Pejabat tinggi Federal Bureau of Investigation (FBI), Brett Leatherman, pada 30 April menyatakan bahwa ekosistem “outsourcing peretasan” yang terkait dengan pemerintah Partai Komunis Tiongkok (PKT) telah “lepas kendali” dan memberikan “alasan yang tampak sah” bagi para pelaku kejahatan siber. Ia memperingatkan bahwa peretas Tiongkok berisiko ditangkap jika bepergian ke luar negeri.
EtIndonesia. Seorang warga negara Tiongkok berusia 34 tahun, Xu Zewei, baru-baru ini (25 April) diekstradisi dari Italia ke Amerika Serikat untuk diadili. Ia didakwa telah bekerja untuk kontraktor Tiongkok pada tahun 2020 dan 2021, serta terlibat dalam operasi peretasan skala besar atas perintah otoritas PKT.
Xu Zewei ditangkap di Milan pada Juli tahun lalu, dan setelah pengadilan Italia menyetujui ekstradisi, ia dikirim ke Amerika Serikat. Ia dituduh mencuri hasil penelitian virus COVID-19 dari universitas-universitas di AS pada saat dunia sangat membutuhkannya.
Disebutkan bahwa aksi peretasan tersebut dilakukan atas perintah pemerintah PKT, yang pada saat itu juga dituduh menyembunyikan informasi penting terkait virus dan asal-usulnya.
Pihak berwenang AS juga menuduh Xu Zewei sebagai anggota kunci dari kelompok peretas yang diduga terkait dengan pemerintah PKT, yang telah menyerang hampir 13.000 institusi di Amerika Serikat.
Kedutaan Besar PKT di AS belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar.
Sumber : NTDTV.com


