Badan Intelijen Korsel: Rusia Akan Membayar Gaji Bulanan $2.000 kepada Tentara Korut

Badan intelijen Korea menyatakan bahwa saat ini lebih dari 3.000 tentara Korea Utara telah dikerahkan ke Rusia untuk mendukung operasi militer negara tersebut di Ukraina. Pihak berwenang Rusia akan membayar gaji para tentara ini sekitar $2000 per bulan.

ETIndonesia. Menurut laporan dari Yonhap News Agency, direktur Badan Intelijen Nasional Korea, Choe Tae-yong, melaporkan kepada parlemen pada  23 Oktober bahwa jumlah tentara Korea Utara yang dikirim ke Rusia telah mencapai lebih dari 3.000 orang, dan diperkirakan akan meningkat menjadi lebih dari 10.000 orang sekitar bulan Desember mendatang.

Badan Intelijen Nasional menyebutkan bahwa tentara Korea Utara yang dikirim ke Rusia belum dikerahkan ke medan perang, sebagian besar berada di berbagai fasilitas pelatihan di Rusia, dan saat ini dalam tahap adaptasi. 

Para instruktur Rusia menganggap bahwa tentara Korea Utara memiliki stamina yang baik dan semangat yang tinggi, tetapi kurang memahami perang modern seperti serangan drone, yang mungkin mengakibatkan banyak korban jiwa jika dikerahkan ke garis depan.

Badan Intelijen Nasional Korea juga mengonfirmasi bahwa militer Rusia sedang merekrut banyak penerjemah bahasa Korea, dan memberikan pelatihan khusus tentang penggunaan peralatan militer dan drone kepada tentara Korea Utara.

Di dalam Korea Utara sendiri, tidak ada pembicaraan resmi tentang pengiriman pasukan, namun rumor terkait telah mulai tersebar. Ada indikasi bahwa departemen terkait di Korea Utara telah mengisolasi keluarga pasukan yang dikirim untuk ‘menutup mulut’ dan mengendalikan secara efektif.

Menurut Radio Free Asia, pada hari yang sama, Badan Intelijen Nasional menyatakan bahwa Rusia akan membayar gaji tentara Korea Utara yang dikirim untuk mendukung perang Rusia-Ukraina sebesar $2000 per orang.

Ini merupakan peningkatan signifikan dibandingkan dengan gaji yang ada saat ini. Bulan lalu, stasiun radio berbahasa Korea melaporkan bahwa gaji rata-rata tentara Korea Utara telah meningkat dari 100 hingga 300 won Korea Utara (sekitar 0.6 hingga 1.8 sen AS) menjadi 1.000 hingga 3.000 won Korea Utara (6 hingga 18 sen AS), meningkat sepuluh kali lipat.

Menurut laporan dari platform berita yang dioperasikan pemerintah Ukraina, United24, sebagian besar dari uang tersebut kemungkinan “masih menjadi milik negara” Korea Utara.

Biasanya, Korea Utara menyimpan sebagian besar gaji pekerja yang dikirim ke luar negeri, tetapi saat ini masih tidak jelas berapa banyak dari $2000 yang sebenarnya akan diterima oleh setiap tentara.

Yonhap News Agency melaporkan bahwa pada  24 Oktober, Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol menyatakan bahwa pengiriman tentara Korea Utara untuk mendukung Rusia melanggar Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan resolusi Dewan Keamanan PBB, merupakan tindakan provokatif yang mengancam keamanan Semenanjung Korea, Eropa, dan bahkan seluruh dunia. Korea Selatan tidak akan diam saja.

Yoon Suk-yeol menyatakan hal tersebut dalam konferensi pers bersama setelah pertemuan dengan Presiden Polandia Andrzej Duda di Istana Kepresidenan di Seoul.

Yoon Suk-yeol menyatakan bahwa Korea Selatan dan Polandia secara kuat mengutuk provokasi pengembangan senjata nuklir oleh Korea Utara serta kerja sama militer ilegalnya dengan Rusia. Korea Selatan tidak akan mengabaikan hal ini dan akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan secara bertahap bersama dengan masyarakat internasional sesuai dengan perkembangan kerja sama militer Korea Utara-Rusia.

Namun, Korea Utara membantah keras mengirim pasukan untuk mendukung Rusia. Perwakilan tetap Korea Utara di Perserikatan Bangsa-Bangsa pada  21 Oktober menolak kabar dari pemerintah Korea Selatan mengenai pengiriman pasukan untuk mendukung Rusia sebagai “rumor yang tidak berdasar”. (Jhon)

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Pendidikan Klasik Tiongkok Dimulai dengan Menyapu Lantai?

Orang Tua Modern Mengalihkan Tanggung Jawab, tetapi Menuntut Hasil Saat ini, banyak orang tua mengeluhkan anak-anak mereka malas dan tidak bertanggung jawab, tetapi pada saat...

Chemistry Tumbuh dari Kedekatan: Mengapa Kencan Tatap Muka Masih Tak Tergantikan di Era Digital

Di era ketika lebih dari setengah lajang berusia di bawah 30 tahun menggunakan aplikasi kencan, berbagai bukti menunjukkan bahwa pendekatan digital terhadap percintaan mungkin...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine