Jepang Kerahkan Pesawat Tempur, Mencegat Pesawat Pembom dan Pengintai Tiongkok

EtIndonesia. Pada Minggu (20 Oktober), Tiongkok mengirimkan satu pesawat pembom dan satu pesawat pengintai yang terbang di atas perairan dekat pulau-pulau di barat daya Jepang untuk melakukan misi jarak jauh. Pasukan militer Jepang segera mengerahkan pesawat tempur untuk mencegat. 

Kepala Staf Gabungan Kementerian Pertahanan Jepang merilis pernyataan yang menggambarkan aktivitas pesawat militer Tiongkok di zona identifikasi pertahanan udara Jepang. Pernyataan tersebut menyebutkan, sebuah pesawat pengintai Y-9 dan pesawat pembom H-6 dari Laut Timur terbang melewati wilayah antara pulau utama Okinawa dan Miyako, kemudian mengitari atas Samudra Pasifik sebelum berbalik arah. Menurut pernyataan itu, pesawat tempur dari Skuadron Udara Barat Daya Angkatan Udara Jepang segera dikerahkan untuk mencegat.

Selat Miyako, yang terletak di antara Pulau Miyako dan Okinawa di Jepang, merupakan bagian dari “rantai pulau pertama”. Rantai pulau pertama adalah konsep pertahanan Amerika Serikat, yang membentang dari Jepang ke selatan Taiwan dan Philipina, merupakan garis pertahanan maritim pertama dalam membendung Tiongkok di Pasifik Barat. Menurut peta rute penerbangan Y-9 dan H-6 yang dirilis oleh Kementerian Pertahanan Jepang, posisi pengitariannya berada di luar zona identifikasi pertahanan udara dekat Taiwan Timur. Militer Jepang menyatakan, setelah dua pesawat militer Tiongkok melewati Selat Miyako, mereka terbang menuju perairan selatan Pulau Saki di Jepang di Laut Philipina. Kedua pesawat militer itu kembali melalui selat yang sama menuju Laut Timur dan terbang kembali ke daratan Tiongkok.

Pernyataan dari Kementerian Pertahanan Jepang menyebutkan bahwa pesawat yang mengganggu Jepang adalah pesawat pembom H-6 Tiongkok. Menurut laporan “Newsweek”, seorang pengamat militer Tiongkok menyatakan bahwa pesawat pembom ini adalah H-6J, yang disebut oleh Pentagon sebagai pembom serangan maritim, merupakan model angkatan laut dari H-6K yang dioperasikan oleh angkatan udara Tiongkok. 

Pentagon dalam laporan yang dirilis bulan Oktober tahun lalu menyatakan, pesawat pembom ini dilengkapi dengan peralatan elektronik penerbangan canggih dan mesin yang ditingkatkan. Pesawat pembom jarak jauh adalah bagian dari upaya Tiongkok untuk membangun kemampuan anti-akses/penolakan area. 

Ini bukanlah pertama kalinya Tiongkok mengirim jenis pesawat pembom dan pengintai yang sama untuk terbang di atas perairan dekat pulau-pulau barat daya Jepang, pada tanggal 12 Maret, Tiongkok telah mengirim pesawat militer untuk mengganggu Jepang.

Kantor Kepala Staf Gabungan Jepang melaporkan bahwa dari tanggal 1 April hingga 30 September, Angkatan Udara Jepang telah melakukan penerbangan darurat sebanyak 358 kali untuk merespon pesawat asing yang mendekat ke Jepang. 

Dari jumlah penerbangan darurat tersebut, 241 kali adalah terhadap pesawat militer Tiongkok, yang menunjukkan penurunan dari 304 kali pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, jumlah penerbangan darurat terhadap pesawat militer Rusia adalah 115 kali, menunjukkan peningkatan dari 110 kali pada tahun sebelumnya.(jhn/yn)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Pendidikan Klasik Tiongkok Dimulai dengan Menyapu Lantai?

Orang Tua Modern Mengalihkan Tanggung Jawab, tetapi Menuntut Hasil Saat ini, banyak orang tua mengeluhkan anak-anak mereka malas dan tidak bertanggung jawab, tetapi pada saat...

Chemistry Tumbuh dari Kedekatan: Mengapa Kencan Tatap Muka Masih Tak Tergantikan di Era Digital

Di era ketika lebih dari setengah lajang berusia di bawah 30 tahun menggunakan aplikasi kencan, berbagai bukti menunjukkan bahwa pendekatan digital terhadap percintaan mungkin...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine