di wilayahnya yang rawan kekeringan. Dia memakan buah-buahan liar untuk bertahan hidup dan menggunakan tongkat untuk menggali sumur kecil di dasar sungai kering guna mencari air minum. Pada malam hari, dia tidur di tempat bertengger yang berbatu, dikelilingi oleh singa yang mengaum dan gajah yang lewat.

Masyarakat setempat meluncurkan operasi pencarian untuk membawanya kembali. Mereka menabuh genderang setiap hari dengan harapan suara-suara itu akan menuntunnya pulang. Namun, penjaga tamanlah yang akhirnya menemukannya. Pada hari kelima, Tinotenda mendengar suara kendaraan penjaga dan berlari ke arahnya tetapi penjaga tidak menemukannya. Kemudian, mereka melihat jejak kaki baru dan mencari di area tersebut hingga akhirnya menemukannya.

Anggota Parlemen Mashonaland Barat Mutsa Murombedzi, yang membagikan cerita tersebut di X, menyebut penyelamatan itu sebagai “keajaiban sejati.”

“Ini mungkin kesempatan terakhirnya untuk diselamatkan setelah 5 hari di alam liar,” tulisnya. Dia juga memuji para penjaga dan anggota masyarakat atas upaya mereka yang tak kenal lelah.

“Kami sangat berterima kasih kepada para penjaga taman yang pemberani, masyarakat Nyaminyami yang tak kenal lelah yang menabuh genderang malam setiap hari agar anak itu mendengar suara dan mendapatkan petunjuk jalan pulang, serta semua orang yang ikut serta dalam pencarian,” tambahnya.

Kelangsungan hidup anak itu luar biasa mengingat bahaya yang ada di Taman Nasional Matusadona. Menurut laporan, taman itu mencakup area seluas lebih dari 1.470 kilometer persegi . Taman ini merupakan rumah bagi sekitar 40 singa serta gajah, kuda nil, zebra, dan antelop. Dikenal karena populasi predatornya yang padat, taman ini pernah memiliki salah satu kepadatan singa tertinggi di Afrika. Bagi seorang anak kecil untuk bertahan hidup di lingkungan yang berbahaya seperti itu adalah sebuah keajaiban.

“Dia sangat lemah saat diselamatkan dan harus diberi infus. Di air, yang menyelamatkannya adalah teknik yang dipelajarinya sejak kecil di daerah kering dan rawan kekeringan, yaitu mengambil air dari tepi sungai yang kering,” tulis Murombedzi.

Anggota parlemen itu mengucapkan terima kasih atas hasil yang aman.

“Yang terpenting, kami bersyukur kepada Tuhan karena telah menjaga Tinotenda dan menuntunnya pulang dengan selamat. Ini adalah bukti kekuatan persatuan, harapan, doa, dan pantang menyerah,” ungkapnya.

Di media sosial, ketangguhan Tinotenda yang luar biasa mengundang kekaguman banyak orang, dengan para pengguna memuji keberanian dan naluri bertahan hidupnya.

Seorang pengguna berkomentar: “Itu luar biasa. Saya berada di taman itu Juli lalu dan kami melihat kawanan 8 singa. Itu menakutkan. Singa paling menakutkan di negara ini. Tuhan itu baik.”

Yang lain menambahkan: “Ini adalah mukjizat. Singa merupakan ancaman besar di daerah tersebut. Terkadang mendaki gunung yang tinggi untuk menemukan arah desa membantu.”

“Ceritakan apa pun yang lebih indah dari ini,” ungkap yang lain. (yn)

Sumber: news18

Bagaimana ‘Membenci Orang Kaya’ dan Mendukung Penindasan oleh Partai Komunis Tiongkok Telah Tiba di New York

Oleh Tang Yuan

The New York Times baru-baru ini menerbitkan sejumlah artikel yang mencemarkan nama baik Shen Yun dan Falun Gong. Dalam salah satu artikel serangan terbaru, mereka mengklaim bahwa Shen Yun Performing Arts telah mengumpulkan dana sebesar US$ 266 Juta. Artikel tersebut kemudian menggunakan pernyataan yang dipelintir untuk menyiratkan adanya masalah keuangan di Shen Yun untuk dijadikan alasan menyerang pendiri Falun Gong dan para praktisinya.

Mungkin dalang di balik kampanye media ini percaya bahwa menstigmatisasi Falun Gong dari sudut pandang ekonomi dan keuangan adalah pendekatan  paling hemat biaya dan berdampak besar. Namun, mereka tidak menyadari bahwa hal ini pada dasarnya menyebarkan dan mereplikasi retorika “anti-kekayaan” Partai Komunis Tiongkok (PKT) di Amerika Serikat dan dunia bebas, sebagai upaya untuk menekan Falun Gong secara internasional.

Akar Retorika ‘Membenci Orang Kaya’ PKT

Dalam propaganda PKT, dunia dipandang semata-mata sebagai sesuatu yang bersifat material. Komunis adalah materialis yang tidak segan-segan merebut kekayaan dan sumber daya.

Kekuasaan PKT dibangun di atas kekerasan, penjarahan, dan penghancuran. Dari kampanye reforma agraria pada 1920-an dan 1930-an, di mana mereka merampas tanah dari para tuan tanah, hingga gerakan transformasi sosialis pada 1950-an dan 1960-an, hingga ekonomi campuran publik-swasta saat ini, tindakan mereka selalu ditandai dengan kekerasan, kebohongan, dan pertumpahan darah.

Dalam filosofi Timur, filsuf Konfusianisme, Mencius, pernah berkata: “Jalan hidup manusia adalah seperti ini: Jika mereka memiliki mata pencaharian tertentu, mereka akan memiliki hati yang tetap; jika mereka tidak memiliki mata pencaharian tertentu, mereka tidak memiliki hati yang tetap.”

Dalam pemikiran Barat, filsuf dan dokter Inggris, John Locke, pernah menyatakan bahwa kekuasaan tidak boleh diprivatisasi dan properti tidak boleh dikomunalisasikan, jika tidak, umat manusia akan memasuki gerbang kehancuran.

Semua kebenaran abadi ini, yang berakar pada nilai-nilai universal, telah beresonansi secara mendalam dengan orang-orang selama berabad-abad.

Selain itu, dalam banyak tradisi berbasis keimanan umat manusia, diyakini secara luas bahwa kekayaan atau kemiskinan seseorang dalam hidup ini adalah hasil dari karma dalam kehidupan sebelumnya. Mengumpulkan kebajikan dan berbuat baik di kehidupan sebelumnya akan membawa ketenaran, kekayaan, dan keberkahan di kehidupan ini, sementara melakukan dosa dan kejahatan akan membawa kemalangan dan penderitaan. Dosa terbesar, yang tidak dapat ditebus, diyakini akan menjerumuskan pelaku ke neraka untuk membayar utang karmanya.

Kemudian datanglah PKT, yang bertekad untuk membalikkan langit dan bumi, menipu dunia, dan dengan berani mendaur ulang penjarahan, perampokan, dan pembunuhan sebagai tindakan heroik untuk menyelamatkan penderitaan dan “membebaskan seluruh umat manusia.” Untuk menarik lebih banyak orang bergabung dalam kampanye politik jahatnya, PKT menciptakan seperangkat doktrin yang menyimpang, membalikkan kebenaran, menyebarkan kebohongan, dan memanipulasi hati serta pikiran.

Pertama-tama, ateisme menjadi inti dari propaganda mereka. Lagu kebangsaan Komunis, Internationale, dengan lantang menyatakan: “Kami tak butuh penyelamat yang merendahkan, memerintah kami dari ruang pengadilan”; Mao Zedong bahkan membandingkan dirinya dengan Qin Shi Huang (kaisar pertama Tiongkok) dan Karl Marx, menyatakan, “Aku adalah biksu yang membawa payung—tanpa hukum dan tanpa aturan.”

Selama Revolusi Kebudayaan, budaya tradisional Tiongkok dihancurkan, Konfusianisme, Buddhisme, dan Taoisme dimusnahkan, serta penghormatan masyarakat kepada langit dan kepercayaan kepada dewa diberantas. Ini menghancurkan fondasi moral dan batas etika masyarakat. Sejak saat itu, banyak orang Tiongkok, yang dicuci otaknya dengan ateisme, merasa bebas melakukan kejahatan tanpa keraguan.

Kedua, PKT mempromosikan ideologi perjuangan kelas. Setelah Kongres Partai Kesembilan pada 1969, PKT menetapkan “perjuangan kelas sebagai tugas utama” dalam konstitusi partainya. Mao Zedong secara terbuka menyatakan: “Kita bisa mulai membicarakan kelas dan perjuangan kelas sekarang. Kita harus membicarakannya setiap tahun, setiap bulan, setiap hari,” dan “Perjuangan kelas bekerja seperti sihir.” PKT membagi masyarakat menjadi dua kategori utama: “rakyat” dan “musuh kelas,” dengan definisi “musuh kelas” yang terus berubah.

Akhirnya, retorika PKT yang paling efektif untuk menipu dan memprovokasi orang adalah ideal komunis tentang masyarakat utopis berdasarkan “distribusi sesuai kebutuhan.” Manifesto Komunis secara terang-terangan menyatakan: “Teori Komunis dapat diringkas dalam satu kalimat: Penghapusan properti pribadi.”

Untuk mencapai ini, PKT menggunakan teori “eksploitasi,” mengklaim bahwa memiliki kekayaan adalah hal yang secara inheren jahat. Mereka menyebarkan slogan seperti: “Bahkan ayam jantan di pekarangan tuan tanah berkokok di tengah malam,” dan “Setiap pori tubuh kapitalis meneteskan darah dan kotoran.”

Hari ini, PKT masih mengibarkan bendera “kemakmuran bersama” sambil menargetkan orang kaya di seluruh dunia. Tujuan akhirnya adalah untuk mempertahankan kekuasaan mereka yang semakin menurun atau memperkaya diri mereka sendiri.

BACA JUGA : 【Laporan Khusus】Sekilas Tentang Kehidupan Sehari-hari dan Pekerjaan Pendiri Falun Gong

BACA JUGA : The New York Times Terus Menyerang Tanpa Alasan terhadap Kepercayaan Falun Gong dan Komunitasnya

BACA JUGA : Bagaimana The New York Times Mendistorsi Kesuksesan Shen Yun dalam Artikel Serangan Terbaru

Kesuksesan Shen Yun: Sebuah Keajaiban dan Refleksi Pandangan Tradisional tentang Kekayaan

Shen Yun berbeda dari sebagian besar kelompok seni pertunjukan di dunia. Kelompok ini tidak bergantung pada sponsor perusahaan, pendanaan pemerintah, atau donasi anggota. Sebaliknya, Shen Yun telah membangun model kesuksesan unik yang sepenuhnya didorong oleh keunggulan artistik kelas dunia dan nilai-nilai tradisional yang mendalam, menjadi contoh luar biasa bagi organisasi seni pertunjukan masa kini.

Dalam budaya 5.000 tahun tradisional Tiongkok yang kaya, terdapat banyak kisah tentang individu-individu mulia yang memperoleh kekayaan dengan integritas dan menggunakannya secara bijaksana. Salah satu contohnya adalah Guan Zhong, seorang perdana menteri terkenal dari Negara Qi lebih dari 2.000 tahun yang lalu, yang tidak hanya seorang negarawan visioner tetapi juga seorang ahli dalam mencapai kemandirian finansial. Contoh lainnya adalah Fan Li, juga dikenal sebagai Tao Zhu Gong, pendiri perdagangan Tiongkok. Setelah membantu Raja Goujian menaklukkan Negara Wu, Fan Li menjadi kaya tiga kali dan memberikan kekayaannya tiga kali, mewujudkan prinsip bisnis tradisional Tiongkok bahwa kekayaan harus digunakan untuk kepentingan masyarakat. Kisahnya mencerminkan keyakinan tradisional Tiongkok bahwa kebajikan dan kekayaan berjalan beriringan.

Sebagai organisasi nirlaba, Shen Yun berdedikasi untuk menghidupkan kembali budaya tradisional. Melalui upaya yang tak kenal lelah, Shen Yun telah membangun merek internasional yang terkenal berdasarkan keunggulannya sendiri. Shen Yun juga memberikan dukungan penuh untuk stafnya dan membantu mendanai Fei Tian Academy of the Arts serta Fei Tian College, yang menawarkan beasiswa penuh senilai sekitar $50.000 per tahun, termasuk akomodasi dan makan, kepada semua siswa.

Tindakan ini adalah ekspresi modern dari pandangan tradisional Tiongkok tentang kekayaan—memperoleh dan menggunakan kekayaan dengan kebajikan—dan sepenuhnya sesuai dengan hukum di Amerika Serikat.

Namun, kesuksesan luar biasa Shen Yun telah diputarbalikkan oleh The New York Times menjadi klaim tentang “eksploitasi” dan “fanatisme agama.” Apakah serangan jahat ini merupakan contoh nyata dari perang propaganda PKT yang dimainkan di New York?

Agama-agama tradisional semuanya melibatkan tindakan memberi. Ketika Yesus berkhotbah, beliau menerima donasi dari orang kaya maupun miskin. Seorang janda miskin menyumbangkan satu-satunya uang yang dimilikinya kepada Yesus dan dipuji atas Imannya. Janda dari Zarefat mendukung Nabi Elia dengan segenggam tepung dan sedikit minyak, dan persediaannya secara ajaib bertahan lebih lama. Seorang anak laki-laki memberikan lima roti dan dua ikan kepada Yesus, dan tidak hanya ia tidak kelaparan, tetapi Yesus juga melakukan mukjizat dengan memberi makan 5.000 orang dengan itu. Konfusius juga mengenakan biaya untuk pengajarannya, dan ketika ia bepergian melintasi negara untuk menyebarkan ide-idenya, pengeluarannya ditanggung oleh penghasilan muridnya, Zigong.

Tidak ada yang menuduh Yesus atau Konfusius mencari keuntungan atau mempertanyakan keuangan mereka. Sebaliknya, Yudas, yang mengkhianati Yesus demi 30 keping perak, selamanya dicap sebagai simbol rasa malu dalam sejarah.

Namun, kaum ateis PKT tidak dapat memahami nilai-nilai tradisional ini. Bagi mereka, segala sesuatu hanya bermuara pada uang dan kekuasaan. Mereka menggunakan uang untuk menggoda orang lain dan kekuasaan demi menghancurkan perbedaan pendapat.

The New York Times Membantu PKT dalam Penindasannya

Dengan laporan palsunya, The New York Times mencoba menyesatkan pembaca agar percaya bahwa pendiri Falun Gong sedang mengumpulkan kekayaan. Ini adalah taktik serupa yang digunakan PKT pada 25 tahun lalu ketika memulai penganiayaan terhadap Falun Gong—strategi yang sejak lama telah gagal. Jika setiap praktisi Falun Gong menyumbangkan hanya $10 kepada pendirinya, guru Li Hongzhi, beliau memang akan menjadi miliarder. Namun kenyataannya, beliau tidak pernah menerima donasi dari murid-muridnya, meskipun ajaran beliau telah membawa kesehatan bagi jutaan orang dan membantu banyak pasien yang sakit parah sembuh.

Ketika Guru Li memberikan ceramah dan seminar di Tiongkok pada awal 1990-an, harga tiketnya adalah yang terendah di antara semua acara qigong pada saat itu, meskipun ada tekanan dari Asosiasi Qigong negara untuk menaikkannya. Guru Li ingin membantu lebih banyak orang dan mempertimbangkan situasi keuangan murid-murid beliau, bersikeras untuk menjaga biaya tetap terjangkau.

Sepanjang sejarah, guru-guru spiritual muncul di dunia yang rusak secara moral untuk mengajarkan kebenaran, menanggung beban karma orang lain, dan membimbing manusia kembali kepada kebajikan mereka yang asli. Figur-figur seperti ini layak dihormati, dan menerima persembahan atau donasi telah selalu menjadi hal yang normal—dan sah. Ini juga selaras dengan hukum ilahi.

Namun guru besar kami memilih untuk tidak melakukannya. Sebaliknya, beliau hidup dari royalti bukunya sendiri dan mengajarkan murid-muridnya menjalankan sekolah dan organisasi nirlaba untuk memberi manfaat bagi komunitas. Jadi, mengapa The New York Times memutarbalikkan tindakan- yang penuh kebajikan ini menjadi klaim tentang “eksploitasi?” bukankah ini salinan persis dari taktik fitnah PKT dan perpanjangan dari kebijakan penganiayaan lintas negara mereka?

PKT selalu melabeli Amerika Serikat sebagai “kerajaan kapitalis yang jahat” dan memperlakukan Falun Gong sebagai musuh utamanya. Memperluas kebijakan penganiayaan mereka ke wilayah AS bukan hanya bagian utama dari strategi global PKT tetapi juga tujuan jangka panjangnya.

Kini, The New York Times, yang menikmati kebebasan berbicara di Amerika, memilih untuk mencemarkan kepercayaan spiritual para praktisi Falun Gong dan memfitnah Shen Yun Performing Arts. Dalam melakukannya, surat kabar tersebut tanpa disadari telah menjadi alat kampanye lintas negara PKT melawan kebebasan beragama. Betapa tragis dan memalukan.

Artikel ini awalnya diterbitkan di Minghui.org dan telah diterjemahkan dari bahasa Mandarin.


Pandangan yang diungkapkan dalam artikel ini adalah opini penulis dan tidak selalu mencerminkan pandangan The Epoch Times.

Korea Utara Tembakkan Rudal Balistik Saat Menlu AS Blinken Kunjungi Seoul

ETIndonesia. Korea Utara tembakkan sebuah rudal balistik ke laut lepas di lepas pantai timurnya pada  Senin 6 Januari, bertepatan dengan kunjungan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken ke Seoul di tengah periode gejolak politik di Korea Selatan. 

Militer Korea Selatan mengonfirmasi peluncuran tersebut, sementara penjaga pantai Jepang juga melaporkan bahwa sebuah proyektil yang diyakini sebagai rudal yang ditembakkan oleh Korea Utara telah jatuh.

Sebelumnya pada  Senin, Blinken bertemu dengan Presiden Sementara Korea Selatan, Choi Sang-mok, dan menekankan komitmen pertahanan “tegas” dari Washington terhadap negara tersebut. 

Blinken juga menyerukan agar komunikasi diplomatik dan keamanan yang erat dilakukan untuk mencegah kemungkinan provokasi dari Korea Utara, menurut siaran resmi.

Choi menggantikan Presiden Yoon Suk Yeol yang dimakzulkan setelah deklarasi hukum militer pada 3 Desember yang mengejutkan negara tersebut dan menyebabkan penangguhan tugasnya pada 14 Desember. 

Peluncuran rudal pada Senin adalah yang pertama dari Pyongyang sejak 5 November, ketika Korea Utara menembakkan setidaknya tujuh rudal balistik jarak pendek dari pantai timurnya.

Sumber : Reuters

Turis dari Spanyol Tewas Setelah Diserang Saat Memandikan Gajah di Suaka Margasatwa di Thailand

EtIndonesia. Seorang turis Spanyol meninggal setelah diserang gajah yang sedang dimandikannya di Thailand.

Blanca Ojanguren Garcia, 22 tahun, sedang memandikan gajah di Koh Yao Elephant Care & House, suaka margasatwa yang populer di kalangan wisatawan Inggris, ketika gajah itu menanduknya dengan gadingnya.

Para ahli yakin gajah itu bisa saja mengamuk setelah stres karena tekanan hidup dan berinteraksi dengan wisatawan di luar ekosistemnya, demikian laporan surat kabar Clarin.

Bereang dan memandikan gajah merupakan kegiatan wisata yang populer di negara tersebut.

Blanca mengikuti program pertukaran pelajar di Taiwan sebagai bagian dari tahun kelima program Gelar Hukum dan Hubungan Internasional di Universitas Navarra, yang berlokasi di Kota Pamplona, ​​Spanyol utara.

Dia lahir dan tumbuh di Kota Valladolid, 200 mil di barat daya Pamplona.

Surat kabar lokal yang disegani, El Norte de Castilla, mengatakan bahwa dia berasal dari keluarga militer. Laporan media Spanyol lainnya mengatakan pacarnya adalah seorang tentara yang menyaksikan serangan itu.

Kementerian Luar Negeri Spanyol mengonfirmasi tragedi itu, dengan mengatakan: “Kami dapat mengonfirmasi kematian tragis seorang turis Spanyol dalam sebuah kecelakaan.

“Konsulat Spanyol di Bangkok sedang menghubungi keluarga korban dan menawarkan semua bantuan konsuler yang diperlukan, sebagaimana biasanya dalam situasi seperti ini.”

Ko Yao Yai tempat insiden itu terjadi adalah sebuah pulau di Thailand di Laut Andaman, di tengah-tengah antara Phuket dan Krabi.

Pulau ini terkenal dengan pantainya yang berpasir, hutan bakau, perkebunan karet, dan desa nelayan.

Pada bulan Juli, seorang turis Spanyol meninggal setelah diserang oleh seekor gajah yang sedang difotonya selama liburan safari Afrika Selatan bersama tunangannya.

Pejabat Spanyol kemudian mengonfirmasi bahwa pria yang meninggal itu berasal dari Kota Ejea de los Caballeros dekat Zaragoza dan dia disebut sebagai bos perusahaan kebersihan berusia 43 tahun Carlos Luna.

Tragedi itu terjadi pada Minggu sore di Taman Nasional Pilanesberg sekitar 125 mil di barat laut Johannesburg.

Hewan itu menginjak-injak korbannya saat fia dilaporkan keluar dari mobilnya untuk mengambil foto sekelompok gajah.

Polisi mengatakan saat itu pria yang meninggal itu, tunangannya, dan dua wanita lainnya sedang berkendara melewati cagar alam tersebut ketika mereka berhenti setelah melihat tiga gajah dan dua anak gajah.

Penghuni mobil lainnya tidak terluka.

Pimpinan lembaga safari Spanyol Alex Lacadena mengatakan kepada sebuah surat kabar Spanyol yang meliput daerah tempat Luna berasal, dia telah diberi tahu bahwa serangan itu terjadi karena induk gajah merasa terancam ketika mereka didekati.

Dia berkata: “Aturan pertama safari adalah tidak keluar dari kendaraan atau berdiri.

“Saat Anda berada di kendaraan 4×4, hewan liar tidak melihat orang, mereka melihat penghalang dan mereka hanya bereaksi ketika Anda melakukan sesuatu yang tidak biasa.” (yn)

Sumber: metro