Jalan Yongwu, Jalan Terindah di Tiongkok yang Terendam Banjir

EtIndonesia. Setiap tahun, selama musim hujan, jalan indah yang berkelok-kelok melalui Danau Poyang di Tiongkok seperti naga dalam mitologi akan terendam banjir, menawarkan pengalaman berkendara dan visual yang unik.

Jalan Yongwu adalah satu-satunya ruas jalan yang menghubungkan Wucheng, salah satu kota tertua di Tiongkok, dengan kota-kota dan kabupaten tetangga. Sebagai bagian dari jalan kabupaten X219, infrastruktur sepanjang 5,05 km ini dibangun langsung melalui Danau Poyang, danau air tawar terbesar di Tiongkok, menjadikannya salah satu objek wisata paling terkenal di Provinsi Jiangxi.

Namun, Yongwu paling populer di kalangan wisatawan pada awal musim hujan, selama musim semi ketika permukaan air mulai naik. Ketika permukaan danau di sekitarnya mencapai sekitar 18,6 meter, air menenggelamkan sebagian jalan, menjadikan Jalan Yongwu sebagai “jalan bawah air terindah di Tiongkok”.

Menariknya, berkendara di jalan yang banjir dangkal ini merupakan kesempatan terbatas waktu, karena pemerintah setempat lebih suka menutup lalu lintas saat permukaan air mencapai garis peringatan banjir -19 meter, demi alasan keselamatan. Jalan Yongwu tetap ditutup hingga permukaan air surut ke tingkat normal, yang biasanya terjadi menjelang akhir musim panas. Tahun lalu, jalan tersebut dibuka kembali pada tanggal 8 Agustus, dengan lebih dari 8.000 kendaraan mengantre untuk melintasinya, yang menyebabkan kemacetan lalu lintas.

Jalan Yongwu dibuka untuk lalu lintas pada tahun 2013, dan meskipun ada risiko yang diketahui saat berkendara di aspal yang basah dan banjir, kami belum menemukan bukti kecelakaan serius yang terjadi di sana sejak saat itu. Jelas, pagar pembatas di setiap sisi jalan dimaksudkan untuk mencegah mobil jatuh ke danau yang dalam, tetapi pagar tersebut hanya dapat berfungsi jika pengemudi tidak menyesuaikan kecepatan berkendara dengan kondisi jalan.

Tahun lalu, kami menulis tentang Jembatan Terapung Shiziguan, rute pemandangan terkenal lainnya yang melintasi perairan yang indah di Tiongkok, tetapi pernah terjadi kecelakaan di masa lalu. (yn)

Sumber: odditycentral

【Laporan Khusus】Sekilas Tentang Kehidupan Sehari-hari dan Pekerjaan Pendiri Falun Gong

Guru Li Hongzhi, pendiri Falun Gong, telah lama dikenal sebagai sosok yang  rendah hati di mata publik. Namun, belakangan ini, liputan dari The New York Times tentang Shen Yun Performing Arts, The Epoch Times, dan perusahaan-perusahaan lain yang didirikan oleh praktisi Falun Gong,  menyoroti beliau dengan menyajikan informasi yang  memutarbalikkan fakta. Untuk meluruskan pandangan, reporter Shen Yun mewawancarai orang-orang yang telah lama bekerja dan tinggal di sekitar Guru Li untuk mengungkap fakta sebenarnya kepada publik

oleh : Connie Wu,  Seorang Videografer dan Pembuat Film Dokumenter yang Bekerja di Kantor Shen Yun Sejak 2006

Selama bertahun-tahun, Guru Li Hongzhi, pendiri Falun Gong, tetap rendah hati dan tidak menonjol di depan publik. Namun demikian, baru-baru ini, The New York Times menerbitkan laporan yang bias dan menyesatkan tentang sejumlah perusahaan yang didirikan oleh praktisi Falun Gong seperti Shen Yun Performing Arts dan The Epoch Times, yang mana sekali lagi menempatkan Guru Li dalam sorotan.

Namun demikian, gambaran yang mereka berikan tentang Guru Li terfragmentasi dan sekilas informasi yang mereka sampaikan sama sekali tidak menyerupai sosok pemimpin spiritual yang saya kenal dan telah bekerja sama selama hampir 20 tahun. Saya tidak sendirian, jadi saya memulai berbicara dengan orang-orang lain seperti diri saya yang telah menghabiskan bertahun-tahun bekerja bersama dengan Guru Li, agar kami dapat berbagi pandangan kami.

Sebuah Visi Besar Tumbuh di New York

Pada tahun 1999, Partai Komunis Tiongkok (PKT) meluncurkan kampanye penindasan secara besar-besaran berupa penahanan massal, kekerasan, dan pencemaran nama baik terhadap Falun Gong—sebuah penganiayaan yang kini telah berlangsung lebih dari seperempat abad. Tak terhitung jumlahnya praktisi Falun Gong di Tiongkok kehilangan pekerjaan, harta benda, kebebasan, atau bahkan nyawa mereka. Beberapa di antara mereka menjadi korban pengambilan organ secara paksa. Banyak anak-anak menjadi Yatim piatu, yang mana orangtua mereka adalah praktisi Falun Gong. 

Pada tahun 2001, untuk menyediakan tempat aman bagi para praktisi Falun Gong yang menyelamatkan diri dari Tiongkok, terutama anak-anak yatim piatu, para praktisi Falun Gong di Amerika Utara mendirikan Dragon Springs di area pegunungan terpencil lebih dari 80 mil barat laut Manhattan. Area tersebut sebagian besar dikembangkan oleh para sukarelawan.

Sejak didirikan, Dragon Springs telah terdaftar sebagai kuil keagamaan. Pada tahun-tahun berikutnya, Fei Tian Academy of the Arts, Fei Tian College, dan Shen Yun Performing Arts didirikan di Dragon Springs untuk menghidupkan kembali budaya tradisional Tiongkok yang hampir dihancurkan oleh PKT, untuk mengajarkan budaya ini kepada generasi berikutnya, dan berbagi harta karun kepada dunia. Semua lembaga ini bersifat religius dan menyediakan sarana bagi para praktisi Falun Gong untuk menghayati dan mengekspresikan keyakinan mereka. 

Selain itu, Shen Yun memainkan peran kunci dalam mengekspos penganiayaan terhadap Falun Gong di Tiongkok dan memberikan penghormatan kepada ketangguhan orang-orang di sana yang secara damai tegak melawan tirani. Sebagai hasilnya, Dragon Springs menjadi tempat di mana para praktisi Falun Gong menetap, bekerja, belajar, dan mempraktikkan keyakinan mereka.

Kehidupan Sederhana dengan Bimbingan Spiritual

Sebagai pendiri Falun Gong dan direktur artistik Shen Yun Performing Arts, Guru Li membimbing praktik spiritual para praktisi Falun Gong di seluruh dunia (kebanyakan melalui ajaran tertulis yang diterbitkan secara online) dan memberikan visi artistik untuk Shen Yun. Namun, Guru Li tidak memegang posisi administratif dalam organisasi atau proyek apa pun yang didirikan oleh para praktisi Falun Gong, juga tidak terlibat dalam operasi harian mereka. Dan, hal  paling mencolok : Guru Li tidak pernah menerima imbalan finansial apa pun dari proyek atau institusi yang didirikan oleh praktisi Falun Gong, termasuk Shen Yun. Bahkan dengan Shen Yun, di mana beliau memberikan panduan artistik  secara signifikan, Guru Li berkontribusi sepenuhnya secara sukarela.

Ketika saya pertama kali membaca tuduhan di New York Times tentang dugaan gaya hidup Guru Li, saya mencari George Xu, presiden Dragon Springs, yang telah bekerja bersama dengan Guru Li selama bertahun-tahun. Xu menuturkan bahwa kita hanya perlu melihat bagaimana Guru Li menjalani kehidupannya untuk mengetahui kebenarannya. “Guru Li tinggal … pada dasarnya sebuah asrama. Beliau tidak memiliki properti atau mobil, dan kehidupan sehari-harinya sangat sederhana,” jelas Xu. “Selain rak buku, tempat tinggalnya benar-benar kosong. Benar-benar sangat sederhana.”

Ketika saya bertanya kepada  Xu tentang sumber pendapatan Guru Li, dia tersenyum dan menggelengkan kepalanya: “Beliau  tidak pernah menerima sepeser pun dari proyek atau organisasi Falun Gong mana pun. Faktanya, satu-satunya sumber pendapatannya adalah royalti dari buku-buku Falun Gong atau kekayaan intelektual yang terkait,” jelas Xu. “Dan perlu diingat, semua buku, video, dan hal-hal ini juga tersedia secara gratis di internet, jadi … Guru Li jelas tidak peduli untuk memaksimalkan pendapatannya.”

