EtIndonesia. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengalami percobaan pembunuhan saat menghadiri acara tahunan White House Correspondents’ Dinner pada 25 April. Pihak berwenang kini mempertimbangkan agar presiden mengenakan rompi antipeluru, namun Trump tampaknya tidak tertarik. Pada 1 Mei, ia mengatakan bahwa alasannya adalah karena khawatir rompi tersebut akan membuatnya terlihat lebih gemuk.
Trump yang kini berusia 79 tahun dilaporkan telah mengalami tiga kali dugaan percobaan pembunuhan dalam dua tahun terakhir. Insiden paling serius terjadi pada tahun 2024 di Butler saat kampanye pemilu, di mana telinganya terkena serpihan peluru, dan seorang penonton tewas.
Menurut laporan media, insiden terbaru terjadi saat Trump menghadiri jamuan makan malam di Washington. Setelah kejadian tersebut, pihak berwenang mulai mempertimbangkan penggunaan rompi antipeluru untuk presiden.
Dalam acara tersebut, ribuan tokoh politik dan bisnis menghadiri jamuan bersama presiden. Tiba-tiba, seorang tersangka membawa senapan panjang dan menerobos menuju aula, lalu melepaskan tembakan, termasuk ke arah seorang agen Dinas Rahasia AS.
Trump mengatakan pada malam kejadian bahwa rompi antipeluru memang menyelamatkan nyawa agen tersebut.
Namun, ketika ditanya apakah ia akan mempertimbangkan untuk memakainya, Trump tampak enggan. Ia mengatakan kepada wartawan: “Saya tidak tahu apakah saya bisa menerima terlihat seperti bertambah 20 pon.”
Ia juga bercanda: “Saya tidak tahu apakah saya bisa menerima terlihat 20 pon lebih berat. Ini memang sesuatu yang dipikirkan. Di satu sisi, Anda tidak suka melakukannya karena seolah-olah Anda menyerah pada ancaman. Jadi, saya tidak tahu, tapi memang ada yang menanyakan hal ini kepada saya.”
Sumber : NTDTV.com


