Penelitian Terbaru Ungkap Fakta : Alam Semesta Melaju Mengembang Semakin Cepat

EtIndonesia.com  Apakah laju pengembangan alam semesta telah melambat? Sebuah tim peneliti yang melibatkan dua peraih Hadiah Nobel telah meninjau kembali data observasi dan menyimpulkan bahwa alam semesta hingga kini masih mengalami percepatan pengembangan. Temuan ini membantah hasil penelitian yang diterbitkan tahun lalu yang menyatakan bahwa percepatan tersebut telah berhenti.

Menurut laporan Reuters, penelitian ini didasarkan pada pengamatan terhadap supernova Tipe Ia, yaitu ledakan bintang yang terjadi ketika katai putih (white dwarf) meledak.

Karena ledakan supernova jenis ini memiliki tingkat kecerahan yang relatif seragam, para ilmuwan menggunakannya sebagai “lilin standar” (standard candle) untuk mengukur jarak kosmik yang sangat jauh. Supernova yang lebih dekat akan tampak lebih terang, sedangkan yang lebih jauh tampak lebih redup. 

Dengan mengukur tingkat kecerahan yang diamati, para astronom dapat memperkirakan laju pengembangan alam semesta dan bagaimana laju tersebut berubah dari waktu ke waktu.

Pada tahun 1998, pengamatan terhadap supernova Tipe Ia memberikan bukti pertama bahwa alam semesta mengembang dengan laju yang semakin cepat, yang diyakini didorong oleh keberadaan energi gelap (dark energy).

Penelitian Tahun Lalu Mempertanyakan Percepatan Itu

Namun, tahun lalu sebuah tim peneliti dari Korea Selatan mengajukan pandangan berbeda. Mereka berpendapat bahwa energi gelap mungkin sedang melemah sehingga alam semesta tidak lagi mengalami percepatan pengembangan.

Dasar argumen mereka adalah bahwa kalibrasi jarak supernova seharusnya mempertimbangkan usia bintang yang meledak. Menurut mereka, “efek usia” tersebut dapat mengubah secara signifikan bukti yang selama ini mendukung teori percepatan pengembangan alam semesta.

Studi Terbaru Tidak Menemukan “Efek Usia”

Dalam penelitian terbaru, salah satu penulis sekaligus peraih Hadiah Nobel Fisika, Adam Riess, menyatakan bahwa setelah menganalisis sampel supernova terbesar yang pernah digunakan dalam penelitian selama beberapa dekade terakhir, timnya tidak menemukan bukti adanya “efek usia” bintang sebagaimana diklaim penelitian sebelumnya.

Tim peneliti menyatakan keyakinannya terhadap metode dan kesimpulan yang diperoleh.

“Alam semesta masih mengembang dengan percepatan. Masih banyak hal yang belum kita ketahui, dan kami sangat terbuka untuk terus mempelajarinya. Namun, kami yakin bahwa kami berada di jalur yang benar,” ujar Brodie Popovic, astrofisikawan dari Universitas Southampton, Inggris, yang memimpin penelitian itu. 

Energi Gelap Masih Menjadi Misteri

Meskipun dianggap sebagai penyebab utama percepatan pengembangan alam semesta, energi gelap hingga kini masih menjadi salah satu misteri terbesar dalam kosmologi.

Energi gelap digambarkan sebagai suatu bentuk energi yang tidak dapat dilihat maupun dideteksi secara langsung, tetapi diperkirakan menyumbang sekitar 68% dari total kandungan energi alam semesta dan diyakini berperan dalam mendorong pengembangan kosmos yang semakin cepat.

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Pendidikan Klasik Tiongkok Dimulai dengan Menyapu Lantai?

Orang Tua Modern Mengalihkan Tanggung Jawab, tetapi Menuntut HasilSaat ini, banyak orang tua mengeluhkan anak-anak mereka malas dan tidak bertanggung jawab, tetapi pada saat...

Chemistry Tumbuh dari Kedekatan: Mengapa Kencan Tatap Muka Masih Tak Tergantikan di Era Digital

Di era ketika lebih dari setengah lajang berusia di bawah 30 tahun menggunakan aplikasi kencan, berbagai bukti menunjukkan bahwa pendekatan digital terhadap percintaan mungkin...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine