Trump Terbang ke Vietnam untuk Hadiri KTT dengan Kim Jong-un

oleh Xia Yu

Presiden Trump pada Senin (25/2/2019) siang berangkat menuju Vietnam untuk menghadiri KTT kedua dengan Kim Jong-un yang dijadwalkan menggelar pertemuan empat mata pada Rabu malam.

Trump menekankan bahwa Kim Jong-un dapat membawa manfaat bagi Pyongyang bila ia bersedia meninggalkan senjata nuklir. Trump mengatakan bahwa ia tidak ingin terburu-buru dalam menangani masalah ini, tetapi sanksi terhadap Korea Utara belum bisa dicabut sebelum DPRK mencapai denuklirisasi penuh.

KTT Trump – Kim kedua akan diadakan di Hanoi, Vietnam pada Rabu dan Kamis waktu setempat. KTT ini adalah pertemuan kedua kedua kepala negara setelah pertemuan puncak bersejarah pertama mereka di Singapura 8 bulan silam.

Pertemuan 4 mata pada  Rabu malam

Trump melakukan perjalanan ke Vietnam dari Air Force One di Andrews United Base di pinggiran Washington pada pukul 12:30 ET pada hari Senin, dan akan tiba di Hanoi pada Selasa malam waktu setempat.

Juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders mengatakan kepada wartawan di pangkalan udara Air Force One bahwa Presiden Trump akan bertemu dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un di Vietnam pada Rabu malam dan kemudian makan malam bersama konsultan.

Pada hari Rabu pagi, sebelum dimulainya KTT, Trump akan bertemu dengan pemimpin Vietnam. Pertemuan lanjutan dengan Kim Jong-un akan diadakan pada hari Kamis.

Dalam masalah senjata nuklir, kemungkinan KTT AS – Korut kedua mencapai kesepakatan denuklirisasi akhir tidak besar, tetapi masih ada harapan untuk menyatakan secara resmi berakhirnya Perang Korea yang telah berlangsung dari tahun 1950 hingga 1953. Sampai saat ini Perang Korea hanya berstatus gencatan senjata.

Dalam pesannya di Twitter Trump menyebutkan bahwa ia sekali lagi menekankan Kim Jong-un untuk meninggalkan senjata nuklir. Dengan denuklirisasi lengkap, Korea Utara akan dengan cepat berubah menjadi kekuatan ekonomi. Ketua Kim akan membuat keputusan yang bijak !

Kim Jong-un telah melakukan perjalanan ke Vietnam dengan kereta api khusus kepresidenan yang berlapis baja. Media nasional Korea Utara telah menerbitkan foto-foto perjalanan kereta api yang membawa Kim Jong-un, pertama kali media negara itu melaporkan pertemuan puncak.

Permusuhan teknis di Semenanjung Korea bisa diakhiri

Reuters melaporkan bahwa masyarakat internasional memperkirakan bahwa sikap terbuka administrasi Trump terhadap perjanjian puncak terbatas, hal ini dapat meningkatkan harapan bahwa kedua belah pihak pada akhirnya akan mengumumkan secara resmi pengakhiran dari keadaan bermusuhan teknis selama ini di Semenanjung Korea.

Seorang juru bicara kepresidenan Korea Selatan mengatakan kepada wartawan di Seoul bahwa kedua pihak dapat mencapai kesepakatan tentang berakhirnya Perang Korea secara resmi.

Para analis mengatakan bahwa sebagai balasannya, Korea Utara dapat mengizinkan inspektur internasional untuk meninjau pembongkaran reaktor nuklirnya di Yongbyon.

Jika Korea Utara menerapkan denuklirisasi secara bertahap, Amerika Serikat juga mungkin setuju untuk membuka kantor penghubung AS-Korut dan mengizinkan beberapa proyek kerja sama antara Korut dan Korsel.

Sebelum denuklirisasi penuh sanksi masih terus berjalan

Dalam pidatonya di Ball’s Governor pada Minggu malam Trump mengatakan : “Kami akan melakukan perjalanan ke Hanoi, Vietnam, dan kami akan bertemu Kim Jong-un. Ini adalah hal yang sangat menarik, tetapi saya telah membangun hubungan yang sangat, sangat baik dengan Kim Jong-un.”

“Kami tidak menyerah. Sanksi masih berjalan. Semuanya ada di sana,” katanya.

“Saya tidak mengejar kemajuan. Kami juga tidak mencabut sanksi. Dua setengah hari di Vietnam nanti akan sangat menarik. Kami memiliki kesempatan untuk melakukan denuklirisasi sepenuhnya di tempat yang sangat berbahaya di dunia”, tambahnya.

Menlu AS Mike Pompeo pada MInggu memberitahu CNN, bahwa sanksi ekonomi inti yang akan mencegah negara-negara melakukan perdagangan dengan Korea Utara dan menciptakan kekayaan bagi Korea Utara tentu masih akan berlanjut sampai terpenuhinya denuklirisasi lengkap.

Namun, ia mengatakan bahwa beberapa konsesi diberikan kepada DPRK mungkin saja bisa dilakukan, seperti pertukaran penduduk, ada banyak cara lain … jika kita mengambil langkah substantif (denuklirisasi).

Trump juga mengatakan pada Minggu malam : “Saya tidak terburu-buru. Saya tidak ingin terburu-buru mendesak siapa pun”, “Saya hanya tidak ingin ada pengujian (misil). Selama tidak ada pengujian, kami cukup senang”.

Korea Utara melakukan uji coba senjata nuklir terakhir pada bulan September 2017 dan peluncuran rudal balistik antar benua pada bulan Nopember 2017. Sejak itu, Korea Utara tidak melakukan uji coba lagi.  (Sin/asr)

Video Rekomendasi : 

https://www.youtube.com/watch?v=ve5aII41PCM

Atau Anda Menyukai Video Ini : 

https://www.youtube.com/watch?v=9xvcoArjaB0