Air New Zealand Terpaksa Balik Karena Tanpa Izin Pendaratan di Shanghai

oleh CNA

Perusahaan penerbangan Air New Zeland pada 10 Pebruari mengatakan bahwa sebuah pesawatnya NZ 289 yang membawa 270 orang penumpang dengan penerbangan dari Aukland menuju Shanghai terpaksa terbang kembali ke Aukland, Selandia Baru setelah beberapa jam mengudara.

Masalah teknis ini disebabkan karena penerbangan yang melayani jalur tersebut tidak memiliki izin dari regulator Tiongkok untuk pendaratan di Tiongkok sebagaimana diungkapkan oleh pihak perusahaan.

Air New Zealand meminta maaf kepada para penumpang dan mengatakan bahwa penerbangan layanan khusus akan membawa mereka ke Shanghai pada hari yang sama pukul 11 ​​malam.

“Kami memahami bahwa pelanggan akan sangat kecewa dan frustrasi karena kejadian ini, dan kami sangat menyesal karena telah mengganggu rencana perjalanan mereka”, kata juru bicara Air New Zealand.

Penumpang yang tidak puas mengeluh melalui media sosial, dan seseorang penumpangnya memasang foto peta penerbangan di layar di Twitter, menunjukkan bahwa pesawat itu berbalik di udara Papua Nugini.

Penumpang itu menulis : “Saya baru saja mengalami kesialan pertama dalam perjalanan menuju Tiongkok, yakni pesawat Air New Zealand yang kami tumpangi dari Aukland menuju Shanghai baru diberitahu oleh kapten setelah setengah perjalanan, bahwa pihak berwenang Tiongkok tidak memberikan izin pendaratan buat pesawat tersebut, jadi kami harus berbalik. Barangkali karena masalah izin.”

NZ 289 jurusan Shanghai ini pada 24 Agustus tahun lalu juga terpaksa balik ke Aukland karena masalah yang sama.

Namun juru bicara perusahanan penerbangan menjelaskan bahwa hal itu disebabkan oleh masalah mekanis, bukan karena ijin pendaratan. (Sin/asr)

Video Rekomendasi : 

https://www.youtube.com/watch?v=mIw_BAQDnYY