Musisi Jalanan Mariachi Tembak Mati Tiga Turis di Kawasan Wisata Mexico City

EpochTimesId – Pria bersenjata senapan dan pistol menewaskan tiga orang dan melukai sedikitnya tujuh orang di sebuah kawasan wisata di pusat kota Mexico City, Jumat 14 September 2018, waktu setempat. Polisi mengatakan bahwa mereka masih memburu para tersangka, tiga pria berpakaian seperti musisi tradisional jalanan mariachi yang melarikan diri dengan sepeda motor.

Ibukota relatif aman dari kejahatan dengan kekerasan sejak bertahun-tahun silam, ketika kawasan lainnya di Meksiko dilanda perang kartel. Namun, aksi kekerasan bersenjata api mulai muncul sejak 2014 dan kini semakin melonjak. Kondisi yang menghadirkan tantangan besar bagi pemerintah kota yang sudah seringkali berjanji untuk membersihkannya.

Dalam sebuah pernyataan, polisi mengatakan lokasi ketiga korban tewas adalah di sebuah persimpangan jalan di tepi Plaza Garibaldi. Kawasan itu adalah tujuan wisata utama yang penuh dengan bar ‘mariachi’. Kawasan itu juga sedang ramai ketika ibu kota disemarakkan dengan perayaan akhir pekan kemerdekaan.

Para korban berada di sebuah restoran ketika penembakan terjadi sekitar pukul 10 malam. Petugas forensik menghitung ada lebih dari 60 selongsong peluru ditemukan di tempat kejadian.

“Orang-orang berteriak dan berlari,” kata seorang wanita disabilitas yang menjual rokok di Garibaldi, tak lama setelah mendengar apa yang dia pikir adalah kembang api. Saksi menolak untuk menyebutkan namanya.

Identitas ketiga korban tewas belum diumumkan. Namun, surat kabar Milenio mengatakan semua korban tewas adalah laki-laki. Surat kabar lain mengatakan dua dari korban luka tembak adalah perempuan.

“Empat dari korban luka terkena tembakan ketika para pelaku penembakan melarikan diri,” kepala polisi Kota Meksiko, Raymundo Collins mengatakan pada wartawan.

“Tidak ada yang seperti ini yang pernah terjadi sebelumnya,” kata Samuel, seorang pria yang menambahkan bahwa dia telah bekerja selama tiga puluh tahun di sekitar alun-alun di salah satu kota terbesar di dunia, tetapi menolak memberikan nama belakangnya.

Video di media sosial dan televisi menunjukkan bahwa polisi bersenjata lengkap berjaga-jaga di sekitar lokasi kejadian. Tampak angka dalam papan kecil kuning ditempatkan pada titik-titik dimana selongsong peluru jatuh dan ditemukan oleh polisi. Namun, puluhan orang masih bersantai sambil minum dan mendengarkan live musik di dekat lokasi penembakan.

Polisi menyalahkan maraknya kejahatan di ibukota, pada perdagangan narkoba dan preman jasa keamanan yang dijalankan oleh geng-geng kekerasan. Pemerintah juga mengatakan salah satu kelompok yang memicu kejahatan dan kekerasan di ibukota memiliki hubungan dengan kelompok besar perdagangan manusia, Jalisco New Generation Cartel.

Plaza Garibaldi berbatasan dengan salah satu lingkungan paling terkenal di Kota Meksiko, Tepito. Lingkungan tetangga itu adalah rumah bagi geng La Union. Kartel itu berada di belakang perdagangan narkoba dan jasa perlindungan keamanan preman.

Pada bulan Agustus, polisi menangkap terduga pemimpin geng, Roberto Moyado Esparza alias ‘El Betito’. Sejak itu, lingkungan Tepito telah mengalami gelombang kekerasan, termasuk beberapa kasus pembunuhan.

Garibaldi, berada di tepi pusat sejarah Mexico City yang dikenal dengan klub-klub strip dan bar, tentunya selain musik tradisional mariachi.

Pada 2013, pemimpin hak asasi manusia AS, cucu dari Malcolm X, Malcolm Shabazz, dipukuli hingga tewas di dekat alun-alun. Dia dihajar setelah insiden sengketa tagihan dari sebuah klub malam. (Reuters/The Epoch Times/waa)

Video Pilihan :

https://www.youtube.com/watch?v=JGc59EiEYwQ

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :

https://youtu.be/0x2fRjqhmTA