EtIndonesia. Elon Musk pada Rabu (6/5/2026) mengumumkan restrukturisasi besar dengan menggabungkan perusahaan AI miliknya, xAI, secara resmi ke dalam SpaceX. Restrukturisasi ini terjadi setelah SpaceX mencapai kesepakatan kerja sama komputasi dengan Anthropic. Tujuannya adalah mengintegrasikan AI tingkat tinggi dengan infrastruktur luar angkasa secara mendalam, bahkan merencanakan pembangunan pusat data di orbit luar angkasa. Musk memiliki ambisi membangun mesin inovasi vertikal yang mencakup industri dirgantara, jaringan satelit, dan AI.
“xAI tidak akan lagi berdiri sebagai perusahaan independen. Ke depan, hanya akan ada SpaceXAI, yaitu produk AI di bawah SpaceX,” demikian tulisan Elon Musk.
Restrukturisasi strategis ini terjadi setelah SpaceX dan Anthropic mencapai kesepakatan kerja sama komputasi berskala besar.
Sebenarnya, rencana restrukturisasi ini memang sudah lama menjadi visi Musk: menggabungkan AI canggih dengan infrastruktur luar angkasa, termasuk kemungkinan membangun pusat data di orbit pada masa depan.
Anthropic menyatakan bahwa kerja sama ini akan secara signifikan meningkatkan kapasitas komputasi perusahaan.
xAI adalah perusahaan AI yang didirikan Musk pada tahun 2023 untuk bersaing dengan perusahaan seperti Google dan OpenAI.
Pada Februari tahun ini, Musk memimpin SpaceX untuk mengakuisisi xAI. Ia menyatakan dengan penuh ambisi bahwa melalui penggabungan ini, ia ingin membangun mesin inovasi vertikal paling ambisius di bumi maupun di luar bumi, yang mencakup AI, roket, dan jaringan luar angkasa.
Integrasi ini juga berkaitan dengan rencana Musk membangun pusat data di luar angkasa. Selain itu, langkah tersebut dipandang sebagai persiapan menuju kemungkinan penawaran saham perdana (IPO) SpaceX di masa depan yang nilainya diperkirakan dapat mencapai 1,5 triliun dolar AS.
Laporan reporter NTDTV, Liu Jiajia, dari Amerika Serikat.


