Setelah sebuah pesawat ringan menabrak CITIC Tower (China Zun) yang berjarak sekitar 7 kilometer dari Zhongnanhai, insiden tersebut disebut mengejutkan kalangan elite di Beijing. Pada malam 29 Juni, ketika konser peringatan 1 Juli yang diselenggarakan Partai Komunis Tiongkok (PKT) berlangsung di Beijing, banyak pengamat memperhatikan bahwa area di sekitar lokasi dipenuhi oleh petugas keamanan berpakaian hitam.
EtIndonesia.com Pada 29 Juni malam, PKT menggelar konser untuk memperingati apa yang disebut sebagai hari jadi berdirinya Partai pada 1 Juli. Media pemerintah melaporkan bahwa Xi Jinping, anggota Komite Tetap Politbiro PKT, serta para pejabat tinggi partai, pemerintah, militer, dan pejabat utama Pemerintah Kota Beijing menghadiri pertunjukan tersebut.
Berdasarkan tayangan yang disiarkan CCTV, seluruh area aula tampak dipenuhi petugas keamanan berpakaian hitam. Sejak Xi Jinping dan para anggota Komite Tetap memasuki ruangan, petugas keamanan terlihat berjaga di berbagai sisi.
Susunan tempat duduk di lokasi juga dinilai tidak lazim. Sekelompok siswa sekolah dasar ditempatkan di barisan depan, sementara kursi di sisi kiri dan kanan para anggota Komite Tetap dibiarkan kosong. Di area yang berdekatan duduk sederet petugas berpakaian hitam, sedangkan di balkon atas hanya terlihat fotografer dan petugas keamanan tanpa penonton lainnya.
Pemandangan tersebut memicu berbagai komentar di platform X. Beberapa warganet berkomentar:
- “Anak-anak ditempatkan bersama di depan untuk mencegah kemungkinan aksi pembunuhan terhadap pemimpin.”
- “Mereka tampak sangat ketakutan. Ini bukan menikmati konser, melainkan pertemuan orang-orang yang saling curiga dan merasa tidak aman.”
- “Para diktator adalah orang yang paling takut mati.”
- “Mereka hidup dalam ketakutan setiap hari.”
Komentar lainnya menyebut:
- “Siapa yang menghitung begitu banyak pengawal berpakaian hitam? Xi Jinping muncul dalam acara perayaan, tetapi tema yang paling terasa justru adalah ‘ketakutan’.”
- “Pengamanan sebesar ini justru menunjukkan rasa tidak aman.”
- “Mengapa begitu takut? Mungkin karena terlalu banyak melakukan hal-hal buruk.”
- “Para pengawal duduk di tepi agar mudah bergerak sekaligus mengendalikan jika ada seseorang yang tiba-tiba menerobos.”
- “Seperti sekelompok mafia yang berkumpul.”
Beberapa hari sebelumnya, tepatnya pada 26 Juni sore, sebuah pesawat olahraga ringan menabrak CITIC Tower (China Zun) yang memiliki 108 lantai di Beijing. Gedung tersebut berada di dekat kantor pusat CCTV dan sejumlah lembaga pemerintah, serta hanya berjarak beberapa kilometer dari Zhongnanhai, kompleks tempat para pemimpin tertinggi PKT berkantor.
Terjadinya insiden tersebut menjelang peringatan 1 Juli di ibu kota Beijing dinilai menunjukkan bahwa sistem pertahanan udara yang selama ini dikenal sangat ketat mengalami kegagalan. Setelah kejadian itu, otoritas dilaporkan segera memerintahkan penghentian sementara seluruh kegiatan penerbangan umum (general aviation).
Pada 29 Juni, Wang Chih-sheng, profesor dari Departemen Kepolisian Perbatasan di Central Police University Taiwan, dalam program televisi “Taiwan Forward” di FTV menyatakan bahwa para pemimpin tinggi PKT selama bertahun-tahun selalu mengkhawatirkan kemungkinan terjadinya “serangan pemenggalan kepemimpinan” (decapitation strike). Menurutnya, insiden ini menunjukkan bahwa sistem pertahanan udara Beijing mengalami kegagalan serius.
习近平出场,凸显了“怕”!黑衣人保镖遍布习周围!6月29日晚,音乐会《人民至上》在北京举行,习近平等众常委,连同约3000名其他官员一起观看演出。这次的座位安排特别奇怪,一群小学生坐前排,众常委两侧的座位空着,相邻区域边上坐着一排黑衣人,楼上除了摄影记者与黑衣人没有其他观众。 pic.twitter.com/rgig3crtz3
— 希望之聲 – 中國時局 (@SoundOfHope_SOH) July 1, 2026
Ia berpendapat bahwa apabila suatu hari drone MQ-9 benar-benar dapat memasuki wilayah Beijing untuk melaksanakan operasi semacam itu, ibu kota Tiongkok dapat menghadapi konsekuensi yang sangat berat.
Wang juga menyatakan bahwa insiden tersebut kemungkinan mencerminkan tingkat ketidakpuasan sebagian masyarakat Tiongkok terhadap pemerintahan PKT dan Xi Jinping, menurut pendapatnya, telah mencapai titik sangat tinggi sehingga mendorong munculnya bentuk protes yang ekstrem. Ia berpendapat bahwa peristiwa ini berpotensi menimbulkan efek berantai di dalam negeri.
Menurut Wang, baik ancaman terhadap keamanan pribadi para pemimpin maupun dinamika politik domestik yang semakin tegang dapat menjadi tantangan besar bagi Xi Jinping.
Laporan disusun oleh Tang Zheng/Li Quan


