Dunia Diuntungkan oleh AS yang Bertindak sebagai Pendobrak Firewall PKT 

Dan Fengchen

Baru-baru ini, pendiri SpaceX, Elon Musk, merilis sebuah kabar yang menarik: Era Baru “Koneksi telepon seluler langsung ke satelit melalui sistem Starlink” telah tiba. Musk menjelaskan bahwa sistem Starlink kini telah dapat terhubung langsung ke ponsel biasa dan menyediakan layanan jaringan. Meskipun bandwidth saat ini hanya dapat dibatasi hingga 10 megabit (Mbp), namun diharapkan bandwidth tersebut dapat diperluas hingga ke level aplikasi di masa mendatang.

Kabarnya, beberapa senator AS telah mengajukan rancangan undang-undang yang mendukung lahirnya era baru “koneksi telepon seluler langsung ke satelit”. 

Pada 25 November, Senator Partai Demokrat Ben Cardin, ketua Komite Urusan Luar Negeri Senat, dan Senator Partai Republik Dan Sullivan bersama-sama memperkenalkan Rancangan Undang-Undang: “Informing a Nation with Free, Open, and Reliable Media Act” atau INFORM Act, (Menjaga agar suatu bangsa mendapat informasi melalui media yang bebas, terbuka, dan dapat diandalkan)”, yang mewajibkan Dewan Negara AS mengembangkan strategi komprehensif untuk memperluas keterlibatan warga Tiongkok di bidang informasi. 

Senator Sullivan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Great Firewall milik Partai Komunis Tiongkok (PKT) menekan kebebasan berpendapat dan memblokir informasi nyata. Kita harus mendobrak Great Firewall dan mengizinkan rakyat Tiongkok memperoleh informasi yang benar.

Dapat diperkirakan jika suatu hari nanti sistem Starlink milik Elon Musk dapat terhubung ke ponsel netizen Tiongkok, itu akan menjadi berkah dari langit bagi seluruh rakyat Tiongkok! Sedangkan bagi PKT, keruntuhannya semakin dekat.

Asal usul Great Firewall / Tembok Api Besar Tiongkok

Mengapa rancangan undang-undang kedua senator AS itu menargetkan Tiongkok? Pasalnya, Tiongkok merupakan wilayah yang paling parah terkena dampak Great Firewall.

Pada 1998, PKT mengusung proyek “Informatisasi Pekerjaan Keamanan Publik Nasional”, dengan logo Kementerian Keamanan Publik berupa gambar sebuah perisai, sehingga divisualisasikan sebagai “Proyek Perisai Emas” (GFW).

Ada juga cerita buruk tentang asal mula Proyek Perisai Emas. Menurut buku “Jiang Zemin: The Man”, pada malam Kongres Nasional Partai Komunis Tiongkok ke-16 (November, 2002), putra tertua Jiang Zemin, Jiang Mianheng, pergi ke Institut 502 Kementerian Industri Informasi untuk menonton film berkecepatan tinggi demonstrasi internet, salah satu isinya adalah menguji kecepatan pengambilan data. 

Kemudian reporter mencari kata “Jiang Zemin” di Google, dan tanpa diduga, tiga dari sepuluh berita pertama yang muncul di layar semuanya mengungkap kejahatan Jiang Zemin, bahkan “Jiang Zemin yang Jahat” menjadi berita utama. Hal ini membuat Jiang Mianheng terkejut dan meradang.

Untuk menutupi rasa malu ayahnya, Jiang Mianheng, yang saat itu menjabat sebagai wakil presiden Akademi Ilmu Pengetahuan Republik Rakyat Tiongkok (RRT), langsung menginstruksikan penguatan dalam memblokir berita di Internet. Ia mengatakan: “Tiongkok perlu membangun jaringan nasional yang independent dari jaringan Internet internasional”, Jiang Mianheng jelas punya alasan atas ucapannya tersebut.

Pada 2002, Zhang Jiadun (Gordon Guthrie Chang), penulis buku “The Coming Collapse of China” menunjukkan bahwa Jiang Mianheng sedang mempromosikan sistem jaringan Tiongkok yang independen dari jaringan global dan membangun firewall besar untuk mencegah pemblokiran dan penyaringan informasi luar negeri. 

Jiang Mianheng, yang saat itu menjabat sebagai wakil presiden Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok, pergi ke Pusat Informasi Jaringan Komputer Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok untuk mendengarkan laporan, dan secara khusus menekankan pentingnya memiliki teknologi pengawasan.

Sekitar tahun 2000, tahap pertama Proyek Perisai Emas dengan investasi sebesar RMB 6 miliar diluncurkan. Pada 2006, Kementerian Keamanan Publik RRT menginspeksi “Proyek Perisai Emas”. 

Setelah 2010, Proyek Perisai Emas ditingkatkan menjadi proyek rahasia “kecerdasan besar” yang memiliki kemampuan lebih besar. Diperkirakan biaya pelaksanaan proyek “kecerdasan besar” secara nasional adalah antara RMB 100 miliar hingga RMB 600 miliar. 

Sejak 2010 itu, Partai Komunis Tiongkok terus mengeluarkan dana dalam jumlah besar untuk memperluas bandwidth, memperkuat firewall, serta memperbanyak kata-kata sensitif dalam jumlah besar, demi mencapai tujuan menjaga agar masyarakat dalam negeri tidak memperoleh berita kebenaran dari luar negeri. 

PKT tidak segan-segan mengeluarkan biaya besar untuk memantau 1,4 miliar rakyatnya. Ini mungkin salah satu alasan penting mengapa selama bertahun-tahun dana pemeliharaan stabilitas PKT melebihi pengeluaran militer.

Meskipun Proyek Perisai Emas didirikan atas nama “Informatisasi Pekerjaan Keamanan Publik Nasional”, namun fakta membuktikan bahwa fungsi inti dan paling rahasianya juga adalah untuk menarget Falun Gong.

Pada 20 Juli 1999, kelompok Jiang Zemin mulai secara terbuka menindas Falun Gong, mengklaim akan “memusnahkan Falun Gong dalam tiga bulan”. Namun, kebijakan represif ini tidak populer, bahkan ditentang oleh pejabat PKT dari atas hingga bawah. 

Bersama dengan penindasan, biro propaganda PKT menggunakan segala kemampuannya untuk memfitnah dan mencemarkan nama baik Falun Gong dalam segala aspek. Selain itu juga mencegah informasi tentang praktisi Falun Gong di luar negeri mengklarifikasi fakta kebenaran masuk ke daratan Tiongkok.

Menurut buku “Jiang Zemin yang Sebenarnya”, kegagalan dalam menghentikan penyebaran Falun Gong membuat Jiang Zemin menanggung malu lantas naik pitam. Setelah penganiayaan dimulai, putra Jiang Zemin, Jiang Mianheng, menginstruksikan pemblokiran Internet dan meningkatkan kemampuan “Proyek Perisai Emas” yang ia pimpin, dengan tujuan untuk mencegah netizen di Tiongkok memperoleh informasi dari luar negeri tentang demokrasi, hak asasi manusia, kebebasan, terutama berita-berita yang terkait kegiatan Falun Gong di luar negeri.

Pada tahun 2005, John Palfrey, seorang profesor hukum di Universitas Harvard, Amerika Serikat yang melakukan penelitian mengenai blokade Internet di Tiongkok. Menerbitkan hasil laporannya yang menunjukkan bahwa 48% situs web luar negeri, termasuk Peristiwa “4 Juni 1989” – Tiananmen tidak dapat diakses di Tiongkok karena terkena pemblokiran oleh PKT, selain itu ada sekitar 60% situs yang memuat opini politik yang anti-komunis, dan 100% situs yang memuat berita positif tentang Falun Gong, terkena pemblokiran. 

Dari sana terlihat bahwa, peran Proyek Perisai Emas dalam menjaga stabilitas adalah untuk mencegah informasi dari jaringan dunia yang tidak disukai oleh PKT, dan informasi yang berkaitan dengan kebenaran tentang Falun Gong menanggung beban terbesar dan merupakan prioritas utama pemblokiran dan penyaringan.

“Great Firewall” dijadikan “tembok penyelamat nyawa” oleh PKT

Seperti diketahui, kekerasan dan kebohongan merupakan 2 kekuatan PKT dalam merebut kekuasaan, membentuk pemerintahan dan mempertahankan kekuasaan. Apa yang diandalkan oleh Partai Komunis Tiongkok untuk mengubah kebohongan menjadi “kebenaran”? Terutama mengandalkan dua hal, yakni, di dalam negeri, PKT membangun media yang menyebarkan suara partai, melakukan pengawasan yang ketat terhadap berita agar hak atas orisinalitas dan penafsiran terhadap wacana tetap berada dalam genggaman PKT. 

Sedangkan untuk luar negeri, PKT melakukan pemblokiran terhadap berita, informasi atau pembicaraan yang tidak sesuai dengan suara partai, memblokir semua kebenaran untuk mempertahankan agar otoritas partai tidak tergoyahkan. Setelah dunia memasuki era Internet, perlindungan terhadap suara partai sepenuhnya digantungkan pada Great Firewall (GFW). Oleh karenanya tidak berlebihan apabila GFW disebut-sebut sebagai tembok penyelamat nyawa PKT.

Penulis memegang sebuah dokumen “rahasia” dari PKT yang berjudul: “Risalah rapat khusus mengenai pencegahan dan pemberantasan rumor politik besar dan secara tegas menjaga keamanan politik inti dan martabat politik partai”. Dokumen tertanggal 15 Januari 2018 ini dikeluarkan sebelum “hari-hari sensitif” Sidang Pleno Kedua dan Ketiga Komite Sentral PKT ke-19 dan Dua Sidang Nasional. Tujuan dari dokumen tersebut adalah untuk memblokir dan menindak informasi tidak seirama dengan pemimpin PKT Xi Jinping yang beredar di Internet dalam dan luar negeri pada saat itu. Dari dokumen ini terungkap banyak keterangan dari orang dalam dan rincian mengenai operasi Great Firewall.

Dokumen menunjukkan bahwa pertemuan tersebut diadakan di bawah instruksi langsung dari Guo Shengkun, yang saat itu menjabat sebagai sekretaris Komisi Urusan Politik dan Hukum, dan dihadiri pula oleh para pejabat dari berbagai institusi seperti Departemen Propaganda Pusat, Komisi Urusan Politik dan Hukum, Administrasi Dunia Maya Tiongkok, Kantor Pusat 610, Mahkamah Agung Rakyat, Kejaksaan Agung, Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi, Kementerian Keamanan Publik, Kementerian Keamanan Nasional, beberapa departemen dari Tentara Pembebasan Rakyat. 

Pembahasan dalam pertemuan itu selain mencakup seluruh “rahasia dapur” dari Komite Urusan Politik dan Hukum, tetapi juga mencakup departemen rahasia Tentara Pembebasan Rakyat. Tingginya spesifikasi dan penggunaan daya yang komprehensif guna mensukseskan pertemuan tersebut memang sangat jarang terjadi.

Pertemuan tersebut menekankan bahwa menjaga citra pemimpin tertinggi partai “pada dasarnya adalah perjuangan politik yang serius”. Penting untuk mengambil tindakan praktis untuk melindungi Komite Sentral Partai dengan Xi Jinping sebagai pemimpin inti, dan dengan tegas mempertahankan kepemimpinan partai dan sistem sosialisme dengan ciri khas Tiongkok. Dari sini terlihat bahwa Partai Komunis Tiongkok telah menyamakan keamanan jaringan dengan stabilitas kekuasaan rezim.

Untuk memblokir Internet secara lebih efektif, pimpinan pusat menyetujui pembentukan mekanisme kerja “415”. Pertemuan tersebut meminta agar Dua Sesi [the National People’s Congress(NPC) dan the Chinese People’s Political Consultative Conference(CPPCC)] digunakan sebagai poin sensitif, “mengalokasikan petugas yang berkemampuan, untuk membentuk tugas darurat praktis dan sistem komando yang tanggap, menerapkan pencegahan dan pengendalian tingkat tinggi, juga menerapkan sistem laporan harian, menjadwalkan kemajuan tugas, dan menganalisis tren opini publik setiap hari”.

Mengenai informasi yang merugikan citra pemimpin tertinggi partai, “patuhi standar tertinggi, persyaratan paling ketat, dan tindakan terkuat, untuk menghapus dan membuang informasi yang relevan dalam 1 menit, memblokirnya secara efektif dalam 3 menit, mengidentifikasi sumber informasi dalam 5 menit, dan tindak lanjuti penyelidikan orang tersebut, dan melakukan tindakan untuk mencegah penyebarannya dalam skala besar”. Kontrol ketat PKT atas Internet, serta kecepatan dan keganasannya, menunjukkan pentingnya hal ini dalam upaya PKT untuk menjaga stabilitas dan mempertahankan kekuasaannya.

PKT menggunakan taktik infiltrasi dan penyuapan front persatuan yang biasa dengan jelas menyatakan bahwa “Administrasi Dunia Maya Tiongkok dan Kementerian Keamanan Publik diminta untuk melakukan pekerjaan yang baik dalam hubungan dan komunikasi dengan perusahaan Internet besar di luar negeri, seperti Twitter, YouTube, dan Facebook, untuk memengaruhi mereka agar bersedia bekerja sama dengan pihak kita. 

Pertemuan tersebut meminta departemen teknologi jaringan untuk mempersiapkan lebih banyak “proyektil meriam” untuk melumpuhkan media dan platform luar negeri yang memproduksi dan menyebarkan kebenaran, “ambil tindakan pada saat kritis hingga dengan tekad melumpuhkannya.”; “Jika perlu, blokir seluruh situs.”

Betapa pentingnya GFW di mata Partai Komunis Tiongkok. Sebaliknya, hal ini menunjukkan bahwa betapa pentingnya untuk merobohkan Tembok Api Besar tersebut.

Fakta membuktikan bahwa tujuan Partai Komunis Tiongkok pada dasarnya telah tercapai. Mayoritas dari 1,4 miliar rakyat Tiongkok telah dibuat bodoh, ‘budeg’, dan buta oleh PKT, dan menjadikan mereka sebagai boneka yang mendengarkan dan mengikuti partai. PKT jusru bergantung pada Tembok Api Besar (Great Firewall) untuk terus memperpanjang umurnya.

Apa itu Internet? Internet adalah saluran berkecepatan tinggi untuk berbagi informasi global. Lalu apa itu GFW atau Tembok Api Besar yang diciptakan oleh Partai Komunis Tiongkok?

Tembok Api Besar Tiongkok (Great Fire Wall) adalah perangkat yang digunakan oleh PKT untuk memblokir transmisi informasi. Karena adanya perangkat ini, orang-orang di daratan Tiongkok telah lama berada dalam kesulitan mengakses situs web luar negeri. 

Setelah Tembok Api Besar tersebut dirobohkan, akan lebih mudah bagi orang-orang di daratan Tiongkok untuk mendapatkan kebenaran berita dari luar negeri. Justru hal inilah yang paling ditakuti oleh PKT. Pernah terjadi seorang pemuda pemberani dari Shandong yang kehidupannya berubah, dari semula seorang yang pro-PKT menjadi anti-PKT setelah ia mendobrak firewall tersebut dengan menggunakan perangkat lunak untuk menjelajahi situs web luar negeri. 

Pada 30 Maret 2020, Zhang Wenbin, seorang pemuda di Provinsi Shandong, merilis sebuah video di mana ia dengan nama aslinya secara terbuka menyerukan “Partai Komunis turun” dan “Xi Jinping turun”. Dengan rasa sakit hati Zhang Wenbin mengatakan: “Dari obrolan-obrolan dengan beberapa teman dekat di SMA saya dengan jelas merasakan bahwa mereka adalah para nasionalis muda Tiongkok yang pro-PKT”. “Tetapi hal yang menurut saya paling tidak dapat diterima adalah bahwa PKT membutakan mata semua orang melalui kebohongan dan memenjarakan mereka di balik tembok tinggi”.

Zhang Wenbin mengatakan dalam video tersebut: “Saya juga pernah menjadi little pink (buzzer) Partai Komunis Tiongkok. Setelah “memanjat tembok”, saya perlahan-lahan memahami wajah jahat Partai Komunis. PKT telah melalui reformasi pertanahan, Revolusi Kebudayaan, tiga tahun kelaparan, keluarga berencana, pembantaian di Tiananmen pada 4 Juni 1989, penganiayaan terhadap Falun Gong, masyarakat Tibet, Hong Kong dan Xinjiang, bahkan kini mengembangkan cakarnya ke seluruh dunia, namun banyak orang masih menutup mata dan bahkan memujinya. Ini benar-benar membuat muak”.

Zhang Wenbin telah berubah dari seorang yang naif menjadi bijaksana, dari boneka menjadi David yang berani tampil melawan Goliat Merah dari PKT setelah ia “memanjat tembok” untuk melihat kebenaran. Proses perubahan sikap dan pandangan Zhang Wenbin membuktikan tingginya nilai untuk segera mendobrak GFW PKT, agar lebih banyak lagi warga Tiongkok juga mendapatkan hal serupa.

Ketika seorang Zhang Wenbin yang bangkit, PKT dapat menggunakan penindasan untuk mengatasi, tetapi ketika 1,4 miliar Zhang Wenbin bangkit, PKT hanya bisa gemetar.

Warga sipil Tiongkok sangat mengharapkan GFW ambruk

Pada awal Mei 2020, ada media yang melaporkan bahwa Michael Horowitz, CEO lembaga pemikir Amerika “21st Century Innovation” dan penasihat umum Kantor Manajemen dan Anggaran mantan Presiden AS Ronald Reagan, menyarankan agar Kementerian Luar Negeri AS dapat melakukan pendobrakan Tembok Api Besar PKT dengan memanfaatkan dana pemerintah hingga 30 miliar dolar, yang dikombinasikan dengan teknologi relevan dari beberapa universitas Amerika Serikat. Horowitz percaya bahwa jika rencana ini dilaksanakan, maka Tembok Api Besar PKT akan runtuh sebelum pemilu pada akhir Oktober 2020.

Mengingat berita ini, pada 14 Mei 2020, The Epoch Times menerbitkan artikel “Blokade Internet Partai Komunis Tiongkok Akan Segera Runtuh” yang menarik perhatian luas dan tanggapan yang kuat, hanya dalam dua hari, artikel tersebut telah dibaca oleh lebih dari 30.000 orang. Tingginya jumlah klik mencerminkan keinginan masyarakat sangat antusias untuk melihat robohnya Tembok Api Besar.

Dunia diuntungkan dengan Amerika Serikat yang berjasa meruntuhkan GFW

Empat tahun lalu, lembaga pemikir Amerika “21st Century Innovation” mengusulkan gagasan berani tentang “pendobrakan GFW Partai Komunis Tiongkok”, selama masa jabatan pertama Presiden Trump. Hal ini gagal terwujud karena berbagai alasan.

Kini, seiring dengan Presiden Trump akan memulai masa jabatan keduanya, gagasan yang lebih ambisius dan tekad yang semakin besar sudah mulai tampak dihadapan presiden dan pemerintahan AS. Ini mungkin juga merupakan anugerah dari Pencipta Alam buat Amerika Serikat agar ikut berpartisipasi dalam proyek “Langit menumpas PKT”. Bertindak sesuai waktu dan mengikuti kehendak Langit, pahala pasti akan datang berlimpah.

Dunia akan memperoleh manfaat dari “Pendobrakan GFW PKT” 

1. “Pendobrakan GFW” menguntungkan Amerika Serikat.

Pada 10 Desember 2024, Dewan Perwakilan Rakyat AS mengesahkan “Undang-Undang Intelijen Dalam Negeri Strategis dan Pertahanan Penegakan Hukum terhadap Partai Komunis Tiongkok”, yang bertujuan untuk menanggapi secara komprehensif berbagai ancaman yang ditimbulkan oleh Partai Komunis Tiongkok terhadap keamanan nasional AS. PKT mengincar Taiwan dan sering melakukan latihan militer berskala besar di Selat Taiwan yang berpotensi memicu perang antara Tiongkok dan Amerika Serikat, dll. PKT telah menjadi musuh terbesar bagi kepentingan keamanan nasional dan pembangunan Amerika Serikat.

Terdapat laporan bahwa Presiden Trump telah mempersiapkan sejumlah “resep” untuk menghadapi PKT, termasuk perang politik, perang dagang, perang teknologi, dan lain-lain. Tapi ada pepatah Tiongkok yang berbunyi: “Bangkai unta kurus pun lebih besar dari kuda” (mengacu pada seseorang yang berkuasa sekalipun jatuh miskin, ia masih merasa lebih baik dari sebagian orang lainnya), “Lipan mati tidak bertubuh kaku” (mengacu pada meskipun mengalami kemunduran dan kejatuhan, yang bersangkutan masih dapat mempertahankan ilusi kemakmuran untuk jangka waktu tertentu). PKT yang telah menyandera 1,4 miliar orang rakyatnya tidak akan peduli seberapa besar krisis yang terjadi, ia akan mengalihkan tanggung jawabnya kepada rakyat Tiongkok. 

Seperti disebutkan sebelumnya, “Tembok Api Besar” adalah “tembok penyelamat nyawa” PKT, yang juga merupakan “titik lemah” PKT. Alih-alih menghabiskan banyak energi untuk menghadapi PKT, lebih baik “mematikan ular lewat inci ke-7” (tempat keberadaan jantung ular). “Tembok Api Besar” adalah inci ke-7 PKT. merobohkan Tembok Api Besar PKT adalah strategi yang diberikan Tuhan. Sedangkan sistem Starlink yang bagaikan prajurit dan panglima dari surga akan membantu AS “Menundukkan musuh tanpa melalui perang” atau secara kasat mata. Dengan robohnya Tembok Api Besar Tiongkok, Amerika Serikat akan mendapat manfaat dari jalan pintas tersebut.

2. “Pendobrakan GFW” menguntungkan Tiongkok.

Dua pilar kekuatan yang digunakan rezim Komunis Tiongkok: Satu adalah kekerasan, dan yang lain adalah kebohongan. Kebohongan diciptakan dengan tanpa menyediakan ruang untuk tawar menawar, dan upaya PKT untuk mencegah kebohongan tidak terungkap terutama bergantung pada firewall. Sedangkan pelaku kekerasan sebagian besar berada di bawah kendali militer dan polisi keamanan. 

Jika firewall PKT dapat dirobohkan dan jaringan area lokal PKT dapat diubah menjadi Internet yang memberi kemungkinan kepada para anggota militer dan polisi PKT untuk memahami kebenaran dan berhenti mengarahkan senjata untuk menindas rakyat, tetapi berbalik menyerang PKT yang jahat. Oleh karena itu, dengan merobohkan tembok tersebut membuktikan “Sekali mendayung dua pulau terlampaui”, selain menghancurkan dua pilar utama PKT: kebohongan dan kekerasan, yang membuat PKT terpaksa membubarkan diri.

Selain menghancurkan kedua pilar kekuatan PKT, “Pendobrakan GFW” juga memicu reaksi berantai——Pada saat itu, masyarakat Tiongkok akan dapat dengan bebas menelusuri atau memperoleh informasi nyata dari luar negeri yang tanpa disaring oleh PKT, terutama laporan kebenaran tentang Falun Gong, Epoch Times.com, New Tang Dynasty Television, dan Sound of Hope. Kebenaran dalam jumlah besar akan muncul di Internet daratan Tiongkok dan akan terjadi “ledakan informasi” yang menggetarkan PKT.

Pada saat itu, warga Tiongkok dapat dengan bebas mengunduh “Zhuan Falun” buku utama Falun Dafa dan buku-buku asli lainnya dari Minghui.com untuk melihat bagaimana buku-buku Falun Gong yang dibakar secara gila-gilaan oleh PKT mengajarkan semua pengikutinya untuk menjadi orang baik.

Pada saat itu, masyarakat bisa dengan leluasa membaca empat mahakarya The Epoch Times: “Sembilan Komentar Mengenai Partai Komunis”, “Disintegrasi Budaya Partai”, “Tujuan Akhir Komunisme”, dan “Iblis Menguasai Dunia Kita”, dan memahami sifat jahat PKT. Ini pasti akan mendorong orang-orang untuk “mundur dari Partai Komunis Tiongkok serta organisasi afiliasinya” demi keselamatan dirinya!

Pada saat itu, masyarakat dapat melalui situs web Minghui.com, atau situs web WOIPFG, dll. untuk mengetahui tentang penganiayaan kejam terhadap praktisi Falun Gong oleh fraksi Jiang Zemin. Bagaimana “Partai Komunis Tiongkok mengambil organ manusia dari praktisi Falun Gong yang masih hidup untuk diperdagangkan demi keuntungan”, “Sejumlah besar praktisi Falun Gong ditahan secara ilegal kemudian disiksa dan dibunuh di fasilitas penahanan dan penjara”, “Berlatih Falun Gong sepenuhnya legal di Tiongkok, sedangkan penganiayaan terhadap Falun Gong tidak memiliki dasar hukum”, “Penyebaran metode kultivasi Falun Gong yang cepat dan luas di luar negeri telah menerima ribuan penghargaan”, dan kebenaran lainnya juga dapat secara mudah diketahui oleh masyarakat umum.

Pada saat itu, dan seterusnya ….Ketika banyak “pada saat itu” yang kita bahas tersebut benar-benar tiba – yaitu, ketika teknologi ponsel dapat langsung terhubung ke satelit dapat terwujud di daratan Tiongkok, itu akan menjadi awal dari jatuhnya PKT.

3. “Pendobrakan GFW” bermanfaat bagi dunia.

Pada akhir 1990-an, dengan runtuhnya Partai Komunis Soviet dan Partai Komunis Eropa Timur, gerakan komunis di seluruh dunia dinyatakan gagal total. Komunisme diakui sebagai “ideologi bangkrut yang telah dibuktikan dengan praktik”.

Pada 19 November 2004, The Epoch Times meluncurkan serangkaian editorial yang berjudul “Sembilan Komentar Mengenai Partai Komunis”. Untuk pertama kalinya dalam sejarah umat manusia, mengungkap secara komprehensif dan mendalam tentang sifat jahat dan sejarah kriminal Partai Komunis, khususnya Partai Komunis Tiongkok. 

Dalam editorialnya tertulis: “Partai Komunis Tiongkok meskipun berkali-kali berganti rupa, berkali-kali dapat melewati masa krisis, tetapi dunia melihat jelas akan akhir kesudahannya. Selembar demi selembar PKT menanggalkan mantelnya yang indah, hingga tampaklah jelas wujud keiblisannya, kekejamannya. Tidak punya malu dan melawan alam. Sampai hari ini masih mengekang pikiran orang, dan membunuh etika moral manusia. Komunisme masih merupakan bencana yang amat besar bagi peradaban manusia, moral, perdamaian dan kemajuan”. [Sembilan Komentar Mengenai Partai Komunis, Komentar Empat]

Pada 17 Desember 1991, di bawah tekanan anti-komunis yang kuat dari rakyat Uni Soviet, Gorbachev dan Yeltsin bersama-sama menyatakan Partai Komunis sebagai organisasi ilegal di Kremlin. Deklarasi tersebut berbunyi: “Setelah lebih dari tujuh puluh tahun penerapan, ajaran sesat yang absurd dari Marxisme-Leninisme telah gagal dalam teori dan praktik. Sejarah dan fakta telah membuktikan bahwa ini adalah ajaran sesat yang sepenuhnya tidak masuk akal dan merugikan umat manusia”.

Hampir dua ratus tahun sejarah gerakan komunisme dari awal hingga saat ini telah sepenuhnya menunjukkan sifat jahatnya yang anti alam dan manusia. PKT adalah basis kejahatan terbesar di dunia saat ini, dan juga merupakan akar penyebab segala jenis perang, kekacauan, dan perselisihan di seluruh dunia.

Kesimpulan

Pada 12 Juni 1987, selama kunjungannya ke Jerman, mantan Presiden AS Ronald Reagan menyampaikan pidato bersejarah di Gerbang Brandenburg – “Runtuhkan tembok ini!” yang akhirnya mengantarkan Eropa memasuki sebuah era baru.

Kami percaya bahwa dengan meruntuhkan Tembok Api Besar Tiongkok akan membuka era baru bagi dunia. (sin/whs)

Apa Itu Batu Rosetta, Tablet yang Memecahkan Misteri Kuno Hieroglif Mesir?

EtIndonesia. Batu Rosetta yang kini dipajang di British Museum adalah tablet granit dari tahun 196 SM yang bertuliskan dekrit dalam hieroglif Mesir, Yunani kuno, dan aksara Demotik.

Saat pasukan Prancis bersiap menghadapi pasukan Ottoman di Rosetta, Mesir, pada bulan Juli 1799, mereka menemukan bongkahan batu berukir. Tertancap di dinding benteng, batu itu menunjukkan tiga bahasa — dan segera terbukti menjadi kunci untuk menguraikan bahasa hieroglif Mesir yang telah lama hilang.

Ditulis pada tahun 196 SM, yang disebut Batu Rosetta diperoleh oleh Inggris pada awal abad ke-19 dan telah disimpan selama berabad-abad di British Museum yang terkenal. Namun penempatannya di masa depan lebih kontroversial.

Menemukan Batu Rosetta

Tidak seorang pun berniat untuk menemukan Batu Rosetta. Memang, pada 19 Juli 1799, pasukan Prancis hanya sedang membentengi benteng tua di Rashid, atau Rosetta, Mesir, untuk mempersiapkan diri menghadapi pertempuran yang mengancam dengan pasukan Ottoman. Menurut British Museum, mereka sedang menggali fondasi ketika menemukan relik misterius itu.

Batu itu, yang dipenuhi dengan prasasti terperinci, tingginya sekitar 110 cm, lebar 76cm, dan beratnya sekitar 762kg Seperti yang dicatat History, Napoleon Bonaparte telah menginstruksikan prajuritnya untuk mencari artefak Mesir untuk dibawa kembali ke Prancis, sehingga potensi pentingnya batu itu tidak luput dari perhatian prajurit Prancis yang menemukannya.

“Di antara pekerjaan benteng … yang dilakukan di benteng tua Rashid (sekarang disebut Fort Julien) di tepi kiri Sungai Nil … sebuah batu granit hitam yang indah, berbutir halus dan keras seperti palu, digali,” Courier de l’Egypte mengumumkan pada saat itu. “Hanya satu sisi yang dipoles, dan di atasnya terdapat tiga prasasti yang berbeda, dipisahkan menjadi tiga potongan paralel.”

Pierre-François Bouchard, prajurit yang mengawasi pekerjaan di benteng Rosetta, mengangkut batu tersebut ke Kairo. Namun, batu tersebut tidak tetap berada di tangan Prancis. Setelah Inggris mengalahkan Prancis dalam Perang Napoleon pada tahun 1801, mereka mengambil alihnya.

Kemudian, perlombaan untuk menerjemahkan Batu Rosetta dimulai.

Pencarian untuk Memahami Batu Kuno

Meskipun penggunaan hieroglif telah punah setelah abad keempat karena munculnya agama Kristen, para sarjana abad ke-19 masih dapat membaca bahasa Yunani kuno, yang merupakan salah satu dari tiga bahasa yang ditemukan terukir di batu tersebut.

Mereka mengetahui bahwa batu tersebut berisi dekrit keagamaan yang menegaskan kesetiaan para pendeta Yunani kepada Ptolemeus V Epiphanes, seorang firaun yang telah mengambil alih kekuasaan pada tahun 204 SM.

Batu tersebut juga memberikan instruksi agar salinannya ditempatkan di kuil-kuil di seluruh Mesir. Dan, yang lebih penting, batu itu berisi catatan yang mengatakan bahwa pesan yang sama telah ditulis dalam tiga bahasa berikut: hieroglif yang digunakan untuk urusan keagamaan resmi, aksara Demotik yang lebih informal, dan bahasa administratif Yunani kuno.

Setelah para sarjana berhasil menerjemahkan bahasa Yunani kuno, mereka mengalihkan fokus mereka untuk memahami hieroglif. Pekerjaan ini sebagian besar dilakukan oleh dua orang, ilmuwan Inggris Thomas Young, dan ahli bahasa Prancis Jean-Francois Champollion.

Menurut History, Young mulai meneliti batu Rosetta pada tahun 1814. Dia menemukan bahwa beberapa hieroglif terdapat dalam bentuk oval, yang disebutnya cartouches, dan bahwa bentuk-bentuk ini mengeja nama-nama kerajaan seperti Ptolemeus. Namun seperti yang dicatat oleh British Museum, Young akhirnya tidak dapat mengetahui bagaimana tanda-tanda tersebut menyampaikan makna.

Tugas itu jatuh kepada Champollion, yang mulai mempelajari Batu Rosetta pada tahun 1822. Champollion memiliki pengetahuan luas tentang Mesir dan bahkan memahami bahasa Koptik, yang merupakan turunan dari bahasa Mesir kuno. Dia menemukan bahwa hieroglif tersebut mengandung bunyi-bunyi Koptik.

“Saya menemukannya!” seru Champollion, menurut National Geographic, saat dia berhasil menemukan jawabannya. Kemudian, ahli bahasa Prancis itu jatuh pingsan dan tidak sadarkan diri selama lima hari.

Penemuan Champollion, dan karya-karya selanjutnya tentang hieroglif, menjadikannya apa yang disebut sebagai “Bapak Egyptologi”. Menurut The Irish Times, dia menemukan bahwa simbol-simbol tersebut terbagi dalam empat kategori. Yaitu piktogram (yang menggambarkan objek), ideogram (yang menggambarkan ide-ide abstrak), digunakan secara fonetis, atau digunakan sebagai turunan, yang dapat mengubah makna sekelompok simbol.

Berkat dia, bahasa hieroglif telah dihidupkan kembali — dan memungkinkan para arkeolog untuk memahami prasasti yang ditinggalkan di kuil-kuil dan makam-makam di seluruh Mesir.

Namun, kisah Batu Rosetta tidak berakhir di sana. Bahkan, kisah ini berlanjut hingga zaman modern, saat Mesir dan Inggris berdebat tentang negara mana yang berhak memajang artefak sejarah penting ini.

Kontroversi Seputar Batu Rosetta Saat Ini

Menurut British Museum, lembaga tersebut memperoleh Batu Rosetta pada tahun 1802, tak lama setelah Inggris merebut artefak tersebut dari Prancis. Karena museum tidak dapat menahan beban batu yang sangat berat itu, sebuah galeri baru dibangun untuk memajangnya dan artefak lainnya.

Sejak saat itu — selain dari periode dua tahun selama Perang Dunia I — Batu Rosetta tetap berada di tangan Inggris. Dipamerkan di British Museum, artefak tersebut menarik sekitar enam juta pengunjung per tahun.

Namun, sebagian orang Mesir berpikir bahwa sudah saatnya bagi Inggris untuk mengembalikan batu tersebut ke Mesir. Menurut Art News, mantan menteri barang antik Mesir Zahi Hawass telah mendorong pengembalian Batu Rosetta dari Inggris, serta patung dada Ratu Nefertiti dari Jerman, dan langit-langit Zodiak yang dipahat dari Prancis.

“Saya yakin ketiga benda itu unik dan seharusnya berada di Mesir. Kami mengumpulkan semua bukti yang membuktikan bahwa ketiga benda ini dicuri dari Mesir,” kata Hawass kepada The National.

Dia menambahkan: “Batu Rosetta adalah ikon identitas Mesir. British Museum tidak berhak memperlihatkan artefak ini kepada publik.”

Hawass mengklaim bahwa dia telah mengajukan banding ke British Museum untuk pengembalian Batu Rosetta sejak 2003 dan bahwa dia berencana untuk mengajukan petisi yang ditandatangani oleh akademisi Mesir pada Oktober 2022. British Museum, pada bagiannya, mengklaim bahwa Mesir tidak mengajukan permintaan resmi seperti itu untuk Batu Rosetta.

Namun mengingat bahwa museum di seluruh dunia telah memulangkan benda-benda dalam beberapa tahun terakhir, tampaknya mungkin bahwa Batu Rosetta pada akhirnya akan menemukan jalan kembali ke Mesir. Untuk saat ini, ada replika artefak terkenal di Museum Barang Antik Mesir Kairo.

Dan beberapa orang berpikir bahwa replika itu mungkin sudah cukup. Eltayeb Abbas, kepala arkeologi di Museum Mesir Besar, mengatakan bahwa meskipun dia sangat ingin mendapatkan kembali artefak tersebut, dia meragukan bahwa Batu Rosetta yang asli akan pernah kembali ke Mesir.

“Jika kita berbicara serius — benda-benda ini tidak akan pernah sampai ke Mesir,” kata Abbas kepada Evening Standard. “Namun, berada di Berlin atau London di British Museum — itu adalah propaganda yang bagus untuk Mesir. Itu iklan yang bagus.”

Dengan demikian, kisah Batu Rosetta masih terus berlanjut. Apakah artefak tersebut akan tetap berada di Inggris atau kembali ke Mesir tidak diketahui. Namun, signifikansi batu berukir ini tidak terbantahkan. Berkat ahli bahasa seperti Champollion, batu ini memberikan kunci untuk memahami bahasa yang telah hilang.(yn)

Sumber:  allthatsinteresting

MK Hapus Presidential Threshold Dikarenakan Membatasi Hak Konstitusional Pemilih

MK Pertimbangkan Kencenderungan Calon Tunggal dan Masyarakat yang Mudah Terbelah

ETIndonesia.  Mahkamah Konstitusi (MK) secara resmi menghapus aturan Presidential Threshold  20% atau ambang batas  dalam pencalonan Presiden dan Wakil Presiden di Pemilu Presiden.  Pertimbangan hukumnya dikarenakan mahkamah menilai aturan tersebut membatasi hak konstitusional pemilih. 

Keputusan ini dibacakan oleh Ketua MK Suhartoyo dengan didampingi oleh delapan hakim konstitusi lainnya di Gedung MK, Jakarta, Kamis (2/1/2025). 

Dikutip dari situs MK, selain atas dasar terkait hak konstitusional pemilih , Mahkamah menyatakan dengan terus mempertahankan presidential threshold dan setelah mempelajari secara saksama arah pergerakan politik mutakhir Indonesia, terbaca kecenderungan untuk selalu mengupayakan agar setiap pemilu presiden dan wakil presiden hanya terdapat 2 pasangan calon.

Padahal, lanjut Mahkamah, pengalaman sejak penyelenggaraan pemilihan langsung menunjukkan, dengan hanya 2 pasangan calon presiden dan wakil presiden, masyarakat mudah terjebak dalam polarisasi yang sekiranya tidak diantisipasi mengancam kebhinekaan Indonesia. Bahkan jika pengaturan tersebut terus dibiarkan, tidak tertutup kemungkinan pemilu presiden dan wakil presiden akan terjebak dengan calon tunggal. 

MK menilai, kecenderungan demikian, paling tidak dapat dilihat dalam fenomena pemilihan kepala daerah yang dari waktu ke waktu semakin bergerak ke arah munculnya calon tunggal atau pemilihan dengan kotak kosong.

Artinya, menurut Mahkamah, membiarkan atau mempertahankan ambang batas minimal persentase presidential threshold sebagaimana diatur dalam Pasal 222 UU Pemilu berpeluang atau berpotensi terhalangnya pelaksanaan pemilihan presiden dan wakil presiden secara langsung oleh rakyat dengan menyediakan banyak pilihan pasangan calon presiden dan wakil presiden.

“Jika hal itu terjadi, makna hakiki dari Pasal 6A ayat (1) UUD NRI Tahun 1945 akan hilang atau setidak-tidaknya bergeser dari salah satu tujuan yang hendak dicapai dari perubahan konstitusi, yaitu menyempurnakan aturan dasar mengenai jaminan pelaksanaan kedaulatan rakyat serta memperluas partisipasi rakyat agar sesuai dengan perkembangan demokrasi,”  sebut Wakil Ketua MK Saldi Isra. (asr)

MK Hapus Aturan Presidential Threshold  20% Pencalonan Presiden dan Wakil Presiden 

ETIndonesia.  Mahkamah Konstitusi (MK) secara resmi menghapus aturan Presidential Threshold  20% atau ambang batas  dalam pencalonan Presiden dan Wakil Presiden di Pemilu Presiden. 

Hal demikian diputuskan terkait gugatan perkara atas Pasal 222 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (UU Pemilu).   Nomor perkara 62/PUU-XXII/2024 itu diajukan oleh empat mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga, yakni Enika Maya Oktavia, Rizki Maulana Syafei, Faisal Nasirul Haq, dan Tsalis Khoriul Fatna.

Berdasarkan isi pasal yang digugat, selama ini calon presiden dan calon wakil presiden di Pemilihan Umum harus diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilu dengan perolehan kursi paling sedikit 20 persen dari jumlah kursi DPR RI  atau 25 persen dari suara sah secara nasional pada pemilu DPR RI sebelumnya.

Keputusan ini dibacakan oleh Ketua MK Suhartoyo dengan didampingi oleh delapan hakim konstitusi lainnya di Gedung MK, Jakarta, Kamis (2/1/2025). 

“Menyatakan norma Pasal 222 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 182, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6109) bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat,” kata Ketua MK Suhartoyo membacakan putusan. 

Dikutip dari situs resmi MK, Presidential Threshold pengusulan pasangan calon presiden dan wakil presiden sebagaimana tercantum dalam Pasal 222 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (UU Pemilu) tak hanya dinilai bertentangan dengan hak politik dan kedaulatan rakyat, namun juga melanggar moralitas, rasionalitas, dan ketidakadilan yang intolerable serta nyata-nyata bertentangan dengan UUD NRI Tahun 1945. 

Hakim Saldi Isra menyatakan alasan inilah yang menjadi dasar bagi Mahkamah untuk bergeser dari pendirian dalam putusan-putusan sebelumnya terkait uji materi ambang batas pencalonan presiden.

“Pergeseran pendirian tersebut tidak hanya menyangkut besaran atau angka persentase ambang batas, tetapi yang jauh lebih mendasar adalah rezim ambang batas pengusulan pasangan calon presiden dan wakil presiden berapapun besaran atau angka persentasenya adalah bertentangan dengan Pasal 6A ayat (2) UUD NRI Tahun 1945,” ujar Wakil Ketua MK Saldi Isra saat membacakan pertimbangan hukum Perkara Nomor 62/PUU-XXII/2024. (asr)

Skandal Peracunan Mantan Pemimpin Suriah: Bashar al-Assad di Rusia dalam Bahaya

EtIndonesia. Berita mengejutkan terbaru mengungkapkan bahwa mantan pemimpin Suriah, Bashar al-Assad, yang tengah mencari suaka di Rusia, diduga mengalami peracunan. Kejadian ini terjadi di tengah upaya Suriah untuk melakukan perubahan signifikan tanpa kehadiran Assad.

Menurut laporan dari The Sun, sebuah media Inggris, Bashar al-Assad yang berusia 59 tahun tiba-tiba jatuh sakit pada hari Minggu lalu 29 Desember 2024 saat diasingkan di Rusia. Kondisi kesehatan Assad dilaporkan sangat memprihatinkan, ditandai dengan batuk berat, sesak napas, hingga kesulitan bernapas. Meskipun pemerintah Rusia belum memberikan konfirmasi resmi terkait insiden ini, kabar yang beredar menyebutkan bahwa hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya zat beracun dalam tubuh mantan pemimpin tersebut.

Sementara itu, di dalam negeri Suriah yang kini tanpa kehadiran Assad, pemerintah sedang berupaya melakukan transformasi menuju perubahan yang lebih demokratis. 

Berdasarkan laporan dari AFP, Menteri Informasi pemerintahan transisi Suriah, Mohamed al-Omar, menyatakan bahwa pihaknya tengah fokus memperkuat kebebasan pers dan berekspresi. Kebijakan ini merupakan perubahan drastis dibandingkan dengan masa pemerintahan rezim Assad yang sangat membatasi kedua aspek tersebut.

“Oleh karena itu, dalam periode mendatang, kami berkomitmen untuk membangun lingkungan media yang bebas, objektif, dan profesional. Kami tidak ingin lagi melanjutkan pola media yang hanya memuja citra pemerintah,” ujar Omar. Pernyataan ini mencerminkan tekad pemerintah transisi untuk menciptakan suasana yang lebih terbuka dan demokratis di Suriah.

Di bawah rezim Partai Baath yang dipimpin oleh klan Assad, hampir semua aspek kehidupan sehari-hari di Suriah dibatasi, termasuk kebebasan pers dan berekspresi. Media pada masa itu berfungsi sebagai alat propaganda penguasa. Organisasi Reporters Without Borders pernah menempatkan Suriah di posisi kedua terbawah dalam indeks kebebasan pers tahun 2024, hanya lebih baik dibandingkan Eritrea di Afrika Timur dan berada di bawah Afghanistan yang diperintah Taliban.

Kini, dengan pengawasan ketat dari personel bersenjata, warga Suriah di ibu kota Damaskus merayakan malam pergantian tahun pertama tanpa Assad. Momen ini dipenuhi dengan harapan dan optimisme untuk masa depan yang lebih baik. Warga menyampaikan aspirasi mereka akan tercapainya perdamaian, keamanan, dan kebebasan berpendapat.

“Kami ingin kembali pada masa di mana semua orang saling menghormati dan bersama-sama merayakan berbagai hari besar, baik itu Ramadan, Natal, maupun perayaan lainnya, tanpa batasan apa pun,” ujar salah seorang warga yang ikut merayakan pergantian tahun.

Perayaan ini menandai langkah awal Suriah menuju era baru yang lebih terbuka dan bebas dari kontrol represif yang telah lama diterapkan oleh rezim Assad. Masyarakat Suriah berharap bahwa transformasi ini akan membawa perubahan positif dan memperkuat fondasi negara menuju kestabilan dan kemakmuran.

Rusia Tolak “Rencana Perdamaian Ukraina”? Begini Analisis dari Dua Pemikir Besar AS dan Rusia

EtIndonsia. Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov baru-baru ini menegaskan bahwa Moskow tidak akan menerima rencana perdamaian yang melibatkan Ukraina bergabung dengan NATO. Lavrov menyebut gagasan tersebut sebagai sesuatu yang “sepenuhnya tidak dapat diterima.”

Dalam wawancara dengan media Rusia TASS pada 30 Desember, Lavrov mengacu pada laporan bahwa tim Donald Trump mengusulkan penundaan keanggotaan Ukraina di NATO selama 20 tahun, dengan Inggris dan pasukan penjaga perdamaian Eropa ditempatkan di Ukraina. Lavrov menyatakan: “Kami tidak senang dengan ini.”

Lavrov menegaskan bahwa Rusia membutuhkan kesepakatan yang mengikat secara hukum untuk mengatasi akar konflik. Bahkan, menurut Lavrov, menunda keanggotaan Ukraina di NATO selama 20 tahun tidak memenuhi tuntutan Rusia.

Presiden Rusia Vladimir Putin juga mengkritik proposal tersebut dalam konferensi pers akhir tahun. Dia menyebut bahwa dari perspektif sejarah, penundaan 10 atau 20 tahun hanyalah “sekejap mata.”

Menurut laporan, Keith Kellogg, utusan khusus Trump untuk Ukraina, mengusulkan menggunakan ancaman penghentian bantuan militer sebagai cara untuk memaksa Ukraina kembali ke meja perundingan. Rencana tersebut mencakup Ukraina meninggalkan ambisi bergabung dengan NATO, sebagai imbalan atas jaminan keamanan dari pasukan penjaga perdamaian Eropa.

Dalam wawancara dengan Time pada 12 Desember, Trump mengkritik pendekatan yang melibatkan penembakan rudal ke wilayah Rusia hingga ratusan mil, menyebutnya sebagai tindakan yang “gila” dan “tidak masuk akal.” Dia menambahkan bahwa jumlah korban jiwa dari perang ini “sangat mengejutkan” dan menekankan bahwa prioritas utama harus menghentikan kematian lebih lanjut. 

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy tampaknya mulai melunak. Setelah bertemu Trump dan Presiden Prancis Emmanuel Macron, Zelenskyy mengungkapkan keinginan untuk gencatan senjata. Dalam wawancara dengan Sky News, dia menyatakan kesediaannya untuk menggunakan diplomasi guna merebut kembali wilayah Ukraina, selama wilayah tersebut berada di bawah perlindungan NATO.

Timothy Ash, seorang peneliti dari Chatham House, menilai bahwa sikap Zelenskyy menunjukkan “konsesi besar” dalam isu teritorial. Namun, Ash menambahkan bahwa Rusia tidak memiliki kemampuan untuk mempertahankan perang jangka panjang, sehingga mencari kesepakatan mungkin menjadi pilihan realistis bagi Moskow.

Dua Pemikir Besar Menganalisis Konflik Rusia-Ukraina

John Mearsheimer, profesor dari Universitas Chicago, dan Alexander Dugin, pemikir politik Rusia yang dianggap sebagai “penasihat utama” Putin, baru-baru ini berdiskusi mengenai konflik ini.

John Mearsheimer: Tantangan Penyelesaian Konflik

Mearsheimer menegaskan bahwa Trump ingin mengakhiri perang Ukraina dengan cepat, tetapi dia meragukan bahwa itu mungkin dilakukan. 

“Putin telah menetapkan dua syarat untuk perdamaian,” katanya.

  1. Ukraina tidak akan pernah bergabung dengan NATO, baik secara hukum maupun de facto, dan akan menjadi negara netral sejati.
  2. Barat dan Ukraina harus mengakui bahwa Krimea, bersama dengan empat wilayah Ukraina yang dicaplok Rusia, adalah bagian permanen dari Rusia.

Mearsheimer menambahkan bahwa sulit membayangkan Amerika Serikat, bahkan di bawah Trump, menerima syarat-syarat tersebut. Dia juga pesimistis Ukraina akan bersedia menerima kesepakatan itu.

Alexander Dugin: Ancaman Eksistensial bagi Rusia

Dugin menyatakan bahwa keanggotaan Ukraina di NATO adalah ancaman eksistensial bagi Rusia. 

“Bagi kami, ini bukan hanya soal geopolitik, tetapi soal kelangsungan hidup. Jika sesuatu mengancam keberadaan kami, kami mungkin memilih untuk menghancurkan segalanya, termasuk kehidupan di Bumi,” tegas Dugin.

Dia memperingatkan bahwa keterlibatan senjata nuklir dapat membawa konsekuensi besar, tidak hanya bagi Rusia dan Ukraina tetapi juga bagi seluruh dunia.

“Putin sudah menegaskan sebelumnya bahwa dunia tanpa Rusia adalah sesuatu yang tidak dapat diterimam,” ujarnya.

Perang Rusia-Ukraina tetap menjadi konflik yang sulit diselesaikan, terutama karena perbedaan fundamental dalam tuntutan kedua belah pihak. Dengan Rusia yang menolak keras keanggotaan Ukraina di NATO dan Ukraina yang terus memperjuangkan kedaulatannya, solusi diplomatik tampaknya masih jauh dari jangkauan.

Sementara itu, posisi Amerika Serikat dalam konflik ini semakin kuat, tidak hanya karena minimnya kerugian langsung tetapi juga karena keuntungan ekonomi dari penjualan senjata. Namun, apakah usulan perdamaian Trump mampu menjembatani perbedaan ini, masih menjadi pertanyaan besar.

Ancaman Eksistensial dan Konsekuensi Nuklir

“Anda dapat menyebut kami agresor, imperialis, atau apa pun, tetapi bagi kami, Ukraina menjadi anggota NATO adalah ancaman eksistensial,” kata Dugin. Ia juga menyoroti pentingnya konsep “pertarungan sampai mati” dalam konflik ini.

“Jika sebuah kekuatan nuklir seperti Rusia menganggap suatu hal sebagai ancaman eksistensial, maka konsekuensinya tidak hanya berarti kematian Rusia atau Ukraina. Dalam konteks senjata nuklir, ‘kematian’ juga bisa berarti kehancuran Eropa Barat atau Amerika Serikat. Ini adalah ‘kematian’ yang mencakup semua umat manusia,” ujar Dugin.

Dugin mengutip pernyataan Putin beberapa tahun lalu, yang menyatakan bahwa dunia tanpa Rusia adalah sesuatu yang tidak dapat diterima. Pernyataan ini mencerminkan filosofi bahwa jika keberadaan Rusia terancam, mereka mungkin memilih untuk menghancurkan segalanya, termasuk umat manusia.

Menurut Dugin, ancaman eksistensial berarti bahwa jika keberadaan suatu negara atau bangsa dipertaruhkan, negara tersebut mungkin akan mengambil langkah ekstrem untuk memastikan kelangsungan hidupnya. Dalam kasus Rusia, yang memiliki senjata nuklir dengan kemampuan menghancurkan umat manusia, risiko ini menjadi sangat besar.

“Kehidupan manusia, Bumi, bahkan alam semesta bisa menjadi taruhannya,” kata Dugin. “Namun, pada akhirnya, memastikan kelangsungan hidup sendiri adalah prioritas.”

Pandangan ini menggambarkan kompleksitas konflik Rusia-Ukraina yang melibatkan dinamika geopolitik, ideologi, dan ancaman global yang lebih besar. Dengan syarat-syarat yang sulit diterima oleh pihak Barat dan Ukraina, serta risiko eskalasi yang melibatkan senjata nuklir, resolusi damai tampaknya masih jauh dari jangkauan. (jhn/yn)

2 Resolusi Sederhana untuk Tahun 2025 yang Fantastis

Emma Suttie, D.Ac, AP

Dengan datangnya tahun baru, daripada bingung tentang apa yang harus lebih banyak dilakukan di tahun 2025, kita mungkin bisa memperbaiki hidup kita dengan melakukan lebih sedikit. Anda bisa mempertimbangkan dua resolusi sederhana untuk menjadikan 2025 lebih santai.

1. Kurangi Aktivitas, Tingkatkan Kehadiran

Kebanyakan dari kita berada dalam keadaan terus-menerus sibuk, hampir seperti dikejar-kejar untuk melakukan sesuatu. Saya sendiri begitu. Hari-hari saya dipenuhi dengan daftar tugas yang tampaknya tak ada habisnya.

Semua ini tidak mengejutkan, mengingat kita hidup dalam budaya yang mengutamakan ambisi, pencapaian, dan produktivitas tanpa henti. Namun, terus-menerus berusaha keras memiliki dampak buruk. Selain melelahkan secara mental, bahkan mengikis kesejahteraan kita secara keseluruhan, memengaruhi kesehatan mental, menyebabkan burnout, serta meningkatkan risiko penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan memperpendek usia harapan hidup.

Jepang bahkan membawa pencapaian ke tingkat ekstrem dengan budaya kerja yang begitu keras sehingga orang-orang secara teratur meninggal dunia akibat bekerja terlalu keras. Kematian akibat kerja berlebihan ini memiliki istilah khusus—karoshi. Jepang telah menghadapi masalah warganya yang bekerja berlebihan sejak tahun 1980-an, dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa pada tahun 2021, karoshi menyebabkan sekitar 750.000 kematian di seluruh dunia.

Penawar untuk semua kesibukan ini adalah lebih sedikit “melakukan” dan lebih banyak “Kehadiran.” Para ahli mengatakan kita perlu melambat, menarik napas dalam-dalam, dan merasa nyaman untuk tidak melakukan apa-apa.

Ketika kita terus-menerus teralihkan oleh apa yang harus dilakukan, kita tidak meluangkan waktu untuk duduk diam, beristirahat, atau sendirian dengan pikiran kita. Kita jarang menyadari momen saat ini dan menghabiskan hari-hari dengan tergesa-gesa dari satu aktivitas ke aktivitas berikutnya.

Di tahun 2025, mari berkomitmen untuk merawat diri kita sendiri. Mari pastikan kita beristirahat dan mengisi energi, mengevaluasi aktivitas mana yang benar-benar perlu dilakukan, dan berkata “tidak” pada komitmen yang tidak ada dalam daftar tersebut.

2. Lebih Sedikit Fokus Eksternal, Lebih Banyak Fokus Internal

Dalam pola yang sama, “melakukan” yang berlebihan berfokus pada pencapaian di dunia luar. Penekanan budaya kita pada validasi eksternal mengorbankan pertumbuhan internal, kesadaran diri, dan kecerdasan emosional.

Penelitian menunjukkan bahwa mengejar benda fisik dikaitkan dengan kesejahteraan pribadi yang lebih rendah, kepuasan hidup yang menurun, peningkatan depresi dan kecemasan, serta berkurangnya rasa tujuan hidup.

Namun, film, acara televisi, dan budaya populer kita mengajarkan bahwa kebahagiaan dan kepuasan berasal dari meraih ketenaran dan kekayaan. Kita dibanjiri dengan pesan yang menyarankan kita untuk memperoleh lebih banyak barang, pengalaman, dan pujian agar merasa layak dan puas.

Meluangkan lebih banyak waktu untuk mengembangkan dunia batin kita dapat membantu kita mengatasi fokus eksternal dan menemukan rasa damai yang lebih mendalam. Jika Anda tidak yakin membutuhkannya, tanyakan pada diri Anda, “Kapan terakhir kali saya hanya duduk sejenak tanpa mengambil ponsel?”

