Ribuan Warga Hefei, Anhui, Tiongkok Blokade Jalan, Berhadapan dengan Polisi; Rekaman Aksi Protes Viral di Media Sosial

EtIndonesia.com – Aksi protes besar-besaran pecah di Kota Hefei, ibu kota Provinsi Anhui, Tiongkok pada 27 Juni malam. Lebih dari seribu warga turun ke jalan dan memblokade lalu lintas untuk memprotes rencana pemerintah setempat membangun stasiun transfer sampah di dekat kawasan permukiman. Aparat keamanan dikerahkan dalam jumlah besar untuk mengendalikan situasi, dan kedua pihak sempat terlibat aksi saling berhadapan. Rekaman kejadian tersebut kemudian menyebar luas di internet.

Sejumlah video yang beredar di platform X menunjukkan warga berkumpul di sekitar Gerbang Utara Kompleks Haotianyuan, dekat Jalan Lingkar Utara Kedua (Beierhuan) di Hefei. Mereka memprotes rencana pemerintah membangun stasiun transfer sampah di kawasan tersebut.

Menurut informasi yang dibagikan warga setempat di internet, pemerintah berencana membangun fasilitas transfer sampah berkapasitas pengolahan 2.000 ton per hari di persimpangan Jalan Lingkar Utara Kedua dan Sungai Banqiao. Lokasi proyek tersebut hanya berjarak beberapa ratus meter dari kawasan permukiman terdekat. Dalam radius satu kilometer terdapat tiga sekolah dasar, hampir 20 kompleks perumahan, dan sekitar 100.000 penduduk.

Proyek tersebut saat ini masih berada dalam masa konsultasi publik yang dijadwalkan berakhir pada 2 Juli 2026. Warga menentang keras pembangunan tersebut karena khawatir akan menimbulkan pencemaran lingkungan, membahayakan kesehatan masyarakat, serta berdampak pada penurunan nilai properti di kawasan sekitar.

Rekaman video menunjukkan ribuan warga memenuhi badan jalan sambil meneriakkan slogan, “Protes! Protes!” sebagai bentuk penolakan terhadap proyek tersebut.

Pemerintah setempat kemudian mengerahkan sejumlah besar polisi ke lokasi untuk menjaga ketertiban. Massa dan aparat sempat saling berhadapan di tengah jalan, menyebabkan lalu lintas di kawasan Lingkar Utara Kedua lumpuh sementara. Banyak kendaraan terhenti dan tidak dapat melanjutkan perjalanan.

Pada tahap awal, polisi berupaya membubarkan massa. Ketegangan sempat meningkat dan terjadi kontak fisik antara demonstran dan aparat. Beberapa orang terlihat terdorong hingga terjatuh, sementara sejumlah lainnya dilaporkan dibawa pergi oleh petugas. Dari tengah kerumunan terdengar teriakan, “Polisi memukul warga! Polisi memukul warga!”

Karena jumlah demonstran yang sangat besar dan kekhawatiran akan meluasnya situasi, pemerintah akhirnya mengalah dan membatalkan proyek pembangunan stasiun transfer sampah tersebut.

Pimpinan Distrik Luyang, Yang Binghong, bersama pejabat distrik lainnya datang langsung ke lokasi untuk berbicara dengan massa. Dengan menggunakan pengeras suara, Yang menyatakan, “Saya dengan resmi mengumumkan bahwa proyek yang menjadi perhatian Anda semua kini telah dibatalkan.”

Ia meminta warga kembali ke rumah masing-masing untuk beristirahat. Namun, banyak warga masih meragukan janji tersebut dan menuntut pemerintah menerbitkan dokumen resmi sebagai bukti pembatalan proyek. Dari kerumunan terdengar pertanyaan, “Kapan dokumen resmi itu akan diterbitkan?”

Sekretaris Distrik Luyang juga menyampaikan pernyataan serupa di lokasi. Ia berjanji bahwa pembangunan stasiun transfer sampah akan dibatalkan dan meminta warga membubarkan diri.

Video lain menunjukkan polisi berjaga di kedua sisi jalan untuk mencegah warga kembali memasuki badan jalan dan memblokade lalu lintas. Setelah pengumuman pembatalan proyek, kendaraan yang sebelumnya terjebak kemacetan mulai bergerak meninggalkan lokasi.

Aksi protes warga Hefei tersebut memicu perbincangan luas di platform X. Banyak pengguna internet menyampaikan dukungan kepada para demonstran.

“Wah, warga Hefei luar biasa! Dengan jumlah massa sebanyak itu, saya salut pada keberanian kalian,” tulis seorang pengguna.

“Kalau tidak benar-benar terdesak, orang tidak akan turun ke jalan,” tulis pengguna lainnya.

Sejumlah komentar lain mengaitkan aksi tersebut dengan ketidakpuasan publik yang lebih luas terhadap pemerintah. Beberapa pengguna menilai perlawanan warga dapat menjadi pemicu bagi munculnya aksi serupa di daerah lain.

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Membangun Kekayaan: Pelajaran dari Tiga Tokoh Besar dalam Sejarah Tiongkok

Kerja keras dapat menopang kehidupan. Namun, kerja keras jarang menghasilkan kekayaan atau harta besar dengan sendirinya. Perbedaan antara sekadar mencari nafkah dan membangun kekayaan...

Mengapa Biksu Menyapu Halaman yang Sama Setiap Hari

Menyapu halaman, mengepel lantai: bagaimana pekerjaan sehari-hari di biara menjadi salah satu praktik meditasi tertua di dunia.Masuklah ke hampir setiap biara Buddha, dan Anda...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine