Lai Ching-te Berhasil Kunjungi Eswatini, Tekankan Hak Partisipasi Internasional Taiwan

Presiden Republik Tiongkok (Taiwan), Lai Ching-te, pada Sabtu (2 Mei) berhasil melakukan kunjungan ke negara sahabat di Afrika, Eswatini. Raja Mswati III menyatakan dukungan tegas terhadap partisipasi Taiwan dalam komunitas internasional, sementara Lai Ching-te menegaskan bahwa Taiwan berhak memberikan kontribusi bagi dunia dan tidak akan mundur karena tekanan eksternal.

EtIndonesia. Pada 2 Mei, Eswatini menggelar upacara militer yang meriah untuk menyambut kunjungan Presiden Lai Ching-te.

Raja Mswati III dan Lai Ching-te mengadakan pertemuan di Mandelawu International Conference Centre, di mana kedua pihak menandatangani “Perjanjian Saling Bantuan Kepabeanan” serta mengeluarkan komunike bersama untuk menegaskan kelanjutan kerja sama.

Raja Mswati III mengatakan:  “Kerajaan Eswatini akan dengan teguh mendukung segala pencapaian yang dikejar Taiwan, termasuk partisipasi Taiwan dalam masyarakat internasional.”

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Taiwan sebagai sahabat dan mitra sejati Eswatini, yang telah memberikan kontribusi besar bagi perekonomian serta bantuan di berbagai bidang.

Eswatini saat ini merupakan salah satu dari sedikit negara yang masih mempertahankan hubungan diplomatik resmi dengan Taiwan. Presiden Lai sebelumnya dijadwalkan mengunjungi Eswatini pada akhir April, namun karena tekanan dari pihak PKT, negara-negara seperti Seychelles, Mauritius, dan Madagaskar secara mendadak mencabut izin penerbangan pesawat khusus, sehingga perjalanan tersebut terpaksa dibatalkan.

Kunjungan kali ini tidak diumumkan sebelumnya ke publik, dan dilaporkan Lai menggunakan pesawat khusus milik Eswatini.

Lai Ching-te menegaskan bahwa Taiwan tidak akan mundur karena tekanan eksternal dan akan terus memperluas partisipasi internasionalnya.

 “Republik Tiongkok (Taiwan) adalah negara berdaulat, Taiwan adalah milik dunia. 23 juta rakyat Taiwan memiliki hak untuk terhubung dengan dunia. Tidak ada negara yang berhak, atau seharusnya menghalangi Taiwan untuk berkontribusi bagi dunia,” katanya. 

Kunjungan Lai kali ini mendapat liputan besar di media arus utama Eswatini, yang menempatkannya di halaman depan, menunjukkan tingginya perhatian pemerintah dan masyarakat setempat.

Laporan oleh Ning Xiu dan Wen Hui, NTD Television

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Membangun Kekayaan: Pelajaran dari Tiga Tokoh Besar dalam Sejarah Tiongkok

Kerja keras dapat menopang kehidupan. Namun, kerja keras jarang menghasilkan kekayaan atau harta besar dengan sendirinya. Perbedaan antara sekadar mencari nafkah dan membangun kekayaan...

Mengapa Biksu Menyapu Halaman yang Sama Setiap Hari

Menyapu halaman, mengepel lantai: bagaimana pekerjaan sehari-hari di biara menjadi salah satu praktik meditasi tertua di dunia. Masuklah ke hampir setiap biara Buddha, dan Anda...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine