Serangkaian Gempa Bumi di Samudera Hindia, Sumba Timur, NTT, Ini Penjelasan Badan Geologi

Epochtimes.id- Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi, Kementerian ESDM melaporkan telah terjadi rangkaian gempa bumi pada 2-3 Oktober 2018.

Rangkaian gempa bumi pada 2 oktober 2018 :

  • Gempa bumi terjadi pada pukul 06:12:03 WIB. Pusat gempa bumi terletak pada koordinat 10,5° LS dan 120,2° BT, dengan magnitudo M5,2 pada kedalaman 10 Km, berjarak 66 km baratdaya Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
  • Gempa bumi terjadi pada pukul  06:27:06 WIB. Pusat gempa bumi terletak pada koordinat 10,48° LS dan 120,24° BT, dengan magnitudo M5,3 pada kedalaman 10 Km, berjarak 56 km baratdaya Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
  • Gempa bumi terjadi pada pukul  06:59:42WIB. Pusat gempa bumi terletak pada koordinat 10,57° LS dan 120,25° BT, dengan magnitudo M6,0 pada kedalaman 10 Km, berjarak 66 km baratdaya Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
  • Gempa bumi terjadi pada pukul  07:16:44 WIB. Pusat gempa bumi terletak pada koordinat 10,57° LS dan 120,22° BT, dengan magnitudo M6,3 pada kedalaman 10 Km, berjarak 66 km baratdaya Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
  • Gempa bumi terjadi pada pukul  11:49:31WIB. Pusat gempa bumi terletak pada koordinat 10,54° LS dan 120,16° BT, dengan magnitudo M5,9 pada kedalaman 10 Km, berjarak 65 km baratdaya Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Rangkaian gempa bumi pada 3 oktober 2018 :

  • Gempa bumi terjadi pada pukul 16:58:09 WIB. Pusat gempa bumi terletak pada koordinat 10,41° LS dan 120,36° BT, dengan magnitudo M5,1 pada kedalaman 10 Km, berjarak 47 km tenggara Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT)
  • Gempa bumi kedua terjadi pada pukul 19:38:07 WIB. Pusat gempa bumi terletak pada koordinat 10,47° LS dan 120,16° BT, dengan magnitudo M5,4 pada kedalaman 10 Km, berjarak 47 km tenggara Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

PVMBG melaporkan, Gempa bumi berpusat di laut di sebelah selatan Pulau Sumba. Daerah lain yang berdekatan dengan pusat gempa bumi adalah bagian selatan Pulau Flores.

Pulau Sumba bagian selatan disusun oleh batuan sedimen berumur Kuarter sedangkan daerah selatan Pulau Flores didominasi batuan vulkanik Kuarter.

Guncangan gempa bumi akan terasa kuat pada batuan Kuarter karena bersifat urai, lepas, tidak kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek goncangan, sehingga rentan terhadap goncangan gempa bumi.

Berdasarkan posisi pusat gempa bumi dan kedalamannya, kejadian gempa bumi ini diperkirakan akibat aktivitas patahan dekat Pulau Sumba (Sumba Ridge Thrust).

Rangkaian gempa bumi ini dirasakan sebesar VI MMI ( Modified Mercalli Intensity ) di Baing, V MMI di Haharu, IV MMI di Waingapu, III MMI di Bima dan dompu, II-III MMI di Tambolaka, Nihiwatu dan Waikelo.

Gempa bumi ini menimbulkan kerusakan pada beberapa bangunan dan jembatan di Kecamatan Wula Waijelu dilaporkan mengalami kerusakan.

Keretakan di Gedung SMA Kahar di Sumba Timur dan di Pelabuhan Waijelu menurut Kepala BPBD Sumba Timur yang dikutip dari Pos Kupang.Gempa bumi ini tidak menimbulkan tsunami, karena energinya yang tidak cukup kuat untuk menyebabkan deformasi di dasar laut.

Atas kejadian ini, masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat.

“Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami,” ujar PVMBG dalam keterangannya. (asr)