EtIndonesia. Setiap 10 Mei merupakan Hari Ibu. Penelitian menemukan sebuah fakta menarik: meskipun ada puluhan bahasa besar di dunia dengan perbedaan yang sangat besar, pengucapan kata “mama” justru hampir serupa di banyak bahasa.
Mengapa Pengucapan “Mama” Selalu Mengandung Bunyi “Ma”?
Profesor Gu Fukun dari Institut Sastra Dunia, Fakultas Bahasa Asing Universitas Peking, dalam bukunya Pengantar Perbandingan Budaya Timur dan Barat, menyebutkan bahwa bunyi “ma” kemungkinan berasal dari suara bayi yang meminta susu, lalu berkembang menjadi panggilan untuk ibu.
Ketika bayi lahir dan menangis, mereka secara alami mengeluarkan bunyi panjang “a”. Saat menyusu, mulut bayi tertutup sehingga aliran udara keluar melalui rongga hidung dan menghasilkan bunyi “m”. Karena itu, kata seperti “mama” dan “papa” menjadi bunyi paling awal dan paling mudah diucapkan bayi.
Jadi, ketika bayi ingin minum susu, mereka cenderung mencoba mengeluarkan bunyi “m”. Jika tidak mendapat susu, mereka akan menangis dan menghasilkan bunyi “a”. Ketika kedua bunyi itu digabungkan, muncullah “ma”. Inilah kemungkinan alasan mengapa bahasa-bahasa di dunia sangat berbeda, tetapi pengucapan kata “mama” tetap mirip.
Bunga Anyelir Memiliki Makna Berbeda
Hari Ibu merupakan hari penting untuk mengungkapkan rasa terima kasih kepada ibu. Sebagian besar negara menetapkan Hari Ibu pada hari Minggu kedua bulan Mei, meskipun beberapa negara merayakannya pada tanggal yang berbeda.
Pada Hari Ibu, orang biasanya memberikan kartu ucapan dan bunga anyelir kepada ibu mereka. Bunga anyelir melambangkan kasih sayang ibu yang agung. Namun di Swedia, anyelir justru dianggap tabu karena melambangkan “kematian”, sehingga biasanya hanya diberikan kepada keluarga orang yang telah meninggal.
Selain itu, warna anyelir yang berbeda juga memiliki makna berbeda:
- Anyelir putih: digunakan untuk mengenang ibu yang telah meninggal.
- Anyelir merah: melambangkan cinta yang mendalam, sekaligus doa untuk umur panjang dan kesehatan.
- Anyelir kuning: mengandung makna rasa terima kasih.
- Anyelir merah muda (pink): melambangkan kecantikan dan keremajaan abadi, serta disebut sebagai “air mata Perawan Maria”.
Sumber : NTDTV.com


