Rudal Supersonik Baru Rusia “Oreshnik” Bisa Meledak Hingga Suhu 4000°C! 

EtIndonesia. Setelah Ukraina menggunakan rudal yang dipasok negara-negara Barat untuk menyerang Rusia, Rusia kemudian merespon dengan menggunakan rudal jarak menengah baru “Oreshnik” untuk membalas, ini merupakan kali pertamanya Rusia mengungkapkan informasi terkait dengan rudal tersebut.

Baru-baru ini, Presiden Rusia Vladimir Putin bahkan mengancam bahwa tentara Rusia telah mulai memproduksi massal “Oreshnik” dan menggunakannya untuk menargetkan beberapa lokasi di Ukraina. Sementara itu, Presiden Belarus Alexander Lukashenko juga mengusulkan untuk mengerahkan beberapa rudal “Oreshnik” di wilayah Belarus.

Media Belarus “NEXTA” men-tweet bahwa pertemuan puncak pemimpin Collective Security Treaty Organization-CSTO (Pakta Pertahanan Keamanan Kolektif) yang dipimpin oleh Rusia diadakan pada tanggal 28 November di ibu kota Kazakhstan, Astana.

Putin, setelah pertemuan tersebut, secara terbuka mengeluarkan pernyataan mengancam kepada otoritas Ukraina, menyatakan bahwa staf umum dan kementerian pertahanan Rusia saat ini telah memilih target di wilayah Ukraina sebagai objek serangan rudal “Oreshnik”.

Putin juga menekankan, dibandingkan dengan rudal yang dipasok Barat kepada Ukraina, masih ada banyak rudal yang lebih canggih atau sejenis di dalam gudang senjata Rusia, dan senjata hipersonik Rusia masih belum memiliki “kompetitor sejenis” di seluruh dunia, serta mengecam Pemerintah Ukraina sebagai “perampas kekuasaan yang ilegal”.

Selain itu, Sekretaris Dewan Keamanan Federasi Rusia, mantan Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoygu, saat menghadiri pertemuan puncak CSTO, menyatakan bahwa setelah Rusia memperbarui doktrin nuklirnya, “payung nuklir” Rusia akan diperluas ke negara-negara anggota CSTO ini.

Sementara itu, Lukashenko, dalam wawancara dengan media, dengan antusias memuji “Oreshnik”, dan berharap Rusia bisa menempatkan rudal tersebut di wilayah Belarus.

Lukashenko mengatakan bahwa setelah Rusia menggunakan “Oreshnik”, “telah memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap masyarakat internasional”. 

Lukashenko lebih lanjut menyebutkan bahwa Belarus telah mempersiapkan lokasi untuk penempatan “Oreshnik”, “hanya menunggu respons dari Putin”. Untuk memberikan efek ngeri dan ancaman dari rudal “Oreshnik”, media Rusia, Sputnik juga melakukan perbandingan dan kinerja nyata dari rudal “Oreshnik” di platform X.

Tweet tersebut menyebutkan bahwa suhu ledakan kepala “Oreshnik” mencapai 4000°C, empat kali suhu lebur baja, dan dua hingga tiga kali suhu mesin jet saat ini, “hanya lebih rendah dari suhu permukaan matahari atau plasma, dapat menyebabkan kerusakan serius pada sebagian besar material”.

Tweet tersebut menyatakan bahwa secara umum, titik lebur baja adalah 1500°C, titik lebur aluminium sekitar 660°C, dan titik lebur tungsten adalah 3422°C, tetapi di hadapan suhu ledakan “Oreshnik” sebesar 4000°C, logam-logam ini akan “langsung menguap”.Selain itu, beton yang digunakan dalam konstruksi manusia akan retak dan degradasi pada suhu di atas 300°C, pada suhu tinggi 4000°C, tidak hanya beton yang mungkin menguap, tetapi juga baja yang digunakan di dalam bangunan akan langsung meleleh, menyebabkan struktur bangunan runtuh, kaca, sistem listrik, atau sistem pipa juga mungkin rusak di bawah suhu tinggi. Bahkan kendaraan lapis baja militer hampir tidak dapat menahan suhu tinggi 4000°C, akan “terbakar habis” di bawah serangan rudal “Oreshnik”. (jhn/yn)

INSPIRASI ERABARU

Menelusuri Jejak Biksu Xuanzang Melintasi Lanskap Suci Dunia Buddhis yang Telah Hilang

Oleh Eusebia (Venus Upadhayaya) Salah satu catatan perjalanan paling penting dan paling rinci mengenai Jalur Sutra kuno berasal dari perjalanan biksu Tiongkok Xuanzang (玄奘), yang...

Menurunkan Berat Badan dan Mengubah Penampilan adalah Dua Proyek yang Berbeda

 Chen Jing - Visiontimes.com Kebanyakan orang hanya menjalankan proyek yang pertama. Itulah sebabnya angka di timbangan turun, tetapi bayangan di cermin tampak tidak banyak berubah. Anda...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine