EtIndonesia. Pada 14 Mei 2026 pagi, saat “KTT Trump-Xi” berlangsung di Beijing, news Anchor Fox News Bret Baier yang ikut bersama Trump ke Tiongkok mengalami langsung sistem pengawasan PKT. Ia berkata, “Di sini kamera ada di mana-mana, setiap detik mengawasi kita.” “Inilah komunisme!” “Big Brother is watching you.” Dalam laporan videonya, Bret Baier mengutip kalimat terkenal dari novel Nineteen Eighty-Four karya George Orwell.
“Di Beijing, kamera pengawas benar-benar ada di mana-mana. Sekarang kami berada di luar Stasiun Haidian, dan hanya di sudut ini saja saya bisa menghitung setidaknya 20 kamera. Faktanya, tahun ini saja Beijing telah menambah 1.500 kamera pengawas,” kata Baier berdiri di pintu keluar sebuah stasiun metro di Beijing.
“Di sini kamera ada di mana-mana… mereka bisa melihat semuanya… sopir kami hanya parkir melanggar aturan selama dua menit, lalu di ponselnya langsung muncul surat tilang senilai 40 dolar! Karena mereka melihatnya lewat kamera,” ujar Baier. “Inilah komunisme!”
🚨 The Chinese Communists have just TICKETED the Fox News crew, using their abundance of surveillance cameras placed around Beijing!
— Eric Daugherty (@EricLDaugh) May 13, 2026
BRET BAIER: "There are literally cameras everywhere…they see everything…our driver parked illegally for 2 MINUTES and got a ticket for $40!"… pic.twitter.com/nI54kxiAv9
Ia melanjutkan:“Pertanyaannya sekarang adalah, apa sebenarnya tujuan PKT melacak warga dan menerapkan sistem penilaian kredit sosial? Mereka mengklaim ini untuk membuat semua orang merasa aman. Kamera-kamera ini mengawasi kita setiap detik, mereka ada di mana-mana. Saat mereka mengawasi kita di Tiongkok, kami harap Anda juga terus mengikuti laporan kami.”
Video pengalaman Baier terhadap sistem pengawasan PKT di Beijing memicu perbincangan hangat di platform X. Sejumlah netizen berkomentar:
“Tujuan pemasangan kamera adalah untuk membuat rakyat menjadi seperti objek dan kehilangan kemampuan berpikir mandiri.”
“Ada kemungkinan generasi muda, bahkan beberapa generasi ke depan, akan tumbuh menjadi pembawa depresi dan tekanan mental.”
Sebagian netizen lain mengatakan pemerintah PKT memanfaatkan kamera untuk mencari pemasukan lewat denda:
“Biar kalian merasakan apa itu ekonomi berbasis denda dan penyitaan.”
“Partai Komunis sekarang kekurangan uang, jadi mereka mati-matian memberi denda. Rakyat biasa, termasuk tamu asing, harus mulai terbiasa!”
Ada juga netizen yang mengatakan bahwa walaupun kamera ada di mana-mana di Tiongkok, terhadap pelaku kriminal sistem itu sering kali tidak efektif:
“Tidak sepenuhnya benar. Kamera memang ada di mana-mana, tapi anak-anak yang hilang tetap saja tidak ditemukan.”
Laporan gabungan wartawan Luo Tingting / Wen Hui


