Menurut Sumber: Pesawat Azerbaijan Ditembak Jatuh oleh Sistem Pertahanan Udara Rusia

EtIndonesia. Pada hari Kamis (26 Desember), empat sumber yang mengetahui hasil awal penyelidikan kecelakaan udara Azerbaijan memberi tahu Reuters bahwa sistem pertahanan udara Rusia telah menghantam sebuah pesawat Azerbaijan Airlines, yang jatuh di Kazakhstan, mengakibatkan 38 orang tewas.

Penerbangan Azerbaijan Airlines J2-8243 jatuh pada hari Rabu dekat Kota Aktau, Kazakhstan, setelah pesawat tersebut berbelok dari wilayah selatan Rusia, sementara Moskow baru-baru ini menggunakan sistem pertahanan udara di daerah tersebut untuk melawan serangan drone Ukraina.

Pesawat penumpang yang diproduksi oleh Embraer ini terbang dari ibu kota Azerbaijan, Baku, menuju Grozny di wilayah Chechnya, Rusia selatan, sebelum berbelok ke timur dan terbang ratusan mil melintasi Laut Kaspia, jatuh di pantai timur Laut Kaspia.

Sebelumnya, otoritas penerbangan Rusia menyebutkan bahwa keadaan darurat mungkin disebabkan oleh tabrakan dengan burung.

Para pejabat tidak menjelaskan mengapa pesawat itu harus terbang melintasi Laut Kaspia, tetapi insiden jatuhnya pesawat terjadi setelah serangan drone Ukraina di Chechnya bulan ini. Bandara Rusia terdekat di rute penerbangan pesawat tersebut ditutup pada Rabu pagi.

Seorang sumber yang akrab dengan penyelidikan kecelakaan pesawat Azerbaijan memberi tahu Reuters bahwa hasil awal menunjukkan bahwa pesawat tersebut ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara “Pantsir-S” Rusia, dan komunikasi pesawat tersebut terputus karena sistem perang elektronik saat mendekati Grozny.

Sumber tersebut mengatakan: “Tidak ada yang mengklaim ini adalah tindakan sengaja, namun, mengingat fakta yang telah ditetapkan, Baku berharap pihak Rusia mengakui fakta bahwa pesawat Azerbaijan telah ditembak jatuh.”

Tiga sumber lainnya mengonfirmasi bahwa penyelidikan Azerbaijan mencapai kesimpulan awal yang sama.

Jaksa transportasi utama Kazakhstan, Timur Suleimenov di daerah tempat pesawat jatuh menyatakan bahwa penyelidikan mereka belum mencapai kesimpulan mengenai penyebab kecelakaan. Wakil Perdana Menteri Kazakhstan Qanat Bozymbaev menyatakan bahwa dia tidak dapat mengonfirmasi atau membantah klaim bahwa pesawat tersebut ditembak jatuh oleh angkatan bersenjata Rusia.

Sebelum laporan Reuters, pihak Kremlin telah ditanya tentang pandangan apakah pesawat itu ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara Rusia, dan Kremlin menyatakan bahwa penyelidikan sedang berlangsung dan tidak pantas untuk berkomentar sebelum kesimpulan dicapai.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan: “Menyampaikan asumsi sebelum kesimpulan dicapai adalah salah.”

Video lokasi kecelakaan yang dipublikasikan di media sosial dan telah dikonfirmasi oleh Reuters menunjukkan puing-puing di bagian belakang pesawat tampaknya mengalami kerusakan akibat pecahan peluru.

Perusahaan keselamatan penerbangan Osprey Flight Solutions mengeluarkan peringatan kepada maskapai pada hari Rabu, menyatakan bahwa video puing-puing dan kondisi di wilayah udara barat daya Rusia menunjukkan bahwa pesawat penumpang tersebut mungkin telah diserang oleh semacam tembakan pertahanan udara.

Dalam beberapa bulan terakhir, drone militer Ukraina telah beberapa kali menyerang wilayah selatan Rusia, dan Rusia telah mengaktifkan sistem pertahanan udaranya. Sejak invasi penuh Rusia ke negara tetangganya pada Februari 2022, Rusia dan Ukraina terus berada dalam keadaan perang.

Pada Rabu pagi, Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan bahwa mereka telah menembak jatuh 59 drone Ukraina di beberapa wilayah.

Dilaporkan bahwa beberapa drone tersebut ditembak jatuh di atas daerah yang berbatasan dengan Ukraina, termasuk Laut Azov. Karena aktivitas ini, operasi penerbangan di Bandara Kazan di Rusia dihentikan sementara.

Selain itu, peringatan menyatakan bahwa data pelacakan penerbangan ADS-B yang tersedia secara publik menunjukkan bahwa penerbangan Azerbaijan mengalami gangguan GPS saat terbang di atas barat daya Rusia.

Di Brussel, NATO menyerukan penyelidikan menyeluruh terhadap penyebab kecelakaan.

Juru bicara NATO Farah Dakhlallah menyatakan di X: “Kami menyampaikan belasungkawa kepada para korban dan keluarga penerbangan Azerbaijan Airlines J2-8243, dan berdoa untuk mereka.”

Juru bicara NATO Farah Dakhlallah mengatakan berharap korban luka segera pulih dan menyerukan penyelidikan penuh.

Ketua Senat Kazakhstan mengatakan pada Kamis pagi bahwa penyebab kecelakaan pesawat belum diketahui. (jhny/yn)

Diduga Jadi Sasaran Sistem Pertahanan Rusia, Analisa Menunjukkan Bagian Pesawat Azerbaijan Airlines yang Jatuh Terlihat Berlubang

ETIndonesia. Pesawat Azerbaijan Airlines jatuh pada Rabu (25/12/2024) di dekat Kota Aktau, Kazakhstan, menewaskan 38 orang. Dikabarkan badan pesawat menunjukkan adanya lubang yang menyerupai bekas tembakan, memunculkan dugaan bahwa pesawat tersebut tertembak jatuh. Pihak berwenang sedang menyelidiki penyebab insiden ini.

Situs pelacakan penerbangan global, Flight Radar, menunjukkan bahwa pesawat Embraer 190 buatan Brasil ini awalnya dijadwalkan terbang dari ibu kota Azerbaijan, Baku, menuju Grozny, Chechnya, Rusia. Namun, pesawat tersebut menyimpang dari rute normalnya, terbang di atas Laut Kaspia, kemudian berputar-putar di dekat Aktau sebelum jatuh.

Penyebab penyimpangan rute pesawat masih menjadi perdebatan.

Administrasi Transportasi Udara Federal Rusia (Rosaviatsia) menyebutkan bahwa informasi awal menunjukkan pilot mengubah arah ke Aktau setelah pesawat mengalami tabrakan dengan burung (bird strike), yang memaksa mereka untuk melakukan penanganan darurat.

Media Rusia melaporkan bahwa pesawat mengubah rute karena kabut tebal di Grozny. Ada juga spekulasi bahwa pesawat mungkin salah diidentifikasi oleh sistem pertahanan udara Rusia sebagai drone Ukraina dan ditembak jatuh.

Sementara itu, saluran Telegram Fighter Bomber, yang dikelola oleh Kapten Rusia Ilya Tumanov, memposting sebuah video yang menunjukkan adanya lubang yang menyerupai bekas pecahan peluru di badan pesawat. Beberapa orang berpendapat bahwa kerusakan ini lebih mirip dengan akibat dari tembakan atau ledakan daripada akibat tabrakan dengan burung.

Video yang beredar di internet menunjukkan pesawat jatuh dengan cepat sebelum menghantam daratan. Video lain memperlihatkan bagian badan pesawat terlepas dari sayap dan sisa struktur lainnya, dengan puing-puing pesawat terbalik di atas tanah. Warna dan nomor registrasi pesawat yang terlihat sesuai dengan pesawat yang mengalami kecelakaan.

Data pelacakan penerbangan dari FlightRadar24 menunjukkan bahwa pesawat ini tiba-tiba melakukan belokan tajam ke kanan saat mendekati Bandara Aktau, dengan ketinggian penerbangan yang berfluktuasi drastis beberapa menit sebelum insiden.

Dalam sebuah postingan online, FlightRadar24 menyebutkan bahwa pesawat tersebut mengalami “gangguan GPS yang kuat”, yang menyebabkan pesawat mengirimkan data ADS-B (Automatic Dependent Surveillance-Broadcast) yang salah. Data ini digunakan oleh situs pelacakan penerbangan untuk memantau penerbangan. Rusia sebelumnya dituduh mengganggu sinyal GPS di wilayah yang lebih luas.

Meskipun Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev mengatakan dalam konferensi pers bahwa masih terlalu dini untuk menentukan penyebab kecelakaan, Kantor Kejaksaan Azerbaijan segera mengumumkan penyelidikan pidana beberapa jam setelah insiden terjadi.

Pihak berwenang Kazakhstan juga menyatakan bahwa mereka telah membentuk komisi pemerintah untuk menyelidiki penyebab kecelakaan. Tim ini akan mengunjungi lokasi kejadian, memastikan dukungan diberikan kepada keluarga penumpang, dan bekerja sama dengan otoritas Azerbaijan dalam proses investigasi. (Hui)

Sumber : NTDTV.com 

Runtuhnya Assad Dapat Mengganggu Kepentingan Strategis Tiongkok, Rusia, dan Iran

Alexander Liao, Olivia Li dan Sean Tseng

Runtuhnya pemerintahan Bashar al-Assad di Suriah dapat mengguncang kemitraan antara Tiongkok, Rusia, dan Iran—sebuah koalisi lunak yang didorong oleh perlawanan bersama terhadap kekuatan Barat.

Pada awalnya, ketiga negara tersebut  menjadi pendukung utama rezim al-Assad. Melemahnya dukungan mereka secara signifikan berkontribusi pada runtuhnya kekuasaan Assad.

Rusia, tempat Assad berada dalam pengasingan,  menjadi pendukung utama dengan memberikan bantuan militer dan mengerahkan tentara bayaran untuk memperkuat rezim tersebut. Namun, lebih dari dua tahun perang di Ukraina telah membebani sumber daya Rusia. Meskipun Rusia masih memiliki pangkalan laut dan udara di Suriah, kemampuannya untuk membantu Assad menjadi terbatas.

Iran juga memainkan peran penting dengan memberikan bantuan finansial dan militer secara langsung. Namun, Iran terpukul keras oleh sanksi, dan proksi-proksinya dilemahkan oleh Israel, sehingga mengurangi kapasitasnya untuk membantu Suriah.

Proksi Iran seperti Hizbullah dan Hamas telah mengalami kerugian akibat tindakan Israel setelah Hamas melancarkan serangan teroris ke Israel pada Oktober tahun lalu. Pada bulan September, dugaan peledakan ribuan pager dan walkie-talkie yang digunakan oleh Hizbullah di Lebanon oleh Israel secara signifikan melemahkan kepercayaan pada kepemimpinan kelompok tersebut.

Tiongkok telah mendukung Assad dengan memveto resolusi-resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa yang menentang rezimnya serta menawarkan investasi dan bantuan, meskipun tidak ada laporan tentang bantuan militer langsung. Rezim Komunis Tiongkok secara historis bersikap oportunis dalam mendukung rezim-rezim anti-Barat. Ketika biaya strategis atau ekonomi menjadi terlalu tinggi, dukungan Beijing cenderung beralih.

Kekuatan yang saling berlawanan di dunia saat ini mencerminkan argumen mendiang Profesor Harvard Samuel Huntington, yang menulis “The Clash of Civilizations and the Remaking of World Order”, diterbitkan pada tahun 1996.

Sang cendekiawan memprediksi dua blok global utama: satu dipimpin oleh Amerika Serikat dan sekutu-sekutu Baratnya, dan yang lainnya oleh Tiongkok, didukung oleh Rusia serta beberapa negara Islam. Meskipun deskripsinya tentang konflik pasca-Perang Dingin tampak jauh dari kemungkinan ketika bukunya diterbitkan, lanskap geopolitik global saat ini selaras dengan visinya.

Masa depan Suriah masih belum pasti. Jika negara itu terjerumus menjadi negara gagal, ia bisa menyerupai Afghanistan pasca-2001 atau Yaman masa kini yang ditandai oleh anarki, konflik internal, dan ketiadaan pemerintahan pusat.

Skenario ini akan mengganggu kepentingan strategis Rusia, Iran, dan Tiongkok. Misalnya, Rusia telah memulai penarikan besar-besaran dari Suriah. Sementara itu, Iran melihat koridor daratnya ke Lebanon—jalur penting untuk pergerakan personel militer, senjata, dan sumber daya ke Hizbullah—terganggu.  Komunis Tiongkok juga mengalami kemunduran dalam pengaruh politiknya di Suriah, yang telah bergabung dengan Inisiatif Belt and Road Initiative Beijing pada tahun 2022, namun hingga kini belum ada satu pun proyek yang diumumkan.

Lanskap internasional bisa kembali berubah jika Donald Trump kembali ke Gedung Putih. Pemerintahannya mungkin akan segera berupaya mengakhiri konflik di Timur Tengah dan Ukraina. 

Mengakhiri perang Rusia-Ukraina juga akan mengakhiri “persahabatan tanpa batas” antara Tiongkok dan Rusia, yang mana secara drastis akan mengubah hubungan mereka. Pemerintahan AS yang lebih tegas bisa saja fokus untuk menghadapi rezim Tiongkok, yang mana dianggap sebagai rival utama. Langkah seperti itu akan memberikan pukulan berat bagi blok anti-Barat yang terdiri dari Tiongkok, Rusia, dan sekutu-sekutu mereka di Timur Tengah. (asr)

Ini adalah Pesawat Sipil Ketiga yang Ditembak Jatuh Selama Masa Jabatan Putin?


EtIndonesia.
Sebuah pesawat Embraer 190 milik Azerbaijan Airlines jatuh di dekat Kota Aktau, Kazakhstan, Rabu (25/12), menyebabkan setidaknya 38 orang tewas dan 29 orang terluka.

Saat kecelakaan terjadi, pesawat sedang terbang dari Baku, Azerbaijan menuju Grozny, Rusia, dan karena cuaca buruk di Grozny, pesawat mengalihkan jalur ke Aktau.

Menurut laporan media asing, pesawat tersebut lepas landas dari Baku pada pukul 6:50 waktu Moskow dan dijadwalkan tiba di Grozny pada pukul 8:20. Namun, pesawat mendadak berbalik sebelum mendekati Grozny dan jatuh di wilayah Kazakhstan setelah melintasi Laut Kaspia.

Sebelum jatuh, daerah Grozny mengeluarkan alarm serangan udara akibat serangan drone, dan sistem pertahanan udara Rusia sedang beroperasi.

Kesaksian dari para penyintas menunjukkan bahwa telah terjadi ledakan di udara. Salah satu penumpang, Zaur Mamedov, menyatakan: “Pada ledakan ketiga, saya merasa itu bukan berasal dari dalam kabin.”

Beberapa segmen lokasi kecelakaan menunjukkan bahwa ekor pesawat mengalami kerusakan khas akibat pecahan roket, termasuk fuselage yang tertembus dan rompi pelampung yang rusak oleh pecahan.

Kementerian Situasi Darurat Kazakhstan menyatakan bahwa pesawat membawa 69 orang, termasuk 64 penumpang dan 5 anggota kru, meskipun ada media yang menyebutkan ada 67 penumpang dan 5 anggota kru.

Dari para penyintas, 29 orang dibawa ke rumah sakit, di mana beberapa di antaranya mengalami cedera serius, termasuk 2 anak-anak. Para korban yang meninggal termasuk warga negara Azerbaijan, Rusia, Kazakhstan, dan Kyrgyzstan.

Setelah kecelakaan, Azerbaijan Airlines membatalkan semua penerbangan dari Baku ke Grozny dan dari Baku ke Makhachkala.

Kantor Kejaksaan Agung Azerbaijan telah memulai penyelidikan kriminal terkait kecelakaan ini dan bekerja sama dengan pihak berwenang Kazakhstan untuk menyelidiki penyebab kecelakaan.

Laporan awal menyebutkan kecelakaan disebabkan oleh tabrakan dengan burung yang mengakibatkan kegagalan mesin, tetapi semakin banyak bukti yang menunjukkan kemungkinan intervensi dari sistem pertahanan udara Rusia. Media Rusia dan saluran berita militer secara umum berspekulasi bahwa pesawat mungkin salah diidentifikasi oleh roket pertahanan udara Rusia sebagai target serangan drone.

Media Barat menyebutkan bahwa jika pesawat sipil benar-benar ditembak jatuh oleh Angkatan Pertahanan Udara Rusia, ini akan menjadi pesawat sipil ketiga yang ditembak jatuh selama masa jabatan Putin.Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev membatalkan kehadirannya dalam pertemuan CIS yang direncanakan dan melakukan percakapan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, di mana kedua pihak menyampaikan ucapan duka cita kepada keluarga korban. Rusia telah mengirim tim penyelamat darurat ke lokasi kecelakaan untuk membantu upaya penyelamatan dan penyelidikan.

Produsen pesawat Embraer mengatakan bahwa mereka sedang memantau perkembangan penyelidikan kecelakaan tersebut dan memberikan dukungan penuh kepada pihak terkait. Saat ini, para ahli penerbangan dari Azerbaijan, Kazakhstan, dan Rusia sedang bekerja sama untuk menyelidiki penyebab spesifik kecelakaan.(jhn/yn)

Akankah Rencana Stimulus Tiongkok Berikutnya Menghentikan Spiral Penurunan Ekonomi?

James Gorrie

Apakah Ekonomi Tiongkok  benar-Benar pulih?

Menurut Partai Komunis Tiongkok (PKT), ekonomi Tiongkok sebenarnya berjalan cukup baik dan terus membaik secara stabil.

Tapi, benarkah demikian?

Apakah Masa Kejayaan Telah Kembali?

Dalam pidatonya pada konferensi 11–12 Desember, Xi Jinping mengklaim bahwa “ekonomi stabil dan mengalami kemajuan, serta tujuan utama pembangunan ekonomi dan sosial … hampir berhasil dicapai.”

Bayangkan kelegaan yang mungkin dirasakan seluruh negeri setelah mendengar pemimpin PKT dengan penuh keyakinan menyatakan kesehatan ekonomi negara tersebut. Dari bunyinya, ekonomi tampak berada di jalur yang benar, jika tidak berada di ambang pintu, menuju pencapaian tujuan jangka panjangnya untuk menciptakan Tiongkok yang lebih besar, lebih dinamis secara ekonomi, adil, dan makmur bagi semua orang.

Namun, stimulus tambahan sedang dipersiapkan.

Apa yang sebenarnya terjadi?

Kata-Kata Xi Bertentangan dengan Realitas—dan Tindakannya

Apakah “tujuan utama pembangunan ekonomi dan sosial” benar-benar hampir tercapai?
Apakah “ekonomi yang stabil” benar-benar mendorong negara menuju tujuan besar tersebut, seperti yang diklaim Xi?

Jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan tersebut, tersimpul dalam satu kata, yakni  “Tidak.”

Faktanya, meskipun ada pernyataan resmi yang optimistis tentang kondisi ekonomi Tiongkok, kenyataannya tidak demikian. Selain itu, kata-kata Xi disambut dengan keraguan. Jika pasar Tiongkok menjadi indikator kepercayaan investor dan opini publik—dan memang demikian—rakyat Tiongkok tidak membeli sandiwara PKT, sebagaimana terlihat dari respons negatif pasar terhadap konferensi tersebut.

Apakah Tiongkok  Menuju Jalan yang Sama dengan Jepang?

Beberapa pengamat mencatat bahwa ekonomi Tiongkok menunjukkan kesamaan dengan Jepang di awal abad ke-21, dan mereka tidak salah. Perbandingan ini patut diperhatikan.

Sebagai contoh, masalah-masalah utama yang menyebabkan ekonomi Jepang mengalami dua dekade stagnasi dan kelesuan meliputi demografi yang menurun, beban utang publik yang tinggi, anjloknya harga aset (terutama di sektor real estat), ketergantungan pada permintaan luar negeri, dan deflasi.

Tiongkok menghadapi tantangan serupa, ditambah masalah lain seperti tingkat pengangguran yang tinggi, terutama di kalangan pekerja muda. Lebih jauh lagi, ekonomi Tiongkok memiliki kelemahan struktural secara signifikan setidaknya terhadap dua aspek.

Ketergantungan pada Investasi dan Permintaan Asing

Satu kelemahan adalah ketergantungan Tiongkok pada investasi asing dan permintaan luar negeri untuk pengembangan dan kelangsungan ekonominya. Tarif, sanksi, meningkatnya biaya tenaga kerja, dan pesaing dengan harga lebih rendah telah mengurangi dominasi Tiongkok sebagai produsen dunia, sementara permintaan domestik tetap sangat rendah.

Ketergantungan Kepada Sektor Real Estat

Kelemahan lainnya adalah ketergantungan berlebih pada sektor real estat, yang menyumbang hingga sepertiga dari PDB-nya selama beberapa dekade terakhir. Kelemahan struktural ini kini menimbulkan konsekuensi bencana, seperti utang publik yang tak terkendali hingga mencapai triliunan dolar, kelebihan pasokan bangunan yang tidak dihuni, dan nilai properti yang anjlok. Krisis deflasi real estat ini diperburuk oleh populasi yang menua dan menyusut, serta rendahnya kepercayaan  terhadap kemampuan atau kebijakan PKT untuk membalikkan keadaan ekonomi.

Masalah-masalah ini, ditambah dengan kurangnya kebebasan dan meningkatnya kontrol Partai atas ekonomi, adalah alasan mengapa ekonomi Tiongkok mengalami kesulitan untuk bertahan dan menghasilkan pertumbuhan serta stabilitas jangka panjang.

Mengandalkan Stimulus Berulang Kali

Tentu saja, PKT terus mengandalkan suntikan modal untuk menyelamatkan ekonomi Tiongkok. Bukan pertama kalinya otoritas Tiongkok menggunakan “tongkat ajaib stimulus” untuk menyuntikkan miliaran uang baru ke dalam ekonomi, menurunkan suku bunga, dan menerapkan langkah-langkah stimulus lainnya. Praktik ini telah berlangsung selama lebih dari satu dekade.

Namun, baik sejarah maupun situasi saat ini menunjukkan dengan jelas bahwa cara ini tidak akan berhasil. Stimulus, pada kenyataannya, jauh kurang efektif daripada yang diharapkan ketika digunakan secara berlebihan.

Ekonom  seperti Zhang Weiying memahami bahwa secara struktural, stimulus dan alat moneter lainnya tidak cukup untuk membalikkan keadaan. Diperlukan lebih banyak reformasi untuk mengoptimalkan potensi penuh ekonomi Tiongkok, khususnya konsumsi domestik, yang didorong oleh pendapatan dan kepercayaan konsumen. Sayangnya, keduanya saat ini sangat lemah. Menurut Zhang, “Membangun kepercayaan pelaku usaha terutama bergantung pada arah reformasi, bukan pada kekuatan stimulus kebijakan moneter.”

Kepercayaan Konsumen yang Tinggi Adalah Kunci Pertumbuhan dan Stabilitas

Dengan kata lain, agar ekonomi Tiongkok benar-benar tumbuh dan berhasil dalam jangka panjang, diperlukan reformasi ekonomi dan politik untuk meningkatkan kepercayaan konsumen. Kepercayaan konsumen yang lebih tinggi akan mendorong permintaan dan pengeluaran yang lebih besar, yang pada akhirnya meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Ini adalah prinsip dasar makro ekonomi.

Namun, seperti yang dicatat Zhang, untuk meningkatkan kepercayaan konsumen dalam jangka panjang, Partai harus melakukan perubahan mendasar pada ekonominya. Hal ini membutuhkan transformasi Tiongkok dari ekonomi komando yang didominasi Partai menjadi ekonomi dinamis yang berorientasi pada pertumbuhan, didorong oleh konsumsi domestik, inovasi, dan kelas menengah yang berkembang.

Seberapa Mungkin Hal Itu Terjadi?


Sebuah proposal baru-baru ini berjudul “Mempromosikan Ekonomi Swasta,” yang bertujuan untuk mendorong pertumbuhan bisnis di sektor swasta, menuntut agar perusahaan swasta “menjunjung tinggi kepemimpinan Partai Komunis Tiongkok, mematuhi sistem sosialisme dengan karakteristik Tiongkok, dan secara aktif berpartisipasi dalam membangun negara sosialis modern yang kuat.”

Lebih jauh lagi, perusahaan juga diwajibkan untuk “menerima pengawasan pemerintah dan sosial dalam melakukan produksi dan operasi.”

Dengan kata lain, proposal tersebut hanya mencakup kebijakan dan kontrol Partai yang sama seperti sebelumnya—kebijakan yang justru menyebabkan masalah sejak awal. Jelas, dalam hal reformasi, PKT hanya berbicara tanpa tindakan nyata. Ekonomi terencana Tiongkok akan tetap tidak berubah secara struktural.

Seperti lagu yang berbunyi, “Pemimpin baru, sama saja dengan pemimpin lama.”

Pandangan yang diungkapkan dalam artikel ini adalah opini penulis dan tidak mencerminkan pandangan The Epoch Times.

James R. Gorrie adalah penulis buku “The China Crisis” (Wiley, 2013) dan menulis di blognya, TheBananaRepublican.com. Ia tinggal di California Selatan.

Dia Koma Selama Tiga Minggu di Ruang Dimensi Lain…

EtIndonesia. Pada 2 Juli 1978, Brandlin W mengalami kecelakaan lalu lintas sepeda motor yang sangat serius pada usia 39 tahun, karena dia tidak mengenakan helm saat itu, yang mengakibatkannya cedera yang sangat parah. Jantungnya tidak berdetak selama beberapa menit saat dirawat di ruang gawat darurat, seolah-olah nyawanya hampir hilang.

Dari sudut pandang Brandlin, tidak tahu sudah berapa lama pasca kecelakaan itu, dia tiba-tiba menemukan dirinya berada di ladang yang penuh dengan bunga liar, dikelilingi oleh bukit-bukit yang bergelombang. Di sana, di mana-mana terlihat cahaya yang cerah, meskipun Brandlin tidak bisa menemukan dari mana cahaya yang menyilaukan itu berasal. 

Rasanya sangat menyenangkan berada di sana, membuatnya sangat bahagia, dan dia mulai berlari di ladang itu. Namun tiba-tiba, jalan di depannya terputus, itu adalah pagar yang terbuat dari kayu bulat, dengan dua baris kayu yang kokoh, di mana baris kayu di bawahnya setinggi setidaknya 5,4 meter dari permukaan tanah, menunjukkan bahwa pagar itu sangat tinggi, terus membentang di hadapan Brandlin dalam segala arah yang bisa dia saksikan.

Di ladang tempat Brandlin berada, bunga-bunga dan tanaman tersebut hanya setinggi 30 sentimeter, sementara pagar di depannya menjulang tinggi, tetapi itu tidak menghalanginya untuk maju, malah sebuah pikiran muncul di benaknya—saya harus melompati pagar itu

Tanpa bantuan orang lain atau alat, melompati rintangan yang tinggi terdengar sangat sulit, namun bagi Brandlin, itu tidak masalah, malah justru membuatnya sangat menikmati waktu yang dia habiskan untuk sampai di sana. Semua ini membuatnya merasa puas, riang, dan damai, lalu dia mulai berusaha untuk melewati halangan pagar itu dengan kekuatannya sendiri.

Saat Brandlin mulai bergerak, mendaki hingga sekitar setengah jalan, dia merasakan bahunya tersentuh sesuatu. Dia tidak merasa takut, langsung melihat ke arah sumbernya, dan melihat “Tuhan”. 

Dulu, Brandlin tidak memiliki keyakinan, keluarganya juga tidak pernah pergi ke gereja, tetapi di depannya bukan seperti manusia, juga bukan seperti makhluk spiritual yang biasanya dianggap sebagai malaikat, membuatnya teringat pada Tuhan, merasa seolah-olah dia sedang menatap Tuhan.

Saat itu, seberkas suara berkata padanya: “Kamu belum bisa datang.” 

Brandlin dibuat bingung dan bertanya: “Mengapa?” 

Dia ingin memanjat ke puncak untuk duduk di atasnya, ingin pergi ke sisi pagar yang lain untuk merasakan segala sesuatu di sana, merasa akan lebih baik daripada keindahan yang dirasakannya di ladang.

Brandlin melanjutkan: “Tolong biarkan saya ke sisi lain.”

Saat itu suara itu dengan tegas berkata: “Tidak, Brandlin, kamu harus kembali, masih banyak yang harus kamu lakukan.” 

Dalam detik berikutnya, Brandlin kembali ke tubuhnya di ruang gawat darurat, dan baru dia sadar bahwa dia telah koma selama tiga minggu penuh, dan sempat tidak memiliki detak jantung, dan secara ajaib kembali ke dunia ini. (jhn/yn)

Pendeta Dipaksa Minta Maaf Setelah Memberitahu Anak-Anak Bahwa Sinterklas Tidak Nyata

EtIndonesia. Seorang pendeta Inggris dituduh merusak suasana Natal untuk sekelompok siswa Kelas Enam dengan mengatakan bahwa Sinterklas tidak ada dan orangtua merekalah yang meletakkan hadiah di bawah pohon Natal.

Minggu lalu, Pendeta dr. Paul Chamberlain seharusnya berbicara tentang kelahiran Yesus di depan murid-murid Kelas Enam dari Lee-on-the-Solent Junior School di Hampshire, Inggris, tetapi entah bagaimana dia malah berbicara tentang keberadaan Sinterklas, sebuah topik yang belum siap dipahami oleh banyak anak.

Dia dengan santai mengatakan kepada seluruh kelas bahwa Sinterklas tidak nyata dan bahwa orangtua merekalah yang membelikan mereka hadiah dan memakan kue yang mereka tinggalkan untuk Sinterklas. Rupanya, semua ini mengejutkan banyak anak, yang mulai menangis dan kemudian memberi tahu orangtua mereka tentang pengalaman traumatis tersebut. Pendeta tersebut sejak saat itu dipaksa untuk meminta maaf kepada anak-anak, orangtua mereka, dan sekolah atas pengungkapannya.

“Kalian semua murid kelas enam, sekarang mari kita bersikap realistis, Sinterklas itu tidak nyata,” kata Chamberlain kepada kelas, yang sebagian besar berusia 10 dan 11 tahun.

“Setelah berbicara tentang kisah Kelahiran Yesus dari Alkitab, dia membuat beberapa komentar tentang keberadaan Sinterklas,” kata juru bicara Keuskupan Portsmouth kepada Mail Online. “Paul telah mengakui bahwa ini adalah kesalahan penilaian dan dia seharusnya tidak melakukannya. Dia meminta maaf tanpa syarat kepada sekolah, kepada orangtua dan anak-anak dan kepala sekolah segera menulis surat kepada semua orangtua untuk menjelaskan hal ini.”

Beberapa orangtua menggambarkan tindakan pendeta itu sebagai ‘salah’ atau ‘menjijikkan’, sementara yang lain mengatakan bahwa mereka harus “memaksa sebanyak mungkin sihir” pada musim liburan ini untuk membantu anak-anak mereka mengatasi trauma.

Kami akan mengatakan bahwa agak ironis bagi seorang pria religius untuk berbicara tentang keberadaan Sinterklas kepada anak-anak, mengingat bukti atau ketiadaan bukti dari keyakinan mereka sendiri…(yn)

Sumber: odditycentral

Nenek di Tiongkok, Petugas Kebersihan Rumah Sakit Mengadopsi 38 Bayi Terlantar

EtIndonesia. Seorang petugas kebersihan rumah sakit di Tiongkok yang mengadopsi 38 bayi terlantar selama satu dekade telah dinominasikan sebagai Model Moral Nasional.

Tang Caiying, 88 tahun, adalah seorang petugas kebersihan yang sudah pensiun dari sebuah rumah sakit di Xinyu, di Provinsi Jiangxi, Tiongkok tenggara, demikian dilaporkan oleh media daratan The Paper.

Antara tahun 1980-an dan 1990-an, dia mengadopsi lebih dari 30 anak.

Pada suatu hari di musim dingin tahun 1982, Tang yang berusia 46 tahun menemukan seorang bayi perempuan yang dibungkus mantel katun, ditelantarkan di samping rel kereta api dalam perjalanannya ke tempat kerja.

Karena tidak sanggup meninggalkan bayi itu di tengah angin yang dingin, dia membawa bayi yang menangis itu pulang, memberinya makan, dan membersihkannya.

Dia menamai bayi itu Fangfang, yang berarti “harum” seperti bunga yang sedang mekar.

Saat itu, Tang sudah menjadi ibu dari lima orang anak, yang termuda berusia 12 tahun.

Putri keduanya, Aiping, yang baru saja lulus dari sekolah menengah dan menganggur, tinggal di rumah untuk membantu merawat Fangfang.

Beberapa tahun kemudian, Tang menemukan bayi perempuan terlantar lainnya di rumah sakitnya dan menamainya Zhenzhen, yang berarti “hadiah yang berharga”.

Sejak saat itu, dia terus menyelamatkan bayi-bayi terlantar, dan akhirnya menerima 36 bayi lagi.

Sebagian besar dari mereka yang dia terima adalah bayi yang baru lahir, beberapa dibuang ke tempat sampah setelah kesulitan bernapas saat lahir, dan yang lainnya ditinggalkan di luar rumah sakit di musim dingin yang membekukan, tubuh mereka yang rapuh hampir tidak dapat bertahan hidup.

Tang mengatur agar bayi-bayi yang diselamatkan tersebut tinggal di kamar yang tidak terpakai di rumah sakit tempat dia bekerja. Dia menyediakan waktu setiap hari untuk memberi mereka makan dan memantau kesehatan mereka secara teratur.

Awalnya, suaminya tidak dapat mengerti, dengan alasan bahwa penghasilan mereka yang kecil dan hampir tidak cukup untuk anak-anak mereka sendiri, apalagi untuk anak-anak lainnya.

Namun, Tang tetap teguh pada tekadnya untuk menyelamatkan setiap nyawa yang ditemuinya.

Setelah pensiun, dia hidup dengan uang pensiun yang kecil dan memulung untuk membeli susu dan makanan bagi anak-anaknya.

Dengan perbedaan usia lebih dari 50 tahun, anak-anak angkat tersebut memanggil Tang dengan sebutan “Nenek”.

Beberapa anak bungsu dirawat di rumah oleh suami Tang dan anak-anaknya sendiri.

Seiring berjalannya waktu, suaminya mulai menyayangi anak-anak angkat tersebut, yang tahu bahwa “Kakek” mereka tegas tetapi selalu baik hati.

Seiring bertambahnya usia Tang dan energinya berkurang, dia mulai dengan hati-hati memilih keluarga angkat untuk anak-anak tersebut.

Anak-anak terakhir yang diadopsi Tang adalah anak laki-laki kembar. Dia menamai anak yang lebih tua Zhang Jiagang, sedangkan yang lebih muda diadopsi kemudian oleh pasangan guru.

Sekarang berusia 27 tahun, Zhang bekerja sebagai petugas pemadam kebakaran.

Pada bulan Januari, dia kembali ke rumah untuk merayakan ulang tahun Tang yang ke-88. Seperti anak-anak angkat Tang lainnya, dia mengunjunginya secara teratur dan mengirimkan sebagian gajinya untuknya.

“Jika bukan karena Nenek Tang, saya tidak tahu seperti apa hidup saya nantinya,” kata Zhang.

Pada tanggal 16 Desember, Tang yang berusia 88 tahun dinominasikan sebagai kandidat untuk Model Moral Nasional, penghargaan tertinggi untuk keunggulan moral yang diberikan kepada orang-orang biasa di Tiongkok.

Tanggal pengumuman untuk daftar akhir belum diungkapkan.

Putrinya, Aiping, mengatakan kepada The Paper: “Bagi ibu saya, melakukan perbuatan baik bukanlah tentang rasa moralitas. Itu hanya apa yang menurutnya harus dilakukannya. Itu adalah kebaikan naluriah.”

Kisah Tang telah menggerakkan banyak orang di media sosial daratan.

Seorang pengamat daring berkata: “Ini sangat menyentuh. ‘Nenek Tiongkok’ yang tidak mementingkan diri sendiri telah mengajarkan kita apa arti cinta sejati sebenarnya.” (yn)

Sumber: scmp

Rusia Luncurkan Serangan ke Infrastruktur Energi Ukraina pada Hari Natal

“Hari ini, Putin dengan sengaja memilih Hari Natal untuk melakukan serangan. Apa yang bisa lebih tidak manusiawi?” tulis Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di X.

ETIndonesia. Militer Rusia meluncurkan serangan rudal dan drone pada Hari Natal dengan target infrastruktur energi Ukraina.

Serangan terjadi di wilayah Kharkiv, Kursk, dan Dnipropetrovsk, sementara alarm serangan udara berbunyi di ibu kota Kyiv.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengutuk serangan Rusia terhadap jaringan listrik negaranya, menyebutnya sebagai tindakan “tidak manusiawi.”

“Setiap serangan besar-besaran Rusia membutuhkan waktu untuk persiapan. Itu tidak pernah menjadi keputusan spontan. Itu adalah pilihan yang disengaja—bukan hanya tentang target tetapi juga waktu dan tanggal,” tulis Zelenskyy di X.

“Hari ini, Putin dengan sengaja memilih Hari Natal untuk menyerang. Apa yang bisa lebih tidak manusiawi?”

Lebih dari 70 rudal balistik dan lainnya, ditambah lebih dari 100 drone, digunakan dalam serangan yang disebut Zelenskyy sebagai upaya Rusia untuk menciptakan pemadaman listrik di negaranya.

Ukraina berhasil menembak jatuh “lebih dari 50 rudal dan sejumlah besar drone,” tetapi beberapa serangan tetap mengenai target, kata Zelenskyy. Beberapa wilayah mengalami pemadaman listrik sementara para enginering berusaha memulihkan daya, tambahnya.

“Kejahatan Rusia tidak akan menghancurkan Ukraina dan tidak akan merusak perayaan Natal,” kata Zelenskyy.

Rusia telah meningkatkan serangan terhadap sektor energi Ukraina sejak musim semi tahun ini, merusak hampir setengah kapasitas pembangkit listrik dan menyebabkan pemadaman listrik yang berkepanjangan. Ini adalah bagian dari invasi Rusia ke Ukraina yang dimulai pada Februari 2022.

“Musuh kembali menyerang sektor energi secara besar-besaran,” tulis Menteri Energi Ukraina German Halushchenko di Facebook. “Operator sistem transmisi sedang mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk membatasi konsumsi guna meminimalkan dampak negatif pada sistem energi.”

Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha mengatakan dalam sebuah unggahan di X, “Sebuah rudal Rusia melintasi wilayah udara Moldova dan Rumania, mengingatkan bahwa Rusia tidak hanya mengancam Ukraina.”

Presiden Moldova Maia Sandu menulis di X: “Sementara negara kita merayakan Natal, Kremlin memilih kehancuran—menargetkan infrastruktur energi Ukraina dan melanggar wilayah udara Moldova dengan rudal, tindakan yang jelas melanggar hukum internasional.”

“Moldova mengutuk tindakan ini dan berdiri dalam solidaritas penuh dengan Ukraina,” kata Sandu.

Natal di Ukraina, di mana sebagian besar penduduknya beragama Kristen Ortodoks, dulunya dirayakan pada 7 Januari seperti halnya di Rusia. Namun, sejak 2023, tanggalnya diubah menjadi 25 Desember, sama seperti di negara-negara Barat.

Hingga 8 Desember, sebanyak 43.000 tentara Ukraina tewas dan 370.000 lainnya terluka, menurut pernyataan Zelenskyy pada awal Desember. Pentagon pada Oktober menyebutkan bahwa 600.000 tentara Rusia telah tewas dalam konflik tersebut.

Kementerian Pertahanan Rusia mengonfirmasi telah melakukan “serangan besar-besaran” terhadap fasilitas energi penting yang mendukung kerja “kompleks militer-industri” Kyiv.

“Tujuan serangan telah tercapai. Semua fasilitas telah terkena,” katanya dalam sebuah pernyataan.

Laporan ini juga menyertakan kontribusi dari Reuters.

Sumber : Theepochtimes.com

Menteri Luar Negeri Jepang Sampaikan Kekhawatiran atas Meningkatnya Aktivitas Militer  Tiongkok

Ketegangan antara Beijing dan Tokyo meningkat dalam beberapa tahun terakhir, didorong oleh isu-isu seperti larangan makanan laut oleh Tiongkok  dan penahanan seorang warga negara Jepang

ETIndonesia. Menteri Luar Negeri Jepang, Takeshi Iwaya, pada 25 Desember mengungkapkan kekhawatiran signifikan Tokyo, termasuk meningkatnya aktivitas militer Tiongkok di perairan yang disengketakan, selama kunjungannya ke Beijing untuk pertama kalinya sejak menjabat pada  Oktober.

Setelah pertemuan hampir tiga jam dengan mitranya dari Tiongkok, Iwaya mengatakan kepada wartawan bahwa ia memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan kekhawatiran Jepang terkait sejumlah isu, termasuk “situasi di Laut Tiongkok Timur” dan “eksploitasi sumber daya secara sepihak” oleh rezim Tiongkok.

Iwaya secara khusus meminta Beijing untuk menghapus pelampung yang baru-baru ini diidentifikasi otoritas Jepang di selatan Pulau Yonaguni, yang terletak dalam zona ekonomi eksklusif Jepang.

“Kami percaya [pelampung itu] dipasang oleh Tiongkok, dan kami telah meminta penghapusannya segera,” kata Iwaya kepada wartawan di Beijing.

Iwaya juga bertemu dengan Perdana Menteri Tiongkok, Li Qiang, pada  Rabu.

Kunjungan sehari terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara dua ekonomi terbesar di Asia, dipicu oleh isu-isu mulai dari larangan makanan laut Jepang oleh Beijing hingga perselisihan wilayah yang terus berlangsung. Tokyo mengajukan protes awal tahun ini ketika kapal induk Tiongkok memasuki perairan kontigu Jepang setelah pelanggaran wilayah udara oleh pesawat militer Tiongkok.

Dalam menghadapi meningkatnya agresi dari Tiongkok  yang berhaluan komunis, Jepang telah meningkatkan pengeluaran militernya dan memperkuat hubungan keamanan dengan Amerika Serikat dan sekutu regional lainnya.

Namun demikian, Iwaya tetap optimis, dengan mengatakan bahwa Tokyo dan Beijing telah sepakat untuk bekerja sama mengurangi kekhawatiran dan meningkatkan kerja sama.

Iwaya mengatakan kepada wartawan bahwa kedua pihak telah sepakat untuk mengadakan dialog keamanan “secepat mungkin tahun depan.” Selain itu, diplomat tertinggi Tiongkok, Wang Yi, akan mengunjungi Jepang tahun depan, menurut kementerian luar negeri Jepang.

Percakapan antara Iwaya dan Wang tidak menghasilkan pencabutan larangan makanan laut oleh Tiongkok secara langsung. Namun, kedua pihak sepakat untuk “secara bertahap melaksanakan” kesepakatan yang dicapai pada  September, menurut ringkasan pertemuan Jepang.

Menurut laporan dari kementerian luar negeri Tiongkok, Wang kembali menegaskan penolakan Beijing terhadap pembuangan air “terkontaminasi nuklir” oleh Jepang dari pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima Daiichi yang rusak, serta mendesak Jepang untuk mengizinkan Tiongkok mengambil sampel dan melakukan uji independen.

Larangan makanan laut Tiongkok yang diberlakukan pada Agustus 2023, mengikuti keputusan Jepang untuk membuang lebih dari satu juta ton air yang telah diolah ke Samudra Pasifik.
Pemerintah Jepang mengatakan air yang telah diolah tersebut aman, posisi yang didukung oleh badan pengawas atom Perserikatan Bangsa-Bangsa, Badan Energi Atom Internasional (IAEA). 

Dalam laporan Juli 2023 yang diserahkan kepada pemerintah Jepang, badan tersebut menyimpulkan bahwa air limbah yang telah diolah akan memiliki “dampak radiologi yang dapat diabaikan” pada manusia dan lingkungan. Setelah dukungan dari IAEA, Uni Eropa mencabut pembatasan impor makanan laut Jepang.

Dalam kesepakatan yang dicapai dengan Tiongkok pada  September, Jepang berkomitmen untuk memperluas langkah-langkah pemantauan internasional jangka panjang dalam kerangka kerja IAEA, memastikan semua negara pemangku kepentingan, termasuk Tiongkok, dapat melakukan pengambilan sampel independen dan perbandingan antar laboratorium.

Pertemuan pada 25 Desember juga membahas isu-isu sensitif lainnya dalam hubungan bilateral, seperti penahanan warga negara Jepang di Tiongkok. Iwaya menuntut pembebasan mereka lebih awal, menurut laporan yang dirilis oleh kementerian luar negeri Jepang. Ia juga mencatat bahwa kurangnya transparansi terkait “undang-undang anti-spionase” Beijing menimbulkan keraguan di kalangan warga Jepang untuk bepergian ke Tiongkok.

Di bawah undang-undang anti-spionase yang pertama kali diberlakukan pada tahun 2014, 17 warga negara Jepang telah ditahan di Tiongkok, dengan lima di antaranya masih ditahan hingga Agustus tahun ini, menurut Komite Urusan Luar Negeri DPR Jepang. Dalam sebuah kasus profil tinggi, seorang pria Jepang yang ditahan di Tiongkok sejak Juli 2019 dijatuhi hukuman 12 tahun atas tuduhan spionase tahun lalu, menurut kementerian luar negeri Jepang.

Menambah ketegangan adalah insiden di Tiongkok selatan di mana seorang anak laki-laki Jepang berusia 10 tahun tewas setelah ditusuk oleh orang asing dalam perjalanan ke sekolah pada 18 September tahun ini. Penusukan itu terjadi pada peringatan peristiwa tahun 1931 selama periode perang antara Jepang dan Tiongkok.

Insiden 918, yang merujuk pada 18 September 1931—di mana jalur kereta api milik Jepang meledak di kota Shenyang di Tiongkok utara—menandai dimulainya invasi Jepang ke Tiongkok, yang berlangsung hingga 1945, menjelang akhir Perang Dunia II.

Insiden penusukan ini juga menjadi serangan kedua terhadap warga negara Jepang di Tiongkok dalam waktu kurang dari tiga bulan. Sebagai tanggapan, kementerian luar negeri Jepang mendesak Beijing untuk mengambil tindakan segera terhadap “posting media sosial anti-Jepang yang tidak berdasar dan jahat.” (asr)

Dalam Pesan Natalnya, Paus Fransiskus Serukan Diakhirinya Perang di Ukraina dan Gaza

“Dalam merenungkan Palungan Betlehem, saya memikirkan komunitas Kristen di Palestina dan Israel, khususnya komunitas yang terkasih di Gaza,” katanya

ETIndonesia. Sri Paus Fransiskus I menyerukan diakhirinya konflik bersenjata dan kerusuhan sipil yang sedang berlangsung di Ukraina, Timur Tengah, dan tempat-tempat lain dalam pesan Natal tahunannya.

Bertajuk “Urbi Et Orbi” yang berarti “Kota dan Dunia,” Paus menyampaikan kepada semua orang bahwa pintu telah terbuka untuk berdamai kembali dengan Tuhan, mengakhiri perpecahan, mengampuni kesalahan, dan datang kepada Yesus, yang adalah “Raja Damai.”

“Pada Natal ini, di awal Tahun Yobel, saya mengajak setiap individu, semua bangsa, dan negara, untuk menemukan keberanian yang dibutuhkan untuk melewati Pintu itu, menjadi peziarah harapan, menghentikan suara senjata, dan mengatasi perpecahan,” katanya.

Sri Paus secara khusus meminta kepada audiens globalnya agar “suara senjata dihentikan di Ukraina yang dilanda perang” dan di Timur Tengah. Ia meminta “keberanian” yang diperlukan untuk memulai negosiasi perdamaian dan dialog antara Ukraina dan Rusia, pembebasan sandera yang masih ditahan di Gaza, serta pemberian bantuan kemanusiaan. Paus juga menyoroti komunitas Kristen di Suriah dan Lebanon.

Paus Fransiskus menyampaikan pesan dan berkat Urbi et Orbi kepada kota dan dunia dari balkon utama Basilika Santo Petrus sebagai bagian dari perayaan Natal, di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, pada 25 Desember 2024

“Dalam merenungkan Palungan Betlehem, saya memikirkan komunitas Kristen di Palestina dan Israel, khususnya komunitas yang terkasih di Gaza, di mana situasi kemanusiaan sangat parah,” katanya.

“Saya mengungkapkan kedekatan saya dengan komunitas Kristen di Lebanon, terutama di wilayah selatan, dan dengan mereka di Suriah pada masa yang sangat sulit ini,” tambahnya. “Semoga pintu dialog dan perdamaian dibuka lebar di seluruh wilayah yang dilanda konflik.”

Mengalihkan perhatian ke barat laut, Paus Fransiskus menyoroti pulau Siprus, yang telah terpecah selama 50 tahun oleh zona penyangga PBB antara populasi Turkiye dan Yunani.
“Saya berharap bahwa solusi yang disepakati bersama dapat ditemukan, solusi yang dapat mengakhiri perpecahan dengan menghormati hak dan martabat semua komunitas Siprus,” katanya.

Paus Fransiskus juga menyoroti  konflik yang sedang berlangsung di Myanmar, dengan berdoa agar “perayaan Natal membawa penghiburan” bagi mereka yang “dipaksa meninggalkan rumah mereka.”

Ia juga menyerukan “solusi yang efektif, dengan keadilan dan kebenaran, untuk mempromosikan harmoni sosial” di benua Amerika, khususnya menyebut Kolombia, Venezuela, Haiti, dan Nikaragua. Beliau juga berdoa untuk perdamaian dan bantuan bagi masyarakat di beberapa negara Afrika, termasuk Republik Demokratik Kongo, Burkina Faso, Mali, Niger, Mozambik, negara-negara di Tanduk Afrika, dan Sudan.

Sri Paus mengakhiri pesannya dengan meminta agar tahun mendatang menjadi “kesempatan untuk menghapus utang, terutama yang memberatkan negara-negara termiskin.”

“Kita semua dipanggil untuk mengampuni mereka yang bersalah kepada kita, karena Putra Alah, yang lahir di tengah kegelapan dan dinginnya malam, telah mengampuni dosa-dosa kita,” katanya. (asr)

Jenderal Rusia Tewas, Tingkat Korban Tentara Korea Utara Hampir 10%

ETIndonesia. Berikut adalah cuplikan serangan drone Ukraina terhadap kota Kazan di Rusia tengah. Dalam video tersebut, terlihat gedung-gedung tinggi di Kazan dilanda serangan drone, menyebabkan asap tebal dan kebakaran besar. Menurut otoritas setempat, delapan drone menyerang kota ini; enam diantaranya mengenai gedung tempat tinggal, satu menyerang fasilitas industri, dan satu lainnya ditembak jatuh ke sungai.

Jenderal Rusia Tewas

Perang Ukraina telah berlangsung selama tiga tahun. Bagi warga yang tinggal di Kazan dan Moskow, perang ini terasa jauh, hanya terlihat melalui berita dan ponsel mereka. Namun, minggu ini terjadi dua peristiwa yang dapat mengubah pandangan mereka. Salah satunya adalah pembunuhan seorang jenderal Rusia di Moskow oleh Ukraina.

Letnan Jenderal Igor Kirillov, yang bertanggung jawab atas senjata radiasi, biologi, dan kimia Rusia, tewas pada Selasa pekan lalu. Saat ia keluar dari apartemennya, bom yang dipasang Ukraina pada sebuah sepeda motor di dekatnya diledakkan dari jarak jauh. Ledakan tersebut sangat dahsyat hingga Kirillov langsung tewas di tempat.

Penduduk setempat mengatakan kepada BBC bahwa mereka awalnya mengira suara ledakan keras berasal dari lokasi konstruksi. Seorang mahasiswa lokal mengatakan kepada AFP bahwa ia terbangun karena suara tersebut dan mengira sesuatu jatuh di lokasi konstruksi.

Dinas Keamanan Ukraina (SBU) menyatakan bahwa Kirillov adalah target sah karena kejahatan perang yang dilakukannya. Ukraina menuduh Kirillov bertanggung jawab atas penggunaan senjata kimia secara masif oleh Rusia, lebih dari 4.000 kali. Pada Oktober tahun ini, Inggris memberlakukan sanksi terhadap Kirillov atas perannya dalam penggunaan senjata kimia, sementara pada Mei, Amerika Serikat menuduh Rusia menggunakan senjata kimia di Ukraina.

Serangan terarah terhadap jenderal ini tampaknya bertujuan untuk mengatasi penggunaan senjata kimia oleh Rusia di medan perang. Apa sebenarnya senjata kimia yang digunakan Rusia?

Penggunaan Kloropikrin oleh Rusia

Menurut laporan BBC, pejabat Departemen Luar Negeri AS menyatakan pada awal tahun bahwa Rusia menggunakan kloropikrin, sebuah agen kimia yang menyebabkan sesak napas, untuk memenangkan pertempuran.

Kloropikrin adalah gas sesak napas yang dapat menyebabkan iritasi serius pada kulit, mata, dan saluran pernapasan, serta menyebabkan cairan di paru-paru yang dapat berujung pada kematian. Pada Mei 2024, televisi nasional Rusia merilis sebuah video di platform Telegram yang menunjukkan penggunaan gas beracun oleh Rusia terhadap Ukraina. Dalam video tersebut, granat asap yang mengandung kloropikrin dilemparkan ke parit, menghasilkan asap tebal dan memaksa tentara untuk melarikan diri.

Tentara Rusia menyebut bahwa mereka menggunakan asap untuk memaksa lawan keluar. Media resmi Rusia melaporkan bahwa pasukan Brigade ke-88 menggunakan granat gas air mata “Bird Cherry,” yang mengandung kloropikrin. Gas ini dapat menyebabkan rasa sakit di mata, gangguan penglihatan, sesak napas, dan luka bakar pada kulit.

Rusia sering menyebarkan propaganda untuk mengalihkan perhatian dan menutupi pelanggarannya, termasuk menuduh Amerika Serikat dan Ukraina terlibat dalam aktivitas senjata kimia dan biologis. Namun, kenyataannya, justru Rusia yang menggunakan senjata kimia di medan perang.

Penggunaan kloropikrin oleh Rusia di Ukraina menandai pertama kalinya sejak Perang Dunia I bahwa gas ini digunakan dalam pertempuran. Ukraina melaporkan bahwa Rusia semakin sering menggunakan senjata kimia seiring dengan meningkatnya kesulitan mereka di medan perang. Menurut Reuters, granat yang digunakan Rusia mengandung zat kimia ini, dengan lebih dari 500 tentara Ukraina menerima perawatan akibat serangan tersebut, termasuk satu korban yang meninggal dunia karena sesak napas.

Dengan latar belakang ini, tidak sulit untuk memahami mengapa Ukraina merasa perlu untuk mengeliminasi Letnan Jenderal Kirillov, yang bertanggung jawab atas senjata kimia Rusia.

Tingkat Korban Prajurit Korea Utara Mencapai Hampir 10%

Salah satu fokus utama di medan perang Ukraina saat ini adalah keterlibatan tentara Korea Utara. Menurut laporan yang dirilis oleh badan intelijen Korea Selatan pada  Kamis, setidaknya ratusan prajurit Korea Utara telah tewas dalam perang ini, dengan lebih dari 1.000 orang terluka. Saat ini, Korea Utara telah mengirim sekitar 12.000 prajurit, dengan tingkat korban yang hampir mencapai 10%. Seorang pakar mengatakan kepada Newsweek bahwa tentara Korea Utara kini menjadi “umpan meriam” bagi Putin.

Dalam sebuah video, terlihat banyak tentara Korea Utara di rumah sakit Rusia, beberapa di antaranya berjalan terpincang-pincang. Tubuh mereka tampak kurus dan kecil.

Badan Keamanan Ukraina (SBU) dalam sebuah unggahan lain juga mempublikasikan bukti evaluasi, termasuk rekaman panggilan telepon yang disadap. Dalam rekaman, seorang perawat Rusia mengatakan, “Kemarin, ada kereta yang datang membawa sekitar 100 orang. Hari ini, ada tambahan 120 orang lagi, jadi totalnya sudah 200 orang.”

Rekaman video yang diambil oleh drone Ukraina menunjukkan tentara Korea Utara di garis depan bersalju di Kursk. Wajah-wajah mereka terlihat jelas dan tampak sangat muda. Dalam video lain, tentara Ukraina menemukan kartu identitas Rusia pada jenazah seorang prajurit Korea Utara. Kartu itu bertuliskan nama “Lee Dae-hyuk” dalam huruf Korea, tetapi dokumen tersebut diterbitkan atas nama Republik Tuva Rusia.

Selama seminggu terakhir, militer Ukraina telah merilis lebih banyak rekaman pertempuran yang menunjukkan tentara Korea Utara tewas di medan perang. Dalam salah satu video, terlihat bagaimana drone Ukraina memantau pergerakan tentara Korea Utara. Karena infanteri Korea Utara biasanya tidak dilengkapi dengan senjata berat seperti tank atau kendaraan lapis baja, mereka mudah terdeteksi di dataran terbuka. Ukraina kemudian menggunakan sistem HIMARS dengan peluru cluster untuk menghancurkan sejumlah besar prajurit Korea Utara dengan mudah.

Komando Pasukan Khusus Ukraina melaporkan pada  Selasa bahwa Brigade Khusus ke-8 mereka telah membunuh 50 tentara Korea Utara di wilayah Kursk dalam tiga hari, melukai 47 orang lainnya, serta menghancurkan dua kendaraan lapis baja, dua mobil, dan satu ATV.

Kim Jong-un telah memberikan bantuan besar kepada Rusia berupa senjata dan 12.000 tentara, dan sebagai gantinya, Korea Utara menerima imbalan besar, termasuk barang senilai miliaran dolar dari Rusia, seperti makanan, minyak, uang tunai, dan lainnya. Selama beberapa dekade terakhir, Korea Utara menghadapi larangan ekspor utama seperti batu bara, makanan laut, dan barang-barang tiruan karena pengembangan senjata nuklirnya. Bantuan ekonomi Rusia membantu meringankan kesulitan yang dialami Korea Utara saat ini.

Selain uang tunai, Korea Utara juga akan menerima dukungan persenjataan dari Rusia, terutama pesawat tempur. Korea Selatan saat ini memiliki kekuatan udara yang menakutkan, termasuk F-16 dan pesanan 65 jet tempur siluman F-35 dari Amerika Serikat. Sebaliknya, Korea Utara masih menggunakan pesawat tempur era Perang Dingin. Menurut laporan media Barat, Rusia kemungkinan akan memberikan pesawat tempur lama seperti Su-25 dan MiG-29 kepada Korea Utara untuk meningkatkan kemampuan angkatan udara mereka.

Kim Jong-un memang memiliki strategi yang cerdik. Jika tentara ini tetap di Korea Utara, mereka akan membutuhkan anggaran militer besar untuk memberi makan mereka. Namun, dengan “mengirim” mereka ke Rusia, Kim tidak hanya mengurangi beban domestik tetapi juga mendapatkan devisa dan pembaruan persenjataan.

Sayangnya, para prajurit Korea Utara ini menjadi korban. Jika tetap di Korea Utara, mereka juga akan menghadapi kelaparan dan penderitaan. Sekarang, mereka dikirim ke medan perang Ukraina, mengorbankan nyawa mereka hanya untuk membantu Kim Jong-un mendapatkan uang dan senjata baru. (Hui)

Jalan Kaki Satu Jam Setiap Hari Bisa Menambah Enam Jam Harapan Hidup Anda

EtIndonesia. Sebuah studi baru memberi kita semua motivasi ekstra untuk keluar rumah dan berolahraga: setiap hari Anda berhasil berjalan kaki selama satu jam, Anda bisa memperpanjang harapan hidup Anda enam jam lebih lama.

Itulah perkiraan manfaatnya jika Anda saat ini termasuk dalam 25 persen orang yang paling tidak aktif di AS, menurut data pelacak kebugaran yang diolah oleh tim yang dipimpin oleh para peneliti dari Griffith University di Australia.

Jika Anda termasuk dalam 25 persen teratas, berjalan kaki tambahan tidak terlalu bermanfaat – Anda telah menerima sebagian besar manfaat kesehatan dari olahraga – tetapi studi tersebut juga menyoroti dan mengukur beberapa manfaat utama dari kehidupan yang aktif.

“Jika semua individu sama aktifnya dengan 25 persen teratas populasi, orang Amerika yang berusia di atas 40 tahun bisa hidup rata-rata 5,3 tahun lebih lama,” tulis para peneliti dalam makalah yang mereka terbitkan.

“Peningkatan terbesar dalam harapan hidup per jam berjalan kaki terlihat pada individu dalam kuartil aktivitas terendah, di mana satu jam tambahan berjalan kaki dapat menambah harapan hidup 376,3 menit (sekitar 6,3 jam).”

Tim menganalisis data aktivitas yang dapat dikenakan dari Survei Pemeriksaan Kesehatan dan Gizi Nasional (NHANES) di AS, yang merekrut 5.000 relawan setahun. Dalam studi khusus ini, data dari 824 peserta dikecualikan karena mereka tidak mengenakan pelacak cukup lama.

Untuk menghitung bagaimana perubahan tingkat aktivitas dapat memengaruhi risiko kematian, para peneliti merujuk hasil NHANES terhadap model tabel kehidupan (di mana tingkat kematian dilacak pada titik usia tertentu) dan penelitian sebelumnya tentang olahraga dan rentang hidup.

Tim sangat ingin meningkatkan kesadaran tentang berapa banyak manfaat kesehatan yang didapat dari olahraga tambahan – dan bergerak maju di antara kuartil mungkin lebih dapat dicapai daripada yang Anda kira, bahkan dari yang terendah hingga tertinggi.

“Ini bukan prospek yang tidak masuk akal, karena 25 persen populasi sudah melakukannya,” kata Lennert Veerman, seorang profesor kesehatan masyarakat di Griffith University.

“Bisa berupa jenis olahraga apa pun [untuk mencapai kuartil teratas], tetapi kira-kira setara dengan kurang dari tiga jam berjalan kaki per hari.”

Menyarankan bahwa olahraga dapat memperpanjang umur bukanlah hal baru, tetapi mengukur dan menyederhanakan manfaatnya dapat menarik perhatian – entah itu lima menit sehari untuk mengurangi tekanan darah atau sembilan detik seminggu untuk menumbuhkan otot.

Sekarang ada target baru yang harus dituju: berjalan kaki satu jam ekstra sehari. Jika Anda merasa prospek itu terlalu menakutkan, ingatlah bahwa olahraga dalam jumlah berapa pun dapat membuat perbedaan bagi kesehatan dan kesejahteraan.

“Jika ada sesuatu yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi risiko kematian hingga setengahnya, aktivitas fisik sangatlah ampuh,” kata Veerman.

“Jika kita dapat meningkatkan investasi dalam mempromosikan aktivitas fisik dan menciptakan lingkungan hidup yang mendukungnya seperti lingkungan yang dapat dilalui dengan berjalan kaki atau bersepeda serta sistem transportasi umum yang nyaman dan terjangkau, kita tidak hanya dapat meningkatkan umur panjang tetapi juga mengurangi tekanan pada sistem kesehatan dan lingkungan kita.”

Penelitian ini telah dipublikasikan di British Journal of Sports Medicine. (yn)

Sumber: sciencealert