Kita telah begitu tidak terbiasa untuk sendirian dengan diri kita sendiri sehingga prospek ini terasa menakutkan. Fokus ke dalam mungkin membutuhkan kita untuk mendetoksifikasi diri dari rangsangan eksternal yang terus-menerus. Dengan latihan, kita mungkin akan mendapatkan kebahagiaan dan kesehatan fisik maupun mental yang lebih baik.

Anda bisa memulai dengan meluangkan beberapa menit untuk duduk diam tanpa rangsangan eksternal. Pergilah berjalan-jalan sendirian, lihat ke luar jendela dan renungkan keindahan pemandangan, atau luangkan waktu untuk bermeditasi—ini adalah kesempatan untuk lebih mengenal diri Anda.

Penutup

Kekuatan eksternal terus-menerus bersaing untuk mendapatkan perhatian dan energi kita. Meskipun ada banyak hal yang terasa sebagai kewajiban untuk dilakukan, kemungkinan ada beberapa yang bisa kita lepaskan. Tahun ini, luangkan waktu untuk diri sendiri—perlahankan langkah, fokus ke dalam, dan meluangkan waktu untuk sekadar “berada”. 

Emma adalah seorang praktisi akupunktur dan telah banyak menulis tentang kesehatan untuk berbagai publikasi selama satu dekade terakhir. Dia sekarang menjadi reporter kesehatan untuk The Epoch Times, meliput pengobatan Timur, nutrisi, trauma, dan pengobatan gaya hidup.

Masyarakat Tiongkok Kirim Ucapan Selamat Tahun Baru kepada Pendiri Falun Gong

Praktisi disiplin spiritual dari Amerika Serikat, Selandia Baru, dan Jerman juga mengirimkan salam mereka

ETIndonesia. Saat dunia menyambut tahun baru, tradisi tradisional untuk berbagi ucapan selamat tetap bergema. Dari Eropa hingga Amerika Serikat, banyak orang mengirimkan salam kepada Mr. Li Hongzhi, pendiri praktik spiritual Falun Gong.

Bahkan di Tiongkok, di mana Partai Komunis Tiongkok (PKT) telah menindas dan mencemarkan kelompok spiritual ini selama 25 tahun, pesan-pesan dukungan terus bermunculan. Tahun ini, ucapan selamat dari warga  daratan Tiongkok yang bukan praktisi Falun Gong terus mengalir.

“Saya mengucapkan Selamat Tahun Baru kepada Mr. Li Hongzhi! Semoga Anda selalu sehat!” ujar Meng dari Anhui, sebuah provinsi di wilayah tengah Tiongkok, kepada The Epoch Times.

Ia menyampaikan kekagumannya terhadap “Sejati-Baik-Sabar,” prinsip-prinsip inti dari ajaran moral Falun Gong.

“Kami sejalan dengan gagasan ‘Sejati-Baik_Sabar.’ Ini tentang pengembangan diri,” kata Meng. Dengan menumbuhkan nilai-nilai ini dalam diri kita, “kita bisa meningkatkan jiwa kita sendiri dan menginspirasi orang-orang di sekitar kita,” tambahnya.

Meng juga menyebut PKT, yang telah secara brutal menargetkan individu-individu yang menganut prinsip-prinsip ini, sebagai “tirani yang jahat.”

Kampanye nasional PKT untuk memberantas Falun Gong dimulai pada tahun 1999. Diperkirakan jutaan orang  diseret ke penjara, pusat cuci otak, dan fasilitas penahanan lainnya, di mana para praktisi mengalami penyiksaan fisik dan mental untuk memaksa mereka mencabut keyakinan mereka. Banyak yang diduga telah dibunuh untuk diambil organnya.

Meskipun ada risiko penangkapan dan penahanan yang terus berlanjut, praktisi Falun Gong di seluruh Tiongkok telah menemukan cara untuk melawan kampanye politik yang menargetkan mereka. Upaya akar rumput seperti memasang poster dan meninggalkan selebaran di keranjang sepeda adalah satu sisi dari spektrum perlawanan, sementara membagikan perangkat lunak gratis untuk melewati firewall internet PKT adalah sisi lainnya.

Gao, seorang warga Provinsi Jiangsu di selatan Tiongkok, mengungkapkan rasa terima kasih kepada para praktisi ini, mengatakan bahwa mereka telah membuka pintu menuju informasi bebas sensor yang ia dambakan selama ini.

“Mereka membuat saya mengetahui dunia nyata, benar-benar mengubah perspektif saya,” kata Gao kepada The Epoch Times. “Wawasan yang saya dapatkan melalui upaya para praktisi Falun Gong sangat penting bagi kita semua … Tolong, lanjutkan upaya vital ini dan terus sebarkan kebenaran.”

Menjelang tahun baru, Gao menambahkan, “Saya berharap Mr. Li Hongzhi menjalani tahun yang penuh kebahagiaan! Falun Dafa itu luar biasa. Sejati-Baik-Sabar  itu luar biasa!”

New York

Praktisi Falun Gong di seluruh dunia juga mengirimkan ucapan selamat tahun baru kepada guru spiritual mereka sebagai ungkapan rasa terima kasih dan harapan hangat untuk tahun yang akan datang.

Salah satu di antaranya adalah Zhou Linlin, yang pindah ke New York dari Tiongkok delapan bulan lalu. Zhou, sebelumnya seorang direktur layanan pelanggan di sebuah perusahaan di Guangzhou, mulai mempraktikkan meditasi Falun Gong pada tahun 2004. Ia mengatakan bahwa penyakit ginekologi yang kerap menyebabkan rasa sakit di bagian perutnya sembuh setelah ia memulai latihan ini.

Zhou Linlin di New York. Shi Ping / The Epoch Times

Pada tahun 1999, tujuh tahun setelah praktik kuno ini diperkenalkan kepada publik, diperkirakan terdapat 70 juta hingga 100 juta orang di seluruh Tiongkok yang mempraktikkan Falun Gong—lebih banyak daripada jumlah anggota PKT saat itu. Melihat popularitas yang melonjak ini sebagai ancaman terhadap kendali Partai, pemimpin PKT saat itu, Jiang Zemin, memulai penindasan terhadap Falun Gong, yang berlanjut hingga hari ini.

Wu Jinyang, seorang pemudi berusia 23 tahun yang baru-baru ini pindah dari Tiongkok ke New York, menyeka air matanya dengan haru saat ia mengucapkan selamat tahun baru kepada gurunya—sesuatu yang dapat menyebabkan konsekuensi serius di tanah airnya.

Wu Jingyang di New York. Shi Ping / The Epoch Times

“Suasana di sini sangat berbeda dari di Tiongkok,” katanya kepada The Epoch Times, matanya kembali berkaca-kaca. “Di Tiongkok, saya tidak akan pernah memiliki kebebasan untuk mengungkapkan perasaan saya terhadap guru seperti ini. Saya sangat terharu dan berterima kasih.”

Jerman dan Selandia Baru

Ivaylo Gelov mengenal Falun Gong saat ia berusia 17 tahun. Dengan berupaya mematuhi prinsip moralnya dalam kehidupan sehari-hari, Gelov mengatakan hidupnya telah berubah.

Ivaylo Gelov di Berlin. Shi Hua/The Epoch Times

“Saya dulu memiliki temperamen buruk. Saya selalu bertengkar dengan orang lain, dan saya minum alkohol serta merokok,” ungkap pria berusia 37 tahun ini dalam sebuah wawancara baru-baru ini di Berlin. “Melalui pengembangan diri, saya berubah sedikit demi sedikit, menjadi versi yang lebih baik dari diri saya, dan keluarga saya senang dengan transformasi saya.”

“Dalam hati, saya sangat berterima kasih kepada Shifu,” kata Gelov tentang Mr. Li, menggunakan gelar penghormatan dalam budaya Tiongkok.

Xu Dan, yang tinggal di Selandia Baru, telah memperkenalkan praktik ini kepada suaminya setelah mulai mengikutinya empat tahun lalu.

Xu Dan di New Zealand. Gu Qingxiao/The Epoch Times

Ia menceritakan bagaimana keluarganya yang dulu disfungsional berubah menjadi keluarga yang penuh kasih setelah ia mulai mengikuti prinsip “Sejati-Baik-Sabar,” serta melepaskan rasa dendamnya terhadap suaminya dan ibu mertuanya.

Menurut Xu, ketika ia menjadi lebih sabar, mertuanya membalas dengan memperlakukannya seperti anak mereka sendiri, dan suaminya mampu mengatasi kecanduan taruhan olahraga, yang hampir membawa keluarganya ke jurang kehancuran. 

Shi Ping, Zhao Kai, Xiong Bin, Wang Yixiao, Irene Luo, dan Zhu Lan berkontribusi pada laporan ini.

Sumber : Theepochtimes.com 

Tesla Cybertruck Meledak di Luar Hotel Trump, Elon Musk : Penjahat Salah Memilih Kendaraan untuk Serangan Teroris

ETIndonesia. CEO Tesla, Elon Musk, mengatakan bahwa “orang-orang jahat” yang berada di balik ledakan Tesla Cybertruck di dekat hotel Presiden-terpilih Donald Trump di Las Vegas pada Rabu “memilih kendaraan yang salah” karena truk tersebut membatasi kerusakan yang terjadi.

Ledakan yang terjadi sekitar pukul 08.40 waktu setempat tersebut menyebabkan satu orang, yaitu pengemudi, tewas dan tujuh lainnya terluka, menurut pejabat. Polisi memuji desain Cybertruck yang mampu membatasi kerusakan akibat ledakan itu.

“Orang-orang jahat memilih kendaraan yang salah untuk serangan teroris. Cybertruck sebenarnya menahan ledakan dan mengarahkan ledakan ke atas. Bahkan pintu kaca lobi pun tidak pecah,” tulis Musk di X, sebuah platform media sosial yang dimilikinya, pada hari Rabu.

Sheriff Kevin McMahill dari Departemen Kepolisian Metropolitan Las Vegas mengatakan dalam konferensi pers pada hari Rabu bahwa bak kargo Cybertruck berisi tabung bahan bakar, kembang api mortir, dan tabung gas.

“Fakta bahwa ini adalah Cybertruck benar-benar membatasi kerusakan yang terjadi di dalam area valet karena sebagian besar ledakan diarahkan ke atas melalui truk dan keluar,” kata McMahill dalam konferensi pers tersebut.

Dia mengatakan rekaman video menunjukkan pintu kaca Trump Hotel “bahkan tidak pecah” setelah ledakan itu. Kendaraan tersebut, menurut rekaman dan polisi, diparkir di depan gedung Trump.

Dalam konferensi pers pada  Rabu, Jeremy Schwartz, agen khusus FBI sementara untuk Las Vegas, mengatakan bahwa biro penegakan hukum sedang menyelidiki apakah itu “adalah tindakan terorisme atau bukan.”

“Saya tahu semua orang tertarik dengan kata itu dan mencoba melihat apakah kita bisa mengatakan, ‘Hei, ini adalah serangan teroris,’” kata Schwartz. “Itu adalah tujuan kami, dan itulah yang sedang kami upayakan.”

Ledakan terjadi hanya beberapa jam setelah seorang pria menabrakkan kendaraannya ke kerumunan perayaan Tahun Baru di New Orleans, menewaskan sedikitnya 15 orang dan melukai puluhan lainnya. FBI mengatakan sedang menyelidiki insiden tersebut sebagai tindakan terorisme, mencatat bahwa tersangka, Shamsud-Din Jabbar, memasang bendera ISIS di pengait truk tersebut.

Presiden Joe Biden mengatakan pada Rabu malam bahwa pejabat sedang menyelidiki apakah insiden Las Vegas dan dugaan serangan teroris di New Orleans terkait.

“Seluruh tim senior Tesla sedang menyelidiki masalah ini sekarang,” tulis Musk di X segera setelah ledakan Cybertruck dilaporkan di Las Vegas.

Dalam unggahan berikutnya di X, Musk menulis bahwa “ledakan truk disebabkan oleh kembang api berukuran sangat besar dan/atau bom yang dibawa di bak Cybertruck yang disewa dan tidak ada hubungannya dengan kendaraan itu sendiri.”

“Semua data telemetri kendaraan positif pada saat ledakan,” tulisnya.

Tesla telah lama menggunakan telemetri untuk mengumpulkan data secara jarak jauh untuk kendaraan mereka, menurut situs webnya.

Ketika kendaraan itu diluncurkan beberapa tahun lalu, Musk menyebutkan bahwa kendaraan itu mampu bertahan dari tembakan peluru karena terbuat dari material paduan baja tahan karat yang sama dengan roket SpaceX.

Trump belum mengeluarkan tanggapan atas ledakan tersebut, yang menurut FBI sedang diselidiki sebagai kemungkinan insiden teroris. Putranya, Eric Trump, memberikan pernyataan tentang insiden itu.

“Lebih awal hari ini, kebakaran kendaraan listrik dilaporkan terjadi di porte cochère Trump Las Vegas,” kata Eric Trump dalam sebuah pernyataan di X. “Keselamatan dan kenyamanan tamu dan staf kami tetap menjadi prioritas utama.”

Sumber : Theepochtimes.com

Polisi Korea Selatan Larang Pejabat Jeju Air Keluar Negeri untuk Penyelidikan Kecelakaan Tragis

EtIndonesia. Untuk menyelidiki lebih lanjut kecelakaan tragis yang menewaskan 179 orang, polisi Korea Selatan pada Kamis (2 Januari) menggeledah kantor-kantor yang terkait dengan insiden tersebut dan memberlakukan larangan bepergian bagi pejabat tinggi Jeju Air.

Menurut laporan CBS News, tim investigasi Kepolisian Provinsi Jeolla Selatan yang menangani kecelakaan pesawat Jeju Air menyatakan telah melakukan penggeledahan dan penyitaan di kantor Jeju Air di Seoul dan di kantor terkait di Bandara Internasional Muan (Muan International Airport).

Polisi juga mengeluarkan larangan bepergian terhadap dua pejabat senior Jeju Air, termasuk CEO Kim E-bae. Dalam pernyataan kepada AFP, polisi menyatakan: “Tim investigasi akan menentukan penyebab dan tanggung jawab kecelakaan ini secara cepat dan tegas berdasarkan hukum yang berlaku.”

Kronologi Kecelakaan Tragis

Pada Minggu (29 Desember), penerbangan Jeju Air 7C2216, yang berangkat dari Bangkok, Thailand, mengalami pendaratan darurat di Bandara Internasional Muan. Pesawat mendarat dengan bagian perutnya, keluar dari landasan pacu, menabrak tembok pembatas bandara, dan akhirnya meledak dan terbakar. Dari 181 orang di dalam pesawat (175 penumpang dan 6 awak), hanya dua awak yang selamat.

Menurut Yonhap News Agency, polisi juga menggeledah kantor-kantor lain, termasuk kantor Otoritas Penerbangan Busan di Muan. Hingga saat ini, belum ada dakwaan yang diajukan terhadap siapa pun. Berdasarkan hukum Korea Selatan, kelalaian profesional yang menyebabkan kematian dapat dihukum hingga lima tahun penjara.

Akibat insiden ini, saham Jeju Air telah turun sekitar 13% minggu ini, dan ribuan penumpang membatalkan tiket mereka dengan maskapai penerbangan murah tersebut. Dewan direksi Jeju Air pada Kamis menyatakan akan bekerja sama dengan investigasi polisi dan berencana mengurangi jumlah penerbangan domestik mulai minggu depan.

Fokus penyelidikan saat ini adalah percakapan antara menara kontrol Bandara Muan dan pilot Jeju Air, terutama dalam enam menit terakhir penerbangan. Pada saat itu, pesawat melakukan beberapa kali percobaan pendaratan, mengirim sinyal darurat akibat kemungkinan bird strike, dan akhirnya mendarat dengan bagian perutnya di tengah-tengah satu-satunya landasan pacu bandara.

Selain itu, penyelidikan akan mencakup:

  • Kepatuhan Jeju Air terhadap peraturan penerbangan.
  • Pemeliharaan pesawat.
  • Desain dan kondisi landasan pacu bandara.

Tindakan Pemerintah Korea Selatan

Penjabat Presiden Korea Selatan Choi Sang-mok telah memerintahkan inspeksi menyeluruh terhadap sistem operasional penerbangan nasional. Termasuk dalam pemeriksaan tersebut adalah evaluasi khusus terhadap lebih dari 100 pesawat Boeing 737-800 yang dioperasikan maskapai penerbangan domestik.

Kecelakaan ini tidak hanya membawa duka mendalam bagi keluarga korban tetapi juga mengungkap celah dalam keselamatan penerbangan dan sistem pengawasan operasional maskapai di Korea Selatan. Hasil investigasi diharapkan dapat mencegah terulangnya tragedi serupa di masa depan. (jhn/yn)

“Mercure Surabaya Grand Mirama Rayakan Malam Tahun Baru dengan Pesta Petualangan yang Spektakuler”

Surabaya – Malam pergantian tahun ini, Mercure Surabaya Grand Mirama menyuguhkan pengalaman perayaan yang tak terlupakan dengan tema “Mirama: Welcome to the New Year’s Eve Jungle Party”. Dalam suasana yang penuh keceriaan dan kejutan, hotel ini berhasil membawa tamu-tamu mereka dalam petualangan seru yang meriah untuk menyambut Tahun Baru 2025.

Pesta Tahun Baru ini dimulai dengan semangat luar biasa, dimeriahkan oleh penampilan spektakuler dari DJ Retha Lauw, SBS Squad Dance dan Amused Band yang menghibur para tamu dengan irama musik yang energik dan suasana yang penuh keceriaan. Tidak hanya itu, berbagai permainan interaktif dengan hadiah menarik turut menyemarakkan acara. Para peserta juga berkesempatan memenangkan Grand Prize yang luar biasa, yang menjadi puncak kemeriahan malam tersebut.

“Sungguh luar biasa melihat para tamu menikmati setiap detik perayaan malam ini. Kami bangga bisa memberikan pengalaman yang tak hanya meriah, tetapi juga penuh dengan kenangan berharga. Pesta Tahun Baru di Mercure Surabaya Grand Mirama kali ini tidak hanya tentang perayaan, tetapi juga tentang kebersamaan dalam suasana petualangan yang penuh kejutan. Selamat Tahun Baru 2025 dan mari kita hadapi tahun depan dengan penuh semangat dan petualangan baru bersama-sama!” ujar SugitoAdhi, Cluster General Manager Mercure Surabaya Grand Mirama & Grand Mercure Malang Mirama.

Para tamu yang telah memilih paket eksklusif 2 hari 1 Malam menikmati berbagai fasilitas spesial, mulai dari 2 tiket Gala Dinner hingga berbagai aktivitas seru untuk anak-anak. Paket menginap ini memberikan kenyamanan termasuk layanan check-out yang fleksibel hingga pukul 1 siang keesokan harinya. Tidak ketinggalan, para tamu yang datang hanya untuk Gala Dinner juga dapat merasakan kemeriahan pesta ini dan menikmati beragam kejutan sepanjang malam.

Dengan semua elemen yang berpadu sempurna, Mercure Surabaya Grand Mirama berhasil menciptakan malam yang penuh kebahagiaan dan kenangan. Sebagai penutup, SugitoAdhi menambahkan dalam menyambut tahun baru 2025, Mercure Surabaya Grand Mirama siap untuk terus menghadirkan hal-hal baru yang lebih menarik, salah satunya dengan peningkatan fasilitas kamar yang lebih modern dan nyaman untuk menyambut para tamu di tahun depan. Ia juga berharap dapat terus memberikan pengalaman terbaik bagi para tamu. 

5 Wabah Norovirus Dilaporkan Menginfeksi Ratusan Orang di Sejumlah Kapal Pesiar dalam Sebulan Terakhir

Gejala utama termasuk diare, muntah, dan kram perut, menurut lembaga tersebut.

ETIndonesia. Ratusan orang di kapal pesiar mengalami penyakit perut dalam sebulan terakhir dalam lima insiden terpisah, menurut pembaruan yang diberikan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC).

Kelima wabah tersebut melibatkan Queen Mary 2 dari Cunard Line dalam dua insiden terpisah, Rotterdam dari Holland America Line, Ruby Princess dari Princess Cruises, dan Zuiderdam dari Holland America Line, menurut laporan CDC pada 31 Desember 2024. 

Dalam lima wabah yang dilaporkan pada Desember ke CDC, 781 penumpang dan 109 awak kapal jatuh sakit hingga 31 Desember. Norovirus, virus menular yang menyebabkan penyakit perut dengan gejala seperti muntah dan diare, menjadi penyebab dari kelima wabah tersebut.

Gejala utama pada semua wabah termasuk diare dan muntah, menurut CDC. Kram perut juga dilaporkan dalam kedua wabah di Queen Mary 2.

CDC melaporkan bahwa pada tahun 2024, terdapat 16 wabah penyakit perut di kapal pesiar. Dari jumlah tersebut, 13 wabah disebabkan oleh norovirus, sementara E.coli dan salmonella masing-masing dilaporkan dalam satu kasus. Penyebab satu wabah lainnya ditandai sebagai “tidak diketahui” oleh CDC.

Pada tahun 2023, CDC mengonfirmasi 14 wabah di kapal pesiar, dan semua kecuali satu disebabkan oleh norovirus. Satu wabah lainnya disebabkan oleh salmonella.

CDC menyatakan bahwa mereka memposting rincian tentang wabah di kapal pesiar yang melibatkan pelabuhan AS dan asing atau  setidaknya 3 persen penumpang dan awak menunjukkan gejala penyakit gastrointestinal, atau “wabah lain yang signifikan secara kesehatan masyarakat.”

“Norovirus sering menjadi penyebab wabah [gastrointestinal] di kapal pesiar, tetapi kami tidak selalu mengetahui penyebab wabah saat memulai penyelidikan,” kata lembaga tersebut. “Menemukan agen penyebab wabah (causative agent) dapat memakan waktu.”

Secara keseluruhan, kasus norovirus di AS meningkat dalam beberapa hari terakhir, menurut pejabat federal. Data terbaru yang diterbitkan CDC menunjukkan bahwa ada 91 wabah virus tersebut pada pekan yang berakhir 5 Desember.

Data dari beberapa tahun terakhir menunjukkan maksimum 65 wabah yang dilaporkan pada pekan pertama Desember.

Ada sekitar 2.500 wabah norovirus yang dilaporkan setiap tahun di Amerika Serikat. Wabah ini dapat terjadi sepanjang tahun tetapi paling umum dari November hingga April.

Norovirus menyebabkan rata-rata 900 kematian dan 109.000 rawat inap setiap tahun di AS, sebagian besar di antara orang dewasa berusia 65 tahun ke atas, kata pejabat kesehatan AS. Virus ini juga menyebabkan 465.000 kunjungan ke ruang gawat darurat, sebagian besar melibatkan anak-anak.

Jika ada strain baru virus ini, jumlah kasus norovirus dapat meningkat hingga lebih dari 50 persen, kata lembaga tersebut. Wabah norovirus sering terjadi di fasilitas kesehatan, fasilitas perawatan jangka panjang, restoran, pusat penitipan anak, sekolah, dan kapal pesiar.

Mengenai hubungan antara wabah norovirus dan kapal pesiar, CDC menyatakan bahwa lebih dari 90 persen “wabah penyakit diare di kapal pesiar” disebabkan oleh virus ini.

“Wabah ini sering mendapatkan perhatian media, itulah sebabnya beberapa orang menyebut norovirus sebagai ‘virus kapal pesiar,’” kata halaman lain di situs web CDC.

Namun, wabah norovirus di kapal pesiar hanya mencakup “persentase kecil (1 persen) dari semua wabah norovirus yang dilaporkan,” kata lembaga tersebut. “Norovirus bisa  sulit dikendalikan di kapal pesiar karena ruang kehidupan yang sempit, area makan bersama, dan pergantian penumpang yang cepat.”

Pejabat kesehatan mengatakan bahwa gejala norovirus termasuk muntah, diare, dan mual. Virus ini juga mudah menyebar melalui makanan atau permukaan yang terkontaminasi atau melalui kontak dekat.

Gejala virus ini umumnya dimulai 12 hingga 48 jam setelah terpapar, menurut Mayo Clinic. Gejala seperti muntah dan diare cenderung berlangsung satu hingga tiga hari.

Meskipun sebagian besar orang pulih tanpa perawatan, beberapa orang—seperti orang dewasa yang lebih tua atau anak-anak kecil—perlu mencari perhatian medis karena dehidrasi akibat muntah dan diare, kata laporan tersebut.

Associated Press turut berkontribusi pada laporan ini.

Sumber : Theepochtimes.com 

Survei Gallup : Warga Amerika Serikat Berharap Trump Akan Menyelesaikan Masalah Imigrasi, Ekonomi, dan Keamanan

Warga Amerika juga meragukan kemampuan presiden terpilih dalam meningkatkan sistem kesehatan atau menyatukan negara yang terpolarisasi

ETIndonesia. Sebuah survei terbaru dari Gallup menunjukkan bahwa masyarakat Amerika Serikat memiliki harapan besar terhadap kemampuan Presiden terpilih Donald Trump dalam menangani isu-isu nasional utama—terutama keamanan perbatasan, pertumbuhan ekonomi, dan keselamatan publik. Trump mendapatkan peringkat tertinggi di antara semua presiden terpilih sebelumnya dalam menangani isu pengendalian imigrasi ilegal dan pengurangan tingkat kejahatan.

Survei yang dilakukan secara nasional pada awal Desember 2024 mengungkapkan bahwa masyarakat berharap akan adanya tindakan tegas terhadap isu-isu penting seperti ekonomi, imigrasi, dan keamanan. Namun, terdapat keraguan mengenai kemampuan Trump untuk memperbaiki sistem kesehatan dan menyatukan bangsa yang terbelah.

Sebagian besar responden (68 persen) percaya Trump akan berhasil mengendalikan imigrasi ilegal, angka tertinggi dalam sejarah survei Gallup. Mayoritas kecil lainnya berharap ia mampu mengurangi pengangguran dan meningkatkan keamanan dari ancaman terorisme (masing-masing 60 persen), memperbaiki ekonomi (58 persen), menghindari perang (55 persen), dan menurunkan pajak (54 persen). Selain itu, 51 persen percaya Trump akan menurunkan tingkat kejahatan, sebuah rekor bagi presiden terpilih, termasuk Trump sendiri pada 2016.

Hanya sedikit responden yang yakin Trump akan berhasil memulihkan perpecahan politik (33 persen) atau meningkatkan kualitas lingkungan (35 persen). Namun, ada sedikit lebih banyak optimisme terhadap kemampuannya memperbaiki sistem kesehatan (40 persen) dan hubungan ras (41 persen). Lebih banyak harapan juga tercatat untuk kemampuannya meningkatkan pendidikan (43 persen), mengurangi defisit anggaran secara signifikan (45 persen), meningkatkan kondisi bagi minoritas dan orang miskin (46 persen), menurunkan harga (47 persen), dan memperbaiki cara kerja pemerintah federal (47 persen).

Pendapat publik terpecah rata mengenai apakah Trump akan mampu meningkatkan rasa hormat terhadap Amerika Serikat di kancah internasional.

Secara keseluruhan, meskipun ekspektasi terhadap masa jabatan kedua Trump terbagi, sedikit lebih banyak orang Amerika percaya bahwa Trump lebih mungkin memenuhi janji daripada mengecewakan.

Trump 1.0 versus Trump 2.0

Gallup juga mengukur ekspektasi masyarakat terhadap Trump selama masa transisi tahun 2016, dengan menanyakan 16 dari 17 isu yang dinilai dalam survei terbaru—kecuali pengurangan harga. Perbandingan ini mengungkapkan beberapa perubahan signifikan dalam opini publik.

Jauh lebih banyak orang Amerika Serikat saat ini (55 persen) percaya bahwa Trump akan menjaga negara tetap keluar dari perang, meningkat 17 poin persentase dibandingkan tahun 2016, ketika mayoritas (57 persen) meragukan kemampuannya dalam hal ini. Perubahan ini mungkin mencerminkan rekornya yang tidak memulai “perang baru” selama masa jabatan pertamanya, serta janji untuk segera mengakhiri konflik Rusia–Ukraina setelah dilantik untuk kedua kalinya pada 20 Januari.

Ekspektasi terhadap kemampuan Trump dalam mengendalikan imigrasi ilegal juga meningkat sembilan poin sejak 2016, sementara kepercayaan terhadap kemampuannya mengurangi kejahatan naik delapan poin. Demikian pula, ada peningkatan enam poin dalam optimisme terhadap Trump untuk memperbaiki hubungan ras, meskipun prediksi di area ini secara keseluruhan masih lebih negatif daripada positif.

Sebaliknya, kepercayaan publik terhadap kemampuan Trump dalam meningkatkan sistem kesehatan dan pendidikan menurun secara signifikan, masing-masing turun 12 dan 10 poin. Sementara mayoritas orang Amerika optimis tentang isu-isu ini pada 2016, kini justru sebaliknya. Selain itu, ekspektasi bahwa Trump akan memulihkan perpecahan politik turun enam poin ke angka rendah 33 persen.

Ekspektasi masyarakat Amerika terhadap sembilan area kebijakan lainnya yang diukur dalam kedua tahun relatif stabil.

Survei Gallup terkait pemerintahan Trump ini mengikuti survei tentang ekspektasi masyarakat Amerika untuk tahun 2025 secara umum.

Survei sebelumnya dari Gallup menemukan bahwa mayoritas responden mengharapkan perubahan positif di sejumlah area penting selama tahun pertama pemerintahan Trump, termasuk prospek pekerjaan yang lebih baik, inflasi pada tingkat yang wajar, dan Amerika Serikat menjadi lebih kuat. Namun, optimisme dalam area ini diimbangi dengan ekspektasi akan kesulitan ekonomi secara keseluruhan, konflik internasional, dan perselisihan politik domestik. (asr)

Sumber : Theepochtimes.com

Pertemuan Misterius di Sungai Patapsco: Makhluk Raksasa yang Disembunyikan Pemerintah

EtIndonesia. Pada pagi hari yang cerah, 9 Mei 1981, sekitar pukul 10.00, Ron Strickler sedang memancing dengan teknik fly fishing di anak sungai bagian selatan Sungai Patapsco, dekat Sykesville, Maryland. Suhu udara, sekitar 15–16°C, dan angin bertiup sepoi-sepoi. Lokasi memancingnya adalah tempat favoritnya, sebuah area sungai yang membentuk perairan dangkal sebelum mengalir ke kolam yang lebih besar.

Ketika berada di tepi selatan sungai, Strickler memperhatikan seekor anjing liar berkeliaran di antara rerumputan dan semak-semak di tepi utara, sekitar 45 meter dari tempatnya berdiri. Karena anjing itu tampaknya tidak akan mengganggu aktivitas memancingnya, Strickler tetap fokus pada pancingannya.

Namun, beberapa menit kemudian, dia mendengar suara anjing menggonggong keras, seperti memperingatkan sesuatu. Awalnya, dia mengira seekor rusa muncul di dekat semak-semak, tetapi yang dia lihat justru sosok berbulu hitam yang bergerak di balik semak-semak. Pemandangan itu membuatnya berhenti memancing dan mendekati perairan dangkal untuk melihat lebih jelas.

Ketika Strickler semakin mendekat, anjing yang tadinya menggonggong tiba-tiba berhenti, lalu menyalak keras sekali. Pada saat itu, makhluk berbulu hitam itu “berdiri” tegak. Tingginya diperkirakan lebih dari 2 meter, dengan rambut kusut berwarna gelap. Strickler hanya dapat melihat bagian tubuh makhluk itu dari dada ke atas, karena bagian bawah tubuhnya tertutup oleh semak-semak dan rerumputan.

Strickler tertegun, berdiri diam di tempat, menyaksikan makhluk itu perlahan berjalan menembus semak-semak menuju hutan. Makhluk itu meninggalkan suara aneh seperti “tik-tok” yang terdengar berulang. Strickler mencoba mengikuti makhluk tersebut, tetapi dia disambut oleh bau menyengat seperti aroma musang atau urin rubah. Meskipun dia berlari dengan cepat, makhluk itu bergerak lebih cepat dan menghilang di antara pepohonan.

Ketika kembali ke tepi sungai, Strickler melihat anjing liar tadi. Namun, kali ini, leher dan bagian belakang tubuh anjing itu dipenuhi bercak darah. Gerak-gerik anjing tersebut membuat Strickler merasa harus segera meninggalkan tempat itu.

Laporan kepada Pihak Berwenang

Strickler menghubungi polisi melalui telepon umum di luar sebuah bar terdekat, dan mereka sepakat untuk bertemu di lokasi kejadian. Ketika Strickler kembali ke tempat kejadian, polisi sudah menunggu. Setelah mendengar penjelasan Strickler, polisi memintanya segera kembali ke mobil dan meninggalkan lokasi. Mereka mengatakan situasinya mungkin berbahaya dan menolak menjawab lebih banyak pertanyaan dari Strickler.

Satu jam kemudian, Strickler memutuskan untuk kembali ke lokasi kejadian. Dia mendapati bahwa tempat tersebut sudah dipenuhi banyak orang dan kendaraan dari berbagai lembaga pemerintah. Seorang pria yang berdiri di pinggir jalan memberi tahu Strickler bahwa mereka telah menemukan beberapa “contoh rambut” di lokasi itu, tetapi menolak memberikan informasi lebih lanjut.

Misteri yang Disembunyikan

Sejak insiden itu, Strickler berulang kali mencoba mencari informasi dari pihak berwenang setempat, tetapi mereka selalu mengatakan tidak ada laporan terkait kejadian tersebut atau tidak ada informasi yang dapat diberikan. Seolah-olah seluruh peristiwa itu telah dihapus dan ditutupi.

Pengalaman Strickler di Sungai Patapsco menjadi salah satu kisah misteri yang penuh pertanyaan. Banyak yang berspekulasi bahwa makhluk itu mungkin adalah Bigfoot, tetapi tanpa bukti lebih lanjut, kebenaran insiden ini tetap tersembunyi di balik tabir misteri dan mungkin sengaja disembunyikan oleh pihak berwenang.(jhn/yn)