Menteri Keamanan Dalam Negeri AS Mengundurkan Diri Akibat Kekacauan Perbatasan Meksiko

EpochTimesId — Menteri Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat, Kirstjen Nielsen mengundurkan diri. Berdasarkan sebuah tweet yang diposting oleh Presiden Donald Trump pada 7 April 2019 waktu setempat.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih atas pengabdiannya. Saya senang mengumumkan bahwa Kevin McAleenan, Komisaris Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS saat ini, akan menjadi Penjabat Menteri untuk @DHSgov. Saya memiliki keyakinan bahwa Kevin akan melakukan pekerjaan dengan baik!,” Trump menulis di Twitter.

Nielsen sebelumnya diangkat untuk memimpin Departemen itu, setelah Jenderal John Kelly meninggalkan pos itu untuk mengambil posisi sebagai kepala staf di Gedung Putih. Dia dilantik pada 6 Desember 2017.

Nielsen mundur di tengah-tengah apa yang baru-baru ini disebutnya ‘kehancuran sistem yang hampir lengkap’, dalam sistem keamanan perbatasan.

Nielsen menulis di Twitter pada tanggal 7 April, “Merupakan kehormatan seumur hidup untuk mengabdi bersama orang-orang pemberani di @DHSgov. Saya tidak bisa lebih bangga dan lebih rendah hati dengan pengabdian, dedikasi, dan komitmen mereka untuk menjaga negara kita aman dari semua ancaman dan bahaya.”

Baik Nielsen dan McAleenan, baru-baru ini bersaksi di depan Kongres dalam audiensi terpisah.

“Dengan kecepatan saat ini, kami berada di jalur yang tepat untuk menghadapi hampir satu juta imigran ilegal di perbatasan selatan kita, tahun ini,” kata Nielsen kepada Komite Keamanan Dalam Negeri DPR AS (House Homeland Security Committee) pada 6 Maret 2019.

“Ketika Anda mengumpulkan semua fakta, masalahnya bukan hanya jumlah yang semakin meningkat. Tetapi [juga] jenis migran yang tidak diatur oleh sistem kita untuk dilindungi,” kata Nielsen. “Awalnya, itu adalah orang dewasa lajang dari Meksiko. Sekarang, sebagian besar orang Amerika Tengah dan sebagian besar adalah populasi yang rentan, yaitu keluarga dan anak-anak. Semua itu bersama-sama adalah krisis karena sistem tidak dibangun untuk jenis aliran itu.”

McAleenan mengatakan Patroli Perbatasan tidak dapat mengamankan perbatasan, dengan hampir 40 persen sumber dayanya dialihkan untuk berurusan dengan kelompok besar orang Amerika Tengah.

“Dengan 55.000 keluarga, termasuk 40.000 anak, diperkirakan memasuki proses bulan ini, kami melakukan segala yang kami bisa untuk menghindari tragedi di fasilitas CBP,” kata McAleenan pada 27 Maret 2019.

“Tapi dengan angka-angka ini, dengan jenis penyakit yang kita lihat di perbatasan, saya khawatir itu hanya masalah waktu saja.”

Trump mengguncang seluruh agensi itu, mengatakan pada 5 April 2019 bahwa Dia berniat untuk menggantikan Ron Vitiello, nominasi untuk memimpin Imigrasi dan Bea Cukai (ICE), karena agensi tersebut bergerak ke arah yang sedikit berbeda.

“Ron pria yang baik. Tapi kami menuju ke arah yang lebih keras. Kami ingin pergi ke arah yang lebih keras,” kata Trump.

Menteri Keamanan Dalam Negeri AS memimpin departemen terbesar ketiga dari pemerintah AS, dengan tenaga kerja mencapai 229.000 karyawan, menurut situs webnya. Sebanyak 22 komponen atau jajaran badan tersebut termasuk TSA, Perlindungan Bea Cukai dan Perbatasan, Penegakan Imigrasi dan Bea Cukai, Layanan Kewarganegaraan dan Imigrasi AS, FEMA, Penjaga Pantai, Dinas Rahasia, Pusat Pelatihan Penegakan Hukum Federal, Direktorat Perlindungan dan Program Nasional, dan Direktorat Sains dan Teknologi Nasional. (CHARLOTTE CUTHBERTSON/The Epoch Times/waa)

Video Pilihan :

https://youtu.be/fTKcu82AtsA

Simak Juga :

https://youtu.be/rvIS2eUnc7M