Ketika saya bertanya kepada  Xu tentang beberapa kebiasaan sehari-hari beliau, Xu mulai berbicara tentang ruang makan di kampus. “Beliau memiliki preferensi makanan yang sangat sederhana, dan awalnya, beliau akan makan di ruang makan bersama orang lain,” jelas Xu.

“Namun, seiring dengan semakin banyaknya orang yang datang, beliau mulai makan di kamarnya agar tidak mengganggu orang lain.”

“Dan sejujurnya,” tambah Xu, ”tidak jarang beliau melewatkan beberapa waktu makan karena beliau sangat sibuk.”

BACA JUGA : The New York Times Terus Menyerang Tanpa Alasan terhadap Kepercayaan Falun Gong dan Komunitasnya

BACA JUGA : Bagaimana The New York Times Mendistorsi Kesuksesan Shen Yun dalam Artikel Serangan Terbaru

Senantiasa Bekerja

Kaijin Liang, sosok yang bekerja di Dragon Springs selama hampir 20 tahun dan menjabat sebagai salah satu insinyurnya, mengatakan bahwa adalah hal yang biasa  menyaksikan guru Li melakukan pekerjaan kasar di sekitar kampus.

“Pembangunan Dragon Springs sangat sulit. Pada hari-hari tertentu, Guru Li bekerja bersama kami dari pagi hingga malam,” kata Liang. 

“Selama lebih dari 20 tahun, bahkan ketika Shen Yun baru saja memulai dan membutuhkan bimbingan Guru Li di bidang artistik, setiap kali beliau memiliki sedikit waktu, dia akan datang ke lokasi pembangunan untuk membantu. Bahkan sekarang, di usianya yang lebih dari 70 tahun, beliau masih membantu pekerjaan kasar kapan pun dia punya waktu. Kadang-kadang ketika saya berjalan melewati area konstruksi di malam hari, saya melihat beliau mengambil sekrup, membersihkan area kerja, dan lain-lain.”

Liang pun tersenyum sembari menambahkan, “Sering kali, para praktisi Falun Gong akan datang ke area konstruksi untuk bertanya kepadanya untuk mendapatkan bimbingan spiritual, dan beliau seperti dipenuhi serbuk gergaji, lengan bajunya disingsingkan, dan berkeringat akibat pekerjaannya. Namun, beliau dengan sabar berhenti dan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.”

Merefleksikan beberapa pernyataan dari laporan Times tentang barang-barang mewah, Xu tertawa, “Saya tidak pernah sekalipun melihat beliau peduli dengan nama-nama merek. Selama pakaiannya pas, hanya itu yang penting bagi beliau. Pada awalnya, beliau mengenakan celana khaki. Kemudian, beliau mendesain celana sendiri, dan beberapa praktisi membantu membuatnya, agar lebih pas. Bahkan, beliau sering mengenakan seragam dan jaket yang sama dengan yang diberikan kepada semua pemain Shen Yun, jadi … agak sulit untuk menemukannya di tengah kerumunan orang-orang di kampus.”

Nyonya Ying Li (tidak ada hubungan keluarga dengan Guru Li), yang mengelola logistik di Dragon Springs dan menjadi sukarelawan di tempat itu selama bertahun-tahun, merasakan ada banyak kesalahpahaman seputar perlakuan yang diberikan kepada Guru Li di kampus. “Falun Gong telah membawa banyak manfaat bagi para praktisi, dan semua orang berterima kasih kepada Guru Li yang telah memperkenalkan latihan ini dan menjadikannya gratis untuk dipelajari, di seluruh dunia,” kata Li. “Kami sangat menghormatinya dan menunjukkannya dengan jelas dalam interaksi kami, tetapi tampaknya beberapa laporan media mencoba mengubahnya menjadi pemujaan yang membabi buta.”

“Ini menggelikan,” tambah Li. “Kami tidak membabi buta, dan kalau boleh saya katakan, kami cukup punya dasar. Faktanya adalah kami telah mengalami sendiri manfaat Falun Gong bagi kesehatan kami, level energi kami, hubungan kami dengan orang lain, dan tentu saja, tingkat keseimbangan spiritual kami, jadi tentu saja, kami sangat menghormati orang yang telah membuat semua ini menjadi nyata, yaitu Guru Li.”

Namun, Li mengakui bahwa beberapa orang menjadi terlalu antusias. “Maksud saya, ketika sesuatu telah mengubah hidup anda seperti yang telah diberikan oleh Falun Gong kepada banyak orang, anda selalu mendapatkan beberapa orang yang ingin memberikan hadiah kepada Guru Li sebagai ungkapan rasa terima kasih mereka, tetapi inilah masalahnya: beliau tidak pernah menerima sesuatu yang mahal. Kadang-kadang, ketika praktisi menawarkan barang-barang yang tidak berharga seperti teh atau makanan, beliau akan menerimanya untuk menghormati niat mereka, tetap biasanya beliau memberikannya kepada praktisi atau murid-murid lain segera setelah itu.”

Suasana yang Seimbang 

Satu hal yang menarik perhatian saya selama bertahun-tahun adalah, meskipun Guru Li mempertahankan gaya hidup yang cukup ketat, namun lingkungan bagi para siswa, staf, dan sukarelawan di Dragon Springs cukup seimbang, dan memang demikian adanya.

Xu memberikan beberapa contoh tentang hal ini: “Karena semakin banyak orang Barat yang datang untuk belajar atau bekerja di Dragon Springs, tim manajemen mempekerjakan seorang tukang roti untuk menyediakan makanan bergaya Barat bagi mereka.”

“Selain itu,” tambah Xu, “sekolah telah mendirikan pusat kebugaran, meja ping-pong, biliar, catur, dan fasilitas lainnya, mendorong para murid untuk berolahraga dan terlibat dalam bentuk kegiatan tradisional, daripada membuang-buang waktu berjam-jam di internet.”

“ Itu semua cukup menyenangkan,” kata Xu.

Meluruskan Informasi yang Salah

William Shi yang memimpin tim keamanan kampus selama lebih dari satu dekade merasa kecewa dengan tuduhan di media.

“Guru Li berfokus pada pengembangan spiritual praktisi Falun Gong… Maksud saya, itu adalah seluruh hidup beliau,” kata Shi. “Semua manajemen operasi harian diserahkan kepada para praktisi Falun Gong untuk ditangani, dan sejujurnya … apa yang kebanyakan orang lewatkan adalah bahwa keberhasilan atau kegagalan mereka dalam melakukan hal-hal ini adalah bagian dari jalan spiritual mereka. Itu adalah keputusan yang harus mereka ambil, jalan yang harus mereka tempuh. Oleh karena itu, Guru Li tidak melibatkan diri dalam operasi harian proyek-proyek seperti The Epoch Times, Ganjing World, atau yang lainnya. Orang-orang yang berpikir sebaliknya tidak memahami peran pemimpin spiritual dalam tradisi Timur atau mereka hanya salah informasi.”

“Ambil contoh The Epoch Times,” tambah Shi. “Meskipun The Epoch Times telah ada selama lebih dari 20 tahun,  Guru Li hanya berkunjung beberapa kali, dan ketika beliau berbicara,  selalu tentang membimbing para praktisi dalam perjalanan spiritual mereka atau  anti penganiayaan.”

Persinggahan terakhir saya adalah di kantor tim manajemen Shen Yun untuk berbicara dengan Yu Zhou guna mendengarkan pendapatnya.

Zhou berpikir sejenak, menatap ke luar jendela.

“Ketika PKT pertama kali mulai menganiaya Falun Gong, mereka menyebarkan desas-desus bahwa guru Li hidup dalam kemewahan dengan rumah mewah dan mobil. Sekarang, beberapa media Barat mengulangi narasi palsu yang sama,” kata Zhou. 

“Sebagai praktisi Falun Gong yang bekerja bersama guru Li selama ini, kami secara pribadi telah menyaksikan dan merasakan kesulitan yang beliau alami dan pengorbanan tanpa pamrih yang beliau lakukan untuk semua orang yang berlatih Falun Gong selama beberapa dekade. Tentu saja, kami berharap agar Guru Li dapat menjalani kehidupan yang lebih baik. Namun pada kenyataannya, beliau tidak terlalu peduli dengan hal-hal ini. Di mata kami, beliau hambar terhadap materi dan selalu konsisten. Beliau tidak seperti sosok yang digambarkan oleh beberapa media. Sungguh memalukan mereka melakukan hal ini,” pungkasnya.  (***)

Gadis ‘Luar Biasa’ Berusia 12 Tahun Bunuh Diri Karena Perundungan Siber, Membuat Keluarganya Hancur

EtIndonesia. Seorang ibu yang berduka telah mengungkapkan alasan memilukan mengapa putrinya yang berusia 12 tahun bunuh diri empat hari setelah Natal.

Adiel Boyd, dari Australia, dirundung secara daring dan bunuh diri pada 29 Desember, kata ibunya, Victoria.

Kematian Adiel yang sangat tragis telah membuat keluarganya dan masyarakat luas bertekuk lutut, dengan seruan baru untuk meningkatkan kesadaran tentang pencegahan bunuh diri dan bahaya perundungan siber di antara anak-anak kecil.

Adiel adalah anak bungsu dari empat bersaudara dan seorang siswa cerdas di Aitkenvale State School tempat dia unggul secara akademis dan musikal. Dia memainkan beberapa alat musik, fasih dalam tiga bahasa, dan digambarkan oleh ibunya sebagai “hampir sempurna”.

Namun, Adiel juga telah menjadi sasaran perundungan siber yang tak henti-hentinya, terutama terjadi di media sosial.

“Dia adalah gadis kecil yang luar biasa, luar biasa,” kata Victoria Boyd melalui Townsville Bulletin.

“Dia sangat cerdas, sangat pintar, dan dia sangat penyayang. Dia mencintai semua orang. Adiel adalah gadis yang sangat cerdas dan semua orang yang dia kenal dalam hidupnya memiliki dampak besar pada kedua belah pihak, pada Adiel dan orang yang berinteraksi dengannya. Dia adalah bayi bagi kita semua.”

“Anak-anak tersesat di media sosial, itu adalah alat yang paling berbahaya bagi orangtua karena ada ruang tertutup di sana yang benar-benar saya coba masuki, tetapi itu adalah ruang tertutup, media sosial,” jelas Boyd.

Masalah perundungan siber di kalangan remaja telah lama membuat orangtua khawatir dengan pemerintah Buruh Australia yang menyetujui larangan media sosial bagi siapa pun yang berusia di bawah 16 tahun bulan lalu.

“Di situlah semuanya terjadi, di halaman sekolah, di media sosial. Dia dirundung oleh teman-temannya. Dia terlalu cantik dan dia tidak bisa mengerti,” lanjutnya.

“Sangat mengejutkan, tidak seorang pun dari kita yang percaya ini telah terjadi. Bukan Adiel.”

Kakak perempuan Adiel, Tameka, telah meluncurkan halaman GoFundMe untuk membantu biaya pemakaman dan mendukung keluarga melalui masa yang menghancurkan tersebut.

Tameka menggambarkan saudara perempuannya sebagai seseorang yang “meninggalkan tanda lahir pada semua orang yang dikenalnya dalam 12 tahun hidupnya yang singkat”.

Keluarga tersebut kini mendesak masyarakat untuk mengambil tindakan yang lebih kuat terhadap epidemi perundungan siber, untuk mengingatkan kaum muda bahwa mereka dicintai dan dihargai.

“Kita perlu menjaga mereka,” pinta Boyd. “Kita perlu menjaga mereka. Kita perlu memberi tahu mereka bahwa mereka dicintai. Kita perlu memberi tahu mereka bahwa mereka diperhatikan, kita perlu memberi tahu anak-anak bahwa ada cinta di sana. Mereka perlu merasakan belas kasih dari semua orang.” (yn)

Sumber: nypost

Situs Jejak Kaki Dinosaurus Terbesar di Inggris Ditemukan Berusia 166 Juta Tahun

Etindonesia. Peneliti Inggris telah menemukan sekitar 200 jejak kaki dinosaurus yang berasal dari 166 juta tahun lalu dalam sebuah penemuan yang diyakini sebagai yang terbesar di Inggris.

Tim dari Universitas Oxford dan Birmingham menemukan “keajaiban” di sebuah tambang di Oxfordshire, Inggris bagian tengah, setelah seorang pekerja menemukan “benjolan yang tidak biasa” saat ia sedang menggali tanah liat dengan penggali mekanis, menurut dokumenter BBC yang baru.

Situs tersebut memiliki lima jalur lintasan yang luas, dengan jalur lintasan terpanjang yang membentang lebih dari 150 meter panjangnya.

Empat dari lima jejak yang ditemukan diyakini dibuat oleh dinosaurus herbivora berleher panjang, kemungkinan besar cetiosaurus.

Rangkaian jejak kelima kemungkinan milik megalosaurus karnivora sepanjang sembilan meter yang dikenal karena kakinya yang berjari tiga dan bercakar, menurut Universitas Birmingham.

“Jarang sekali menemukan jejak sebanyak itu di satu tempat dan jarang sekali menemukan jejak yang begitu luas,” kata Emma Nicholls dari Museum Sejarah Alam Universitas Oxford kepada AFP.

Daerah itu bisa jadi merupakan salah satu lokasi jejak dinosaurus terbesar di dunia, tambahnya.

Penemuan itu akan ditayangkan dalam dokumenter televisi BBC “Digging for Britain”, yang akan disiarkan pada 8 Januari.

Sebuah tim beranggotakan 100 orang yang dipimpin oleh akademisi dari Oxford dan Birmingham menggali jejak tersebut selama penggalian selama seminggu pada bulan Juni.

Jejak kaki baru ini mengikuti penemuan yang lebih kecil di area tersebut pada tahun 1997, ketika 40 set ditemukan selama penambangan batu kapur, dengan beberapa jejak mencapai panjang hingga 180 meter.

Para peneliti mengambil 20.000 foto jejak kaki terbaru dan membuat model 3D terperinci dari situs tersebut menggunakan fotografi udara tanpa awak.

Diharapkan penemuan ini akan memberikan petunjuk tentang bagaimana dinosaurus berinteraksi, serta ukuran dan kecepatan mereka bergerak.

“Mengetahui bahwa satu dinosaurus ini berjalan melintasi permukaan ini dan meninggalkan jejak yang persis seperti itu sangat menggembirakan,” kata Duncan Murdock dari museum Oxford kepada BBC.

“Anda dapat membayangkannya berjalan melewati lumpur, menarik kakinya keluar dari lumpur saat berjalan,” tambahnya.

Richard Butler, seorang paleobiolog dari Universitas Birmingham, mengatakan bahwa kemungkinan cuaca mungkin menjadi alasan mengapa jejak tersebut terawetkan dengan sangat baik.

“Kami tidak tahu persisnya… tetapi mungkin saja ada badai yang datang, yang menumpahkan banyak sedimen di atas jejak kaki, dan menyebabkan jejak kaki itu terawetkan alih-alih tersapu,” katanya.

Pekerja tambang Gary Johnson, yang kewaspadaannya memicu penggalian, mengatakan pengalaman itu sangat memukau.

“Saya pikir saya orang pertama yang melihatnya. Dan itu sangat surealis — momen yang sedikit menggetarkan, sungguh,” katanya. (yn)

Sumber: ndtv

Teman Sekelas Merangkul Gadis dengan Warna Mata Berbeda, Menepis Ketakutan Sang Ibu

EtIndonesia. Seorang gadis berusia tujuh tahun di Tiongkok timur menjadi tren di media sosial setelah sebuah video memperlihatkan warna matanya yang berbeda disambut dan dipuja oleh teman-teman sekelasnya di sekolah.

Gadis yang dijuluki CC yang tinggal di Provinsi Jiangxi, Tiongkok tenggara itu menderita heterokromia sejak lahir, menurut ibunya yang bermarga Zou, lapor Jimu News.

Bertahun-tahun lalu, sang ibu memperhatikan mata kanan putrinya berwarna abu-abu-biru sementara mata kirinya berwarna hitam.

CC mulai masuk sekolah dasar pada bulan September. Zou mengatakan awalnya dia khawatir putrinya akan didiskriminasi di sekolah karena kondisinya.

Namun kekhawatiran itu telah sepenuhnya sirna karena teman-teman sekelas dan guru gadis itu semuanya menyukainya, kata Zou.

“Mereka bilang mata putri saya indah. Gadis saya populer di sekolah. Bahkan beberapa anak dari kelas lain sering datang untuk bermain dengannya,” kata sang ibu.

Dia mengatakan bahwa dia membawa gadis itu ke rumah sakit untuk pemeriksaan, di mana dokter memastikan penglihatannya normal.

Kejadian heterokromia kongenital sangat jarang terjadi, yakni 0,063 persen dari populasi di seluruh dunia, sedangkan statistik di Tiongkok lebih rendah dari itu, tulis dr. Jiang Hong dari Rumah Sakit Afiliasi Pertama Universitas Kedokteran Fujian di situs web Baidu.

Mendiang penyanyi dan penulis lagu Inggris David Bowie terkenal karena warna matanya yang berbeda.

Sun Zhong, seorang spesialis mata di Rumah Sakit Mata Aier di Wuhan, Provinsi Hubei bagian tengah, mengatakan kepada surat kabar itu bahwa heterokromia kongenital disebabkan oleh distribusi pigmen yang tidak normal pada iris.

Bagi sebagian besar orang, kondisi ini tidak berbahaya, tidak menimbulkan dampak pada penglihatan mereka.

Setelah menjadi sorotan di media sosial daratan, gadis itu menanggapi dalam sebuah video daring yang dirilis pada 17 Desember.

“Saya suka mata saya. Saya pikir mata saya indah. Terima kasih atas perhatian Anda,” katanya.

Kisahnya telah memicu curahan cinta dari netizen di Tiongkok.

“Siapa bilang seseorang yang berpenampilan berbeda adalah monster? Kecantikan tidak hanya ditentukan oleh satu standar,” kata seorang pengamat daring.

Orang lain setuju: “Sangat keren memiliki mata yang istimewa. Dia beruntung!”

Gadis itu bukanlah orang pertama yang menarik perhatian karena kondisinya di Tiongkok.

Seorang gadis berusia 18 tahun di Hunan, Tiongkok tengah, menjadi pusat perhatian daring pada tahun 2022 karena salah satu matanya berwarna biru dan yang lainnya hitam.

Dia merasa rendah diri selama masa kecilnya karena banyak orang yang menatapnya.

Gadis itu kemudian menjadi percaya diri dan menerima perbedaannya sendiri setelah masuk sekolah menengah dan memiliki lebih banyak teman, ungkapnya dalam video daring. (yn)

Sumber: scmp

Juara Satu Lomba Literasi Digital ini Sosok Guru yang Aktif Sebagai Content Creator

ETIndonesia – Asep Abdul Rahman, M.Pd. Guru dari SMA Ekayana Dharma Budhi Bhakti Jakarta terpilih sebagai Juara Pertama Lomba Konten Kreatif Guru & Dosen 2024 dengan tema: “Literasi Digital Indonesia” di Gan Jing World. Di ajang konten kreator yang diadakan oleh Komunitas GJW Indonesia ini, Asep menggunakan akun chanelnya di platform media sosial baru ini dengan nama: Geografi SMA.

“Rasa syukur yang mendalam karena bisa terpilih sebagai juara pertama di #LiterasiDigital Ganjing World. Terima kasih atas kesempatan luar biasa ini, yang telah membuka ruang untuk berkarya dan belajar. Semoga ini menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus maju di era digital!” tutur Asep.

Sehari-hari, Asep mengajar Geografi, Prakarya & Kewirausahaan juga P5 untuk kelas 10, 11 dan 12 di SMA Ekayana Dharma Budhi Bhakti. Di tengah kesibukannya sebagai guru, ia hobi membuat konten di media sosial, termasuk di Gan Jing World. Sampai saat ini, Asep sudah memposting 138 video tentang pelajaran Geografi dan dunia pendidikan di platform Gan Jing World.

Kemenangan yang diraihnya dalam lomba tersebut, membuat Asep semakin bersemangat sebagai content creator. “Sejauh ini sudah saya niatkan terus berkarya”, tandas alumni Universitas Negeri Jakarta ini.

Bagi Asep, Ganjing World adalah inovasi menarik di dunia media sosial yang mengutamakan kebersihan konten, kreativitas, dan pembelajaran. Dengan fokus pada konten positif, menurutnya, platform ini menciptakan ruang digital yang aman bagi pengguna internet atau media sosial dari berbagai usia.

Gan Jing World

Lebih jauh, Asep mengatakan Gan Jing World sangat cocok untuk dunia pendidikan. Karena bebas dari konten merugikan, lanjut bapak satu anak ini, platform ini cocok untuk komunitas positif. Selain itu juga mendukung kreativitas dan pengembangan ide, serta menjadi sarana pembelajaran edukatif alternatif yang bermanfaat dan menyenangkan.

“Gan Jing World telah membentuk lingkungan digital yang sehat dan inspiratif, serta menjadi rumah digital yang mendukung karya dan pembelajaran di ruang yang bersih dan aman,” ujar pria berusia 36 tahun asal Ciamis ini.

Pengumuman Lomba

Setelah melalui proses penilaian yang ketat berdasarkan kreativitas, orisinalitas, dan dampak konten, pada 3 Januari 2025, Dewan Juri “Lomba Literasi Digital” yang berjumlah empat orang memutuskan para pemenang yang berhasil menunjukkan keunggulan dan inspirasi luar biasa.

Juara pertama diraih oleh akun Chanel dengan nama
“Geografi SMA”

Pemenang pertama ini berhak mendapatkan hadiah sebesar Rp2.000.000,- plus Digital Certificate juga souvenirs dan merchandise

Sedangkan Juara Kedua diraih oleh akun Chanel atas nama “Kampoeng Spenspra” dengan hadiah sebesar Rp1.000.000,- plus Digital Certificate juga souvenirs dan merchandise.

Selanjutnya Juara Ketiga jatuh pada akun Chanel atas nama “Samsudin” Ia berhak atas hadiah sebesar Rp500.000,- plus Digital Certificate juga souvenirs dan merchandise.

Di luar Pemenang utama, ada juga dua pemenang favorit.

Itu diberikan sebagai apresiasi atas partisipasi luar biasa dengan hadiah penghargaan masing-masing sebesar Rp300.000,- plus Digital Certificate juga souvenirs dan merchandise.

Kedua pemenang favorit itu adalah akun channel dengan nama “Moch Afan Zulkarnain”

Dan yang lainnya akun atas nama “Armaddilo_”

Keputusan juri yang diketuai oleh Iswahyudi adalah final dan tidak dapat diganggu gugat.

“Selamat kepada para pemenang! Anda telah membuktikan bahwa literasi digital dapat diangkat melalui kreativitas yang inspiratif dan edukatif,” jelas Iswahyudi.

Dipilihnya Geografi SMA sebagai juara pertama, menurut Iswahyudi, karena kreatif, unik, dan bisa memberdayakan murid-murudnya ambil bagian dalam menciptakan konten yang bagus. Proses editingbya juga dianggap bagus dalam setiap konten yang diupload di channelnya. “Dari masing kriterai penjurian bisa saya katakan perfecto,” ujar wartawan senior di The Epoch Times Indonesia ini.

Sementara itu, Prima Joy, Ketua Panitia Lomba yang juga dari Komunitas GJW Indonesia mengajak seluruh konten kreator untuk terus menghasilkan karya-karya bertema edukasi, literasi, dan moralitas di Gan Jing World. Meskipun lomba ini telah berakhir, menurutnya, semangat untuk berbagi ilmu dan kebaikan harus tetap menyala. Konten Anda adalah lentera yang menerangi dunia pendidikan dan memberikan dampak positif bagi banyak orang.

“Ayo jadikan Gan Jing World sebagai wadah untuk terus berkarya dan menginspirasi generasi mendatang!,” pungkas Prima.***

Ilmuwan Pecahkan Misteri 200 Tahun Seputar Letusan Gunung Berapi Raksasa yang Hampir Memusnahkan Seluruh Dunia

EtIndonesia. Sekelompok ilmuwan telah mengungkap lokasi misterius letusan gunung berapi raksasa yang hampir memusnahkan seluruh dunia 200 tahun lalu.

Para peneliti dari Universitas St Andrews telah mempelajari lebih banyak tentang insiden pada tahun 1831 – yang dikatakan sebagai ‘letusan misterius’ terakhir di Bumi.

Letusan dari satu gunung berapi itu menyebabkan suhu global mencapai 1°C , yang menyebabkan kelaparan dan gagal panen di seluruh dunia.

Selama bertahun-tahun, masyarakat telah memperdebatkan dari gunung berapi mana tepatnya letusan itu berasal, hingga Dr. Will Hutchison dari Sekolah Ilmu Bumi dan Lingkungan datang.

Timnya mengamati dengan saksama catatan inti es dari peristiwa itu dan dapat mencocokkannya dengan laporan abu.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences, mengonfirmasi bahwa letusan itu disebabkan oleh gunung berapi Zavaritskii di Pulau Simushir yang terpencil dan tak berpenghuni.

Meskipun sepetak tanah ini merupakan bagian dari Kepulauan Kuril, wilayah yang disengketakan antara Rusia dan Jepang.

“Baru dalam beberapa tahun terakhir kami mengembangkan kemampuan untuk mengekstrak pecahan abu mikroskopis dari inti es kutub dan melakukan analisis kimia terperinci pada pecahan tersebut,” kata Dr. Hutchison.

“Pecahan-pecahan ini sangat kecil, kira-kira sepersepuluh diameter rambut manusia.

“Kami menganalisis kimia es pada resolusi temporal yang sangat tinggi.

“Ini memungkinkan kami untuk menentukan waktu letusan yang tepat pada musim semi-panas 1831, memastikan bahwa letusan itu sangat eksplosif, dan kemudian mengekstrak pecahan-pecahan abu yang sangat kecil.

“Menemukan kecocokannya membutuhkan waktu yang lama dan memerlukan kerja sama yang ekstensif dengan rekan-rekan dari Jepang dan Rusia, yang mengirimkan kepada kami sampel-sampel yang dikumpulkan dari gunung berapi terpencil ini beberapa dekade lalu.

“Momen di laboratorium ketika kami menganalisis dua abu secara bersamaan, satu dari gunung berapi dan satu dari inti es, adalah momen eureka yang sesungguhnya.”

Dia menambahkan: “Saya tidak percaya angka-angkanya identik.

“Setelah itu, saya menghabiskan banyak waktu mempelajari usia dan ukuran letusan dalam catatan Kuril untuk benar-benar meyakinkan diri bahwa temuan ini benar adanya.”

Saat ini, pulau tersebut dikuasai oleh Rusia dan digunakan sebagai pos militer strategis.

Dr Hutchison berkata: “Ada begitu banyak gunung berapi seperti ini, yang menyoroti betapa sulitnya memprediksi kapan atau di mana letusan besar berikutnya akan terjadi.

“Sebagai ilmuwan dan sebagai masyarakat, kita perlu mempertimbangkan cara mengoordinasikan respons internasional ketika letusan besar berikutnya, seperti yang terjadi pada tahun 1831, terjadi.” (yn)

Sumber: ladbible

Prediksi Ahli dan Media Luar Negeri Mengenai Arah Politik dan Ekonomi Tiongkok pada  2025 serta Tantangannya

ETIndonesia. Tahun 2024 yang baru saja berlalu, merupakan tahun penuh tantangan bagi pemerintah Beijing, dengan banyak masalah yang sulit dihadapi. Menyambut tahun baru 2025, para ahli dari media internasional dan lembaga keuangan memprediksi bagaimana arah politik dan ekonomi Tiongkok akan berkembang serta tantangan yang akan dihadapi.

Beberapa Tantangan yang Dihadapi Beijing pada 2025

Menurut The Economist dalam edisi terbaru, ada beberapa tantangan besar yang pasti akan dihadapi Tiongkok pada tahun 2025.

  1. Kebijakan Trump yang Mengancam Ekonomi Tiongkok

Jika Trump kembali menjabat sebagai Presiden AS, kebijakan perdagangan dan tim hawkishnya terhadap Tiongkok akan berdampak besar pada kekuatan Xi Jinping dan Partai Komunis Tiongkok. Kebijakan tarif Trump diperkirakan akan memperburuk ekonomi Tiongkok yang sudah lesu, dengan potensi penurunan pertumbuhan ekonomi lebih dari dua poin persentase.

  1. Stimulus yang Terbatas Efektivitasnya

Sebagai respons, pemerintah Beijing mungkin akan memperkuat kebijakan stimulus yang dimulai pada September 2024. Namun, sikap hati-hati dari konsumen dan investor menunjukkan bahwa kebijakan ini kemungkinan tidak akan mencapai hasil yang diinginkan. Jika Beijing membiarkan yuan terdepresiasi terhadap dolar AS untuk mendukung ekspor, hal ini bisa lebih merusak kepercayaan investor dan memperburuk aliran modal keluar, serta memperburuk ketegangan dengan mitra dagang utama, terutama Uni Eropa.

  1. Kekhawatiran Sosial dan Peningkatan Kekerasan Secara Acak

Dengan kondisi ekonomi yang terus merosot, masyarakat Tiongkok diperkirakan akan semakin pesimis. Tekanan sosial yang meningkat bisa memicu lonjakan kekerasan secara acak terhadap publik. Oleh karena itu, stabilitas sosial dan pengamanan diperkirakan akan menjadi fokus utama pada 2025.

  1. Korupsi Militer yang Meluas

Korupsi dalam jajaran militer PKT juga menjadi masalah besar yang harus dihadapi Xi Jinping. Seiring dengan penangkapan pejabat tinggi militer, timbul pertanyaan tentang seberapa besar kepercayaan Xi terhadap para jenderal senior di militer.

Tren Berbahaya untuk Ekonomi Tiongkok pada 2025

Para ekonom memperingatkan bahwa pada 2025, ekonomi Tiongkok berpotensi menghadapi beberapa tren berbahaya:

  1. Penurunan Ekspor

Dengan terus melemahnya permintaan domestik dan investasi di sektor properti, ekspor akan menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi Tiongkok pada 2024. Namun, analis dari Moody’s Analytics, KGI Securities, dan Goldman Sachs memperingatkan bahwa kebijakan tarif Trump dapat memperlambat atau bahkan menyebabkan penurunan ekspor Tiongkok pada 2025. Beberapa lembaga keuangan memprediksi bahwa ekspor Tiongkok akan mengalami penurunan signifikan atau bahkan tumbuh nol.

  1. Deflasi

Penurunan ekspor akan diikuti dengan ancaman deflasi, yang dipandang oleh para ekonom sebagai ancaman terbesar untuk ekonomi Tiongkok pada 2025. Indikator utama yang menggambarkan kondisi permintaan domestik, Indeks Harga Konsumen (CPI), menunjukkan angka inflasi yang terus menurun di paruh kedua 2024 dan mendekati titik kritis. Banyak lembaga analisis internasional telah mengeluarkan peringatan tentang potensi deflasi di Tiongkok pada 2025.

  1. Depresiasi Yuan

Untuk mengatasi dampak tarif Trump dan mendukung ekspor, Tiongkok diperkirakan akan membiarkan yuan terdepresiasi pada 2025. Beberapa bank investasi Wall Street memprediksi bahwa nilai tukar yuan akan berada dalam kisaran 7,4 hingga 7,6 terhadap dolar AS pada 2025. Bank Société Générale bahkan mengungkapkan bahwa jika tarif tambahan sebesar 20% hingga 30% diterapkan, yuan bisa terdepresiasi lebih jauh hingga 1 USD = 8,5 hingga 9,1 yuan.

  1. Krisis Keuangan yang Mungkin Terjadi

Fitch Ratings memperingatkan bahwa harga properti di Tiongkok dapat turun hingga 5% pada 2025, dan area penjualan properti baru akan menurun hingga 10%. Morgan Stanley bahkan memprediksi penurunan penjualan sebesar 12%, sementara Goldman Sachs memperkirakan harga properti Tiongkok dapat turun antara 20% hingga 25% pada 2025.

Menurut data dari Guoxin Investment, pada sepuluh bulan pertama 2024, jumlah rumah yang terpaksa dijual melalui lelang hukum meningkat 63%, dengan tingkat keberhasilan transaksi hanya 23,85%. Lebih dari 3,9 juta unit rumah dijual lewat lelang pada November 2024, dan sejumlah lembaga memprediksi bahwa pada 2025, jumlah rumah yang dihentikan pembayarannya bisa mencapai 10 juta unit, yang akan memicu lonjakan jumlah rumah yang dilelang.

Kenaikan jumlah rumah yang dilelang menunjukkan banyak orang yang tidak sanggup lagi membayar cicilan rumah, atau akibat pemotongan gaji dan pemutusan hubungan kerja, banyak pembeli yang tidak bisa melanjutkan pembayaran. Jika harga properti terus turun, nilai rumah yang disita oleh bank juga akan merosot, yang berisiko menyebabkan krisis keuangan besar. (Hui)

Sumber : NTDTV.com

Seorang Wanita di Shenzhen, Tiongkok Menuduh Rumah Sakit Mengambil Lima Organ Ibunya Secara Ilegal

ETIndonesia. Seorang wanita di Shenzhen baru-baru ini mengungkapkan melalui video bahwa rumah sakit di Shenzhen, yang bekerja sama dengan Universitas Hong Kong, telah mencuri lima organ ibunya yang sehat. Ia menuduh rumah sakit tersebut memalsukan diagnosis “kanker pankreas” untuk membujuk keluarganya menandatangani persetujuan untuk prosedur pembedahan.

Menurut wanita tersebut, pada Agustus 2018, ibunya yang berusia 77 tahun, Zhang Yuhua, pergi untuk pemeriksaan kesehatan rutin di Rumah Sakit Universitas Hong Kong Shenzhen. Namun, rumah sakit itu memalsukan diagnosis kanker pankreas dan meyakinkan keluarga untuk menyetujui operasi.

Wanita Shenzhenitu  berkata : “Selama operasi, meskipun tidak ada tumor yang ditemukan, mereka tetap mengangkat lima organ sehat ibu saya, termasuk pankreas, kantung empedu, limpa, duodenum, dan sebagian lambung, yang akhirnya menyebabkan kematiannya.”

Profesor Liu, pengajar di Akademi Pengobatan Tradisional Tiongkok Kanada berkata “Pada usia yang sudah tua dan memiliki tekanan darah tinggi, pengangkatan organ dalam jumlah besar dapat berakibat fatal. Sebenarnya, ini adalah pengobatan berlebihan yang dilakukan berdasarkan diagnosis yang salah,  bertujuan untuk menghasilkan uang.”

Menurut laporan media Tiongkok, keluarga pasien telah menunjuk pengacara untuk menggugat rumah sakit. Pada November 2023, pengadilan memutuskan agar rumah sakit membayar ganti rugi sebesar lebih dari RMB.620.000 yuan (sekitar 1,3 miliar rupiah) kepada keluarga pasien.

Namun, wanita tersebut juga menuduh rumah sakit terlibat dalam perdagangan organ ilegal dan meminta agar tindakan pidana diambil terhadap pelaku. Dalam video tersebut, disebutkan bahwa dokter yang terlibat sebelumnya telah mengangkat organ sehat seorang pasien bernama Liao, yang kemudian meninggal.


“Pengambilan organ hidup termasuk praktik perdagangan organ ilegal ini biasanya dilakukan pada orang yang lebih muda. Mungkin tidak banyak yang memilih pasien yang sudah sepuh seperti ini untuk diambil organnya dan dipindahkan ke orang lain,” ujar Profesor Liu. 

Namun, kejahatan pengambilan organ secara paksa, yang awalnya difokuskan pada praktisi Falun Gong, kini telah menyebar ke seluruh masyarakat Tiongkok, menciptakan ketakutan di kalangan rakyat. Media Tiongkok juga telah mengungkapkan bagaimana beberapa dokter terlibat pencurian dan penjualan organ pasien.

Rumah Sakit Shenzhen Universitas Hong Kong juga sedang mengembangkan program transplantasi organ, dan presiden kedua rumah sakit tersebut, Lo Chun-mau, telah mengusulkan pertukaran organ tubuh manusia antara Tiongkok dan Hong Kong pada tahun 2023.

Dr. Lin Xiaoxu, pakar virologi Amerika Serikat berkata : “Pengambilan organ hidup di Tiongkok sangat merajalela dan  membentuk jaringan bisnis besar yang didukung oleh pemerintah. Para dokter bisa menggunakan berbagai diagnosa palsu atau pengobatan yang disengaja untuk memperburuk kondisi pasien, atau memaksa pasien menjalani operasi demi memudahkan pengambilan organ. Pengambilan organ hidup di Tiongkok adalah industri jahat yang didukung negara.” (Hui)

Sumber : NTDTV.com

Heboh! Ukraina Siap Serang Moskow dengan Rudal Buatan Sendiri di Sebelum Trump Kembali ke Gedung Putih

EtIndonesia. Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Lloyd Austin, akan memimpin pertemuan terakhir Kelompok Kontak Pertahanan Ukraina (Ukrainian Defense Contact Group) yang digelar hari ini di Pangkalan Udara Ramstein, Jerman. Pertemuan ini bertujuan untuk membahas berbagai bentuk bantuan militer kepada Ukraina dalam menghadapi konflik yang sedang berlangsung dengan Rusia. Diperkirakan sekitar 50 negara akan turut serta dalam rapat penting ini.

Pertemuan kali ini menandai sesi terakhir yang diselenggarakan oleh pemerintahan Presiden Joe Biden sebelum Presiden Donald Trump resmi dilantik kembali. Hingga saat ini, tim kampanye Trump belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait perang yang berlangsung antara Rusia dan Ukraina.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, menyatakan harapannya agar Presiden Trump yang segera menjabat dapat memainkan peran signifikan dalam menyelesaikan konflik ini. Menurut laporan Reuters, Zelenskyy menilai bahwa sikap Trump yang “sulit diprediksi” mungkin dapat memberikan tekanan tambahan kepada Presiden Rusia, Vladimir Putin, dan mendorong tercapainya perdamaian.

Sementara itu, media Inggris The Daily Telegraph melaporkan bahwa Ukraina tengah mengembangkan dan mempersiapkan rudal buatan dalam negeri untuk menyerang Moskow. Salah satu contoh rudal tersebut adalah Misil Trembita, yang memiliki biaya produksi sekitar 10 ribu dolar Amerika Serikat. Misil ini mampu membawa 18 kilogram bahan peledak dengan jangkauan hingga 144 kilometer. Selain itu, perusahaan pengembangnya sedang mengerjakan rudal baru dengan daya jangkau hingga 650 kilometer, yang memungkinkan serangan langsung ke Moskow.

Ukraina juga mengklaim mampu memproduksi ribuan rudal secara domestik tanpa bergantung pada pendanaan eksternal. Hal ini menunjukkan upaya negara tersebut untuk memperkuat kemampuan militernya dalam menghadapi ancaman dari Rusia, sekaligus meningkatkan kemandirian pertahanan nasional.

Pertemuan di Ramstein ini diharapkan dapat menghasilkan keputusan strategis terkait peningkatan dukungan militer internasional kepada Ukraina. Dengan partisipasi dari berbagai negara, kerjasama ini diharapkan dapat memperkuat posisi Ukraina dalam konflik yang tengah berlangsung dan mendorong terciptanya perdamaian yang langgeng di kawasan tersebut.

Analisis: Runtuhnya Rezim Partai Komunis Tiongkok Secara Total, Semuanya Harus Bersiap Menghadapi Perubahan Besar di Masa Mendatang

ETIndonesia. Ekonomi Tiongkok terus memburuk dengan berbagai sektor yang mengalami penurunan. Banyak perusahaan dan bisnis tutup, sementara pemerintah tidak mampu mengatasi krisis. Laporan menunjukkan bahwa ekonomi Tiongkok sedang menghadapi tiga masalah besar “kelebihan” yang dapat meledak seperti bom waktu. Untuk menghadapi krisis, enam strategi “merampas uang” yang dilakukan pemerintah pada tahun 2024 telah terungkap. 

Beberapa analis percaya bahwa kontradiksi sosial di Tiongkok semakin memburuk, dan tahun 2025 menandai awal keruntuhan total rezim partai Komunis Tiongkok. Semua orang perlu bersiap menghadapi perubahan besar yang akan tiba.

Masalah Ekonomi yang Mengakar

Beberapa tahun terakhir, ekonomi Tiongkok mengalami penurunan akibat berbagai faktor, termasuk kebijakan “nol-COVID” selama tiga tahun di bawah Xi Jinping yang menghancurkan ekonomi. Selain itu, faktor lain seperti penarikan investasi asing, deflasi, kelesuan pasar properti, masalah utang, dan rendahnya kepercayaan konsumen memperburuk keadaan.

Menurut The Wall Street Journal pada 1 Januari, Tiongkok sedang menghadapi beban kelebihan yang berat, termasuk utang berlebih, pembangunan yang berlebihan, dan kapasitas produksi yang terlalu besar. Masalah-masalah ini diibaratkan bom waktu yang siap meledak kapan saja.

Kondisi perekonomian Tiongkok saat ini mencerminkan masalah “kelebihan” di mana-mana: jutaan apartemen kosong atau belum selesai dibangun, triliunan dolar utang pemerintah daerah, serta kapasitas produksi yang berlebihan yang justru melemahkan fondasi ekonomi negara.

Tantangan Populasi dan Model Ekonomi yang Usang

Tiongkok juga menghadapi tantangan dari populasi yang menua, yang semakin melemahkan dinamika ekonomi. Penurunan populasi usia produktif mengikis keuntungan demografis yang selama ini mendorong kebangkitan ekonomi Tiongkok.

Selama beberapa dekade, ekonomi Tiongkok bergantung pada investasi besar-besaran, yang mana awalnya membantu mendorong ekspor manufaktur dan perluasan infrastruktur perkotaan. Namun, strategi ini kini menghasilkan utang besar, rumah kosong dalam jumlah masif, dan kapasitas industri yang berlebihan.

Selama beberapa dekade terakhir, ekonomi Tiongkok terutama didorong oleh investasi besar-besaran. Awalnya, investasi ini mendorong pertumbuhan ekspor sektor manufaktur dan perluasan infrastruktur perkotaan. Namun, strategi yang dilakukan dari tahun ke tahun ini kini mengakibatkan utang besar, banyaknya rumah kosong, dan kelebihan kapasitas industri.

Pada 1 Januari, mantan pejabat Komisi Disiplin Pusat Partai Komunis Tiongkok, Wang Youqun, menulis di Epoch Times bahwa pada tahun 2024, pemerintah Tiongkok telah mencapai tingkat utang yang mengkhawatirkan. Utang nasional, utang daerah, utang perusahaan, utang perusahaan non-keuangan, dan utang sistem keuangan semuanya sangat tinggi. 

Ia menulis, situasi ini menunjukkan bahwa pemerintah berada di ambang kebangkrutan, dengan kekurangan dana di berbagai sektor. Namun, Partai Komunis Tiongkok (PKT) tidak memiliki solusi baru untuk mengatasi masalah ini.

Penulis merangkum enam cara pemerintah PKT untuk “merampas uang” pada tahun 2024:

  1. Memungut pajak yang seharusnya dibayar 30 tahun lalu.
  2. Menerbitkan utang  baru yang jatuh tempo 50 tahun mendatang.
  3. Menarik dana hingga 4 triliun yuan.
  4. Memanfaatkan kekayaan para pejabat korup.
  5. Melakukan “penangkapan ikan lepas pantai” (merampas kekayaan perusahaan swasta).
  6. Kerugian “investasi” dan “selisih serta kesalahan” dalam cadangan devisa.

Sejak tahun lalu, banyak perusahaan di daratan Tiongkok diminta membayar pajak dari puluhan tahun lalu. Misalnya, Hubei Zhijiang Distillery Co., Ltd. diperiksa hingga 30 tahun ke belakang dan diminta membayar pajak tambahan sebesar 85 juta yuan. Qinghai Zangge Mining diperiksa hingga 20 tahun ke belakang dan diminta membayar pajak serta denda sebesar 188 juta yuan. Seorang pengembang terkenal di Yueyang, Hunan, diperiksa hingga 20 tahun ke belakang dan dikenakan pajak serta denda lebih dari 900 juta yuan.

Keruntuhan yang Semakin Dekat

Wang Youqun menyebut bahwa ketika penerimaan pajak tidak mencukupi, pemerintah menggunakan berbagai cara seperti denda, penyitaan, dan menciptakan sumber pendapatan tambahan, tanpa henti menguras rakyatnya. 

Selain itu, istilah “penangkapan lintas laut” sebenarnya adalah istilah terselubung untuk menggambarkan perampasan lintas batas oleh beberapa lembaga penegak hukum terhadap perusahaan swasta dan pengusaha individu.

Pada tahun 2024, kampanye anti-korupsi PKT memecahkan dua rekor sejarah:

  1. Jumlah pejabat tingkat wakil provinsi atau lebih tinggi yang diperiksa mencapai 58 orang.
  2. Jumlah pejabat korup dengan kasus lebih dari 100 juta yuan yang diadili mencapai 37 orang.

Artikel tersebut juga menyebutkan bahwa sepuluh besar pejabat korup yang terlibat kasus miliaran yuan memiliki total nilai kasus sebesar 9,5 miliar yuan. Angka ini adalah jumlah yang diakui pengadilan, dan jumlah yang tidak tercatat mungkin lebih besar. Selain untuk menyingkirkan lawan politik, tujuan lain dari pemerintah adalah untuk mendapatkan uang dari para pejabat korup tersebut.

Penulis berpendapat bahwa dengan utang yang terus menumpuk dan upaya “merampas uang” yang tak henti, keruntuhan pemerintah semakin dekat.

Wartawan senior Yan Chunqiu memprediksi dalam sebuah unggahan di Facebook pada 2 Januari bahwa tahun 2025 akan membawa lebih banyak berita buruk. Dengan tingkat pengangguran yang tinggi dan kondisi hidup yang semakin sulit, masyarakat Tiongkok akan menghadapi akar penyebab kekacauan sosial.

Dia menilai bahwa 2025 akan menjadi awal dari keruntuhan total rezim partai Komunis Tiongkok, dengan berbagai kontradiksi sosial yang saling memperburuk. Masyarakat harus tetap waspada dan bersiap menghadapi perubahan besar yang akan tiba. (Hui)

Sumber : NTDTV.com

Countdown Perang Taiwan 2027: AS dan Tiongkok Siap Bentrokan Militer Global!


EtIndonesia.
Ketegangan militer antara Tiongkok dan Amerika Serikat semakin memanas, dengan indikasi bahwa konflik di Selat Taiwan mungkin meletus pada tahun 2027. Tiongkok terus memupuk ambisi untuk menyatukan Taiwan melalui kekuatan militer, sementara Amerika Serikat tampaknya telah memasang penghitung waktu untuk menghadapi kemungkinan tersebut.

Menurut laporan dari “Up Media” edisi 3 Januari 2024, komunitas intelijen AS dan mantan Komandan Komando Indo-Pasifik AS, Laksamana Aquilino, memperkirakan tahun 2027 sebagai titik kritis bagi Tiongkok untuk melancarkan serangan ke Taiwan. Laksamana Franchetti, Komandan Angkatan Laut AS, mengonfirmasi bahwa kantor mereka telah memasang alat pengukur waktu yang mengarah pada tahun 2027, serta memerintahkan persiapan menghadapi potensi konflik di Selat Taiwan.

Jurnalis korps Marinir AS, Katz, mengungkapkan bahwa anggaran militer AS untuk tahun fiskal 2025 dan 2026 sedang dalam proses legislasi di Kongres. Dengan demikian, penyesuaian signifikan untuk menghadapi situasi militer ini hanya memungkinkan terjadi pada tahun fiskal 2027.

Pengamat politik, Tang Jingyuan, menyatakan: “Pemerintahan Trump yang akan segera menjabat sangat serius memandang kemungkinan Tiongkok menginvasi Taiwan secara militer. Militer AS dan lembaga terkait juga mempersiapkan diri dengan serius untuk perang yang mungkin terjadi pada tahun 2027. Baik Partai Republik maupun Partai Demokrat di AS tampaknya sepakat dalam hal ini, dan pemerintahan Trump mungkin akan lebih tegas dibandingkan pemerintahan Biden.”

Di sisi lain, Pemerintah Jepang meningkatkan belanja militernya untuk pembangunan fasilitas bawah tanah, seperti yang dilaporkan oleh Nikkei (Nihon Keizai Shimbun). Rancangan anggaran 2025 Jepang mencakup peningkatan belanja militer hingga lebih dari delapan kali lipat dibanding tahun 2024. Langkah ini diambil sebagai antisipasi terhadap kemungkinan konflik di Selat Taiwan, dengan fokus pengembangan basis Angkatan Udara di Kyushu dan Okinawa. Pusat komando dan fasilitas penting lainnya di Jepang juga telah dipindahkan ke bawah tanah untuk mengurangi risiko serangan udara.

Pada tanggal 2 Januari 2024, Pemerintah Amerika Serikat mengumumkan bahwa Departemen Luar Negeri AS telah menyetujui penjualan rudal udara-ke-udara jarak menengah canggih (AMRAAM) kepada Jepang senilai sekitar 3,64 miliar dolar AS. Rudal AMRAAM M120 ini dirancang untuk beroperasi dalam berbagai kondisi cuaca dan meningkatkan kapabilitas Jepang dalam menghadapi ancaman militer terkini maupun di masa depan.

Sementara itu, ketegangan di wilayah Huangyan di Lau China Selatan hampir memicu gesekan senjata antara Tiongkok dan Amerika Serikat. Blogger militer, Zhou Zining, melaporkan bahwa setelah pesawat dan kapal perang AS serta Philipina memasuki wilayah Huangyan, Tiongkok merespons dengan mengirim pesawat pembom H-6 yang dipersenjatai. Tiongkok juga mengirim kapal penjaga pantai berteknologi tinggi ke perairan tersebut, dilengkapi dengan senapan mesin berat dan platform helikopter.

Tang Jingyuan menilai bahwa kemungkinan bentrokan militer antara AS dan Tiongkok dalam waktu dekat masih rendah.

Krisis di Mozambik: Anti Tiongkok dan Penjarahan Warga Tionghoa

Di Afrika Timur, negara Mozambik yang mendapat dukungan dari PKT mengalami gelombang antipemerintahan. Menurut laporan, aksi protes yang dipimpin oleh partai oposisi mengakibatkan penjarahan terhadap supermarket dan fasilitas milik warga Tionghoa. Pengamat menuding PKT tidak mengambil langkah evakuasi bagi warganya di sana, meskipun terjadi kerusuhan yang mengancam keselamatan mereka.

Beberapa influencer dan pengamat mengkritik sikap bungkam PKT, menuduh bahwa pihak berwenang lebih memprioritaskan kepentingan politik dan ekonomi daripada keselamatan warganya. Sementara itu, sebagian pendukung PKT berargumen bahwa evakuasi massal akan menghilangkan aset dan kontribusi warga Tionghoa di Mozambik.

Kesimpulan

Dengan meningkatnya ketegangan militer antara Tiongkok dan Amerika Serikat, serta dinamika politik di wilayah lain seperti di Mozambik, situasi geopolitik global berada pada titik kritis. Langkah-langkah diplomatik dan persiapan militer yang dilakukan oleh berbagai negara menunjukkan bahwa dunia tengah bersiap menghadapi kemungkinan konflik besar di masa depan. Komunitas internasional berharap agar dialog dan upaya perdamaian dapat mengurangi risiko konflik dan menciptakan stabilitas yang berkelanjutan.

Intelijen AS : Tiongkok Bantu Houthi Serang Laut Merah, AS dan Israel Bersatu Lawan Beijing!

EtIndonesia. Badan intelijen Amerika Serikat  telah mengungkapkan bahwa Tiongkok memberikan dukungan militer kepada kelompok pemberontak Houthi di Yaman. Langkah ini merupakan bagian dari upaya AS untuk bekerja sama dengan Israel dalam menghentikan pengaruh dan aksi agresif yang dilakukan oleh Beijing di kawasan Timur Tengah.

Sejak konflik antara Israel dan Hamas pecah pada Oktober 2023, kelompok Houthi terus melancarkan serangan menggunakan drone dan rudal dengan tujuan mengganggu lalu lintas kapal-kapal yang melintas di Laut Merah. Serangan ini tidak hanya mengancam keamanan maritim, tetapi juga mengganggu jalur perdagangan internasional yang vital bagi ekonomi global.

Menurut laporan terbaru dari stasiun berita internasional berbasis di Israel, i24news, yang diterbitkan pada tanggal 2 Januari 2025, dinas intelijen AS menemukan bahwa sejak Houthi memulai serangan di Laut Merah, mereka telah membangun rantai pasokan yang rumit di Tiongkok. Rantai pasokan ini bertujuan untuk memperoleh komponen misil canggih dan perangkat pemandu yang diperlukan untuk meningkatkan kemampuan militer mereka.

Rantai Pasokan Kompleks dari Tiongkok

Penelitian mendalam mengungkapkan bahwa pimpinan Houthi berencana memanfaatkan suku cadang asal Tiongkok tersebut untuk memproduksi ratusan rudal jelajah. Rudal ini diyakini memiliki kemampuan untuk menyerang negara-negara di Teluk Persia, menambah potensi ancaman terhadap stabilitas regional.

AS telah menegaskan komitmennya untuk mengambil tindakan bersama dengan Israel guna memutus jaringan perdagangan Tiongkok ini dari sistem keuangan global. Langkah ini diharapkan dapat menghambat aliran komponen militer yang digunakan oleh Houthi dalam pengembangan senjata mereka.

Komentar dari Letjen (Purn) Yu Zhongji

Letjen (Purn) Yu Zhongji, mantan Rektor Akademi Politik Perang Universitas Pertahanan Nasional Taiwan, memberikan pandangannya mengenai situasi ini. Menurutnya, Tiongkok melakukan semua ini sebagai strategi untuk menahan laju dominasi AS di kancah internasional. Namun, dia menilai bahwa kekuatan militer Houthi tidak sebanding dengan kemampuan militer Israel, sehingga tidak akan menimbulkan ancaman yang signifikan.

Yu juga menambahkan bahwa dengan melemahnya pengaruh Iran, keberadaan Houthi sendirian tidak akan memberikan dampak yang berarti terhadap stabilitas kawasan. Selain itu, dia menyebutkan bahwa Presiden terpilih AS, Donald Trump,  yang kan kembali ke Gedung Putih pada bulan ini dan akan segera memfokuskan perhatiannya pada upaya menghadapi Tiongkok.

Langkah Selanjutnya Amerika Serikat

Amerika Serikat, bersama dengan mitra internasionalnya, kini tengah merencanakan langkah-langkah strategis untuk memutuskan aliran dukungan militer yang diberikan oleh Tiongkok kepada Houthi. Tindakan ini diharapkan dapat mengurangi kemampuan Houthi dalam melakukan serangan yang dapat mengganggu stabilitas kawasan Timur Tengah dan perdagangan global.

Kebijakan ini juga mencerminkan upaya AS untuk membendung pengaruh Tiongkok di berbagai belahan dunia, terutama di wilayah yang memiliki nilai strategis tinggi seperti Laut Merah dan Teluk Persia. Kerjasama dengan Israel, yang memiliki pengalaman dan kapasitas militer yang kuat, diharapkan dapat memberikan dampak signifikan dalam mengatasi ancaman yang ditimbulkan oleh dukungan militer Tiongkok kepada Houthi.

Kesimpulan

Pengungkapan ini menunjukkan dinamika kompleks antara kekuatan besar di dunia, di mana dukungan militer tersembunyi dan rantai pasokan global dapat mempengaruhi stabilitas regional dan keamanan internasional. Langkah proaktif yang diambil oleh Amerika Serikat dan Israel diharapkan dapat menjadi contoh kerjasama internasional dalam menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks di era globalisasi.

Melindungi Hak Pekerja: Parlemen Inggris Akan Memanggil Shein dan Temu untuk Diperiksa

EtIndonesia. Parlemen Inggris akan memeriksa dua platform e-commerce asal Tiongkok, Shein dan Temu, terkait isu hak pekerja dalam rantai pasokan mereka. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa produk yang dijual di Inggris tidak berasal dari praktik eksploitasi tenaga kerja.

Menurut laporan Reuters, Komite Bisnis dan Perdagangan Inggris (Business and Trade Committee) telah meminta Shein untuk hadir dalam sidang parlemen pada 7 Januari 2025. Sidang ini merupakan bagian dari penyelidikan lintas partai yang dimulai pada Oktober 2024 terkait hak pekerja. Temu, platform belanja lintas negara yang dimiliki oleh Pinduoduo, juga akan diperiksa.

Komite ini, yang dipimpin oleh Liam Byrne, mantan menteri kabinet dari Partai Buruh, mengkaji perlindungan hak pekerja di Inggris sesuai undang-undang nasional. Selain itu, mereka berupaya untuk mencegah masuknya produk dari rantai pasokan dengan standar tenaga kerja yang rendah—seperti jam kerja panjang, upah rendah, atau kondisi kerja tidak aman—ke pasar Inggris.

Komite juga mengungkapkan kekhawatiran terkait dugaan penggunaan tenaga kerja paksa dalam rantai pasokan Shein dan Temu. Mereka berharap dapat mengambil langkah-langkah untuk memastikan bahwa produk yang dijual di Inggris bebas dari praktik semacam itu.

Shein telah memanggil Yinan Zhu, Direktur Hukum untuk wilayah EMEA (Eropa, Timur Tengah, dan Afrika), sebagai saksi dalam sidang parlemen. Temu juga diminta menghadirkan Stephen Heary, penasihat hukum senior, dan Leonard Klenner, manajer senior kepatuhan, untuk memberikan kesaksian.

Sementara Shein menolak memberikan komentar terkait sidang ini, dan Temu tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters.

Shein dan Temu, yang dikenal dengan harga super murah untuk produk seperti pakaian, sepatu, alat, dan aksesori, telah berulang kali mendapat tuduhan terkait kondisi kerja yang buruk di pabrik-pabrik mereka di Tiongkok. Selain itu, rantai pasokan mereka juga diduga melibatkan praktik tenaga kerja paksa.

Pada Juni 2024, kelompok hak asasi manusia Inggris Stop Uyghur Genocide mengajukan tindakan hukum untuk mencegah Shein mencatatkan sahamnya di Bursa Efek London. Kelompok ini menuduh pemasok Shein menggunakan tenaga kerja paksa dari komunitas Uyghur. Menanggapi tuduhan ini, Shein menyatakan bahwa mereka memiliki kebijakan nol toleransi terhadap tenaga kerja paksa dan berkomitmen menghormati hak asasi manusia.

Direktur Eksekutif Penegakan Pasar Tenaga Kerja Inggris, Margaret Beels, serta Komisioner Independen Anti-Perbudakan, Eleanor Lyons, juga diundang untuk hadir dalam sidang ini. Lyons sebelumnya menyatakan keprihatinannya terhadap rencana IPO (penawaran saham perdana) Shein di London tahun lalu.

Penyelidikan ini menjadi langkah penting bagi Inggris untuk memastikan bahwa produk yang beredar di pasarnya tidak berasal dari pelanggaran hak asasi manusia, serta untuk menekan praktik eksploitasi tenaga kerja dalam rantai pasokan global. Parlemen berharap sidang ini dapat memberikan transparansi lebih besar terhadap praktik operasional Shein dan Temu.(jhn/yn)