EtIndonesia. Pada 4 Mei, Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, menyatakan bahwa negara-negara anggota NATO telah menerima arahan dari Presiden AS Donald Trump terkait perjanjian yang memungkinkan Amerika Serikat menggunakan pangkalan militer di Eropa. Negara-negara Eropa akan memastikan semua perjanjian bilateral terkait pangkalan tersebut dijalankan.
Rutte menyampaikan hal ini saat menghadiri KTT Komunitas Politik Eropa di Armenia. Ia mengatakan bahwa negara-negara anggota NATO termasuk Kroasia, Prancis, Jerman, Yunani, Italia, Montenegro, Portugal, Rumania, dan Inggris mendukung Amerika Serikat dengan mengizinkan penggunaan pangkalan mereka serta memberikan dukungan logistik lainnya.
Sementara itu, beberapa negara Eropa juga telah mengerahkan kapal penyapu ranjau dan kapal pemburu ranjau di sekitar Teluk Persia sebagai persiapan untuk tahap operasi berikutnya.
Di tengah perang dengan Iran, perbedaan pendapat di dalam NATO mulai terlihat. Misalnya, Spanyol menolak memberikan izin kepada militer AS untuk menggunakan pangkalannya, serta menutup wilayah udaranya dari segala operasi yang terkait konflik dengan Iran.
Saat itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan bahwa Amerika Serikat perlu meninjau kembali hubungan dengan NATO, karena negara-negara anggota tidak memberikan bantuan selama konflik dengan Iran.
Ia menuduh bahwa sebagai anggota NATO, Amerika berkomitmen untuk melindungi mereka, tetapi mereka justru menolak memberikan akses wilayah udara dan bahkan merasa bangga akan hal tersebut.
Pada 29 April, Trump menyatakan bahwa AS sedang mempertimbangkan penarikan pasukan dari Jerman. Pada 30 April, ia juga mengisyaratkan kemungkinan penarikan dari Italia dan Spanyol, dengan alasan kedua negara tersebut kurang memberikan dukungan selama konflik dengan Iran.
Dalam sebuah wawancara, Trump mengatakan: “Mengapa saya tidak boleh melakukan itu?” Ia menambahkan, “Italia tidak memberikan bantuan apa pun, dan Spanyol sangat buruk.”
Perlu dicatat bahwa sebelum Trump mengusulkan penarikan pasukan dari Jerman, Kanselir Jerman Friedrich Merz sempat secara terbuka mengkritik perang dengan Iran.
Namun setelah Departemen Pertahanan AS mengumumkan penarikan 5.000 tentara dari Jerman, Merz berupaya meredakan perbedaan dengan Amerika. Ia mengatakan kepada media penyiaran publik Jerman bahwa meskipun ada perbedaan dalam beberapa isu, Amerika Serikat tetap merupakan mitra penting. Jerman tidak akan meninggalkan upaya memperkuat hubungan transatlantik maupun kerja sama dengan Trump.
Sumber : NTDTV.com


