Makan Telur Juga Ada “Zona Bahaya”, Ahli Gizi Ungkap Cara Konsumsi yang Benar

EtIndonesia. Telur memiliki nilai gizi tinggi dan bisa dimasak dengan berbagai cara. Namun, meskipun sama-sama telur, metode memasak yang berbeda dapat mempengaruhi kandungan nutrisi dan risiko kesehatannya. Ahli gizi Taiwan, Liu Yili, baru-baru ini menyebutkan di Facebook mengenai metode memasak telur yang sehat dan mana yang termasuk “ranjau” kesehatan yang sebaiknya dihindari.

Liu Yili mengatakan bahwa cara konsumsi dengan nilai gizi tinggi meliputi telur rebus, telur ceplok matang sempurna, dan telur orak-arik. Cara-cara ini mampu mempertahankan nutrisi telur sehingga menjadi pilihan terbaik untuk konsumsi sehari-hari.

Sementara itu, telur teh, telur rebus kecap, dan tamagoyaki biasanya ditambahkan banyak bumbu selama proses pengolahan sehingga kandungan natriumnya lebih tinggi. Orang dengan tekanan darah tinggi perlu berhati-hati dan mengkonsumsinya secukupnya agar tidak mempengaruhi kontrol tekanan darah.

Adapun telur dadar tebal, telur goreng, dan telur orak-arik lembut umumnya mengandung lebih banyak minyak dan kalori. Orang yang sedang menurunkan berat badan perlu lebih waspada. Terutama telur tumis saus telur asin yang digemari banyak orang, karena kandungan lemaknya sangat tinggi dan menjadi “zona bahaya” bagi pengontrol berat badan.

Beberapa telur setengah matang seperti ajitsuke tamago (telur setengah matang ala Jepang), saus telur mentah, dan tiramisu mungkin mengandung telur mentah atau kurang matang. Liu Yili mengatakan bahwa makanan tersebut berpotensi menimbulkan risiko keamanan pangan, sehingga orang dengan daya tahan tubuh rendah dan anak-anak harus lebih berhati-hati.

Sedangkan untuk telur besi (iron egg), Liu Yili menjelaskan bahwa nilai gizinya sedikit lebih rendah dibanding jenis olahan telur lainnya. Namun karena teksturnya enak, makanan ini cocok dijadikan camilan sesekali untuk memuaskan keinginan makan.

Dalam unggahan lainnya, Liu Yili juga menyebutkan bahwa kandungan gizi telur berkaitan dengan tingkat kematangannya. Penyerapan nutrisi oleh tubuh berbeda pada setiap tingkat kematangan telur. Tingkat penyerapan telur mentah hanya sekitar 50%, sedangkan telur rebus mencapai hingga 99%, hampir dua kali lebih tinggi dibanding telur mentah. Telur matang biasa (digoreng, ditumis, dikukus, dan sebagainya) memiliki tingkat penyerapan di atas 80%. Karena itu, dari sudut pandang kesehatan, mengkonsumsi telur matang lebih dianjurkan.

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Membangun Kekayaan: Pelajaran dari Tiga Tokoh Besar dalam Sejarah Tiongkok

Kerja keras dapat menopang kehidupan. Namun, kerja keras jarang menghasilkan kekayaan atau harta besar dengan sendirinya. Perbedaan antara sekadar mencari nafkah dan membangun kekayaan...

Mengapa Biksu Menyapu Halaman yang Sama Setiap Hari

Menyapu halaman, mengepel lantai: bagaimana pekerjaan sehari-hari di biara menjadi salah satu praktik meditasi tertua di dunia. Masuklah ke hampir setiap biara Buddha, dan Anda...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine