Setelah perang Israel-Hamas, pada kesempatan kesebelas kunjungan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken ke Timur Tengah, Hizbullah untuk pertama kalinya meluncurkan misil pandu presisi ke target di Israel pada Rabu, 23 Oktober. Pasukan Israel sebelumnya melancarkan serangan hebat di pinggiran selatan Beirut
ETIndonesia. Saat Antony Blinken mengunjungi kota Tel Aviv, Israel, serangan roket memicu alarm serangan udara. Diketahui, setelah alarm serangan udara berbunyi di Tel Aviv dan beberapa wilayah tengah dan utara Israel, pesawat yang ditumpangi Blinken tertunda keberangkatannya ke Riyadh. Sebelumnya, Blinken dijadwalkan mengunjungi Yordania, tetapi perjalanan itu dibatalkan pada malam Selasa, 22 Oktober.
Dengan dukungan Iran, Hizbullah menyatakan bahwa target serangan mereka adalah pabrik militer Israel di pinggiran Tel Aviv. Hizbullah mengklaim serangan tersebut terjadi saat alarm serangan udara berbunyi di Tel Aviv dan kota-kota sekitarnya.
Dalam pernyataan mereka, Hizbullah mengatakan telah meningkatkan serangan terhadap Israel, termasuk penggunaan “misil presisi” dan peluncuran drone baru ke target Israel, namun tidak memberikan detail lebih lanjut. Pasukan Israel mengatakan, sistem pertahanan udara mendeteksi empat proyektil yang diluncurkan dari Lebanon, dua di antaranya berhasil dicegat, satu jatuh di area terbuka, dan satu lagi terdeteksi jatuh di dalam wilayah. Tidak ada tanda-tanda bahwa fasilitas pertahanan di sekitar Tel Aviv diserang.
Penghancuran gedung di Lebanon
Setelah juru bicara militer Israel mengeluarkan peringatan evakuasi, pinggiran ibu kota Lebanon, Beirut, dibom. Fotografer Associated Press, Bilal Hussein, mengarahkan kameranya pada sebuah gedung di Beirut yang diperkirakan akan diserang oleh militer Israel.
Tak lama kemudian, sebuah misil jatuh dari langit, yang tertangkap oleh kameranya saat gedung itu hancur. Kemudian, asap tebal membubung dan puing-puing terlihat berserakan.
Serangan udara lain yang tidak diumumkan sebelumnya mengenai kantor yang berlokasi dekat milik stasiun TV Al-Mayadeen yang didukung Iran. Al-Mayadeen menyatakan bahwa kantor tersebut telah kosong sejak konflik dimulai.
Washington berusaha memediasi perdamaian antara Israel, Hizbullah, dan Hamas sebelum pemilihan presiden AS pada 5 November, dengan mengirim Blinken untuk kunjungan terakhirnya ke Timur Tengah, namun kekerasan terus meningkat.
Ini merupakan kunjungan kesebelas Blinken ke Timur Tengah setelah serangan Hamas terhadap Israel yang memicu perang di Jalur Gaza lebih dari setahun yang lalu. Hasil pemilihan di AS bisa mempengaruhi kebijakan AS yang akan datang. (jhon)
Sumber : NTDTV.com


