Seperti yang diketahui, dikatakan bahwa Musa, Nabi terpenting dalam Yudaisme atau agama Yahudi pernah mendapat tablet dari Tuhan yang bertuliskan Sepuluh Perintah, karena itu, banyak orang berpikir monument itu adalah anti-Kristus, dengan isi yang tidak sama sepenuhnya, artinya hanya Tuhan satu-satunya yang dapat menetapkan aturan seperti itu, bukan manusia.
Lithuania Usir Tiga Diplomat Tiongkok
Catherine Yang
Lithuania mengusir tiga staf perwakilan Tiongkok di negara tersebut pada 29 November 2024, dengan alasan pelanggaran hukum internasional dan hukum Lithuania.
Kementerian Luar Negeri Lithuania tidak memberikan rincian pelanggaran tersebut tetapi menyatakan bahwa ketiga staf yang tidak terakreditasi itu dinyatakan sebagai persona non grata karena perilaku yang tidak sesuai dengan Konvensi Wina tentang Hubungan Diplomatik serta prinsip dan praktik hukum internasional dan Lithuania.
Konvensi Wina tentang Hubungan Diplomatik merupakan dasar hubungan diplomatik internasional, termasuk kekebalan diplomatik, yang mana dapat dicabut oleh negara tuan rumah jika suatu negara tidak menarik personel yang dinyatakan sebagai persona non grata.
Kementerian tersebut menyatakan bahwa pihaknya telah mengusulkan solusi sementara kepada pihak China sesuai dengan Konvensi Misi Khusus 1969.
Lithuania sebelumnya terlibat perselisihan diplomatik dengan Beijing. Pada 2021, Lithuania mengizinkan Taiwan membuka kantor perwakilan di negara itu, yang memicu balasan dari pemerintah Tiongkok berupa pengusiran duta besar Lithuania dari Tiongkok dan penarikan duta besar Tiongkok dari Lithuania.
Lithuania sempat menyerukan dialog terbuka dengan Beijing sebelum menutup kedutaan besarnya pada Desember 2021 dan menarik stafnya dari Tiongkok. Beijing kemudian memberlakukan sanksi terhadap Lithuania dan memblokir ekspor dari negara tersebut pada Desember 2021 dan lagi pada 2022 ketika seorang pejabat Lithuania mengunjungi Taiwan.
Lithuania menjadi negara pertama yang keluar dari blok “17+1” yang melibatkan negara-negara Eropa Timur dan Tiongkok, serta menyerukan negara-negara tetangganya untuk melakukan hal yang sama.
Rezim Tiongkok mengklaim Taiwan sebagai wilayahnya, meskipun mereka tidak pernah memerintah pulau yang dikelola secara demokratis itu.
Kasus pengusiran diplomat Tiongkok dari negara-negara Barat jarang terjadi, tetapi kekhawatiran terhadap aktivitas spionase Tiongkok di luar negeri semakin meningkat, yang diduga terkait dengan konsulat Tiongkok.
Ketika mantan staf utama Gubernur New York Kathy Hochul ditangkap dan didakwa memata-matai untuk Beijing awal tahun ini, gubernur tersebut menyerukan pengusiran konsul jenderal Tiongkok di New York sebagai balasan. Konsulat Tiongkok kemudian menyatakan bahwa masa jabatan konsul jenderal tersebut telah berakhir, dan ia sudah meninggalkan posisinya saat permintaan tersebut disampaikan. Di Amerika Serikat, mata-mata dan ancaman yang didukung Partai Komunis Tiongkok dilaporkan telah “meluas dengan cepat” dalam beberapa tahun terakhir, menurut laporan kongres. Kasus yang dipublikasikan oleh penegak hukum umumnya melibatkan pencurian rahasia dagang, spionase ekonomi, represi lintas negara, dan penghalangan keadilan.
Associated Press dan Reuters berkontribusi pada laporan ini.
Banjir Besar Melanda Malaysia, 3 Orang Tewas dan Puluhan Ribu Dievakuasi
Pejabat setempat memperingatkan bahwa hujan lebat selama enam bulan ke depan mungkin menjadi yang terburuk dalam satu dekade terakhir
Katabella Roberts
Tiga orang tewas dan lebih dari 90.000 orang dievakuasi pada minggu ini setelah Malaysia dilanda hujan monsun lebih deras dari yang diperkirakan hingga menyebabkan terjadinya banjir parah di beberapa negara bagian.
Sekitar 94.778 orang berhasil dievakuasi ke 527 tempat penampungan sementara di sembilan negara bagian, menurut Pusat Komando Bencana Nasional Malaysia.
Negara bagian Kelantan di timur laut, yang berbatasan dengan Thailand, dan Terengganu yang berdekatan adalah wilayah paling parah yang terdampak, menurut pejabat setempat.
Tim SAR telah dikerahkan ke lokasi untuk membantu operasi penyelamatan di wilayah tersebut.
Rekaman video dan foto yang diunggah di media sosial menunjukkan sungai meluap dan orang-orang berjalan di jalanan yang terendam banjir, di mana kendaraan juga terendam. Rumah-rumah dan bangunan lainnya juga terendam banjir.
Banjir selama musim monsun antara Oktober dan Maret biasa terjadi di pantai timur Semenanjung Malaysia, bagian barat dari negara Asia Tenggara yang berpenduduk 34 juta jiwa. Namun, pejabat memperingatkan bahwa curah hujan kali ini mungkin menjadi yang terburuk dalam satu dekade terakhir. Pada tahun 2014, hampir seperempat juta orang terpaksa mengungsi dan 21 orang meninggal akibat curah hujan yang tak terduga yang berlangsung dari Desember hingga Januari.
Departemen Meteorologi Malaysia memperingatkan minggu ini bahwa akan ada antara lima hingga tujuh episode hujan lebat selama enam bulan ke depan.
Di tengah hujan lebat terbaru ini, pemerintah telah mengerahkan lebih dari 82.000 personel keamanan ke daerah rawan banjir di seluruh negeri sebagai langkah persiapan. Perahu penyelamat, kendaraan 4×4, dan helikopter juga telah dikerahkan, demikian disampaikan Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi minggu ini.
Peringatan Siaga Merah Dikeluarkan
Hamidi juga mengatakan bahwa pemerintah telah mengidentifikasi 8.481 pusat evakuasi sementara di seluruh negeri yang dapat menampung lebih dari 2 juta orang jika diperlukan.
“Mengingat tingkat keparahan situasi, semua pihak telah dikerahkan untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan para korban banjir,” katanya sebagaimana dilaporkan oleh kantor berita nasional Bernama.
Menurut Departemen Meteorologi Malaysia, hujan lebat—yang sudah berlangsung beberapa hari—diperkirakan akan terus terjadi di delapan negara bagian hingga Sabtu. Tingkat curah hujan yang berbahaya juga diperkirakan terjadi di seluruh negara bagian Terengganu serta beberapa distrik di Kelantan dan Pahang, di mana peringatan siaga merah telah dikeluarkan. Peringatan hujan terus-menerus dengan tingkat siaga berat juga dikeluarkan untuk beberapa negara bagian di Semenanjung Malaysia dan Sabah.
Pada Jumat, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan bahwa ia melarang anggota kabinetnya mengambil cuti di tengah bencana banjir yang semakin parah. Para pejabat diminta untuk tetap melaksanakan tugas mereka.
“Semua menteri telah diminta untuk melanjutkan tugas mereka dan turun ke lapangan sekarang,” kata Anwar kepada wartawan.
Hujan baru-baru ini juga berdampak pada beberapa provinsi di Thailand selatan, menurut Departemen Pencegahan dan Mitigasi Bencana Thailand, memengaruhi 136.219 rumah tangga.
Menurut kementerian dalam negeri Thailand, empat orang tewas akibat hujan tersebut.
Reuters dan The Associated Press berkontribusi dalam laporan ini
Sumber : The Epoch Times
Pemberontak Meluncurkan Serangan Besar di Suriah, Bentrok dengan Pasukan Pemerintahan Bashar al-Assad
Menurut seorang pejabat tinggi, pasukan Suriah yang didukung oleh pesawat militer Rusia menewaskan ratusan pemberontak bersenjata di Aleppo dan Idlib.
ETIndonesia. Pemberontak memasuki kota terbesar kedua di Suriah, Aleppo, pada 29 November dan terlibat bentrokan dengan pasukan pemerintah di bagian barat kota, menurut laporan pengamat perang Suriah dan petempur.
Warga melarikan diri dari lingkungan di pinggiran kota karena serangan misil dan tembakan, menurut saksi mata di Aleppo.
Diluncurkan dari Provinsi Idlib yang berbatasan dengan Suriah, serangan ini dipimpin oleh Hayat Tahrir al-Sham, yang dianggap sebagai kelompok teroris oleh Amerika Serikat, Rusia, dan Turkiye.
Namun, beberapa kelompok anti-Assad “moderat” yang juga berbasis di Idlib mendapat dukungan dari Ankara, yang mana memutuskan hubungan dengan pemerintah Suriah pada 2011.
Damaskus dan sekutunya—termasuk Rusia, Iran, dan Hizbullah—menganggap semua kelompok ini sebagai “teroris” dan sering bentrok dengan mereka di masa lalu.
Selama lima tahun terakhir, kelompok-kelompok ini sebagian besar terkonsentrasi di Idlib, di mana zona “de-eskalasi” didirikan pada 2019 berdasarkan kesepakatan antara Rusia, Turkiye, dan Iran.
Oleg Ignasyuk, seorang pejabat tinggi Rusia, mengatakan bahwa pasukan Suriah, bekerja sama dengan pesawat militer Rusia, telah menewaskan lebih dari 400 pemberontak yang menyerang posisi tentara Suriah di Idlib dan Aleppo.
“Angkatan Darat Suriah, didukung oleh Pasukan Dirgantara Rusia, sedang terlibat dalam pertempuran sengit,” kata Ignasyuk kepada kantor berita TASS Rusia pada 28 November.
“Unit-unit teroris mengalami kerugian besar dalam hal personel dan peralatan dalam 24 jam terakhir.”
Moskow mendesak Damaskus untuk “memulihkan ketertiban.”
“Kami mendukung pihak berwenang Suriah untuk memulihkan ketertiban di wilayah tersebut dan mengembalikan tatanan konstitusional sesegera mungkin,” kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada wartawan pada 29 November.
Ia menyebut serangan tersebut sebagai “pelanggaran terhadap kedaulatan Suriah.”
Sejak 2015, Rusia telah mempertahankan kehadiran militer besar di Suriah untuk mendukung pemerintahan Presiden Suriah Bashar al-Assad dari apa yang dianggap oleh kedua negara sebagai “teroris yang didukung asing.”
Menurut saksi mata yang dikutip oleh Reuters, jalan raya utama yang menghubungkan kota Aleppo ke Damaskus tetap ditutup akibat pertempuran tersebut.
Dalam sebuah pernyataan, tentara Suriah mengklaim telah menyebabkan “kerugian besar” pada pemberontak dengan bantuan Rusia dan pasukan “sekutu lainnya”—merujuk pada Iran dan Hizbullah.
Namun demikian, pada 29 November, kantor berita Anadolu Turkiye melaporkan bahwa pemberontak telah merebut puluhan desa di Idlib dan Aleppo.
Menurut Anadolu, pemberontak juga menewaskan tentara Suriah—tidak disebutkan jumlahnya—dan merebut kendaraan serta peralatan militer Suriah.
The Epoch Times tidak dapat memverifikasi laporan tersebut secara independen.
Pernyataan yang disampaikan oleh media Iran, Korps Pengawal Revolusi Iran, yang aktif di Suriah, mengonfirmasi bahwa salah satu penasihat militer seniornya tewas dalam pertempuran tersebut.
Menurut David Carden, wakil koordinator kemanusiaan regional PBB untuk Suriah, puluhan warga sipil juga tewas.
“Kami sangat prihatin dengan situasi yang berkembang di barat laut Suriah,” kata Carden kepada Reuters pada 29 November.
Ia menambahkan bahwa “serangan tanpa henti” selama tiga hari terakhir telah merenggut nyawa setidaknya 27 warga sipil, termasuk anak-anak.
Sementara itu, seorang juru bicara kementerian luar negeri Iran memperingatkan tentang apa yang disebutnya sebagai “reaktivasi” kelompok “teroris” di Suriah.
Dikutip oleh kantor berita IRNA Iran pada 29 November, ia mengatakan bahwa serangan tersebut merupakan “pelanggaran besar” terhadap kesepakatan tripartit 2019 yang mendirikan zona de-eskalasi Idlib.
Dalam 24 jam terakhir, muncul laporan yang belum terkonfirmasi di media bahwa Assad telah tiba di Moskow untuk berbicara secara mendesak dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Ketika ditanya tentang laporan tersebut, Peskov, juru bicara Kremlin, menolak berkomentar adanya pertemuan tersebut.
Reuters berkontribusi pada laporan ini.
Sumber : The Epoch Times
Sanksi Perdana Uni Eropa! Diduga Melibatkan Perusahaan dan Individu Tiongkok
Ragam berita hari ini tentang Uni Eropa memberlakukan sanksi perdana, diduga melibatkan perusahaan dan individu asal Tiongkok. Pengadilan memutuskan larangan memotong kawat berduri di perbatasan Texas. Perang Rusia-Ukraina memanas, Putin terbuka untuk dialog dengan Trump. Kapal Tiongkok diduga terlibat pemutusan kabel listrik, Swedia mendesak Beijing untuk bekerja sama dalam penyelidikan. Parlemen Inggris meloloskan mosi dukungan untuk Taiwan, sekaligus mengecam Partai Komunis Tiongkok.
【Pertama Kali! Uni Eropa Mungkin Jatuhkan Sanksi kepada Perusahaan dan Individu Tiongkok】
Menurut laporan EUobserver pada Selasa (26 November), sebuah rancangan daftar sanksi menunjukkan bahwa seorang pengusaha wanita Tiongkok dan empat perusahaan Tiongkok akan dikenai larangan visa total serta pembekuan aset oleh Uni Eropa.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa dalam konteks dampak geopolitik yang terus meluas dari perang Ukraina, ini adalah kali pertama Uni Eropa memasukkan entitas terkait PKT ke dalam daftar hitam sanksi yang ditujukan untuk Rusia.
Rancangan daftar menyebutkan bahwa seorang pengusaha wanita berusia 42 tahun tersebut diduga mengekspor teknologi Barat terlarang ke Rusia melalui Hong Kong. Sementara itu, empat perusahaan Tiongkok lainnya dituduh menyediakan komponen dan bagian untuk drone serangan jarak jauh bagi militer Rusia.
Selain itu, dua perusahaan Hong Kong juga akan masuk daftar hitam Uni Eropa. Salah satu perusahaan tersebut dituduh menghindari sanksi Uni Eropa, sementara yang lainnya diduga menjual “komponen mikroelektronik.”
Jika rancangan ini disetujui, individu dan perusahaan Tiongkok tersebut akan bergabung dengan lebih dari 2.300 individu dan entitas Rusia yang telah masuk daftar sanksi Uni Eropa sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022. Penerapan sanksi ini diharapkan dilakukan paling lambat sebelum Natal.
Sebelumnya laporan juga mencatat, perusahaan dan individu asal Tiongkok atau Hong Kong hanya masuk dalam daftar abu-abu Uni Eropa sebagai “pendukung Rusia.” Entitas dalam daftar ini dikenakan larangan akses terhadap teknologi dengan penggunaan ganda (sipil dan militer) serta pengawasan keuangan tambahan.
Ketegangan atas Insiden Kabel Bawah Laut
Sepuluh hari sebelumnya, dua kabel bawah laut di Laut Baltik dilaporkan sengaja diputus. Kapal militer Eropa mengepung sebuah kapal dagang Tiongkok bernama Yipeng 3, yang diduga terkait dengan pemutusan kabel tersebut. Investigasi sedang berlangsung dan laporan menyebutkan bahwa seorang awak kapal berkewarganegaraan Rusia turut berada di kapal tersebut. Insiden ini berpotensi memperburuk hubungan antara Beijing dan Eropa.
Pernyataan Perwakilan Tinggi Uni Eropa
Pada 12 November, Kaja Kallas, yang mana akan menjabat sebagai Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Kebijakan Luar Negeri, menyatakan dalam sidang Parlemen Eropa bahwa Partai Komunis Tiongkok saat ini lebih menyerupai pesaing dan rival bagi Uni Eropa. Ia juga menyoroti bahwa ketergantungan Uni Eropa kepada PKT dalam sektor-sektor strategis merupakan kelemahan besar.
Kallas menyebutkan dua masalah utama dalam hubungan Uni Eropa-PKT dalam beberapa tahun terakhir:
- Ketergantungan Eropa pada PKT di bidang-bidang strategis menjadi kelemahan besar bagi Uni Eropa.
- Dukungan PKT terhadap Rusia mempengaruhi jalannya perang Ukraina. Uni Eropa harus dengan tegas menunjukkan bahwa dukungan terhadap Rusia akan membawa konsekuensi berat.
Trump Memulai Perang Tarif, Perusahaan Ekspor Tiongkok Gelisah
Fokus ragam berita tentang Trump mengumumkan pada hari pertama menjabat di Gedung Putih ia langsung menaikkan tarif untuk produk dari Meksiko, Kanada, dan Tiongkok, CEO Goldman Sachs: Investor global kesulitan memindahkan uang keluar dari Tiongkok, AS menaikkan batas simpanan, pensiun harus dimulai sejak muda dan ideologi Wokeism tergerus! Walmart mencabut kebijakan DEI
Trump : Hari Pertama Menjabat Langsung Naikkan Tarif
Pada Senin 25 November, Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa di hari pertama masa jabatannya, ia akan memberlakukan tarif 25% pada semua produk dari Meksiko dan Kanada yang masuk ke Amerika Serikat. Selain itu, tarif tambahan 10% akan diterapkan pada semua produk Tiongkok yang sudah dikenai tarif sebelumnya.
Trump menegaskan, tujuan utama langkah ini adalah untuk menghentikan arus besar narkoba, terutama fentanyl, masuk ke AS, sekaligus menghentikan gelombang imigran ilegal yang “menyerbu” Amerika Serikat. Ia mengkritik tindakan Kanada dan Meksiko yang membuka perbatasan sebagai sesuatu yang ceroboh. Gelombang besar imigran ilegal masuk ke Meksiko dan Kanada telah meningkatkan kejahatan dan perdagangan narkoba. Sekarang, para imigran ilegal ini mencoba memasuki AS melalui perbatasan.
Menurut laporan The Wall Street Journal, General Manager perusahaan konsultasi Chicago Nepanoa, Alberto Villarreal, mengatakan bahwa langkah Trump memulai perang tarif bertujuan untuk memasukkan isu imigrasi, keamanan, dan narkoba ke dalam pembahasan yang biasanya hanya berkisar pada perdagangan, sekaligus memulai peninjauan ulang Perjanjian Amerika-Meksiko-Kanada (USMCA) yang sebelumnya telah disepakati.
Kepala Ekonom Natixis Amerika, Benito Berber, juga menyatakan bahwa jika Meksiko mampu menghentikan masuknya imigran ilegal dan narkoba fentanyl ke AS, serta mencegah penyelundupan barang Tiongkok melalui Meksiko ke AS, tarif tinggi dapat dihindari.
Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, pada Selasa menanggapi ancaman tarif dari Trump dengan mengatakan bahwa pemerintahnya telah menunjukkan kesediaannya untuk membantu AS memerangi fentanyl dan akan mengurangi jumlah imigran ilegal di perbatasan, serta mencegah karavan migran mencapai perbatasan Meksiko-AS. Ia juga menyatakan akan berbicara langsung dengan Trump.
Berita tentang kenaikan tarif pada produk Tiongkok langsung menghantam nilai tukar Yuan. Kurs Yuan di pasar onshore dan offshore langsung melemah. Meski Tiongkok mencoba bersikap keras, di dalam negeri, kekhawatiran sangat besar karena langkah ini tidak hanya akan semakin menekan ekspor yang sudah lemah, tetapi juga memberikan pukulan besar kepada sektor manufaktur yang sangat bergantung pada ekspor.
Selain itu, dampak kebijakan tarif tinggi pada industri otomotif sangat terlihat. Termasuk perusahaan otomotif AS seperti General Motors (GM) dan Ford, yang memiliki pabrik di Meksiko akan mengalami penurunan laba.
Menurut estimasi lembaga profesional, di bawah kebijakan tarif baru, keuntungan saham General Motors akan berkurang hingga 50%, sementara Ford akan turun 25%. Saham perusahaan ini juga langsung merosot pada hari Selasa, di mana saham GM sempat anjlok hingga 9%.
Sementara itu, National Retail Federation (NRF) AS menyatakan bahwa tarif tinggi akan memberikan dampak besar pada harga buah dan sayuran segar.
Wakil Presiden Senior NRF, David French, menjelaskan bahwa untuk setiap impor produk senilai 100 dolar AS, seperti alpukat, tomat, stroberi, dan cabai dari Meksiko, importir AS harus membayar tambahan 25% atau 25 dolar AS sebagai pajak. Biaya tambahan ini akhirnya akan dibebankan kepada konsumen AS.
Trump Menang Pemilu, Rencana Pembangunan Pabrik BYD Membuat Meksiko Serba Salah
Setelah Trump memulai perang tarif, rencana produsen mobil listrik asal Tiongkok, BYD, untuk membangun pabrik di Meksiko menghadirkan tantangan bagi pemerintah Meksiko.
Eksekutif BYD menyatakan bahwa perusahaan tersebut berencana menjalin kesepakatan dengan pejabat pemerintah negara bagian di Meksiko untuk membangun pabrik di bagian tengah atau utara negara tersebut. Namun demikian, rencana ini membuat Meksiko berada dalam posisi serba salah.
Meksiko saat ini merupakan pusat produksi mobil utama dan memberikan banyak lapangan kerja bagi negara tersebut. Namun, pejabat Meksiko khawatir bahwa memberikan izin kepada BYD untuk membangun pabrik dapat membuat Trump berpikir bahwa Meksiko memberikan “pintu belakang” bagi perusahaan Tiongkok untuk membanjiri pasar AS dengan produk mereka.
Meksiko menyatakan tidak berniat menjadi saluran barang buatan Tiongkok untuk memasuki Amerika Serikat dan menegaskan bahwa mereka t membuat kemajuan dalam menyelesaikan masalah imigrasi ilegal. Meksiko juga tidak ingin menyinggung AS dalam masalah ini.
Ketua Asosiasi Industri Otomotif Meksiko mengatakan bahwa investasi dari Tiongkok saat ini harus ditangani dengan hati-hati. Meksiko perlu membangun reputasi sebagai mitra yang dapat diandalkan di Amerika Utara.
Trump sebelumnya mengancam akan memberlakukan tarif sebesar 200% untuk mobil yang diproduksi perusahaan Tiongkok di Meksiko. Kekhawatiran Meksiko terhadap investasi dari Tiongkok menunjukkan bahwa terpilihnya Trump memaksa pemerintah dan perusahaan di seluruh dunia untuk mempertimbangkan kembali strategi mereka. Pejabat Kanada dilaporkan mencoba mengisolasi Meksiko untuk menjalin hubungan yang lebih erat dengan Trump.
BYD telah lama bercita-cita memasuki pasar AS, tetapi semua jalur untuk masuk sudah menghadapi hambatan. Setelah pemerintahan Biden memberlakukan tarif 100% untuk mobil listrik asal Tiongkok tahun ini, mengekspor mobil dari Tiongkok ke AS hampir tidak mungkin lagi.
Menghadapi meningkatnya sentimen anti-PKT di AS, pemerintah PKT harus menyusun strategi alternatif, salah satunya dengan membangun pabrik di Meksiko. BYD saat ini memiliki pabrik bus listrik di Lancaster, California, yang telah beroperasi selama 10 tahun dan merupakan produsen bus listrik terbesar di Amerika Utara, dengan kapasitas produksi sekitar 1.500 unit per tahun. Dibandingkan dengan mobil penumpang biasa, sektor ini memiliki sensitivitas politik yang lebih rendah.
Menurut sumber internal BYD, mereka berencana membangun pabrik di Meksiko untuk terlebih dahulu menjual mobil listrik ke pasar Meksiko dan Amerika Latin lainnya, sambil menunggu perubahan arah kebijakan di AS. Namun, rencana ini tampaknya juga menghadapi jalan buntu.
Selain itu, pembangunan pabrik di Meksiko membutuhkan dukungan dari pemerintah negara bagian maupun federal, yang menjadi hambatan tersendiri. BYD memerlukan persetujuan dari pemerintah federal untuk mendapatkan izin lingkungan, impor, dan dokumen lainnya.
Namun, seorang pejabat Meksiko menyatakan bahwa pemerintah Meksiko tidak puas dengan waktu pelaksanaan proyek BYD ini. Mereka tidak ingin memprovokasi Trump pada saat seperti ini. Beberapa sumber mengatakan bahwa sejumlah negara bagian Meksiko telah mengurangi insentif untuk menarik pembangunan pabrik BYD.
Pemerintah Meksiko juga telah menegaskan bahwa kekhawatiran AS tentang Meksiko menjadi “pintu belakang” bagi PKT tidaklah berdasar. Mereka juga menyatakan bahwa setiap tindakan untuk mencegah pengaruh PKT harus dilakukan secara adil di antara tiga negara anggota Perjanjian Amerika-Meksiko-Kanada (USMCA), mengingat produsen mobil AS di Amerika juga banyak mengimpor komponen dan kendaraan dari Tiongkok.
Baru-baru ini, pemerintah Meksiko mulai memberlakukan kembali tarif 15% hingga 20% pada produsen mobil listrik, termasuk dari Tiongkok. Hal ini membuat rencana BYD untuk menjual mobil listrik murah ke pasar Meksiko semakin sulit.
Gencatan Senjata Baru 2 Hari, Diduga Ada Aktivitas Aneh Hizbullah, Israel Serang Lebanon Selatan
Pada 28 November 2024, sehari setelah Israel dan kelompok bersenjata Lebanon Hizbullah mencapai kesepakatan gencatan senjata, warga pengungsi yang kembali ke desa Tair Debba di Lebanon Selatan menemukan pemandangan kehancuran
ETIndonesia. Israel dan Hizbullah telah menyepakati gencatan senjata selama 60 hari pada 27 November 2024. Namun, kurang dari 48 jam kemudian, militer Israel mendeteksi aktivitas di fasilitas penyimpanan roket milik Hizbullah dan mengerahkan jet tempur untuk menyerang wilayah selatan Lebanon. Hingga saat ini, belum ada laporan korban jiwa. Perdana Menteri Israel memperingatkan Hizbullah untuk tidak melanggar kesepakatan gencatan senjata yang rapuh, atau mereka akan menghadapi “perang besar”.
Militer Israel menyatakan bahwa mereka menyerang gudang penyimpanan roket jarak menengah milik Hizbullah di Lebanon Selatan serta beberapa “kendaraan mencurigakan” yang memasuki wilayah tersebut. Menurut sumber keamanan Lebanon dan stasiun televisi Al Jadeed, lokasi serangan berada di dekat Baysariyah, sebelah utara Sungai Litani.
Sebelumnya, pasukan Israel juga sempat mencoba menembaki warga yang kembali ke wilayah tertentu di Lebanon Selatan dengan alasan melanggar kesepakatan gencatan senjata, meskipun detailnya tidak dijelaskan. Menurut laporan Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA), dua orang terluka dalam insiden ini.
Dua insiden berturut-turut ini memicu kekhawatiran atas kesepakatan gencatan senjata yang diupayakan oleh Amerika Serikat dan Prancis.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada 28 November memperingatkan Hizbullah untuk tidak melanggar kesepakatan tersebut, atau mereka akan menghadapi “perang besar”.
Sebagai sekutu Hizbullah, Hamas melancarkan serangan mendadak terhadap Israel pada 7 Oktober tahun lalu, yang memicu perang Gaza. Hizbullah kemudian melancarkan serangan berskala kecil ke Israel sebagai bentuk dukungan kepada Hamas.
Sejak akhir September tahun ini, Israel melakukan serangan udara intensif terhadap Hizbullah, diikuti dengan pengiriman pasukan darat ke Lebanon Selatan, yang semakin memperburuk situasi di Timur Tengah. Gencatan senjata akhirnya diberlakukan pada 27 November, dengan ketentuan bahwa pasukan Israel harus mundur dari Lebanon Selatan dalam waktu 60 hari.
Setelah gencatan senjata berlaku, jalan-jalan menuju Lebanon Selatan dipenuhi kendaraan warga yang bersiap kembali ke rumah mereka. (hui)
Sumber : NTDTV.com
Gejolak Global: Pemberontak Suriah Menguasai Aleppo dan Laut China Selatan Memanas Hebat!
EtIndonesia. Dalam perkembangan terbaru konflik Suriah, kelompok pemberontak berhasil merebut kendali atas lebih dari 50 desa dan kota di distrik Aleppo setelah bentrokan sengit dengan pasukan Pemerintah Suriah yang dipimpin Presiden Bashar al-Assad. Keberhasilan ini menandai pertama kalinya sejak 2016 pemberontak dapat memasuki Aleppo, menurut laporan dari Asharq Al-Awsat.
Dukungan Internasional dan Strategi Pemberontak
Kelompok pemberontak Suriah, yang didukung oleh Israel dan Turki, berhasil mengalahkan pasukan rezim Assad yang didukung oleh Rusia dan Iran. Organisasi pemberontak menyatakan bahwa mereka telah menutup jalan tol utama yang menghubungkan Aleppo dengan ibu kota Damaskus serta mengelilingi kota strategis Saraqib di timur Idlib, pusat utama bagi pasukan Iran dan milisi pro-Iran. Total wilayah yang dikuasai pemberontak mencapai 400 kilometer persegi.
Salah satu tujuan utama aliansi pemberontak adalah mengusir pasukan Iran dari Suriah. Keberhasilan cepat ini dipicu oleh runtuhnya garis pertahanan rezim Assad dan melemahnya kekuatan pro-Assad yang dipimpin oleh Iran. Konflik ini telah menelan sekitar 200 korban jiwa, sementara sebagian besar wilayah yang diperebutkan kini tidak lagi dihuni oleh warga sipil akibat pengungsian massal sejak 2020.
Serangan Udara dan Korban Sipil
Meskipun berhasil menguasai wilayah baru, pasukan Rusia yang mendukung Assad melancarkan serangan udara pada 28 November 2024, menewaskan setidaknya 17 warga sipil. Pada hari yang sama, Kioumars Pourhashemi, komandan penasihat militer Iran di Aleppo, dilaporkan tewas dalam serangan pemberontak, menurut media Iran.
Keterlibatan Negara-negara Besar
Turki, yang mendukung berbagai kelompok oposisi, telah membangun kehadiran militer di beberapa wilayah barat laut Suriah. Sementara itu, Amerika Serikat terus mendukung kelompok milisi Kurdi yang berperang melawan ISIS di timur Suriah. Menurut laporan ABC, sejak protes anti-pemerintah pada 2011, Rusia dan Iran bersama-sama mendukung pasukan pemerintah Suriah dalam konflik berkepanjangan ini.
Pada tanggal 28 November 2024, Turki menyatakan bahwa mereka sedang memantau dengan cermat serangan yang dilancarkan oleh kelompok oposisi di utara Suriah. Militer Turki telah mengambil berbagai langkah untuk melindungi pasukan mereka di wilayah tersebut. Kelompok oposisi di Idlib telah lama merencanakan serangan untuk mengusir pasukan pemerintah dan milisi, guna melindungi warga sipil.
Reaksi dan Opini Netizen
Seorang netizen di platform X melaporkan bahwa teman dekat Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, berusaha menghambat serangan dari belakang. Video online menunjukkan pemberontak yang memasuki Aleppo merobek poster Assad sebagai simbol penolakan terhadap rezim.
Blogger militer Vishagrad24 menyatakan bahwa pasukan Assad hampir tidak melakukan perlawanan, memperkirakan kota ini akan segera jatuh. Profesor Zhang Ping dari Universitas Tel Aviv mengungkapkan bahwa kejatuhan Hizbullah akan menjadi awal dari malapetaka abadi bagi Assad.
Perkembangan di Kancah Internasional
Di sisi lain, militer Korea Selatan mengumumkan pengembangan sistem pertahanan udara jarak jauh berbasis darat yang mirip dengan sistem misil THAAD. Sistem ini diharapkan dapat mencegat misil musuh yang kembali ke atmosfer, sebagai respons terhadap ancaman dari Korea Utara. Proyek ini telah selesai dan diperkirakan akan diproduksi massal setelah tahun 2025.
Presiden Korea Selatan, Yoon Seok-yeol, serta Menteri Pertahanan Kim Yong-hyun menyatakan bahwa sistem ini bertujuan untuk melindungi keamanan warga negara dan memperkuat kerjasama pertahanan dengan Amerika Serikat.
Ketegangan di Laut China Selatan
Pada saat yang sama, kapal induk Amerika Serikat, USS Lincoln, yang baru saja menyelesaikan misi di Timur Tengah, kembali ke wilayah Pasifik dan memasuki Laut China Selatan melalui Selat Malaka.
Presiden Taiwan, Lai Ching-te, akan memulai kunjungan ke negara-negara sahabat Taiwan mulai 30 November 2024, melewati Hawaii dan Guam di Amerika Serikat. Kunjungan ini memicu respons militer dari Tiongkok, yang mengirim 41 pesawat militer dan kapal perang untuk mengganggu perjalanan Presiden Lai. Militer Taiwan telah meningkatkan kesiapsiagaan dengan menempatkan pesawat, kapal, dan sistem rudal pantai untuk menghadapi potensi ancaman.
Departemen Pertahanan Taiwan melaporkan bahwa dalam 24 jam terakhir, udara dan perairan Taiwan telah diganggu oleh 33 pesawat militer Tiongkok dan 8 kapal perang, termasuk balon udara terdeteksi di barat Taiwan. Hal ini menandai gangguan militer terbesar oleh Tiongkok dalam lebih dari tiga minggu terakhir.
Kesimpulan
Situasi di Suriah dan ketegangan di Laut China Selatan menggambarkan kompleksitas geopolitik yang semakin meningkat. Dengan keterlibatan berbagai negara besar dan pengembangan teknologi pertahanan baru, dunia menyaksikan eskalasi konflik yang dapat berdampak luas pada stabilitas regional dan global. Pemantauan terus menerus dan diplomasi internasional menjadi kunci untuk mencegah konflik lebih lanjut dan mencapai perdamaian yang berkelanjutan.
Serangan Udara Besar-Besaran Rusia Terhadap Jaringan Listrik Ukraina, Memadamkan Listrik Jutaan Rumah
Rusia pada Kamis (28 November 2024), melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap sistem kelistrikan Ukraina, menyebabkan pemadaman listrik besar-besaran di beberapa kota. Sementara itu, Jerman mengusulkan untuk mendistribusikan sistem pertahanan udara Patriot di perbatasan Polandia.
ETIndonesia. Rusia melancarkan serangan besar kedua bulan ini terhadap infrastruktur energi Ukraina, yang mengakibatkan lebih dari satu juta rumah kehilangan pasokan listrik.
Seorang warga Nikolaev, Victor, mengatakan, “Tidak ada listrik. Stasiun pasokan air juga tidak bisa beroperasi. Saya memeriksa lima stasiun (pasokan air), hanya satu yang bisa digunakan, sisanya tidak berfungsi.”
Pemilik toko pakaian Ukraina, Tetiana, mengatakan, “Karena pemadaman listrik, terminal pembayaran dan mesin kasir tidak berfungsi. Saya tidak bisa melayani pelanggan.”
Kementerian Dalam Negeri Ukraina melaporkan bahwa infrastruktur kelistrikan di sembilan wilayah Ukraina telah rusak akibat serangan Rusia.
Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari yang sama di pertemuan Organisasi Keamanan Kolektif (CSTO) mengklaim bahwa militer Rusia menggunakan 100 drone dan lebih dari 90 rudal untuk menyerang 17 target Ukraina dalam semalam.
Putin berkata, “Serangan-serangan ini adalah balasan terhadap serangan yang dilakukan Ukraina menggunakan rudal ATACMS Amerika Serikat yang terus menyerang wilayah Rusia.”
Putin juga menyatakan bahwa tidak ada prasyarat untuk negosiasi damai dengan Ukraina, namun ia bersikeras pada rencana yang dia usulkan pada Juni lalu. Rencana tersebut meminta Ukraina untuk menyerah pada keanggotaan NATO dan menyerahkan empat wilayah yang diduduki pasukan Rusia, yang mana dengan tegas ditolak oleh Kiev.
Pada (27 November), Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dalam pidato video menyatakan bahwa tekanan terhadap Rusia harus terus ditingkatkan untuk mengakhiri perang.
“Serangan jarak jauh terhadap fasilitas militer Rusia baru-baru ini sangat membantu. Tetapi tekanan terhadap Rusia harus terus dipertahankan dan diperburuk di berbagai level,” katanya.
Pada 28 November, Kementerian Pertahanan Jerman menyatakan bahwa Jerman siap untuk mendistribusikan sistem pertahanan udara Patriot ke Polandia pada awal tahun 2025. Tujuannya untuk melindungi salah satu pusat logistik yang sangat penting dalam pengiriman bantuan ke Ukraina.
Pada 2022, Jerman mengerahkan 300 tentara dan tiga sistem pertahanan udara Patriot di kota Zamosc, Polandia, yang terletak sekitar 50 kilometer dari perbatasan Ukraina. (Hui)
Sumber : NTDTV.com
Pergulatan Internal Militer PKT Memanas, Anggota Komisi Militer Miao Hua Disingkirkan
Pada Kamis (28 November 2024), Kementerian Pertahanan Partai Komunis TIongkok (PKT) mengumumkan bahwa anggota Komisi Militer Sentral dan Direktur Departemen Kerja Politik Miao Hua disingkirkan dari jabatannya karena diduga “melanggar disiplin serius” dan sedang diselidiki. Pada saat yang sama, Beijing membantah adanya rumor bahwa Menteri Pertahanan PKT , Dong Jun, sedang diselidiki karena korupsi. Namun, kebenaran situasi tersebut masih harus dikonfirmasi
ETIndonesia. Juru bicara Kementerian Pertahanan PKT, Wu Qian, mengonfirmasi pada konferensi pers bahwa Miao Hua, yang menjabat sebagai Direktur Departemen Kerja Politik Komisi Militer Sentral telah dihentikan dari posisinya. Ini merupakan salah satu kasus terbaru dalam pergulatan kekuasaan internal yang dikenal sebagai kampanye anti-korupsi di militer PKT, di mana pejabat senior lainnya juga telah dijatuhkan.
Miao Hua, yang berusia 69 tahun, sebelumnya lama bertugas di Angkatan Darat dan beralih ke Angkatan Laut pada tahun 2014. Pada tahun 2017, ia menjabat sebagai Direktur Departemen Kerja Politik Komisi Militer Sentral dan masuk dalam Komisi Militer Sentral pada Oktober tahun yang sama untuk mengawasi urusan personel militer.
Namun demikian, hingga saat ini, PKT belum mengungkapkan rincian lebih lanjut mengenai pelanggaran yang dilakukan oleh Miao Hua. Beberapa analis independen dan mantan perwira angkatan laut PKT , seperti Cai Shenkun dan Yao Cheng, menyatakan di platform X bahwa Miao Hua telah dibawa oleh Komisi Disiplin Militer Komisi Militer Sentral, yang menunjukkan bahwa pihak yang berkuasa dalam hal propaganda dan urusan personel di militer sedang dibersihkan.
Jika rumor tersebut benar, Dong Jun, Menteri Pertahanan yang baru diangkat pada akhir tahun lalu, bisa menjadi menteri ketiga yang diselidiki karena korupsi setelah Wei Fenghe dan Li Shangfu.
Namun, pada konferensi pers Kementerian Pertahanan PKT tanggal 28 November, Wu Qian menegaskan kembali bahwa Dong Jun tidak sedang diselidiki.
Apakah Dong Jun akan mengikuti jejak Menteri Luar Negeri PKT sebelumnya, Qin Gang, yang juga menghilang setelah dilaporkan diselidiki, masih menjadi perhatian internasional. Beijing sebelumnya juga membantah laporan terkait penyelidikan terhadap Qin Gang. (Hui)
Sumber : NTDTV.com










