EtIndonesia. Operasi pengeboman Angkatan Udara AS yang menargetkan fasilitas nuklir Iran telah berubah secara tak terduga. Satu kelompok pesawat pengebom siluman B-2 Spirit yang terlibat dilaporkan belum kembali ke pangkalan, sehingga menimbulkan pertanyaan tentang keberadaannya.
AS mengerahkan dua kelompok pesawat pengebom B-2 terpisah dari Pangkalan Angkatan Udara Whiteman di Missouri pada tanggal 21 Juni. Satu formasi terbang ke arah barat di atas Pasifik — dilaporkan untuk mengecoh pertahanan Iran — sementara formasi kedua, yang terdiri dari tujuh B-2, menuju ke timur untuk menyerang fasilitas nuklir bawah tanah Teheran di Fordo dan Natanz, menurut laporan EurAsian Times yang diterbitkan pada tanggal 27 Juni.
Tim penyerang menyelesaikan misinya dan kembali ke pangkalan setelah perjalanan pulang pergi tanpa henti selama 37 jam. Namun, sedikit yang diketahui tentang tim umpan yang terbang menuju Pasifik.
Namun, yang muncul adalah bahwa setidaknya satu pesawat dari kelompok itu terpaksa melakukan pendaratan darurat di Hawaii.
Pesawat pengebom siluman yang dimaksud dilaporkan mendarat di Bandara Internasional Daniel K. Inouye, yang berbagi landasan pacu dengan Pangkalan Angkatan Udara Hickam di Honolulu. Sebuah video pesawat itu muncul secara daring, menambah misteri seputar kondisinya dan alasan pasti pengalihan dan pendaratannya.
B2 Stealth bomber sitting alone and guarded in Honolulu International. Just captured this on the taxi out. No reports online of a B2 here. This is the closest I’ve been to one. @grok says: There are no reports of a B-2 stealth bomber currently stationed or “sitting” at Daniel… pic.twitter.com/jlPl3MwiNd
— David Martin (@Sir_DavidMartin) June 24, 2025
Belum ada rincian yang dirilis mengenai sifat darurat tersebut atau berapa lama pesawat pengebom siluman itu akan tetap mendarat darurat.
Insiden ini bukan satu-satunya. Pesawat pengebom B-2 juga pernah melakukan pendaratan tak terencana di Hawaii sebelumnya. Pada April 2023, pendaratan darurat serupa terjadi di Hickam, yang mendorong seluruh armada B-2 untuk sementara mendarat darurat setelah kecelakaan terpisah di Missouri pada akhir 2022.
Pesawat yang terlibat dalam insiden April itu tetap berada di Hawaii selama berminggu-minggu sebelum diizinkan terbang. B-2 lainnya harus diangkut ke fasilitas Northrop Grumman di Palmdale, California, untuk diperbaiki pada tahun 2021 setelah insiden serupa.
Namun, kecelakaan B-2 yang paling parah terjadi pada tahun 2008, ketika “Spirit of Kansas” jatuh tak lama setelah lepas landas dari Pangkalan Angkatan Udara Andersen di Guam. Pesawat itu hancur, meskipun kedua awaknya berhasil melontarkan diri dengan selamat.
Pesawat pengebom B-2 Spirit, bagian penting dari strategi penangkal nuklir AS, dikenal karena teknologi siluman mutakhir dan kemampuan misi yang fleksibel.(yn)


