Mengapa Nyamuk Selalu Suka Menggigit Anda? Penelitian Ungkap Penyebabnya, Dua Kelompok Orang Ini Lebih Mudah Menjadi Sasaran

EtIndonesia.com Pernahkah Anda mengalami situasi ketika berada di tengah banyak orang, tetapi nyamuk tampaknya hanya tertarik menggigit Anda? Ternyata, hal itu bukan sekadar perasaan. Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa nyamuk memang lebih menyukai orang-orang tertentu.

Menurut laporan Science Alert, ahli entomologi medis dari Institut Penelitian Pembangunan Prancis, Frédéric Simard, mengatakan kepada AFP bahwa nyamuk memang memiliki preferensi terhadap orang tertentu, dan hal ini didukung oleh bukti ilmiah. Penyebab utamanya bukanlah golongan darah, seperti yang sering dipercaya banyak orang, melainkan bau tubuh yang dikeluarkan seseorang.

Ilmuwan asal Swedia, Rickard Ignell, juga menjelaskan kepada AFP bahwa proses nyamuk menemukan mangsanya berlangsung sebagai berikut:

  • Sinyal pertama yang memicu nyamuk mencari target adalah karbon dioksida (CO₂) yang dikeluarkan saat manusia bernapas. Gas ini dapat menarik nyamuk dari jarak puluhan meter.
  • Ketika nyamuk mendekat hingga sekitar 10 meter, mereka mulai mendeteksi bau tubuh manusia. Kombinasi bau tubuh dan karbon dioksida membuat nyamuk semakin tertarik untuk mendekat.
  • Saat sudah berada sangat dekat, suhu tubuh dan kelembapan kulit menjadi faktor yang menentukan siapa yang lebih mungkin digigit.

Permukaan kulit manusia melepaskan sekitar 300 hingga 1.000 jenis senyawa aroma yang berbeda. Senyawa-senyawa ini merupakan hasil sampingan dari aktivitas mikroorganisme pada kulit yang menguraikan berbagai sekresi tubuh. Karena komposisinya berbeda pada setiap orang, setiap individu memiliki aroma tubuh yang unik.

Penelitian yang melibatkan Rickard Ignell menemukan bahwa nyamuk mampu mengenali 27 senyawa aroma tertentu dari ribuan jenis bau yang ada. Orang yang paling menarik bagi nyamuk adalah mereka yang kulitnya menghasilkan banyak 1-octen-3-ol (oktenol), yaitu senyawa yang terbentuk dari pemecahan minyak alami pada kulit.

Salah satu kelompok yang diketahui menghasilkan kadar oktenol lebih tinggi adalah wanita hamil pada trimester kedua kehamilan. Para peneliti menemukan bahwa bahkan peningkatan kecil kadar senyawa ini dapat secara signifikan meningkatkan daya tarik seseorang bagi nyamuk.

Selain itu, berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa mengkonsumsi bir dapat membuat seseorang lebih mudah digigit nyamuk. Hal ini diduga karena bir dapat:

  • Meningkatkan suhu tubuh,
  • Menambah jumlah karbon dioksida yang dihembuskan saat bernapas, dan
  • Mengubah aroma kulit.

Sebuah penelitian di Belanda pada tahun 2023 yang melibatkan 465 peserta menunjukkan bahwa orang yang mengkonsumsi bir dalam 24 jam terakhir memiliki daya tarik terhadap nyamuk sekitar 1,35 kali lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak minum bir.

Dengan demikian, berdasarkan penelitian yang dikutip dalam artikel ini, dua kelompok yang relatif lebih mudah menarik nyamuk adalah:

  1. Wanita hamil, terutama pada trimester kedua, karena perubahan kimia tubuh yang meningkatkan produksi senyawa tertentu seperti oktenol.
  2. Orang yang baru mengkonsumsi bir, karena perubahan suhu tubuh, kadar karbon dioksida yang dihembuskan, dan aroma kulit yang lebih menarik bagi nyamuk.

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Kebahagiaan Menurut Aristoteles : 7 Cara Praktis yang Masih Relevan Hingga Sekarang

Nicole James Masalah dengan kebahagiaan adalah bahwa semua orang tampaknya berusaha menjualnya kepada Anda. Kebahagiaan hadir dalam begitu banyak kemasan: botol, retret, jurnal, aplikasi, celana...

5 Kebiasaan Orang yang Jarang Stres Meski Menghadapi Urusan Keuangan

Hidup di bawah kemampuan finansial dan mengetahui ke mana uang dibelanjakan merupakan bagian dari rencana sederhana untuk mengurangi stres keuangan. Oleh Mike Donghia Pada awal pernikahan...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine