Sebuah kecelakaan mobil terguling yang terjadi beberapa hari lalu di Provinsi Chonburi, Thailand, mengungkap keberadaan gudang senjata milik seorang pria Tiongkok. Polisi menemukan senjata dan amunisi di dalam mobil tersangka, lalu melakukan pengembangan penyelidikan hingga menemukan persenjataan dalam jumlah besar di tempat tinggalnya, termasuk senapan serbu, granat, dan bahan peledak. Tersangka mengaku ingin melakukan aksi bunuh diri, namun polisi menduga ada rencana lain di balik kasus ini.
EtIndonesia. Menurut laporan Thai Daily News, kejadian bermula pada malam 8 Mei ketika seorang pria Tiongkok bernama Sun Mingchen kehilangan kendali atas mobil putih yang dikendarainya di kawasan Bang Lamung hingga terguling. Tidak ada korban luka dalam kecelakaan tersebut. Namun saat polisi tiba untuk melakukan evakuasi, mereka menemukan senjata dan amunisi di dalam kendaraan, lalu segera menangkapnya dan menggeledah tempat tinggalnya.
Polisi menemukan sejumlah besar persenjataan di rumah tersangka di pusat kota Chonburi, antara lain:
- 4 granat fragmentasi Rusia jenis POMZ2
- 1 granat fragmentasi jenis K75
- 4 ranjau jebakan model “pod jagung”
- 3 detonator bahan peledak
- 1 kotak bahan peledak C4 seberat 2.486,4 gram
- 2 batang C4 dengan total berat 1.173 gram
- 2 set pemancar/penerima kendali jarak jauh
- 3 rompi antipeluru
- 2 senapan serbu M4
- 1 pistol
- Banyak magasin dan ratusan peluru berbagai kaliber
- 2 masker gas
- 6 filter masker gas
- 4 jerigen bensin berkapasitas 20 liter
Jumlah senjata tersebut membuat lokasi itu disebut sebagai “gudang senjata mini”.
Polisi juga mengungkap bahwa rumah tersebut dipasangi jebakan ranjau. Granat tangan dihubungkan dengan kawat perangkap, mirip adegan dalam film aksi. Warga sekitar sempat dievakuasi darurat karena situasi dianggap sangat berbahaya.
Dari hasil pemeriksaan, sebagian besar peluru senapan serbu yang ditemukan ternyata merupakan amunisi standar militer Thailand dengan penanda hijau di bagian pelurunya. Selain itu, pistol semi-otomatis yang dibawa tersangka tercatat atas nama seorang polisi aktif di Bangkok. Sun Mingchen mengaku membeli pistol itu dari polisi tersebut seharga 100 ribu baht (sekitar 3.105 dolar AS).
Polisi Thailand kini mencurigai adanya “orang dalam” di kepolisian yang terlibat dalam penyelundupan senjata.
Saat diinterogasi, Sun Mingchen awalnya mengaku membeli seluruh senjata itu untuk “mengakhiri hidupnya sendiri” dan mengatakan bahwa persenjataan tersebut dibeli secara online. Namun setelah dihadapkan dengan banyak bukti, ia akhirnya mengakui bahwa dirinya sempat berencana melakukan serangan bunuh diri.
Pihak kepolisian menyatakan penyelidikan lanjutan akan difokuskan pada kemungkinan adanya rencana serangan teroris atau aksi kriminal terhadap target tertentu di Thailand. Polisi yang diduga menjual senjata kepadanya juga akan ditindak tegas.
Hasil penyelidikan latar belakang menunjukkan bahwa Sun Mingchen memiliki paspor Tiongkok dan Kamboja, serta kartu identitas warna merah muda Thailand yang diberikan kepada warga asing berstatus tinggal jangka panjang. Ia pertama kali masuk Thailand pada tahun 2020 dengan visa turis dan sering keluar-masuk negara tersebut. Terakhir kali ia masuk Thailand adalah pada 27 Januari tahun ini dengan visa elite yang berlaku lima tahun.
Saat ini, otoritas imigrasi Thailand telah mencabut visa elite jangka panjang miliknya. Ia didakwa dengan berbagai tuduhan berat, termasuk melanggar undang-undang pengendalian senjata dan kepemilikan ilegal senjata perang. Jika terbukti bersalah, ia dapat menghadapi hukuman penjara hingga 10 tahun.
Sumber : NTDTV.com


