EtIndonesia. Pada Senin 4 Mei, Donald Trump melalui platform Truth Social menyerukan agar Korea Selatan bergabung dalam “Rencana Kebebasan” yang dipimpin Amerika Serikat untuk mengawal kapal dagang melintasi Selat Hormuz.
Ia menulis bahwa Iran telah menyerang kapal-kapal yang terlibat dalam “Rencana Kebebasan”, termasuk kapal dari negara yang tidak terkait, salah satunya kapal kargo Korea Selatan. Ia menyatakan bahwa mungkin sudah saatnya Korea Selatan ikut serta dalam operasi tersebut.
Trump juga menyebut bahwa Amerika Serikat telah menembak jatuh tujuh “kapal cepat” milik Iran, yang menurutnya merupakan sisa kekuatan senjata Iran. Ia menambahkan bahwa selain kapal Korea Selatan tersebut, sejauh ini kapal-kapal lain yang melintas di selat itu tidak mengalami kerusakan.
Menurut laporan media Korea Selatan, Kementerian Luar Negeri Korea Selatan pada 5 Mei mengonfirmasi bahwa sebuah kapal Korea Selatan mengalami ledakan dan kebakaran pada malam sebelumnya di perairan dekat Uni Emirat Arab di kawasan Selat Hormuz. Tidak ada korban jiwa, dan api telah berhasil dipadamkan. Hingga saat ini, pemerintah Korea Selatan belum memastikan penyebab insiden tersebut.
Kapal tersebut bernama HMM Namu, milik perusahaan pelayaran Korea Selatan HMM. Saat kejadian, kapal tersebut berbendera Panama dan membawa 24 awak, termasuk 6 warga Korea Selatan.
Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri Korea Selatan menyebutkan bahwa pemerintah akan berkoordinasi erat dengan negara-negara terkait dan mengambil langkah yang diperlukan untuk menjamin keselamatan kapal serta awak Korea Selatan di kawasan Selat Hormuz.
Pemerintah Korea Selatan juga menyatakan bahwa saat ini terdapat 26 kapal berbendera Korea Selatan yang masih terjebak di kawasan itu.
Sumber : NTDTV.com


