Israel Bombardir Bunker Milik Hizbullah, Klaim Ada Bunker Lain Berisi $500 Juta yang Belum Terdeteksi

Pada  Senin (21 Oktober), militer Israel menyatakan bahwa serangan mereka terhadap Hizbullah di Lebanon semakin meluas. Dalam 24 jam terakhir, Israel menyerang sekitar 300 target, termasuk lebih dari 20 target lembaga keuangan milik Hizbullah. Salah satu target adalah sebuah bunker yang menyimpan jutaan dolar dalam bentuk uang tunai dan emas. Israel juga menyatakan bahwa ada bunker lain yang belum mereka serang, yang terletak di bawah rumah sakit dan diduga berisi $500 juta dalam bentuk uang tunai dan emas

ETIndonesia. Kantor berita Agence France-Presse mengutip pernyataan militer Israel yang mengatakan, “Hanya dalam 24 jam terakhir, kami telah menyerang sekitar 300 target.”

Kepala Staf Angkatan Pertahanan Israel (IDF), Herzi Halevi, mengatakan bahwa sekitar 30 target terkait dengan Al-Qard Al-Hassan, sebuah lembaga keuangan yang berafiliasi dengan Hizbullah. Israel bertujuan untuk melemahkan kemampuan Hizbullah dalam mendanai operasi militer mereka.

Militer Israel juga menyatakan bahwa mereka akan melancarkan serangan lebih lanjut terhadap jaringan keuangan Hizbullah di Beirut, ibu kota Lebanon, serta di seluruh wilayah Lebanon.

Juru Bicara Militer Israel, Daniel Hagari, dalam sebuah konferensi pers yang disiarkan televisi, mengatakan: “Salah satu target utama kami tadi malam (20 Oktober) adalah sebuah bunker bawah tanah yang menyimpan jutaan dolar uang tunai dan emas. Uang ini digunakan untuk membiayai serangan Hizbullah terhadap Israel.” Namun, Hagari tidak menjelaskan secara pasti apakah uang tersebut telah hancur dalam serangan itu.

Hagari juga menyebut tentang adanya bunker lain yang diperkirakan penuh dengan uang tunai dan emas, yang terletak di bawah Rumah Sakit Sahel di pinggiran selatan Beirut. Namun, ia mengatakan bahwa bunker tersebut belum menjadi target serangan Israel.

Hagari menambahkan: “Berdasarkan penilaian kami, bunker ini berisi setidaknya $500 juta dalam bentuk uang tunai dan emas. Uang tersebut bisa digunakan untuk membangun kembali Lebanon.”

Direktur Rumah Sakit Sahel, Fadi Alameh, menanggapi tuduhan Israel dengan mengatakan kepada Agence France-Presse bahwa “tuduhan tersebut tidak benar.” Ia juga menambahkan bahwa satu-satunya bagian dari rumah sakit yang masih beroperasi adalah unit gawat darurat, dan tenaga medis di dalamnya sedang dievakuasi.

Alameh, yang juga merupakan anggota parlemen dari gerakan politik Syiah Amal yang bersekutu dengan Hizbullah, mengatakan bahwa ia bersedia mengizinkan tentara Lebanon “atau pengamat lain” untuk datang ke rumah sakit untuk membuktikan bahwa tuduhan tersebut salah. Ia menegaskan bahwa rumah sakit itu hanya memiliki ruang operasi, pasien, dan kamar mayat.

Konflik lintas batas antara Israel dan Hizbullah, yang telah berlangsung selama setahun, berubah menjadi perang penuh pada akhir September. Serangan yang dilancarkan oleh Israel sejak 20 Oktober menandai eskalasi lebih lanjut dari aksi militer Israel terhadap Hizbullah. (jhon)

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Pendidikan Klasik Tiongkok Dimulai dengan Menyapu Lantai?

Orang Tua Modern Mengalihkan Tanggung Jawab, tetapi Menuntut Hasil Saat ini, banyak orang tua mengeluhkan anak-anak mereka malas dan tidak bertanggung jawab, tetapi pada saat...

Chemistry Tumbuh dari Kedekatan: Mengapa Kencan Tatap Muka Masih Tak Tergantikan di Era Digital

Di era ketika lebih dari setengah lajang berusia di bawah 30 tahun menggunakan aplikasi kencan, berbagai bukti menunjukkan bahwa pendekatan digital terhadap percintaan mungkin...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine