Hubungan Anda akan menjadi lebih dalam ketika Anda memilih untuk hidup seolah-olah waktu yang Anda miliki bersama orang-orang yang Anda cintai tidaklah dijamin
Mike Donghia
Saat penulis melihat anak-anak tumbuh besar, penulis sering membayangkan diri sendiri sebagai seorang pria tua yang menoleh ke belakang dan mengenang tahun-tahun ini. Pikiran bahwa penulis mungkin menyesali sesuatu dari masa yang berharga dan begitu cepat berlalu ini membuat penulis ingin menggenggam setiap hari yang sibuk sedikit lebih erat.
Meskipun setiap hari terasa padat dan selalu ada hal lain yang harus dikerjakan, penulis sering bertanya-tanya: apa yang lebih penting daripada hubungan dengan orang-orang yang saya cintai? Apakah mereka tahu bahwa saya mencintai mereka? Apakah masih ada keraguan dalam hati mereka? Sudahkah saya mengajarkan kepada anak-anak saya semua hal baik yang saya ketahui?
Beberapa waktu lalu, penulis berbincang dengan istri dan memastikan bahwa ia benar-benar memahami arti pernikahan kami bagi penulis—segalanya. Dengan risiko terdengar agak suram, penulis mengatakan kepadanya bahwa jika sesuatu terjadi kepada saya secara tiba-tiba, penulis ingin ia tidak memiliki sedikit pun keraguan tentang posisi kami satu sama lain. Bahkan jika hari terakhir kami bersama bukanlah hari terbaik kami, penulis ingin ia hanya mengingat semua kebaikan yang lahir dari cinta kami.
Ungkapan Bermakna untuk Orang-Orang yang Anda Cintai
Kata-kata cinta dan penghargaan sering kali tidak pernah terucap, atau kita berpikir akan mengatakannya nanti ketika waktunya tepat. Namun penulis mengatakan: jangan menunggu—Anda tidak pernah tahu kapan semuanya akan terlambat.
Dengan semangat itu, penulis meluangkan waktu untuk merenungkan beberapa hal yang ingin disampaikan kepada orang lain sekarang, selagi masih diberi kesempatan untuk melakukannya.
“Anda Membentuk Siapa Saya Hari Ini”
Setiap orang ingin merasa bahwa hidupnya memiliki makna. Anda dapat memberikan hadiah berupa makna kepada seseorang dengan menceritakan bagaimana ia telah membantu membentuk diri Anda menjadi seperti sekarang.
Sering kali kita menjalani hidup tanpa pernah melihat sepenuhnya hasil dari usaha kita. Karena itu, merupakan suatu berkat ketika seseorang dapat melihat bahwa kerja kerasnya telah memberikan dampak nyata bagi orang lain.
“Saya Percaya kepada Anda”
Pada saat-saat penting dalam hidup, ketika seseorang sedang dilanda keraguan terhadap dirinya sendiri, Anda memiliki kekuatan untuk menginspirasi mereka dengan tetap percaya kepada mereka, bahkan ketika mereka tidak lagi percaya pada dirinya sendiri.
Keyakinan Anda dapat mengubah cara mereka memandang diri sendiri dan memotivasi mereka untuk memenuhi harapan yang tinggi.
“Saya Melihat Betapa Kerasnya Anda Berusaha”
Kita semua tahu bahwa segala sesuatu tidak selalu berjalan sesuai harapan. Upaya terbaik kita bisa saja tidak membuahkan hasil, dan keputusan yang baik pun kadang berakhir buruk karena alasan yang tidak dapat kita prediksi.
Namun, kita selalu bisa mengakui kerja keras orang-orang di sekitar kita dan memuji mereka atas nilai-nilai baik yang tercermin dari usaha tersebut.
“Saya Memperhatikan Hal-Hal Kecil yang Anda Lakukan”
Di dunia di mana hampir semua orang sibuk menatap layar mereka, tampaknya kita semakin jarang memperhatikan satu sama lain.
Salah satu kerugian besarnya adalah kita sering tidak menyadari tindakan-tindakan kecil penuh kebaikan yang dilakukan orang lain untuk kita dan di sekitar kita, tanpa mengharapkan balasan apa pun.
Orang senang diperhatikan, terutama ketika Anda melihat sisi terbaik dari diri mereka.
“Ceritakan Tentang Harimu”
Mungkin Anda sudah sering mengucapkan kalimat ini. Namun, apakah Anda mengatakannya dengan kesungguhan yang membuat teman Anda merasa, “Wah, mereka benar-benar ingin tahu”?
Dalam persahabatan ada berbagai tingkatan kedekatan. Sebagian di antaranya tidak ditentukan oleh apa yang Anda katakan, melainkan bagaimana Anda mengatakannya.
Lebih baik mempelajari kekuatan luar biasa ini sekarang, selagi masih ada waktu untuk menggunakannya.
“Tuhan Mengasihimu”
Iman telah mengubah kehidupan tak terhitung banyaknya orang, termasuk kehidupan penulis sendiri. Rasanya aneh jika menyimpan sesuatu yang begitu baik hanya untuk diri sendiri.
Namun dewasa ini, ketika kepercayaan semakin memudar, banyak dari kita ragu untuk membagikan sisi kehidupan ini karena takut menyinggung orang lain.
Pengalaman saya justru menunjukkan hal yang sebaliknya. Ketika iman dibagikan dengan lembut dan tanpa paksaan, percakapan seperti ini cenderung memberi semangat, bukan menjadi beban.
“Inilah Alasan Saya Mencintaimu”
Kalimat “Aku mencintaimu” terasa jauh lebih bermakna ketika Anda meluangkan waktu untuk menjelaskan apa yang Anda cintai dari seseorang.
Hal itu membuat orang merasa bahwa mereka dicintai karena pribadi mereka yang unik, bukan sekadar karena Anda mencintai siapa pun yang ada di sekitar Anda.
Jauh di lubuk hati, kebutuhan untuk dikenal dan dicintai apa adanya merupakan salah satu kebutuhan paling mendasar manusia.
Salah satu alasan kita menahan kata-kata ini adalah karena kita berasumsi bahwa kita masih memiliki banyak waktu.
Jika Anda tahu bahwa ini adalah minggu terakhir Anda bersama seorang teman, tentu Anda akan lebih murah hati dalam memberikan pujian dan lebih terbuka dalam menunjukkan kasih sayang.
Namun, Anda tidak pernah tahu kapan minggu terakhir itu akan datang.
Dan sekalipun waktu itu masih jauh di masa depan, hubungan Anda akan menjadi lebih kuat jika Anda menjalani hidup seolah-olah waktu yang tersedia sangatlah singkat.
Mike Donghia dan istrinya, Mollie, menulis blog This Evergreen Home, tempat mereka berbagi pengalaman tentang menjalani kehidupan yang sederhana, penuh kesadaran, dan berfokus pada hubungan antarmanusia di tengah dunia modern saat ini. Mereka juga menerbitkan buletin elektronik dua kali seminggu bagi para pembacanya.


