EtIndonesia. Film dokumenter “China’s Stealth Invasion” mengungkap strategi “perang tanpa batas” (unrestricted warfare) yang dilakukan Partai Komunis Tiongkok (PKT), yang disebut telah melancarkan “perang tak terlihat” terhadap Amerika Serikat selama hampir 40 tahun.
Video ini menggunakan sudut pandang orang pertama seorang jurnalis untuk mengungkap apa yang disebut sebagai “ancaman eksistensial” PKT terhadap kedaulatan, nilai-nilai, dan keamanan nasional AS.
Jurnalis senior keamanan nasional, Bill Gertz, mengatakan: “Amerika Serikat sedang menghadapi tantangan paling serius sejak berdirinya negara ini.”
Mantan perwira intelijen Angkatan Laut AS, Kapten James Fanell, mengatakan:
“Mereka sudah berada di dalam sistem kita, saat ini juga.”
Film dokumenter investigatif mendalam yang tayang perdana pada 28 April ini menjelaskan secara rinci bagaimana PKT menggunakan berbagai cara non-militer, termasuk spionase, infiltrasi ekonomi, pengaruh budaya, dan kerja front persatuan, untuk melakukan “infiltrasi tersembunyi” terhadap Amerika Serikat.
Bill Gertz menyatakan: “Pasukan siber Tiongkok telah menyusup ke infrastruktur penting kita, seperti jaringan listrik, sistem air, jaringan keuangan, dan jaringan transportasi. Ini berarti bahwa jika terjadi krisis atau konflik, Tiongkok memiliki kemampuan untuk menyerang titik-titik vital ini dan melumpuhkan seluruh sistem.”
Melalui sudut pandang jurnalis investigasi independen David Zhang, dokumenter ini membawa penonton mendalami bagaimana Beijing memanfaatkan celah dalam sistem Amerika untuk melakukan infiltrasi sistematis selama puluhan tahun.
Hal-hal yang disorot meliputi keamanan infrastruktur dan siber, pencurian teknologi dan pengendalian opini publik, penyelundupan narkoba fentanyl ke AS, pengosongan rantai industri Amerika, pembelian lahan, akuisisi perusahaan, aktivitas organisasi non-profit, manipulasi pemilu, serta represi lintas negara.
David Zhang mengatakan: “Lokasi saya sekarang adalah Pelabuhan Newark di New Jersey, pelabuhan terbesar di Pantai Timur AS. Di belakang saya, derek-derek pelabuhan yang menjulang tinggi ini sebagian besar berasal dari perusahaan Tiongkok bernama Zhenhua Heavy Industries, yang memiliki keterkaitan erat dengan PKT dan sistem industri militernya.”
Zhang mempertanyakan, jika Tiongkok menguasai kemampuan distribusi logistik di pelabuhan, apa artinya bagi Amerika Serikat?
James Fanell menambahkan: “Derek-derek ini memang berpotensi dikendalikan oleh PKT melalui sarana teknis tertentu. Ini adalah ancaman nyata yang cukup untuk memengaruhi urat nadi Amerika, yaitu aliran barang dan jasa. Beberapa fasilitas pelabuhan kita berdekatan dengan pangkalan Angkatan Laut AS. Jika mereka dapat menyadap komunikasi atau aliran data yang tertanam, mereka dapat memahami operasi militer dan sistem pertahanan sipil kita.”
Produser Zhang Tianliang menjadikan buku “America Against America” (1989) karya Wang Huning, anggota tetap Politbiro PKT, sebagai titik awal. Buku tersebut mencatat secara rinci bagaimana PKT menjadikan “perang tanpa batas” sebagai strategi jangka panjang, serta menganalisis kerentanan sistem Amerika dan kontradiksi internalnya, dengan tujuan memanfaatkan sistem tersebut untuk melemahkan Amerika dari dalam.
Disebutkan bahwa pada era Jiang Zemin, Wang Huning merancang konsep “Tiga Perwakilan” untuk memasukkan kaum kapitalis ke dalam partai melalui strategi front persatuan. Pada era Hu Jintao, konsep “Pandangan Pembangunan Ilmiah” membantu mendorong kebangkitan manufaktur Tiongkok, yang secara bertahap melemahkan sektor manufaktur AS.
Pada era Xi Jinping, berbagai konsep ideologis diperkenalkan, dan PKT disebut mulai meninggalkan strategi “menyembunyikan kekuatan” serta secara bertahap berupaya mempengaruhi Amerika, seperti memengaruhi pemilu AS, menggunakan TikTok untuk mengumpulkan data warga Amerika, serta mengekspor panel surya yang dapat dikendalikan dari jarak jauh. Disebutkan juga bahwa jika terjadi konflik, sistem listrik dapat dimatikan, serta dominasi pasokan antibiotik ke AS dan penggunaan chip buatan Tiongkok dalam sistem persenjataan.
David Zhang mengatakan: “Ketika saya menyadari bahwa Wang Huning pernah menulis tentang bagaimana narkoba dapat melemahkan Amerika, dan melihat bahwa para ahli teori militer PKT kemudian memasukkan perang narkoba sebagai taktik yang sah, hal ini membuat saya sangat gelisah. Namun kita tidak mengambil langkah yang cukup untuk menghentikan mereka, dan itu membuat saya sangat khawatir.”
Produser Zhang Tianliang dan jurnalis David Zhang dalam film tersebut menyatakan bahwa keterbukaan sistem Amerika sendiri juga dapat dimanfaatkan oleh kekuatan eksternal.
Strategi PKT ini, sejak buku Wang Huning diterbitkan hingga kini selama hampir 40 tahun, disebut terus dijalankan secara bertahap, sementara Amerika tidak sepenuhnya menyadari bahayanya. Mereka menilai bahwa jika masalah ini terus terakumulasi, hal itu dapat menjadi tantangan bagi sistem demokrasi.
Sumber : NTDTV.com


