EtIndonesia. Ini adalah pidato motivasi pertama Jack Ma setelah Alibaba resmi melantai di bursa saham. Isinya menusuk, tapi sarat pelajaran.
Awal Perjalanan Alibaba
Saat akan mendirikan Alibaba, Jack Ma mengundang 24 temannya ke rumah untuk berdiskusi. Dia berbicara selama dua jam, tapi dia sendiri merasa penjelasannya belum terlalu jelas, begitu pula teman-temannya yang terlihat bingung. Setelah pembahasan, 23 orang menyarankan untuk membatalkan ide itu, hanya satu teman yang bekerja di bank berkata: “Kamu bisa coba saja, kalau gagal cepat-cepat mundur.”
Jack Ma berpikir semalam, dan keesokan paginya dia memutuskan tetap melanjutkan, meskipun semua orang menentang. Alasannya bukan karena dia sangat yakin pada internet, melainkan keyakinan bahwa mengalami proses itu sendiri adalah sebuah kesuksesan. Kalau gagal, masih bisa mundur; tapi kalau tidak mencoba, sama saja setiap malam hanya memikirkan ribuan ide, lalu paginya kembali menjalani rutinitas yang sama.
Empat Kesalahan Umum saat Menghadapi Hal Baru
Banyak orang gagal seumur hidupnya karena sikap terhadap hal-hal baru:
1. Tidak bisa melihat peluang.
2. Meremehkan peluang itu.
3. Tidak mengerti peluang tersebut.
4. Terlambat bertindak.
“Kamu Miskin Karena Tidak Punya Ambisi”
Ambisi adalah cita-cita besar yang harus diwujudkan. Dunia ini tidak mengenal kata “tidak bisa”, hanya ada “tidak berani mencoba”. Seberapa besar ambisimu, sebesar itu pula cakrawala masa depanmu.
Kisah berikut adalah buktinya.
Seorang karyawan rendahan di sebuah perusahaan besar, setiap hari hanya bertugas menyajikan teh dan membersihkan ruangan. Suatu hari dia tidak membawa kartu identitas karyawan, sehingga dilarang masuk oleh satpam. Padahal dia baru saja membeli perlengkapan kantor untuk perusahaan. Dia mencoba menjelaskan, tapi satpam tetap tidak mengizinkan. Saat itu dia melihat para pekerja kantoran dengan pakaian rapi masuk tanpa diperiksa. Ketika dia bertanya kenapa mereka bisa langsung masuk, satpam menatapnya dengan sinis dan memberi isyarat agar dia pergi.
Perasaan malu dan terhina membuatnya bersumpah: “Aku akan jadi orang sukses dan terkenal, sehingga rasa hina ini terkubur selamanya.”
Sejak hari itu, dia memanfaatkan setiap kesempatan untuk belajar dan mengembangkan diri. Datang paling pagi, pulang paling akhir, dan memanfaatkan setiap detik untuk menambah pengetahuan. Dalam waktu singkat, dia menjadi salah satu perwakilan penjualan terbaik di perusahaannya. Dengan kerja keras luar biasa, dia akhirnya diangkat menjadi General Manager di perusahaan multinasional.
Wanita itu adalah Wu Shihong, yang dijuluki “Ratu Pekerja” di Tiongkok, meskipun pendidikannya hanya setara diploma. Dia kemudian menjadi General Manager Microsoft China. Semua itu berawal dari ambisi yang tak tergoyahkan.
Kenapa Kamu Tetap Miskin?
· Karena tidak punya ambisi besar.
· Karena tidak punya keberanian mengubah nasib.
· Karena tidak mampu melawan rasa takut dalam diri.
· Karena tidak memiliki tekad dan keberanian mengubah yang mustahil menjadi mungkin.
Dengan ambisi:
· Kamu bisa mengalahkan rasa minder dan memaksimalkan potensi diri.
· Kamu akan terus belajar, berkembang, dan menyempurnakan diri.
· Kamu akan berani menciptakan keajaiban yang orang lain tidak sanggup.
Lihatlah Li Ka-shing, miliarder Asia, yang masa mudanya lebih miskin dari kebanyakan orang saat ini. Kalau dia bisa bangkit, apa alasanmu untuk tetap hidup miskin?
Kenyataan Pahit yang Harus Diterima
Tidak ada yang akan mengasihani kamu ketika:
· Keluarga menudingmu tidak berguna.
· Orang tuamu sakit dan kamu tidak punya uang untuk berobat.
· Kamu kalah bersaing di dunia kerja atau bisnis.
· Pasanganmu meninggalkanmu.
· Usia sudah 30–40 tahun, tapi belum punya pencapaian berarti.
Kesimpulan Jack Ma jelas: “Kalau di usia 35 kamu masih miskin, itu salahmu sendiri.” (jhn/yn)


