Kecelakaan China Eastern Airlines Tahun 2022 Menewaskan 132 orang, Data Kotak Hitam Menunjukkan Manipulasi yang Disengaja

EtIndonesia. Empat tahun setelah kecelakaan pesawat China Eastern Airlines yang melibatkan pesawat Boeing 737, data terbaru yang dideklasifikasi oleh pihak Amerika Serikat menunjukkan bahwa aliran bahan bakar ke kedua mesin telah dimatikan, yang mengarah pada kemungkinan tindakan disengaja oleh manusia. NTD  juga mewawancarai seorang pilot senior AS untuk mendapatkan analisisnya.

Badan National Transportation Safety Board (NTSB), atas permintaan berdasarkan Undang-Undang Kebebasan Informasi, baru-baru ini merilis data hasil decoding “kotak hitam” dari kecelakaan tahun 2022 tersebut, yang kembali menarik perhatian publik.

Pada 21 Maret 2022, pesawat China Eastern penerbangan MU5735 yang terbang dari Kunming ke Guangzhou jatuh di Wuzhou, Guangxi, menyebabkan seluruh 132 orang di dalamnya meninggal dunia.

Menurut data yang dirilis NTSB, saat pesawat berada di ketinggian jelajah sekitar 29.000 kaki, sakelar bahan bakar kedua mesin dipindahkan ke posisi mati, yang menyebabkan putaran mesin menurun.

Seorang pilot senior AS bernama Sky menjelaskan bahwa sakelar bahan bakar biasanya terletak di bagian belakang konsol tengah kokpit, tidak mudah tersentuh secara tidak sengaja, dan tidak disentuh selama penerbangan normal.

Sky mengatakan:  “Dalam kondisi normal, kapten tidak mengizinkan siapapun menyentuh atau mendekati area itu. Jika seseorang mencoba mendekatinya, dia akan langsung menarik tangan orang tersebut. Jika dimatikan, untuk menyalakan kembali mesin membutuhkan waktu yang cukup lama.”

Selain itu, sakelar pemutus bahan bakar pada Boeing 737 dilengkapi dengan mekanisme pengaman “tarik lalu geser”, sehingga kemungkinan terpicu secara tidak sengaja sangat kecil. Karena itu, muncul dugaan adanya tindakan manusia yang disengaja.

Sky menambahkan:  “Ada sistem pengaman. Anda harus menariknya keluar terlebih dahulu sebelum bisa menggeser ke atas atau ke bawah. Kemungkinan untuk tidak sengaja menyalakan atau mematikannya sangat kecil. Itulah sebabnya dirancang seperti itu, untuk mencegah sentuhan yang tidak disengaja.”

Data juga menunjukkan bahwa sebelum pesawat jatuh, terdapat operasi yang saling berlawanan di kokpit—satu pihak diduga mendorong tuas sehingga pesawat menukik, sementara pihak lain mencoba menariknya kembali ke atas.

Kopilot berusia 59 tahun memiliki pengalaman terbang hingga 30.000 jam, dan dilaporkan pernah diturunkan jabatannya, sehingga oleh sebagian pihak dianggap sebagai tersangka utama.

Sky mengatakan:  “Jika kopilot bisa menjangkau sakelar itu, berarti situasinya sangat tidak biasa. Pada dasarnya, begitu seseorang menyentuhnya, kami tahu apa yang ingin dia lakukan.”

Namun demikian, data yang dipublikasikan saat ini belum dapat memastikan siapa yang melakukan tindakan tersebut maupun motifnya.

Sky juga menyebut bahwa perekam data penerbangan dalam kotak hitam dapat menunjukkan apakah sakelar bahan bakar dimatikan secara manual. Namun hingga kini, otoritas penerbangan sipil Tiongkok belum merilis rekaman suara kokpit maupun laporan investigasi akhir yang paling krusial.

Sky menambahkan:  “Pertama adalah soal citra negara—mereka ingin tampil sebagai pemimpin. Kedua, setiap perusahaan cenderung menutupi hal-hal demi citra dan kepentingannya sendiri.”

Laporan oleh Chang Chun dan Zheng Shengxun dari Amerika Serikat.

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Membangun Kekayaan: Pelajaran dari Tiga Tokoh Besar dalam Sejarah Tiongkok

Kerja keras dapat menopang kehidupan. Namun, kerja keras jarang menghasilkan kekayaan atau harta besar dengan sendirinya. Perbedaan antara sekadar mencari nafkah dan membangun kekayaan...

Mengapa Biksu Menyapu Halaman yang Sama Setiap Hari

Menyapu halaman, mengepel lantai: bagaimana pekerjaan sehari-hari di biara menjadi salah satu praktik meditasi tertua di dunia. Masuklah ke hampir setiap biara Buddha, dan Anda...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine